BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Pemasaran
Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting karena
pemasaran mempunyai kedudukan sebagai perantara antara produsen dan
konsumen. Pemasaran merupakan sebuah kegiatan yang dimana untuk
memperkenalkan produksinya kepada konsumen dengan menggunakan
beberapa metode, cara, strategi untuk mendapatkan sebuah kepercayaan yang
berdampak positif terhadap produsen melalui konsumen.
Menurut Kotler dan Keller (2012:29) : ”Marketing is about identifying
and meeting human and social Areds. On of the shortest good defenitions of
marketing is meeting needs profitably”. Pemasaran adalah tentang
mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu
definisi singkat yang baik dari pemasaran adalah "pertemuan kebutuhan yang
saling menguntungkan. Sedangkan menurut W.J. Stanton (2009:5) :
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan
untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli
maupun pembeli potensial. Kotler dan Amstrong (2012:27) :“Marketing is
process by wich companie ctreate of value for costumer relationship in order
to capture value from costumer is return”. Pemasaran sebagai proses dimana
16
17
perusahaan menciptakan nilai dalam membangun hubungan yang kuat dengan
pelanggan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.
Pada dasarnya pemasaran merupakan keseluruhan proses kegiatan
usaha yang dilakukan baik oleh individu maupun suatu organisasi atau
kelompok untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan konsumen
melalui kegiatan-kegiatan perencanaan, penetapan harga, pelaksanaan
promosi dan pendistribusian.
Menurut American Marketing Association (AMA) : Pemasaran adalah
suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan,
mengkomunikasikan dan memberikan nilai pada pelanggan untuk mengelolah
hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan
pemangku kepentingnnya. Ketika membeli suatu produk, konsumen
mengharapkan bahwa dampak tertentu dari pembelian tersebut. Bagaimana
harapan-harapan itu terpenuhi, menentukan apakah konsumen puas atau tidak
puas dengan pembelian tersebut.
Sedangkan Gugup Kismono (2011:313) : Pemasaran merupakan
sekelompok aktivitas yang saling berkaitan yang dirancang untuk
mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan mengembangkan distribusi,
promosi, dan penetapan harga serta pelayanan untuk memuaskan kebutuhan
konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.
B. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran
dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dan
18
menciptakan, menghantarkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan yang
unggul Kotler dan Kevin Lane. (2009:5). Dalam usahanya, setiap perusahaan
akan memasuki sebuah pasar yang ditujunya dan memasarkan produk dan
jasanya terhadap konsumen sasarannya dalam pasar tersebut. Pemasaran ini
dilakukan oleh perusahaan guna mendapatkan keuntungan yang maksimal
sesuai dengan usaha yang dilakukan dalam menghasilkan produk atau jasa
tersebut dan memenuhi tujuan dari perusahaan itu sendiri Manajemen
pemasaran merupakan suatu tindakan yang dilakukan perusahaan yang
ditujukan untuk mengantar atau mengatur proses pertukaran.
C. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah rencana untuk memilih, dan menganilis
target pasar, mengembangkan, dan memelihara bauran pemasaran yang dapat
memuaskan kebutuhan konsumen (Gugup Kismono 2011:312). Menurut
Philip Kotler dalam Gugup Kismono proses pemasaran terdapat dari empat
langkah utama, sebagai berikut :
a. Menganalisis kesempatan di pasar
b. Mengembangkan strategi pemasaran berorientasi pasar
c. Merencanakan taktik atau program pemasaran dengan menggunakan
marketing mix yang sering disebut 4P (Produck, Price, Place,
Promotion).
d. Mengorganisir, Implementasi, dan mengawasi upaya-upaya
pemasaran. Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan
ekspetasi perusahaan atas dampak berbagai aktivitas atau program
19
pemasaran terhadap permintaan produk atau produk sasaran spesifik.
Berdasarkakan tipe permintaan yang ingin disitimulasi, strategi
pemasaran diklasifikasikan menjadi strategi permintaan primer dan
strategi primer dan strategi permintaan selektif
1. Strategi permintaan primer dirancang untuk meningkatkan tingkat
permintaan terhadap bentuk produk atau kelas produk. Strategi ini
difokuskan pada pengunaan baru, maupun penggunaan saat ini.
2. Strategi permintaan selektif berupa tiga alternative, sebagai
berikut : memperluas pasar yang dilayani dengan cara memperluas
distribusi dan melakukan perluasan produk. Merebut pelanggan
dari pesaing melalui head to head positioning, dan
mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, menjalin
relationship marketing, dan menawarkan produk komplementer
dalam bundling product maupun system selling.
D. Marketing Mix
Definisi dari marketing mix sendiri adalah sekumpulan variabel-
variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh
perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target
pemasaran. Masalah pemasaran dapat dikatakan penting jika melihat pada
persaingan barang dan jasa yang semakin ketat. Persaingan pasar yang
semakin ketat memungkinkan bagi suatu perusahaan untuk merancang
strategi bauran pemasaran yang tepat bagi perusahaannya agar dapat
memenangkan hati pelanggan. Jadi tidak heran jika semakin terlihatnya
20
persaingan bisnis dalam hal kegiatan atau strategi pemasarannya. Bauran
pemasaran jasa meliputi 5P yaitu Product, Price, Place, Promotion, dan
People. 5P inilah yang nantinya digunakan oleh perusahaan sebagai alat
pemasarannya. Melalui Bauran Pemasaran Jasa diharapkan dapat
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, sehingga tujuan perusahaan
dapat tercapai yaitu dapat menjual produk dan jasa perusahaan. Namun,
perusahaan tetap harus menyesuaikan dan memperhatikan kebutuhan serta
keinginan konsumen supaya konsumen tertarik melakukan pembelian
terhadap produk serta jasa perusahaan. Keputusan pembelian yang dilakukan
konsumen diharapkan bisa menimbulkan kepuasan pelanggan pada produk
dan jasa yang telah dibeli oleh pelanggan. Karena kepuasan akan dirasakan
pelanggan jika hasil yang dirasakan atau didapatkan sesuai atau melebihi
harapan pelanggan. Kepuasan pelanggan yang didapatkan oleh perusahaan
mampu menimbulkan respon positif dari pelanggan. Hal ini tentunya
merupakan suatu keuntungan bagi perusahaan karena mendapatkan image
positif dimata pelanggan. Salah satu usaha yang tidak hanya memperhatikan
kualitas produk saja tapi juga memperhatikan kualitas jasa adalah pada
penjualan koperasi baik berupa barang maupun jasa pembelian pulsa, paket
internet, token PLN dan pembayaran-pembayaran lainnya. Jasa pembayaran
dan pembelian biasa disebut dengan servive (pelayanan) dimana pelanggan
tidak hanya merasakan kecepatan pelayanan saja, tetapi juga lengkap
melayani keperluan anggota koperasi dan masyarakat sekitar koperasi.
