0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan14 halaman

Pengaruh GCG dan Pengungkapan IC pada Nilai Perusahaan

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan dengan Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama 2016-2019. Hasilnya menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan Intellectual Capital Disclosure justru melemahkan pengaruh tersebut. Penelitian ini menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan pengungkapan modal intelektual dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Diunggah oleh

wandawidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan14 halaman

Pengaruh GCG dan Pengungkapan IC pada Nilai Perusahaan

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan dengan Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama 2016-2019. Hasilnya menunjukkan bahwa Good Corporate Governance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dan Intellectual Capital Disclosure justru melemahkan pengaruh tersebut. Penelitian ini menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan pengungkapan modal intelektual dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Diunggah oleh

wandawidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan

Vol. 15, No. 1, Januari 2023


ISSN 2085-7349 (print) eISSN 2829-1581 (online)

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI


PERUSAHAAN DENGAN INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE
SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI Tahun 2016-2019)
Evinda Sari Tumangger1, Rapel2, Ferry Christian3,
123
Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Palangka Raya

Article Info ABSTRACT


Article history: The value of the company is the investor's perception of the success
rate of the company which is often associated with the share price.
Received December 5th, 2022
The high share price makes the company's value high and increases
Revised December 20th, 2022
market confidence. The purpose of this research is to determine the
Accepted January 12th, 2023
influence of Good Corporate Governance on The Company's Value
with Intellectual Capital Disclosure as a Moderating Variable.
Keywords: Samples in this study as many as 32 companies with sampling
techniques used is Purposive sampling. Data source obtained from
Good Corporate Governance, IDX in the form of annual report. While the data analysis technique
Corporate Value, Intellectual used is moderated regression analysis technique. The results showed
Capital Disclosur that the influence of Good Corporate Governance on The Company's
Value is not divided. Intellectual Capital Disclosure weakens the
influence of Good Corporate Governance on the Company's Value in
Manufacturing Companieslocated in IDX.

©2023
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya

Corresponding Author:
Evinda Sari Tumangger
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya
Kampus UPR Jalan H. Timang Palangka Raya
Kalimantan Tengah
E-mail: evindasaritumangger123@[Link]

1. PENDAHULUAN
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang
sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan tinggi dan
meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini tapi juga pada
prospek perusahaan pada saat mendatang karena nilai perusahaan itu sendiri merupakan kondisi yang
telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap
perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan
tersebut didirikan sampai dengan saat ini (Abdul, Muid dan Moch. Ronni Noerirawan. 2012).
Adapun salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan di mata investor yaitu tata
kelola perusahaan (Good corporate governance) adalah salah satu sektor non keuangan yang dapat
mempengaruhi nilai perusahaan dimata investor. Good corporate governance merupakan suatu
sistem dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara stakeholder terutama pemegang
saham, dewan komisaris, dan manajemen (Djanegara, Moermahadi Soerja. 2008). Good corporate
governance juga sebuah sistem tentang bagaiamana perusahaan memperlakukan stakeholder untuk
dapat mencapai tujan perusahaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh McKinsey & Company
(2002) yang melibatkan investor di Asia, Eropa, dan Amerika terhadap lima Negara di Asia.

