Faculty of Education
Journal of Innovative and Creativity University of Pahlawan Tuanku Tambusai
Journal Homepage: [Link] ISSN 2775-771X (Online)
ISSN 2962-570X (Printed)
e-mail: journaljoecy@[Link] 5 (3) 2025, Page: 24360-24363
Metode Pembelajaran Mufrodat Dalam Menghafal Kosakata Bahasa
Arab Di SD S 117 Islam Terpadu Adnani
Hasanuddin
Dosen STAIN Mandailing Natal
E-mail : hasanuddinray89@[Link]
Published: September, 2025
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penggunaan simulasi dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab di SD S
117 ISLAM TERPADU ADNANI. Tujuan utama dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana simulasi
digunakan dalam pembelajaran di SD S 117 ISLAM TERPADU ADNANI. (2). Penelitian ini menggunakan metode
penelitian Kajian Pustaka atau Library Research. Subjek penelitiannya adalah Sumber Data. Adapun teknik pengumpulan
datanya adalah Library Research atau kajian pustaka, Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung digunakan untuk
mengumpulkan data dalam penelitian Perpustakaan.. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa (1) penggunaan simulasi
dalam pendidikan di SD S 117 Islam Terpadu ADNANI sesuai dengan kecenderungan pengajaran modern, yaitu
meningkatkan pengajaran pasif dan menuju pembelajaran individu dan kelompok kecil untuk siswa. (2) Metode simulasi
sangat penting untuk siswa menghafal mufradat karena merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai
keterampilan dan memahaminya dengan mudah.
Kata Kunci Metode Pembelajaran, Simulasi, Kosakata
© The Author(s). 2021 Open Access This article is licensed under a Creative Commons Atibution 4.0 International License, which permits use, sharing,
adaptation, distribution and reproduction in any medium or format, as long as you give appropriate credit to the original author(s) and the source, provide a
link to the Creative Commons licence, and indicate if changes were made. The images or other third party material in this article are included in the article's
Creative Commons licence, unless indicated otherwise in a credit line to the material. To view a copy of this licence, visit
[Link]
PENDAHULUAN
Penguasaan kosakata memiliki peran yang esensial dalam proses penalajaran Bahasa asing, termasuk
bahasa Arab. Ketersediaan kosakata yang memadai menjadi landasan utama bagi peseta didik dalam
memahami makna, mengekpresikan ide, serta mengembagkan keterampilan berbahasa secara menyeluruh
dan terpadu. Namun, dalam prakteknya, pembelajaran kosakata Bahasa Arab di tengkat sekolah sekolah
dasar seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat belajar siswa, keterbatasan
media pembelajaran, serta metode pembelajran yang masih konvensional dan kurang variative. Hal ini
berdampak pada rendahnya penguasaan kosakata siswa, sehingga diperlukan inovasi dalam proses
pembela.
Bahasa Arab sebagai Bahasa internasional telah diakui oleh dunia. Tentu hal lain akan mempunyai peran
yang signifikan dalam improvisasi dan kompetisi pada tingkat dunia internasional. Hal tersebut bukan saja
dalam aspek perkembagan Bahasa dan ilmu an sich, namun lebih dari hal itu. Yakin improvisasi pada
aspek metodologi dan tehnik mempelajarinya. Statemen tersebut tentu dapat dibuktikan secara konkrit
dan paktual dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Arab. Dimana akhir-akhir ini bayak bermunculan
model-model atau tehnik pembelajaran Bahasa Arab yang interaktif dan inovatif yang tentunya akan
menambah gairah peserta didik dalam mempelajari bahasa arab secara simultan dan berkelanjutan. Hal ini
tentu harus disambut oleh para pendidik untuk direalisasikan secara aktif dan kreatif, sehingga proses
pembelajaran bahasa Arab berlangsung maksimal dan terintegrasi dalam tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai.1
Salah satu komponen bahasa arab adalah kosakata. Kosakata merupakan salah satu dari tiga usur
1
M. Asy’ari, Metode, Sistem dan Prinsip Pembelajaran Bahasa Arab yang Inovatif, (IAIN Palu: An-Nabigoh,
Vol. 20 No. 02, Tahun 2018), 291
24360| Journal of Innovative and Creativity , 5(3) 2025
bahasa yang sangat penting dikuasai, kosakata ini digunakan dalam Bahasa lisan maupun Bahasa tulis, dan
merupakan salah satu alat untuk mengembagkan kemampuan berbahasa Arab seseorang.2
Sangat penting bagi guru untuk memiliki berbagai metode dalam kegiatan belajar mengajar.
