0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan45 halaman

Anggaran Dasar Makassar Fire Shooting Club

Dokumen ini menjelaskan pendirian dan struktur organisasi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, yang didirikan pada 1 Desember 2015, bertujuan untuk mengembangkan olahraga menembak di Kota Makassar. Organisasi ini berasaskan Pancasila dan UUD 1945, serta berfungsi dalam pembinaan atlet dan pelestarian lingkungan. Keanggotaan terdiri dari anggota kehormatan dan perorangan, dengan masa bakti pengurus selama empat tahun.

Diunggah oleh

firdaus84.skp
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan45 halaman

Anggaran Dasar Makassar Fire Shooting Club

Dokumen ini menjelaskan pendirian dan struktur organisasi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, yang didirikan pada 1 Desember 2015, bertujuan untuk mengembangkan olahraga menembak di Kota Makassar. Organisasi ini berasaskan Pancasila dan UUD 1945, serta berfungsi dalam pembinaan atlet dan pelestarian lingkungan. Keanggotaan terdiri dari anggota kehormatan dan perorangan, dengan masa bakti pengurus selama empat tahun.

Diunggah oleh

firdaus84.skp
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MUKADDIMAH

Bahwa sesungguhnya olahraga itu merupakan kodrat naluri manusia yang


dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa yang dilakukan dengan gerakan-
gerakan jasmani dan ekspresi kejiwaan secara teratur maka manusia akan
mendapat kesenangan dan keselarasan rohani dan jasmani, disertai dengan
sistem pendidikan yang terarah dan berkelanjutan dalam membentuk
manusia sebagai penyeimbang alam dan lingkungan.

Didorong oleh kesadaran bahwa olahraga dan ilmu pengetahuan bukan


semata-mata untuk kepentingan diri sendiri, tetapi wajib diamalkan demi
kepentingan masyarakat.

Sesuai dengan tujuan akhir mencapai cita-cita pembangunan manusia


seutuhnya berasaskan Pancasila serta berdasarkan Undang Undang Dasar
Negara Republik Indonesia 1945, dalam upaya pencapaian prestasi
olahraga Menembak demi bangsa dan Negara dan turut serta dalam rangka
menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Maka dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dibentuklah organisasi


olahraga menembak yaitu MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB yang
merupakan wadah di bawah naungan PERBAKIN KOTA MAKASSAR dan
bertanggung jawab sepenuhnya di dalam menghimpun, membina anggota
untuk kegiatan olahraga Menembak di wilayah KOTA MAKASSAR dengan
Anggaran Dasar sebagai berikut :

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 1


BAB I
NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN
BAGIAN KESATU
NAMA
PASAL 1
Klub atau organisasi ini bernama MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB dan dapat
disingkat MFSHC.

BAGIAN KEDUA
WAKTU PENDIRIAN
PASAL 2
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB didirikan di kota makassar pada hari RABU/tanggal
01 DESEMBER 2015, kemudian MAKASSAR FIRE SHOOTING HUNTING CLUB Berubah
Nama menjadi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB pada Hari MINGGU Tanggal 28 Juni
2020 Berdasarkan Peraturan PB. PERBAKIN dan AD ART PB. PERBAKIN yang dimana
kata HUNTING dihilangkan

BAGIAN KETIGA
KEDUDUKAN
PASAL 3
Kedudukan organisasi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berada di Jl. Abubakar
Lambogo 2 No. 12 Kelurahan Barayya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi
Selatan.

BAB II
ASAS, DASAR DAN STATUS

BAGIAN KESATU
ASAS DAN DASAR

PASAL 4
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berasaskan PANCASILA
2. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berasaskan UUD 1945

BAGIAN KEDUA
STATUS

PASAL 5
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Adalah Organisasi Menembak Yang Bersifat
Tunggal (tidak mempunyai cabang sebagai organisasi sayap), Nirlaba, Mandiri Serta
Tidak Berafiliasi Dengan Kekuatan Politik Manapun.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 2


2. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Adalah Organisasi klub Menembak dengan 3
(tiga) disiplin ilmu menembak yakni Menembak Berburu, Tembak Sasaran dan
Tembak Reaksi

3. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB merupakan organisasi yang dibentuk sebagai


salah satu unsur PEMBINAAN PERSONIL pada DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN kota Makassar secara hirarki pembinaan dan hanya berada
dibawah naungan PERBAKIN KOTA MAKASSAR sebagai pembinaan organisasi
menembak.

BAB III
TUJUAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAGIAN KESATU
TUJUAN
PASAL 6
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB bertujuan menumbuhkan kesadaran dan disiplin
dalam kegemaran olahraga menembak untuk mencapai prestasi dengan ikut serta
menjaga pelestarian alam.
BAGIAN KEDUA
TUGAS POKOK
PASAL 7
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB mempunyai tugas pokok pembinaan dasar kegiatan
olahraga menembak untuk menghasilkan atlet serta prestasi untuk regional, nasional
dan internasional.

BAGIAN KETIGA
FUNGSI
PASAL 8
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB menyelenggarakan fungsi olahraga Menembak
dalam bentuk :
1. Sebagai salah satu unsur pembinaan personil pada instansi DINAS PEMADAM KEBAKARAN
DAN PENYELAMATAN kota makassar
2. Menjalankan peraturan resmi olahraga menembak.
3. Menciptakan atlit menembak.
4. Melakukan pengadaan fasilitas menembak untuk internal klub.
5. Penyelenggaraan kompetisi, serta kejuaraan baik internal maupun external.
6. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga menembak dan
pelestarian lingkungan
7. Penggalangan dana

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 3


BAB IV
KEANGGOTAAN

BAGIAN KESATU
KEANGGOTAAN

PASAL 9
1. Keanggotaan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Terdiri dari :
 Anggota Kehormatan
 Anggota Perorangan

2. Tata cara penerimaan serta syarat keanggotaan akan di atur dalam ANGGARAN
RUMAH TANGGA

BAGIAN KEDUA
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

PASAL 10
1. Hak Anggota dapat mengikuti kegiatan dalam lingkup PERBAKIN dan berkewajiban
melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB, Peraturan dan keputusan yang ditetapkan oleh MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB.

2. Hak dan Kewajiban anggota diatur lebih lanjut dalam ANGGARAN RUMAH TANGGA.

BAGIAN KETIGA
KEHILANGAN STATUS KEANGGOTAAN

PASAL 11
1. Setiap anggota dapat kehilangan status keanggotaannya karena :
 Meninggal dunia
 Mengundurkan diri
 Tidak memperpanjang KTA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB atau
 Diberhentikan

2. Kehilangan status keanggotaan sebagaimana dimaksud pada PASAL. 11 ayat.1


mengakibatkan kehilangan status keanggotaan untuk segala tingkatan tanpa
kecuali.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 4


BAGIAN KEEMPAT
KTA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

PASAL 12
Kartu Tanda Anggota (KTA) MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah kartu identitas
keanggotaan perorangan yang diterbitkan untuk klub.

PASAL 13
Kartu Tanda Anggota (KTA) Beserta identitas pengurus dan Identitas diri diterbitkan
oleh MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB dengan kewajiban meregistrasi nomor
keanggotaan kepada PERBAKIN KOTA MAKASSAR

BAB V
PENGURUS HARIAN DAN MASA BAKTI

BAGIAN KESATU
PENGURUS HARIAN

Paragraf 1
Susunan Pengurus Harian Klub

PASAL 14
Susunan Pengurus Klub Menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB :
1. Badan Pelindung
2. Badan Pembina
3. Badan Pendiri
4. Badan Penasehat
5. Ketua dan Wakil Ketua
6. Sekretaris dan Wakil Sekretaris
7. Bendahara dan Wakil Bendahara
8. Bidang – Bidang
a. Organisasi
b. Hukum dan etika
c. Humas & IT
d. Tembak Sasaran
- Komisi pelatihan dan pendidikan

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 5


e. Tembak Berburu
- Komisi Metal Silhouette
- Komisi Lingkungan Hidup dan area berburu
f. Tembak Reaksi
- Komisi AAIPSC
g. Dana dan Usaha
h. Sarana Prasarana

Paragraf 2
Badan Pelindung

PASAL 15
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
mempunyai badan pelindung antara lain :
1. WALIKOTA MAKASSAR
2. DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA MAKASSAR
3. DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR

Paragraf 3
Badan Pembina

PASAL 16
Badan Pembina MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Terdiri dari :
1. KONI KOTA MAKASSAR
2. PERBAKIN KOTA MAKASSAR

Paragraf 4
Badan Pendiri

PASAL 17
1. Demi menjaga stabilitas roda organisasi klub menembak MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB, maka dianggap perlu membentuk badan pendiri.

