0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Strategi E-commerce dan Manajemen Pengetahuan

Dokumen ini membahas berbagai aspek manajemen bisnis, termasuk operational excellence, desain e-commerce, manajemen pengetahuan, pengambilan keputusan, dan manajemen proyek. Selain itu, juga dijelaskan tentang sistem informasi dan strategi internasionalisasi bisnis untuk perusahaan multinasional. Setiap bagian memberikan wawasan tentang bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam organisasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Strategi E-commerce dan Manajemen Pengetahuan

Dokumen ini membahas berbagai aspek manajemen bisnis, termasuk operational excellence, desain e-commerce, manajemen pengetahuan, pengambilan keputusan, dan manajemen proyek. Selain itu, juga dijelaskan tentang sistem informasi dan strategi internasionalisasi bisnis untuk perusahaan multinasional. Setiap bagian memberikan wawasan tentang bagaimana mengoptimalkan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam organisasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Operasional exelence dan manajemen pelanggan


A. Cara Bisnis Memperoleh Operational Excelent
B. Arus Rantai Pasokan
C. Customer Relationship Management
2. Desain Bisnis E-commerce
A. Fitur E-commerce, digital market dan digital goods
1) Ubiquity
2) Global Reach
3) Universal Standars
4) Richness
5) Interactivity
6) Information Dencity
7) Personalization/Customization
B. Model Bisnis dan Pendapatan
1) Online direct marketing Dimana vendor atau pengecer menjual produk atau jasanya
secara langsung ke pelanggan tanpa melalui perantara orang atau pihak lain.
2) Electronic Tendering System Dimana si Pebisnis (atau pemerintah) meminta
penawaran atas suatu tender dari para supplier, model ini menggunakan tipe B2B
(atau G2B).
3) Name yout own price Hal ini terjadi ketika konsumen menentukan sendiri jumlah
harga yang ingin mereka bayar Hal ini sudah disepakati terdahulu antara kedua pihak
4) Find the best price Terjadi saat konsumen menentukan apa yang ia butuhkan dan si
perantara membandingkan harga-harga yang diajukan para provider dan
menunjukkan penawaran harga termurah atas barang atau jasa yang dibutuhkan oleh
konsumen (membandingkan).
5) Affiliate Marketing Dapat digambarkan seperti Pihak vendor menempatkan logo atau
banner-nya ke dalam situs rekanan Apabila ada konsumen yang meng-klik logo,
masuk ke situs vendor, dan kemudian membeli sesuatu, maka vendor akan membayar
komisi ke rekanannya
6) Viral Maeketing Terjadi karena penerima mengirimkan informasi mengenai suatu
produk ke teman-temannya yang kemudian menjadi populer di kalangan orang
banyak.
7) Group Purchasing Terjadi saat para pembeli berskala kecil mengumpulkan daftar
belanjaan mereka sehingga menjadi berskala besar, kemudian melakukan penawaran
atau negosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih murah (negosiasi harga dengan
pertimbangan banyaknya quantity yang diambil)
8) Online Auctions Terjadi saat beberapa perusahaan melakukan lelang sejumlah produk
di internet.
9) Kustomisasi Produk Terjadi saat pengguna internet/konsumen menggunakan internet
untuk menentukan produk atau jasa yang ia perlukan, dan kemudian pihak penjual
akan menentukan harganya.
10) Diskon besar
11) Keanggotaan
12) Barter Online
C. Transpormasi Pemasaran

D. Transaksi Business to Business B2B


B2B e-commerce mengacu pada bisnis yang menjual barang atau jasa ke bisnis lain,
seperti produsen dan grosir, atau grosir dan pengecer Bisnis ke bisnis e-commerce tidak
menghadap konsumen, dan biasanya melibatkan produk seperti bahan baku, perangkat
lunak, atau produk yang digabungkan. Produsen juga menjual langsung ke pengecer
melalui e-commerce B2B. Biasanya melibatkan dua pihak perusahaan tanpa ada
konsumen diantara keduanya.
E. Isu di bisnis e-commerce
3. Konsep Knowlage Manajemen
A. Peran knowlage management pada sebuah bisnis
1) Dimensi Penting Pengetahuan
Untuk mengubah data menjadi informasi yang berguna, perusahaan harus
mengeluarkan sumber daya untuk mengatur data ke dalam kategori pemahaman,
seperti laporan penjualan total bulanan, harian, regional, atau berbasis toko.
2) Pembelajaran Organisasi dan manajemen Pengetahuan
Melalui pengumpulan data, pengukuran yang hati-hati terhadap aktivitas yang
direncanakan, trial and error (eksperimen), dan umpan balik dari pelanggan dan
lingkungan secara umum, organisasi mendapatkan pengalaman. Organisasi yang
belajar menyesuaikan perilakunya untuk mencerminkan pembelajaran dengan
menciptakan proses bisnis baru dan dengan mengubah pola pengambilan keputusan
manajemen.
