0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan20 halaman

Massa Atom dan Molekul dalam Kimia

Dokumen ini membahas konsep dasar dalam kimia seperti massa atom relatif (Ar), massa molekul relatif (Mr), dan bilangan Avogadro. Selain itu, dijelaskan juga tentang massa molar, persamaan gas ideal, serta interkonversi antara mol, gram, dan volume gas. Contoh perhitungan dan penentuan kadar unsur dalam senyawa juga disertakan untuk memperjelas konsep yang dibahas.

Diunggah oleh

Pegi Yulianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan20 halaman

Massa Atom dan Molekul dalam Kimia

Dokumen ini membahas konsep dasar dalam kimia seperti massa atom relatif (Ar), massa molekul relatif (Mr), dan bilangan Avogadro. Selain itu, dijelaskan juga tentang massa molar, persamaan gas ideal, serta interkonversi antara mol, gram, dan volume gas. Contoh perhitungan dan penentuan kadar unsur dalam senyawa juga disertakan untuk memperjelas konsep yang dibahas.

Diunggah oleh

Pegi Yulianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Ar dan Mr

PERHITUNGAN KIMIA
Pada materi kimia sebelumnya tentang Struktur Atom, Ananda telah mengenal Ar atau
massa atom relatif. Nah, pada kegiatan pembelajaran kali ini kita Kembali membahas tentang
Ar ditambah tentang Mr (massa molekul relatif).
Massa Molekul Relatif (Mr) dan Massa Atom Relatif (Ar) menyatakan perbandingan massa
atom unsur dengan massa atom C-12 atau secara matematik ditulis:
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝟏 𝒂𝒕𝒐𝒎 𝑿
𝟏
. 𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒂𝒕𝒐𝒎 𝟏𝟐
𝑪
Ar suatu unsur X =
𝟏
Massa atom relatif suatu unsur diperlukan 𝟐
untuk menentukan massa molekul relatif suatu
senyawa baik yang berupa molekul unsur, molekul senyawa, dan senyawa ion. Massa molekul
relatif dinyatakan dengan Mr.
Massa molekul relatif (Mr) dapat dinyatakan dengan menjumlahkan massa atom relatif (Ar)
atom-atom unsur pembentuk senyawa.
Mr = ∑ Ar

Contoh :
Diketahui Ar H = 1; O = 16; S = 32; C = 12; N = 14.
Tentukan : a. Mr H2SO4 b. Mr CO(NH2)2
Penyelesaian :
a. Mr H2SO4 = (2 x Ar H) + (1 x Ar S) + (4 x Ar O)
= (2 x 1) + (1 x 32) + (4 x 16)
= 2 + 32 + 64
= 98
b. Mr CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)
= (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)
= 12 + 16 + 28 + 4
= 60
2. Bilangan Avogadro
Atom memiliki massa yang snagat kecil. Massa tom rekatif ditentukan dengan
membanndingkannya terhadap satu atom C-12 yang memiliki massa tepat 12 satuan massa
atom (sma) atau 1,993 X 10-23 g. Dengan demikian 1 sma = 1,66 x 10-24 g.
Seorang ilmuwan kimia Avogadro berhasil menghitung banyaknya partikel dalm 12 g atom C-12
yaitu sebanyak 6,022 x 1023 partikel yang disebut dengan bilangan Avogadro (NA)
NA = 6,022 x 1023 partikel/mol
3. Massa Molar (Mm)
Massa satu mol zat disebut massa molar zat dengan satuan g/mol. Nilai massa molar sama
dengan massa atom relatifnya yang membedakan hanya satuannya. Satuan massa atom relatif
adalah satuan massa atom (sma).
1 mol C-12 = 12 g
1 mol unsur X = Ar X g
1 mol senyawa X = Mr X g
Contoh :
Aluminium salah satu logam yang sering digunakan untuk membuat perabotan rumah tangga
dikarenakan ringan dan tahan karat. Tentukan massa molar aluminium jika diketahui Ar Al = 27.
Jawab :
Mm Al = Ar Al = 27 g/mol
Contoh :
Tentukan massa 3 mol perak (Ar ag = 108)
Jawab :
Massa Ag = n x Mm Ag
= 3 mol x 108 g/mol
= 324 g
4. Persamaan Gas Ideal
Pengukuran volume molar gas pada keadaan standar atau Standart Temperature and Pressure
(STP) yaitu suhu 00C (273 K) dan tekanan 1 atm (760 mmHg) disebut volume molar standar.
Persamaan Gas Ideal :
PV = nRT
Rumus tersebut juga dapat digunakan untuk perhitungan jumlah mol dan volume gas paa
keadaan bukan keadaan standar (STP)
5. Interkonversi Mol-Gram-Volume
Untuk menyatakan banyaknya suatu benda, sehari-hari dikenal satuan lusin, kodi, gros, dan
rim. 1 lusin banyaknya 12, 1 gros banyaknya 144, 1 kodi banyaknya 20, dan 1 rim banyaknya
500. Nah, kira-kira apa satuan zat dalam kimia?
Zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia tersebut mengandung partikel-partikel seperti atom,
molekul, atau ion. Bayangkanlah bahwa 1 gram besi mengandung lebih dari 1020 butir-butir
atom besi dan 1 mL air mengandung lebih dari 1020 molekul air, jadi sangat sulit
menghitungnya.
Agar tidak mengalami kesulitan, maka jumlah partikel yang banyak itu diungkapkan dengan
satuan jumlah. Para ahli kimia menyatakan satuan jumlah zat dalam kimia adalah mol.
Bagaimana menentukan mol suatu zat? Ananda dapat melihat pada bagan Jembatan Mol
berikut.

Keterangan :
n : Jumlah mol (mol)
g : Massa (gram)
V : Volume (liter)
N : Jumlah partikel (atom atau ion atau molekul)
M : Molaritas (M)

Volume gas bergantung pada suhu dan tekanan. Beberapa keadaan suhu dan tekanan yang
biasa dijadikan acuan penentuan volume gas sebagai berikut.
a) Keadaan Standar
Kondisi dengan suhu 0 °C dan tekanan 1 atm (76 cmHg/760 mmHg) disebut keadaan
standar dan dinyatakan dengan STP (Standard Temperature and Pressure). Rumus yang
digunakan untuk mencari volume sama dengan yang tercantum pada Jembatan Mol.

Vm (STP) = 22,4 L/mol


b) Keadaan Kamar
Kondisi pengukuran gas pada suhu 25 °C dan tekanan 1 atm disebut keadaan kamar dan
dinyatakan dengan RTP (Room Temperature and Pressure). Untuk mencari volume
menggunakan persamaan gas ideal.

Vm (RTP) = 24 L/mol
c) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui
Volume gas pada suhu dan tekanan yang diketahui dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan gas yang disebut persamaan gas ideal. Persamaan gas ideal,

𝒏.𝑹.𝑻
yaitu PV = nRT, untuk menentukan volume gas menjadi:

𝑷
V=

dengan:
P = tekanan gas (atm)
V = volume gas (liter)
n = jumlah mol gas (mol)
R = tetapan gas = 0,082 L atm/mol K
T = suhu mutlak gas (K = 273 + suhu celcius)

d) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain


Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas hanya bergantung pada jumlah molnya. Hal
ini sesuai dengan hipotesis Avogadro. Misalkan gas pertama dengan jumlah mol n1 dan
volume V1 dan gas kedua dengan jumlah mol n2 dan volume V2, maka pada suhu dan
tekanan yang sama berlaku:

=
𝒏𝟏 𝒏𝟐
=
𝑽𝟏 𝑽𝟐 atau
𝒏𝟏 𝒏𝟐 𝑽𝟏 𝑽𝟐

Perhatikan contoh-contoh berikut agar Ananda lebih memahami tentang hubungan mol
dengan besaran lainnya.
Contoh Soal
1. Suatu sampel logam mengandung 5 mol emas murni (Au).
a. Apakah jenis partikel unsur emas?
b. Berapakah jumlah partikel dalam sampel tersebut?
Penyelesaian:
a. Emas adalah unsur logam, sehingga jenis partikelnya adalah atom emas.
b. Jumlah partikel dalam 5 mol emas murni adalah:
X = n × 6,02 × 1023 partikel/mol
= 5 mol × 6,02 × 1023 partikel/mol
= 3,01 × 1024 atom emas

