0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan86 halaman

Modul Ajar Matriks untuk SMK Kelas XI

Modul ajar matematika untuk SMK Kelas XI ini berfokus pada konsep matriks dan operasinya, termasuk penjumlahan, pengurangan, dan perkalian matriks. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks geometri dan sistem persamaan. Modul ini mencakup tiga pertemuan dengan alokasi waktu total 120 menit, serta menggunakan metode pembelajaran kreatif dan kolaboratif.

Diunggah oleh

nurrahmawati081
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan86 halaman

Modul Ajar Matriks untuk SMK Kelas XI

Modul ajar matematika untuk SMK Kelas XI ini berfokus pada konsep matriks dan operasinya, termasuk penjumlahan, pengurangan, dan perkalian matriks. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan konsep-konsep tersebut dalam konteks geometri dan sistem persamaan. Modul ini mencakup tiga pertemuan dengan alokasi waktu total 120 menit, serta menggunakan metode pembelajaran kreatif dan kolaboratif.

Diunggah oleh

nurrahmawati081
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul

Ajar
Matematika
SMK Kelas
XI
(Fase F)
A. Capaian Pembelajaran Fase F+
Pada akhir fase F+, peserta didik dapat menyatakan bilangan
kompleks dan operasinya pada bidang koordinat kompleks,
menyatakan data dalam bentuk matriks dan melakukan operasi
terhadap matriks dalam menerapkannya dalam transformasi
geometri dan penyelesaian sistem persamaan. Peserta didik
melakukan operasi aritmatika pada polinomial. Peserta didik
dapat memodelkan fenomena dengan fungsi trigonometri dan
fungsi logaritma.
Tabel 1. Fase F+ Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran

Aljabar Di akhir fase F, peserta didik dapat


dan menyatakan data dalam bentuk matriks.
Fungsi Mereka dapat menentukan fungsi invers,
komposisi fungsi, dan transformasi fungsi
untuk memodelkan situasi dunia nyata
menggunakan fungsi yang sesuai (linear,
kuadrat, eksponensial).

B. Tujuan Pembelajaran Materi Matriks


1. Menentukan konsep dari matriks.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis matriks berdasarkan ordo dan
elemen penyusunannya.
3. Menentukan matriks transpos.
4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesamaan
dua matriks.
5. Menjelaskan konsep operasi penjumlahan dan pengurangan
dua matriks.
6. Menjelaskan konsep operasi perkalian skalar dengan
matriks dan perkalian dua matriks.
7. Membuat model matematika dan menyelesaikan masalah
kontekstual matriks.
Lampiran 1a. Modul Ajar Matriks

A. Identitas dan Informasi Umum Mengenai Modul Ajar


Nama Sekolah SMK Negeri 1 Palibelo
Mata Pelajaran Matematika
Semester / Pokok Ganjil / Matriks
Bahasan
Fase / Kelas F / 11
Domain / Topik Aljabar dan Fungsi
Kata Kunci Matriks, Matriks Transpos,
Kesamaan Dua Matriks,
Penjumlahan Matriks, Pengurangan
Matriks, Perkalian Matriks
Kemampuan Operasi hitung dasar, sistem
Prasyarat persamaan linear, dan sifat
penjumlahan, pengurangan, dan
perkalian bilangan real
Alokasi Waktu 40 menit × 3 Jam (120 menit)
Jumlah Pertemuan 3 Pertemuan
Moda Pembelajaran Tatap Muka
Model Pembelajaran Creative Problem Solving
Profil Pelajar Gotong royong, mandiri, bernalar
Pancasila kritis, dan kreatif
Sarana Prasarana Buku guru dan buku siswa
matematika kelas XI, handphone,
laptop, LCD Proyektor, spidol,
papan tulis, penghapus
Media Pembelajaran Power Point
Video Pembelajaran :
[Link]
[Link]
Target Peserta Didik Reguler/tipikal
Karakteristik Peserta Peserta didik regular yang aktif
Didik berdiskusi dalam kegiatan
pembelajaran dan bernalar kritis
dalam mencari jawaban dan tidak
pantang menyerah dalam belajar
Daftar Pustaka Masta, A. A. (n.d.). Matematika
Tingkat Lanjut. Jakarta:
Pusat Perbukuan Badan
Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
Masta, A. A. (2021). Buku
Panduan Guru Matematika
Tingkat Lanjut. Jakarta:
Pusat Perbukuan Badan
Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.

B. Gambaran Umum Modul


Rasionalisasi
Penyusunan modul ajar matematika yang terdiri dari 3
pertemuan, 3 JP dan alokasi waktu 120 menit.

Urutan Materi
1. Menentukan konsep matriks
2. Jenis-jenis matriks
3. Kesamaan dua matriks
4. Penjumlahan dan pengurangan antar matriks
5. Perkalian matriks
Rencana Asesmen
Formatif : Observasi dan tanya jawab selama pembelajaran
Sumatif : a. Pengetahuan : Latihan soal dan ulangan harian.
b. Lisan : Presentasi hasil diskusi

URUTAN KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN 1 ( 3 × 45 Menit )
Subbab Menemukan konsep matriks
Jenis-jenis matriks
Kesamaan dua matriks
Tujuan 1. Siswa dapat menyajikan data atau
Pembelajaran informasi ke dalam bentuk matriks.
2. Siswa dapat menemukan pengertian
dari matriks.
3. Siswa dapat mengidentifikasi ordo dan
elemen dari suatu matriks.
4. Mengidentifikasi jenis-jenis matriks
berdasarkan ordo dan elemen
penyusunannya.
5. Menentukan matriks transpos.
6. Menjelaskan konsep kesamaan dua
matriks
7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan kesamaan dua matriks.
Pemahaman 1. Siswa dapat menemukan konsep
Bermakna matriks.
2. Siswa dapat menemukan definisi
matriks melalui kegiatan eksplorasi,
menyajikan data atau informasi ke
dalam bentuk matriks, serta memahami
unsur-unsur matriks seperti baris,
kolom, ordo, dan elemen matriks.
3. Siswa dapat memahami jenis-jenis
matriks.
4. Siswa dapat memahami transpos dari
suatu matriks.
5. Siswa dapat menemukan konsep
kesamaan dua matriks melalui kegiatan
eksplorasi.
Pertanyaan 5. Pernakah kalian menyajikan data dalam
Pemantik bentuk tabel?
6. Pernakah kalian mengamati denah
tempat duduk di kelas? Pada baris dan
kolom berapa kalian berada?
7. Apa yang dimaksud dengan transpos
matriks?
8. Mengapa kesamaan dua matriks penting
untuk dipelajari?
Profil Pelajar 1. Mandiri
Pancasila 2. Kreatif
3. Bernalar Kritis
4. Gotong Royong

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa dengan
menanyakan kabar.
2. Guru membuka pembelajaran dan mengecek kehadiran
siswa.
3. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan
kembali siswa tentang materi sebelumnya yang sudah
dipelajari.
4. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan
pertanyaan “Pernahkah kalian mengamati denah tempat
duduk di kelas? Pada baris dan kolom berapa kalian
berada? Siapa saja yang duduk dibaris pertama?”
5. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan hari ini.
6. Untuk menjawab pertanyaan pemantik, guru memberikan
permasalahan kemudian siswa diajak untuk
mengidentifikasi permasalahan tersebut secara
berkelompok (5-6 siswa).
Kegiatan Inti (120 Menit)
Tahap 1 1. Guru membagikan print out
Klarifikasi permasalahan yang tertera pada Lembar
Masalah Kerja Siswa 1 (LKS 1) dan
menampilkannya dengan bantuan
powerpoint.
2. Siswa mengamati, memahami, dan
mengidentifikasi permasalahan yang
terdapat pada LKS 1 dan mengajukan
pertanyaan yang belum dipahami terkait
permasalahan yang disajikan.
3. Guru membimbing siswa dalam
memahami situasi permasalahan dan
menemukan fakta dan informasi yang
ada kemudian diidentifikasi lebih lanjut.
Tahap 2 1. Guru membimbing siswa dalam
Pengungkapan memahami permasalahan dalam LKS 1.
Pendapat 2. Jika ada siswa yang mengalami
masalah, guru mempersilahkan siswa
lain untuk memberikan tanggapan
terkait pertanyaan siswa tersebut.
3. Guru membimbing siswa dalam
membuat kemungkinan solusi yang
digunakan dalam memecahkan
permasalahan dengan mengungkapkan
pendapatnya.
Tahap 3 1. Siswa mendiskusikan proses pemecahan
Evaluasi dan dari permasalahan yang diberikan.
Pemilihan 2. Siswa bekerja sama dalam kelompok
untuk memecahkan permasalahan yang
telah dibagikan oleh guru.
3. Guru membimbing siswa dalam
menentukan solusi yang tepat dalam
memecahkan permasalahan di Lembar
Kerja Siswa 1 (LKS 1).
Tahap 4 1. Guru membimbing siswa dalam
Implementasi mengimplementasikan solusi untuk
memecahkan permasalahan dan
memastikan solusi yang digunakan
berhasil.
2. Siswa menyiapkan hasil diskusi
kelompok secara rapi dan sistematis
sebelum dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan salah satu
kelompok untuk maju
mempresentasikan hasil diskusinya
4. Guru memberikan kesempatan kepada
kelompok lain untuk mengajukan
pendapat.
5. Guru membimbing jalannya diskusi
kelas dengan memberikan penguatan
terhadap solusi yang telah ditemukan.
6. Setiap kelompok mengumpulkan hasil
diskusinya.
Kegiatan Penutup (5 Menit)
1. Siswa dengan dibimbing oleh guru menyimpulkan
kembali terkait pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan
yang terdapat pada LKS 1.
3. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan
mengucapkan salam.

