Anggaran Dasar Makassar Fire Shooting Club
Anggaran Dasar Makassar Fire Shooting Club
BAGIAN KEDUA
WAKTU PENDIRIAN
PASAL 2
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB didirikan di kota makassar pada hari RABU/tanggal
01 DESEMBER 2015, kemudian MAKASSAR FIRE SHOOTING HUNTING CLUB Berubah
Nama menjadi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB pada Hari MINGGU Tanggal 28 Juni
2020 Berdasarkan Peraturan PB. PERBAKIN dan AD ART PB. PERBAKIN yang dimana
kata HUNTING dihilangkan
BAGIAN KETIGA
KEDUDUKAN
PASAL 3
Kedudukan organisasi MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berada di Jl. Abubakar
Lambogo 2 No. 12 Kelurahan Barayya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi
Selatan.
BAB II
ASAS, DASAR DAN STATUS
BAGIAN KESATU
ASAS DAN DASAR
PASAL 4
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berasaskan PANCASILA
2. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berasaskan UUD 1945
BAGIAN KEDUA
STATUS
PASAL 5
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Adalah Organisasi Menembak Yang Bersifat
Tunggal (tidak mempunyai cabang sebagai organisasi sayap), Nirlaba, Mandiri Serta
Tidak Berafiliasi Dengan Kekuatan Politik Manapun.
BAB III
TUJUAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAGIAN KESATU
TUJUAN
PASAL 6
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB bertujuan menumbuhkan kesadaran dan disiplin
dalam kegemaran olahraga menembak untuk mencapai prestasi dengan ikut serta
menjaga pelestarian alam.
BAGIAN KEDUA
TUGAS POKOK
PASAL 7
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB mempunyai tugas pokok pembinaan dasar kegiatan
olahraga menembak untuk menghasilkan atlet serta prestasi untuk regional, nasional
dan internasional.
BAGIAN KETIGA
FUNGSI
PASAL 8
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB menyelenggarakan fungsi olahraga Menembak
dalam bentuk :
1. Sebagai salah satu unsur pembinaan personil pada instansi DINAS PEMADAM KEBAKARAN
DAN PENYELAMATAN kota makassar
2. Menjalankan peraturan resmi olahraga menembak.
3. Menciptakan atlit menembak.
4. Melakukan pengadaan fasilitas menembak untuk internal klub.
5. Penyelenggaraan kompetisi, serta kejuaraan baik internal maupun external.
6. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga menembak dan
pelestarian lingkungan
7. Penggalangan dana
BAGIAN KESATU
KEANGGOTAAN
PASAL 9
1. Keanggotaan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Terdiri dari :
Anggota Kehormatan
Anggota Perorangan
2. Tata cara penerimaan serta syarat keanggotaan akan di atur dalam ANGGARAN
RUMAH TANGGA
BAGIAN KEDUA
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA
PASAL 10
1. Hak Anggota dapat mengikuti kegiatan dalam lingkup PERBAKIN dan berkewajiban
melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB, Peraturan dan keputusan yang ditetapkan oleh MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB.
2. Hak dan Kewajiban anggota diatur lebih lanjut dalam ANGGARAN RUMAH TANGGA.
BAGIAN KETIGA
KEHILANGAN STATUS KEANGGOTAAN
PASAL 11
1. Setiap anggota dapat kehilangan status keanggotaannya karena :
Meninggal dunia
Mengundurkan diri
Tidak memperpanjang KTA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB atau
Diberhentikan
PASAL 12
Kartu Tanda Anggota (KTA) MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah kartu identitas
keanggotaan perorangan yang diterbitkan untuk klub.
PASAL 13
Kartu Tanda Anggota (KTA) Beserta identitas pengurus dan Identitas diri diterbitkan
oleh MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB dengan kewajiban meregistrasi nomor
keanggotaan kepada PERBAKIN KOTA MAKASSAR
BAB V
PENGURUS HARIAN DAN MASA BAKTI
BAGIAN KESATU
PENGURUS HARIAN
Paragraf 1
Susunan Pengurus Harian Klub
PASAL 14
Susunan Pengurus Klub Menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB :
1. Badan Pelindung
2. Badan Pembina
3. Badan Pendiri
4. Badan Penasehat
5. Ketua dan Wakil Ketua
6. Sekretaris dan Wakil Sekretaris
7. Bendahara dan Wakil Bendahara
8. Bidang – Bidang
a. Organisasi
b. Hukum dan etika
c. Humas & IT
d. Tembak Sasaran
- Komisi pelatihan dan pendidikan
Paragraf 2
Badan Pelindung
PASAL 15
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
mempunyai badan pelindung antara lain :
1. WALIKOTA MAKASSAR
2. DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA MAKASSAR
3. DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR
Paragraf 3
Badan Pembina
PASAL 16
Badan Pembina MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB Terdiri dari :
1. KONI KOTA MAKASSAR
2. PERBAKIN KOTA MAKASSAR
Paragraf 4
Badan Pendiri
PASAL 17
1. Demi menjaga stabilitas roda organisasi klub menembak MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB, maka dianggap perlu membentuk badan pendiri.