Journal homepage: [Link] 1


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Ditemukan bahwa, Indonesia menduduki posisi paling terakhir dalam pelaksanaan Good Corporate
Governannce. Survei lain yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC)
menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Lembaga yang bermarkas di Hongkong ini setiap tahun
menerbitkan hasil penelitiannya mengenai skor peringkat good corporate governance di Asia
(Sutedi, Adrian. 2012: 65). Berdasarkan servei PERC, Indonesia menempati posisi tiga terbawah
Negara Asia dalam menerapkan good corporate governance di Asia. Pengelolaan perusahaan di
Indonesia lebih buruk dari Negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapur, Malaysia, Filipina, dan
Thailand. Hal ini lah yang memotivasi penulis untuk melakukan penelitian ini karena implementasi
governance itu sendiri dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan perusahaan. Good
Corporate Governance dalam penelitian ini digambarkan dalam empat aspek yaitu kepemilikan
menejerial, kepemilikan institusional, komite audit dan dewan komisaris. Sehingga dengan
menerapkan Good Corporate Governance mampu menguatkan Nilai Perusahaan.
Selanjutnya, intellectual capital digunakan sebagai Variabel Moderasi pada penelitian ini
karena perkembangan dunia bisnis diikuti dengan pesatnya perkembangan ekonomi dan kemajuan
teknologi menciptakan persaingan yang sangat ketat dalam setiap industri. intellectual capital
merupakan salah satu sumber daya yang paling berperan dalam menciptakan nilai dalam
pertumbuhan perusahaan yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi dan dapat memberikan
keunggulan dalam berkompetisi yang didasarkan pada beberapa komponen utama intellectual capital
seperti human capital, structural capital, dan Relational Capital. Kebutuhan untuk mengembangkan
dan mengelola intellectual capital telah menjadi kewajiban yang perlu diperhatikan dalam bisnis.
Namun di Indonesia, praktek intellectual capital masih belum dikenal secara luas meskipun dengan
adanya PSAK No 19 Revisi 2009. Hal itu mungkin dikarenakan kurangnya kesadaran dari
perusahaan akan pentingnya intellectual capital dan atau rumitnya pengukuran terhadap intellectual
capital yang dimiliki oleh perusahaan. Petty, Richard dan James Guthrie (2000) tidak menawarkan
defenisi intellectual capital disclosure secara eksplisit, namun mereka menyinggung adanya fakta
bahwa saat ini intellectual capital disclosure memberikan manfaat lebih besar jika dibandingkan di
masa lalu. Terutama bagi sektor yang mempunyai karakteristik industri yang dominan yang
kemudian mengalami perubahan, seperti dari sektor manufaktur berubah menjadi high technology,
finansial dan jasa asuransi. Lebih lanjut, Bukh, Per Nikolaj (2003) menyatakan bahwa pengungkapan
perusahaan tentang intellectual capital menjadi bagian dari kerangka proses penciptaan nilai (value
creation) dalam perusahaan.
Sebelumnya, ada juga penelitian lain yang terkait dengan penilitian ini mengenai Pengaruh
Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai
Variabel Intervening yang diteliti oleh Fatimah, Ronny Malavia Mardani, Budi Wahono (2015-
2017). Membuktikan bahwa Good corporate governance yang diproksikan kepemilikan manajerial
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dan penelitian mengenai Pengaruh Intellectual
Capital Disclosure, Kinerja Keuangan, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan
(Rivandi, Muhammad. 2012-2015). Membuktikan dalam penelitianya bahwa Intellectual capital
disclosure berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai perusahaan. Dan penelitian mengenai
Penggaruh Enterprise Risk Management Disclosure, Intellectual Capital Disclosure dan Struktur
Pengelolaan Terhadap Nilai Perusahaan (Ardianto, Dedi dan Muhammad Rivandi, 2012-2016).
Menyimpulkan bahwa Intellectual Capital Disclosure berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Dewan Komisaris Independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Dewan
Direksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Komite Audit tidak
berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Dan penelitian Penggaruh Pengungkapan Enterprise Risk
Management Disclosure, Intellectual Capital, Corporate Social Responsibility dan Sustainability
Report Terhadap Nilaii Perusahaan (Siregar, Yeni Nolita dan Tiara Amelia Safitri, 2013-2017).

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 2


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Mengungkapkan bahwa Enterprise Risk Management, dan Intellectual Capital tidak berpengaruh
terhadap Nilai perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI.

