Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris
BAHASA INGGRIS
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Tamto, [Link].
• Satuan Pendidikan: SDN 3 SUMBERAGUNG
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: B. INGGRIS
• Fase: A
• Kelas/Semester: 1/1
• Alokasi Waktu: 18 JP
Guru dapat bertanya kepada peserta didik di awal atau akhir pembelajaran dengan
cara yang interaktif dan menyenangkan, seperti:
• "Selamat pagi, anak-anak hebat! Siapa yang tadi pagi Bangun tidur
langsung semangat? Angkat tangan!"
• "Sudahkah kalian Beribadah pagi ini? Apa yang kalian lakukan?"
• "Sebelum ke sekolah, apakah ada yang sudah Berolahraga ringan? Yuk,
coba tunjukkan gerakanmu!"
• "Apa yang sudah kalian Gemar Belajar hari ini? Ceritakan satu hal menarik
yang kalian pelajari!"
• "Siapa yang sarapan dengan Makan sehat dan Bergizi pagi ini? Apa menu
favoritmu?"
• "Kemarin, siapa yang sudah membantu teman atau orang di sekitar? Itu
namanya Bermasyarakat. Ceritakan pengalamanmu!"
• "Tadi malam, ada yang Tidur Cepat dan nyenyak? Mengapa tidur cepat itu
penting?"
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengucapkan salam dan perpisahan sederhana dalam bahasa Inggris
(misalnya, Hello, Good morning, Goodbye, See you).
2. Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama dalam bahasa Inggris
(misalnya, My name is...).
3. Memberikan informasi diri sederhana lainnya seperti usia (misalnya, I am 7
years old) dan asal (misalnya, I am from Lumajang) dalam bahasa Inggris.
4. Merespon instruksi sederhana yang diberikan guru dalam bahasa Inggris
dengan gerakan tubuh (misalnya, Stand up, Sit down, Touch your nose).
5. Menjawab pertanyaan pendek sederhana dalam bahasa Inggris dengan
kata, frasa, atau kalimat sederhana (misalnya, What is your name? My name
is..., How old are you? I am...).
6. Mengidentifikasi dan menyebutkan beberapa nama benda di sekitar kelas
dalam bahasa Inggris.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Ketika kita belajar bahasa Inggris, pernahkah kalian
merasa bingung? Bagaimana perasaan kalian saat itu? Hari ini, kita akan
belajar bersama agar lebih mudah mengerti."
• Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting sekali untuk bisa
berkenalan dan berbicara dengan orang lain, termasuk dalam bahasa
Inggris? Apa manfaatnya bagi kita?"
• Joyful Learning: "Pernahkah kalian belajar sambil bermain? Hari ini kita
akan belajar bahasa Inggris dengan cara yang sangat seru dan
menyenangkan! Siap?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan melalui pendekatan deep learning.
Alokasi Waktu Total: 18 JP (asumsi 1 JP = 35 menit)
Pertemuan 1-2 (4 JP): Getting to Know Each Other (Salam dan
Perkenalan Diri)
Pendahuluan (±30 menit)
• Guru menyapa siswa dengan bahasa Inggris sederhana ("Good morning,
class! How are you today?") dan mengajak siswa menjawab bersama.
• Guru menampilkan gambar atau video pendek tentang anak-anak yang saling
menyapa atau berkenalan.
• Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Joyful
Learning): "Pernahkah kalian belajar sambil bermain? Hari ini kita akan
belajar bahasa Inggris dengan cara yang sangat seru dan menyenangkan!
Siap?" Guru juga mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful Learning):
"Ketika kita belajar bahasa Inggris, pernahkah kalian merasa bingung?
Bagaimana perasaan kalian saat itu? Hari ini, kita akan belajar bersama agar
lebih mudah mengerti."
• Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: siswa akan belajar
mengucapkan salam dan memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris.
Inti (±90 menit)
• Eksplorasi Kosakata (Aktif & Bermakna): Guru memperkenalkan ekspresi
salam (Hello, Good morning, Good afternoon, Good evening, Good night,
Goodbye, See you) menggunakan flashcards atau boneka tangan. Siswa
menirukan dengan intonasi yang benar. Guru juga menggunakan lagu atau
chant sederhana tentang salam.
• Game "Whisper Chain" (Kolaboratif & Bermakna): Siswa duduk melingkar.