PERTEMUAN 2 ( 2 × 45 Menit )
Subbab Penjumlahan dan Pengurangan
Antarmatriks
Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan konsep
Pembelajaran operasi penjumlahan matriks.
2. Siswa mampu menentukan sifat-sifat
operasi penjumlahan matriks.
3. Siswa mampu menjelaskan konsep
operasi pengurangan matriks.
4. Siswa dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan operasi
penjumlahan dan pengurangan
antarmatriks.
Pemahaman 1. Siswa dapat menemukan konsep
Bermakna penjumlahan matriks.
2. Siswa dapat menemukan sifat-sifat
penjumlahan matriks.
3. Siswa dapat memahami pengurangan
matriks.
Pertanyaan 1. Apa syarat utama dua buah matriks
Pemantik dapat dijumlahkan atau dikurangkan?
2. Bagaimana cara menjumlahkan dan
mengurangkan dua matriks?
Profil Pelajar 1. Mandiri
Pancasila 2. Kreatif
3. Bernalar Kritis
4. Gotong Royong

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa dengan
menanyakan kabar.
2. Guru membuka pembelajaran dan mengecek kehadiran
siswa.
3. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan
kembali siswa tentang materi sebelumnya yang sudah
dipelajari.
4. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan
pertanyaan “Apa syarat utama dua buah matriks dapat
dijumlahkan atau dikurangkan?” “Bagaimana cara
menjumlahkan dan mengurangkan dua matriks?”
5. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan hari ini.
6. Untuk menjawab pertanyaan pemantik, guru memberikan
permasalahan kemudian siswa diajak untuk
mengidentifikasi permasalahan tersebut secara
berkelompok (5-6 siswa).
Kegiatan Inti (70 Menit)
Tahap 1 1. Guru membagikan print out
Klarifikasi permasalahan yang tertera pada Lembar
Masalah Kerja Siswa 2 (LKS 2) dan
menampilkannya dengan bantuan
powerpoint.
2. Siswa mengamati, memahami, dan
mengidentifikasi permasalahan yang
terdapat pada LKS 2 dan mengajukan
pertanyaan yang belum dipahami terkait
permasalahan yang disajikan.
3. Guru membimbing siswa dalam
memahami situasi permasalahan dan
menemukan fakta dan informasi yang
ada kemudian diidentifikasi lebih lanjut.
Tahap 2 1. Guru membimbing siswa dalam
Pengungkapan memahami permasalahan dalam LKS 2.
Pendapat 2. Jika ada siswa yang mengalami
masalah, guru mempersilahkan siswa
lain untuk memberikan tanggapan
terkait pertanyaan siswa tersebut.
3. Guru membimbing siswa dalam
membuat kemungkinan solusi yang
digunakan dalam memecahkan
permasalahan dengan mengungkapkan
pendapatnya.
Tahap 3 1. Siswa mendiskusikan proses pemecahan
Evaluasi dan dari permasalahan yang diberikan.
Pemilihan 2. Siswa bekerja sama dalam kelompok
untuk memecahkan permasalahan yang
telah dibagikan oleh guru.
3. Guru membimbing siswa dalam
menentukan solusi yang tepat dalam
memecahkan permasalahan di Lembar
Kerja Siswa 2 (LKS 2).
Tahap 4 1. Guru membimbing siswa dalam
Implementasi mengimplementasikan solusi untuk
memecahkan permasalahan dan
memastikan solusi yang digunakan
berhasil.
2. Siswa menyiapkan hasil diskusi
kelompok secara rapi dan sistematis
sebelum dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan salah satu
kelompok untuk maju mempresentasikan
hasil diskusinya
4. Guru memberikan kesempatan kepada
kelompok lain untuk mengajukan
pendapat.
5. Guru membimbing jalannya diskusi
kelas dengan memberikan penguatan
terhadap solusi yang telah ditemukan.
6. Setiap kelompok mengumpulkan hasil
diskusinya.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa dengan dibimbing oleh guru menyimpulkan
kembali terkait pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan
yang terdapat pada LKS 2.
3. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan
mengucapkan salam.

PERTEMUAN 3 ( 3 × 45 Menit )
Subbab Perkalian Matriks
Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan konsep
Pembelajaran perkalian matriks dengan skalar.
2. Siswa dapat memahami sifat-sifat
perkalian matriks dengan skalar.
3. Siswa dapat menjelaskan konsep
perkalian dua matriks.
4. Siswa dapat memahami sifat-sifat
perkalian dua matriks.
5. Siswa dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan perkalian
matriks dengan skalar.
6. Siswa dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan perkalian dua
matriks.
Pemahaman 1. Siswa dapat menemukan konsep
Bermakna perkalian matriks dengan skalar.
2. Siswa dapat menemukan konsep
perkalian dua matriks.
Pertanyaan 1. Apa syarat operasi perkalian dari dua
Pemantik matriks?
2. Apa saja sifat-sifat yang berlaku pada
perkalian skalar matriks?
Profil Pelajar 1. Mandiri
Pancasila 2. Kreatif
3. Bernalar Kritis
4. Gotong Royong

Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa dengan
menanyakan kabar.
2. Guru membuka pembelajaran dan mengecek kehadiran
siswa.
3. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan
kembali siswa tentang materi sebelumnya yang sudah
dipelajari.
4. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan
pertanyaan “Apa syarat operasi perkalian dari dua
matriks?” “Apa saja sifat-sifat yang berlaku pada
perkalian
skalar matriks?”
5. Guru menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran
yang akan dilakukan hari ini.
6. Untuk menjawab pertanyaan pemantik, guru memberikan
permasalahan kemudian siswa diajak untuk
mengidentifikasi permasalahan tersebut secara
berkelompok (5-6 siswa).
Kegiatan Inti (120 Menit)
Tahap 1 1. Guru membagikan print out
Klarifikasi permasalahan yang tertera pada Lembar
Masalah Kerja Siswa 3 (LKS 3) dan
menampilkannya dengan bantuan
powerpoint.
2. Siswa mengamati, memahami, dan
mengidentifikasi permasalahan yang
terdapat pada LKS 3 dan mengajukan
pertanyaan yang belum dipahami
terkait permasalahan yang disajikan.
3. Guru membimbing siswa dalam
memahami situasi permasalahan dan
menemukan fakta dan informasi yang
ada kemudian diidentifikasi lebih lanjut.
Tahap 2 1. Guru membimbing siswa dalam
Pengungkapan memahami permasalahan dalam LKS
Pendapat 3.
2. Jika ada siswa yang mengalami
masalah, guru mempersilahkan siswa
lain untuk memberikan tanggapan
terkait pertanyaan siswa tersebut.
3. Guru membimbing siswa dalam
membuat kemungkinan solusi yang
digunakan dalam memecahkan
permasalahan dengan mengungkapkan
pendapatnya.
Tahap 3 1. Siswa mendiskusikan proses pemecahan
Evaluasi dan dari permasalahan yang diberikan.
Pemilihan 2. Siswa bekerja sama dalam kelompok
untuk memecahkan permasalahan yang
telah dibagikan oleh guru.
3. Guru membimbing siswa dalam
menentukan solusi yang tepat dalam
memecahkan permasalahan di Lembar
Kerja Siswa 3 (LKS 3).
Tahap 4 1. Guru membimbing siswa dalam
Implementasi mengimplementasikan solusi untuk
memecahkan permasalahan dan
memastikan solusi yang digunakan
berhasil.
2. Siswa menyiapkan hasil diskusi
kelompok secara rapi dan sistematis
sebelum dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan salah satu
kelompok untuk maju
mempresentasikan hasil diskusinya
4. Guru memberikan kesempatan kepada
kelompok lain untuk mengajukan
pendapat.
5. Guru membimbing jalannya diskusi
kelas dengan memberikan penguatan
terhadap solusi yang telah ditemukan.
6. Setiap kelompok mengumpulkan hasil
diskusinya.
Kegiatan Penutup (5 Menit)
1. Siswa dengan dibimbing oleh guru menyimpulkan
kembali terkait pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan
yang terdapat pada LKS 3.
3. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
4. Guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan
mengucapkan salam.