3) Rantai Nilai Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari
lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan ke dalam proses bisnisnya.
4) Akuisisi Pengetahuan
Sistem manajemen pengetahuan pertama berusaha untuk membangun repositori
dokumen perusahaan, laporan, presentasi, dan praktik terbaik. Upaya ini telah
diperluas untuk menyertakan dokumen tidak terstruktur (seperti email).
5) Penyimpanan Pengetahuan
Penyimpanan pengetahuan umumnya melibatkan pembuatan database.
6) Aplikasi Pengetahuan
pengetahuan baru harus dibangun ke dalam proses bisnis perusahaan dan sistem
aplikasi utama, termasuk aplikasi perusahaan untuk mengelola proses bisnis internal
utama dan hubungan dengan pelanggan dan pemasok.
7) Membangun Modal Organisasi dan Modal Manajemen:Kolaborasi, Komunikasi,
Praktek dan Perkantoran Lingkungan Komunitas praktik/Communities of Practice
(COPs) adalah jaringan sosial informal para profesional dan karyawan di dalam dan
di luar perusahaan yang memiliki aktivitas dan minat terkait pekerjaan yang serupa.
8) Jenis Sistem Manajemen Pengetahuan
sistem manajemen pengetahuan di seluruh perusahaan, sistem kerja pengetahuan, dan
teknik cerdas.
B. Cara knowlage management dalam menyediakan nilai pada bisnis
Pengambil keputusan juga membutuhkan pengetahuan yang semiterstruktur, seperti e-
mail, pesan suara, pertukaran chat room, video, gambar digital, brosur, atau posting
papan buletin.
1) Sistem Manajemen Konten Perusahaan
Sistem pengelolaan konten perusahaan/Enterprise content management (ECM)
membantu organisasi mengelola kedua jenis informasi tersebut.
2) Menemukan dan Berbagi Keahlian
Beberapa kebutuhan bisnis pengetahuan tidak dalam bentuk dokumen digital
melainkan berada dalam ingatan para pakar individu di perusahaan. Sistem
manajemen konten perusahaan kontemporer, bersama dengan sistem untuk kolaborasi
dan bisnis sosial yang diperkenalkan, memiliki kemampuan untuk menemukan pakar
dan memanfaatkan pengetahuan mereka.
3) Sistem Manajemen Pembelajaran
Sistem manajemen pembelajaran/Learning Management Systems (LMS)
menyediakan alat untuk manajemen, pengiriman, pelacakan, dan penilaian berbagai
jenis pembelajaran dan pelatihan karyawan.
4. Konsep Pengambilan Keputusan pada Organisasi Bisnis
A. Proses pengambilan keputusan oleh C-level
C Level memiliki sebuah wewenang yang besar dari sebuah perusahaan. Mereka
merupakan pion-pion tertinggi perusahaan yang memegang kendali atas berbagai
keputusan penting di departemen yang dibawahinya. Selain itu, mereka juga memiliki
otoritas dalam menentukan langkah strategis sebuah perusahaan. Maka dari itu, posisi ini
juga biasanya menjamin gaji besar yang mereka dapatkan dari perusahaan. Jika bisa
direntalkan, seorang C Level memiliki banyak wewenang seperti perencanaan strategis,
pengambilan keputusan atas saham, pemberi atau pendelegasi tugas, pengumpulan info
dari manajemen yang dibawahinya untuk pengambilan keputusan, berkolaborasi dengan
C Level lainnya, dan mempekerjakan serta memberhentikan pegawai baik level karyawan
maupun di tingkat manajemen.
B. Pengambilan keputusan di level manajerial
pengambilan keputusan manajerial merupakan proses menemukan satu pilihan dari
banyaknya alternatif penyelesaian masalah terbaik, yang dilakukan secara rasional oleh
pemimpin pada tingkatan bidang manajemen. Proses pengambilan keputusan level
manajerial adalah tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan oleh pihak manajerial
untuk mengambil suatu keputusan.
1) Penemuan Masalah
Tahap ini merupakan tahap untuk mendefinisikan masalah dengan jelas, sehingga dapat
diketahui dengan jelas perbedaan antara masalah dan bukan masalah.
2) Pemecahan Masalah
Tahap ini merupakan tahap pemecahan terhadap masalah yang sudah ada atau sudah
jelas. Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :
a) Identifikasi alterntif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah;
b) Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau di
luar jangkauan manusia dan identifikasi peristiwaperistiwa di masa datang (state of
nature);
c) Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi atau mengukur hasil pemecahan
masalah, biasanya berbentuk tabel hasil (pay off table);
d) Pemilihan dan penggunaan model pengambilan keputusan.
