PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API
Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi tanggal 23 Maret 1946. Salah satu titik penting dalam
sejarah kemerdekaan Indonesia ini ditandai dengan pengosongan dan pembakaran Bandung
oleh rakyat dan tentara agar tidak dijadikan markas pasukan Sekutu dan NICA (Belanda). Aksi
bumi hangus di Bandung dipandang sebagai taktik yang dirasa paling ideal dalam situasi saat
itu karena kekuatan pasukan Republik Indonesia tidak sebanding dengan kekuatan Sekutu
dan NICA. Bandung Lautan Api menjadi salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah
mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan diabadikan dalam berbagai bentuk karya
seni, seperti lagu atau film.
Pasukan Sekutu mulai melancarkan propaganda. Rakyat Indonesia diperingatkan agar
meletakkan senjata dan menyerahkannya kepada Sekutu. Pihak Indonesia tidak menggubris
ultimatum tersebut. Angkatan perang RI merespons dengan melakukan penyerangan
terhadap markas–markas Sekutu di Bandung bagian utara, termasuk Hotel Homan dan Hotel
Preanger yang menjadi markas besar Sekutu, pada malam tanggal 24 November 1945. Pada
27 November 1945, Kolonel MacDonald selaku panglima perang Sekutu sekali lagi
menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, Mr. Datuk Djamin, agar rakyat dan
tentara segera mengosongkan wilayah Bandung Utara. Peringatan yang berlaku sampai
tanggal 29 November 1945 pukul 12.00 harus dipenuhi. Jika tidak, maka Sekutu akan
bertindak keras. Ultimatum kedua itu pun tidak digubris sama sekali. Beberapa pertempuran
terjadi di Bandung Utara. Pos-pos Sekutu di Bandung menjadi sasaran penyerbuan.
Tanggal 17 Maret 1946, Panglima Tertinggi AFNEI di Jakarta, Letnan Jenderal Montagu
Stopford, memperingatkan kepada Soetan Sjahrir selaku Perdana Menteri RI agar militer
Indonesia segera meninggalkan Bandung Selatan sampai radius 11 kilometer dari pusat kota.
Hanya pemerintah sipil, polisi, dan penduduk sipil yang diperbolehkan tinggal.
Menindaklanjuti ultimatum tersebut, pada 24 Maret 1946 pukul 10.00, Tentara Republik
Indonesia (TRI) di bawah pimpinan Kolonel A.H. Nasution memutuskan untuk
membumihanguskan Bandung. Rakyat mulai diungsikan. Sebagian besar bergerak dari
selatan rel kereta api ke arah selatan sejauh 11 kilometer. Gelombang pengungsian semakin
membesar setelah matahari tenggelam.
Pembumihangusan Bandung pun dimulai. Warga yang hendak meninggalkan rumah
membakarnya terlebih dahulu. Pasukan TRI punya rencana yang lebih besar lagi. TRI
merencanakan pembakaran total pada 24 Maret 1945 pukul 24.00, namun rencana ini tidak
berjalan mulus karena pada pukul 20.00 dinamit pertama telah meledak di Gedung Indische
Restaurant. Lantaran tidak sesuai rencana, pasukan TRI melanjutkan aksinya dengan
meledakkan gedung-gedung dan membakar rumah-rumah warga di Bandung Utara. Malam
itu, Bandung terbakar dan peristiwa itu kemudian dikenal dengan sebutan Bandung Lautan
Api.
Tokoh-tokoh
-Muhammad Toha
-Mayor Rukana
-Atje Bastaman
-Sutan Sjahrir
Waktu
Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi tanggal 24 Maret 1946
Latar
Bandung