Guru membisikkan salam ke telinga siswa pertama, siswa pertama
membisikkan ke siswa kedua, dan seterusnya. Siswa terakhir mengucapkan
salam dengan keras.
• Praktik Perkenalan (Aktif & Kreatif): Guru mengajarkan frasa My name is...
dan I am... years old. Guru memberi contoh perkenalan diri dengan boneka
tangan.
• Role Play "Meet and Greet" (Bermakna & Menyenangkan): Siswa
berpasangan, saling memperkenalkan diri dan mengucapkan salam. Guru
berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi. Guru mendorong siswa untuk
menggunakan gestur dan ekspresi wajah.
Penutup (±20 menit)
• Guru mengajak siswa merefleksikan apa yang sudah dipelajari. Guru
bertanya: "Apa yang sudah kalian pelajari hari ini? Apakah menyenangkan?"
• Guru memberikan challenge kepada siswa untuk mencoba mengucapkan
salam kepada orang tua atau teman di rumah.
• Guru mengucapkan perpisahan dalam bahasa Inggris ("Goodbye, everyone!
See you next time!").
Pertemuan 3-4 (4 JP): My Friends and Me (Memberikan Informasi Diri)
Pendahuluan (±30 menit)
• Guru mengulang kembali salam dan perkenalan dari pertemuan sebelumnya
melalui quick review game (misalnya, Simon Says dengan instruksi salam).
• Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Meaningful
Learning): "Menurut kalian, mengapa penting sekali untuk bisa berkenalan
dan berbicara dengan orang lain, termasuk dalam bahasa Inggris? Apa
manfaatnya bagi kita?"
• Guru memperkenalkan tujuan pembelajaran: siswa akan belajar memberikan
informasi diri lebih lanjut seperti asal kota.
Inti (±90 menit)
• Eksplorasi Kosakata (Aktif & Kreatif): Guru mengajarkan frasa I am from...
dengan menampilkan gambar peta Indonesia dan menunjuk kota-kota yang
familiar bagi siswa, termasuk Lumajang. Guru mendorong siswa untuk
menyebutkan kota asal mereka.
• Game "Find Your Partner" (Kolaboratif & Menyenangkan): Guru
menyiapkan kartu nama kota atau asal. Siswa mencari teman dengan kartu
yang sama dan memperkenalkan diri menggunakan frasa yang dipelajari.
• Storytelling Interaktif (Bermakna): Guru menceritakan kisah pendek
tentang seorang anak yang berkenalan dengan teman baru dari kota lain,
menggunakan frasa yang telah diajarkan. Siswa diminta untuk menebak atau
melengkapi kalimat.
• Proyek Mini "My ID Card" (Aktif & Kreatif): Siswa membuat kartu identitas
sederhana berisi nama, usia, dan asal kota mereka dalam bahasa Inggris.
Mereka dapat menggambar atau menempelkan foto.
Penutup (±20 menit)
• Siswa secara berpasangan atau berkelompok memamerkan "My ID Card"
mereka dan saling memperkenalkan diri.
• Guru memberikan apresiasi atas usaha siswa.
• Guru mengingatkan siswa untuk terus berlatih berbicara bahasa Inggris.
Pertemuan 5-6 (4 JP): Listen and Act (Merespon Instruksi Sederhana)
Pendahuluan (±30 menit)
• Guru memulai dengan warm-up activity berupa lagu atau chant yang
melibatkan gerakan tubuh.
• Guru menampilkan gambar-gambar yang menunjukkan berbagai gerakan
(misalnya, stand up, sit down, touch your nose, clap your hands, open your
book, close your book).
• Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan belajar memahami dan
mengikuti instruksi dalam bahasa Inggris.
Inti (±90 menit)
• Pengenalan Instruksi (Aktif & Bermakna): Guru mengucapkan instruksi
sederhana dalam bahasa Inggris dan mendemonstrasikannya. Siswa
menirukan. Guru menggunakan flashcards visual untuk membantu
pemahaman.
• Game "Simon Says" (Aktif & Menyenangkan): Guru memimpin permainan
"Simon Says" untuk melatih siswa merespon instruksi.
• "Teacher Says, Student Does" (Bermakna & Kolaboratif): Guru
memberikan instruksi kepada seluruh kelas. Siswa yang mendengarkan
dengan baik akan melakukannya. Guru bisa meminta siswa secara
bergantian menjadi "Teacher" yang memberikan instruksi.