3) Pengambilan Keputusan
Keputusan yang diambil berdasarkan pada kondisi lingkungan atau keadaan yang ada,
seperti kondisi pasti, kondisi beresiko, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik
C. Business analytic
Business analytics adalah proses dalam menyusun, menyortir, memproses, dan
mempelajari data bisnis, serta menggunakan model statistik dan metodologi berulang
untuk mengubah data menjadi business insight. Business analytics lebih bersifat
preskriptif yang ditujukan ke metodologi dengan datanya dapat dianlisa, pola yang
digunakan dikenali, dan model yang dikembangkan untuk memperjelas kejadian masa
lalu, dengan membuat prediksi untuk masa depan serta merekomendasikan langkah –
langkah yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan hasil yang ideal.
Manfaat analisis bisnis sendiri sangatlah beragam. Antara lain:
 Membantu menekan anggaran bisnis dan produksi (cost of goods)
 Dapat membantu analisis biaya (Cost Benefit Analysis)
 Meningkatkan revenue dan profitabilitas dengan cepat
 Membantu perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada
 Berperan dan efisiensi proses bisnis
 Membantu mengidentifikasi ancaman bisnis
5. Membangun Sistem Informasi
A. Pengaruh Sistem Baru pada perubahan organisasi
1) Otomatisasi
Otomatisasi yaitu aplikasi pertama dari teknologi informasi yang melibatkan
karyawan dalam melakukan tugas mereka secara lebih efisien dan efektif.
2) Rasionalisasi Prosedur
Penyederhanaan prosedur operasi standar.
3) Desain Ulang Proses Bisnis
Yaitu di mana proses bisnis dianalisis, disederhanakan, dan didesain ulang.
Perancangan ulang proses bisnis mengatur ulang alur kerja,dengan menggabungkan
langkah-langkah untuk mengurangi pemborosan dan menghilangkan tugas yang
berulang dan padat kertas.
4) Pergeseran Paradigma
Pergeseran Paradigma melibatkan pemikiran ulang sifat bisnis dan sifat organisasi.
B. Metodelogi dalam merancang sistem
1) Metodologi terstruktur (structured methodology) bersifat atas-bawah, mulai dari
tingkatan yang tertinggi, yang paling abstrak, ke tingkatan perincian yang terendah
dari umum ke khusus. Metode pengembangan terstruktur sifatnya berorientasi proses,
yang berfokus terutama kepada permodelan proses, atau Tindakan mengambil,
menyimpan, memanipulasi, dan mendistribusikan data seiring data tersebut
mengalirkan melalui suatu sistem.
2) Pengembangan berorientasi objek (object-oriented development) menggunakan objek
sebagai unit dasar dari analisis dan perancangan sebuah sistem. Suatu objek yang
menggabungkan data dan proses yang spesifik untuk mengoperasikan data tersebut,
yang dimana data yang dikelompokkan ke dalam suatu objek tersebut dapat diakses
dan dimodifikasi oleh operator yang bersesuaian dengan objek tersebut.
C. Pendekatan dalam membangun perusahaan digital
1) Pengembangan aplikasi cepat (Rapid Application Design - RAD)
RAD digunakan untuk menggambarkan proses pembuatan sistem kerja dalam waktu
yang sangat singkat. RAD dapat mencakup penggunaan pemrograman visual dan alat
lainnya untuk membangun antarmuka pengguna grafis, pengarsipan berulang elemen
sistem kunci, otomasi pembuatan kode program, dan kerja sama tim yang erat antara
pengguna akhir dan spesialis sistem informasi. Sistem sederhana seringkali bisa
dirakit dari komponen prebuilt.
2) Pengembangan Berbasis Komponen dan Layanan Web
Manfaat pengembangan berorientasi objek untuk membangun sistem yang dapat
merespons lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat, termasuk aplikasi Web.
3) Layanan Web dan Service-Oriented Computing
layanan Web dapat digunakan sebagai alat untuk membangun aplikasi sistem
informasi baru atau menyempurnakan sistem yang ada.
4) Pengembangan Aplikai Mobile
Mengembangkan aplikasi untuk platform seluler sangat berbeda dengan
mengembangkan untuk PC dan layarnya yang jauh lebih besar.
6. Konsep-Konsep Manajemen Proyek
Manajemen proyek (Project Management) adalah suatu rangkaian aktivitas yang didalamnya
terdiri dari kegiatan perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek yang terdiri dari
beberapa aktivitas/kegiatan
A. Tujuan Manajemen Proyek
1) Mengoptimalkan Potensi Tim
Tujuan manajemen proyek yang pertama ialah untuk memaksimalkan kualitas dan
potensi sumber daya manusia dalam proses pelaksanaannya. Seluruh individu
didorong agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal sehingga proyek bisa
direalisasikan sebaik mungkin.