2. Badan Pendiri klub terdiri dari inisiator terbentuknya MAKASSAR FIRE SHOOTING
CLUB.
Paragraf 5
Badan Penasehat
PASAL 18
1. Didalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pengurus harian
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, maka dibentuk badan penasehat.
BAGIAN KEDUA
MASA BAKTI KEPENGURUSAN
PASAL 19
1. Masa bakti Pengurus harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah 4 (empat)
tahun sesuai dengan masa bakti Ketua terhitung mulai tanggal ditetapkan dalam
surat keputusan MUSYAWARAH BESAR KLUB.
2. Jabatan Ketua Umum dapat dijabat oleh orang yang sama paling banyak 2 (dua) kali
masa bakti.
3. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub.
4. Daftar nama susunan pengurus harian klub adalah sebagaimana terlampir dalam
Lampiran 01 ANGGARAN DASAR ini.
5. Rincian tugas pokok dan fungsi pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
diatur lebih lanjut di dalam ANGGARAN RUMAH TANGGA.
BAB VI
WILAYAH KERJA
PASAL 20
Wilayah kerja MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB meliputi seluruh wilayah hukum
KOTA MAKASSAR.
BAGIAN KESATU
MUSYAWARAH KLUB
Paragraf 1
Jenis dan Tingkatan Musyawarah Klub
PASAL 21
1. Jenis Musyawarah Klub :
a. Musyawarah Besar Klub.
b. Musyawarah Luar Biasa Klub.
c. Musyawarah Klub Khusus.
Paragraf 2
Musyawarah Besar Klub “MUBESKLUB”
PASAL 22
1. MUBESKLUB adalah forum pemegang kekuasaan tertinggi MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB yang diselenggarakan sekali dalam setiap 4 (empat) tahun.
2. MUBESKLUB dipimpin oleh pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUBESKLUB.
g. Membahas dan memutuskan hal-hal lain yang dianggap perlu sesuai dengan
kebutuhan dan perkembangan organisasi.
PASAL 23
1. MUBESKLUB dihadiri oleh :
a. Pengurus Besar MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.
b. Utusan dari PERBAKIN KOTA MAKASSAR.
c. Undangan yang dianggap perlu sebagai peninjau.
Paragraf 3
Musyawarah Luar Biasa Klub “MUSLUBKLUB”
PASAL 24
1. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan dalam hal Ketua Pengurus Harian MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB tidak dapat menjalankan amanat MUBESKLUB.
3. Salah satu dasar sebagaimana dimaksud pada ayat.2 harus menyebutkan secara
singkat dan jelas mengenai tujuan dan alasan diselenggarakannya MUSLUBKLUB.
2. MUSLUBKLUB dipimpin oleh Pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUSLUBKLUB.
Paragraf 4
Musyawarah Klub Khusus “MUSKLUBSUS”
PASAL 26
1. MUSKLUBSUS dapat diselenggarakan dalam hal diperlukan perubahan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
PASAL 27
1. MUSKLUBSUS dihadiri oleh:
a. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB;
b. Undangan yang dianggap perlu sebagai peninjau.
2. MUSKLUBSUS dipimpin oleh Pimpinan yang dipilih dari dan oleh peserta
MUSKLUBSUS.
BAGIAN KEDUA
RAPAT KERJA KLUB (RAKERKLUB)
PASAL 28
1. RAKERKLUB diselenggarakan oleh Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING
CLUB sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan.
PASAL 29
RAKERKLUB bertugas untuk :
1. Mengadakan evaluasi terhadap peraturan MUBESKLUB tentang arah kebijakan
umum organisasi yang ditetapkan oleh MUBESKLUB.
6. Membahas dan memutuskan hal-hal yang dianggap perlu sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan pembinaan olahraga atau organisasi.
BAGIAN KETIGA
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PASAL 30
1. Pengambilan keputusan dalam MUBESKLUB, MUSLUBKLUB, RAKERKLUB Pada
dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
PASAL 31
Setiap musyawarah atau rapat Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
dapat mengambil keputusan apabila memenuhi kuorum.
5. Setiap penundaan musyawarah atau rapat kerja, dibuat berita acara penundaan
yang ditandatangani oleh pimpinan musyawarah atau rapat kerja.
