100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
8 tayangan22 halaman

Metode Rigid Pavement untuk Jalan Beton

Dokumen ini menjelaskan metode rigid pavement, termasuk layout, spesifikasi material, dan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan. Terdapat detail mengenai penggunaan alat, pengujian slump, dan persiapan sebelum pengecoran beton. Standar kualitas dan tahapan pekerjaan juga diuraikan untuk memastikan hasil yang optimal.

Diunggah oleh

erwinhaidy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
8 tayangan22 halaman

Metode Rigid Pavement untuk Jalan Beton

Dokumen ini menjelaskan metode rigid pavement, termasuk layout, spesifikasi material, dan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan. Terdapat detail mengenai penggunaan alat, pengujian slump, dan persiapan sebelum pengecoran beton. Standar kualitas dan tahapan pekerjaan juga diuraikan untuk memastikan hasil yang optimal.

Diunggah oleh

erwinhaidy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE RIGID PAVEMENT

LAYOUT PLAN
METODE RIGID PAVEMENT

Max. 5000

TIE BAR
Max. 5000

5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000 5000

RIGID PAVEMENT PLAN


TIE BAR (BJTS 420A)
S16-70 L=70CM
TIE BAR (BJTS 420A)
S38-38 L=45CM
JOINT SEALANT
WIREMESH M8-150 (2100X5400) WIREMESH M8-150 (2100X5400)
SINGLE LAYER SINGLE LAYER
225 225 350 350
FIX SLIDING BETON FS.4,5 Mpa T=30CM BETON FS.4,5 Mpa T=30CM

100 100

300
300

ZINCROMATE`

100
100

P10-@30CM P10-@60CM

100
100

LEAN CONCRETE LEAN CONCRETE

200
200

LPA CBR 90% LFA CBR 90%

LAPIS TANAH DASAR LAPIS TANAH DASAR

SAMB. MELINTANG SPINE ROAD (2X3 LANE) SAMB. MEMANJANG SPINE ROAD (2X3 LANE)
METODE RIGID PAVEMENT
TIE BAR (BJTS 420A)
S16-70 L=70CM
DICOVER PLASTIK

JOINT SEALANT
TIE BAR (BJTS 420A) WIREMESH M8-150 WIREMESH M8-150
S32-30 L=45CM SINGLE LAYER SINGLE LAYER
225 225 350 350
BETON FS.4,5 Mpa T=25CM BETON FS.4,5 Mpa T=25CM
FIX SLIDING

100
100

250

250
P10-@60CM ZINCROMATE`

85
P10-@30CM

85

100
100
LEAN CONCRETE LEAN CONCRETE

200
200
LPA CBR 90% LPA CBR 90%

LAPIS TANAH DASAR LAPIS TANAH DASAR

SAMB. MELINTANG COLLECTOR ROAD (2X2 LANE) SAMB. MEMANJANG COLLECTOR ROAD (2X2 LANE)

TIE BAR (BJTS 420A)


S16-70 L=70CM

JOINT SEALANT
TIE BAR (BJTS 420A) WIREMESH M8-200 WIREMESH M8-200
S32-30 L=45CM SINGLE LAYER SINGLE LAYER
225 225 350 350
BETON FS.4,5 Mpa T=23CM
FIX SLIDING BETON FS.4,5 Mpa T=23CM

100 100

230
230

P10-@60CM ZINCROMATE`

85
P10-@30CM
80

100
100

LEAN CONCRETE LEAN CONCRETE

200
200

LPA CBR 90% LPA CBR 90%

LAPIS TANAH DASAR LAPIS TANAH DASAR

SAMB. MELINTANG LOCAL ROAD (2X1 LANE) SAMB. MEMANJANG LOKAL ROAD (2X1 LANE)
METODE RIGID PAVEMENT

1 Broom Fin. 3 5
Slooping
LEBAR JALAN

2 4

5000 5000 5000 5000 5000


Slooping

Lean Concrete

Tanah existing

RIGID PAVEMENT PLAN 250+5400+250


1 MODUL UTUH M8 2100X5400
METODE RIGID PAVEMENT
KONSEP DOWEL

Broom Fin.