2. Badan Pendiri klub terdiri dari inisiator terbentuknya MAKASSAR FIRE SHOOTING
CLUB.
Paragraf 5
Badan Penasehat

PASAL 18
1. Didalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengurus harian
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, maka dibentuk badan penasehat.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 6


2. Anggota badan penasehat terdiri dari mantan ketua klub, pejabat struktural di
instansi DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR
dan tokoh senior olahraga menembak yang secara luar biasa telah menyumbangkan
tenaga, fikiran, dan jasanya bagi perkembangan dan pembinaan olahraga
menembak.

3. Badan penasehat bertugas memberikan pertimbangan kepada ketua dalam


menjalankan organisasi.

BAGIAN KEDUA
MASA BAKTI KEPENGURUSAN

PASAL 19
1. Masa bakti Pengurus harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah 4 (empat)
tahun sesuai dengan masa bakti Ketua terhitung mulai tanggal ditetapkan dalam
surat keputusan MUSYAWARAH BESAR KLUB.

2. Jabatan Ketua Umum dapat dijabat oleh orang yang sama paling banyak 2 (dua) kali
masa bakti.

3. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub.

4. Daftar nama susunan pengurus harian klub adalah sebagaimana terlampir dalam
Lampiran 01 ANGGARAN DASAR ini.

5. Rincian tugas pokok dan fungsi pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
diatur lebih lanjut di dalam ANGGARAN RUMAH TANGGA.

BAB VI
WILAYAH KERJA

PASAL 20
Wilayah kerja MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB meliputi seluruh wilayah hukum
KOTA MAKASSAR.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 7


BAB VII
MUSYAWARAH KLUB DAN RAPAT KERJA KLUB

BAGIAN KESATU
MUSYAWARAH KLUB

Paragraf 1
Jenis dan Tingkatan Musyawarah Klub

PASAL 21
1. Jenis Musyawarah Klub :
a. Musyawarah Besar Klub.
b. Musyawarah Luar Biasa Klub.
c. Musyawarah Klub Khusus.

2. Singkatan Jenis Musyawarah Klub :


a. Musyawarah Besar Klub disingkat “MUBESKLUB”
b. Musyawarah Luar Biasa Klub disingkat “MUSLUBKLUB”
c. Musyawarah Klub Khusus disingkat “MUSKLUBSUS”

Paragraf 2
Musyawarah Besar Klub “MUBESKLUB”

PASAL 22
1. MUBESKLUB adalah forum pemegang kekuasaan tertinggi MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB yang diselenggarakan sekali dalam setiap 4 (empat) tahun.

2. MUBESKLUB dipimpin oleh pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUBESKLUB.

3. MUBESKLUB bertugas untuk :


a. Menetapkan Peraturan MUBESKLUB tentang tata tertib dan acara MUBESKLUB
b. Memilih pimpinan MUBESKLUB dari dan oleh peserta MUBESKLUB
c. Meminta dan memutuskan segala sesuatu mengenai Laporan Pertanggung
Jawaban Ketua Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, baik
laporan kerja maupun laporan keuangan;

d. Menetapkan Peraturan MUBESKLUB tentang Arah Kebijakan Umum Organisasi


sebagai pedoman untuk dilaksanakan 4 (empat) tahun kedepan;

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 8


e. Memilih dan menetapkan Ketua Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING
CLUB, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Formatur untuk menyusun dan
membentuk Pengurus Harian Klub;

f. Ketua Terpilih Memilih 2 (dua) orang anggota formatur untuk mendampingi /


membantu Ketua dalam menyusun dan membentuk Pengurus Harian Klub.

g. Membahas dan memutuskan hal-hal lain yang dianggap perlu sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan organisasi.

PASAL 23
1. MUBESKLUB dihadiri oleh :
a. Pengurus Besar MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.
b. Utusan dari PERBAKIN KOTA MAKASSAR.
c. Undangan yang dianggap perlu sebagai peninjau.

2. Tata cara penyelenggaraan MUBESKLUB diatur lebih lanjut di dalam Anggaran


Rumah Tangga.

Paragraf 3
Musyawarah Luar Biasa Klub “MUSLUBKLUB”

PASAL 24
1. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan dalam hal Ketua Pengurus Harian MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB tidak dapat menjalankan amanat MUBESKLUB.

2. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan atas dasar :


a. REKOMENDASI Badan Pendiri MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, atau
b. Permintaan tertulis oleh sekurang kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah
Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.

3. Salah satu dasar sebagaimana dimaksud pada ayat.2 harus menyebutkan secara
singkat dan jelas mengenai tujuan dan alasan diselenggarakannya MUSLUBKLUB.

4. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib menyelenggarakan


MUSLUBKLUB apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat.1, ayat.2 dan
ayat.3 terpenuhi.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 9


PASAL 25
1. MUSLUBKLUB dihadiri oleh :
a. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB;
b. Undangan yang dianggap perlu sebagai peninjau.

2. MUSLUBKLUB dipimpin oleh Pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUSLUBKLUB.

3. Tata cara penyelenggaraan MUSLUBKLUB diatur lebih lanjut di dalam Anggaran


Rumah Tangga.

Paragraf 4
Musyawarah Klub Khusus “MUSKLUBSUS”

PASAL 26
1. MUSKLUBSUS dapat diselenggarakan dalam hal diperlukan perubahan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

2. MUSKLUBSUS hanya dapat diselenggarakan satu kali dalam satu periode


kepengurusan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.

PASAL 27
1. MUSKLUBSUS dihadiri oleh:
a. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB;
b. Undangan yang dianggap perlu sebagai peninjau.

2. MUSKLUBSUS dipimpin oleh Pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUSKLUBSUS.

BAGIAN KEDUA
RAPAT KERJA KLUB (RAKERKLUB)

PASAL 28
1. RAKERKLUB diselenggarakan oleh Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING
CLUB sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.

2. RAKERKLUB dihadiri oleh :


a. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.
b. Undangan

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 10


3. RAKERKLUB dipimpin oleh Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.

4. Tata cara penyelenggaraan RAKERKLUB diatur lebih lanjut di dalam Anggaran


Rumah Tangga.

PASAL 29
RAKERKLUB bertugas untuk :
1. Mengadakan evaluasi terhadap peraturan MUBESKLUB tentang arah kebijakan
umum organisasi yang ditetapkan oleh MUBESKLUB.

2. Mengadakan penyempurnaan dan menetapkan peraturan MUBESKLUB tentang


arah kebijakan umum organisasi yang ditetapkan oleh MUBESKLUB untuk sisa
masa bakti.

3. Membahas dan mengesahkan rancangan peraturan MAKASSAR FIRE SHOOTING


CLUB.

4. Mengusulkan dan menetapkan rencana tempat penyelenggaraan Kompetisi,


perlombaan, atau kejuaraan menembak.

5. Membahas dan menetapkan usulan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan


persyaratan dan tata cara penjaringan, penyaringan, dan pemilihan calon Ketua
Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB ; dan/atau

6. Membahas dan memutuskan hal-hal yang dianggap perlu sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan pembinaan olahraga atau organisasi.

BAGIAN KETIGA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PASAL 30
1. Pengambilan keputusan dalam MUBESKLUB, MUSLUBKLUB, RAKERKLUB Pada
dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat.

2. Apabila cara pengambilan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat.1 tidak


terpenuhi, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak

PASAL 31
Setiap musyawarah atau rapat Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
dapat mengambil keputusan apabila memenuhi kuorum.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 11


PASAL 32
1. Setiap musyawarah atau rapat kerja MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB memenuhi
kuorum apabila Dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah
peserta yang berhak hadir.

2. Keputusan musyawarah atau rapat MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB sebagaimana


dimaksud pada ayat.1 dinyatakan sah apabila Disetujui oleh sekurang-kurangnya
50 persen +1 dari jumlah peserta yang hadir.

3. Apabila kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat.1 tidak terpenuhi, musyawarah


atau rapat kerja ditunda paling banyak 2 (dua) kali dengan tenggang waktu masing-
masing tidak lebih dari 1 (satu) jam.

4. Apabila setelah penundaan sebagaimana dimaksud ayat.3, kuorum sebagaimana


dimaksud ayat.1 pasal ini belum juga terpenuhi, musyawarah atau rapat kerja tetap
dapat dilanjutkan dan dinyatakan sah.

5. Setiap penundaan musyawarah atau rapat kerja, dibuat berita acara penundaan
yang ditandatangani oleh pimpinan musyawarah atau rapat kerja.