PASAL 33
Setiap keputusan Musyawarah dan Rapat MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB, baik
berdasarkan musyawarah untuk mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak,
merupakan kesepakatan untuk ditindaklanjuti oleh semua pihak yang terkait dalam
pengambilan keputusan.
BAB VIII
LAMBANG DAN ATRIBUT
PASAL 34
1. Jenis Lambang dan Atribut MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB meliputi :
a. Lambang
b. Bendera Pataka
c. Seragam
2. Bentuk, warna, dan penjelasan makna lambang dan atribut MAKASSAR FIRE
SHOOTING CLUB diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAGIAN KESATU
KEKAYAAN
PASAL 35
Harta Benda Organisasi Menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB terdiri dari :
1. Lambang dan Atribut MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB.
2. Uang
3. Inventaris dan alat perlengkapan
4. Dokumentasi
BAGIAN KEDUA
SUMBER PENDANAAN
PASAL 36
Sumber pendanaan MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB diperoleh dari :
1. Uang pangkal;
2. Uang iuran anggota;
3. Bantuan pemerintah daerah;
4. Sumber lainnya yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB X
PENGAWASAN
PASAL 37
1. MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB berada dalam pengawasan DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar.
BAGIAN KESATU
PERATURAN DAN KEPUTUSAN
PASAL 38
Produk hukum diambil berdasarkan AD ART PB. PERBAKIN antara lain :
1. Peraturan dan
2. Keputusan
BAGIAN KEDUA
PERATURAN
PASAL 39
1. Peraturan adalah yang dibentuk melalui musyawarah dan rapat kerja MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB yang berlaku terus menerus, dan mengikat.
3. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
adalah ketentuan dasar organisasi yang meliputi asas dan dasar pembentukan,
tujuan, keanggotaan, dan susunan Pengurus Harian serta materi muatan lainnya
yang disepakati dalam MUSKLUBSUS.
PASAL 40
1. Keputusan adalah ketetapan tertulis yang dibuat oleh pengurus harian klub yang
bersifat konkrit, individual, dan final.
BAB XII
OLAHRAGA MENEMBAK
BAGIAN KESATU
DISIPLIN ILMU OLAHRAGA MENEMBAK
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
PASAL 41
1. Jenis disiplin ilmu olahraga menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah:
a. Olahraga Berburu;
b. Olahraga Tembak Sasaran; dan
c. Olahraga Tembak Reaksi
PASAL 42
1. Olahraga berburu untuk kepentingan latihan dan atau perlombaan adalah olahraga
- menembak sasaran dengan objek berbentuk satwa buru terbuat dari logam atau
kertas lesan ring target dengan menggunakan senapan api dan senapan angin
berdasarkan ketentuan dasar menembak yang beretika dan terorganisir.
2. Afiliasi Internasional olahraga Berburu dan versi berburu dunia adalah Safari Club
International (SCI), National Rifle Association (NRA), International Metallic
Silhouette Shooting Union (IMSSU) dan World Rimfire and Air Rifle Banchrest
Federation (WRABF).
PASAL 43
1. Olahraga Tembak Sasaran adalah Olahraga menembak yang melibatkan
konsentrasi, kemahiran dan fokus untuk memperoleh nilai / angka tertinggi.
2. Olahraga Tembak Sasaran adalah salah satu cabang olahraga pada multi-event di
tingkat Nasional maupun Internasional.
PASAL 44
1. Olahraga Tembak Reaksi adalah Olahraga Menembak dengan perpaduan antara
akurasi, kekuatan, dan kecepatan yang menjadi kombinasi berbagai sasaran diam
dan/atau bergerak.
BAGIAN KEDUA
PENATARAN OLAHRAGA MENEMBAK
PASAL 45
1. Setiap anggota perorangan klub menembak MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
wajib mengikuti Penataran Umum Dasar olahraga menembak - untuk memperoleh
sertifikat yang diterbitkan oleh PB PERBAKIN sebagai bukti atas kompetensi dan
kemahiran menembak.
BAB XIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
PASAL 46
1. Perubahan atau penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
dapat dilakukan melalui keputusan MUBESKLUB atau dilakukan melalui
MUSKLUBSUS.
BAB XIV
PEMBUBARAN KLUB
PASAL 47
Pembubaran MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB hanya dapat terjadi apabila :
1. Dibubarkan oleh pemerintah karena keputusan hukum melalui pengadilan.
2. Dibubarkan karena aturan perundang undangan
BAB XV
PENUTUP
PASAL 48
1. Hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur di
dalam Anggaran Rumah Tangga.