Mengetahui : Palibelo, Juli 2025


Kepala SMK Negeri 1 Palibelo Guru Mata Pelajaran

RATNAH, [Link]., [Link] Nurrahmawati Fitriah, [Link]


NIP 197712052003122012
Lampiran 1b. Bahan Bacaan Matriks

BAHAN BACAAN MATRIKS

A Konsep Matriks

Coba kalian perhatikan susunan benda-benda yang ada di sekitar!


Pernahkah kalian memperhatikan denah ruang kelasmu? Ada
berapa baris meja siswa? Ada berapa kolom meja siswa?

Gambar 1. Ruang Kelas


Tentu kalian dapat melihat susunan tersebut berupa pola baris dan
kolom, bukan? Sebagai contoh lainnya adalah susunan angka dalam
bentuk tabel. Pada tabel terdapat baris dan kolom, banyaknya baris
dan kolom bergantung pada ukuran table tersebut. Agar kalian
dapat menemukan konsepnya, mari perhatikan gambaran dari
permasalahan berikut.
Mari Bereksplorasi
Seorang wisatawan local hendak berlibur ke beberapa tempat
wisata yang ada di Pulau Jawa. Untuk memaksimalkan waktu
liburan, dia mencatat jarak antara kota-kota tersebut sebagai
berikut.
Bandung – Semarang 367 km
Semarang – Yogyakarta 115 km
Bandung – Yogyakarta 428 km
Dapatkah kamu membuat susunan jarak antar kota tujuan wisata
tersebut jika wisatawan tersebut memulai perjalanan dari
Bandung! Sajikan data tersebut ke dalam tabel 1, kemudian
berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut.
Tabel 1. Data Jarak Antar Kota Tujuan Wisata
Kota Bandung Semarang Yogyakarta
Bandung 0 367 428
Semarang 367 0 115
Yogyakarta 428 115 0

Sajikan data pada Tabel 1 dalam bentuk baris dan kolom dengan
menghilangkan judul baris dan kolom ke dalam bentuk berikut.
… …
… ⎡… … … … … …

𝐴 =⎪ … , atau 𝐴 = … … …
l … … 𝐴= … ‖ ‖
… …⎥ … … …
⎪ … ]
… … … ⎢…
𝗁 …
) [
Susunan jarak antarkota di Pulau Jawa ini terdiri dari 3 baris dan
3 kolom dan disebut dengan matriks.
Secara umum matriks dapat didefinisikan sebagai berikut.
Matriks adalah susunan bilangan yang disusun dalam suatu
jajaran berbentuk persegi panjang yang terdiri atas baris dan kolom.
Kelompok bilangan tersebut ditulis di dalam kurung biasa “( )”,
kurung siku “[ ]”, atau “║║”. Namun, pada umumnya, matriks
dituliskan dengan menggunakan kurung siku “[ ]”.
Penamaan suatu matriks dilambangkan dengan huruf kapital,
seperti A, B, C, … , dan seterusnya. Bilangan yang menyusun
matriks dinamakan elemen matriks yang biasanya dinotasikan
dengan huruf kecil sesuai dengan nama matriksnya.
Maka, secara umum matriks dapat ditulis sebagai berikut.
𝑎11 𝑎12 ⋯ 𝑎1𝑛 → 𝐵𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 1
𝑎13 ⋯ 𝑎2𝑛
⎡𝑎 → 𝐵𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 2
𝐴𝑚×𝑛 𝑎22 ⎤
21 → 𝐵𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 3
= 𝑎23 ⋯ 𝑎3𝑛
𝑎31 𝑎32
𝑎33
⎢ ⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ⎥
[𝑎𝑚1 𝑎𝑚2 𝑎𝑚3 ⋯ → 𝐵𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑘𝑒 − 𝑚
𝑎𝑚𝑛]

𝐾𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 𝐾𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 𝑛
−1
𝐾𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 3
𝐾𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑘𝑒 − 2
𝐴𝑚×𝑛: Matriks A berordo (ukuran) 𝑚 × 𝑛 dengan m menyatakan
Dimana:

banyak baris matriks A dan n menyatakan banyak kolom

𝑎𝑖 ∶ Menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j


matriks A. Bilangan m dan n adalah bilangan asli.

𝑗 dengan 𝑖 = 1,2,3, … , 𝑚 dan 𝑗 = 1,2,3, … , 𝑛.

B Jenis - Jenis Matriks


Berikut merupakan jenis-jenis matriks.
1. Matriks Baris
Matriks baris adalah matriks yang hanya mempunyai satu
baris saja. Matriks baris berordo 1 × n, dengan n adalah jumlah

Contoh : 𝐴1×6 = [1 −1 5 2 9 3], matriks berordo 1


kolom.

×
6.
𝐵1×3 = [−3 7 −1], matriks berordo 1 × 3.
Jumlah elemen pada matriks baris sama dengan jumlah kolomnya

2. Matriks Kolom
Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu
kolom saja. Matriks kolom berordo m × 1, dengan m adalah

4
jumlah baris.

−9
Contoh : 𝐴4×1 = [1 ], matriks berordo 4 × 1.
3
−2
𝐵3×1 = [−5], matriks berordo 3 × 1.
6
Jumlah elemen pada matriks kolom sama dengan jumlah barisnya

3. Matriks Persegi
Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak
baris dan kolom yang sama. Matriks ini memiliki ordo m × n
dengan nilai 𝑚 = 𝑛.
3 8
Contoh : 𝐴2×2 = 6 [ ], matriks persegi berordo 2 × 2.
3 8 6
𝐷3×3 = [11 17 27], matriks persegi berordo 3 ×
3.
21 12 19
Tinjaulah matriks persegi berordo n × n di bawah ini.
𝑎11 𝑎12 ⋯ 𝑎1𝑛 → Diagonal Samping
𝑎13
⎡𝑎 ⋯
𝐴𝑛×𝑛 = 𝑎
𝑎2𝑛⎤
matriks A
21 22
𝑎23 ⋯ 𝑎3𝑛
𝑎31 𝑎32
𝑎33
⎢ ⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ⋮ ⎥
[ 𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 ⋯ 𝑎𝑛𝑛 → Diagonal Utama
𝑎𝑛3 ] matriks A

hubung elemen 𝑎11 dengan elemen 𝑎𝑛𝑛 disebut dengan


Dalam matriks persegi, elemen yang terletak pada garis

garis hubung elemen 𝑎1𝑛 dengan elemen 𝑎𝑛1 disebut dengan


diagonal utama matriks, sedangkan elemen yang terletak pada

diagonal samping.

4. Matriks Datar dan Matriks Tegak


Matriks datar adalah matriks yang berordo m × n dengan
nilai m < n, ini berarti banyak kolom lebih banyak dibandingkan
dengan banyak baris. Karena kolomnya lebih banyak
dibandingkan dengan barisnya, maka susunan elemen-
1 −1 5
Contoh : 𝐴 = [ ], matriks datar yang berordo 2 × 3
elemennya akan memanjang atau mendatar.

0 11 7
Jika nilai m > n maka banyak baris lebih banyak
dibandingkan dengan banyak kolom, sehingga susunan elemen-
elemennya tegak. Matriks yang berciri demikian disebut sebagai

7 11
matriks tegak.
3 −4
Contoh : 𝐴 = [ ], matriks tegak yang berordo 4 × 2
−7 4
8 6
Matriks datar dan matriks tegak biasa disebut matriks persegi
panjang.
5. Matriks Segitiga
Matriks segitiga terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Matriks segitiga atas adalah matriks yang elemen-elemen di

−2 3 7
bawah diagonal utama semuanya bernilai nol.