PASAL 33
Setiap keputusan Musyawarah dan Rapat MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, baik
berdasarkan musyawarah untuk mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak,
merupakan kesepakatan untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak yang terkait dalam
pengambilan keputusan.

BAB VIII
LAMBANG DAN ATRIBUT

PASAL 34
1. Jenis Lambang dan Atribut MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB meliputi :
a. Lambang
b. Bendera Pataka
c. Seragam

2. Bentuk, warna, dan penjelasan makna lambang dan atribut MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 12


BAB IX
KEKAYAAN DAN PENDAPATAN KLUB

BAGIAN KESATU
KEKAYAAN

PASAL 35
Harta Benda Organisasi Menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB terdiri dari :
1. Lambang dan Atribut MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.
2. Uang
3. Inventaris dan alat perlengkapan
4. Dokumentasi

BAGIAN KEDUA
SUMBER PENDANAAN

PASAL 36
Sumber pendanaan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB diperoleh dari :
1. Uang pangkal;
2. Uang iuran anggota;
3. Bantuan pemerintah daerah;
4. Sumber lainnya yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB X
PENGAWASAN

PASAL 37
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berada dalam pengawasan DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar.

2. Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat.1 dilakukan dengan prinsip


transparansi dan akuntabilitas.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 13


BAB XI
JENIS DAN HIERARKI PRODUK HUKUM
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

BAGIAN KESATU
PERATURAN DAN KEPUTUSAN

PASAL 38
Produk hukum diambil berdasarkan AD ART PB. PERBAKIN antara lain :
1. Peraturan dan
2. Keputusan

BAGIAN KEDUA
PERATURAN

PASAL 39
1. Peraturan adalah yang dibentuk melalui musyawarah dan rapat kerja MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB yang berlaku terus menerus, dan mengikat.

2. Hirarki peraturan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB :


a. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB PERBAKIN
b. Peraturan MUNAS dan / atau MUNASLUB
c. Peraturan PB PERBAKIN
d. Peraturan MUSPROV dan / atau MUSPROVLUB
e. Peraturan PENGPROV PERBAKIN
f. Peraturan MUSKOT dan / atau MUSKOTLUB
g. Peraturan PENGKOT PERBAKIN
h. Peraturan MUBESKLUB dan / atau MUSLUBKLUB

3. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
adalah ketentuan dasar organisasi yang meliputi asas dan dasar pembentukan,
tujuan, keanggotaan, dan susunan Pengurus Harian serta materi muatan lainnya
yang disepakati dalam MUSKLUBSUS.

4. Peraturan MUBESKLUB dan/atau MUSLUBKLUB adalah ketentuan yang dibentuk


berdasarkan persetujuan bersama dalam MUBESKLUB atau MUSLUBKLUB.

5. Peraturan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah ketentuan yang dibentuk


berdasarkan persetujuan bersama Pengurus Harian dalam RAKERKLUB untuk
menyelenggarakan organisasi berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 14


BAGIAN KETIGA
KEPUTUSAN

PASAL 40
1. Keputusan adalah ketetapan tertulis yang dibuat oleh pengurus harian klub yang
bersifat konkrit, individual, dan final.

2. Keputusan tertinggi di klub MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah Keputusan


KETUA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.

BAB XII
OLAHRAGA MENEMBAK

BAGIAN KESATU
DISIPLIN ILMU OLAHRAGA MENEMBAK
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

PASAL 41
1. Jenis disiplin ilmu olahraga menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah:
a. Olahraga Berburu;
b. Olahraga Tembak Sasaran; dan
c. Olahraga Tembak Reaksi
PASAL 42
1. Olahraga berburu untuk kepentingan latihan dan atau perlombaan adalah olahraga
- menembak sasaran dengan objek berbentuk satwa buru terbuat dari logam atau
kertas lesan ring target dengan menggunakan senapan api dan senapan angin
berdasarkan ketentuan dasar menembak yang beretika dan terorganisir.

2. Afiliasi Internasional olahraga Berburu dan versi berburu dunia adalah Safari Club
International (SCI), National Rifle Association (NRA), International Metallic
Silhouette Shooting Union (IMSSU) dan World Rimfire and Air Rifle Banchrest
Federation (WRABF).

PASAL 43
1. Olahraga Tembak Sasaran adalah Olahraga menembak yang melibatkan
konsentrasi, kemahiran dan fokus untuk memperoleh nilai / angka tertinggi.

2. Olahraga Tembak Sasaran adalah salah satu cabang olahraga pada multi-event di
tingkat Nasional maupun Internasional.

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 15


3. Tembak Sasaran berafiliasi pada Asian Shooting Confederation (ASC) dan
Internasional Sport Shooting Federation (ISSF).

PASAL 44
1. Olahraga Tembak Reaksi adalah Olahraga Menembak dengan perpaduan antara
akurasi, kekuatan, dan kecepatan yang menjadi kombinasi berbagai sasaran diam
dan/atau bergerak.

2. Tembak Reaksi adalah olahraga yang diperlombakan di tingkat Provinsi, Nasional


dan Internasional.

3. Tembak Reaksi berafiliasi pada International Practical Shooting Confederation


(IPSC).

BAGIAN KEDUA
PENATARAN OLAHRAGA MENEMBAK

PASAL 45
1. Setiap anggota perorangan klub menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
wajib mengikuti Penataran Umum Dasar olahraga menembak - untuk memperoleh
sertifikat yang diterbitkan oleh PB PERBAKIN sebagai bukti atas kompetensi dan
kemahiran menembak.

2. Anggota perorangan klub menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB dapat


mengikuti Penataran disiplin olahraga Tembak Reaksi dan Pelatihan Dasar Berburu
setelah mengikuti Penataran Umum Dasar olahraga menembak.

BAB XIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PASAL 46
1. Perubahan atau penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
dapat dilakukan melalui keputusan MUBESKLUB atau dilakukan melalui
MUSKLUBSUS.

2. Perubahan atau penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga


melalui MUSKLUBSUS dapat diselenggarakan atas dasar :

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 16


a. Permintaan tertulis oleh sekurang kurangnya 50 persen +1 dari jumlah
Pengurus Harian.
b. Keputusan MUBESKLUB atau
c. Usulan PERBAKIN KOTA MAKASSAR (jika terdapat kekeliruan).

3. Permintaan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat. 2 huruf. a harus


menyebutkan secara singkat dan jelas mengenai tujuan dan alasan diadakan
perubahan dan/atau penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.

BAB XIV
PEMBUBARAN KLUB

PASAL 47
Pembubaran MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB hanya dapat terjadi apabila :
1. Dibubarkan oleh pemerintah karena keputusan hukum melalui pengadilan.
2. Dibubarkan karena aturan perundang undangan

BAB XV
PENUTUP

PASAL 48
1. Hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur di
dalam Anggaran Rumah Tangga.

2. Anggaran Dasar ini di tetapkan dan diberlakukan pada Hari Minggu tanggal 28 Juni
2020 yang di sahkan oleh amanat MUSKLUBSUS melalui perumusan tim
penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 28 Juni 2020

PENGURUS
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

FIRDAUS, SE
KETUA

ANGGARAN DASAR : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 17


PENDAHULUAN
Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan
merupakan pelengkap dari Anggaran Dasar yang bertujuan untuk memberikan
penjelasan dan rincian dalam rangka pelaksanaan Anggaran Dasar

BAB I
TUJUAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAGIAN KESATU
TUJUAN

PASAL 1
Untuk mencapai tujuan organisasi, Makassar Fire Shooting Club melakukan upaya-
upaya dan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Melakukan perekrutan petembak guna di arahkan sesuai aturan yang kemudian


melakukan pembinaan dasar mengenai olah raga menembak.

2. Melakukan pembinaan dasar tentang tata cara menembak secara teratur sesuai
dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang
ditetapkan oleh pemerintah dan badan internasional olahraga menembak dan
berburu yang terkait;

3. Merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan berupa event kejuaraan


menembak dan berburu, serta mengikuti perlombaan dan Kejuaraan menembak
baik di tingkat daerah, nasional, regional maupun internasional.

4. Mengikuti pendidikan dan pelatihan menembak


5. Membina hubungan baik sesama klub menembak
6. Ikut serta dalam Membantu pemerintah dan instansi terkait dalam hal olahraga
menembak serta ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

7. Upaya-upaya lain yang tidak bertentangan dengan tujuan Makassar Fire Shooting
Club.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 18


BAGIAN KEDUA
TUGAS POKOK

PASAL 2
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB mempunyai tugas pokok sebagai pembinaan
personil dalam lingkup dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta anggota
yang tergabung dari luar lingkup dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk
pembinaan dasar kegiatan olahraga menembak demi menghasilkan atlet serta prestasi
untuk regional, nasional dan internasional.