2. KAJIAN PUSTAKA
Teori Resource Based View
Teori Resource Based View (RBV) dipelopori pertama kali oleh Wernerfelt, Berger (1984).
Teori RBV memandang bahwa sumber daya dan kemampuan perusahaan penting bagi perusahaan,
karena merupakan pokok atau dasar dari kemampuan daya saing serta kinerja perusahaan. Asumsi
dari teori RBV yaitu mengenai bagaimana suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain,
dengan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan
kemampuan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan.
Teori Stakeholder
Teori stakeholder pertama kali dikemukakan oleh Freeman, R. Edward (1984). Teori
stakeholder menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya bertanggung jawab atas kemakmuran dari
para pemegang saham perusahannya saja, melainkan juga harus memiliki tanggung jawab sosial
terhadap semua pihak yang terkena dampak dari kebijakan strategi perusahaan. Pihak-pihak yang
terkena dampak dari kebijakan strategi perusahaan ialah pemegang saham, pemasok, pelanggan,
pemerintah, masyarakat lokal, investor, dan karyawan.
Teori Keagenan (Agency Theory)
Hubungan keagenan adalah sebuah kontrak antara pihak pemegang saham dan pemilik
manajer perusahaan. Teori keagenan muncul berdasarkan adanya fenomena pemisahan pemilik
perusahaan (pemegang saham) dengan para manajer yang mengelola perusahaan. Teori keagenan
memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai agen bagi para pemegang saham, akan bertindak
dengan penuh kesadaran bagi kepentingannya sendiri bukan sebagai pihak yang bijaksana dan adil
terhadap pemegang saham. Adanya perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak dapat
menimbulkan konflik keagenan.
Nilai Perusahaan
Nilai Perusahaan merupakan suatu kondisi tertentu yang telah dicapai suatu perusahaan
yang dapat menciptakan nilai tinggi bagi perusahaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan
kepercayaan pada pasar terhadap perusahaan selama beroperasi. Nilai perusahaan didefinisikan
sebagai nilai pasar karena nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara
maksimum apabila harga saham perusahaan meningkat. Berbagai kebijakan yang diambil oleh
manajemen dalam upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran
pemilik dan para pemegang saham yang tercermin pada harga saham. (Bringham, Eugene F., dan
Joel F. Houston, 2006:19).
Good Corporate Governance
Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan merupakan sistem yang mengatur
perusahaan atau mengelola aktivitas bisnis perusahaan dalam menjaga keseimbangan kegiatan
perusahaan dan hubungan antara pemilik perusahaan dengan stakeholdersnya agar sesuai dengan
prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pentingnya Good corporate governance sangat
berpengaruh terhadap nilai perusahaan dimana apabila kinerja dari Good corporate governance baik
maka otomatis kinerja dari perusahaan akan meningkat dan akan berdampak terhadap peningkatan
laba perushaan dari kegiatan produksi dan penjualan yang diikuti dengan peningkatan kesejahtraan
pemegang saham sehingga dapat meningkatkan nilai dari perusahaan. Dalam pelaksanaannya GCG
memiliki beberapa aspek antara lain kepemilikan institusional, dewan komisaris dan komite audit.
Intellectual Capital Disclosure
Intellectual capital atau modal intelektual merupakan suatu asset yang tidak berwujud
yang tidak secara langsung disebutkan di dalam laporan keuangan yang dapat berupa sumber daya

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 3


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

informasi serta pengetahuan yang dapat berfungsi untuk meningkatkan kemampuan bersaing serta
dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Intellectual capital juga dapat digunakan sebagai value
added bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan perusahaan. Asset tidak berwujud
yang termasuk intellectual capital adalah intellectual property, relasi pelanggan, loyalitas pelanggan
dan database. Intellectual capital memiliki peran yang sangat penting dan strategis di setiap
perusahaan (Moeheriono 2012). Bontis, Niswah (1998) mendefenisikan modal intelektual mencakup
semua pengetahuan karyawan, organisasi dan kemampuan mereka untuk menciptakan nilai tambah
dan menyebabkan keunggulan kompetitif berkelanjutan.

Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan
Dengan adanya kepemilikan institusional akan dapat meningkatkan nilai perusahaan
karena kepemilikan institusional memilki arti penting dalam memonitor manajemen. Agustian,
Priska Wijayanti (2013) menyatakan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap nilai
perusahaan. Oemar, Abrar (2016), menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan dimana semakin tinggi kepemilikan institusional akan mendorong
pengawasan yang lebih optimal terjadap kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu
mengoptimalkan nilai perusahaan. Ekspetasi ini dapat dinyatakan dengan hipotesis berikut:
H1: Kepemilikan Institusional berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Pengaruh Dewan Komisaris Terhadap Nilai Perusahaan
Dewan komisaris dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, waktu yang
digunakan dalam pengambilan keputusan dapat lebih efisien dan keputusan yang diambil memiliki
kualitas yang lebih baik sehingga dapat menarik investor dan menyebabkan meningkatnya nilai
perusahaan. Dalam penelitian Semuel (2009) menyatakan bahwa pengaruh dewan komisaris
terhadap nilai perusahaan adalah positif signifikan. Agustian, Priska Wijayanti (2013) menyatakan
dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Alfinur (2016),
menunjukkan bahwa komisaris berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Ekspetasi ini dapat
dinyatakan dengan hipotesis berikut:
H2: Dewan Komisaris berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Pengaruh Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan
Komite audit sangat dibutuhkan dalam perusahaan karena mempunyai peran penting dan
strategis jika dilihat dari tugasnya yaitu melakukan pengawasan terhadap proses pelaporan keuangan
dan pelaksanaan audit eksternal, komite audit diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dan nilai
perusahaan akan lebih baik. Penilaian investor terhadap perusahaan yang memiliki komite audit
cenderung memiliki harga pasar perusahaan yang baik daripada perusahaan yang tidak memiliki
komite audit yang memiliki harga pasar rendah dikarenakan minimnya tingkat kepercayaan investor
terhadap perusahaan (Herman dan Purwanto, 2015). Dalam penelitian Sari, Enggar Fibria Verdana
dan Akhmad Riduwan (2013) menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Thaharah, Nina dan Nur Fadjrih Asyik (2016)
menemukan bahwa komite audit secara signifikan berpengaruh positif terhadap nilai pasar
perusahaan. Ekspetasi ini dapat dinyatakan dengan hipotesis berikut:
H3: Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Pengaruh Good Corporate Governance Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan melalui
Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi
Perusahaan yang memiliki Good corporate governance yang baik akan memiliki kesadaran
yang lebih tinggi terhadap pelaksanaan intellectual capital disclosure. Mekanisme tata kelola
perusahaan behubungan erat dengan pengoptimalan pengelolaan sumber daya intelektual. Kebijakan
yang diambil oleh mekanisme tata kelola perusahaan harus selalu mendukung pengembangan sumber

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 4


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

daya intelektual agar terciptanya nilai tambah. Sesuai dengan tujuan adanya tata kelola perusahaan,
kebijakan atau peraturan bagi pengembangan sumber daya tersebut bertujuan agar kesejahteraan
pemegang saham meningkat. Meizaroh dan Jurica Lucyanda (2012) menemukan bahwa Good
corporate governance berpengaruh positif terhadap intellectual capital disclosure. Jacub (2012)
menyatakan bahwa pengungkapan modal intelektual berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan,
begitu pula dengan Aida, Rahma Nurul dan Evi Rahmawati (2015) membuktikan bahwa
pengungkapan modal intelektual berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Ekspetasi ini dapat
dinyatakan dengan hipotesis berikut:
H4: Good Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan melalui
Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi.

