Uji Error KWh Meter Pascabayar PLN
Uji Error KWh Meter Pascabayar PLN
Abstrak
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau yang biasa disingkat menjadi PLN adalah sebuah
badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang ketenagalistrikan, yang mana
memiliki misi salah satunya menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait,
berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham. Untuk
mewujudkan hal itu PT. PLN menggunakan sebuah alat yang dinamakan kWhmeter guna
menghitung jumlah transaksi energi listrik yang telah digunakan oleh pelanggan. Sebelum
kWhmeter dipasang pada persil pelanggan, kWhmeter harus terlebih dahulu dilakukan uji tera
error meter. Jika uji tera error meter tidak diimplementasikan, maka terdapat kemungkinan
kWhmeter mengalami kelainan yang menyebabkan pengukuran energi listrik tidak akurat yang
bisa menyebabkan kerugian pada pihak PT. PLN atapun pihak pelanggan. Uji tera error meter
berfungsi untuk mengetahui berapa besaran nilai error meter pada tiap kWhmeter yang dilakukan
di gudang PLN, jikalau hasil uji error meter masih dalam range kelas yang diizinkan maka
kWhmeter siap untuk didistribusikan kepada pelanggan PLN. Dengan implementasi uji tera error
meter dapat menghilangkan kelainan kWhmeter yang disebabkan oleh produk atau pabrikan
pembuatan kWhmeter. Uji tera error meter juga berfungsi sebagai pengecekan secara fisik
kWhmeter tidak ada cacat sebelum dipasang pada persil pelanggan. Uji tera error meter
diimplementasikan di PT. PLN (Persero) berdasarkan dengan Peraturan Direksi (Perdir) 088-
Z.P/DIR/2016 yang mana sekarang menjadi Peraturan Direksi (Perdir) 0028.P/DIR/2023.
Abstract
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) or commonly abbreviated as PLN is an Indonesian
state-owned company operating in the electricity sector, which has one mission, one of which is
running the electricity business and other related fields, focusing on customer satisfaction,
company members and shareholders. share. To make this happen, PT. PLN uses a tool called a
kWhmeter to calculate the number of electrical ener-gy transactions that have been used by
customers. Before a kWhmeter is installed on a customer's plot, the kWhmeter must first be tested
meter error. If the test meter error reading test is not implemented, then there is a possibility
that the kWhmeter will experience interference, causing inaccurate electrical energy measure-
ments which can cause losses to the PT. PLN or the customer. The test meter error functions to
find out the magnitude of the meter error value for each kWhmeter carried out in the PLN
warehouse, if the test meter er-ror results are still within the class range, the kWhmeter is ready
to be distributed to PLN customers. By im-plementing the test meter error, you can eliminate
kWhmeter abnormalities caused by the product or manufac-turer making the kWhmeter. The test
error meter also functions as a physical check for the kWhmeter to have no defects before it is
installed on the customer's plot. The test meter error was implemented at PT. PLN (Persero)
based on Directors Regulation (Perdir) 088-Z.P/DIR/2016 which is now Directors Regulation
(Perdir) 0028.P/DIR/2023.
1. PENDAHULUAN
Energi listrik telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat
modern. Peran listrik dalam berbagai sektor, seperti rumah tangga, industri, dan komersial,
tidak hanya penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari tetapi juga menjadi tulang
punggung pembangunan ekonomi suatu negara. Penggunaan energi listrik di Indonesia
semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan pertambahan
populasi. Sebagai perusahaan penyedia listrik terbesar di Indonesia yang memegang peran
sentral dalam penyediaan dan distribusi energi listrik ke berbagai lapisan masyarakat, PT
PLN (Persero) memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan pasokan listrik yang
andal dan akurat. Salah satu aspek penting dalam distribusi dan pemakaian energi listrik
adalah keakuratan pengukuran konsumsi listrik oleh pelanggan. Untuk memastikan
pengukuran yang tepat, PT PLN (Persero) menggunakan alat ukur yang disebut KWh meter.
