Nama: SUCI ANDINI
NIM: 2523320024
Kelas: 1A
Mata Kuliah: Pengantar BK
Prodi: Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)
A. Definisi Bimbingan dan Konseling
Bimbingan Konseling, disingkat BK, adalah proses interaksi antara konselor
dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk
membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan
permasalahan yang dialaminya. Bimbingan dan Konseling juga dapat didefinisikan
sebagai upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang
dilakukan oleh konselor untuk memfasilitasi perkembangan konseli untuk mencapai
kemandirian dalam kehidupannya.
B. Perbedaan Bimbingan dan Konseling
Bila dikelompokkan dalam beberapa poin, berikut adalah perbedaan
bimbingan dan konseling secara khusus:
1. Bimbingan diberikan seorang ahli di bidangnya, atau siapa pun tanpa
memerlukan pelatihan profesional. Sementara konseling diberikan oleh orang-
orang yang terlatih secara profesional, untuk menangani masalah psikologis.
2. Bimbingan membantu individu membuat pilihan terbaik, sedangkan konseling
membantu mengubah perspektif individu untuk mendapatkan solusi sendiri.
3. Bimbingan merupakan proses komprehensif dengan pendekatan eksternal,
untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Konseling menggunakan pendekatan
internal secara psikologis, untuk menetapkan penyebab masalah sebelum
menanganinya.
4. Bimbingan adalah pendekatan terbaik untuk mengatasi masalah pendidikan,
sedangkan konseling digunakan dalam mengatasi masalah sosial-psikologis
dan yang bersifat pribadi lainnya.
5. Bimbingan memberikan jawaban dan keputusan, yang telah disiapkan untuk
siswa. Sementara konseling memberdayakan individu, untuk menciptakan
solusi yang paling tepat untuk mengatasi suatu masalah.
6. Bimbingan bersifat terbuka, kerahasiaan bukanlah jaminan. Konseling bersifat
tertutup sehingga kerahasiaan siswa dijaga.
7. Bimbingan untuk perorangan atau kelompok. Konseling untuk perorangan,
walaupun dilaksanakan secara berkelompok.
8. Bimbingan dapat dilakukan di mana pun sesuai dengan kebutuhan, sedangkan
konseling diberikan dalam suasana khusus dan kondusif, untuk memberi dan
menerima bantuan dengan wawancara.
Contoh perbedaan bimbingan dan konseling lainnya terletak pada tujuan.
Tujuan bimbingan adalah membantu peserta didik menyusun dan melaksanakan
rencana, serta melakukan penyesuaian diri dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari.
Konseling bersifat terapeutik, membantu peserta didik menemukan masalah, dan
mencari solusi yang tepat sesuai potensi diri.
C. Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling
Secara umum tujuan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu para
peserta didik dalam mencapai tugas perkembangannya dengan optimal sebagai
pribadi, sosial dan sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Berikut beberapa tujuan
utama bimbingan konseling di sekolah:
1. Membantu dalam perencanaan perkembangan karir, penyelesaian studi serta
jenjang pendidikan selanjutnya.
2. Membantu peserta didik agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sosial
mereka (di sekolah atau di lingkungan masyarakat).
3. Mengetahui dan membantu menyelesaikan hambatan yang peserta didik
hadapi baik dalam belajar, menyesuaikan diri dengan sekitar atau dengan
keluarga.
4. Membantu dalam mengembangkan minat, bakat dan potensi yang dimiliki
oleh peserta didik secara maksimal.
5. Membantu peserta didik dalam mengembangkan kesadaran diri akan
kemampuan, potensi, keunikan dan citra diri. Agar peserta didik mampu dalam
mengembangkan kemampuan untuk belajar dengan baik.
6. Mampu menumbuhkan sikap positif terhadap diri serta orang-orang dan
lingkungan sekitar mereka.
Asumsi atau pandangan seorang peserta didik kepad profesi seorang guru
bimbingan dan konseling (BK) terkadang negatif, atau bahkan tidak mendapatkan
perhatian yang seharusnya dari peserta didik. Kenyataannya fungsi bimbingan
konseling sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan peserta
didik saat di sekolah ataupun diluar sekolah. Beberapa fungsi bimbingan konseling di
sekolah adalah sebagai berikut:
1. Untuk ikut berperan dalam membantu peserta didik memahami dan mengerti
akan dirinya sendiri serta lingkungannya. Hal ini bertujuan agar individu yang
bersangkutan dapat mengembangkan potensi pribadinya dengan optimal dan
dapat menyesuaikan dirinya sendiri dengan lingkungan dengan baik dan sehat.
2. Memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memperoleh perkembangan
yang optimal dan seimbang dalam kepribadian diri seorang peserta didik.
3. Membantu peserta didik untuk menentukan minat, bakat dan potensi, termasuk
dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler, program studi saat akan kuliah
atau lebih jauh untuk lebih mengembangkan kemampuan untuk karir dimasa
depan.
4. Membantu dalam mengantisipasi atau pencegahan masalah yang dapat terjadi
pada peserta didik dan membantu mereka dalam mengatasinya. Membantu
untuk turut meluruskan pemikiran, tindakan dan dalam meluapkan perassan
peserta didik yang menyimpang/kurang baik (intervensi) dan memberikan
bimbingan dalam berpola pikir yang sehat, logis dan berperasaan yang tepat
dan baik.
5. Memberikan bantuan kepada peserta didik yang tengah menghadapi
permasalahan yang bersifat pribadi ataupun secara sosial.
6. Berperan penting dalam pengembangan pribadi peserta didik agar mereka bisa
selalu membentengi diri mereka kepada hal-hal yang kurang baik yang bisa
menurunkan performa diri mereka sendiri.
7. Membantu memfasilitasi dalam mengembangkan peserta didik untuk
mencapai tugas-tugas perkembangan mereka.
Daftar Pustaka
Corey, G. (2013). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (9th ed.).
Belmot: Brooks/Cole.
Prayitno, & Amti, E. (2017). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka
Cipta.
Bimbingan dan Konseling. (2024).
Diakses dari
[Link]
Bentara Campus. (2023). Mengenal Bimbingan dan Konseling: Apa Perbedaannya?
Diakses dari
[Link]
perbedaannya/[Link]
[Link]
Masoem University. (2023). Bimbingan dan Konseling: Pengertian, Fungsi, dan
Tujuan. Diakses dari
[Link]
[Link]