𝐴=[ 12
0 5 −8 4
0 0 2 6 ]
0 0 0 13
b. Matriks segitiga bawah adalah matriks yang elemen-

13 0 0 0
elemen di atas diagonal utama semuanya bernilai nol.

5 1 0 0
𝐵 = [3 8 10 0 ]
2 −4 2 5

6. Matriks Diagonal
Suatu matriks persegi dikatakan sebagai matriks diagonal
jika elemen yang ada di bawah dan di atas diagonal utamanya
bernilai nol atau dengan kata lain elemen selain diagonal
utamanya bernilai nol.

1 0 0 0 0
Contoh :

−3 0 2 6 0 0 0
1 0 0 0 0 4 0 0
𝐴=[ ], 𝐵 = [0 −3 0], 𝐶 = 0 0 0 3 0
0 4 0 0 7 0 0 0 0 1
[0 ]
7. Matriks Identitas
Suatu matriks dikatakan sebagai matriks identitas jika
semua elemen yang terletak pada diagonal utamanya bernilai
satu.
Contoh :

1 0 0 0 0
1 1 0 0 0 1 0 0 0
𝐴=
0 [ ], 𝐵 = [ 01 0 ], 𝐶 = 0 0 1 0 0
0 1 0 0 1 0 0 0 1 0
[ 0 0 0 1
0 ]
8. Matriks Nol
Suatu matriks dikatakan sebagai matriks nol jika semuanya
bernilai nol.
0 0
Contoh :

𝐴=0
[ 0], 𝐵 = [0 0], 𝐶 = [0 0 0]
00 0 0

9. Matriks Simetris
Matriks simetris adalah matriks persegi dengan elemen-

sama. Dengan kata lain, elemen 𝑎𝑖𝑗 sama dengan elemen 𝑎𝑗𝑖
elemen yang letaknya simetris terhadap diagonal utama bernilai

dengan 𝑖 ≠ 𝑗.
2 3 5 1
3 2 4 7
Contoh: 𝐵 = [ ]
5 4 5 1
1 7 1 1

[Link] Transpos
Matriks transpos adalah matriks baru yang diperoleh
dengan cara menukar elemen-elemen pada baris menjadi kolom
dan sebaliknya elemen-elemen pada kolom menjadi baris.
Matriks transpos A dinotasikan dengan AT atau At.

Jika 𝐷 =
Contoh :

4 [ ] merupakan matriks kolom, maka transpos matriks


5
D adalah matriks baris 𝐷𝑡 = [2 3]
−7 8 1 3
5 9 7 2
Jika 𝐸 = [ ] merupakan matriks persegi, maka
2 2 1
3
1 −6 0 −7 5 2 1
1
8 9 2 −6
transpos matriks E adalah 𝐸𝑡 = [ ] yang juga
1 7 1 0
merupakan matriks persegi. 3 2 3 1
C Kesamaan Dua Matriks

Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B) jika dan hanya jika:


(i) Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B

matriks B mempunyai nilai yang sama, 𝑎𝑖𝑗 = 𝑏𝑖𝑗 (untuk


(ii) Semua elemen-elemen yang seletak pada matriks A dan

semua nilai i dan j)


2 −3 2 −3
𝐴 =(
Contoh :

) 𝑑𝑎𝑛 𝐵 9 ) Tentukan nilai x dan y!


3𝑥 2𝑦
=(
Penyelesaian :
Matriks A dan matriks B sama-sama berordo 2 × 2, sehingga ordo
matriks A = ordo matriks B. Ini berarti syarat perlu bagi kesamaan
dua matriks telah terpenuhi.
Syarat cukup bagi kesamaan matriks A dan matriks B adalah yang

3𝑥 = 9 ↔ 𝑥 = 3
seletak harus bernilai sama, sehingga diperoleh hubungan :

2𝑦 = 14 ↔ 𝑦 = 7
Jadi, jika A = B maka nilai x = 3 dan nilai y = 7.

D Penjumlahan dan Pengurangan Antarmatriks

Penjumlahan dan Pengurangan Antarmatriks


a) Penjumlahan Matriks

× n dengan elemen-elemen 𝑎𝑖𝑗 dan 𝑏𝑖𝑗, maka ada matriks C


Jika matriks A dan B adalah matriks-matriks yang berordo m

yang merupakan hasil penjumlahan matriks A dengan matriks B


atau C

𝑐𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 + 𝑏𝑖𝑗 (untuk semua i dan j).


= A + B. Matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen

Sifat-Sifat Penjumlahan Matriks


Misalkan matriks A, B, C, dan O merupakan matriks-matriks
yang berordo sama, maka dalam penjumlahan matriks
(1) Bersifat Komutatif : A + B = B + A
(2) Bersifat Asosiatif : (A + B) + C = A + (B + C)
(3) Terdapat sebuah matriks identitas yaitu matriks O yang
bersifat
A+O=O+A=A
(4) Matriks A mempunyai lawan yaitu –A yang bersifat A + (–
A) = O

b) Pengurangan Matriks
Jika matriks A dan B adalah matriks-matriks yang berordo m
× n maka pengurangan matriks A dengan matriks B
didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari
matriks B. Ditulis sebagai berikut.
A – B = A + (– B)
Definsi pengurangan matriks dapat pula dituliskan sebagai
berikut.

× n dengan elemen-elemen 𝑎𝑖𝑗 dan 𝑏𝑖𝑗, maka ada matriks C


Jika matriks A dan B adalah matriks-matriks yang berordo m

yang merupakan hasil pengurangan dari matriks A dengan

elemen- elemen 𝑐𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 − 𝑏𝑖𝑗 (untuk semua i dan j).


matriks B atau C = A – B. Matriks C juga berordo m × n dengan

Sifat-sifat operasi penjumlahan matriks tidak berlaku pada


operasi pengurangan matriks.

E Perkalian Matriks

a) Perkalian Matriks dengan Skalar


Jika matriks A adalah matriks yang berordo m × n dan k
adalah bilangan real (k sering disebut skalar), maka kA
menyatakan matriks yang diperoleh dengan mengalihkan
setiap elemen pada matriks A dengan k.

Sifat-Sifat Perkalian Matriks dengan Skalar


Misalkan matriks A dan B merupakan matriks-matriks yang
berordo sama, serta k dan h merupakan skalar, maka
memenuhi ketentuan berikut.
kO = O, dengan O adalah matriks nol
kA = O, untuk k = 0
Bersifat Asosiatif : h(kA) = (hk)A
Bersifat Distributif : (h ± k)A = hA ± kA
Bersifat Distributif : k(A ± B) = (kA) ± (kB)

b) Perkalian Dua Matriks


Jika matriks A adalah matriks berordo m × n dan B adalah
matriks berordo n × p maka ada matriks C yang merupakan

Matriks C berordo m × p dan elemen-elemen 𝑐𝑖𝑗 dihitung


hasil perkalian matriks A dengan matriks B atau C = AB.

dengan cara mengalihkan elemen baris ke-i pada matriks A


terhadap elemen kolom ke-j pada matriks B, kemudian

𝑐𝑖𝑗 = 𝑎𝑖1. 𝑏1𝑗 + 𝑎𝑖2. 𝑏2𝑗 + 𝑎𝑖3. 𝑏3𝑗+. . . +𝑎𝑖𝑛. 𝑏𝑛𝑗


ditambahkan hasilnya.

Sifat-Sifat Perkalian Dua Matriks


Misalkan matriks A, B, C, dan I merupakan matriks-matriks
yang berordo sama, I merupakan matriks identitas, maka
memenuhi ketentuan berikut.
Bersifat Asosiatif : (AB)C = A(BC)
Identitas : AI = IA = A
Distributif : A(B ± C) = AB ± AC atau (A ± B)C = AC ± BC

Soro, Juli 2024


Mengetahui
Kepala SMK Negeri 1 Lambu Guru Mapel,

Kusherman, [Link] Rohana, [Link]


NIP 1977022420080211012 NIP 198810092023212013
Lampiran 1c. Lembar Kerja Siswa 1

LEMBAR KERJA SISWA 1 (LKS 1)


Konsep Matriks

Nama :
Kelas : XI
Kelompok :
Alokasi Waktu : 100 Menit
Kegiatan 1 (Konsep Matriks)
Daging hewan ayam, bebek, kambing, dan sapi merupakan sumber
protein yang baik. Selain itu, daging hewan tersebut juga
mengandung lemak dan menghasilkan kalori. Berdasarkan
[Link], setiap 100 gram daging ayam mengandung lemak 25g;
protein 18,2g; dan kalori 302 kal. Daging bebek mengandung lemak
28,6g; protein 16g, dan kalori 326 kal. Daging kambing mengandung
protein dan lemak masing-masing 9,2g serta kalori 154 kal. Daging
sapi mengandung protein dan lemak masing-masing 14g serta kalori
207 kal. Sajikan data tersebut ke dalam tabel!