2. Anggaran Dasar ini di tetapkan dan diberlakukan pada Hari Minggu tanggal 28 Juni
2020 yang di sahkan oleh amanat MUSKLUBSUS melalui perumusan tim
penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 28 Juni 2020
PENGURUS
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
FIRDAUS, SE
KETUA
BAB I
TUJUAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BAGIAN KESATU
TUJUAN
PASAL 1
Untuk mencapai tujuan organisasi, Makassar Fire Shooting Club melakukan upaya-
upaya dan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
2. Melakukan pembinaan dasar tentang tata cara menembak secara teratur sesuai
dengan ketentuan-ketentuan perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang
ditetapkan oleh pemerintah dan badan internasional olahraga menembak dan
berburu yang terkait;
7. Upaya-upaya lain yang tidak bertentangan dengan tujuan Makassar Fire Shooting
Club.
PASAL 2
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB mempunyai tugas pokok sebagai pembinaan
personil dalam lingkup dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta anggota
yang tergabung dari luar lingkup dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan untuk
pembinaan dasar kegiatan olahraga menembak demi menghasilkan atlet serta prestasi
untuk regional, nasional dan internasional.
BAGIAN KETIGA
FUNGSI
PASAL 3
Makasar Fire Shooting Club berfungsi sebagai :
1. Secara khusus sebagai salah satu kegiatan pembinaan personil bagi anggota DINAS
PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR
2. Menerapkan dan Menjalankan peraturan 3 (tiga) disiplin olahraga menembak yaitu
OLAHRAGA TEMBAK SASARAN, OLAHRAGA BERBURU, dan OLAHRAGA TEMBAK
REAKSI yang dikeluarkan oleh PB. PERBAKIN dalam bentuk peraturanresmi
PERBAKIN yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
4. Melakukan pengadaan fasilitas menembak untuk internal klub dalam hal untuk
membantu meningkatkan skill calon atlet menembak.
BAGIAN KESATU
KEANGGOTAAN
PASAL 4
1. Keanggotaan Makassar Fire Shooting Club antara lain :
a. Anggota kehormatan adalah orang yang telah berjasa terhadap olahraga
menembak dan terkhusus kepada Makassar Fire Shooting Club yang
ditetapkan status keanggotaannya oleh Ketua Makassar Fire Shooting Club.
PASAL 5
Tata cara penerimaan serta syarat menjadi anggota Makassar Fire Shooting Club :
1. Anggota Kehormatan :
a. Orang yang memiliki jasa yang luar biasa terhadap olah raga menembak.
b. Orang yang memiliki jasa dan peranan yang luar biasa terhadap klub.
c. Tokoh masyarakat atau instansi tertentu yang dianggap penting.
2. Anggota Perorangan :
a. Warga Negara Indonesia
b. Anggota DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar
dan/atau Anggota keluarga serta orang yang direkomendasikan oleh Anggota
DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN kota Makassar.
c. Memiliki KTA Makassar Fire Shooting Club sbagai syarat keanggotaan
d. Sanggup mengikuti aturan yang berlaku dalam organisasi Makassar Fire
Shooting Club.
PASAL 6
Hak dan kewajiban Anggota Makassar Fire Shooting Club meliputi :
1. Hak setiap anggota :
a. Memilih dan dipilih sebagai pengurus harian klub.
b. Mendapatkan pembelaan organisasi
c. Mendapatkan Fasilitas alat menembak untuk kepentingan olahraga menembak.
d. Mengikuti kegiatan pelatihan serta kompetisi kejuaraan olahraga menembak.
PASAL 7
1. Meninggal dunia.
2. Menyatakan pengunduran diri.
3. Tidak memperpanjang masa berlaku KTA Makassar Fire Shooting Club yang
dimana dianggap sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota organisasi
klub menembak Makassar Fire Shooting Club.
4. diberhentikan oleh Makassar Fire Shooting Club karena melakukan tindakan yang
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Klub , atau
yang merugikan organisasi klub menembak Makassar Fire Shooting Club atau
melakukan tindakan indisipliner atau melanggar kode etik Makassar Fire
Shooting Club. Dengan demikian anggota yang diberhentikan secara penuh wajib
mengembalikan seluruh atribut yang meliputi KTA, Logo dan Pakaian yang
kesemuanya berhubungan dengan organisasi klub menembak Makassar Fire
Shooting Club.
PASAL 8
1. Makassar Fire Shooting Club dapat menjatuhkan pemberhentian sementara
terhadap anggota dengan alasan:
BAB III
PENGURUS HARIAN KLUB DAN MASA BAKTI
BAGIAN KESATU
SUSUNAN PENGURUS HARIAN KLUB
PASAL 9
1. Unsur Pimpinan Makassar Fire Shooting Club merupakan Unsur pimpinan
eksekutif yang dipilih dan disahkan oleh MUBESKLUB.