Tanah existing
1

2
3

Tanah existing

Lean Concrete

RIGID PAVEMENT PLAN ( 3D VIEW)


METODE RIGID PAVEMENT
KONSEP DOWEL

TIE BAR (BJTS 420A)


S32-30 L=45CM

OVERLAP
WIREMESH 200MM

Broom Fin.

TIE BAR

TIE BAR (BJTS 420A)


S32-30 L=45CM

TIE BAR S16-70


L=70CM

Lean Concrete

WIREMESH M8-150
(2100X5400) SINGLE LAYER TIE BAR (BJTS 420A)
S32-30 L=45CM

TIE BAR (BJTS 420A)


S16-70 L=70CM
METODE RIGID PAVEMENT
KONSEP DOWEL OVERLAP
TIE BAR S16-70
WIREMESH 200MM

Lean Concrete
Tanah Existing

TIE BAR (BJTS 420A)


S32-30 L=45CM
TIE BAR S16-70

WIREMESH M8-150
(2100X5400) SINGLE LAYER

WIREMESH M8-150
(2100X5400) SINGLE LAYER
METODE RIGID PAVEMENT
TIE BAR (BJTS 420A)
BEKISTING & DOWEL DI COVER PLASTIK ES S16-70 L=70CM
DI IKAT
DI IKAT KAWAT
KAWAT
DI IKAT KAWAT BENDRAT
BENDRAT
BENDRAT 450 700

FIX SLIDING
Ø 10-300 “ U ” 100

150
Ø 10-300 “ U ”
DI CAT ZINCROMATE
4Ø 10
4Ø 10

100 100
1. TIE BAR (BJTS 420A) S38-30 L=45CM
2. TIE BAR (BJTS 420A) S32-30 L=45CM

DI IKAT KAWAT
BENDRAT

TIE BAR (BJTS 420A)


TIE BAR (BJTS 420A) S16-70 L=70CM
S38-30 L=45CM

225 225 350 350


FIX SLIDING

100 100

300
300

ZINCROMATE`

100
100

P10-@30CM P10-@60CM

100
100

LEAN CONCRETE LEAN CONCRETE


TAHAPAN PEKERJAAN
METODE RIGID PAVEMENT

Setting String Line Persiapan Concrete


Setting Out String
Start Line
& Pemasangan Paver Gomaco
Plastic Sheet GP2400

Persiapan Concrete
Pengiriman Beton Ke Pemasangan
Ready Mix FS 45
Lokasi Pekerjaan tulangan Dowel
setara mutu K400

Pekerjaan Menuang,
Menggelar, dan
Meratakan Beton

Pekerjaan Concrete Cutting Beton &


Finishing Pembuatan
Paver & Instal pemasangan
Groving & Curing
tulangan Tie Bar Geotextile Non
Compound
Otomatis Woven

Pengisian Joint
Finish Sealent
Penyiraman Berkala
METODE RIGID PAVEMENT

KEBUTUHAN ALAT :

1. Slipform Paver Gomaco GP2400 : 1 unit


2. Mini Excavator (PC 100) : 1 unit
3. Alat Penerangan : : 1 set
4. Mesin Cutting : 1 set
5. Compressor : 1 unit
1. Alat Ukur 2. Mesin Cutting Beton 3. Lampu penerangan 4. Alat Bantu 6. Alat Spray Curing Compound : 1 Unit
7. Alat Groving : 1 unit
8. Alat-Alat Bantu : 1 set
9. Alat Ukur : 1 set

5. Concrete Paver GP.2400 6. Excavator PC.100 7. Kompressor 8. Alat Grouving

SPESIFIKASI ALAT CONCRETE PAVER (GOMACO GP 2400) :


• Berat : 27 ton
• Panjang : 9m
• Jangkauan Penghamparan : Min 3,6 m ; Max 6,2m
• Ketebalan : 10 – 40 cm
• Kec. Penghamparan : 13 m/ menit
• Kec. Mobilisasi : 29 m/menit
• Personil
 Finishing : 3 orang
 Grooving : 3 orang
 Pasang Dowel : 4 orang
 Gelar Beton : 3 orang
 Curring Spray : 1 orang
 Tusuk Tie Bar : 1 orang
 Flagman : 1 orang
METODE RIGID PAVEMENT

STANDARD QUALITY PEKERJAAN :

 Supply beton ke lokasi pekerjaan menggunakan dump truck

 Jangka waktu beton dari proses produksi sampai dihampar max 45 menit
(beton normal), agar kesinambungan beton yang dihampar masih di
bawah durasi ikatan awal.