2) Mengatasi Risiko
Tujuan lain dari penerapan manajemen proyek adalah membantu pengelolaan risiko
yang mungkin terjadi. Ya, dalam pelaksanaannya, suatu project pasti selalu melawati
proses trial dan error. Namun, melalui penerapan project management, risiko akan
bisa dengan mudah ditangani
3) Menyusun Perencanaan dengan Tepat
Rancangan tersebut merincikan seluruh operasional dari tahap pertama sampai
penyelesaian yang mengoptimalkan kualitas serta kapabilitas sumber daya. Sehingga,
klien tidak perlu khawatir karena seluruh rencana pastinya dibuat sesuai dengan
kebutuhan maupun keingina
4) Menjaga Kualitas dan Intergrasi
Hal ini akan mendorong project agar tetap berkesinambungan mencapai goals, entah
itu dari sistem, operasional, atau bahkan kinerja tim. Sehingga, efisiensi sumber daya
pun meningkat
5) Mengatur Anggaran
Mengatur anggaran sehingga alokasi dana dapat dilakukan secara transparan dan
seminimal mungkin. Dengan begitu, proyek tetap bisa terealisasi dengan baik meski
hanya menggunakan biaya yang minim.
6) Menuntaskan Proyek Tepat Waktu
menjanjikan ketepatan waktu dalam merealisasikan suatu pekerjaan. Hal ini tentu
tidak terlepas dari seluruh proses pelaksanaan yang dilakukan secara terstru
B. Hubungan Proyek Sistem Informasi dengan Tujuan Perusahaan
System informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempelajari
kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat guna pengambilan keputusan
operasional, taknis dan strategis. System inforamasi manajemen , dimulai dari
pengolahan
data kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-
update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka. Jadi
saling berhubungan untuk mengendalikan internal suatu bisnis yg meliputi manusia,
dokumen dan teknologi
C. Faktor-Faktor Resiko Manajemen Proyek
1) Pendekatan Manajemen Resiko
Manajemen resiko mengidentifikasi dan menganalisa masalah yang dapat terjadi
diikuti dengan solusi masalah apabila masalah tersebut benar
2) Perkiraan Biaya Berbasis Resiko
Tim harus mengidentifikasi alat dan teknik untuk menghasilkan perkiraan yang lebih
akurat dan lengkap. Pada tahap ini baik itu insinyur proyek, manajer proyek, manajer
bisnis dan eksekutif harus memahami jumlah biaya yang harus dikeluarkan dalam
proyek, rentang waktu atau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
proyek, serta alasan sebuah proyek dilakukan
3) Matriks Manajemen Resiko dan Respon Resiko
Dasar untuk matrix akan dipilih, biasanya dari peringkat tertinggi dan risiko yang
teridentifikasi dari perkiraan biaya berbas risiko.
4) Penilaian Resiko Terjadwal
Dampak dari jadwal proyek harus dinilai tidak hanya pada penundaan proyek tetapi
proyek lain juga akan terlib.
7. SIM perusahaan multi nasional
A. Internasionalisasi Bisnis
perusahaan yang memiliki anak perusahaan di luar negeri.
B. Strategi Mengembangkan Bisnis Global
1) Strategi multinasional
Strategi ini merupakan desentralisasi, yang di mana perusahaan-perusahaan cabang
diizinkan untuk mengembangkan produk serta memasarkannya secara mandiri di
wilayah operasi tersebut,
2) Strategi dunia global
Strategi ini adalah bisa dibilang kebalikan dari strategi multinasional yang di mana
menerapkan sentralisasi, strategi ini membatasi kendali dari perusahaan cabang oleh
perusahaan induknya, sehingga produk-produknya dibuat di perusahaan induk yang
kemudian dikirimkan kepada perusahaan-perusahaan cabang.
3) Strategi Internasional
Strategi ini merupakan perpaduan strategi antara strategi multinasional yang
menerapkan kendali desentralisasi serta strategi dunia global yang menerapkan
kendali sentralisasi. Dalam penerapannya manajemen di perusahaan induk yang
mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam memasuki pasar dunia menetapkan
standarisasi produk serta menunjuk cabang-cabang untuk menyesuaikan produk,
proses, dan strategi ke daerah operasi masing-masing dengan berdasarkan standarisasi
yang telah ditetapkan menejemen perusahaan induk.
4) Strategi antarnegara
Strategi ini di mana perusahaan induk dan perusahaan cabang bekerjasama dalam
penyusunan strategi, pengoperasiaanya, serta juga mengkoordinasikan logistik dalam
penetapan sasaran produk yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai