Lampiran 2
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
1. Pokok Bahasan : Pemberian ASI
2. Kompetensi Dasar : Ibu dan keluarga mengetahui dan memahami
mengenai ASI
3. Standar Kompetensi :
Ibu mampu :
Memahami pengertian ASI
Memahami pengertian ASI eksklusif
Memahami kelebihan ASI
Memahami Manfaat ASI
Memahami masalah pemberian ASI
Memahami dan melakukan pijat oksitosin
4. Sasaran :
a. Ibu Nifas
b. Keluarga
5. Tanggal/ Waktu : Jum’at, 11 April 2016
6. Tempat : Bidan Praktek swasta
7. Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi
8. Materi :
Pengertian ASI
ASI eksklusif
Kelebihan ASI dibandingkan susu formula
Manfaat pemberian ASI
Masalah pemberian ASI
Upaya memperbanyak ASI
Pijat Oksitosin
9. Skenario Pembelajaran
NO TAHAP KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN
KLIEN
1 Pendahuluan [Link] salam [Link]
6 menit [Link] tujuan salam
Penyuluhan [Link]
2 Penyajian materi 1 [Link] materi [Link],
selama 10 menit [Link] hal yang memperhatikan
penting [Link]
[Link] pertanyaan
3 Penutup 5 menit [Link] [Link]
[Link] terima kasih pertanyaan
[Link] salam [Link]
[Link]
persetujuan
[Link] salam
10. Media : Leaflet
11. Evaluasi :
Memberikan pertanyaan langsung tentang materi yang sudah diajarkan
a. Apa pengertian ASI ?
b. Sebutkan Manfaat ASI !
c. Sebutkan Masalah dalam pemberian ASI !
d. Jelaskan upaya memperbanyak ASI !
MATERI PENYULUHAN II
ASI
A. Pengertian ASI
ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan bayi yang paling penting terutama
pada bulan-bulan pertama kehidupan. ASI merupakan sumber gizi yang
sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan sesuai dengan
kebutuhan pertumbuhan bayi, karena ASI adalah makanan yang paling
sempurna baik secara kualitas amaupun kuantitas.
B. ASI Eksklusif
ASI eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan,
diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain, walaupun air
putih, sampai bayi 6 bulan. Alasan ASI diberikan sampai usia bayi 6
bulan tidak 4 bulan yakni :
1. Komposisi ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi
apabila diberikan tepat dan benar sampai umur bayi 6 bula.
2. Bayi saat umur 6 bulan system pencernaannya mulai matur sehingga
kemungkinan kuman/ protein dapat langsung masuk system peredaran
darah yang menimbulkan alergi, pori-pori tersebut tertutup saat bayi
berumur 6 bulan.
C. Kebihan ASI
Pada ASI tidak ada pencemaran bakteri, banyak terdapat zat anti infeksi,
terdiri atas 60% whey protein, 40% kasein protein, 7% (cukup)
laktosa/gula. Tepat garam. Sedangkan pada susu sapi mungkin ada
percemaran bakteri, tidak ada zat anti infeksi, 20% mengandung Whey
protein, 80% kasein protein, 3-4 (tidak cukup) mengandung laktos/gula,
banyak mengandung garam.
D. Manfaat ASI
Pemberian Air Susu (ASI) pada bayi baru lahir segera sampai berumur
sedikitnya dua tahun akan memberikan banyak manfaat, baik untuk bayi,
maupun masyarakat pada umumnya, dibawah ini akan dijelaskan beberapa
manfaat pemberian ASI
a. Manfaat bagi Bayi
Kandungan gizi paling sempurna untuk pertumbuhan bayi dan
perkembangan kecerdasannya; Pertumbuhan sel otak secara optimal
terutama kandungan protein khusus, yaitu taurin, selain mengandung
laktosa dan asam lemak ikatan panjang lebih banyak susu sapi/kaleng;
Mudah dicerna, penyerapan lebih sempurna, terdapat kandungan
berbagai enzim untuk penyerapan makanan, komposisi selalu
menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi; mengandung zat anti diare;
protein ASI adalah spesifik species sehingga jarang menyebabkan
alergi untuk manusia; membantu pertumbuhan gigi; mengandung Zat
Antibodi mencegah infeksi, merangsang pertumbuhan system
kekebalan tubuh; mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi. Ini akan
menjadi dasar si kecil percaya pada orang lain, lalu diri sendiri, dan
akhirnya berpotensi untuk mengasihi orang lain; Bayi tumbuh
optimal,dan sehat tidak kegemukan atau terlalu kurus.
b. Bagi Ibu
Manfaat untuk ibu yakni : Mudah, murah, praktis tidak merepotkan
dan selalu tersedia kapan saja; Mempercepat involusi/memulihkan dari
proses persalinan dan dapat mengurangi pendarahan karena otot-otot di
rahim mengerut, otomatis pembuluh darah yang terbuka itu akan
terjepit sehingga pendarahan akan segera terhenti; mencegah
kehamilan karena kadar prolaktin yang tinggi menekan hormone FSH
dan ovulasi, bisa mencapai 99%, apabila ASI diberikan secra terus
menerus tanpa tambahan selain ASI; Meningkatkan rasa kasih sayang
membuat rasa lebih nyaman; mengurangi Penyakit Kanker,
Mekanisme belum diketahui secara pasti ibu yang member ASI
eksklusif memiliki resiko kanker ovarium lebih kecil disbanding yang
tidak menyusui secara eksklusif.
c. Bagi Masyarakat
Murah, ekonomis, mengurangi pengeluaran keluarga karena tidak
perlu membeli susu buatan; Menambah ikatan kasih sayang suami dan
istri; membantu program KB; Mengurangi subsidi biaya perawatan
rumah sakit; membentuk generasi mandiri; menghemat devisa Negara;
Menurunkan angka kesakitan dan kematian.
E. Masalah pemberian ASI
Dalam pemberian Air susu ibu (ASI) terkadang ada beberapa masalah
yang dapat menyebabkan akhirnya ASI yang harusnya didapatkan bayi
dari ibu nya akan mengalami hambatan bahkan adakalanya bayi
mempunyai hak penuh terhadap ASI tersebut, terkadang tenaga kesehatan
merupakan melupakan hak-hak bayi untuk mendapatkan ASI ibunya,
ataupun bahkan ibunya sendiri melupakan hak anaknya untuk
mengkonsumsi ASI ibunya, hal ini mungkin bukan suatu kesengajaan akan
tetapi karena ketidak tahuan ibu karena beberapa masalah yang
dihadapinya antara lain :
a. Bayi dengan bingung putting, artinya bayi mengalami kebingungan
apakah yang masuk ke mulutnya putting susu ibu atau bukan karena
kadang bayi diberikan minuman bergantian dengan susu botol, hal ini
ditandai dengan : bayi menolak menyusu dari ibu, menyusui dengan
mulut mencucu, waktu menyusui terputus-putus, untuk mencegah
kondisi ini maka berikan ASI perah dan berikan dengan cangkir.
b. Bayi enggan menyusu, dapat disebabklan karena : bayi sakit daerah
mulut, (sariawan), bayi mengalami bingung putting, bayi telah diberi
minum lain, tekhnik menyusui yang salah, ASI kurang lancer
keluarnya atau terlalu deras.
c. Kondisi bayi sering menangis, hal ini merupakan cara bayi
mengkomunikasikan keadaanya kepada orang disekitarnya yang dapat
disebabkan karena bayi haus, lapar, basah, kotor, bosan, kesepian, rasa
ASI berubah, sakit, kolik yang akhirnya bayi sering menangis sehingga
bayi kelelahan kemudian daya menghisap kurang ibunya juga akhirnya
kesal dampaknya proses laktasi terganggu.
d. Bayi kembar, terkadang kondisi bayi kembar membuat perkiraan salah
yakni dengan menyangka ASI tidak cukup sehingga menyusu
bergantian atau bersama, bila bersama berbagai posisi dan setiap bayi
disusukan pada payudara bergantian.
e. Kondisi bayi premature atau BBLR, jika bayi mempunyai berat >1800
gr boleh langsung menyusu, Jika berat bayi anatara 1500-1800 gr
maka harus dibantu supplement atau meminum ASI memakai cangkir,
berat bayi antar 1250-1500gr bayi harus diinfus dan setelah 24 jam
ASI diperah diberikan dengan cangkir atau nasogastrik (pipa lambung)
jika berat bayi <1250 maka ASI diperah dan diberikan lewat pipa
lambung.
F. Upaya Memperbanyak ASI
Air susu ibu (ASI) adalah cairan kehidupan terbaik yang sangat
dibutuhkan oleh bayi. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk
tumbuh kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya. Meski demikian,
tidak semua ibu tidak mau menyusui bayinya karena berbagai alasan.
Misalnya, takut gemuk, sibuk, payudara kendor, dan sebagainya. Di lain
pihak, ada juga ibu yang ingin menyusui bayinya tetapi mengalami
kendala. Biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar.
Banyak hal yan g dapat mempengaruhi produksi ASI. Produksi ASI dan
pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormone, yaitu prolaktin dan
oksitosin.
a. Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI. Prolaktin berkaitan
dengan nutrisi ibu, semakin asupan nutrisinya baik maka produksi
yang dihasilkan juga banyak.
b. Oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Untuk
mengeluarkan ASI diperlukan hormone oksitosin yang kerjanya
dipengaruhi oleh proses hisapan bayi. Semakin sering putting susu
dihisap oleh bayi semakin banyak pula pengeluaran ASI. Hormon
oksitosin sering disebut juga hormone kasih sayang. Sebab kadarnya
sangat dipengaruhi oleh suasana hati, rasa bahagia, rasa dicintai, rasa
aman, ketenangan, relaks.
Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI : makanan, ketenangan jiwa
dan pikiran; Penggunaan alat kontrasepsi; perawatan payudara; Anatomis
payudara; factor fisiologi; pola istirahat; Faktor isapan anak atau frekuensi
penyusuan; factor obat-obatan; Berat lahir bayi; umur kehamilan saat
melahirkan; Konsumsi rokok dan alcohol.
G. Pijat Oksitosin
Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai factor dan kondisi. Diantaranya
asupan gizi, kondisi stress ibu, dan manipulasi pijatan bisa mempercepat
produksi ASI dengan cara merangsang sekresi hormone. Salah satu pijatan
yang biasa dilakukan adalah pijat Oksitosin.
Pijat Oksitosin merupakan tindakan melakukan pijatan didaerah punggung
didaerah tulang belakang menggunakan kedua ibu jari dengan gerakan
melingkar (gerakan love). pijatan ini bisa dilakukan dua kali dalam sehari.
Gerakan ini cukup mudah dilakukan oleh suami atau keluarga lain. Pijatan
ini akan membantu mengatasi masalah pada saat menyusui yaitu ASI yang
tidak keluar.
Caranya sebagai berikut :
Ibu duduk dengan posisi rilek dan menyandarkan kepala pada meja dengan
dialasi kedua tangan. Rapatkan jari telunjuk dan jari tengan seperti sedang
bersumpah. kemudian cari tonjolam antara leher belakang. Gunakan
ukuran dua jari tersebut turun ke bawah.
Tarik 2 cm ke kanan dan ke kiri. Lakukan pemijatan dengan jari jempol
atau gabungan jari telunjuk dan jari tengah dengan gerakan melingkar di
kanan dan kiri tulang belakang menurun hingga sebatas tulang rusuk
terbawah. Berikan tekanan yang sesuai dengan kekuatan ibu, perhatikan
agar posisi ibu tetap rileks. lakukan dua kali sehari secara teratur.