 Tinggi jatuh adukan beton 0,9 s.d 1,5 meter, untuk menghindari
penguapan yang terlalu cepat.

 Pemadatan dengan slipform paver, dimana vibrasi dapat mengalirkan


beton dan mebuang rongga yang besar.

 Slump beton Slump 5±2.5 cm sampai di lokasi.


METODE RIGID PAVEMENT
1 PEKERJAAN PERSIAPAN
• Pada tahap awal sebelum dilaksanakan pekerjaan timbunan lapisan Fondasi
Agregat (LFA) dilakukan pemeriksaan dan pengukuran lokasi pekerjaan
serta pemeriksaan detail kondisi lokasi pekerjaan terhadap gambar rencana.
• Lakukan Pematokan lokasi rencana yang akan dilakukan untuk memastikan
pekerjaan sesuai dengan shop drawing.

Pekerjaan Saluran

ROLLER 12 TON
PEKERJAAN TIMBUNAN LFA.
• Lakukan timbunan lapisan pondasi agregat, kasar dan di padatkan
menggunakan roller 12 ton, hingga mencapai minimal CBR.90%
2 • Pemadatan di lakukan sejajar dengan tengah jalan, dimulai dari sisi luar
yang berakhir pada sumbu jalan.
• Pemadatan dilakukan berulang kali sehingga tidak ada bagian yang
bergelombang di depan maupun samping roller yang sedang berjalan.

ROLLER 12 TON
Pekerjaan Saluran

JALUR 2 JALUR 1

SUMBU JALAN
METODE RIGID PAVEMENT

Saluran. SEQUEN KERJA :


1. Pek. Sub Grade (tanah existing)
Jalan Beton 6 5 Lean Concrete 2 2. Pek. Lapisan LFA CBR 90%
4 1
Lean Concrete
3 LFA CBR 90% 3. Pek. Lean Concrete
4. Bekisting
5. Pembesian Wiremesh, dowel
6. Cor Jalan

Talang cor
PEKERJAAN LEAN CONCRETE
• Dilakukan setelah lapisan LFA mencapai CBR 90%
3
• Pasang bekisting perimeter.
• Cor lean concrete menggunakan ready mix dan talang cor.

Talang cor

JALUR 2 d1 JALUR 1

SUMBU JALAN
Slide 14

d1 danit, 9/1/2025
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT


4
4.1 Pekerjaan Persiapan :
 Persiapan peralatan untuk pengecoran.
 Pastikan kawat string terpasang kuat, kencang dan sesuai elevasi jalan rencana
 Pastikan plastik menutupi semua permukaan yang akan di cor dengan merata
 Pastikan jumlah jarak dan Panjang dowel sesuai dengan drawing.

4.2 Tahapan Pekerjaan :


A. Pengukuran leveling oleh pihak surveyor
B. Pemasangan String Line sensor Gomaco GP2400
C. Plastik sudah terpasang untuk menjaga lean concrete dan rigid tidak menyatu String Line sensor
D. emasangan Dowel bar pada setiap segment. Gomaco GP2400

B D

A C

String Line sensor


Gomaco GP2400

JALUR 2 JALUR 1

SUMBU JALAN
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT 4


4.3 Pekerjaan Slump Test :
Uji Slump adalah suatu uji empiris /metode yang digunakan untuk menentukan
konsistensi kelecakan dari campuran beton segar untuk mempermudah workability
nya. Uji Slum mengacu pada standar SNI 1972-2008 .
Ketinggian Slump 5 + 2.5 cm mengacu pada Spesifikasi teknis Jalan Bebas
Hambatan dan Jalan Tol S10.01.