BAGIAN KETIGA
FUNGSI

PASAL 3
Makasar Fire Shooting Club berfungsi sebagai :
1. Secara khusus sebagai salah satu kegiatan pembinaan personil bagi anggota DINAS
PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR
2. Menerapkan dan Menjalankan peraturan 3 (tiga) disiplin olahraga menembak yaitu
OLAHRAGA TEMBAK SASARAN, OLAHRAGA BERBURU, dan OLAHRAGA TEMBAK
REAKSI yang dikeluarkan oleh PB. PERBAKIN dalam bentuk peraturanresmi
PERBAKIN yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

3. Melakukan perekrutan anggota menembak yang kemudian diberikan pembinaan


dasar maupun pelatihan guna menciptakan bibit atlet menembak yang berbakat.

4. Melakukan pengadaan fasilitas menembak untuk internal klub dalam hal untuk
membantu meningkatkan skill calon atlet menembak.

5. Menyelenggarakan kompetisi kejuaraan menembak yang terlebih dahulu


melakukan koordinasi dengan badan Pembina klub setingkat lebih tinggi dalam
rangka melakukan monitoring terhadap atlet dari segi prestasi dan mental.

6. Ikut terlibat dalam pengembangan maupun penerapan teknologi dan pelestarian


lingkungan hidup yang bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem alam.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 19


BAB II
KEANGGOTAAN

BAGIAN KESATU
KEANGGOTAAN

PASAL 4
1. Keanggotaan Makassar Fire Shooting Club antara lain :
a. Anggota kehormatan adalah orang yang telah berjasa terhadap olahraga
menembak dan terkhusus kepada Makassar Fire Shooting Club yang
ditetapkan status keanggotaannya oleh Ketua Makassar Fire Shooting Club.

b. Anggota Perorangan Makassar Fire Shooting Club berasal dari lingkungan


DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar dan/atau
Anggota keluarga serta orang yang direkomendasikan adalah seseorang yang
telah tergabung dalam keanggotaan klub serta memiliki KTA Klub yang
diterbitkan oleh Makassar Fire Shooting Club dan telah mendapatkan nomor
registrasi keanggotaan dari PERBAKIN KOTA MAKASSAR.

PASAL 5
Tata cara penerimaan serta syarat menjadi anggota Makassar Fire Shooting Club :
1. Anggota Kehormatan :
a. Orang yang memiliki jasa yang luar biasa terhadap olah raga menembak.
b. Orang yang memiliki jasa dan peranan yang luar biasa terhadap klub.
c. Tokoh masyarakat atau instansi tertentu yang dianggap penting.

2. Anggota Perorangan :
a. Warga Negara Indonesia
b. Anggota DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar
dan/atau Anggota keluarga serta orang yang direkomendasikan oleh Anggota
DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar.
c. Memiliki KTA Makassar Fire Shooting Club sbagai syarat keanggotaan
d. Sanggup mengikuti aturan yang berlaku dalam organisasi Makassar Fire
Shooting Club.

e. Tidak pergabung sebagai anggota organisasi resmi klub menembak PERBAKIN


di seluruh Indonesia.

f. Sehat jasmani dan rohani

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 20


BAGIAN KEDUA
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

PASAL 6
Hak dan kewajiban Anggota Makassar Fire Shooting Club meliputi :
1. Hak setiap anggota :
a. Memilih dan dipilih sebagai pengurus harian klub.
b. Mendapatkan pembelaan organisasi
c. Mendapatkan Fasilitas alat menembak untuk kepentingan olahraga menembak.
d. Mengikuti kegiatan pelatihan serta kompetisi kejuaraan olahraga menembak.

e. Menghadiri dan menyatakan pendapat, dalam musyawarah atau rapat-rapat


organisasi Makassar Fire Shooting Club.

f. Meminta penjelasan mengenai kebijakan organisasi klub menembak


g. Mendapatkan serta Memakai atribut berupa KTA, logo dan pakaian Makassar
Fire Shooting Club sebagai syarat keanggotaan dan logo / lambing lainnya yang
sesuai kompetensi serta tidak melanggar dari peraturan pemakaian atribut
menembak yang telah ditentukan dalam peraturan resmi PB. PERBAKIN.

h. Memperoleh tanda-tanda kemahiran dan tanda-tanda kehormatan sesuai


ketentuan yang berlaku

2. Kewajiban setiap anggota :


a. Mentaati ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar
Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan yang di tetapkan Makassar
Fire Shooting Club, serta peraturan perundang - undangan lainnya.

b. Aktif, tekun dan berdedikasi melaksanakan peraturan/ kebijakan/ keputusan


dan instruksi-instuksi Pengurus Makassar Fire Shooting Club.

c. Menjunjung tinggi, membela nama dan kehormatan organisasi; dan


d. Memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan yang ditetapkan oleh organisasi.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 21


BAGIAN KETIGA
KEHILANGAN STATUS KEANGGOTAAN
DAN PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN SEMENTARA

PASAL 7
1. Meninggal dunia.
2. Menyatakan pengunduran diri.
3. Tidak memperpanjang masa berlaku KTA Makassar Fire Shooting Club yang
dimana dianggap sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota organisasi
klub menembak Makassar Fire Shooting Club.

4. diberhentikan oleh Makassar Fire Shooting Club karena melakukan tindakan yang
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Klub , atau
yang merugikan organisasi klub menembak Makassar Fire Shooting Club atau
melakukan tindakan indisipliner atau melanggar kode etik Makassar Fire
Shooting Club. Dengan demikian anggota yang diberhentikan secara penuh wajib
mengembalikan seluruh atribut yang meliputi KTA, Logo dan Pakaian yang
kesemuanya berhubungan dengan organisasi klub menembak Makassar Fire
Shooting Club.

PASAL 8
1. Makassar Fire Shooting Club dapat menjatuhkan pemberhentian sementara
terhadap anggota dengan alasan:

a. Anggota yang bersangkutan melakukan pelanggaran terhadap satu atau


beberapa ketentuan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga Makassar
Fire Shoting Club atau

b. Anggota yang bersangkutan melakukan tindakan merugikan kepentingan


Makassar Fire Shooting Club.

2. Apabila dalam masa pemberhentian sementara, anggota yang bersangkutan tidak


dapat memperbaki tindakannya maka Makassar Fire Shooting Club dapat
melakukan pemberhentian dan mencabut status keanggotaanya secara penuh.

3. Apabila dalam masa pemberhentian sementara, anggota yang bersangkutan dapat


memperbaki tindakannya maka Makassar Fire Shooting Club dapat melakukan
pencabutan pemberhentian sementara dan melakukan pemulihan nama baiknya.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 22


4. Pemberhentian sementara hanya dapat berlaku paling lama untuk waktu 6 (enam)
bulan terus menerus dan apabila tidak ada tindakan lanjutan yang dilakukan
setelah lewatnya waktu 6 (enam) bulan tersebut, maka pemberhentian sementara
akan gugur dengan sendirinya.

5. Sebelum tindakan pemberhentian sementara dijatuhkan kepada anggota yang


hendak diberhentikan untuk sementara itu harus diberikan kesempatan untuk
membela diri.

BAB III
PENGURUS HARIAN KLUB DAN MASA BAKTI

BAGIAN KESATU
SUSUNAN PENGURUS HARIAN KLUB

PASAL 9
1. Unsur Pimpinan Makassar Fire Shooting Club merupakan Unsur pimpinan
eksekutif yang dipilih dan disahkan oleh MUBESKLUB.

2. Susunan Pengurus Harian Makassar Fire Shooting Club terdiri dari :


a. Unsur Pimpinan Pengurus Harian :
 Seorang Ketua
 Seorang Wakil Ketua
 Seorang Sekretaris dan wakil Sekretaris
 Seorang Bendahara dan seorang Wakil Bendahara.

b. Unsur Ketua Bidang Pelaksana :


 Bidang Organisasi,
 Bidang Hukum dan Etika
 Bidang Humas dan IT
 Bidang Tembak Sasaran
 Bidang Berburu
 Bidang Tembak Reaksi,
 Bidang Dana dan Usaha;
 Bidang Sarana Prasarana

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 23


c. Pelaksana khusus adalah Beberapa ketua Komisi yang berada di bawah Ketua
Bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan fungsional khusus :
 Komisi pelatihan dan pendidikan (bidang tembak sasaran)
 Komisi Metal Silhouette dan High Power Rifle (HPR)(bidang berburu)
 Komisi Lingkungan hidup dan area buru (bidang berburu)
 Komisi AAIPSC (bidang tembak reaksi)

3. Pengurus harian Makassar Fire Shooting Club dalam melaksanakan tugasnya


dilindungi oleh Badan Pelindung dan didampingi oleh Badan Pembina, Badan
Pendiri dan Badan Penasehat.

4. Pengurus harian Makassar Fire Shooting Club wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub serta setiap produk hukum yang telah ditetapkan.

5. Dalam hal Ketua berhalangan tetap maka:


a. Apabila masa jabatan Ketua Makassar Fire Shooting Club dimaksud belum
dilaksanakan sampai dengan 1 (satu) tahun maka dilakukan pemilihan ulang
melalui MUBESKLUB atau MUSLUBKLUB.

b. Apabila jabatan Ketua Makassar Fire Shooting Club telah dilaksanakan lebih
dari 1 (satu) tahun, maka Wakil Ketua Makassar Fire Shooting Club diangkat
sebagai Ketua Makassar Fire Shooting Club dan dilakukan pemilihan Wakil
Ketua Makassar Fire Shooting Club untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil
Ketua Makassar Fire Shooting Club melalui Rapat Pengurus Harian Makassar
Fire Shooting Club.

BAGIAN KEDUA
MASA BAKTI KEPENGURUSAN

PASAL 10
1. Masa bakti Pengurus harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah 4 (empat) tahun
mulai tanggal ditetapkan dalam surat keputusan MUSYAWARAH BESAR KLUB.

2. Jabatan Ketua dijabat oleh orang yang sama paling banyak 2 (dua) kali masa bakti.

3. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub.

4. Jabatan Ketua Umum hanya dapat dijabat oleh seseorang dengan batas usia setinggi
tingginya 70 tahun pada saat dipilih dan sehat jasmani dan rohani.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 24


BAB IV
KRITERIA PIMPINAN DAN TUGAS POKOK
SERTA FUNGSI PENGURUS HARIAN

BAGIAN KESATU
KRETERIA KETUA DAN WAKIL KETUA

PASAL 11
Ketua dan Wakil Ketua harus memenuhi kriteria :
1. Memiliki Kartu Tanda Anggota Makassar Fire Shooting Club

2. Mempunyai visi, pengetahuan dan kemampuan manajemen khususnya manajemen


olahraga menembak.

3. Mempunyai komitmen dan waktu yang cukup untuk pengembangan dan


pembinaan olahraga menembak.

4. Mampu mengembangkan potensi yang dapat melahirkan atlet berprestasi.


5. Mampu menjadi pengayom bagi para anggota.
6. Mampu mengkoordinasikan hubungan kerja yang harmonis antara klub resmi
olahraga menembak.

7. Mampu menggalang dana untuk mengoptimalkan dan menghasilkan prestasi.

BAGIAN KEDUA
FUNGSI PENGURUS HARIAN

PASAL 12
1. Tugas pokok dan fungsi Ketua pengurus harian adalah :
a. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi klub menembak.
b. Merumuskan kebijakan untuk mengembangkan potensi calon atlet.
c. Menyelenggarakan pembinaan dasar dan pengembangan kegiatan olahraga
menembak dan berburu yang pelaksanaannya dilakukan oleh anggota internal
klub.

d. Bertindak untuk dan atas nama Makassar Fire Shooting Club, baik di dalam
maupun di luar Pengadilan.

e. Bertanggung jawab dan mengusahakan agar seluruh produk hukum dapat


dilaksanakan dan dipenuhi dengan baik.
ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 25
f. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua Umum
PERBAKIN KOTA MAKASSAR dan MUBESKLUB.

2. Tugas pokok dan fungsi Wakil Ketua pengurus harian adalah :


a. Membantu Ketua dalam menjalankan tugasnya Mewakili Ketua apabila
berhalangan.

b. Melaksanakan tugas-tugas harian Ketua


c. Membantu Ketua Makassar Fire Shooting Club dalam pengawasan internal
semua kegiatan mengenai keuangan baik penerimaan maupun pengeluaran
oleh Makassar Fire Shooting Club atau program-program yang pendanaan
nya dibiayai Makassar Fire Shooting Club.

d. Secara periodik melakukan pemeriksaan laporan Keuangan Klub dan


melaporkan ke Ketua, yang terdiri atas laporan bulanan dan tahunan.

e. Memberikan laporan, saran dan pertimbangan kepada Ketua Makassar Fire


Shooting Club mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan bidang
tugasnya.

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Dalam melaksanakan


tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua

3. Tugas pokok dan fungsi Sekretaris adalah :


a. Mewakili Ketua atau Wakil Ketua apabila berhalangan.
b. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan bertanggung jawab atas kegiatan kerja
Kesekretariatan Makassar Fire Shooting Club.

c. Mengelola seluruh kebutuhan fasilitas dan perlengkapan dilingkungan


Sekretariat klub Makassar Fire Shooting Club.

d. Melaksanakan kegiatan ketatausahaan, pembinaan personil, pembinaan


material, perlengkapan dan kegiatan pembinaan ke rumahtanggaan Makassar
Fire Shooting Club.

e. Mempersiapkan dan menyelenggarakan rapat-rapat Makassar Fire Shooting


Club.

f. Mengkoordinasikan penyusunan laporan sekretariat secara periodic.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 26


g. Mengkoordinasikan persiapan dan penyelenggaraan setiap MUBESKLUB dan
RAKERKLUB.

h. Menjadi pendamping dan narasumber pada setiap MUBESKLUB dan


RAKERKLUB.

i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua.


j. Membentuk komisi-komisi kesekretariatan dan pegawai/staff kesekretariatan,
berdasarkan kebutuhan dan

k. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.

4. Tugas pokok dan fungsi Wakil Sekretaris adalah:


a. Membantu Sekretaris dalam menjalankan tugasnya.
b. Mewakili Sekretaris apabila berhalangan.
c. Membantu Menyusun rencana program kerja Makassar Fire Shooting Club.
d. Membantu Bidang Organisasi dalam hal perencanaan.
e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris; dan
f. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Sekretaris.

5. Tugas pokok dan fungsi Bendahara adalah :


a. Melaksanakan kebijakan umum serta kebijakan Ketua Makassar Fire Shooting
Club dalam urusan keuangan, perbendaharaan keuangan dan anggaran
berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

b. Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja klub.


c. Mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja yang telah
disetujui.

d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan pendanaan klub.


e. Bertanggung jawab terhadap pembukuan, verifikasi, dan pengeluaran sesuai
dengan peraturan yang berlaku.

f. Bertanggung jawab terhadap penyusunan laporan keuangan secara periodic.


g. Menjadi pendamping dan narasumber pada setiap MUBESKLUB dan
RAKERKLUB, dan

h. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 27


6. Tugas pokok dan fungsi Wakil Bendahara adalah :
a. Membantu Bendahara dalam menjalankan tugasnya.
b. Mewakili Bendahara apabila berhalangan.
c. Membantu bendahara Menyusun laporan kerja secara periodic.
d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bendahara; dan
e. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bendahara.

7. Tugas pokok dan fungsi Bidang Organisasi adalah :


a. Membantu Ketua dalam bidang Organisasi.
b. Mengoordinasikan penyusunan rancangan program kerja Makassar Fire
Shooting Club dalam Bidang Organisasi.

c. Memberikan saran-saran kepada Ketua dalam bidang pembinaan organisasi.


d. Mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan anggota.
e. Memberikan pengarahan di bidang organisasi dalam setiap MUBESKLUB dan
RAKERKLUB.

f. Menyusunan laporan kerja secara periodic dan


g. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari bertanggung jawab kepada Ketua.

8. Tugas pokok dan fungsi Bagian Hubungan Masyarakat dan IT adalah:


a. Menyusun rancangan program kerja Makassar Fire Shooting Club mengenai
media dan hubungan masyarakat.

b. Mengkoordinasikan dan mempersiapkan materi berita Mengkoordinasikan,


mempersiapkan, dan menerbitkan bahan- bahan publikasi yang terkait
Makassar Fire Shooting Club.

c. Mendokumentasikan setiap kegiatan Makassar Fire Shooting Club.


d. Membina hubungan dan kebersamaan dengan dengan sesame anggota klub
menembak dikota Makassar.

e. Memberikan saran dan rekomendasi kepada Sekretaris tentang olahraga


pembinaan dasar anggota klub.

f. Menyusun laporan kerja secara periodic.


g. Berkoordinasi dengan Hubungan Masyarakat PERBAKIN KOTA MAKASSAR dan
h. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari bertanggung jawab kepada Ketua.
ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 28
9. Tugas pokok dan fungsi Bidang Hukum dan Etika adalah :
a. Menyusun rancangan program kerja Makassar Fire Shooting Club mengenai
Bidang Hukum.

b. Melakukan kajian atas setiap usul perubahan Peraturan - Peraturan yang


dikeluarkan oleh Makassar Fire Shooting Club dan Berkoordinasi dengan
Bidang Hukum dan etika PERBAKIN KOTA MAKASSAR.

c. Memberikan pertimbangan mengenai setiap permasalahan yang menyangkut


persyaratan keanggotaan dan status anggota Makassar Fire Shooting Club.

d. Memberikan pertimbangan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan


pelanggaran organisasi.

e. Bertindak atas nama Makassar Fire Shooting Club dalam penyelesaian


masalah hukum yang berhubungan dengan anggota maupun pihak ketiga.

f. Mendokumentasikan produk hukum yang berkaitan dengan keolahragaan


menembak.

g. Menyusun laporan kerja secara periodic.


h. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dikoordinasikan dengan Bidang
Organisasi dan bertanggung jawab kepada Ketua.