2. Menghitung Massa Jika Diketahui Jumlah Mol Zat


Hitunglah massa dari:
a. 5 mol besi (Ar Fe = 56)
b. 0,75 mol urea CO(NH2)2 (Ar C = 12, O = 16, N = 14, dan H = 1)
Penyelesaian:
a. massa besi = g = n × Ar Fe
= 5 mol × 56 mol/gram
= 80 gram
b. massa urea = g = n × Mr CO(NH2 )2
= 0,75 mol × 60 mol/gram
= 45 gram
3. Menghitung Mol Jika Diketahui Massa Zat Hitunglah banyaknya mol dari:
a. 2,3 gram natrium (Ar Na = 23)
b. 45 gram C6H12O6 (Ar C = 12, H = 1, dan O = 16)
Penyelesaian:

a. 𝑛= 𝑔 2,
3 = 0,1 mol
=𝐴𝑟
2
3

b. Mr C6H12O6 = (6 x Ar C) + (12 x Ar H) + (6 x Ar O)
= (6 x 12) + (12 x 1) + (6 x 16)
= 72 + 12 + 96
= 180
𝑔
45
𝑀
n=
𝑟 18
= = 0,25 mol
0

4. Tentukan volume dari 2 mol gas nitrogen jika diukur pada:


a. keadaan standar (STP)
b. keadaan kamar (RTP)
c. suhu 30 °C dan tekanan 1 atm
d. suhu dan tekanan yang sama di mana 0,5 mol gas oksigen mempunyai volume
15 liter
Penyelesaian:
a. Pada keadaan standar (STP)
V = n × 22,4 liter
= 2 mol × 22,4 liter/mol
= 44,8 liter
b. Pada keadaan kamar (RTP)
𝑛.𝑅.𝑇
2 . 0,082 .298
𝑃
V=
1
48,8 L

c. Pada suhu 30 °C dan tekanan 1 atm


T = 273 + 30 = 303 K
𝑛.𝑅.𝑇 2 . 0,082 . 303
𝑃 1
V= 49,7 L
c. Pada suhu dan tekanan yang sama di mana 0,5 mol gas oksigen mempunyai
volume 15 liter

𝑉1 𝑉2
𝑛1 =𝑛2
𝑉𝑂2 𝑉𝑁2
𝑛𝑂2 =𝑛𝑁2
15 𝐿

=
0,5 𝑉𝑁2
𝑚𝑜𝑙 2
𝑚𝑜𝑙

𝑉𝑁2 15 𝐿 𝑥 2 𝑚𝑜𝑙
= 0,5 𝑚𝑜𝑙

𝑉𝑁2 = 4 𝑥 15 𝐿
𝑉𝑁2 = 60 𝐿
5. Hitunglah jumlah molekul O2 yang terkandung dalam 2 liter gas oksigen pada suhu 0 °C
dan tekanan 1 atm. (L = 6,02 × 1023)
Karena yang diketahui volume gas oksigen pada STP dan yang ditanyakan adalah
jumlah molekul O2, maka rumus yang digunakan ada dua. Pada jembatan mol start
dari V dan finish di X.

𝑛 𝑣 2

=
22, 22,
a. = mol = 0,089 mol
4 4

b. x = n x 6,02 × 1023 = ,536 × 1023 molekul


Jadi, jumlah molekul O2 yang terkandung dalam 2 liter gas O2 adalah 0,536 × 1023
molekul
6. Kadar Unsur dalam Senyawa
Perbandingan massa unsur dalam senyawa juga dapat dinyatakan dalam persentase
senyawanya sama dengan 100%

𝑨
%A =
𝒙 ×𝑨𝒓 × 𝟏𝟎𝟎%
𝑴𝒓 𝑨𝒙
× 𝟏𝟎𝟎%
𝑩𝒚

𝒚 ×𝑨𝒓
𝑩
𝑴𝒓 𝑨𝒙
%B =
𝑩𝒚

Atau
Persen massa unsur dalam senyawa (%) 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒕𝒐𝒎
𝒙 𝑨𝒓 x 100%
𝑴𝒓 𝑺𝒆𝒏𝒚𝒂𝒘𝒂
=

Contoh Soal
Tentukan persen massa unsur C, H, dan O dalam senyawa glukosa (C6H12O6)! (Ar C = 12, H = 1,
dan O = 16)!
Penyelesaian
Mr C6H12O6 = 180
Usur Penyusun Senyawa Persen Massa