4.4 Pekerjaan Pengecoran


a. Rencana pengecoran dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan suhu String Line sensor
beton dengan suhu lingkungan (menghindari retak non struktur), Mutu Beton Gomaco GP2400
menggunakan FS 45 setara dengan mutu beton K400. INSPEKSI
b. Test Slump lapangan 5+ 2.5 cm
c. Loading material beton dengan menggunakan Dump Truck, disiapkan terpal • Persiapkan peralatan untuk pengecoran (vibrator, jidar dll)
untuk dipasang saat cuaca hujan • Cek slump beton
• Setelah beton diratakan, cek kerataan permukaan dengan
menggunakan jidar

A C

JALUR 2 JALUR 1

SUMBU JALAN
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT 4

4.4 Pekerjaan Pengecoran


D. Beton yang sudah dituang diratakan dengan menggunakan Excavator
E. Proses pengamparan dengan alat Gomaco GP2400
F. Pemasangan Tie Bar Otomatis
G. Perapian permukaan dan samping rigid

String Line sensor


INSPEKSI Gomaco GP2400

• Persiapkan peralatan untuk pengecoran (vibrator, jidar dll)


• Cek slump beton
• Setelah beton diratakan, cek kerataan permukaan dengan
menggunakan jidar

D F G

JALUR 2 JALUR 1

SUMBU JALAN
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT Selebar alumunium

4.4 Pekerjaan Pengecoran Selebar alat broom /


4 garis jalan
H. Perapihan hasil pengecoran secara manual dengan menggunakan jidar dan roskam
100 100 Tegak lurus jalan
4.5 Pekerjaan Finishing & Perawatan L= alat L= alat
1. Dilakukan setelah 30 menit penghamparan (beton agak kesat) kedalaman grooving 3
mm, jarak 15 mm atau 20 mm
2. Hasil pekerjaan Grooving 90
3. Selanjutnya permukaan beton dilapis / disemprot bahan pengawet (curing
compound) sebanyak 0,27 -0,36 lt/m2 (dengan Sprayer)

Pekerjaan Grooving dan Curing Compound mengacu pada Spesifikasi teknis Jalan
Bebas Hambatan dan Jalan Tol S10.01

3
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT 4


4.4 Pekerjaan Pengecoran
H. Perapihan hasil pengecoran secara manual dengan menggunakan jidar dan roskam

4.5 Pekerjaan Finishing & Perawatan


1. Dilakukan setelah 30 menit penghamparan (beton agak kesat) kedalaman
grooving 3 mm, jarak 15 mm atau 20 mm
2. Hasil pekerjaan Grooving
3. Selanjutnya permukaan beton dilapis / disemprot bahan pengawet (curing
compound) sebanyak 0,27 -0,36 lt/m2 (dengan Sprayer)
4. Selanjutnya permukaan beton ditutup dengan Geotextile Non Woven karena
dapat menyerap air lebih banyak sehingga dapat menahan kelembaban.
5. Proses penyiraman dilakukan secara berkala selama minimal 7 hari.
6. Pembersihan permukaan Jalan rigid setelah masa perawatan.

4 6

5
METODE RIGID PAVEMENT

PEKERJAAN PENGECORAN RIGID PAVEMENT

4.5 Pekerjaan Finishing & Perawatan


1. Dilakukan setelah 30 menit penghamparan (beton agak kesat) kedalaman
grooving 3 mm, jarak 15 mm atau 20 mm
2. Hasil pekerjaan Grooving
3. Selanjutnya permukaan beton dilapis / disemprot bahan pengawet (curing
compound) sebanyak 0,27 -0,36 lt/m2 (dengan Sprayer)
4. Selanjutnya permukaan beton ditutup dengan Geotextile Non Woven karena
dapat menyerap air lebih banyak sehingga dapat menahan kelembaban.
5. Proses penyiraman dilakukan secara berkala selama minimal 7 hari.
6. Pembersihan permukaan Jalan rigid setelah masa perawatan.
7. Pembuatan celah dengan saw cutter sedalam 1/4 dari tebal Rigid Pavement,
lebar 5 mm, saw cutter dilakukan setelah 4 jam dan tidak lebih dari 10 jam
setelah pengecoran.
7
Pekerjaan Cutting Beton memanjang dan melintang mengacu pada Spesifikasi
teknis Jalan Bebas Hambatan dan Jalan Tol S10.01

8. Aplikasi joint sealent (ex: Inti Joint), Pengisian sealent dilakukan dengan satu
arah dan pinggir diberikan isolasi agar penuangan sealent lebih rapi.
9. Konsidi 100% Pekerjaan Rigid Pavement dengan alat slipform Paver

8
TERIMA KASIH
TATA..TATA..TATA..YES!

Anda mungkin juga menyukai