• Aktivitas "Follow the Leader" (Kreatif & Bermakna): Guru memimpin
serangkaian gerakan dan instruksi, siswa mengikutinya. Guru bisa meminta
beberapa siswa menjadi pemimpin di depan kelas.
Penutup (±20 menit)
• Guru mereview instruksi yang telah dipelajari.
• Guru memberikan pujian atas kemampuan siswa dalam mengikuti instruksi.
• Guru mendorong siswa untuk menggunakan instruksi sederhana ini di
kehidupan sehari-hari (misalnya, meminta teman untuk stand up atau sit
down).
Pertemuan 7-8 (4 JP): What's This? (Mengidentifikasi Benda di Kelas)
Pendahuluan (±30 menit)
• Guru memulai dengan bertanya tentang benda-benda yang ada di kelas
dalam bahasa Indonesia.
• Guru menampilkan beberapa gambar benda di kelas (misalnya, table, chair,
book, pencil, bag, board).
• Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan belajar nama-nama benda ini
dalam bahasa Inggris.
Inti (±90 menit)
• Pengenalan Kosakata (Aktif & Bermakna): Guru memperkenalkan nama
benda-benda di kelas menggunakan realia (benda asli) atau flashcards.
Siswa menirukan pengucapan.
• Game "Point and Say" (Aktif & Menyenangkan): Guru menyebutkan nama
benda, siswa menunjuk benda tersebut dan mengucapkannya. Atau
sebaliknya, siswa menunjuk benda, guru meminta mereka menyebutkannya.
• "Mystery Box" Game (Kreatif & Bermakna): Guru menempatkan beberapa
benda di dalam kotak. Siswa meraba benda di dalam kotak dan mencoba
menebak namanya dalam bahasa Inggris.
• Scavenger Hunt "Find the..." (Kolaboratif & Menyenangkan): Guru
memberikan daftar benda (dalam bentuk gambar atau tulisan sederhana)
dalam bahasa Inggris. Siswa berkelompok mencari benda-benda tersebut di
dalam kelas.
Penutup (±20 menit)
• Guru dan siswa bersama-sama menyebutkan nama-nama benda yang telah
dipelajari.
• Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menggambar benda-benda
favorit mereka di kelas dan menuliskan namanya dalam bahasa Inggris.
• Guru menutup pembelajaran dengan chant atau lagu pendek.
Kita akan menggunakan kata-kata sederhana seperti "Hello" untuk menyapa dan
"My name is..." untuk memberitahu nama kita. Belajar bahasa Inggris juga berarti
belajar banyak kata-kata baru untuk benda-benda yang ada di sekitar kita, seperti
meja (table) dan kursi (chair). Dengan gambar-gambar yang menarik, permainan
yang seru, dan lagu-lagu yang ceria, kita akan dengan mudah mengingat semua
kosakata baru ini dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Pendekatan deep learning dalam modul ini berarti kita tidak hanya menghafal, tetapi
sungguh-sungguh mengerti dan bisa menggunakan bahasa Inggris secara alami.
Kita akan banyak berlatih berbicara dan mendengarkan, sehingga setiap anak akan
merasa percaya diri untuk mencoba dan tidak takut membuat kesalahan. Dengan
begitu, belajar bahasa Inggris menjadi petualangan yang menyenangkan dan
bermanfaat bagi masa depan kita.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling aku suka? Mengapa?
2. Apakah aku merasa lebih percaya diri berbicara bahasa Inggris hari ini?
Mengapa (ya/tidak)?
3. Ada bagian yang masih sulit bagiku? Apa itu?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki?
2. Bagaimana partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran? Apakah
semua aktif dan termotivasi?
3. Metode atau aktivitas mana yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik? Apa yang bisa saya lakukan lebih baik di
pertemuan selanjutnya?
Kelas: ___________________
Tanggal: ___________________
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
2 5
Aspek 1 (Sangat 3
(Kurang 4 (Baik) (Sangat
Penilaian Kurang) (Cukup)
) Baik)
A.
Partisipasi
dalam
Diskusi
Kelompok
Terkada Selalu
Keterlibata Aktif
ng aktif,
n dalam Cukup dan
berparti inisiatif,
memberika Jarang/tidak aktif berkont
sipasi, dan
n berpartisipasi. berparti ribusi
perlu memim
ide/pendap sipasi. secara
doronga pin
at teratur.
n. diskusi.