10. Tugas pokok dan Fungsi Bidang berburu :


a. Membantu Ketua dalam pelaksanaan program olahraga berburu.
b. Menyususn rancangan program kerja Makassar Fire Shooting Club dalam
bidang olahraga berburu.

c. Mengkoordinasikan pembinaan dasar dan pelaksanaan kegiatan anggota dalam


bidang olahraga berburu.

d. Memberikan pengarahan di bidang olahraga berburu.


e. Bertindak sebagai narasumber dalam bidang olahraga berburu pada setiap
MUBESKLUB dan RAKERKLUB.

f. Membentuk komisi-komisi bidang berburu berdasarkan kebutuhan klub, dan


g. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 29


11. Tugas pokok dan fungsi Bidang Tembak Sasaran adalah :
a. Membantu Ketua dalam bidang pembinaan tembak sasaran.
b. Mengkoordinasikan penyusunan rancangan program Makassar Fire Shooting
Club dalam bidang pembinaan tembak sasaran.

c. Melakukan kegiatan pembibitan dan pemanduan bakat tembak sasaran.


d. Memberikan akses dalam hal kegiatan pendidikan dan penataran tembak
sasaran yang akan diikuti oleh anggota.

e. Mengkoordinasikan pembinaan dan pengawasan setiap kegiatan anggota dalam


bidang tembak sasaran.

f. Memberikan pengarahan di bidang pelaksanaan tembak sasaran dalam setiap


even perlombaan tingkat kota.

g. Bertindak sebagai narasumber dalam bidang tembak sasaran pada setiap


MUBESKLUB dan RAKERKLUB.

h. Membentuk komisi-komisi bidang tembak sasaran berdasarkan kebutuhan, dan


i. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua.

12. Tugas pokok dan fungsi Bidang Tembak Reaksi adalah :


a. Membantu Ketua dalam bidang pembinaan tembak reaksi.
b. Mengkoordinasikan penyusunan rancangan program kerja Makassar Fire
Shooting Club dalam bidang pembinaan tembak reaksi.

c. Melakukan kegiatan pembibitan bakat tembak reaksi terhadap anggota.


d. Melaksanakan program latihan tembak reaksi.
e. Bertindak sebagai narasumber dalam bidang tembak reaksi pada setiap
MUBESKLUB dan RAKERKLUB.

f. Membentuk komisi-komisi bidang tembak reaksi berdasarkan kebutuhan klub.


g. Dan Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Ketua.

13. Tugas pokok dan fungsi Bidang Dana dan Usaha adalah:
a. Membantu Ketua dalam Bidang Dana dan Usaha.
b. Menyusun rancangan program kerja Makassar Fire Shooting Club dalam
Bidang Dana dan Usaha.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 30


c. Memberikan saran/masukan kepada ketua dan wakil ketua dalam bidang dana
dan usaha.

d. Memberi pengarahan di Bidang Dana dan Usaha dalam setiap MUBESKLUB dan
RAKERKLUB.

e. Mengkoordinasi dan mencari sumber dana dalam setiap event.


f. Bertindak sebagai narasumber pada setiap MUBESKLUB dan RAKERKLUB.
g. Membuat laporan Bidang Dana dan Usaha secara periodic (Bulan/Triwulan/
Semester/Tahun), dan

h. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.

14. Tugas pokok dan fungsi Bidang sarana prasarana adalah :


a. Membantu ketua dalam bidang sarana prasarana.
b. Menyususun rancagan program kerja sarana prasarana.
c. Memberikan saran / masukan kepada ketua tentang sarana prasarana.
d. Memberikan pengarahan di bidang sarana prasaranan dalam setiap
MUBESKLUB dan RAKERKLUB.

e. Mengkoordinasi setiap program sarana prasarana.


f. Bertindak sebagai narasumber pada setiap MUBESKLUB dan RAKERKLUB.
g. Membuat laporan bidang sarana prasarana secara periodic.
h. Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada ketua.

BAGIAN KETIGA
KEKOSONGAN KEPENGURUSAN

PASAL 13
1. Dalam hal terjadi kekosongan kepengurusan harian Makassar Fire Shooting Club,
Maka BADAN PENDIRI KLUB dapat mengambil alih kepengurusan harian
organisasi klub dengan menunjuk CARETAKER agar dapat melaksanakan
MUSLUBKLUB.

2. Kekosongan kepengurusan harian dan dengan tidak aktifnya badan pendiri maka
pihak PERBAKIN KOTA MAKASSAR berkoordinasi dengan DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR sebagai instansi yang
membawahi secara struktural dalam hal ini BIDANG PEMBINAAN PERSONIL
dapat menunjuk CARETAKER agar dapat melaksanakan MUSLUBKLUB.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 31


3. CARETAKER yang ditunjuk sebagai pelaksana persiapan MUSLUBKLUB berasal
dari internal DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA
MAKASSAR.

BAB V
PERSYARATAN BAKAL CALON KETUA, MEKANISME PENJARINGAN
CALON, SERTA PEMILIHAN KETUA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

BAGIAN KESATU
PERSYARATAN BAKAL CALON KETUA
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

PASAL 14
Bakal Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club harus memenuhi syarat :
1. Pegawai Negeri Sipil, Pegawai honor yang berasal dari instansi DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR dan/atau Anggota yang
memiliki KTA Makassar Fire Shooting Club serta Memperoleh surat rekomendasi
tertulis sekaligus izin tertulis Dari DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR

2. Merupakan anggota dan Mempunyai KTA Makassar Fire Shooting Club.


3. Tidak lebih dari umur 70 tahun
4. Membuat “SURAT PERNYATAAN” yang menyatakan :
a. Kesediaan, kesiapan dan kesanggupan sebagai Ketua
b. Riwayat hidup singkat.
c. Tidak pernah dijatuhi hukuman penjara dengan ancaman hukuman paling
sedikit 5 (lima) tahun berdasarkan putusan hakim yang mempunyai kekuatan
hukum tetap, dan

d. Kesediaan untuk memperkenalkan diri dan memaparkan visi dan misinya


sebagai Ketua Makassar Fire Shooting Club dihadapan peserta MUNAS atau
MUBESKLUB.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 32


BAGIAN KEDUA
MEKANISME PENJARINGAN CALON DAN PEMILIHAN KETUA
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

PASAL 15
Mekanisme Penjaringan Calon Ketua Umum dan Pemilihan Ketua dilakukan dengan
tahapan :
1. Pembentukan Tim Penjaringan dan Penyaringan.
2. Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
3. Penetapan Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
4. Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
5. Pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club, dan
6. Pengesahan Hasil Pemilihan dan Penetapan Ketua Makassar Fire Shooting Club.

Paragraf 1
Pembentukan Panitia Penjaring

PASAL16
1. Makassar Fire Shooting Club menyusun dan menetapkan Panitia Penjaring dan
penyaringan dengan Keputusan Ketua Makassar Fire Shooting Club.
2. Ketua Makassar Fire Shooting Club menyampaikan keputusan tentang Panitia
Penjaringan dan Penyaringan.
3. Tim Penjaring dan penyaring terdiri dari 5 (lima) orang, terdiri dari seorang Ketua,
seorang Sekretaris, keduanya merangkap anggota, dan 3 (tiga) orang anggota.

PASAL 17
Panitia Penjaring dan Penyaringan mempunyai tugas :
a. Mensosialisasikan syarat dan proses pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club.

b. Mengirimkan formulir Pengusulan Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club di


dalam format dan prosedur penyampaiannya sebagaimana diputuskan oleh Panitia
Penjaring dan Penyaringan.

c. Menerima pendaftaran bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.


d. Melakukan verifikasi persyaratan bakal calon Ketua dan

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 33


e. Melaporkan hasil penjaringan bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang
memenuhi syarat kepada MUBESKLUB.