Alat ini digunakan untuk menghitung konsumsi listrik rumah tangga maupun komersial yang
dipasang di setiap pelanggan PLN. Dalam praktiknya, keakuratan pengukuran KWh meter
sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap penagihan listrik yang efesien, adil
dan sesuai dengan konsumsi riil.
KWh meter atau kilowatt-hour meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur
jumlah energi listrik yang dikonsumsi oleh pelanggan dalam satuan kilowatt-jam (kWh).
KWh meter ini menjadi komponen vital karena berfungsi sebagai dasar perhitungan tagihan
listrik yang dibebankan kepada pelanggan. Di Indonesia, terdapat dua jenis meteran listrik
yang digunakan oleh pelanggan PLN, yaitu KWh meter prabayar dan KWh meter
pascabayar. Pada sistem prabayar, pelanggan membeli listrik terlebih dahulu sebelum
digunakan, sementara pada sistem pascabayar, pelanggan membayar listrik berdasarkan
jumlah konsumsi setelah digunakan. Penelitian ini difokuskan pada KWh meter pascabayar
yang masih banyak digunakan oleh pelanggan PLN. KWh meter ini dilengkapi dengan
perangkat elektronik yang secara kontinu mengukur arus listrik yang melewati instalasi
pelanggan.
Di lapangan, PT PLN (Persero) menggunakan berbagai jenis dan merek KWh meter
untuk mengukur konsumsi listrik pelanggan. Dua merek KWh meter yang umum digunakan
adalah Melcoinda dan Sanxing. Kedua merek ini telah digunakan secara luas dalam jaringan
distribusi listrik rumah tangga dan memenuhi berbagai standar pengujian internasional dan
nasional terkait keakuratan pengukuran. Meskipun demikian, seperti halnya perangkat
elektronik lainnya, KWh meter tidak terlepas dari potensi kesalahan atau error dalam
pengukurannya. Kesalahan pengukuran dapat menyebabkan pelanggan menerima tagihan
yang tidak sesuai dengan konsumsi listrik sebenarnya, baik dalam jumlah yang lebih tinggi
atau lebih rendah, yang pada akhirnya merugikan baik pelanggan maupun PT PLN (Persero).
Permasalahan utama yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah adanya potensi
error pengukuran pada KWh meter pascabayar 1 phasa merek Melcoinda dan Sanxing.
Meskipun kedua merek KWh meter tersebut telah lolos uji akurasi dan memenuhi standar-
standar yang berlaku, kesalahan pengukuran tetap dapat terjadi akibat berbagai faktor,
seperti usia meter, variasi tegangan listrik, dan kondisi beban listrik yang tidak stabil.
Secara umum, error pada KWh meter dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu over-
registration dan under-registration. Over-registration terjadi ketika meter menunjukkan
konsumsi listrik yang lebih besar dari yang sebenarnya digunakan, sehingga pelanggan harus
membayar lebih dari yang seharusnya. Sebaliknya, under-registration terjadi ketika meter
mencatat konsumsi yang lebih kecil dari konsumsi yang sebenarnya, yang berarti pelanggan
membayar lebih sedikit dari yang mereka gunakan, sementara PLN kehilangan pendapatan
yang seharusnya diperoleh. Kedua bentuk error ini sama-sama merugikan, baik dari sisi
pelanggan maupun dari sisi PLN sebagai penyedia layanan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menguji dan menganalisis tingkat
error pada KWh meter pascabayar 1 phasa merek Melcoinda dan Sanxing yang digunakan
oleh PT PLN (Persero). Dengan melakukan pengujian terhadap kedua merek KWh meter
ini, diharapkan dapat diperoleh data akurat mengenai tingkat kesalahan pengukuran yang
terjadi dalam kondisi operasional nyata. Lebih spesifik lagi, penelitian ini akan
memfokuskan pada pengujian tingkat error pada meter yang akan diberi beban dalam jangka
waktu tertentu dan membandingkan hasilnya dengan standar akurasi yang seharusnya
menggunakan perhitungan manual sesuai rumus uji error meter dan langsung menggunakan
alat ukur uji error meter.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan performa pengukuran
antara KWh meter merek Melcoinda dan Sanxing. Meskipun kedua merek tersebut telah
lolos uji kalibrasi dan memenuhi standar nasional, tidak menutup kemungkinan terdapat
perbedaan dalam tingkat keandalan dan akurasi pengukuran di lapangan. Dengan
membandingkan hasil pengukuran dari kedua merek tersebut, PT PLN (Persero) dapat
menentukan merek KWh meter mana yang lebih sesuai dan andal untuk digunakan dalam
jangka panjang, terutama untuk pelanggan pascabayar rumah tangga.