4. Pengurus harian Makassar Fire Shooting Club wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub serta setiap produk hukum yang telah ditetapkan.
b. Apabila jabatan Ketua Makassar Fire Shooting Club telah dilaksanakan lebih
dari 1 (satu) tahun, maka Wakil Ketua Makassar Fire Shooting Club diangkat
sebagai Ketua Makassar Fire Shooting Club dan dilakukan pemilihan Wakil
Ketua Makassar Fire Shooting Club untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil
Ketua Makassar Fire Shooting Club melalui Rapat Pengurus Harian Makassar
Fire Shooting Club.
BAGIAN KEDUA
MASA BAKTI KEPENGURUSAN
PASAL 10
1. Masa bakti Pengurus harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB adalah 4 (empat) tahun
mulai tanggal ditetapkan dalam surat keputusan MUSYAWARAH BESAR KLUB.
2. Jabatan Ketua dijabat oleh orang yang sama paling banyak 2 (dua) kali masa bakti.
3. Pengurus Harian MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB wajib melaksanakan tugas dan
kewajibannya sebagaimana ditentukan oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga klub.
4. Jabatan Ketua Umum hanya dapat dijabat oleh seseorang dengan batas usia setinggi
tingginya 70 tahun pada saat dipilih dan sehat jasmani dan rohani.
BAGIAN KESATU
KRETERIA KETUA DAN WAKIL KETUA
PASAL 11
Ketua dan Wakil Ketua harus memenuhi kriteria :
1. Memiliki Kartu Tanda Anggota Makassar Fire Shooting Club
BAGIAN KEDUA
FUNGSI PENGURUS HARIAN
PASAL 12
1. Tugas pokok dan fungsi Ketua pengurus harian adalah :
a. Pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi klub menembak.
b. Merumuskan kebijakan untuk mengembangkan potensi calon atlet.
c. Menyelenggarakan pembinaan dasar dan pengembangan kegiatan olahraga
menembak dan berburu yang pelaksanaannya dilakukan oleh anggota internal
klub.
d. Bertindak untuk dan atas nama Makassar Fire Shooting Club, baik di dalam
maupun di luar Pengadilan.
13. Tugas pokok dan fungsi Bidang Dana dan Usaha adalah:
a. Membantu Ketua dalam Bidang Dana dan Usaha.
b. Menyusun rancangan program kerja Makassar Fire Shooting Club dalam
Bidang Dana dan Usaha.
d. Memberi pengarahan di Bidang Dana dan Usaha dalam setiap MUBESKLUB dan
RAKERKLUB.
BAGIAN KETIGA
KEKOSONGAN KEPENGURUSAN
PASAL 13
1. Dalam hal terjadi kekosongan kepengurusan harian Makassar Fire Shooting Club,
Maka BADAN PENDIRI KLUB dapat mengambil alih kepengurusan harian
organisasi klub dengan menunjuk CARETAKER agar dapat melaksanakan
MUSLUBKLUB.
2. Kekosongan kepengurusan harian dan dengan tidak aktifnya badan pendiri maka
pihak PERBAKIN KOTA MAKASSAR berkoordinasi dengan DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR sebagai instansi yang
membawahi secara struktural dalam hal ini BIDANG PEMBINAAN PERSONIL
dapat menunjuk CARETAKER agar dapat melaksanakan MUSLUBKLUB.
BAB V
PERSYARATAN BAKAL CALON KETUA, MEKANISME PENJARINGAN
CALON, SERTA PEMILIHAN KETUA MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
BAGIAN KESATU
PERSYARATAN BAKAL CALON KETUA
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
PASAL 14
Bakal Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club harus memenuhi syarat :
1. Pegawai Negeri Sipil, Pegawai honor yang berasal dari instansi DINAS PEMADAM
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR dan/atau Anggota yang
memiliki KTA Makassar Fire Shooting Club serta Memperoleh surat rekomendasi
tertulis sekaligus izin tertulis Dari DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR
PASAL 15
Mekanisme Penjaringan Calon Ketua Umum dan Pemilihan Ketua dilakukan dengan
tahapan :
1. Pembentukan Tim Penjaringan dan Penyaringan.
2. Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
3. Penetapan Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
4. Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club.
5. Pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club, dan
6. Pengesahan Hasil Pemilihan dan Penetapan Ketua Makassar Fire Shooting Club.
Paragraf 1
Pembentukan Panitia Penjaring
PASAL16
1. Makassar Fire Shooting Club menyusun dan menetapkan Panitia Penjaring dan
penyaringan dengan Keputusan Ketua Makassar Fire Shooting Club.