Pelayanan tersebut dapat berupa keramah karyawan terhadap konsumen, tata
21
cara melayani tamu yang baik dan benar, sopan santun karyawan, dan lain
sebagainya. “Promotion In the service sector, the marketing mix includes the
additional Ps, which are people, physical evidence, and process”. Artinya
bauran pemasaran tradisional didefinikan oleh empat Ps (produk, harga,
tempat, promosi). Ada tiga P tambahan pada sektor jasa yaitu orang, proses
dan bukti fisik.
1. Product (Produk) Mengelola unsur produk termasuk perencanaan dan
pengembangan produk atau jasa yang tepat untuk dipasarkan oleh
perusahaan. Produk Menurut Payne (2001:156), Produk diartikan
sebagai sebuah konsep keseluruhan atas obyek serta proses yang
memberikan berbagai nilai bagi para pelanggan. Lalu produk memiliki
arti kombinasi “barang atau jasa” yang ditawarkan perusahaan kepada
pasar sasaran (Kotler dan Armstrong 1997:48). Produk dianggap
sangat penting karena pada sebuah perusahaan, produk mulai
dirasakan oleh pelanggan pada saat pelanggan menggunakan produk
yang telah dibelinya.
Jenis produk berdasarkan sifat, klasifikasi dan bauran produk menurut
Ali Hasan (2008:276) adalah barang (non durable goods dan durable
goods) dan jasa (Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan
yang ditawarkan untuk dijual bersifat tidak berwujud, tidak dapat
dipisahkan, dan mudah habis).
Menurut Budi (2013:100), Harga (price) adalah salah satu indikator
yang dipakai sebagai pertimbangan dalam memilih suatu produk oleh
22
pelanggan dimana harga mampu merebut hati para pelanggan dan
calon pelanggan dalam mengambil suatu keputusan. Dalam
menentukan harga, manajemen harus menentukan harga dasar yang
tepat bagi produknya. Manajemen harus menentukan strategi yang
menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos angkut, dan
berbagai variabel yang berkesinambungan dengan harga. Harga
adalah nilai tukar suatu produk yang dinyatakan dalam satuan
moneter. (Gugup Kismono, 2011:365). Tujuan penetapan harga :
mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, merebut pangsa
pasar, mengejar keuntungan, mendapatkan Return On Investmen(ROI)
atau pengembalian modal, mempertahankan status quo. (Gugup
kismono 2011: 366).
Menurut Gugup Kismono 2011:373 Strategi penentuan harga
dipengaruhi sasaran (objective) perusahaan, tahapan daur hidup
produk, dan persaingan. strategi penentuan harga sebagai berikut :
a. Strategi harga produk baru
1) Harga Skimming adalah menetapkan harga yang relative tinggi
pada saat produk diluncurkan pertama kali di pasar.
2) Penetapan harga penetrasi adalah meluncurkan produk dengan
harga yang murah untuk memperoleh pangsa pasar yang luas
atas barang atau jasa
23
b. Strategi harga psikologi didasarkan pada asumsi bahwa konsumen
lebih mempertimbangkan faktor emosional daripada faktor
rasional dalam motif pembeliannya.
1) Prestige pricing strategi ini menetapkan harga yang tinggi untuk
menanamkan citra (image) kualitas yang tinggi.
2) Odd pricing penjual menetapkan harga yang sedikit di bawah
jumlah yang genap.
3) Multiple unit pricing penjual menetapkan harga yang lebih
rendah jika konsumen membeli dalam jumlah yang lebih
banyak.
4) Price lining perusahaan menjual produk dengan harga yang
berbeda untuk model berbeda dalam lini produk tetentu.
5) Leader pricing pengecer menjual beberpa produk yang menarik
dengan harga yang lebih rendah dibanding harga normal.
Menurut Budi (2013:104), place (tempat) identik dengan saluran
distribusi dan lokasi. Pada pemasaran, saluran distribusi merupakan
suatu keputusan paling kritis, karena akan mempengaruhi keputusan
pemasaran lainnya. Place merupakan komponen yang penting, karena
walaupun perusahaan memiliki produk yang baik serta harga yang
terjangkau namun lokasinya sulit untuk diakses pelanggan hal ini
dirasa percuma. Meskipun perantara pemasaran pada dasarnya
merupakan faktor lingkungan yang berada di luar jangkauan
perusahaan, seorang eksekutif pemasaran tetap mempunyai ruang
24
gerak yang besar sekali pada waktu berhubungan dengan mereka.
Tanggung jawab pemasaran adalah memilih dan mengelola saluran
perdagangan dimana yang dipakai menyalurkan produk dapat
mencapai pasar yang tepat dalam waktu yang tepat pula, dan
mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan penanganan
produk secara fisik melalui saluran-saluran ini.“Distribusi adalah
perpindahan barang dan jasa dari produsen ke pemakai industri dan
konsumen”.(Gugup Kismono, 2011:384). Agar fungsi saluran
pemasaran dapat optimal, apabila didukung oleh sistem transportasi
perusahaan, sistem penyimpanan, pemilihan saluran pemasaran. (Ali
Hasan, 2008:348). Saluran distribusi merupakan jalur atau
keseluruhan perantara pemasaran yang dilalui barang dan jasa dari
produsen ke pemakai industri dan konsumen, termasuk di dalamnya
transportasi dan pergudangan. Perantara pemasaran dapat dibedakan
menjadi dua yaitu yang melayani pasar industri (whosaler) merupakan
pedagang besar dan yang melayani pasar konsumen (retailer)
merupakan pengecer. (Gugup Kismono, 2011:387).