2. METODE PENELITIAN
2.1. Waktu dan Tempat Penelitian
Uji tera error meter dilakukan pada tanggal 10 Desember 2023 di ruang Gudang PT
PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mempawah Jl. Gusti M. Taufik.
Persamaan 1:
P2=(n x 3600)/(t x C) x FK=⋯kW (1)
Persamaan 2:
P1=V x I x Cos ɸ =⋯kW (2)
Keterangan :
e = % error meter
t = waktu yang diperlukan kWh Meter yang ditera/diuji untuk n putaran (detik)
Gambar 1. Gambar 2
Papan Praktek dan kWh Meter Alat Ukur Single Phase kWh Meter Calibrator
Gambar 3 Gambar 4
Hard Dryer Stopwatch
Sampel yang akan diuji adalah sebanyak 10 kWh meter. Terdari dari 5 kWh meter
merk Melcoinda, dan 5 kWh meter merk Sanxing. Pengujian eror meter ini dilakukan dengan
menetapkan jumlah pulse sebanyak 10 kali berdasarkan beban yang sama pada setiap
percobaan.
3.2. Percobaan 1 Pada kWh Meter merek Melcoinda dengan nomer meter 10345214
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,402072909220872 𝑘𝑊
27,98 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 230 x 1,7237 x 0,999987191 = 0,396445921859141 𝑘𝑊
0,402072909220872 − 0,396445921859141
𝑒= x 100% = 1,4193581145552 %
0,396445921859141
3.3. Percobaan 2 Pada kWh Meter merek Melcoinda dengan nomer meter 10345216
Dari percobaan 2 pada kWh Meter Melcoinda (10345216) didapatkan data :
Arus (I) : 1,7127 A
Tegangan (V) : 228,41 V
Konstanta (C) : 3200 Imp/kWh
Jumlah Pulse (n) : 10
Waktu (detik) : 28,19
Cos ɸ : 180,27º = 0,999988897 (Nilai Mutlak)
Faktor Kali (FK) : 1
Persamaan 1 :
𝑛 x 3600
𝑃2 = x 𝐹𝐾 = ⋯ 𝑘𝑊
𝑡x𝐶
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,399077687123093 𝑘𝑊
28,19 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 228,41 x 1,7127 x 0,999988897 = 0,391193463530749 𝑘𝑊
0,399077687123093 − 0,391193463530749
𝑒= x 100% = 2,015428254139 %
0,391193463530749
3.4. Percobaan 3 Pada kWh Meter merek Melcoinda dengan nomer meter 10345213
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,391304347826087 𝑘𝑊
28,75 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 227,75 x 1,7081 x 0,999991227 = 0,389016362129514 𝑘𝑊
0,391304347826087 − 0,389016362129514
𝑒= x 100 = 0,588146391593508 %
0,389016362129514
3.5. Percobaan 4 Pada kWh Meter merek Melcoinda dengan nomer meter 10345209
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,404967602591793 𝑘𝑊
27,78 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 231,15 x 1,7321 x 0,999988059 = 0,40037013412314 𝑘𝑊
0,404967602591793 − 0,40037013412314
𝑒= x 100% = 1,1483045504185 %
0,40037013412314
3.6. Percobaan 5 Pada kWh Meter merek Melcoinda dengan nomer meter 10345212