2. Ketua Makassar Fire Shooting Club menyampaikan keputusan tentang Panitia
Penjaringan dan Penyaringan.
3. Tim Penjaring dan penyaring terdiri dari 5 (lima) orang, terdiri dari seorang Ketua,
seorang Sekretaris, keduanya merangkap anggota, dan 3 (tiga) orang anggota.
PASAL 17
Panitia Penjaring dan Penyaringan mempunyai tugas :
a. Mensosialisasikan syarat dan proses pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club.
Paragraf 2
Pembentukan Panitia Penjaring
PASAL 18
1. Tim Penjaring melaksanakan penjaringan dari usulan setiap anggota Makassar Fire
Shooting Club.
2. Tim Penjaring memproses usulan bakal calon Ketua yang diterima dalam batas
waktu sebagaimana ditentukan.
Paragraf 3
Penetapan Calon Ketua
PASAL 19
1. Hasil kerja Tim Penjaring dan Penyaringan dilaporkan secara tertulis dan apabila
diperlukan dilanjutkan dengan penjelasannya secara lisan kepada MUBESKLUB.
2. MUBESKLUB menetapkan bakal calon yang memenuhi syarat menjadi calon Ketua
Makassar Fire Shooting Club.
Paragraf 4
Pemaparan Visi dan Misi Calon Ketua
Makassar Fire Shooting Club
PASAL 20
1. Para calon Ketua diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan
menyampaikan paparan visi dan misinya di depan peserta MUBESKLUB sebelum
pemilihan dilakukan.
2. Setiap calon Ketua Umum/Ketua Perbakin diberikan waktu yang sama untuk
memperkenalkan diri dan menyampaikan visi serta misinya secara bergilir
berdasarkan undian yang dilakukan.
PASAL 21
Pelaksanaan pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club dilakukan secara langsung,
bebas, dan rahasia serta dipimpin oleh Pimpinan MUBESKLUB dengan dibantu oleh
Panitia Penyelenggara, dan disaksikan oleh 3 (tiga) orang saksi yang dipilih dari dan
oleh peserta MUBESKLUB.
PASAL 22
Sebelum dilaksanakan proses pemilihan Ketua Makassar Fire Shooting Club, Pimpinan
MUBESKLUB wajib melakukan hal berikut :
PASAL 23
1. Apabila calon Ketua Makassar Fire Shooting Club terdiri dari 3 (tiga) orang atau
lebih, pemilihan dilakukan didalam 3 (tiga) tahap, yaitu :
a. Pemilihan Tahap pertama :
Pemilihan tahap pertama dilakukan untuk memilih 2 (dua) orang calon dari
para calon yang ada, yaitu 2 (dua) orang calon Ketua Makassar Fire Shooting
Club yang memperoleh jumlah suara pemilih yang terbanyak satu dan dua
berhak maju ke pemilihan tahap kedua.
Calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang memperoleh dukungan suara
terbanyak menjadi Ketua terpilih.
Apabila pada Pemilihan Tahap Ketiga putaran pertama itu jumlah suara yang
diperoleh ke-2 (dua) calon Ketua sama jumlahnya, harus dilakukan
pemilihan ulang putaran kedua dan selanjutnya, apabila diperlukan, sampai
diperolehnya seorang calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang
memperoleh jumlah dukungan suara yang terbanyak.
2. Apabila bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club hanya terdiri dari 2 (dua)
orang, pemilihan hanya dilakukan 1 (satu) tahap, yaitu ketentuan sebagaimana
diatur didalam Pemilihan Tahap Ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat.1 huruf.c.
PASAL 24
Dalam hal bakal calon Ketua Makassar Fire Shooting Club hanya 1 (satu) orang, maka
bakal calon Ketua tersebut terpilih secara aklamasi.
Paragraf 6
Penetapan Hasil Pemilihan dan Pengesahan Ketua
Makassar Fire Shooting Club
PASAL 26
Hasil pemilihan calon Ketua Makassar Fire Shooting Club yang menghasilkan Ketua
terpilih ditetapkan oleh Pimpinan MUBESKLUB dilengkapi dengan berita acara
penetapan.
PASAL 27
Ketua Makassar Fire Shooting Club terpilih disahkan sebagai Ketua Makassar Fire
Shooting Club oleh Pimpinan MUBESKLUB dilengkapi dengan berita acara pengesahan.
PASAL 28
1. Ketua Makassar Fire Shooting Club terpilih bersama formatur membentuk
kepengurusan lengkap untuk dilantik dalam batas waktu maksimal 30 (tiga puluh)
hari kalender sejak berakhirnya acara MUBESKLUB.