Jika data pada tabel hanya dituliskan susunan bilangannya saja dalam
bentuk matriks yang ditulis di dalam kurung biasa “( )”, kurung siku
“[ ]”, atau “║║”, maka akan diperoleh
Menurut pemahaman kalian, berapa banyak kolom dan baris dari
matriks di atas? Apa yang dapat kalian simpulkan mengenai
pengertian dari matriks? Tuliskan sesuai dengan hasil diskusi
kelompokmu.

Kegiatan 2 (Jenis-Jenis Matriks)


Apakah matriks di bawah ini memiliki satu jenis matriks? Jika iya,
sebutkan jenis matriksnya dan alasan kalian memilih jenis matriks

1 −7 6
tersebut!

𝐴 = 3[ 4 ] 𝐵 = [−8 5 4]
56 5 10 3

Dari beberapa jenis-jenis matriks, sebutkan 3 jenis matriks yang kalian


ketahui dan berikan contohnya!
Transpos Matriks
Kedisiplinan kehadiran dari peserta didik merupakan hal penting
untuk kesuksesan kegiatan belajar mengajar. Berikut ini disajikan
data absensi siswa pada kelas XI 1 selama satu semester.
Tabel 1.1 Data absensi siswa kelas XI 1 selama satu semester
Sakit Ijin Tanpa Keterangan
Andi 4 2 5
Beni 2 2 2
Cica 2 3 0
Dini 3 4 3

Jika data direpresentasikan ke dalam bentuk matriks akan diperoleh:

Kemudian seseorang menuliskan data absensi siswa namun diubah


dalam bentuk sebagai berikut.
Tabel 1.2 Data absensi siswa kelas XI 1 selama satu semester
Andi Beni Cica Dini
Sakit 4 2 2 3
Ijin 2 2 3 4
Tanpa Keterangan 5 2 0 3
Berdasarkan tabel di atas, jika data disajikan dalam bentuk matriks,
maka akan diperoleh:
Dengan memperhatikan bentuk dari kedua matriks tersebut, apa yang
dapat kalian simpulkan?

15 5 ], maka transpos matriks 𝐴𝑡 = ..…..


Jika 𝐴 = [
Kerjakan soal berikut ini!

30 25
10 20 14
Jika 𝑃 = 12 8 ], maka transpos matriks P, adalah 𝑃𝑡 =
[18 …….
22 6 17

Kegiatan 3 (Kesamaan Dua Matriks)


Pada waktu perjalanan berwisata, dua orang mahasiswa mencari
informasi harga kue di dua toko di tempat yang berbeda. Ana dan
Lili menyajikan data harga kue dalam bentuk tabel berikut.
Tabel 1.3 Data Harga Kue di Toko A
Harga Harga
Ukuran Bika
Lapis Legit Bolu Pandan
Kue Ambon
Kotak Besar 44000 71000 53000
Kotak Sedang 38000 52000 43000
Kotak Kecil 33000 45000 38000
Tabel 1.4 Data Harga Kue di Toko B
Harga Harga
Bika Lapis Legit Bolu Pandan
Ukuran Ambon
Kue
Kotak Besar 44000 71000 53000
Kotak Sedang 38000 52000 43000
Kotak Kecil 33000 45000 38000
Tuliskan informasi yang kamu peroleh ke dalam bentuk matriks.

Amati kedua matriks tersebut. Menurut pendapat kalian apakah


kedua matriks tersebut sama? Bagaimana keterkaitan antara kedua
matriks tersebut? Berikanlah simpulan berdasarkan pengamatanmu!

… 4+1
√9 5
Perhatikan matriks berikut ini!

[ ] [
=7 … ]
… 32

Tentukan nilai a, b, c, dan d yang memenuhi matriks 𝑃𝑡 = 𝑄, dengan


2𝑎 − 4 3𝑏
𝑃 = [𝑑 + 2𝑎2𝑐] dan 𝑄 𝑏 − 5 3𝑎 − 𝑐 4]
3 6 7
=[
4 7

Karena 𝑃𝑡 merupakan 𝑃𝑡 =
Penyelesaian:

……… ……
transpos matriks P, maka

[… …… ]
…… …

………
Maka kesamaan 𝑃𝑡 = 𝑄 dapat ditulis [ ……
… …… ]=
…… ……
𝑏 − 5 3𝑎 − 𝑐 4
[ ]
3 6 7
Dari kesamaan di atas, dapat ditemukan nilai a, b, c, dan d

8 12 14
AYO BERLATIH !!

1. Diberikan matriks 𝐴 = [18 16 8 ], tentukan:


22 6 17
a. Elemen matriks yang terletak pada baris ke-2.
b. Elemen matriks yang terletak pada kolom ke-3.
c. Elemen yang terletak pada baris ke-3 dan kolom ke-1.
d. Elemen yang terletak pada baris ke-1 dan kolom ke-3.
e. Ordo matriks yang terbentuk.
2. Buatlah matriks yang terdiri atas 5 baris dan 3 kolom dengan
𝑝 −yang
𝑞 pertama.
𝑞+𝑟
3. Jika diketahui matriks [ ] 16 2
elemennya adalah 15 bilangan prima
[14 12].
=
3𝑠 + 𝑟 2𝑝 − 4𝑠
Tentukan nilai 𝑝, 𝑞, 𝑟, dan 𝑠!
4. Untuk matriks-matriks berikut tentukan pasangan-pasangan

𝑎 𝑏 𝑐 2 1
2 0
matriks yang sama.
𝑝 𝑞 𝑟
3
5. 𝐴 = [ ] , 𝐵 = [0 2] , 𝐶 = [ ],𝐷
= [ 𝑑 𝑒 𝑓] 1 2 4
𝑠 𝑡 𝑢
3 𝑎4𝑏 𝑐 𝑟𝑠 𝑡
6. Diketahui matriks 𝐷 = [ ] dan matriks 𝑋 = [ ].
𝑑 𝑒 𝑓 𝑢 𝑣 𝑤
Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks D sama
dengan matriks X? Jelaskan.

Apa yang dapat kamu simpulkan dari pembelajaran


hari ini?
Refleksi Guru
1. Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
2. Apakah nampak siswa belajar secara aktif?
3. Apakah seluruh siswa mengikuti pembelajaran dengan baik?
4. Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan
apa yang saya rencanakan?
5. Hal-hal apa yang berjalan dengan baik?

Refleksi Siswa
Setelah kalian mempelajari tentang materi matriks, refleksikan
pengalaman belajarmu dengan menanggapi pernyataan berikut.
No. TARGET PEMBELAJARAN
Subbab A Konsep Matriks
1. Saya dapat menyajikan data atau
informasi ke dalam bentuk matriks.
2. Saya dapat menentukan pengertian dari
matriks.
3. Saya dapat menentuan ordo dan elemen
dari suatu matriks.
4. Saya dapat mengidentifikasi jenis-jenis
matriks berdasarkan ordo dan elemen
penyusunnya
5. Saya dapat menentukan transpos dari
suatu matriks.
6. Saya dapat menjelaskan konsep
kesamaan dua matriks.
7. Saya dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan kesamaan dua
matriks.
Lampiran 1d. Lembar Kerja Siswa 2

LEMBAR KERJA SISWA 2 (LKS 2)


Penjumlahan dan Pengurangan Matriks

Nama :
Kelas : XI
Kelompok :
Alokasi Waktu : 60 Menit
Kegiatan 1
Perhatikan permasalahan berikut.
Berikut disajikan data tabel penjualan dari dua toko sembako pada hari
Senin dan Selasa.
Hari Senin
Toko TOKO TOKO
Jenis “Segar” “Bahagia”
Beras 10 kg 15 kg
Gula 15 kg 12 kg
Minyak 5 kg 10 kg
Hari Selasa
Toko TOKO TOKO
Jenis “Segar” “Bahagia”
Beras 12 kg 20 kg
Gula 18 kg 10 kg
Minyak 8 kg 11 kg

Dengan menggunakan konsep matriks, hitung jumlah penjualan dari


kedua toko tersebut sesuai dengan pemahaman kalian! Diskusikan
dengan kelompokmu.
Kegiatan 2
Sebuah pabrik tekstil hendak menyusun tabel aktiva mesin dan
penyusutan mesin selama 1 tahun yang dinilai sama dengan 10% dari
harga perolehan sebagai berikut.
Jenis Harga Penyusutan 1 Harga
Aktiva Perolehan (Rp) Tahun (Rp) Baku (Rp)
Mesin A 25.000.000 2.500.000
Mesin B 65.000.000 6.500.000
Mesin C 48.000.000 4.800.000

Menurut pemahaman kalian, untuk mencari harga baku pada tabel


tersebut adalah …
(Gunakan konsep matriks)

Dari kedua permasalahan tersebut, tulislah apa yang kalian ketahui


tentang penjumlahan dan pengurangan matriks!