Paragraf 2
Pembentukan Panitia Penjaring

PASAL 18
1. Tim Penjaring melaksanakan penjaringan dari usulan setiap anggota Makassar Fire
Shooting Club.

2. Tim Penjaring memproses usulan bakal calon Ketua yang diterima dalam batas
waktu sebagaimana ditentukan.

Paragraf 3
Penetapan Calon Ketua

PASAL 19
1. Hasil kerja Tim Penjaring dan Penyaringan dilaporkan secara tertulis dan apabila
diperlukan dilanjutkan dengan penjelasannya secara lisan kepada MUBESKLUB.

2. MUBESKLUB menetapkan bakal calon yang memenuhi syarat menjadi calon Ketua
Makassar Fire Shooting Club.

Paragraf 4
Pemaparan Visi dan Misi Calon Ketua
Makassar Fire Shooting Club

PASAL 20
1. Para calon Ketua diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan
menyampaikan paparan visi dan misinya di depan peserta MUBESKLUB sebelum
pemilihan dilakukan.

2. Setiap calon Ketua Umum/Ketua Perbakin diberikan waktu yang sama untuk
memperkenalkan diri dan menyampaikan visi serta misinya secara bergilir
berdasarkan undian yang dilakukan.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 34


Paragraf 5
Pemilihan

PASAL 21
Pelaksanaan pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club dilakukan secara langsung,
bebas, dan rahasia serta dipimpin oleh Pimpinan MUBESKLUB dengan dibantu oleh
Panitia Penyelenggara, dan disaksikan oleh 3 (tiga) orang saksi yang dipilih dari dan
oleh peserta MUBESKLUB.

PASAL 22
Sebelum dilaksanakan proses pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club, Pimpinan
MUBESKLUB wajib melakukan hal berikut :

1. Mengumumkan setiap anggota yang hadir dan hak suaranya.


2. Mengumumkan jumlah dan nama para calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
3. Mengumumkan Tahapan Pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club.
4. Mengumumkan dan memperlihatkan contoh Kartu Suara yang akan dipergunakan
untuk pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club, dan tata cara penggunaan dan
pengisiannya.

5. Melakukan pemilihan saksi-saksi.


6. Melakukan penunjukkan 3 (tiga) orang Petugas dari Panitia Penyelenggara untuk
membantu Pimpinan MUBESKLUB melaksanakan proses pemilihan dan
perhitungan suara.

PASAL 23
1. Apabila calon Ketua Makassar Fire Shooting Club terdiri dari 3 (tiga) orang atau
lebih, pemilihan dilakukan didalam 3 (tiga) tahap, yaitu :
a. Pemilihan Tahap pertama :
 Pemilihan tahap pertama dilakukan untuk memilih 2 (dua) orang calon dari
para calon yang ada, yaitu 2 (dua) orang calon Ketua Makassar Fire Shooting
Club yang memperoleh jumlah suara pemilih yang terbanyak satu dan dua
berhak maju ke pemilihan tahap kedua.

 Apabila di dalam Tahap Pertama ini terdapat calon Ketua Umum/Ketua


Perbakin yang memperoleh dukungan mayoritas sederhana (50 persen +1),
calon Ketua itu secara otomatis menjadi dan merupakan Ketua terpilih.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 35


b. Pemilihan Tahap kedua :
 Ke-2 (dua) orang calon Ketua Makassar Fire Shooting Club hasil pemilihan
tahap pertama maju untuk mengikuti pemilihan – tahap kedua yang wajib
dilaksanakan dengan segera setelah hasil Pemilihan Tahap Pertama
diumumkan.

 Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang memperoleh dukungan


mayoritas sederhana (50 persen +1) menjadi dan merupakan Ketua
Makassar Fire Shooting Club terpilih.

c. Pemilihan Tahap ketiga :


 Apabila pada pemilihan Tahap Kedua jumlah suara yang diperoleh ke-2
(dua) calon Ketua Makassar Fire Shooting Club sama, atau tidak ada yang
mencapai jumlah mayoritas sederhana (50 persen +1), maka dilakukan
pemilihan tahap ketiga yang wajib dilaksanakan dengan segera setelah hasil
Pemilihan Tahap Kedua diumumkan.

 Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang memperoleh dukungan suara
terbanyak menjadi Ketua terpilih.

 Apabila pada Pemilihan Tahap Ketiga putaran pertama itu jumlah suara yang
diperoleh ke-2 (dua) calon Ketua sama jumlahnya, harus dilakukan
pemilihan ulang putaran kedua dan selanjutnya, apabila diperlukan, sampai
diperolehnya seorang calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang
memperoleh jumlah dukungan suara yang terbanyak.

 Pemilihan Tahap Ketiga putaran pertama, kedua dan selanjutnya,


sebagaimana diperlukan harus dilakukan secara marathon dan tanpa waktu
istirahat.

2. Apabila bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club hanya terdiri dari 2 (dua)
orang, pemilihan hanya dilakukan 1 (satu) tahap, yaitu ketentuan sebagaimana
diatur didalam Pemilihan Tahap Ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat.1 huruf.c.

PASAL 24
Dalam hal bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club hanya 1 (satu) orang, maka
bakal calon Ketua tersebut terpilih secara aklamasi.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 36


PASAL 25
Panitia pemilihan ketuan wajib menyediakan sarana dan prasarana pemilihan, sebagai
berikut :

1. Kartu Suara dalam jumlah yang cukup.


2. 1 (satu) Kotak Suara.
3. 1 (satu) Bilik Pemilihan, dan
4. 1 (satu) Alat Peraga perhitungan suara.

Paragraf 6
Penetapan Hasil Pemilihan dan Pengesahan Ketua
Makassar Fire Shooting Club

PASAL 26
Hasil pemilihan calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang menghasilkan Ketua
terpilih ditetapkan oleh Pimpinan MUBESKLUB dilengkapi dengan berita acara
penetapan.

PASAL 27
Ketua Makassar Fire Shooting Club terpilih disahkan sebagai Ketua Makassar Fire
Shooting Club oleh Pimpinan MUBESKLUB dilengkapi dengan berita acara pengesahan.

PASAL 28
1. Ketua Makassar Fire Shooting Club terpilih bersama formatur membentuk
kepengurusan lengkap untuk dilantik dalam batas waktu maksimal 30 (tiga puluh)
hari kalender sejak berakhirnya acara MUBESKLUB.

2. Kriteria anggota yang dapat menduduki struktur kepengurusan Perbakin


sebagaimana dimaksud pada ayat.1 meliputi :
a. Aktif sebagai anggota klub menembak dibuktikan dengan kartu anggota
Makassar Fire Shooting Club.

b. Tidak pernah mendapatkan sanksi organisasi.


c. tidak pernah dipidana berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana dengan ancaman hukum 5 tahun atau lebih,
dan

d. Berdedikasi serta loyal terhadap organisasi.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 37


3. Sanksi apabila sampai batas waktu sebagaimana disebutkan Ayat.1 pasal ini
kepengurusan lengkap tidak terbentuk dan pelantikan pengurus tidak terlaksana,
maka dapat diberhentikan sebagai Ketua Makassar Fire Shooting Club dan ditunjuk
caretaker mengikuti ketentuan pasal.28 ayat.1 Anggaran Rumah Tangga
Perbakin.

BAB VI
PELANTIKAN PENGURUS

PASAL 29
1. Pelantikan Pengurus Harian Makassar Fire Shooting Club dilakukan Oleh
PERBAKIN KOTA MAKASSAR dan DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR sebagai pendamping.

2. Tata cara pengukuhan dan pelantikan pengurus diatur dalam peraturan


[Link]

BAB VII
SANKSI ORGANISASI

BAGIAN KESATU
SANKSI ATAS KETIDAKSESUAIAN MASA BAKTI KEPENGURUSAN

PASAL 30
1. Makassar Fire Shooting Club yang masa bakti kepengurusannya telah berakhir
lebih dari 6 (enam) bulan maka kehilangan hak keanggotaan dan tidak
diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan Perbakin dalam semua tingkatan.

2. Dalam hal terjadi masa bakti kepengurusannya telah berakhir lebih dari 6 (enam)
bulan sebagaimana dimaksud pada ayat.1 maka PERBAKIN KOTA MAKASSAR
melakukan koordinasi dengan DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR guna menunjuk ketua Makassar Fire
Shooting Club untuk sementara.