BAB VI
PELANTIKAN PENGURUS
PASAL 29
1. Pelantikan Pengurus Harian Makassar Fire Shooting Club dilakukan Oleh
PERBAKIN KOTA MAKASSAR dan DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR sebagai pendamping.
BAB VII
SANKSI ORGANISASI
BAGIAN KESATU
SANKSI ATAS KETIDAKSESUAIAN MASA BAKTI KEPENGURUSAN
PASAL 30
1. Makassar Fire Shooting Club yang masa bakti kepengurusannya telah berakhir
lebih dari 6 (enam) bulan maka kehilangan hak keanggotaan dan tidak
diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan Perbakin dalam semua tingkatan.
2. Dalam hal terjadi masa bakti kepengurusannya telah berakhir lebih dari 6 (enam)
bulan sebagaimana dimaksud pada ayat.1 maka PERBAKIN KOTA MAKASSAR
melakukan koordinasi dengan DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN
PENYELAMATAN KOTA MAKASSAR guna menunjuk ketua Makassar Fire
Shooting Club untuk sementara.
3. Ketua Makassar Fire Shooting Club sementara sebagaimana yang dimaksud pada
Ayat. 2 bertugas :
a. Menjalankan tugas dan fungsi organisasi untuk sementara waktu sampai dengan
terselenggaranya MUBESKLUB.
PASAL 31
1. Setiap anggota klub Menembak Makassar Fire Shooting Club yang melanggar
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, peraturan, dan keputusan klub
dikenakan sanksi berupa:
a. Teguran lisan;
b. Teguran tertulis;
c. Pembekuan sementara; dan/atau
d. Pencabutan keanggotaan.
2. Bentuk sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat.1 dapat tidak bersifat berjenjang
tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan.
BAB VIII
MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA
BAGIAN KESATU
PENYELENGGARAAN MUBESKLUB
Paragraf 1
Umum
PASAL 32
MUBESKLUB merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi Makassar Fire
Shooting Club yang diselenggarakan sekali dalam setiap 4 (empat) tahun.
PASAL 33
Ketentuan tentang Pemberitahuan Tata Tertib, Acara dan Materi, Waktu Pelaksanaan
Pimpinan Sidang, Tata Cara Pengambilan Keputusan, dan Risalah dan Rekaman Sidang
sebagaimana diatur untuk MUSKOTPERBAKIN KOTA MAKASSAR berlaku secara
mutatis mutandis untuk MUBESKLUB Makassar Fire Shooting Club.
PASAL 34
1. Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club mempunyai 1 (satu) hak suara dalam
MUBESKLUB.
2. Anggota yang terkena sanksi organisasi tidak memiliki hak suara.
3. Peserta undangan ataupun pemantau tidak memiliki hak suara.
Paragraf 3
Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara
PASAL 35
1. Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB dipersiapkan oleh
Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh Pengurus Makassar Fire Shooting Club
untuk menyelenggarakan MUBESKLUB, dan wajib disampaikan kepada seluruh
anggota Makassar Fire Shooting Club.
2. Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PERBAKIN.
Paragraf 4
Tempat
PASAL 36
Pelaksanaan MUBESKLUB dapat diselenggarakan didalam dan/atau diluar wilayah
KOTA MAKASSAR.
BAGIAN KEDUA
PENYELENGGARAAN MUSLUBKLUB
Paragraf 1
Umum
PASAL 37
1. MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan dalam hal Ketua Pengurus Harian MAKASSAR
FIRE SHOOTING CLUB tidak dapat menjalankan amanat MUBESKLUB.
c. Salah satu dasar sebagaimana dimaksud pada ayat.2 harus menyebutkan secara
singkat dan jelas mengenai tujuan dan alasan diselenggarakannya MUSLUBKLUB.
PASAL 38
Ketentuan tentang Pemberitahuan Tata Tertib, Acara dan Materi, Waktu Pelaksanaan
Pimpinan Sidang, Tata Cara Pengambilan Keputusan, dan Risalah dan Rekaman Sidang
sebagaimana diatur untuk MUSKOTLUB PERBAKIN KOTA MAKASSAR berlaku secara
mutatis mutandis untuk MUSLUBKLUB Makassar Fire Shooting Club.
Paragraf 2
Hak Suara Anggota
PASAL 39
1. Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club mempunyai 1 (satu) hak suara dalam
MUBESKLUB.
2. Anggota yang terkena sanksi organisasi tidak memiliki hak suara.
3. Peserta undangan ataupun pemantau tidak memiliki hak suara.
Paragraf 3
Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara
PASAL 40
1. Rancangan Peraturan Tata Tertib dan Acara MUSLUBKLUB dipersiapkan oleh
Panitia Pelaksana yang dibentuk oleh BADAN PENDIRI untuk menyelenggarakan
MUBESKLUB, dan wajib disampaikan kepada seluruh anggota Makassar Fire
Shooting Club.