Melalui permasalahan di bawah ini, kalian akan menemukan sifat-


sifat penjumlahan matriks.

4 8 2 4 4 −1
Diketahui matriks-matriks sebagai berikut.
𝐴=[ ],𝐵=[ ] , dan 𝐶 = [ ]
3 5 −1 −2 2 1
a) Hitunglah 𝐴 + 𝐵 dan 𝐵 + 𝐴, dugaan apa yang kalian buat?
b) Tentukan (𝐴 + 𝐵) + 𝐶 dan 𝐴 + (𝐵 + 𝐶). Apa yang dapat

Tentukan 𝐴 + 𝑂 dan 𝑂 + 𝐴, jika matriks 𝑂 adalah matriks


kalian peroleh?
c)
nol. Sifat apa yang dapat kalian dapatkan?
d) Jika lawan dari matriks A dijumlahkan dengan matriks A. Apa
yang dapat kalian peroleh dari menjumlahkan kedua matriks
tersebut?

Apakah sifat-sifat penjumlahan matriks di atas berlaku untuk operasi


pengurangan matriks? Jelaskan!

𝑥 2 4
𝑃 =[ ],𝑄 =
AYO BERLATIH !!

12 4 12 1 𝑥−7 5
1. Jika diketahui matriks
[ 2 2] , 𝑃 + 𝑄 = [ . Tentukan nilai x dan y!
8 ]
1 𝑦 2 3 6
1

1 3 2 4 2 3 5
2. Diketahui matriks-matriks X, Y dan Z sebagai berikut.

𝑋 = 7 ] , 𝑌 6 8 ] , dan 𝑍 7 11 13
[5 = [ =[ ]
9 11 10 12
17 19
Jika ada, tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini.
a) Y – X b) Y – Z c) X – Y d) X – Z
−7 1 9 −1 −3 4
3. 𝑃 = [ 3 0 −1] dan 𝑄 = [ 1 2 2]
1 0 2 5 −5 1
Jika X adalah matriks berordo 3 × 3 dan X + P = Q, maka
tentukan matriks X.
4. Sebuah pabrik yang sedang dibangun berencana untuk
memasang atap baja ringan pada tiga bangunan di pabrik
tersebut. Pemilik pabrik mengundang dua kontraktor agar
menyerahkan tawaran terpisah untuk pemasangan atap baja
ringan pada setiap bangunan. Berikut ini adalah tabel tawaran-
tawaran yang diterima pabrik (dalam juta rupiah).
Bangunan 1 Bangunan 2 Bangunan 3
Kontraktor A 16 15 19
Kontraktor B 14 13 24
Dengan konsep matriks tentukan jumlah tawaran setiap
kontraktor. Kontraktor mana yang akan dipilih untuk
pemasangan baja ringan agar pengeluaran minimum?
(Tahapan Pemecahan Masalah)
A. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!
...............................................................................................
...............................................................................................
B. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi
yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
...............................................................................................
...............................................................................................
C. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan
berdasarkan ide yang telah kamu dapatkan!
...............................................................................................
...............................................................................................
D. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan
dari permasalahan tersebut!
...............................................................................................
...............................................................................................
Apa yang dapat kamu simpulkan dari pembelajaran
hari ini?

Refleksi Guru
1. Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
2. Apakah nampak siswa belajar secara aktif?
3. Apakah seluruh siswa mengikuti pembelajaran dengan baik?
4. Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan apa
yang saya rencanakan?
5. Hal-hal apa yang berjalan dengan baik?

Refleksi Siswa
Setelah kalian mempelajari tentang subbab operasi penjumlahan dan
pengurangan matriks, refleksikan pengalaman belajarmu dengan
menanggapi pernyataan berikut.

No. TARGET PEMBELAJARAN


Subbab B Penjumlahan dan Pengurangan Antarmatriks
1. Saya dapat menjelaskan konsep operasi
penjumlahan matriks.
2. Saya dapat menentukan sifat-sifat
operasi penjumlahan matriks.
3. Saya dapat menjelaskan konsep operasi
pengurangan matriks.
4. Saya dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan operasi
penjumlahan dan pengurangan
antarmatriks.
Lampiran 1e. Lembar Kerja Siswa 3

LEMBAR KERJA SISWA 3 (LKS 3)


Perkalian Matriks

Nama :
Kelas : XI
Kelompok :
Alokasi Waktu : 100 Menit
Kegiatan 1
12
𝐺 =[ ]
Perhatikan matriks berikut ini.

3 4
… …penjumlahan
… … matriks dapat diperoleh …+⋯ …+⋯ 2×… 2×…
Dengan aturan
𝐺 +…
… 𝐺 =[ ]+[ ]=[ ]=[ ]=2[
]
… … … … …
…+⋯ …+ 2×… 2×…

𝐺+𝐺+𝐺 =

Apabila penjumlahan matriks G sampai k kali maka diperoleh


𝐺 + 𝐺 + 𝐺+. . . +𝐺 =. … … ….

Dari langkah-langkah di atas jelaskan apa yang kalian ketahui dari


perkalian matriks dengan skalar? ........................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

Kegiatan 2
PT. Gemilang adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
penjualan berbagai alat musik. Perusahaan tersebut memiliki dua
cabang toko penjualan yaitu di Semarang dan Aceh. Persediaan alat-
alat musik di setiap toko disajikan pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Ketersediaan alat musik
Jenis – Jenis Alat Musik
Sumber Piano Gitar Terompet
Semarang 30 55 70
Aceh 25 45 95
Tabel 3.2 Harga satu buah untuk setiap jenis alat musik
Jenis Alat Musik Harga (Rp)
Piano 17.000.000
Gitar 1.750.000
Terompet 5.500.000
Jika semua alat musik berhasil terjual, maka berapa penghasilan yang
diperoleh dari perusahan PT. Gemilang? Setelah mengidentifikasi
permasalahan di atas, coba tuliskan informasi yang kamu peroleh
dari permasalahan tersebut ke dalam bentuk matriks.

Berdasarkan ide yang kalian peroleh, solusi penyelesaian seperti apa


untuk menyelesaikan permasalahan tersebut! Diskusikan dengan
kelompokmu.
𝐴=
AYO BERPIKIR!
1 2
2 3 4
Tentukan hasil perkalian antara matriks
[3 4] , dan 𝐵 [ ].
1 2 0
5 6

matriks 𝐴 × 𝐵 = 𝐵 × 𝐴? Simpulkan apakah berlaku atau tidak


Dengan hasil diskusi yang telah kalian peroleh, apakah perkalian

sifat komutatif pada perkalian matriks? Berikan pendapatmu.

2 3
AYO BERLATIH !!

1. Jika 𝐻 = [4 5], maka 2𝐻 = . . . … ..


1 12224 36 3
2. Jika 𝑀 = , maka tentukan 1
[ ] 𝑀 + 𝑀.
48 60 72 4 4
1 2 3
3. Diketahui matriks 𝑆 = [ ] dan lima matriks yang dapat
2 4 6

1 0 0 3
dipilih untuk dikalikan terhadap matriks S, yaitu:

𝐴 = [1 0 1], 𝐵 = [01 0] , 𝐶 = [0] , 𝐷 =


0 0 1 1
2 4 5
[ ] , dan 𝐸 = 𝑆 𝑡

4 4 2
Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks S?
Kemudian tentukan hasilnya!
4. Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan
membuka tiga cabang di Pulau Jawa, yaitu cabang 1 di kota
Malang, cabang 2 di kota Blitar, dan cabang 3 di kota Surabaya.
Untuk itu, diperlukan beberapa peralatan untuk membantu
kelancaran usaha jasa tersebut, yaitu handphone, komputer, dan
sepeda motor. Di sisi lain, pihak perusahaan mempertimbangkan
harga per satuan peralatan tersebut. Lengkapnya, rincian data
tersebut disajikan sebagai berikut.
Handphone Komputer Sepeda Motor
(Unit) (Unit) (Unit)
Cabang 1 7 8 3
Cabang 2 5 6 2
Cabang 3 4 5 2
Harga Handphone (Juta) 2
Harga Komputer (Juta) 5
Harga Sepeda Motor (Juta) 15
Tentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap
cabang!
(Tahapan Pemecahan Masalah)
A. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!
.................................................................................................
.................................................................................................
B. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi
yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
.................................................................................................
.................................................................................................
C. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan berdasarkan
ide yang telah kamu dapatkan!
.................................................................................................
.................................................................................................
D. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan dari
permasalahan tersebut!
.................................................................................................
.................................................................................................
Apa yang dapat kamu simpulkan dari pembelajaran
hari ini?