Karbon (C) Persen massa unsur C (%)


𝑗𝑚𝑙 𝐶 𝑥 𝐴𝑟 𝐶 6 𝑥 12
Mr C6H12O6 180
= x 100% = x 100% = 40%

Hidrogen (H) Persen massa unsur H (%)


𝑗𝑚𝑙 𝐻 𝑥 𝐴𝑟 𝐻 12 𝑥 1
Mr C6H12O6 180
= x 100% = x 100% = 6,7%

Oksigen (O) Persen massa unsur O (%)


𝑗𝑚𝑙 𝑂 𝑥 𝐴𝑟 𝑂 6 𝑥 16
Mr C6H12O6 180
= x 100% = x 100% = 53,3%

7. Penentuan Rumus Kimia Senyawa


Suatu senyawa mempunyai dua macam rumus yaitu Rumus Molekul (RM) dan Rumus Empiris
(RE). Rumus Molekul adalah rumus sebenarnya dari senyawa, sedangkan Rumus Empiris adalah
rumus paling sederhana dari senyawa.
a. Menentukan Rumus Empiris (RE) Berdasarkan Ar dan Mr
Dalam menentukan rumus empiris zat, perbandingan mol unsur-unsur dalam zat haruslah
merupakan perbandingan paling sederhana.
Berdasarkan Ar, Mr, dan persentase unsur-unsur pembentuk senyawa, Ananda dapat
menentukan rumus kimia senyawa dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Tuliskan lambang unsur.
b. Tuliskan perbandingan % massanya.
c. Bagi % massa dengan Ar unsur tersebut, sehingga didapat perbandingan jumlah unsur-
unsur.
d. Bagi dengan angka terkecil sehingga didapat perbandingan yang sederhana.
Agar lebih memahami, perhatikan contoh soal berikut.
Contoh Soal
Tentukan rumus empiris dari senyawa yang mengandung 59% natrium dan 41% belerang!
(Ar Na = 23, S = 32).
Penyelesaian:
Perbandingan % massa Na dan S = 59% : 41%
Perbandingan massa unsur Na dan S = 59 gram : 41 gram
Perbandingan mol unsur Na dan S 59 41
23 32
= :

= 2,56 mol : 1,28 mol

Perbandingan unsur Na dan S = 2,56 1,28


1,28 1,28
:

=2:1
Rumus Empiris = Na2S
b. Menentukan Rumus Molekul (RM)
Rumus molekul atau rumus sebenarnya dari senyawa merupakan kelipatan dari rumus
empirisnya.

Mr Rumus Molekul = n x Mr Rumus Empiris


atau

RM = (RE)n

Contoh soal
Suatu senyawa organik dengan Mr = 90 tersusun dari 40% karbon; 6,6% hidrogen; dan
sisanya oksigen (Ar C=12; H = 1; O = 16). Tentukan rumus molekul senyawa tersebut!
Penyelesaian: C = 40%; H= 6,6% ; O= 53,4%
40 6,6 53,4
1 16
mol C : mol H : mol O = :
12
:

= 3,3 : 6,6 : 3,3


= 1 : 2 : 1
Rumus Empirisnya adalah : CH2O
RM = (RE)n
90 = (CH2O)n
90 = (Ar C + 2Ar H + Ar O)n
90 = (12 + (2x1) + 16)n
90 = (30)n
n = 90
30
n=3
Jadi, Rumus Molekulnya adalah (CH2O)3 = C3H6O3

8. Kadar Zat dalam Campuran


Ananda yang hebat, salah satu kegiatan penting dalam ilmu kimia adalah melakukan
percobaan untuk mengidentifikasi zat. Ada dua kegiatan dalam identifikasi zat, yakni analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menentukan jenis
komponen penyusun zat. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk menentukan massa
dari setiap komponen penyusun zat. Dengan mengetahui jenis dan massa dari setiap komponen
penyusun zat, kita dapat mengetahui komposisi zat tersebut.
a. Persen massa (%m/m)
Komposisi zat dinyatakan dalam persen massa (% massa). Perhitungan persen massa untuk
setiap komponen dapat menggunakan persamaan berikut.
Persen massa komponen penyusun zat = 𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒛𝒂𝒕
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂
x 100%
Contoh Soal 𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏

1) Seorang ahli kimia melakukan analisis terhadap sejumlah sampel zat. Ia menemukan
bahwa sampel seberat 65 gram tersebut mengandung 48 gram karbon, 9 gram
hidrogen, dan 8 gram oksigen. Nyatakan komposisi zat tersebut dalam persen
massa! Penyelesaian
Massa campuran (sampel) = 65 gram
Komponen Massa
Persen Massa
Penyusun (gram)
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Karbon (C) 48 Persen Massa C = x 100%
48
65
= x 100%

= 73,85%
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐻
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Hidrogen (H) 9 Persen Massa H = x 100%
9
65
= x 100%

= 13,85%
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑂
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
Oksigen (O) 8 Persen Massa O = x 100%
8
65
= x 100%

= 13,85%

2) Analisis sampel menunjukkan terdapat 40% kalsium, 12% karbon, dan 48% oksigen. Jika
diketahui massa sampel tersebut adalah 25 gram, tentukan massa dari masingmasing
unsur dalam sampel!
Penyelesaian Massa zat (sampel) = 25 gram
Komponen Persen Massa (%) Massa Komponen
Penyusun

Kalsium (Ca) 40 Massa Ca = Persen massa Ca x massa sampel

= 40% x 25 gram
40
100
= x 25 gram

= 10 gram
Karbon (C) 12 Massa C = Persen massa C x massa sampel

= 12% x 25 gram
12
100
= x 25 gram

= 3 gram

Oksigen (O) 48 Massa O = Persen massa Ca x massa sampel

= 48% x 25 gram
48
100
= x 25 gram

= 12 gram

b. Persen Volume (%v/v)


Persen volume menyatakan volume zat yang terdapat dalam 100 bagian volume campuran.

× 𝟏𝟎𝟎%
%volume 𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒛𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉
=
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏

Contoh:
Cuka dapur mengandung senyawa asam asetat dengan kadar 25% v/v. Tentukan volume
asam asetat dalam 150 mL cuka dapur.
Jawab :

× 𝟏𝟎𝟎%
%volume = 𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒛𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏

𝑽
% × 𝒗𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆
𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒗
=
𝟐𝟓% × 𝟏𝟓𝟎 = 𝟑𝟕, 𝟓 𝒈
𝟏𝟎𝟎% 𝒎𝑳
Volume =
𝟏𝟎𝟎%

c. Bagian per Juta (bpj) atau Part per Million (ppm)


Bagian per juta menyatakan banyaknya bagian zat yang terdapat dalam setiap satu juta
bagian campuran.

× 𝟏𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎𝟎
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒛𝒂𝒕 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
Ppm =
𝒎𝒂𝒔𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉
𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
Contoh :
Rata-rata kandungan karbon dioksida dallah am uara bersih adalah 0,03% volume.
Tentukan kadar karbon dioksida tersebut dalam bagian per juta.\
Jawaban:
Misalnya volume total udara adalah 100 mL, maka volume karbon dioksida adalah 0,03 mL.

𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆
𝑪𝑶𝟐 =
Ppm × 𝟏𝟎𝟔 𝒑𝒑𝒎
𝑽𝒐𝒍𝒖𝒎𝒆 𝒖𝒅𝒂𝒓𝒂
𝟎,𝟎𝟑
𝒎𝑳 × 𝟏𝟎𝟔 𝒑𝒑𝒎 = 300 ppm
𝟏𝟎𝟎
=
d. Molaritas (M) 𝒎𝑳

Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Satuan molaritas
adalah mol/L atau molar.
Volume satu liter larutan adalah volume zat terlarut dan volume pelarutnya.

𝒏 𝒎𝒂𝒔
×
𝟏𝟎𝟎𝟎
M=
𝑳 𝒔𝒂
𝒎𝑳 𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕𝒂𝒏
atau M
Keterangan : 𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕𝒂𝒏 = 𝑴𝒎
M = molaritas larutan (M)
Mm = massa molar (g/mol)
n = mol zat terlarut (mol)

Contoh :
Tentukan molaritas larutan yang dibuat dengan melarutkan 2 g NaOH (Mr = 40) ke dalam
air hingga terbentuk 100 mL larutan.
Jawaban :
𝒎𝒂𝒔𝒔
𝒂 𝟐𝒈
× ×
𝟏𝟎𝟎𝟎
𝒎𝑳 𝟒𝟎 𝟏𝟎𝟎𝟎
M= = 0,5 M
𝑴𝒎
𝟏𝟎
=
𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒈/𝒎𝒐𝒍
𝒎𝑳