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,391304347826087 𝑘𝑊
28,75 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 225,66 x 1,6932 x 0,999988059 = 0,382082949493019 𝑘𝑊
0,391304347826087 − 0,382082949493019
𝑒= x 100% = 2,4134545509825 %
0,382082949493019
3.7. Percobaan 6 Pada kWh Meter merek Sanxing dengan nomer meter 45330050613
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 226,12 x 1,6977 x 0,999989704 = 0,383879971531118 𝑘𝑊
3.8. Percobaan 7 Pada kWh Meter merek Sanxing dengan nomer meter 45330050607
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 226,86 x 1,7031 x 0,999989704 = 0,386361287983221 𝑘𝑊
0,385802469135802 − 0,386361287983221
𝑒= x 100% = −0,14463634551 %
0,386361287983221
3.9. Percobaan 8 Pada kWh Meter merek Sanxing dengan nomer meter 45330050611
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,38913870632999 𝑘𝑊
28,91 x 3200
Perusahaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 227,77 x 1,7102 x 0,999991227 = 0,389528836633536 𝑘𝑊
0,38913870632999 − 0,389528836633536
𝑒= x 100% = −0,1001544088282 %
0,389528836633536
3.10. Percobaan 9 Pada kWh Meter merek Sanxing dengan nomer meter 45330050612
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,392533147243545 𝑘𝑊
28,66 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 229,13 x 1,7206 x 0,999991227 = 0,394237619323023 𝑘𝑊
0,392533147243545 − 0,394237619323023
𝑒= x 100% = −0,432346380947 %
0,394237619323023
3.11. Percobaan 10 Pada kWh Meter merek Sanxing dengan nomer meter
45330046762
Persamaan 1 :
𝑛 x 3600
𝑃2 = x 𝐹𝐾 = ⋯ 𝑘𝑊
𝑡x𝐶
10 x 3600
𝑃2 = x 1 = 0,394736842105263 𝑘𝑊
28,5 x 3200
Persamaan 2 :
𝑃1 = 𝑉 x I x Cos ɸ = ⋯ 𝑘𝑊
𝑃1 = 229,5 x 1,7215 x 0,999991227 = 0,395080783925875 𝑘𝑊
0,394736842105263 − 0,395080783925875
𝑒= x 100%
0,395080783925875
= −0,087056074252 %
3.12. Table
Besar toleransi (batas kesalahan) yang diizinkan menurut kelas error meter
ditunjukkan pada tabel 1.
Dari 10 percobaan yang sudah dilakukan ditemukan hasil error kWh meter dari alat
ukur single phase kwh meter calibrator dan berdasarkan perhitungan persamaan error meter.
Hasil ini akan menjadi acuan PT PLN (Persero) dalam menentukan merek kWh meter
manakah yang lebih sesuai dan handal untuk digunakan sebagai alat ukur pemakaian beban
listrik pelanggan.
Tabel 1
Toleransi (Batas Kesalahan)
KELAS TOLERANSI
0,5 ± 0,5
1 ±1
2 ±2
Berikut hasil percobaan uji error meter merek kWh meter Melcoinda dan Sanxing yang
ditampilkan pada tabel 3 dan 5.
Tabel 2.
Data Pengukuran kWh Meter merek Melcoinda
MEREK NO ARUS TEGANGAN WAKTU
NO C n COS ɸ P1 P2
KWH METER METER (A) (VOLT) (DETIK)
Tabel 3.
