TUGAS TUTORIAL II
Program Studi : Teknologi Pendidikan
Kode Mata Kuliah : SPTP4205
Nama Mata Kuliah : Model-model Pembelajaran Inovatif
Jumlah sks : 3 sks
Instruksi Tugas Tutorial 2
Berdasarkan laporan UNESCO (2024), sebagian besar sekolah di Indonesia masih
menghadapi dua tantangan utama:
Belum optimalnya pembelajaran keterampilan tingkat tinggi (HOTS) → guru lebih
banyak menekankan hafalan dan pemahaman dasar.
Minimnya integrasi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) →
pembelajaran kurang menumbuhkan kesadaran sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.
Anda sebagai pengembang teknologi pembelajaran diminta membantu sekolah menghadapi
tantangan ini.
Instruksi Tugas
Pilih salah satu kasus nyata berikut, kemudian buatlah laporan analisis kasus dan
rekomendasi inovasi pembelajaran dengan memuat:
1. Analiss Permasalahan
a. Jelaskan masalah pembelajaran sesuai kasus yang dipilih.
b. Kaitkan dengan kurangnya penerapan HOTS dan ESD.
2. Rekomendasi Inovasi Pembelajaran
a. Pilih satu model pembelajaran inovatif yang relevan dengan kasus, misalnya:
i. Problem-Based Learning (PBL)
ii. Project-Based Learning (PjBL)
iii. Discovery Learning
iv. STEM/STEAM Learning
v. Inquiry-Based Learning
b. Rancang strategi untuk menumbuhkan HOTS siswa
c. Integrasikan minimal satu topik pembangunan berkelanjutan (ESD) ke dalam
pembelajaran.
Pilihan Kasus Nyata
Pilih salah satu dari kasus berikut sebagai konteks tugas
Kasus 1 — SMP di Semarang
Sebuah SMP di Semarang masih menggunakan metode ceramah untuk mata pelajaran IPA.
Guru lebih fokus pada hafalan rumus dan definisi.
Siswa kurang terbiasa melakukan analisis data dan eksperimen.
Materi tentang keberlanjutan lingkungan belum terintegrasi.
Tantangan: Mendesain inovasi pembelajaran berbasis HOTS dan ESD untuk
meningkatkan keterlibatan siswa.
Kasus 2 — SMA di Denpasar
Sebuah SMA di Denpasar memasukkan topik pembangunan berkelanjutan ke kurikulumnya,
tetapi implementasinya minim.
Guru hanya memberikan penjelasan materi tanpa melibatkan siswa dalam praktik
nyata.
Siswa kurang memahami keterkaitan antara teori dan dampaknya pada kehidupan
sehari-hari.
Tantangan: Mendesain strategi pembelajaran berbasis proyek (PjBL) agar siswa
terlibat aktif.
Kasus 3 — SD di Makassar
Sebuah SD di Makassar ingin menerapkan Project-Based Learning untuk mengenalkan SDGs
kepada siswa.
Guru kesulitan memilih proyek yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Siswa kurang dilibatkan dalam proses merancang solusi sederhana.
Tantangan: Membuat rancangan pembelajaran yang sederhana, kontekstual, dan
menumbuhkan HOTS sejak dini.
Kasus 4 — SMP di Bandung
Sebuah SMP di Bandung mengalami penurunan minat belajar IPS.
Guru masih menggunakan metode penjelasan satu arah.
Materi tentang ekonomi hijau dan keberlanjutan hanya disampaikan secara teoretis.
Tantangan: Mendesain pembelajaran berbasis inquiry untuk meningkatkan rasa ingin
tahu siswa dan integrasi ESD.
Struktur Laporan
1. Pendahuluan → gambaran umum kasus dan urgensi masalah
2. Analisis Kasus → tantangan HOTS dan ESD
3. Rekomendasi Inovasi Pembelajaran
a. Model pembelajaran inovatif yang dipilih
b. Strategi penerapan HOTS
c. Integrasi topik pembangunan berkelanjutan
4. Kesimpulan → dampak pembelajaran terhadap siswa
5. Daftar Pustaka → minimal 2 referensi jurnal atau buku (2020–2025)
Format:
Panjang 3–4 halaman (1,5 spasi)
Dokumen Word/PDF
Menggunakan sitasi dan daftar pustaka format APA 7
Rubrik
Aspek Nil Skor 25-35 Skor 20-30 Skor 10-20 Skor 0-9
Penilaian ai (Sangat Baik) (Baik) (Cukup) (Kurang)
Analisis HOTS dan
Analisis ESD sangat Analisis cukup baik
30 Analisis dangkal Tidak ada analisis
Masalah mendalam, berbasis dan relevan
data
Rekomendasi
Rekomendas Rekomendasi cukup Rekomendasi Tidak memberikan
35 kreatif, aplikatif,
i Inovasi tepat dan relevan kurang sesuai rekomendasi
kontekstual
Integrasi HOTS dan ESD
Integrasi cukup
HOTS & 25 terhubung dengan Integrasi terbatas Tidak ada integrasi
jelas, belum optimal
ESD sangat baik
Bahasa akademik
Bahasa cukup baik,
Bahasa & baik, referensi Bahasa umum, Tidak sesuai
10 ada kekurangan
Referensi lengkap dan sesuai referensi minim kaidah
minor
APA 7