3. Ketua Makassar Fire Shooting Club sementara sebagaimana yang dimaksud pada
Ayat. 2 bertugas :
a. Menjalankan tugas dan fungsi organisasi untuk sementara waktu sampai dengan
terselenggaranya MUBESKLUB.

b. Menyelenggarakan MUBESKLUB paling lambat 60 hari sejak tanggal penunjukan


sebagaimana dimaksud pada ayat.2.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 38


BAGIAN KEDUA
SANKSI ATAS PELANGGARAN ANGGOTA

PASAL 31
1. Setiap anggota klub Menembak Makassar Fire Shooting Club yang melanggar
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, peraturan, dan keputusan klub
dikenakan sanksi berupa:
a. Teguran lisan;
b. Teguran tertulis;
c. Pembekuan sementara; dan/atau
d. Pencabutan keanggotaan.

2. Bentuk sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat.1 dapat tidak bersifat berjenjang
tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan.

3. Tata cara pemeriksaan, pembelaan, persidangan, dan penjatuhan sanksi diatur


dengan Peraturan internal klub.

BAB VIII
MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA

BAGIAN KESATU
PENYELENGGARAAN MUBESKLUB

Paragraf 1
Umum

PASAL 32
MUBESKLUB merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi Makassar Fire
Shooting Club yang diselenggarakan sekali dalam setiap 4 (empat) tahun.

PASAL 33
Ketentuan tentang Pemberitahuan Tata Tertib, Acara dan Materi, Waktu Pelaksanaan
Pimpinan Sidang, Tata Cara Pengambilan Keputusan, dan Risalah dan Rekaman Sidang
sebagaimana diatur untuk MUSKOTPERBAKIN KOTA MAKASSAR berlaku secara
mutatis mutandis untuk MUBESKLUB Makassar Fire Shooting Club.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 39


Paragraf 2
Hak Suara Anggota

PASAL 34
1. Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club mempunyai 1 (satu) hak suara dalam
MUBESKLUB.
2. Anggota yang terkena sanksi organisasi tidak memiliki hak suara.
3. Peserta undangan ataupun pemantau tidak memiliki hak suara.

Paragraf 3
Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara

PASAL 35
1. Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB dipersiapkan oleh
Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh Pengurus Makassar Fire Shooting Club
untuk menyelenggarakan MUBESKLUB, dan wajib disampaikan kepada seluruh
anggota Makassar Fire Shooting Club.

2. Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PERBAKIN.

Paragraf 4
Tempat

PASAL 36
Pelaksanaan MUBESKLUB dapat diselenggarakan didalam dan/atau diluar wilayah
KOTA MAKASSAR.

BAGIAN KEDUA
PENYELENGGARAAN MUSLUBKLUB

Paragraf 1
Umum

PASAL 37
1. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan dalam hal Ketua Pengurus Harian MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB tidak dapat menjalankan amanat MUBESKLUB.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 40


2. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan atas dasar :
a. REKOMENDASI Badan Pendiri MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, atau
b. Permintaan tertulis oleh sekurang kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah
Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.

c. Salah satu dasar sebagaimana dimaksud pada ayat.2 harus menyebutkan secara
singkat dan jelas mengenai tujuan dan alasan diselenggarakannya MUSLUBKLUB.

d. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib menyelenggarakan


MUSLUBKLUB apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat.1, ayat.2 dan
ayat.3 terpenuhi.

PASAL 38
Ketentuan tentang Pemberitahuan Tata Tertib, Acara dan Materi, Waktu Pelaksanaan
Pimpinan Sidang, Tata Cara Pengambilan Keputusan, dan Risalah dan Rekaman Sidang
sebagaimana diatur untuk MUSKOTLUB PERBAKIN KOTA MAKASSAR berlaku secara
mutatis mutandis untuk MUSLUBKLUB Makassar Fire Shooting Club.

Paragraf 2
Hak Suara Anggota

PASAL 39
1. Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club mempunyai 1 (satu) hak suara dalam
MUBESKLUB.
2. Anggota yang terkena sanksi organisasi tidak memiliki hak suara.
3. Peserta undangan ataupun pemantau tidak memiliki hak suara.

Paragraf 3
Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara

PASAL 40
1. Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara MUSLUBKLUB dipersiapkan oleh
Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh BADAN PENDIRI untuk menyelenggarakan
MUBESKLUB, dan wajib disampaikan kepada seluruh anggota Makassar Fire
Shooting Club.

2. Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PERBAKIN.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 41


Paragraf 4
Tempat

PASAL 41
Pelaksanaan MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan didalam dan/atau diluar wilayah
KOTA MAKASSAR.

BAGIAN KEDUA
PENYELENGGARAAN RAPAT KERJA

PASAL 42
Pelaksanaan Rapat kerja untuk Makassar Fire Shooting Club keseluruhannya
disesuaikan dan berpedoman pada aturan dalam rapat -rapat PB. PERBAKIN.

BAB IX
LAMBANG DAN ATRIBUT
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

BAGIAN KESATU
JENIS LAMBANG DAN ATRIBUT

PASAL 43
Jenis Lambang dan Atribut Makassar fire Shooting Club Meliputi :
1. Lambang
2. Bendera Pataka
3. Seragam.

BAGIAN KEDUA
LAMBANG

PASAL 44
1. Perubahan Lambang Makassar Fire Shooting Club Terlampir pada LAMPIRAN 02.
2. Makna Lambang Makassar Fire Shooting Club Terlampir pada LAMPIRAN 03.
3. Lambang Makassar Fire Shooting Club wajib digunakan pada setiap kegiatan KLUB
dan PERBAKIN secara keseluruhan.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 42


BAGIAN KETIGA
BENDERA PATAKA

PASAL 45
1. Bendera pataka klub Makassar Fire Shooting Club berbentuk 4 (empat) persegi
dengan ukuran : 135 cm untuk panjang dan 90 cm untuk lebar.
2. Bentuk serta ukuran bendera Terlampir pada LAMPIRAN 04.

BAGIAN KEEMPAT
SERAGAM

PASAL 46
Seragam Makassar Fire Shooting Club diatur dalam Rapat anggota Makassar Fire
Shooting Club

BAGIAN KELIMA
HAK ATAS LAMBANG DAN ATRIBUT

PASAL 47
1. Makassar Fire Shooting Club adalah pemegang hak atas lambang, bendera, dan
seragam Makassar Fire Shooting Club yang telah diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga klub dan Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club wajib melindungi
hak atas lambang , bendera, dan seragam Makassar Fire Shooting Club.

2. Penggunaan lambang, bendera, dan seragam Makassar Fire Shooting Club untuk
pembuatan iklan atau untuk kepentingan mendapat keuntungan, harus mendapat
izin tertulis dari Pengurus Makassar Fire Shooting Club.

BAB X
KEUANGAN DAN USAHA

BAGIAN KESATU
PEMBUKUAN KEUANGAN

PASAL 48
1. Pelaksanaan pembukuan keuangan Makassar Fire Shooting Club dan anggota,
dilaksanakan sesuai dengan prinsip Akutansi Indonesia dan peraturan perundang-
undangan.

2. Tahun pembukuan dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31
Desember.
ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 43
BAGIAN KEDUA
PERTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN

PASAL 49
Pengurus Harian Makassar Fire Shooting Club menyampaikan pertanggungjawaban
keuangan tahunan pada MUBESKLUB dan secara periodik pada RAKERKLUB.

BAGIAN KETIGA
USAHA

PASAL 50
1. Makassar Fire Shooting Club dapat mendirikan usaha dalam rangka kelancaran
tugas pokok, program, dan fungsi pengurus.
2. Pendirian usaha atas nama Makassar Fire Shooting Club setelah melalui Rapat
dan persetujuan dari anggota Makassar Fire Shooting Club.

3. Apabila ternyata pendirian usaha sebagaimana dimaksud pada ayat.2 ditolak oleh
hasil rapat Anggota Makassar Fire Shooting Club tetapi masih tetap dijalankan,
maka usaha yang dimaksud harus segera dihentikan dan/atau dibubarkan.

BAB X
HAL LAINNYA

PASAL 51
Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah
Tangga ini, akan ditetapkan dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pengurus Makassar
Fire Shooting Club atau dalam suatu peraturan atau keputusan tersendiri yang tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan
dipertanggungjawabkan pada MUBESKLUB.

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 44


BAB XIV
PENUTUP

PASAL 52

Anggaran Rumah Tangga ini di tetapkan dan diberlakukan pada Hari Minggu Tanggal
28 Juni 2020 yang di sahkan oleh amanat MUSKLUBSUS melalui perumusan tim
penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 28 Juni 2020

PENGURUS
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB

FIRDAUS, SE
KETUA

ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 45

Anda mungkin juga menyukai