Promotion/Promosi adalah usaha yang dilakukan pemasar untuk
mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan
pertukaran. (Gugup Kismono, 2011: 395). Dari pengertian tersebut
dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi merupakan kegiatan
terpenting yang berperan aktif dalam memperkenalkan,
memberitahukan dan mengingatkan kembali manfaat suatu produk
25
agar mendorong konsumen untuk membeli produk yang dipromosikan
tersebut. Agar promosi perusahaan berfungsi dengan baik maka
penting untuk menentukan secara jelas tujuan-tujuan dari kegiatan
promosi. Tujuan promosi meliputi :
a. Modifikasi Tingkah Laku adalah berusaha merubah tingkah laku
dan pendapat konsumen melalui kegiatan promosi agar konsumen
tertarik dan membeli produk yang dipromosikan.
b. Memberi Informasi adalah memberitahukan secara umum tentang
produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.
c. Persuasi adalah membujuk, menerima perhatian dan
mempengaruhi para konsumen untuk membeli produk atau jasa
yang ditawarkan perusahaan.
d. Mengingatkan kembali adalah dilakukan terutama untuk
mempertahankan merek produk dihati masyarakat dan perlu
dilakukan selama tahap kedewasaan dalam siklus hidup produk.
Pembelian adalah akhir dari proses komunikasi. Pembeli juga
memiliki keterikatan yang tinggi dengan produk yang
dikonsumsinya. Ada enam hal yang dapat menjelaskan
komunikasi tersebut (Fandy Tjiptono, 2007:225), yaitu :
1) Kesadaran (Awareness).
2) Pengetahuan (Knowledge).
3) Menyukai (Liking).
4) Preferensi (Preference).
26
5) Keyakinan (Conviction).
6) Pembelian (Purchase).
Menurut Swastha dan Irawan (2005 : 349) dalam Farizal. Bauran
promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-
variabel periklanan personal selling dan alat promosi yang lain yang
semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.
Bauran promosi terdiri dari ;
a. Periklanan
Periklanan merupakan komunikasi non personal yang oleh
perusahaan melalui media. Iklan dapat dikategorikan menjadi
retail advertising, trade advertising, industrial advertising,
advertising.
b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan insentif jangka pendek untuk
mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa (Kotler
dan Armstrong, 2008 : 204). Promosi penjualan bermanfaat
penting merangsang respon konsumen berupa perilaku
(behavioral response). Dari definisi tersebut dapat ditarik
kesimpulan, promosi penjualan adalah segala bentuk penawaran
baik itu produk atau jasa yang bertujuan untuk mendorong
pembelian.
c. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen yang
27
mengevaluasi sikap masyarakat, mengambil kebijakan-kebijakan
sesuai dengan kepentingan publik, dan mengambil tindakan-
tindakan yang diperlukan agar publik dapat memahami dan
menerima produk perusahaan. (Gugup kismono, 2011: 399). Jadi
Public Relation, adalah salah satu eleman bauran yang
mengevaluasi sikap publik atau masyarakat, mengidentifikasi
kebijakan dan membangun hubungan baik dengan berbagai
masyarakat perusahaan dan melaksanakan berbagai program yang
dapat membangun citra perusahaan dalam mencapai tujuannya.
d. Penjualan Personal (Personal Selling)
Penjualan personal menekankan aspek penjualan melalui
komunikasi person-to-person. Peranannya cenderung bervariasi
antar perusahaan, tergantung pada sejumlah faktor karakteristik
produk atau jasa yang dipasarkan, ukuran, dan tipe industri adalah
penjualan personal yang merupakan komunikasi lisan atau
percakapan dengan tatap muka secara langsung antar individu
untuk menciptakan penjualan. Personal selling merupakan alat
yang paling efektif dalam segi biaya pada tahap lebih lanjut dalam
proses pembelian, terutama dalam membangun preferensi,
keyakinan, dan tindakan pembeli.
e. Pemasaran Langsung ( Direct Marketing )
Menurut Kotler dan Gary.A (2008 : 221), pemasaran langsung
merupakan hubungan langsung dengan konsumen individual yang
28
ditargetkan secara hati-hati untuk meraih respon segera dan
mencapai hubungan pelanggan yang abadi. Jadi program direct
marketing merupakan sistem interaktif yang menggunakan
berbagai media komunikasi untuk meningkatkan respon langsung
yang sifatnya spesifik dan terukur dengan direct mail, direct call,
pemasaran elektronik, katalog, pos, telepon, TV, TV kabel, TV
interaktif, mesin fax, internet, dan media dengan tanggapan
langsung lain.
f. People (Orang-orang)
Orang-orang (people) adalah semua orang yang terlibat aktif
dalam pelayanan dan mempengaruhi persepsi pembeli, nama,
pribadi pelanggan, serta pelanggan-pelanggan lain yang ada
dalam lingkungan service (pelayanan) jasa tersebut. People
termasuk kegiatan untuk karyawan mulai dari rekruitmen diklat,
motivasi, balas jasa, kerja sama, serta pelanggan (costumer) dan
calon pelanggan.
E. Analisis Segmenting, Targerting, Positioning
Perusahaan yang beroperasi pada pasar yang universal sering kali
menemukan bahwa perusahaan tidak dapat melayani seluruh kebutuhan yang
berbeda-beda. Sebuah kompotitor perusahaan akan ada pada posisi yang lebih
baik jika melayani segmentasi pasar tertentu di lapangan.
1. Analisis Segmentasi Pasar
Gugup Kismono (2011:324), mendefiniskan segmentasi pasar
29
merupakan gerakan yang dilakukan pemasaran untuk membagi pasar kedalam
group yang lebih spesifik atau kecil yang dimana memiliki ciri-ciri dan
kebutuhan produk yang sama atau dengan membagi pasar yang sifatnya
heterogen menjadi homogen. Tahapan-tahapan dalam segmentasi pasar antara
lain :
a. Mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan pasar dengan melakukan
penelitian pemasaran, pemasar dapat memperoleh informasi tentang
karakteristik dan kebutuhan konsumen untuk melakukan segmentasi
pasar. Berdasarakan narasumber yang diperoleh pemasar, maka pasar
potensial dapat dikategorikan dengan beberapa cara, diantaranya :
Segmentasi demografi, membagi pasar kedalam beberapa
kelompok, berdasarkan usia, pendididikan, jenis kelamin,
pendapatan, dan jumlah tanggungan keluarga.
Segmentasi geografi, mengidentifikasi tempat atau wilayah
dimana sebuah pasar berada, misalnya besarnya wilayah,
iklim, kepadatan penduduk, dan kondisi fisik.
Segmentasi psikografi, demikian berdasarkan gaya hidup dan
kepribadian konsumen seperti aktivitas seseorang, dan minat.