Gambar 1. Model Penelitian

3. METODE PENELITIAN
Jenis data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang
berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka. Jenis data
yang digunakan peneliti menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya
berupa angka. Dari angka yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut dalam analisis data.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data sekunder merupakan data yang berasal
dari sumber kedua yang dapat diperoleh dengan mempelajari buku-buku, skripsi, tesis, jurnal, yang
di dapat dari website yang berkaitan dengan penelitian ini. Sumber data sekunder yang dipergunakan
dalam penelitian ini diperoleh dari website berupa annual report yang diperoleh dari IDX
(Indonesian Stock Exchange) tahun 2016-2019 melalui website ([Link]) dan penelitian
sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang
termasuk kategori perusahaan Manufaktur selama empat tahun berturut-turut tahun 2016-2019
sebanyak 135 perusahaan. Sampel penelitian ditentutan menggunakan Purposive sampling, yaitu
suatu metode pemilihan sampel yang memiliki tujuan atau target tertentu.
Pemilihan sampel ditentukan dengan kriteria:
1. Perusahaan yang tercatat di BEI dan tersedianya data yang dibutuhkan dalam penelitian ini
yang disampaikan perusahaan melalui laporan tahunan 2016-2019.
2. Perusahaan yang mengungkapkan pelaksanaan Good Corporate Governance dan
Intellectual Capital Disclosure dalam laporan tahunan selama periode pengamatan.
3. Perusahaan menyajikan laporan keuangan dalam mata uang rupiah.
Dari kriteria pengambilan sampel, maka perusahaan yang memenuhi kriteria sebanyak 32
perusahaan dari 135 perusahaan yang terdapat di bursa efek Indonesia tahun 2016-2019 dan
memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Sehingga banyaknya populasi penelitian ini adalah 32
persushaan dikalikan dengan 4 tahun tiap-tiap perusahaan sehingga N = 128.

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 5


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Tabel 1. Kriteria sampel


No Kriteria sampel Jumlah
1 Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 4
(empat) tahun berturut-turut tahun 2016-2019. 135
2 Perusahaan Manufaktur yang tidak lengkap menerbitkan laporan keuangan
tahunan ke situs resmi Bursa Efek Indonesia selama 4 (empat) tahun (47)
berturut-turut periode 2016-2019.
3 Perusahaan yang tidak memiliki data terkait variabel-variabel penelitian ini
atau tidak lengkap selama tahun 2016-2019. (49)
4 Perusahaan yang tidak menyajikan laporan keuangan dalam mata uang
rupiah (7)
Jumlah Perusahaan yang menjadi sampel 32
Jumlah sampel penelitian selama 4 tahun
(3 X 4) 128
5 Tahun pengamatan 4 Tahun

Metode Analisis Data


Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dan menggunakan
moderated regression analysis (MRA). Sebelum melakukan uji hipotesis maka terlebih dahulu
dilakukan pengujian asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji
multikolinearitas dan uji autokorelasi. Uji hipotesis meliputi uji koefisien determinasi dan Uji
statistik t. Adapun persamaan dalam penelitian ini adalah :

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e .................................... (1)
Y = Nila Perusahaan
α = Konstanta
β1- β3 = Koefisien regresi
X1 = Komite Audit
X2 = Kepemilikan Institusional
X3 = Dewan Komisaris
e = Tingkat kesalahan pendugaan dalam penelitian
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4*Z + e ........................ (2)
Y = Nila Perusahaan
α = Konstanta
β1- β4 = Koefisien regresi
X1 = Komite Audit
X2 = Kepemilikan Institusional
X3 = Dewan Komisaris
X4 = Good Corporate Governance
Z = Intellectual Capital Disclosure
X4*Z = Interaksi antara Good Corporate Governance dengan Intellectual Capital
Disclosure
e = Tingkat kesalahan pendugaan dalam penelitian

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 6


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Uji Regresi Berganda

Tabel 2. Hasil Uji Regresi Berganda


Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.768 .612 -1.254 .212
LN_X1 .494 .361 .128 1.371 .173
1
LN_X2 .322 .171 .167 1.880 .063
LN_X3 .878 .567 .147 1.547 .125
a. Dependent Variable: LN_Y

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada koefisien hasil regresi pada Tabel diatas adalah
sebagai berikut:
Y = -0.768 + 0.494(X1) + 0.322(X2) + 0.878 (X3)
Persamaan di atas dapat dimaknai bahwa:
1. Nilai konstanta sebesar -0.768 menyatakan bahwa apabila semua variabel bebas (variabel
kepemilikan institusional (X1), variabel dewan komisaris (X2), variabel komite audit (X3))
dianggap konstan atau bernilai 0, maka nilai perusahaan (Y) sebesar -0.768.
2. Koefisien regresi X1 sebesar 0.494, berarti jika kepemilikan institusional mengalami
kenaikan sebesar 1 maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0.494.
3. Koefisien regresi X2 sebesar 0.322, berarti jika dewan komisaris mengalami kenaikan
sebesar 1 maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0.322.
4. Koefisien regresi X3 sebesar 0.878, berarti jika komite audit mengalami kenaikan sebesar 1
maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0.878.