Mende Sangat
Cukup ngarka baik
Mendengar
mende n dalam
kan dan Tidak Kurang
ngarka dengan mende
mengharga mendengarkan/ menden
n dan baik ngarka
i pendapat menginterupsi. garkan.
mengh dan n dan
teman
argai. mengh mengh
argai. argai.
B.
Kemampu
an Bahasa
Inggris
(Saat
Diskusi &
Presentasi
)
2 5
Aspek 1 (Sangat 3
(Kurang 4 (Baik) (Sangat
Penilaian Kurang) (Cukup)
) Baik)
kesalah
an.
Agak Sangat
Kepercaya Cukup
Sangat tidak ragu, Cukup percaya
an Diri tidak
percaya tapi percaya diri dan
dalam percaya
diri/diam. mencob diri. antusia
Berbicara diri.
a. s.
C.
Kolaboras
i dalam
Kelompok
Sangat
baik
Kerjasama Bekerja dalam
Kurang Cukup
dengan Tidak bekerja sama bekerja
bekerja bekerja
anggota sama. dengan sama
sama. sama.
kelompok baik. dan
memba
ntu.
Sangat
Pemba
jelas
Kurang Cukup gian
Pembagian Tidak ada dan
jelas jelas, tugas
tugas dan pembagian/tida semua
dalam menjala jelas,
tanggung k bertanggung bertang
pembag nkan bertang
jawab jawab. gung
ian. tugas. gung
jawab
jawab.
penuh.
D.
Presentasi
Kelompok
Sangat
Cukup Jelas
jelas,
Kejelasan Kurang jelas dan
Tidak terstruk
dan Alur jelas/ter dan alur
jelas/bingung. tur, dan
Presentasi putus. berurut mudah
menarik
an. diikuti.
.
Sangat
ekspres
Penggunaa if,
Ekspre
n Bahasa Kurang Cukup kontak
Tidak ada/tidak sif dan
Tubuh dan ekspresi ekspres mata
relevan. percaya
Kontak f. if. baik,
diri.
Mata dan
menarik
.
P. Bahan Bacaan
Bahan Bacaan Pendidik
1. Brown, H. Douglas. (2007). Principles of Language Learning and Teaching.
Pearson Education. (Membahas teori pembelajaran bahasa)
2. Harmer, Jeremy. (2007). The Practice of English Language Teaching.
Pearson Education. (Panduan praktis mengajar bahasa Inggris)
3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
Menengah. (Acuan kurikulum Merdeka)
Bahan Bacaan Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar anak-anak berbahasa Inggris sederhana (misalnya,
seri Peppa Pig, Paw Patrol).
2. Flashcards bergambar dengan tulisan nama benda dalam bahasa Inggris.
3. Lirik lagu anak-anak berbahasa Inggris (misalnya, Hello Song, The Alphabet
Song).
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
konsep secara mendalam dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan
dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal fakta.
2. Flashcards: Kartu bergambar dengan tulisan kata atau frasa, digunakan
untuk membantu pembelajaran kosakata dan konsep.
3. Realia: Benda asli atau objek nyata yang digunakan sebagai bahan ajar
untuk membuat pembelajaran lebih konkret dan relevan.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021).
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Fase A. Jakarta:
Kemendikbudristek.
2. Larsen-Freeman, D. (2000). Techniques and Principles in Language
Teaching. Oxford University Press.
3. Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2014). Approaches and Methods in
Language Teaching (3rd ed.). Cambridge University Press.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
BAHASA INGGRIS
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: Tamto, [Link].
• Satuan Pendidikan: SDN 3 SUMBERAGUNG
• Tahun Ajaran: 2025/2026
• Mata Pelajaran: B. INGGRIS
• Fase: A
• Kelas/Semester: 1/1
• Alokasi Waktu: 18 JP
Guru dapat bertanya kepada peserta didik di awal atau akhir pembelajaran dengan
cara yang interaktif dan menyenangkan, seperti:
• "Selamat pagi, anak-anak hebat! Siapa yang tadi pagi Bangun tidur
langsung semangat? Angkat tangan!"
• "Sudahkah kalian Beribadah pagi ini? Apa yang kalian lakukan?"