2. Peraturan Tata Tertib dan Acara MUBESKLUB tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PERBAKIN.
PASAL 41
Pelaksanaan MUSLUBKLUB dapat diselenggarakan didalam dan/atau diluar wilayah
KOTA MAKASSAR.
BAGIAN KEDUA
PENYELENGGARAAN RAPAT KERJA
PASAL 42
Pelaksanaan Rapat kerja untuk Makassar Fire Shooting Club keseluruhannya
disesuaikan dan berpedoman pada aturan dalam rapat -rapat PB. PERBAKIN.
BAB IX
LAMBANG DAN ATRIBUT
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
BAGIAN KESATU
JENIS LAMBANG DAN ATRIBUT
PASAL 43
Jenis Lambang dan Atribut Makassar fire Shooting Club Meliputi :
1. Lambang
2. Bendera Pataka
3. Seragam.
BAGIAN KEDUA
LAMBANG
PASAL 44
1. Perubahan Lambang Makassar Fire Shooting Club Terlampir pada LAMPIRAN 02.
2. Makna Lambang Makassar Fire Shooting Club Terlampir pada LAMPIRAN 03.
3. Lambang Makassar Fire Shooting Club wajib digunakan pada setiap kegiatan KLUB
dan PERBAKIN secara keseluruhan.
PASAL 45
1. Bendera pataka klub Makassar Fire Shooting Club berbentuk 4 (empat) persegi
dengan ukuran : 135 cm untuk panjang dan 90 cm untuk lebar.
2. Bentuk serta ukuran bendera Terlampir pada LAMPIRAN 04.
BAGIAN KEEMPAT
SERAGAM
PASAL 46
Seragam Makassar Fire Shooting Club diatur dalam Rapat anggota Makassar Fire
Shooting Club
BAGIAN KELIMA
HAK ATAS LAMBANG DAN ATRIBUT
PASAL 47
1. Makassar Fire Shooting Club adalah pemegang hak atas lambang, bendera, dan
seragam Makassar Fire Shooting Club yang telah diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga klub dan Setiap anggota Makassar Fire Shooting Club wajib melindungi
hak atas lambang , bendera, dan seragam Makassar Fire Shooting Club.
2. Penggunaan lambang, bendera, dan seragam Makassar Fire Shooting Club untuk
pembuatan iklan atau untuk kepentingan mendapat keuntungan, harus mendapat
izin tertulis dari Pengurus Makassar Fire Shooting Club.
BAB X
KEUANGAN DAN USAHA
BAGIAN KESATU
PEMBUKUAN KEUANGAN
PASAL 48
1. Pelaksanaan pembukuan keuangan Makassar Fire Shooting Club dan anggota,
dilaksanakan sesuai dengan prinsip Akutansi Indonesia dan peraturan perundang-
undangan.
2. Tahun pembukuan dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31
Desember.
ANGGARAN RUMAH TANGGA : MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB 43
BAGIAN KEDUA
PERTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN
PASAL 49
Pengurus Harian Makassar Fire Shooting Club menyampaikan pertanggungjawaban
keuangan tahunan pada MUBESKLUB dan secara periodik pada RAKERKLUB.
BAGIAN KETIGA
USAHA
PASAL 50
1. Makassar Fire Shooting Club dapat mendirikan usaha dalam rangka kelancaran
tugas pokok, program, dan fungsi pengurus.
2. Pendirian usaha atas nama Makassar Fire Shooting Club setelah melalui Rapat
dan persetujuan dari anggota Makassar Fire Shooting Club.
3. Apabila ternyata pendirian usaha sebagaimana dimaksud pada ayat.2 ditolak oleh
hasil rapat Anggota Makassar Fire Shooting Club tetapi masih tetap dijalankan,
maka usaha yang dimaksud harus segera dihentikan dan/atau dibubarkan.
BAB X
HAL LAINNYA
PASAL 51
Hal-hal yang belum atau tidak cukup diatur dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah
Tangga ini, akan ditetapkan dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pengurus Makassar
Fire Shooting Club atau dalam suatu peraturan atau keputusan tersendiri yang tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan
dipertanggungjawabkan pada MUBESKLUB.
PASAL 52
Anggaran Rumah Tangga ini di tetapkan dan diberlakukan pada Hari Minggu Tanggal
28 Juni 2020 yang di sahkan oleh amanat MUSKLUBSUS melalui perumusan tim
penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Ditetapkan di Makassar
pada tanggal 28 Juni 2020
PENGURUS
MAKASSAR FIRE SHOOTING CLUB
FIRDAUS, SE
KETUA