UJI Moderated Regression Analysis (MRA)


Tabel 3. Hasil Uji MRA
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -1.936 .677 -2.861 .005
LN_X1 .176 .358 .046 .493 .623
1 LN_X2 -2.874 .937 -1.492 -3.066 .003
LN_X3 -.167 .622 -.028 -.268 .789
LN_XZ 4.167 1.203 1.721 3.463 .001
a. Dependent Variable: LN_Y

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada koefisien hasil regresi pada Tabel diatas adalah
sebagai berikut:
Y = -1.936 + 0.176 (X1) - 2.874 (X2) - 0.167 (X3) + 4.167 (X*Z)
Persamaan di atas dapat dimaknai bahwa:
1. Nilai konstanta sebesar -1.936, menyatakan bahwa apabila semua variabel bebas (variabel
kepemilikan institusional (X1), variabel dewan komisaris (X2), variabel komite audit (X3),

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 7


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

dan variabel moderasi intellectual capital disclosure (Z)) dianggap konstan atau bernilai 0,
maka nilai perusahaan (Y) sebesar -1.936.
2. Koefisien regresi X1 sebesar 0.176, berarti jika kepemilikan institusional mengalami
kenaikan sebesar 1 maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar 0.176.
3. Koefisien regresi X2 sebesar -2.874, berarti jika dewan komisaris mengalami kenaikan
sebesar 1 maka nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar -2.874.
4. Koefisien regresi X3 sebesar - 0.167, berarti jika komite audit mengalami kenaikan sebesar
1 maka nilai perusahaan akan mengalami penurunan sebesar - 0.167.
5. Koefisien regresi XZ sebesar 4.167, berarti jika kepemilikan institusional (X1), dewan
komisaris (X2), komite audit (X3) dan variabel moderasi (XZ) mengalami kenaikan sebesar
1 maka nilai perusahaan akan menyebabkan kenaikan sebesar 4.16.

Uji T
Tabel 4. Hasil Uji t Regresi Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.768 .612 -1.254 .212
LN_X1 .494 .361 .128 1.371 .173
1
LN_X2 .322 .171 .167 1.880 .063
LN_X3 .878 .567 .147 1.547 .125
a. Dependent Variable: LN_Y

Tabel 5. Hasil Uji t MRA


Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -1.936 .677 -2.861 .005
LN_X1 .176 .358 .046 .493 .623
1 LN_X2 -2.874 .937 -1.492 -3.066 .003
LN_X3 -.167 .622 -.028 -.268 .789
LN_XZ 4.167 1.203 1.721 3.463 .001
a. Dependent Variable: LN_Y

Uji t-statistik dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut mana di antara variabel bebas yang
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Uji t-statistik dilakukan dengan melihat nilai
signifikansi yang diperoleh masing-masing variabel. Hasil pengujian menunjukkan sebagai berikut:
1. H1: Kepemilikan Institusional berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Kepemilikan Institusional memiliki nilai t hitung sebesar 1.371 dengan nilai t tabel sebesar
1.97944, dengan tingkat signifikansi 0.173 lebih besar dari taraf signifikansi 0.05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Dengan demikian, hipotesis H1 yang menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh
signifikan terhadap nilai Perusahaan ditolak.
2. H2: Dewan Komisaris berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Dewan Komisaris memiliki nilai t hitung sebesar 1.880 dengan nilai t tabel sebesar 1.97944,
dengan tingkat signifikansi 0.063 lebih besar dari taraf signifikansi 0.05 (5%). Hal ini