• "Sebelum ke sekolah, apakah ada yang sudah Berolahraga ringan? Yuk,
coba tunjukkan gerakanmu!"
• "Apa yang sudah kalian Gemar Belajar hari ini? Ceritakan satu hal menarik
yang kalian pelajari!"
• "Siapa yang sarapan dengan Makan sehat dan Bergizi pagi ini? Apa menu
favoritmu?"
• "Kemarin, siapa yang sudah membantu teman atau orang di sekitar? Itu
namanya Bermasyarakat. Ceritakan pengalamanmu!"
• "Tadi malam, ada yang Tidur Cepat dan nyenyak? Mengapa tidur cepat itu
penting?"
Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi ide pokok dari cerita pendek atau instruksi lisan sederhana
yang dilengkapi dengan bantuan visual (gambar, mimik, gerak tubuh).
2. Merespon informasi lisan dengan gerakan tubuh atau ekspresi wajah
yang sesuai.
3. Menyebutkan kosakata sederhana terkait tema yang diberikan setelah
mendengar informasi lisan dan melihat visualnya.
4. Menggunakan alat bantu visual (seperti gambar, flashcards, atau mime)
untuk mengkomunikasikan ide atau jawaban sederhana.
5. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan mendengarkan dan merespon informasi
lisan dalam bahasa Inggris.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Ketika kalian melihat sebuah gambar atau menonton
video tanpa suara, apa yang kalian pikirkan? Apakah kalian bisa menebak
apa yang sedang terjadi? Hari ini kita akan melatih telinga dan mata kita
untuk memahami cerita bahkan tanpa banyak kata."
• Meaningful Learning: "Pernahkah kalian melihat orang yang berbicara
dengan gerakan tangan atau mimik wajahnya? Mengapa mereka melakukan
itu? Hari ini kita akan belajar bagaimana visual bisa membantu kita
memahami dan menyampaikan sesuatu, bahkan dalam bahasa Inggris!"
• Joyful Learning: "Siapa yang suka mendengarkan cerita atau menonton
kartun? Hari ini kita akan mendengarkan cerita dan melihat banyak gambar
menarik. Siap untuk petualangan seru?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan melalui pendekatan deep learning.
Alokasi Waktu Total: 18 JP (asumsi 1 JP = 35 menit)
K. Pemahaman Bermakna
• Memahami informasi yang disampaikan melalui suara dan gambar membantu
kita memahami dunia di sekitar kita, bahkan jika kita belum menguasai semua
kata.
• Menggunakan gambar atau gerakan saat berbicara membuat pesan kita lebih
mudah dimengerti orang lain, terutama jika ada hambatan bahasa.
• Belajar mengasosiasikan suara dan visual adalah dasar penting untuk
membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan efektif di masa depan.
• Bahasa Inggris itu menyenangkan dan bisa dipelajari melalui berbagai cara,
tidak hanya dengan buku, tetapi juga dengan melihat, mendengar, dan
melakukan.
Kosakata yang akan kita pelajari sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti
rutinitas bangun tidur hingga makan, mengenal anggota keluarga, berbagai jenis
binatang, serta warna dan bentuk di sekeliling kita. Setiap kata baru akan dilengkapi
dengan gambar yang jelas atau demonstrasi langsung agar mudah dipahami. Ini
bukan sekadar menghafal, tetapi sungguh-sungguh mengerti makna dari setiap kata
dan bagaimana kata itu berhubungan dengan apa yang kita lihat.
Dengan pendekatan deep learning, kita tidak hanya tahu artinya, tetapi juga bisa
menggunakan visual untuk menyampaikan apa yang kita pahami. Misalnya, jika guru
bertanya tentang "cat," kita bisa menunjuk gambar kucing atau menirukan suaranya.
Proses ini akan membuat belajar bahasa Inggris menjadi pengalaman yang alami
dan menyenangkan, membangun fondasi kuat untuk kemampuan berbahasa di
masa depan.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang membuatku paling mengerti?
Mengapa?
2. Apakah aku merasa lebih mudah memahami apa yang guru katakan hari ini
dengan bantuan gambar?
3. Ada bagian yang masih membuatku bingung? Apa itu?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman ide pokok dari
informasi lisan dengan bantuan visual? Jika tidak, apa penyebabnya?