Refleksi Guru
1. Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
2. Apakah nampak siswa belajar secara aktif?
3. Apakah seluruh siswa mengikuti pembelajaran dengan baik?
4. Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan
apa yang saya rencanakan?
5. Hal-hal apa yang berjalan dengan baik?

Refleksi Siswa
Setelah kalian mempelajari tentang subbab perkalian matriks,
refleksikan pengalaman belajarmu dengan menanggapi pernyataan
berikut.
No. TARGET PEMBELAJARAN
Subbab C Perkalian Matriks
1. Saya dapat menjelaskan konsep
perkalian matriks dengan skalar.
2. Saya dapat memahami sifat-sifat
perkalian matriks dengan skalar.
3. Saya dapat menjelaskan konsep
perkalian dua matriks.
4. Saya dapat memahami sifat-sifat
perkalian dua matriks.
5. Saya dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan perkalian
matriks dengan skalar.
6. Saya dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan perkalian dua
matriks.
Lampiran 2a. Instrumen Soal Posttest Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematika siswa Sebelum Revisi
Lampiran 2b. Instrumen Soal Posttest Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematika siswa Setelah Revisi

SOAL POST-TEST
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
SISWA

Sekolah : SMK Negeri 1 Lambu


Kelas/Semester : XI/Ganjil
Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pembelajaran : Matriks
Waktu : 90 Menit
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Petunjuk :
1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal!
2. Tuliskan terlebih dahulu identitas diri dengan menggunakan
pulpen/pensil 2B!
3. Bacalah soal dengan teliti, jika ada yang kurang jelas tanyakan
kepada pengawas!
4. Kerjakan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu!
5. Periksalah jawaban yang kalian kerjakan sebelum diserahkan
kepada pengawas!
1. Sepasang saudara laki-laki dan perempuan membuka dua cabang
toko kue di Jakarta dan di Bandung. Toko kue itu menyediakan 2
jenis kue, yaitu: brownis dan lapis kukus. Saudara perempuan
menangani biaya untuk bahan kue dan untuk saudara laki-laki
menangani biaya untuk juru masak. Dengan biaya bahan kue
brownis di Jakarta dan Bandung masing-masing adalah Rp.
1.000.000 dan Rp. 1.200.000 dan bahan kue lapis kukus masing-
masing Rp. 1.200.000 dan Rp. 1.500.000. Sedangkan biaya juru
masak untuk kue brownis di Jakarta dan Bandung masing-masing
adalah Rp. 2.000.000 dan Rp. 3.000.000 sementara biaya juru
masak kue lapis kukus adalah Rp. 3.000.000 dan Rp. 3.300.000.
Dengan menggunakan matriks tentukanlah total biaya yang
diperlukan oleh kedua toko kue tersebut!
a. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!

b. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi


yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
c. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan berdasarkan
ide yang telah kamu dapatkan!

d. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan dari


permasalahan tersebut!
2. Sebuah toko kue kering memiliki dua cabang yaitu di Surabaya
dan di Gresik. Di kedua cabang toko tersebut menyediakan kue
putri salju, kue nastar, dan kue sagu. Banyaknya kue di toko
cabang Surabaya adalah 23 toples kue putri salju, 22 toples kue
nastar, dan 17 toples kue sagu. Sedangkan banyaknya kue di toko
cabang Gresik adalah 27 toples kue putri salju, 20 toples kue
nastar, dan 16 toples kue sagu. Jika harga kue putri salju tiap
toples adalah Rp. 40.000; kue nastar Rp. 30.000; dan harga kue
sagu Rp. 27.000. Tentukan pendapatan di setiap cabang toko kue
apabila semua kue terjual!
a. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!

b. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi


yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
c. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan berdasarkan
ide yang telah kamu dapatkan!

d. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan dari


permasalahan tersebut!
3. Bu Hima seorang pengusaha makanan kecil yang selalu
menyetorkan dagangannya ke tiga kantin sekolah. Pada kantin A
Bu Hima menyetor 10 bungkus keripik, 15 bungkus kacang, 20
bungkus risoles, dan 10 bungkus lumpia. Pada kantin B Bu Hima
menyetor 15 bungkus keripik, 10 bungkus kacang, 25 risoles, dan
15 bungkus lumpia. Pada kantin C Bu Hima menyetor 10
bungkus keripik, 10 bungkus kacang, 15 risoles, dan 20 bungkus
lumpia. Jika harga sebungkus keripik, sebungkus kacang,
sebungkus risoles, dan sebungkus lumpia berturut-turut adalah
Rp. 2.000, Rp. 2.500, Rp. 3.000, Rp. 3.000, maka tentukan
penghasilan harian yang diterima Bu Hima dari setiap kantin serta
total penghasilan harian seluruhnya!
a. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!

b. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi


yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
c. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan berdasarkan
ide yang telah kamu dapatkan!

d. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan dari


permasalahan tersebut!
4. PT. Maju Jaya merupakan suatu pabrik ban yang menjual dua
jenis ban, yaitu ban mobil dan ban truk kepada distributornya.
Distributor yang ada di Jakarta berhasil menjual 350 ban mobil
serta 220 ban truk pada bulan 1, dan berhasil terjual 420 ban
mobil serta 180 ban truk pada bulan 2. Sementara itu, distributor
yang ada di Bandung pada bulan 1 berhasil menjual 430 ban
mobil serta 280 ban truk , dan pada bulan 2 berhasil menjual 560
ban mobil serta 320 ban truk. Sedangkan distributor yang ada di
Cirebon berhasil menjual 930 ban mobil serta 535 ban truk pada
bulan 1, dan berhasil terjual 1100 ban mobil serta 645 ban truk
pada bulan 2. Tentukan selisih banyaknya ban yang dijual oleh
distributor di Cirebon untuk setiap jenisnya dengan jumlah ban
yang dijual oleh distributor yang berada di Jakarta dan Bandung!
a. Coba identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat kamu
temukan dalam permasalahan tersebut!

b. Setelah mengidentifikasi permasalahan, tuliskan informasi


yang kamu peroleh ke dalam sebuah model matematika
berdasarkan ide yang kamu dapatkan!
c. Carilah solusi penyelesaian untuk permasalahan berdasarkan
ide yang telah kamu dapatkan!

d. Periksa hasil pekerjaanmu kemudian buatlah kesimpulan dari


permasalahan tersebut!
Lampiran 2c. Rubrik Penskoran Soal Posttest Kemampuan Pemecahan
Masalah Matematika Siswa

RUBRIK PENSKORAN SOAL POST-TEST


KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
SISWA

Sekolah : SMK Negeri 1 Lambu


Kelas/Semester : XI/Ganjil
Mata Pelajaran : Matematika
Materi Pembelajaran : Matriks
Waktu : 90 Menit

No Deskripsi Jawaban Yang Diharapkan Skor


1. Identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat 3
ditemukan dalam permasalahan.
Biaya bahan kue di toko cabang Jakarta :
Brownis = Rp. 1.000.000
Lapis Kukus = Rp. 1.200.000
Biaya juru masak di toko cabang Jakarta :
Brownis = Rp. 2.000.000
Lapis Kukus = Rp. 3.000.000
Biaya bahan kue di toko cabang Bandung :
Brownis = Rp. 1.200.000
Lapis Kukus = Rp. 1.500.000
Biaya juru masak di toko cabang Jakarta :
Brownis = Rp. 3.000.000
Lapis Kukus = Rp. 3.300.000
Ditanyakan : berapa total biaya dari kedua toko
tersebut!