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 8


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

menunjukkan bahwa Dewan Komisaris tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan
demikian, hipotesis H2 yang menyatakan bahwa Dewan Komisaris berpengaruh signifikan
terhadap nilai Perusahaan ditolak.
3. H3: Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Variabel Komite Audit memiliki nilai t hitung sebesar 1.547 dengan nilai t tabel sebesar 1.97944,
dengan tingkat signifikansi 0.125 lebih besar dari taraf signifikansi 0.05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan
demikian, hipotesis H3 yang menyatakan bahwa Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap
nilai Perusahaan ditolak.
4. H4: Good Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan melalui
Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi.
Variabel XZ (interaksi antara variabel good corporate governance (X) dengan intellectual
capital discosure (Z)) memiliki nilai t hitung sebesar 3.463 dengan nilai t tabel sebesar 1.97944,
dengan tingkat signifikansi 0.001 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa variabel intellectual capital discosure (Z) sebagai variabel moderasi
mempemgaruhi good corporate governance (X) terhadap nilai perusahaan (Y). Kemudian hasil
uji t regresi diatas dengan hasil uji t MRA diketahui hasil Z mempengaruhi X terhadap Y. Dengan
demikian, hipotesis H4 yang menyatakan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh
signifikan terhadap Nilai Perusahaan melalui Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel
pemoderasi diterima.
Uji Koefisien Determinasi (R²)
Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi (R²) Regresi Berganda
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
a
1 .244 .059 .037 .79184
a. Predictors: (Constant), LN_X3, LN_X2, LN_X1

Angka R Square menunjukkan Koefisien Determinasi atau peranan Variance (variabel


independen dalam hubungan dengan variabel dependen). Dari tabel 4.14 dapat dilihat nilai R Square
sebesar 0.059 menunjukkan bahwa 5.9% variabel nilai perusahaan (Y) yang dijelaskan oleh variabel
good corporate governance (X). Dengan demikian masih ada variabel lain yang turut mempengaruhi
besarnya nilai perusahaan, yaitu sebesar 94.1% (diperoleh dari 100% - 5.9% = 94.1%).

Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi (R²) Moderated Regression Analysis (MRA)


Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .378a .143 .115 .75892
a. Predictors: (Constant), LN_XZ, LN_X1, LN_X3, LN_X2
Angka R Square menunjukkan Koefisien Determinasi atau peranan Variance. Dari tabel 4.15
dapat dilihat nilai kenaikan R Square dari uji Regresi Berganda ke uji MRA sebesar 8.6%. Angka R
Square sebesar 0.143% menunjukkan bahwa variabel nilai perusahaan (Y) yang dijelaskan oleh
variabel good corporate governance (X) yang dimoderasi oleh intellectual capital disclosure.
Dengan demikian ada variabel lain yang mempengaruhi besarnya nilai perusahaan, yaitu sebesar
85.7% (diperoleh dari 100% - 14.3% = 85.7%).