Segmentasi manfaat, pembagian besar yang lebih
memfokuskan pada manfaat yang diharapkan dari suatu
produk.
b. Menganalisis pasar potensial.
Langkah berikutnya dalam membagi pasar adalah menganalisis
30
potensial penjualan, potensi permintaan, potensi keuangan, dan
kekuatan pembelian. Menurut Gugup Kismono (2011:325), dengan
adanya memahami potensi pasar, maka pasar dapat menentukan
seberapa jauh pasar yang dituju mampu menyerap produk (hasil dari
produksi).
Dapat diukur, ukuran daya beli, dan profil segmen.
Memiliki cakupan luas, segmen cukup besar dan
menguntungkan untuk dilayani.
Dapat dilaksanakan, program yang efektif dapat
diformulasikan untuk menarik dan melayani segmen pasar
sesuai kemampuan suatu perusahaan.
Mudah diperoleh, segmen secara efektif mudah dijangkau dan
dilayani.
Menguntungkan, maksudnya adalah setiap segmen yang
ditembus harus benar-benar menguntungkan.
2. Penetapan Target Pasar
Agar target pasar lebih tepat, marketer harus mengkonfirmasi pasar
sasarannya (confirming of market), komunitas diidentifikasi, kemudian
selanjutnya dengan konfirmasi kesesuaian tawaran produk ke komunitas yang
dituju. Tujuan konfirmasi ini adalah untuk produk. Pilihan komunitas yang
mungkin memberikan manfaat paling optimal terhadap produk adalah
(comunity bike to work).
31
Menurut Fandy Tjiptono, Targeting adalah proses mengevaluasi dan
memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai paling menarik untuk
dilayani dengan program pemasaran spesifik perusahaan.
Dalam menyeleksi suatu target sangat penting dilakukan dalam
mengembangkan sebuah strategi pemasaran yang efektif. Mencoba untuk
menjual sebuah produk kepada suatu kelompok pelanggan yang tidak
membutuhkan produk yang ditawarkan merupakan tindakan yang hanya
berujung kegagalan. Oleh sebab itu Gugup Kismono (2011:327) menjelaskan,
setiap perusahaan harus menggunakan pendekatan tidak terdeferensiasi
melalui marketing mix tunggal untuk keseluruhan pasar.
Kriteria penentuan target pasar menurut Ali Hasan (2008:197),
diantaranya sebagai berikut :
a. Target pasar harus berdasarkan pada unggulan kompotitif
perusahaan
b. Target pasar yang dibidik harus mempertimbangkan situasi
pesaing, baik secara langsung maupun tidak langsung yang
mempengaruhi daya tarik target segmen
c. Pasar yang dipilih harus cukup besar dan menguntungkan bagi
perusahaan dimasa yang jangka panjang.
3. Penetapan posisi pasar
Penetapan posisi bukan hanya dilakukan untuk produk, tetapi dari apa
yang akan dibentuk dalam pikiran prospek, positioning mencerminkan
“tempat” produk dalam menempati konsumen, setiap atribut produk. Strategi
32
positioning digunakan untuk mencapai diferensiasi keuntungan. Sebuah
posisi mempunyai karaktetristik yang membedakan diri dari yang lain dan
penting bagi konsumen tindakan yang paling menentukan dalam proses akhir
pemasaran adalah penetapan posisi pasar.
Dalam menentukan positioning harus melakukan tindakan mendesain
penawaran dan citra perusahaan sehingga penawaran dan citra itu menempati
posisi yang berbeda dan berharga dibenak konsumen pelanggan sasaran yang
akan dituju. Penetapan posisi pasar diawali dengan kegiatan mengidentifikasi
konsep penetapan posisi pasar yang menentukan bagi masing-masing segmen
dan kemudian memilih, mengembangkan, serta mengkomunikasikan konsep
penetapan posisi yang dipilih. Penetapan posisi pasar juga dapat diartikan
sebagai kegiatan mendesain penawaran dan ilustratasi perusahaan untuk
menempati posisi yang kompotiti dan bermanfaat, serta berbeda dalam benak
pelanggan. Untuk berfokus dalam penetapan strategi posisi pasar, perusahaan
harus memutuskan beberapa perbedaan, misalnya adalah keistimewaan
produk. Untuk melakukakan penempatan posisi yang tepat ada beberapa
sumber menurut Ali Hasan (2008:202) :
a. Mengidentifikasi pesaing
b. Pendataan kebutuhan pelanggan
c. Menentukan standar evaluasi
d. Mengidentifikaasi kesenjangan posisi
e. Memantau posisi
f. Merencanakan strategi posisioning
33
g. Menentukan produk yang relevan
h. Membuat perpectual map
F. Kualitas Produk
Pengertian kualitas yang diadopsi oleh American Society for Quality
Control : bahwa Mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau
jasa yang menunjukkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan
yang tampak. Kualitas produk adalah totalitas fitur dan karakteristik produk
atau jasa yang tergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan
yang dinyatakan atau tersirat. Kualitas produk merupakan bagian penting dari
atribut produk yang dapat mempengaruhi kepuasan, seperti yang diungkapkan
oleh Kotler dan Amstrong (2009:149), kepuasan juga tergantung pada
kualitas produk dan jasa. Kualitas produk adalah salah satu sarana positioning
utama pasar.
Kualitas mempunyai dampak langsung pada kinerja produk dan jasa,
Oleh karena itu kualitas berhubungan erat dengan nilai dan kepuasan
pelanggan. Kualitas sangat mempengaruhi kepuasan yang akan didapat oleh
konsumen. Perusahaan yang memuaskan sebagian besar kebutuhan
pelanggannya sepanjang waktu yang disebut perusahaan berkualitas.
Kotler dan Amstong (2008:9), konsumen akan menyukai produk yang
menawarkan kualitas, kinerja dan fitur inovatif yang terbaik. Kualitas dan
peningkatan produk adalah bagian paling penting dalam sebagian besar
strategi pemasaran. Berdasarkan atas teori-teori yang berhubungan dengan
kualitas yang diatas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa kualitas
34
produk merupakan salah satu bagian yang penting dalam produk. Produk
dengan kualitas yang baik adalah produk yang dapat memenuhi pelanggan
sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan oleh pelanggan tersebut.