Menyusun Rencana 3
Tabel biaya di toko cabang Jakarta
Lapis
Brownis
Kukus
Bahan Kue 1.000.000 1.200.000
Juru Masak 2.000.000 3.000.000

Tabel biaya di toko cabang Bandung

1.000.000 1.200.000
Sehingga, dapat dijadikan dalam bentuk matriks:
𝐴 =[2.000.000 3.000.000 ] , dan
1.200.000
𝐵=
1.500.000 [
]
3.000.000 3.300.000
Total biaya dapat ditentukan dengan
menjumlahkan kedua matriks.
3
Solusi Penyelesaian
Misalkan toko cabang di Jakarta sebagai matriks A,

1.000.000 1.200.000
dan toko cabang di Bandung sebagai matriks B.
𝐴 + 𝐵 =2.000.000
[ 3.000.000 ]+
1.200.000
1.500.000 [
]
3.000.000 3.300.000
1.950.000
= 2.700.000 [
]
3
5.000.000 6.300.000

Kesimpulan
Total biaya yang dikeluarkan kedua toko tersebut
dapat diperoleh sebagai berikut.
Total biaya bahan kue brownis = Rp. 2.200.000
Total biaya bahan kue lapis kukus = Rp. 2.700.000
Total biaya juru masak untuk kue brownis = Rp.
5.000.000
Total biaya juru masak untuk kue lapis kukus = Rp.
6.300.000
Total biaya = Rp. 16.200.000
2. Identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat 3
ditemukan dalam permasalahan. Lapis
Banyaknya kueBrownis
di toko cabang Surabaya :
Kukus
23 toples kue putri
Bahan salju, 22 toples kue nastar, dan
1.200.00
17 toples
Kue kue sagu.0 1.500.000
Banyaknya
Juru kue3.000.00
di toko cabang Gresik :
Masak
27 3.300.000
toples kue putri0 salju, 20 toples kue nastar, dan
16 toples kue sagu.
Harga kue putri salju tiap toples adalah Rp.
40.000; kue nastar Rp. 30.000; dan harga kue sagu
Rp. 27.000.
Ditanyakan: Tentukan pendapatan di setiap
cabang toko kue apabila semua kue terjual!

Menyusun Rencana 3
Kue Putri Kue Kue
Salju Nastar Sagu
Surabaya 23 22 17
Gresik 27 20 16
Harga
Kue Putri Salju 40.000
Kue Nastar 30.000
Kue Sagu 27.000

40.000
Sehingga, dapat dijadikan dalam model matriks.

𝐴=[ 23 22 17 ] , 𝐵 = [ 30.000 ]
27 20 16 27.000
Menggunakan cara perkalian dua matriks.

Solusi Penyelesaian 3
40.000
𝐴×𝐵 =[ 23 22 17 ] × [ 30.000 ]
27 20 16
27.000
=
23 × 40.000+ 22 × 30.000 + 17 ×
[27.0
27 × 40.000 + 20 × 30.000 + 16 ×
27.0
920.000 + 660.000 + 459.000
= [1.080.000 + 600.000 + 432.000]
= 2.039.00
0 [
]
2.112.000 3
Kesimpulan
Jadi, pendapatan di toko cabang Surabaya adalah
Rp. 2.039.000 dan pendapatan di toko cabang
Gresik adalah Rp. 2.112.000.
3. Identifikasi dan tuliskan informasi yang dapat 3
ditemukan dalam permasalahan.
Pada kantin A bu Hima menyetor 10 bungkus
keripik, 15 bungkus kacang, 20 bungkus risoles,
dan 10 bungkus lumpia.
Pada kantin B Bu Hima menyetor 15 bungkus
keripik, 10 bungkus kacang, 25 risoles, dan 15
bungkus lumpia.
Pada kantin C Bu Hima menyetor 10 bungkus
keripik, 10 bungkus kacang, 15 risoles, dan 20
bungkus lumpia.
Harga sebungkus keripik Rp. 2.000
Harga sebungkus kacang Rp. 2.500
Harga sebungkus risoles Rp. 3.000
Harga sebungkus lumpia Rp. 3.000
Ditanyakan : total penghasilan harian dari setiap
kantin.
Menyusun Rencana 3
Tabel setoran makanan kecil

Tabel harga 1 porsi makanan

2.000
10 15 20 10
Sehingga, dapat dijadikan dalam model matriks.
2.500
𝐴 = [15 10 25 15] , dan 𝐵 = [ ]
3.000
10 10 15 20
3.000
Menentukan total biaya penghasilan adalah dengan
mengalikan matriks A dan matriks B.

2.000
10 15 20 10
Solusi Penyelesaian 3

𝐴 × 𝐵 = [15 10 2515 ]×
2.500
[ ]
3.000
10 10 15 20
3.000
10 × 2.000 + 15 × 2.500 + 20 × 3.00
= [15 × 2.000 + 10 × 2.500 + 25 ×
3.00
10 × 2.000 + 10 × 2.500 + 15 × 3.00
20.000 + 37.500 + 60.000 + 30.
= [30.000 + 25.000 + 75.000 + 45.
20.000 + 25.000 + 45.000 + 60.
147.500
=
[175.000]
150.000
Kesimpulan 3
Dari perhitungan tersebut diperoleh pemasukan
dari kantin A adalah Rp. 147.500, dari kantin B
adalah Rp. 175.000,
Kerip dan dari kantin C adalah Rp.
Kacang
150.000. Maka total Risoles seluruhnya
penghasilan Lumpia
ik
adalah
KantinRp.
A 472.500.
10 15 20 10
4. Identifikasi
Kantin B dan 15 tuliskan
10 informasi
25 yang 15dapat 3
ditemukan
Kantin C dalam10 permasalahan.
10 15 20
Distributor di Jakarta berhasil menjual :
Pada bulan 1 = 350 ban mobil dan 220 ban
Harga
truk Pada bulan 2 = 420
Keripik ban mobil
2.000dan 180 ban
truk Distributor di Bandung berhasil
Kacang 2.500 menjual :
Pada bulan 1 Risoles
= 430 ban mobil dan 280 ban
3.000
truk Pada bulan 2 = 560 ban mobil
Lumpia 3.000dan 320 ban
truk Distributor di Cirebon berhasil menjual :
Pada bulan 1 = 930 ban mobil dan 535 ban truk
Pada bulan 2 = 1100 ban mobil dan 645 ban truk
Ditanyakan : selisih banyaknya ban yang dijual
oleh distributor di Cirebon untuk setiap jenisnya
dengan jumlah ban yang dijual oleh distributor
yang berada di Jakarta dan Bandung.

Menyusun Rencana 3
Tabel Penjualan oleh Distributor di Jakarta
Jakarta Bulan 1 Bulan 2
Ban Mobil 350 420
Ban Truk 220 180

Tabel Penjualan oleh Distributor di Bandung


Bandung Bulan 1 Bulan 2
Ban Mobil 430 560
Ban Truk 280 320

Tabel Penjualan oleh Distributor di Cirebon


Cirebon Bulan 1 Bulan 2
Ban Mobil 930 1100
Ban Truk 535 645
350 420 430 560
𝐽=[ ],𝐵 =[ ] , dan
Sehingga, dapat dijadikan dalam model matriks.

220 180 280 320


930 1100
𝐶 = 535
[ 645 ]
𝐶 − ( 𝐽 + 𝐵)

Solusi Penyelesaian
3
Selisih banyaknya ban yang dijual oleh distributor
di Cirebon untuk setiap jenisnya dengan jumlah
ban yang dijual oleh distributor yang berada di
Jakarta dan Bandung dapat ditentukan sebagai
930 1100
𝐶 − ( 𝐽 + 𝐵) = [ ]
berikut.

535 645
350 420560 ] +[ [430
−( ])
220 180 280 320
930 1100 350 + 430 420 +
= 560] [ ]−[
535 645 220 + 280 180 + 320
930 1100
980 ][ − [780
= ]
535 645 500 500
930 − 780 1100 −
= 980] [
535 − 500 645 − 500
150 120
= ]
[
35 145
3

Kesimpulan
Sehingga diperoleh bahwa banyaknya ban mobil
yang dijual oleh distributor di Cirebon pada bulan
1 adalah 150 ban mobil dan pada bulan 2 adalah
110 ban mobil, serta pada bulan 1 banyaknya ban
truk terjual adalah 35 ban truk dan pada bulan 2
terjual 45 ban truk, dimana lebih besar dari jumlah
penjualan distributor Jakarta dan Bandung.
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
× 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Nilai Akhir = 100

Anda mungkin juga menyukai