Metode adalah kumpulan teknik yang digunakan oleh seorang guru untuk menyampaikan atau
mentransfer pengetahuan kepada siswanya selama proses pembelajaran.3 Dari ungkapan tersebut, dapat
diambil kesimpulan umum bahwa ketika seorang guru semakin menguasai metode pembelajaran, maka
semakin baik pula ia menggunakan metode tersebut dan ketika penguasaan metode tersebut berjalan
dengan baik, maka semakin tinggi pula target pembelajaran yang ingin dicapai. Salah satu metode yang
dapat digunakan adalah metode simulasi. Metode simulasi melibatkan permainan yang telah diatur yang
dimainkan oleh siswa sehingga mereka belajar konsep atau keterampilan melalui kegiatan simulasi.
Metode sosiodrama hampir sama dengan metode simulasi, tetapi sosiodrama lebih sering
digunakan untuk mengajar. hafalkan, dan lebih dekat dengan dunia akting dan peran, sementara
simulasi lebih cenderung pada hal-hal non-bahasa dan tidak terlalu dekat dengan akting dan peran.4
Pada masa pandemi seperti saat ini, metode simulasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan
pembelajaran daring atau online. Pembelajaran daring dapat dilakukan dengan berbagai perangkat,
seperti ponsel pintar, laptop, komputer, atau tablet.
Faisal H., dalam penelitiannya yang berjudul Penerapan Metode Simulasi untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik Kelas IX IPA 1 SMA Negeri 1 Lamasi,
menemukan bahwa hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode simulasi, baik
dalam penguasaan konsep maupun penguasaan materi. Tujuan penelitian Fazari, Peningkatan
Kemampuan Berbicara melalui Metode Simulasi siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah
Bente Berkat Kecamatan Mandah Kabupaten Indagiri Hilir, adalah untuk mengetahui bagaimana
menggunakan simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia.
Metode simulasi, baik dalam penguasaan konsep maupun penguasaan materi. Tujuan penelitian
Fazari, Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Metode Simulasi siswa kelas IV Madrasah
Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah Bente Berkat Kecamatan Mandah Kabupaten Indagiri Hilir, adalah untuk
mengetahui bagaimana menggunakan simulasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa
Indonesia.
Berdasarkan temuan penelitian, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul Metode
Pembelajaran Simulasi dalam Menghafal Kosakata Bahasa Arab di SD S 117 ISLAM TERPADU
ADNANI, dan tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk menentukan bagaimana simulasi dapat digunakan dalam pembelajaran di SD S 117 ISLAM
TERPADU ADNANI
2. [Link] mengetahui bagaimana signifikansi penggunaan metode pembelajaran simulasi dalam
menghafal kosakata bahasa Arab di sekolah SD S 117 ISLAM TERPADU ADNANI.
METODE PENELITIAN
1. Metode Penelitian dan Jenis Penelitian
Peneliti menggunakan berbagai pendekatan untuk melihat rumusan masalah yang diajukan,
termasuk:
a. Metode pedagogis, yang menjelaskan topik pembahasan.
b. Pendekatan sosiologis—metode atau pendekatan untuk membahas subjek yang didasarkan
pada masyarakat yang dibahas.
Menurut Moleong, penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif deskriptif
karena metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif seperti
perilaku dan kata-kata tertulis atau lisan orang yang dapat diamati.5
Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membuat pencandraan
2
Syaiful Mustafa, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif, (Cet. I; Malang: UIN Maliki Press, 2017), 59
3
Ulin Nuha, Ragam Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Cet. I; Yogyakarta: DIVA Press, 2016),
145
4
Ulin Nuha, Ragan Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab, 237
5
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Roskarya, 2010), 15.
24361| Journal of Innovative and Creativity , 5(3) 2025
(deskripsi) situasi atau kejadian. Penelitian deskriptif hanya mengumpulkan dan menganalisis data
dasar secara kritis, tidak mencari atau menerangkan hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan
makna dan implikasi. Namun, penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut juga
dapat menggunakan metode deskriptif.6 Karena itu, penelitian ini tidak bertujuan untuk menguji
hipotesis; sebaliknya, itu hanya memberikan gambaran dan analisis tentang masalah yang dihadapi
peneliti, yaitu metode pembelajaran simulasi untuk menghafal kosakata bahasa Arab.