2. Apakah penggunaan alat bantu visual sudah efektif dalam membantu peserta
didik berkomunikasi? Bagaimana cara meningkatkannya?
3. Metode atau aktivitas mana yang paling berhasil menciptakan suasana deep
learning dan membuat siswa aktif, kreatif, dan kolaboratif?
Kelas: ___________________
Tanggal: ___________________
Dengarkan guru membacakan kalimat. Lingkari gambar yang sesuai dengan apa
yang kamu dengar.
Bersama temanmu, pilih satu tema (misalnya, rutinitas pagi atau binatang favorit).
Gambarlah 3 adegan atau objek yang berkaitan dengan tema tersebut di kotak di
bawah. Kemudian, tunjukkan gambarmu kepada kelompok lain saat guru
menceritakan sesuatu tentang gambarmu.
Guru akan memutar audio suara atau mengucapkan kalimat yang menunjukkan
emosi (misalnya, "I am happy!", "Oh no!"). Bersama temanmu, buatlah mimik wajah
atau gerakan tubuh yang sesuai. Guru akan memberikan tanda (✓) jika mimikmu
sesuai.
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
1 5
Aspek 2 3
(Sangat 4 (Baik) (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup)
Kurang) Baik)
A.
Pemahama
n Informasi
Lisan
dengan
Bantuan
Visual
1 5
Aspek 2 3
(Sangat 4 (Baik) (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup)
Kurang) Baik)
Kemampuan Sangat
mengidentifi Tidak Cukup Baik baik dan
Sulit
kasi ide dapat bisa dalam cepat
mengide
pokok dari mengide mengide mengide dalam
ntifikasi.
visual yang ntifikasi. ntifikasi. ntifikasi. mengide
disertakan ntifikasi.
Ketepatan
respon Merespo
Sering Cukup
(gerakan/me Respon Merespo n dengan
salah tepat
nunjuk) kurang n dengan sangat
merespo merespo
terhadap tepat. tepat. tepat dan
n. n.
instruksi/info cepat.
rmasi lisan
B.
Penggunaa
n Alat
Bantu
Visual
untuk
Komunikasi
Kejelasan
Sangat
penggunaan Cukup Jelas
Tidak jelas dan
gambar/mim Kurang jelas, dan
jelas/tida ekspresif
ik/gerakan jelas/seri kadang mudah
k dalam
untuk ng salah. butuh dimenger
relevan. berkomu
menyampaik bantuan. ti.
nikasi.
an ide
Menggun Menggun
Penggunaan Cukup
Tidak akan akan
kosakata menggun
menggun Kosakata kosakata kosakata
sederhana akan
akan sangat yang yang
yang sesuai kosakata
kosakata terbatas. cukup bervarias
dengan yang
. bervarias i dan
visual relevan.
i. tepat.
C.
Kolaborasi
dan
Partisipasi
1 5
Aspek 2 3
(Sangat 4 (Baik) (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup)
Kurang) Baik)
dalam
Kelompok
Keterlibatan Selalu
dalam aktif,
Aktif dan
kegiatan Pasif/tida Cukup inisiatif,
Kurang berkontri
kelompok k aktif dan
berpartisi busi
(misalnya, berpartisi berpartisi memimpi
pasi. secara
"Ceritakan pasi. pasi. n
teratur.
dengan kelompo
Gambar") k.
Sangat
baik
Kerjasama Bekerja dalam
Tidak Kurang Cukup
dengan sama bekerja
bekerja bekerja bekerja
anggota dengan sama
sama. sama. sama.
kelompok baik. dan
membant
u.
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
konsep secara mendalam dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan
dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal fakta.
2. Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri): Model
pembelajaran di mana siswa aktif mencari dan menemukan jawaban atas
pertanyaan atau masalah melalui eksplorasi, observasi, dan penyelidikan.
3. Visual Aids (Alat Bantu Visual): Materi atau perangkat yang mengandalkan
indra penglihatan, seperti gambar, flashcards, diagram, atau video, untuk
membantu pemahaman dan komunikasi.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021).
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Fase A. Jakarta:
Kemendikbudristek.
2. Ellis, R. (2008). The Study of Second Language Acquisition (2nd ed.). Oxford
University Press.
3. Richards, J. C., & Lockhart, C. (1994). Reflective Teaching in Second
Language Classrooms. Cambridge University Press.