0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

SOP RJP Anak: Panduan Resusitasi Efektif

Standar Prosedur Operasional RJP anak

Diunggah oleh

bayusibrahimns
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

SOP RJP Anak: Panduan Resusitasi Efektif

Standar Prosedur Operasional RJP anak

Diunggah oleh

bayusibrahimns
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOP RJP Anak

BY: LEO RULINO


ON: JANUARY 13, 2025
IN: SOP

RJP Anak, dalam SOP PPNI diistilahkan dengan “resusitasi jantung paru pada
pasien anak”.

RJP anak adalah tindakan yang dilakukan oleh Perawat untuk


memberikan pertolongan pertama pada kondisi henti napas dan henti
jantung dengan Teknik kombinasi kompresi pada dada dan bantuan napas
pada pasien anak

Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan yang membutuhkan tindakan RJP anak menurut buku


SPO Keperawatan (PPNI, 2021), antara lain:

1. Gangguan sirkulasi spontan


2. Gangguan ventilasi spontan

SOP RJP Anak


SOP RJP anak sesuai SPO PPNI:

1. Periksa respons pasien dengan memanggil, menepuk bahu dan/atau


memberikan rangsangan nyeri
2. Aktifkan Emergency Medical System atau berteriak meminta tolong
3. Pasang sarung tangan bersih, jika memungkinkan
4. Posisikan pasien di tempat datar dan keras
5. Atur posisi penolong berlutut di samping dada pasien (jika pasien di lantai)
atau berdiri di samping dada pasien (jika pasien di tempat tidur)
6. Periksa nadi karotis dan napas secara bersamaan dalam waktu <10 detik
7. Lakukan rescue breathing jika nadi karotis teraba tapi tidak ada napas
8. Lakukan kompresi dada jika nadi karotis tidak teraba:
a. Posisikan tumit telapak tangan menumpuk di atas telapak tangan yang lain
tegak lurus pada pertengahan dada atau seperdua bawah sternum
b. Lakukan kompresi dada dengan kecepatan 100-120 kali/menit dan
kedalaman 4 cm
9. Buka dan bersihkan jalan napas dengan teknik head tilt – chin lift atau jaw
thrust (fika curiga cedera servikal)
[Link] bantuan napas (ventilas) 2 kali dengan menggunakan BVM
[Link] kompresi dan ventilasi dengan kombinasi 30:2 (untuk 1 orang
penolong) atau 15:2 (untuk 2 orang penolong) sebanyak 5 siklus atau sekitar 2
menit
[Link] nadi karotis dan napas setiap 2 menit atau 5 siklus
[Link] RJP kembali jika nadi karotis belum teraba
[Link] rescue breathing 10-12 kali/menit jika nadi karotis teraba dan napas
tidak ada
[Link] posisi pemulihan (recovery position) jika nadi karotis teraba dan
napas ada tetapi belum sadar (ika pasien di lantai) atau berikan posisi semi
Fowler (jika pasien di tempat tidur)
[Link] sarung tangan
[Link] kebersihan tangan 6 langkah
[Link] prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

Rantai Kelangsungan Hidup pada Anak


Perawatan henti jantung secara tradisional berfokus pada penanganan kejadian
itu sendiri, dengan penekanan pada RJP berkualitas tinggi, defibrilasi dini, dan
kerja sama tim.

Namun, peningkatan luaran juga bergantung pada penanganan sebelum dan


sesudah henti jantung.

Pencegahan:

Di luar rumah sakit: Strategi utama meliputi langkah-langkah keamanan


seperti menggunakan helm saat bersepeda sepeda, pencegahan sindrom
kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS), pelatihan RJP
untuk masyarakat umum, dan memastikan akses awal ke layanan darurat.

Jika henti jantung terjadi di luar rumah sakit, RJP awal oleh penolong pertama
(early bystander) sangat meningkatkan luaran.

Di dalam rumah sakit: Pencegahan melibatkan pengenalan dan pengobatan


pasien yang berisiko tinggi, seperti neonatus yang menjalani operasi jantung
atau pasien dengan kondisi seperti miokarditis akut, gagal jantung berat, atau
hipertensi pulmonal.

Perawatan pasca-henti jantung:

Setelah resusitasi, penanganan sindrom pasca-henti jantung menjadi sangat


penting.

Ini termasuk pencegahan cedera sekunder yang disebabkan oleh tekanan darah
rendah, disfungsi otak, dan masalah jantung.

Untuk menyoroti aspek-aspek tersebut, maka rantai kelangsungan hidup pada


anak menjadi sangat berguna (Topjian, et al, 2020).
Rantai Kelangsungan Hidup pada Anak untuk serangan jantung di rumah sakit
(atas) dan di luar rumah sakit (bawah). CPR menunjukkan resusitasi jantung
paru (RJP)

Dalam kedua rantai tersebut:

 Aktivasi respons darurat adalah langkah pertama, segera diikuti oleh RJP
berkualitas tinggi.
 Jika telepon tersedia, maka menelepon bantuan dan memulai RJP harus
dilakukan secara bersamaan.
 Penolong tunggal tanpa telepon harus memulai RJP sebelum mencari
bantuan, karena masalah pernapasan adalah penyebab umum henti jantung
pada anak-anak.
 Untuk kolaps mendadak yang disaksikan, penggunaan defibrilator eksternal
otomatis ( AED) sesegera mungkin dapat menyelamatkan nyawa.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan
pemulihan pada kasus henti jantung pada anak.

Referensi

1. PPNI (2021). Pedoman Standar Operasional Prosedur Keperawatan, Edisi 1.


Jakarta: PPNI.
2. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia:Definisi dan
Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
3. Topjian, et al (2020). Part 4: Pediatric basic and advanced life support: 2020
American Heart Association guidelines for cardiopulmonary resuscitation and
emergency cardiovascular care. Circulation,
142(16_suppl_2). [Link]

Anda mungkin juga menyukai