Data Uji error meter merek Melcoinda
ERROR METER UJI
MEREK NO ERROR METER ALAT UKUR SINGLE
NO
KWH METER METER PERHITUNGAN (%) PHASE KWH METER
CALIBRATOR (%)
1 MELCOINDA 10345214 1,419358115 1,083
2 MELCOINDA 10345216 2,015428254 1,828
3 MELCOINDA 10345213 0,588146392 1,321
4 MELCOINDA 10345209 1,14830455 2,006
5 MELCOINDA 10345212 2,413454551 2,293
Tabel 4.
Data Pengukuran kWh Meter merek Sanxing
MEREK ARUS TEGANGAN WAKTU
NO NO METER C n COS ɸ P1 P2
KWH METER (A) (VOLT) (DETIK)
Tabel 5
Data Uji error meter merek Sanxing
ERROR METER UJI ALAT
MEREK KWH ERROR METER
NO NO METER UKUR SINGLE PHASE KWH
METER PERHITUNGAN (%)
METER CALIBRATOR (%)
1 SANXING 45330050613 -0,115762411 0,048
4. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian uji error meter kWh meter merek Melcoinda dan Sanxing dapat
diketahui bahwa kWh Meter merek Melcoinda rata-rata error meter perhitungannya adalah
1,517% dan rata-rata error meter menggunakan alat uji error meter adalah 1,706%.
Sedangkan kWh Meter merek Sanxing rata-rata error meter perhitungannya adalah -0,176%
dan rata-rata error meter menggunakan alat uji error meter adalah 0,017%.
kWh Meter merek Sanxing lebih direkomendasikan kepada PT PLN (Persero)
dikarenakan hasil uji error meternya jauh lebih baik dibandingkan kWh Meter merek
Melcoinda. kWh Meter merek Sanxing masih berada didalam kelas error meternya (kelas
1), sedangkan kWh Meter merek Melcoinda sudah berada diluar kelas error meternya (kelas
1).
5. DAFTAR PUSTAKA
PT PLN (Persero). (2023). Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik. In Perdir PT PLN
(Persero) Nomor 0028.P/DIR/2023
PT PLN (Persero). (2016). Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik. In Perdir PT PLN
(Persero) Nomor 0088-Z.P/DIR/2016
Wardani, K. A. P., Suhantono, D., & Sugiarta, I. N. (2022). Analisis Error dan Energi kWh
Meter 1 Phasa Elektromekanik dan Digital (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri
Bali).
Darma, S., Yusmartato, Y., & Akhiruddin, A. (2019). Studi sistem peneraan kwh meter. JET
(Journal of Electrical Technology), 4(3), 158-165.
Yasa, K. A., Yasa, I., & Suhantono, D. (2018). Evaluasi Error KWh Meter Analog
Pengukuran Langsung Dengan Metode Peneraan Waktu Pada Laboratorium Jurusan
Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali. Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan
Informatika, 8(1), 16.
Parulian Saragih, H. Analisis Perbandingan KWh Meter Analog dengan KWh Meter Digital
3 Phasa Ditinjau Dari Segi Error KWh Meter.
Panji Panuntun, M. (2018). Pengujian Ketelitian KWh Meter Analog Dan KWh Meter
Digital Menggunaakan Beban Induktif (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Surakarta).
Waldi, A. N. (2021). Akurasi Pengukuran kWh Meter Analog Terhadap Losses Energi
Listrik. Sutet, 11(2), 105-113.
Kurniadi, F., Setiawan, B. F., & Facta, M. (2023). Analisis Akurasi kWh Meter 3 Kawat
Dan Empat Kawat Untuk Beban Linier Dan Non Linier. Transistor Elektro dan
Informatika, 5(1), 21-27.
Kurniadi, F., Basyid, M., & Facta, M. (2022). Analisis Unjuk Kerja KWh Meter Analog Dan
Digital Untuk Beban Linier Dan Non Linier. Buletin Rekayasa, Sains & Teknologi
Informasi, 1(1).