Pengenceran Larutan
Pengenceran larutan adalah penambahan zat pelarut ke dalam suatu larutan. Dalam
pengenceran jumlah zat terlarut (mol terlarut) tetap, tetapi penambahan pelarut akan
mengubah konsentrasi karena volume larutan menjadi lebih besar.

n1 = n2
M1 x V 1 = M2 x V 2
Contoh :
Larutan asam sulfat 2 M akan diencerkan menjadi 0,1 M. Jika volume larutan asam sulfat
0,1 M yang dibuat sebanyak 500 mL, tentukan volume larutan asam sulfat 2 M yang
dibutuhkan.
Jawaban :
M1 x V 1 = M2 x V 2

𝐌𝟐 𝐱 𝟎,𝟏 𝑴
𝐕𝟐
V1 =
×𝟓𝟎𝟎 𝒎𝑳
𝐌𝟏
=
𝟐𝑴

= 25 mL
Mencampurkan Larutan dengan Konsentrasi Berbeda

n1 + n2 = ncampuran
(M1 x V1) + (M2 x V2) = (M x V)campuran
Contoh :
Sebanyak 100 mL larutan HCl 1 M dicampurkan dengan 400 mL larutan HCl 0,2 M.
Tentukan molaritas akhir dari larutan tersebut.
Jawaban:

(M x V)campuran = (M1 x V1) + (M2 x V2)


(𝐌𝟏 𝐱 𝐕𝟏) + (𝐌𝟐 𝐱 𝐕𝟐)
𝑽𝒄𝒂𝒎𝒑𝒖𝒓𝒂𝒏
Mcampuran

=
(𝟏 𝐌 𝐱 𝟏𝟎𝟎 𝐦𝐋) + (𝟎,𝟐 𝐌 𝐱 𝟏𝟖𝟎 𝒎𝒐𝒍
𝟒𝟎𝟎 𝐦𝐋)
𝟓𝟎𝟎 𝒎𝑳
Mcampuran = 0,36 M
𝟓𝟎𝟎 𝒎𝑳
=
=

Molalitas (m)
Molalitas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kilogram pelarut. Satuan molalitas
adalah mol/kg atau molal.
𝒎𝒂𝒔
𝒔𝒂
×
𝒏𝒕 𝟏𝟎𝟎𝟎
m = 𝒌𝒈 atau m = 𝒈 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕
𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕 𝑴𝒎
Keterangan
:
m = molalitas larutan (m)
Mm = massa molar (g/mol)
nt = mol zat terlarut (mol)

Contoh :
Tentukan massa kalium iodida (Mr = 166) yang harus dilarutkan ke dalam 100 g air untuk
membuat larutan KI 0,15 m.
Jawaban :
𝒏𝒕
m = 𝒌𝒈 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕
nt =m x kg pelarut = (0,15 m) (0,1 kg) = 0,015 mol
Massa KI = nt x Mm = (0,015 mol) (166 g/mol) = 2,49 g

Fraksi Mol (X)

𝒏 𝒏𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕
Fraksi mol menyatakan perbandingan mol suatu zat dengan mol seluruh zat dalam larutan.

𝒏𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕
Xt = +
dan Xp
= 𝒏𝒑𝒆𝒍𝒂𝒓𝒖𝒕






















Xt + Xp = 1
Contoh
Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 49 g H2SO4 ( Mr = 98) ke dalam 180 g air (Mr =
18). Tentukan fraksi mol H2SO4 dan air.
Jawab :

𝑛𝐻 2 𝑆 𝑚𝑎𝑠𝑠
𝑎
49 𝑔
𝑂4 98 𝑔/𝑚𝑜𝑙
= = 0,5 mol
=
𝑀𝑚 180 𝑔
𝑛𝐻2𝑂
𝑚𝑎𝑠𝑠
𝑎 186
= = 10 mol
= 𝑔/𝑚𝑜𝑙
𝑀𝑚