G. Kajian TentangKoperasi
1. Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang dengan
menjalankan prinsip kerjanya, berasaskan kekeluargaan. Dengan kata lain
koperasi itu adalah suatu kumpulan orang-orang yang mengutamakan usaha
bersama yang berasaskan kekeluargaan. Hal ini sudah tercantun pada
Undang-Undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992 pasal 1 ayat 1. Secara
harfiah Koperasi yang berasal dari bahasa Inggris Coperation terdiri
dari : Co yang berarti bersama dan Operation = bekerja. Koperasi adalah
suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama.
Berdasarkan Undang-Undang nomor 12 Tahun 1967, koperasi
Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan
beranggotakan orang-orang yang menjadi anggotanya dengan asas
kekeluargaan, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan
ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Arifin, Johar menganggap bahwa koperasi adalah sesuatu yang
direncanakan dan dibentuk untuk merencanakan tujuan rasional produksi
guna menunjang perencanaan nasional, serta dalam keberlangsungannya
koperasi akan memberikan keuntungan bagi para anggotanya dengan tujuan
35
dan kepentingan yang sama begitupun dengan resiko yang akan ditanggung
bersama (Arifin, Johar, 2002: 21).
Koperasi adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama
yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat
tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing
sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan
sebanding dengan pemanfaatan mereka terhadap organisasi. Sedangkan
menurut R.S Soeriaatmadja dalam Arifin Johar menuliskan bahwa koperasi
adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh
anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan
untuk mereka atas dasar nir laba atau dasar biaya, sehingga dalam
pelaksanaanya koperasi harus mampu menjalankan kerja-kerja usaha agar
mampu bertahan dan menjalankan roda organisasi (Arifin, Johar, 2002: 21).
2. Prinsip-Prinsip Koperasi
Perbedaan koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya, tidak
hanya terletak pada landasan dan asasnya, tetapi juga dengan prinsip-prinsip
pengelolaan organisasi dan usaha koperasi merupakan penjabaran dari asas
kekeluargaan yang dianut oleh koperasi.
Menurut Subandi, rumusan prinsip umum koperasi yang disepakati ialah:
1) Keanggotaan bersifat terbuka
2) Pengawasan dilakukan secara demokratis
3) Pembagian sisa hasil usaha didasarkan partisipasi masing-masing
dalam usaha koperasi
36
4) Bunga yang terbatas atas modal
5) Netral dalam lapangan politik
6) Tataniaga yang dijalankan secara tunai
7) Menyelenggarakan pendidikan (Subandi, 2011: 22-23).
Tetapi dalam sidang ICA diparis tahun 1937, ICA memutuskan
mencantumkan keempat prinsip pertama itu sebagai prinsip ICA sendiri.
Kemudian dalam kongres di Praha tahun 1948, ICA menetapkan dalam
anggaran dasarnya bahwa suatu koperasi dapat menjadi anggota lembaga
tersebut bila koperasi dinegara tersebut mempunyai prinsip sebagai berikut:
1) Keanggotaan bersifat sukarela
2) Pengawasan secara demokratis
3) Pembagian hasil usaha kepada anggota menurut perbandingan
partisipasi masing-masing anggota dalam transaksi transaksi sosial
atau jasa sosial dari perkumpulan atau usaha koperasi.
4) Pembatasan bunga modal.
Keempat prinsip tersebut dinyatakan sebagai syarat utama berdirinya
sebuah koperasi. Namun demikian penerapan prinsip-prinsip tersebut
diberbagai negara tetap mengalami penyesuaian dengan tahap perkembangan
gerakan koperasi dinegara yang bersangkutan.
Adapun penyusunan prinsip-prinsip di Indonesia tidak terlepas dari
sejarah perkembangan koperasi secara International. Dalam mempelajari
prinsip koperasi international, disadari bahwa penyusunan prinsip koperasi
37
Indonesia harus sesuai dengan kondisi dan tingkat perkembangan koperasi di
Indonesia.
Sebagaimana dinyatakan dalam pasal 15 ayat 1 UU no. 25/1992,
koperasi di Indonesia melaksanakan koperasi sebagai berikut.
1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usaha masing-masing anggota
4) Pembagian balas jasa yang terbatas pada modal.
5) Kemandirian (Subandi, 2011: 22-23).
Prinsip-prinsip koperasi mempunyai peranan penting di dalam
menentukan bagaimana pengelolaan usaha koperasi dalam mencapai
tujuannya dan yang bisa membedakan dengan bentuk badan lain.
3. Jenis-Jenis Koperasi
Salah satu tujuan pendirian koperasi didasarkan kepada kebutuhan dan
kepentingan para anggotanya. Masing-masing kelompok masyarakat yang
mendirikan koperasi memiliki kepentingan ataupun tujuan yang berbeda.
Perbedaan kepentingan ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa
jenis sesuai dengan kebutuhan tersebut (Kasmir, 2012: 256).
Berdasarkan bidang usaha ini dan jenis anggotanya, menurut PSAK
No. 27 tahun 2007 koperasi dikelompokkan kedalam beberapa jenis koperasi,
yaitu:
a. Koperasi Simpan Pinjam
38
Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang
bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dana dari para anggotanya,
dan kemudian untuk dipinjamkan kembali kepada para anggota yang
memerlukan bantuan dana. Kegiatan utama koperasi simpan pinjam adalah
menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman kepada anggota koperasi.
b. Koperasi Konsumen
Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya terdiri dari para
konsumen akhir atau pemakai barang atau jasa. Kegiatan utama koperasi
konsumen adalah melakukan pembelian bersama.
c. Koperasi Pemasaran
Koperasi pemasaran adalah kopersi yang anggotanya terdiri dari
produsen atau pemilik barang atau penyedia jasa. Koperasi pemasaran
dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya memasarkan barang-
barang yang mereka hasilkan. Jadi masing-masing koperasi menghasilkan
barang secara individual, sementara pemasaran barang-barang tersebut
dilakukan oleh koperasi.
d. Koperasi Produsen
Koperasi produsen adalah koperasi yang para anggotanya tidak memiliki
badan usaha sendiri tetapi bekerja sama dalam wadah koperasi untuk
menghasilkan dan menghasilkan barang atau jasa. Kegiatan utama
koperasi produsen adalah menyediakan, mengoperasikan dan mengelola
sarana produksi bersama (Rudianto, 2010: 5-6).
39
4. Permodalan Koperasi
Dalam menjalankan usahanya, koperasi perlu mendapat beberapa
dukungan dari bidang apapun termasuk juga dalam bidang modal. Seperti
yang kita ketahui pengertian modal adalah “ modal sebagai kolektivitas dari
barang-barang modal yang terdapat disebelah debet, sedangkan yang
dimaksud dengan barang-barang modal adalah semua barang yang ada dalam
rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktivitasnya untuk membentuk
pendapatan”.
“Koperasi, pada dasarnya adalah perusahaan kecil yang juga
membutuhkan modal. Berbeda dengan perusahaan yang lain, seperti CV atau
PT, koperasi dijalankan oleh orang-orang yang tidak mempunyai modal
cukup. Modal koperasi berasal dari anggota, koperasi itu sendiri dan dari
luar” (Juliana lumbantobing, dkk, 2002: 105).
Sementara itu, modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal
pinjaman dengan perincian sebagai berikut:
1) Modal Sendiri berasal dari:
a) Simpanan Pokok
Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang
wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk
menjadi anggota.
b) Simpanan Wajib
40
Simpanan Wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak
harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi
dalam waktu dan kesempatan tertentu.
c) Dana Cadangan
Dana Cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari
penyisihan sisa hasil usaha, yang dimaksudkan untuk memupuk
modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila
diperlukan.
d) Hibah
Hibah adalah suatu pemberian atau hadiah dari seseorang semasa
hidupnya. Hibah ini dapat berupa wasiat, jika pemberian tersebut
diucapkan/ditulis oleh sesorang sebagai wasiat atau pesan atau
kehendak terakhir sebelum meninggal dunia dan baru berlaku
setelah dia meninggal dunia.
2) Modal Pinjaman berasal dari:
a) Anggota
Anggota, yaitu suatu pinjaman yang diperoleh dari anggota,
termasuk calon anggota yang memenuhi syarat.
b) Koperasi lainnya dan/atau anggotanya
Pinjaman dari koperasi lain dari/atau anggotanya didasari dengan
perjanjian kerja sama antar koperasi.
c) Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
41
Pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya dilakukan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
d) Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya
Dalam rangka mencari tambahan modal, koperasi dapat
mengeluarkan obligasi (surat pernyataaan hutang) yang dapat dijual
ke masyarakat.
e) Sumber lain yang sah
Sumber lain yang sah adalah pinjaman bukan dari anggota yang
dilakukan tidak melalui penawaran secara hukum (Subandi, 2011:
82-83).
Dalam pelaksanaan kegiatan koperasi, modal sendiri dan modal
pinjaman digunakan secara bersamaan untuk perkembangan usaha koperasi
tersebut. Apabila modal mengalami peningkatan setiap tahunnya, maka
koperasi dapat mengembangkan usaha-usaha yang dimiliki dengan lancar
tanpa ada hambatan dari segi permodalannya.
Terhadap penggunaan modal koperasi, perlu dilakukan pengawasan.
Pengawasan tersebut dapat berasal dari berbagai pihak. Yang dapat
melakukan pengawasan modal koperasi adalah sebagai berikut:
a) Anggota
Penggunaan modal perlu pengawasan oleh anggota. Hal ini sangat
penting didalam perkoperasian, sebab kekuasaan tertinggi pada
koperasi berada di tangan para anggota sebagai pemilik Koperasi.
42
b) Pengurus
Pengawasan yang dilakukan oleh pengurus terhadap penggunaan
modal adalah bersifat pengendalian. Hal ini dimaksudkan agar
manager memanfaatkan modal koperasi tersebut dengan
kegunaannya yang telah ditetapkan oleh pengurus sebagai
pelaksanaan keputusan rapat anggota.
c) Pemerintah
Tidak jarang sebuah koperasi mempergunakan modal dari
pinjaman yang diberikan oleh Bank, baik Bank Pemerintah
maupun bukan. Untuk itu, pengamanan modal juga dilakukan oleh
pemerintah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pokok
Perkoperasian yang berlaku (Ninik Widiyanti, 2009 : 144-145).
5. Pendapatan Usaha Koperasi
Suatu badan usaha koperasi selalu membentuk beberapa usaha dengan
tujuan untuk mensejahterakan anggota dan juga masyarakat. Koperasi tidak
hanya membentuk usaha saja, tetapi pihak koperasi selalu berusaha agar
usaha-usahanya mengalami perkembangan setiap tahunnya. Setiap kegiatan
usaha yang dikelola oleh koperasi akan menghasilkan pendapatan yang
nantinya akan dinikmati oleh anggota koperasi itu sendiri.
Menurut Titik Sartika Partomo yang dikutip oleh Kirwani mengatakan
bahwa, “pendapatan koperasi adalah penerimaan koperasi atas konstribusi
anggota koperasi bagi pemenuhan biaya-biaya koperasi” (Titik Sartika
Partomo dan Abd. Rachman Soejoedono, 2004 : 81). Sedangkan menurut
43
Rudianto,” pendapatan adalah kenaikan jumlah aktiva yang dimiliki oleh
koperasi yang tidak disebabkan oleh kenaikan jumlah utang atau kenaikan
jumlah modal anggota” (Rudianto, 2010: 201).
Pendapatan yang diperoleh koperasi tidak lepas dari keaktifan para
anggota yang nantinya juga bisa menjadi modal untuk koperasi itu sendiri.
Apabila anggota sudah berperan aktif, maka koperasi akan mampu
berkembang dengan baik dan akan mempermudah mencapai tujuan koperasi
itu sendiri yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota dengan tingginya
pendapatan yang diperoleh
H. Tinjauan Tentang Anggota Koperasi
1. Peran Anggota Koperasi
Menurut UU No. 25/1992 tentang perkoperasian, pasal 17 dan 18.
Anggota Koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota. Yang dapat
menjadi anggota koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu
melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan
sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Koperasi dapat memiliki
anggota luar biasa yang persyaratan, hak, dan kewajiban keanggotaannya
ditetapkan dalam Anggaran Dasar (Suhardi, dkk, 2012: 73).
Dalam menjalankan fungsinya secara efisien, anggota dapat
mendelegasikan wewenangnya kepada pengurus dan pengawas. Dalam
menjalankan usaha perkoperasian serta meningkatkan modal dan pendapatan
usaha, maka anggota koperasi harus berperan aktif dalam kegiatan koperasi.
44
Pengertian peran sendiri menurut kamus besar bahasa indonesia yaitu:
sesuatu yang diharapkan dimiliki oleh orang yang memiliki kedudukan dalam
masyarakat, sedangkan peranan yaitu bagian dari tugas utama yang harus
dilakukan (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, 1990 : 240).