Penelitian Perpustakaan (kajian pustaka) adalah jenis penelitian yang digunakan penulis.
Oleh karena itu, pembahasan dalam skripsi terdiri dari tinjauan literatur serta beberapa karya lain
yang relevan dengan subjek penelitian.
Penelitian Perpustakaan menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu:
a. Kutipan langsung: penulis membaca buku yang relevan dengan penelitian dan kemudian
mengambil kesimpulan berdasarkan isi buku tanpa mengubah redaksi.
b. Kutipan tidak langsung: penulis menganalisis literatur yang berkaitan dengan penelitian
kemudian merangkainya dalam kalimat.
Tiga tahap diambil dalam penelitian ini untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tahap
persiapan meliputi pembuatan proposal penelitian; tahap kedua melibatkan pengumpulan data
dari sumber-sumber yang relevan dan pengurusan izin penelitian; dan tahap ketiga adalah
pengelolaan data dan penyusunan hasil penelitian, yang disebut sebagai laporan hasil penelitian.
HASIL DAN PEMBAHSAN
Untuk orang-orang yang belum terbiasa dengan huruf-huruf Arab, pembelajaran bahasa Arab
tidaklah mudah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat strategi yang dirancang khusus untuk
mengajarkan kosakata. Karena metode adalah salah satu alat yang digunakan untuk mencapai tujuan
pembelajaran, pemilihan metode harus diperhatikan.
Penulis penelitian ini menggunakan metode simulasi untuk menghafal kosakata Arab. Simulasi
adalah cara belajar dengan menggunakan situasi simulasi atau berpura-pura untuk mempelajari ide,
prinsip, atau keterampilan tertentu. Sebagai bagian dari kecenderungan pengajaran modern, simulasi
digunakan dalam proses pendidikan untuk meningkatkan pengajaran pasif dan memungkinkan siswa
belajar dalam kelompok kecil atau individu. Oleh karena itu, simulasi memiliki tiga fitur utama yang
dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, yaitu:
1. Simulasi adalah metode pengajaran yang berfokus pada partisipasi siswa dalam pembelajaran di
kelas, dengan guru dan siswa berpartisipasi.
2. Simulasi adalah metode pemecahan masalah yang sangat bermanfaat untuk mengajarkan siswa
untuk menerapkan pendekatan interdisipliner dalam belajar. Selain itu, belajar keterampilan sosial
yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
3. Simulasi adalah model pembelajaran yang selalu berubah, sehingga sangat cocok untuk menghadapi
situasi yang terus berubah yang membutuhkan fleksibilitas mental dan kemampuan untuk
menanggapi perubahan yang cepat..7
Metode simulasi adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan guru
menyampaikan pelajaran kepada siswa dengan lebih mudah dan membuat siswa lebih mudah
memahami apa yang diajarkan oleh guru. Karena itu, metode simulasi sangat penting untuk siswa
menghafal mufradat karena merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai keterampilan dan
memahami konsep dengan mudah.
Teknik simulasi digunakan dalam semua sistem pengajaran, terutama dalam desain instruksional
yang berfokus pada tujuan-tujuan tingkah laku. Latihan simulasi pada dasarnya mengajarkan siswa
untuk melakukan tugas yang biasa mereka lakukan setiap hari. Dengan menggunakan metode simulasi,
siswa dapat lebih mudah menghafal kosakata. memahaminya karena metode simulasi memiliki banyak
keuntungan, seperti membuatnya menyenangkan bagi siswa dan mendorong mereka untuk
6
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Cet. XXIII; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 76
7
H. Abu Ahmadi & Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (SBM), (Cet. 1; Bandung: CV. PUSTAKA
SETIA, 1997), 84.