𝑋 𝐻2𝑆 𝑛𝐻2𝑆𝑂4
0,5 𝑚𝑜𝑙
𝑂4 (0,5+10)𝑚
=
𝑛𝐻2𝑆𝑂4+𝑛
= 0,047l
𝑜𝑙
=
𝐻2𝑂

𝑋𝐻2𝑂 = 1 - 𝑋𝐻2𝑆𝑂4 = 1 – 0,047 = 0,953


9. Menentukan Rumus Air Kristal (Rumus Kimia Hidrat)
Air kristal merupakan molekul air yang terjebak di dalam suatu kristal. Kristal merupakan zat
padat yang memiliki bentuk teratur. Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul
air sebagai bagian dari struktur kristalnya.
Contoh :
Terusi (CuSO4 .5H2O) : tembaga(II) sulfat pentahidrat
Gipsum (CaSO4 .2H2O) : kalsium sulfat dihidrat
Garam inggris (MgSO4 .7H2O) : magnesium sulfat heptahidrat
Jumlah kristal air dalam suatu kristal dapat kita tentukan dengan beberapa cara, diantaranya:
1) Dengan memanaskan suatu kristal hingga air kristalnya terlepas setelah dipanaskan.
Kristal tersebut ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui selisih beratnya
dengan kristal yang sudah mengalami pemanasan. Dari selisih berat tersebut kita
dapat menentukan jumlah air kristal.
2) Dengan menganalisis melalui reaksi kimia
Contoh Soal
Suatu hidrat tembaga(II) sulfat dipanaskan, ternyata beratnya berkurang sebanyak 36%.
Tentukan rumus molekul hidrat tersebut! (Ar Cu=63,5; S=32; O=16; H=1)
Penyelesaian
Mr CuSO4 = (1 x Ar Cu) + ( 1 x Ar S) + (4 x Ar O) = (1 x 63,5) + (1 x 32) + (4 x 16) = 159,5
Mr H2O = (2 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 1) + (1 x 16) = 18
CuSO4.xH2O → CuSO4 + x H2O
100% (100-36)% 36%
100% 64% : 36%
64 36
159,5 18
Perbandingan mol = mol : mol
= 0,4 mol : 2 mol
Agar = 1 : x
0,4 2
0,4 0,4
maka = :
Perbandingan atom = 1 : 5

Jadi, rumus senyawa hidrat tersebut adalah CuSO4 . 5H2O

10. Menggunakan persamaan reaksi dalam perhitungan kimia


Untuk menyelesaikan perhitungan kimia pada suatu persamaan reaksi kimia membutuhkan
penerapan hukum-hukum dasar kimia dan konsep mol.
Langkah umum perhitungan zat dalam reaksi adalah:
a. Ubah jumlah zat diketahui menjadi mol
b. Buat persamaan reaksi setara
c. Buat tabel MBS (Mula-mula, Bereaksi, Sisa)

d. Gunakan perbandingan koefisien sebagai perbandingan mol untuk menghitung jumlah zat
yang ditanyakan, atau gunakan rumus:

𝒎𝒐𝒍 𝒅𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 =
𝒅𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂
𝒌𝒐𝒆𝒇𝒊𝒔𝒊𝒆𝒏
𝒙 𝒎𝒐𝒍 𝒅𝒊𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊
𝒌𝒐𝒆𝒇𝒊𝒔𝒊𝒆𝒏
𝒅𝒊𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊

e. Ubah mol zat ditanya menjadi besaran jumlah zat yang ditanyakan.

contoh :
Padatan silikon bereaksi habis dengan gas klorin membentuk lelehan silikon tetraklorida
menurut persamaan reaksi:
Si (s) + 2Cl2 (g) → SiCl4 (l)
a. Berapa mol gas klorin yang diperlukan untuk bereaksi habis dengan 30 gr silikon?
b. Berapa mol silikon tetraklorida yang dihasilkan? (Ar Si = 28, Cl= 35,5)
Langkah-langkah penyelesaian soal
Ubah mol zat diketahui dalam satuan mol:

n Si = 𝑔 30
𝑀 28
= = 1,071 mol
𝑚

Tabel:

Setarakan reaksi : Si (s) + 2Cl2 (g) → SiCl4 (l)


Perbandingan : 1 : 2 : 1
koefisien
30
28
Mol zat mula-mula = 1,071 mol – –
2 1
1 1
Mol zat yang bereaksi : 1,071 mol x 1,071 = 2,142 mol – x 1,071 = 1,071 +
mol
Mol zat sisa/ hasil : – 2,142 mol 1,071 mol