Peran aktif anggota koperasi dapat diwujudkan dengan tindakan yang
nyata, seperti menggunakan fasilitas yang disediakan koperasi atau
bertransaksi dengan koperasi dan ikut mengembangkan unit-unit yang ada di
koperasi tersebut.
Secara umum, yang dapat menjadi anggota koperasi di Indonesia
merupakan warga Negara Indonesia yang memiliki ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
a. Dewasa dan mampu melakukan tindakan hukum. Ini berarti anak-anak
dibawah umur tidak dapat diterima menjadi anggota, juga tidak dapat
mendirikan koperasi dikalangan mereka sendiri. Ini disebabkan karena
hanya orang-orang dewasa yang dapat mengikat perjanjian jual-beli,
dan memiliki hak untuk menuntut pada pengadilan.
b. Menyetujui landasan idiil, asas dan sendi dasar koperasi. Seseorang
yang hendak menjadi anggota koperasi, sebelumnya mempelajari
maksud dan tujuan koperasi yang bersangkutan dan juga landasan
idiil, asas dan sendi dasar koperasi.
c. Sanggup dalam memenuhi kewajibannya dan melakukan haknya
sebagai anggota koperasi. Anggota koperasi harus lebih dahulu
45
mengetahui kewajibannya, sesudah kewajibannya sebagai anggota
dipenuhi, dapatlah ia menuntut haknya. Anggota yang seperti itu
adalah anggota yang baik, dan perlu dijadikan teladan (Ninik
widiyanti, 2002 : 79-80).
2. Hak dan Kewajiban Anggota
1) Hak Anggota
a) Menghadiri dan menyatakan pendapat dan memberikan suara
dalam rapat anggota.
b) Memilih dan/atau dipilih menjadi anggota pengurus atau
pengawas .
c) Meminta diadakannya Rapat Anggota menurut ketentuan pasal
7 ayat (2) huruf e.
d) Mengemukakan pendapat dan saran kepada Pengurus diluar
Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta.
e) Mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota.
f) Meminta keterangan mengenai perkembangan koperasi.
g) Mendapat pembagian sisa hasil usaha sesuai dengan jasa usaha
masing-masing anggota koperasi.
h) Mendapat bagian sisa hasil usaha penyelesaian.
2) Kewajiban Anggota
a) Mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan
keputusan-keputusan rapat anggota.
46
b) Membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
lainnya yang diputuskan oleh rapat anggota.
c) Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh
koperasi.
d) Mengembangkan, memelihara kebersamaan berdasarkan asas
kekeluargaan.
e) Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan pasal 33 ayat
(1).
Hak dan kewajiban seorang anggota harus dilakukan dengan baik,
karena dengan begitu koperasi dapat melakukan kegiatannya dengan baik.
Mengingat anggota memiliki peran penting bagi koperasi selain modal dan
pendapatan. Karena anggota merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa
koperasi.
I. Faktor Yang Mempengaruhi Koperasi
Menurut Soedirman menyebutkan permasalahan yang merupakan
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha koperasi yang
meliputi faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
Beberapa faktor internal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan
koperasi antara lain sebagai berikut :
a. Partisipasi Angggota,
Partisipasi merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan
atau perkembangan suatu organisasi. Melalui partisipasi segala aspek
47
yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pencapaian tujuan
[Link] dikembangkan untuk menyatakan atau
menunjukkan peran serta (keikutsertaan) seseorang atau kelompok orang
dalam aktivitas tertentu, sedangkan partisipasi anggota dalam koperasi
berarti mengikutsertakan anggota koperasi itu dalam kegiatan operasional
dan pencapaian tujuan [Link] anggota koperasi yang belum
memanfaatkan jasa pelayanan yang tersedia di koperasi. Hal ini
menunjukkan kurang tumbuhnya rasa memiliki dari anggota sehingga
mereka masih memanfaatkan jalur lain dalam memenuhi kebutuhannya.
b. Solidaritas Antar Anggota Koperasi
Berkoperasi juga dimaknai sebagai upaya membangun ikatan solidaritas
antar anggota, karena dengan ikatan ekonomi, ikatan solidaritas bisa
dibangun secara lebih kongkrit. Ikatan solidaritas ini pada kenyataannya
juga bisa dikembangkan untuk meraih tujuan gerakan yang lebih
[Link] disimpulkan bahwa dengan adanya Solidaritas yang kuat
antar anggota koperasi dapat menjadi suatu kekuatan didalam mencapai
tujuan koperasi.
c. Pengurus Koperasi Yang Juga Tokoh Masyarakat
Pengurus koperasi yang juga tokoh dalam masyarakat sehingga rangkap
jabatan ini menimbulkan fokus perhatian terhadap pengelolaan koperasi
berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan
lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya rangkap jabatan
48
yang dimiliki oleh pengurus koperasi menyebabkan kurang
profesionalismenya pengurus dalam mengelola koperasi.
d. Skala Usaha
Skala usaha yang belum layak, karena kemampuan pemasaran yang
masih terbatas pada beberapa jenis komoditi, dan belum terbinanya
jaringan dan mata rantai pemasaran produk koperasi secara terpadu
menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang. Dapat disimpulkan
bahwa dengan skala usaha yang kecil yang dilaksanakan oleh koperasi
menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang.
e. Perkembangan Modal
Perkembangan modal dalam koperasi sangat mempengaruhi
perkembangan usaha koperasi karena dengan modal yang cukup besar
koperasi dapat mengembangkan usahanya yang lebih banyak lagi.
menyatakan bahwa apabila koperasi ingin mengembangkan usahanya
kepasar global maka koperasi membutuhkan modal yang banyak, karena
di pasar global terdapat resiko bisnis yang cukup tinggi.