24362| Journal of Innovative and Creativity , 5(3) 2025
berpartisipasi; memungkinkan guru untuk membuat aktivitas simulasi; memungkinkan eksperimen
berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya; memvisualkan hal-hal yang abstrak; tidak
memerlukan keterampilankomunikasi yang rumit; dan memungkinkan siswa berinteraksi satu sama lain,
menghasilkan respons yang positif dari siswa yang lamban dan tidak termotivasi, dan mengajarkan
mereka berpikir kritis karena mereka terlibat dalam menganalisis proses kemajuan simulasi..8
Kosakata adalah kata-kata yang dikenal seseorang dan digunakan untuk membuat kalimat atau
berbicara dengan orang lain. Penggunaan kosakata yang tepat dan memadai dalam komunikasi
menunjukkan tingkat pendidikan pemakai bahasa yang efektif. Akibatnya, siswa diharuskan untuk
menguasai mufradat melalui menghafal. Dalam kasus ini, peneliti menggunakan teknik simulasi untuk
menghafal mufradat bahasa Arab.
Untuk meningkatkan maharat al-kalam (kemampuan berbicara), kosakata adalah penting.
Orang-orang yang berbicara pasti menggunakan kosakata. Namun, menghafal kosakata tentu sulit
untuk berbicara. Orang yang paham qawaid, tetapi tidak banyak menghafal kosa kata, tentu sulit
berbicara. Sebaliknya, orang yang paham qawaid, tetapi tidak banyak menghafal kosa kata, tentu bisa
berbicara tanpa kesalahan. Dengan demikian, penulis memperoleh kemampuan untuk berbicara dalam
bahasa Arab dan menghafal mufradat dengan lebih mudah dengan menggunakan teknik simulasi.
KESIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran simulasi untuk menghafal kosakata
bahasa Arab di SD S 117 ISLAM TERPADU ADNANI menghasilkan hasil berikut:
1. Penggunaan simulasi dalam pembelajaran di SD S 117 ISLAM TERPADU ADNANI sesuai
dengan kecenderungan pengajaran modern, yaitu meningkatkan pengajaran pasif dan mengajar
siswa dalam kelompok kecil atau individu.
2. Metode simulasi sangat penting untuk siswa menghafal mufradat karena merupakan strategi yang
memungkinkan siswa menguasai keterampilan dan memahaminya dengan mudah.
REFERENSI
Ahmadi, H. Abu &Joko Tri Prestya, Strategi Belajar Mengajar (SBM), (Cet. 1 ; Bandung: CV.
Pustaka Setia, 1997)
Asy'ari, M. Metode, Sistem, dan Prinsip Pembelajaran Bahasa Arab yang Inovatif, (IAIN Palu dalam jurnal
An-Nabigoh pada tahun 2018).
Mustafa, Syaiful, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif (Cet. I; Malang: UIN Maliki Press, 2017)
Nuha, Ulin, Ragam Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab (Cet. I; Yogyakarta: DIVA Press,
2016).
Moleong, Lexy J., "Metode Penelitian Kualitatif" (Bandung: Roskarya Youth, 2010).
Pratowo A. (2011). Bahan ajar yang inovatif dihasilkan dari panduan yang inovatif. (Yogyakarta: surat kabar)
Pratyaksa, IG T.(2020) Komik Online Untuk Mengajarkan Agama Hindu kepada Generasi Milenial Maha
Widya Duta Journal of Religion, Tourism, and Communication, 3(2), 21–29.
Pamessangi, A. A, (2021). Jurnal Alfazuna: Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 5(02),
138-154.
Pamessangi, A. A, (2021). Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, prinsip-prinsip pendidikan
Islam didasarkan pada kearifan lokal. IQRO: Journal of Islamic Education, 4(2), 117-128,
Pamessangi, A. A. (2022). Making Textbooks in Arabic Based on Religious Moderation in Madrasah
AL-ISHLAH: Educational Journal, 14(1), 147-156.
Rahmani,Naila Fauzia Pengembangan Media Interaktif Powerpoint untuk Pembelajaran Wayang
untuk Siswa SMP Kelas VIII di Yogyakarta Published by Universitas Yogyakarta 2004.
Suryabrata Sumadi, Metodologi Penelitian, (Cet. XXIII; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012).
Taniredja, H. Tukiran, berjudul "Model Pemeblajaran yang Inovatif dan Efektif" (Bandung: Alfabeta,
2017).
8
H. Tukiran Taniredja, Model-model Pemeblajaran Inovatif dan Efektif, (Cet. VII; Bandung: Alfabeta, 2017), 40
24363| Journal of Innovative and Creativity , 5(3) 2025