11. Pereaksi Pembatas


Di dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak
selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Apabila zat- zat yang direaksikan tidak
ekivalen, maka salah satu pereaksi akan habis lebih dahulu sedangkan pereaksi yang lain
bersisa. Pereaksi yang lebih dulu habis inilah yang disebut Pereaksi Pembatas.
Cara menentukan pereaksi pembatas adalah mol masing-masing zat pereaksi dibagi
koefisien, kemudian pilih hasil bagi yang kecil sebagai pereaksi pembatas. Atau dengan cara
diuji coba, jika melebihi berarti bukan pereaksi pembatas. Yang merupakan pereaksi pembatas
adalah zat yang beraksi (molnya) lebih rendah dari mol zat yang direaksikan (mula-mula)
Contoh Soal
Satu mol larutan natrium hidroksida (NaOH) direaksikan dengan 1 mol larutan asam sulfat
(H2SO4) sesuai reaksi:
2 NaOH(aq) + H2SO4 (aq) → Na2SO4 (aq) + 2 H2O(l)
Tentukan:
a. pereaksi pembatas
b. pereaksi yang sisa
c. mol Na2SO4 dan mol H2O yang dihasilkan
Jawab :
a. Untuk menentukan pereaksi pembatas, jumlah mol mula-mula masing-masing pereaksi
dibagi dengan koefisiennya.

𝑚𝑜𝑙 𝑁𝑎𝑂𝐻 1
NaOH → 𝑚𝑜𝑙
𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛
= 0,5 mol
2
=
𝑁𝑎𝑂𝐻
H2SO4 → 1
𝑚𝑜𝑙 H2SO4 𝑚𝑜𝑙
= 1 mol
𝑘𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 H2SO4 1
=

Karena hasil bagi NaOH < H2SO4, maka NaOH adalah pereaksi pembatas yaitu 1 mol.
Sehingga NaOH akan habis bereaksi lebih dahulu
b. Dan pereaksi yang sisa adalah H2SO4

Setarakan reaksi : 2 NaOH(aq) + H2SO4 (aq) → Na2SO4 (aq) + 2 H2O(l)


Perbandingan : 2 : 1 : 1 2
koefisien
2
Mol zat mula-mula 1 mol
1
1 mol
1
– –

2 2 2
Mol zat yang : 1 mol x 1 mol = 0,5 mol – x 1 mol = 0,5 mol x 1 mol = 1 mol +
bereaksi
Mol zat sisa/ hasil : – 0,5 mol 0,5 mol 1 mol
c. mol Na2SO4 yang dihasilkan = 0,5 mol mol H2O yang dihasilkan = 1 mol
GLOSARIUM
Keadaan standar (STP) : keadaan suhu 0 ⁰C dan tekanan 1 atmosfer
Koefisien reaksi : angka yang terdapat di depan rumus kimia dalam suatu persamaan
reaksi.
Massa atom relatif (Ar) : Perbandingan massa atom dengan suatu unsur terhadap 1/12 massa
atom C-12.
Massa molekul relatif (Mr) : jumlah massa relatif semua atom dalam molekul.
Mol : kuantitas zat yang mempunyai massa (dalam gram) sebanyak massa
atom/molekul relatifnya.
Pereaksi : zat yang berubah selama reaksi dan ditulis di sebelah kiri persamaan
reaksi.
Persamaan reaksi : suatu persamaan yang menggambarkan zat-zat kimia yang terlibat
sebelum dan sesudah reaksi kimia, baik secara kualitatif maupun
kuantitatif.
Rumus empiris : menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dalam senyawa.
Rumus molekul : menyatakan jumlah atom-atom dalam senyawa, merupakan kelipatan
dari rumus empirisnya
Stoikiometri : ilmu yang mempelajari kuantitas suatu zat dalam reaksi kimia.

DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E. 1990. General Chemistry, Principles & Structure, fifth edition. New York: John Wiley
& Son.
Devi, K. Poppy, dkk. 2009. KIMIA 1 Kelas X SMA dan MA. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Margayu, Rino. 2023. Kimia untuk SMA/MA kelas XI. Bandung : Grafindo Media Pratama. Permana,
Irvan. 2009. Memahami KIMIA SMA/MA Untuk Kelas X, Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Anda mungkin juga menyukai