Bahwa kebanyakan koperasi belum mampu menggalang pemupukan
modal dari anggota koperasi sendiri selain dari iuran pokok dan iuran
wajib anggota. Tidak jarang bahwa iuran wajib bulanan masih kurang
lancar dilakukan. Bahwasannya koperasi adalah suatu badan usaha
ekonomi yang berdiri karena kesamaan kepentingan ekonomi
49
anggotanya dan berdasarkan prinsip [Link] maju mundurnya
koperasi sangat ditentukan oleh anggota.
f. Ketrampilan Manajerial
Hal ini sebenarnya saling berkaitan dengan kualitas sumber daya insani
dan masih kurangnya pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh
koperasi yang bersangkutan. Ketrampilan manajerial di koperasi sangat
penting karena organisasi yang baik adalah organisasi yang memiliki
manajemen yang baik, koperasi tidak akan berkembang tanpa fungsi
pengaturan yang terarah. Dan dalam perencanaan program kerja koperasi
harus mampu diterjemahkan oleh tim manajemen berdasarkan
kesepakatan di dalam rapat anggota tahunan (RAT).
g. Jaringan Pasar
Jaringan pasar merupakan suatu tempat untuk mencari pangsa pasar yang
lebih luas agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Bahwa
Pelayanan koperasi umumnya terfokus pada internal koperasi yang belum
terbentuk jaringan antar koperasi. Koperasi akan lebih berdaya saing jika
koperasi mampu membentuk jaringan usaha. Melalui jaringan yang kuat,
koperasi akan mampu berkiprah di pasar global dengan meningkatkan
mutu pelayanan. Dapat dijelaskan bahwa jaringan adalah suatu faktor
pendukung yang mempunyai kekuatan yang menentukan dalam
melaksanakan usaha ekonomi dan program lainnya
h. Jumlah dan Kualitas Sumber Daya Manusia Para Pengurus dan Manajer
50
Jumlah dan kualitas sumber daya manusia para pengurus dan manajer.,
koperasi umumnya dikelola oleh tim manajemen dengan status pendidikan
yang tidak begitu tinggi, sehingga kemampuan manajerialnya juga kurang
[Link] pelatihan sebagai media penambah wawasan dan
kemampuan manajerialnya belum tersedia secara optimal. Kualitas sumber
daya koperasi merupakan suatu hal penting dalam perkembangan koperasi
secara keseluruhan
i. Pemilikan dan Pemanfaatan Perangkat Teknologi Produksi dan Informasi
Pemilikan dan pemanfaatan perangkat teknologi produksi dan informasi
yang belum memadai. Pada umumnya koperasi masih belum memiliki
akses terhadap alat-alat komunikasi modern seperti jaringan internet.
Banyak koperasi yang masih menggunakan mesin ketik sebagai piranti
manajemennya sehingga cukup lamban dalam memberikan berbagai
pelayanan kepada anggota. Jadi koperasi harus lebih tanggap dan lebih
cepat dalam memperoleh informasi-informasi agar tidak tertinggal dengan
badan usaha lain, karena untuk memenuhi keinginan anggotanya dan
masyarakat koperasi harus selalu mengikuti perkembangan zaman.
j. Sistem manejemen
Sistem manejemen yang baik adalah faktor yang paling penting untuk
suksesnya koperasi. Dalam menerapkan manejemen, pengurus
mempunyai tanggung jawab untuk merumuskan kebijaksanaan,
menyetujui tanggung jawab untuk merumuskan kebijaksanaan,
51
menyetujui rencana dan program, melimpahkan wewenang kepada
manajer.
k. Kinerja Pengurus
Pengurus dalam koperasi mempunyai kedudukan yang sangat
menentukan bagi keberhasilan koperasi sebagai organisasi ekonomi yang
berwatak [Link] koperasi dipilih dari dan oleh anggota koperasi
dalam rapat anggota. Oleh karena itu kinerja pengurus mempunyai
kedudukan yang menentukan keberhasilan koperasi. Dengan pengurus
yang memiliki kompetensi yang baik akan dapat membuat koperasi
berkembang menjadi lebih baik.
2. Faktor eksternal,
Faktor Eksternal yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan
perkembangan koperasi antara lain :
a. Komitmen pemerintah
Menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian [Link] ini
ditunjukkan dengan dikuasainya sebagian besar asset usaha nasional oleh
sebagian kecil kelompok usaha besar. Jadi dengan adanya kebijakan
pemerintah disini koperasi masih dapat perhatian yang kecil. Sedangkan
UKM ataupun koperasi memberikan omzet yang cukup besar dibanding
dengan usaha swasta.
b. Sistem prasarana, pelayanan, pendidikan dan penyuluhan.
Pengetahuan anggota koperasi terhadap makna dan hakekat koperasi,
manfaat koperasi, hak dan kewajiban anggota di dalam berkoperasi belum
52
sepenuhnya dapat dikatakan baik. Pelatihan dan penyuluhan anggota untuk
meningkatkan kualitas sumber daya insani anggota, meningkatkan
kemampuan [Link] dan ketrampilan yang dimiliki anggota
koperasi itu sangat penting. Karena dengan meningkatkan ketrampilan
dapat menghasilkan produk yang berdaya saing dan dapat memajukan
koperasi
c. Iklim pendukung perkembangan koperasi
Suasana (iklim) untuk suburnya pertumbuhan koperasi tidak dapat datang
begitu saja. Untuk itu pemerintah berusaha menciptakan suasana yang
dapat mendorong pertumbuhan koperasi dengan cara mengadakan
koordinasi-koordinasi. Dengan koordinasi-koordinasi tersebut
dimaksudkan agar berbagai pihak yang ada sangkut pautnya dengan
pertumbuhan koperasi dapat dihasilkan pandangannya.
d. Dicabutnya Fasilitas Tertentu Oleh Pemerintah
Koperasi berkembang mengikuti perkembangan fasilitas yang diberikan
oleh pemerintah, sehingga seakan-akan koperasi adalah organisasi yang
sekedar menjalankan program-program pemerintah. Berbagai peluang
usaha koperasi harus diakui belum secara optimal dapat dimanfaatkan
oleh koperasi. Bahkan organisasi DEKOPIN yang diharapkan menjadi
corong koperasi yang memperjuangkan aspirasi koperasi dan
melaksanakan berbagai pelatihan.
e. Tingkat harga
53
Tingkat harga yang selalu berubah (naik) menyebabkan pendapatan
penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha,
justru menciutkan usaha. Permasalahan diatas adalah merupakan faktor
ancaman dan kelemahan koperasi baik internal dan eksternal. Berbagai
kendala dan tantangan tersebut menyebabkan koperasi belum mampu
berfungsi dan berperan sesuai harapan. Berbagai peraturan, kebijakan dan
kesempatan atau peluang yang tersedia bagi koperasi belum dimanfaatkan
oleh koperasi bagi kepentingan anggota dan masyarakat lingkungannya
([Link]