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 9


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Pembahasan
Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh
terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari uji t pada variabel kepemilikan institusional .Hal
ini menunjukkan bahwa H1 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan kepemilikan
institusional secara parsial terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hipotesis pertama yang
menyatakan bahwa “kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan”,
ditolak.
Hasil penelitian yang dilakukan Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa kepemilikan
institusional belum dapat dipandang sebagai mekanisme yang tepat untuk mengurangi konflik
kepentingan antara pemilik dan manajer. Manajer biasanya akan mengedepankan kepentingannya
sendiri dari pada kepentingan perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Oemar, Abrar (2016),
menyimpulkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dan
berbeda dengan hasil Agustian, Priska Wijayanti (2013) menyatakan kepemilikan institusional
berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Dewan Komisaris Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap
nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari uji t pada variabel dewan komisaris. Hal ini menunjukkan
bahwa H2 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dewan komisaris secara parsial
terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa “dewan
komisaris berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan”, ditolak.
Tidak signifikan Dewan Komisaris terhadap nilai perusahaan kemungkinan disebabkan karena
kurang efektifnya dewan komisaris dalam menjalankan pengawasan dan kontrol pada operasional
perusahaan, sehingga penentuan mekanisme pendanaan atau modal perusahaan lebih banyak
ditentukan oleh dewan direksi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Firdausya, Saroh Zanera., Fifi Swandari, dan Widyar Effendi (2013) menyatakan bahwa dewan
komisaris berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Dan berbeda dengan
Alfinur (2016), menunjukkan bahwa dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan.
Pengaruh Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Komite Audit tidak berpengaruh terhadap nilai
perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari uji t pada variabel Komite Audit. Hal ini menunjukkan bahwa
H3 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan Komite Audit secara parsial terhadap nilai
perusahaan. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa “Komite Audit berpengaruh
signifikan terhadap nilai perusahaan”, ditolak.
Tidak signifikannya Komite Audit kemungkinan mengindikasikan bahwa semakin banyak
jumlah Komite Audit, tidak menunjukkan peningkatan pengawasan atas kinerja manajemen. Jika
dilihat dari data penelitian sebagian besar susunan Komite Audit terdiri dari 2 anggota dan 1 ketua
merangkap komisaris independen. Ini menunjukkan bahwa pembentukan Komite Audit hanya
sebatas untuk memenuhi regulasi saja, sehingga efektifitas dalam fungsi pengawasan ini belum
mampu mempengaruhi nilai perusahaan. Susanti (2011) dalam penelitiannya menyatakan bahwa
jumlah anggota komite audit yang semakin banyak bukan merupakan jaminan bahwa kinerja suatu
perusahaan juga meningkat. Anggota komite audit yang terlalu banyak berakibat kurang baik bagi
perusahaan karena akan ada banyak tugas atau pekerjaan yang terpecah. Hal ini menyebabkan
anggota komite audit kurang fokus dalam menjalankan tugasnya sehingga kinerja perusahaan akan
semakin memburuk. Selain itu, banyak dari komite audit belum memahami peran utamanya.

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 10


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Hasil penelitian Fitri, Amaliyah dan Eliada Herwiyanti, (2019) yang menyatakan bahwa komite
audit berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Dan berbeda dengan Thaharah & Asyik, (2016)
yang meyatakan bahwa komite audit berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Good Corporate Governance Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan melalui
Intellectual Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi
Hasil uji t menunjukan bahwa variabel intellectual capital disclosure sebagai variabel moderasi
memperlemah hubungan pengaruh good corporate governance terhadap nilai perusahaan. Hal ini
menunjukkan bahwa H4 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan Good Corporate
Governance Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan melalui Intellectual Capital Disclosure sebagai
variabel pemoderasi. Dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan bahwa “Good
Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan melalui Intellectual
Capital Disclosure sebagai variabel pemoderasi” diterima.
Penelitian ini mendukung secara konsisten dengan adanyan teori yang menyatakan bahwa
mekanisme tata kelola perusahaan berhubungan erat dengan pengoptimalan pengelolaan sumber
daya intelektual. Kebijakan yang diambil oleh mekanisme tata kelola perusahaan harus selalu
mendukung pengembangan sumber daya intelektual agar terciptanya nilai tambah. Sesuai dengan
tujuan adanya tata kelola perusahaan, kebijakan atau peraturan bagi pengembangan sumber daya
tersebut bertujuan agar kesejahteraan pemegang saham meningkat. Hasil ini sejalan dengan
peneliitian Meizaroh dan Lucyanda (2012) menemukan bahwa Good corporate governance
berpengaruh positif terhadap intellectual capital disclosure, begitu pula dengan Aida dan Rahmawati
(2015) membuktikan bahwa pengungkapan modal intelektual berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan yang tidak jauh beda dengan penelitian yang dilakukan.

5. KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Berdasarkan analisis data yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh good corporate
governance terhadap nilai perusahaan dengan intellectual capital disclosure sebagai variabel
moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2016-2019 dapat ditarik
kesimpulan:
1. Kepemilikan institusional menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh terhadap nilai
perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang diajukan “kepemilikan institusional
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan” ditolak.
2. Dewan komisaris menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan
demikian hipotesis yang diajukan “Dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan” ditolak
3. Komite audit menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan
demikian hipotesis yang diajukan “Komite audit berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan” ditolak
4. intellectual capital disclosure sebagai variabel moderasi mempunyai pengaruh melemahkan
good corporate governance terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang
diajukan “good corporate governance berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan
melalui intellectual capital disclosure sebagai variabel pemoderasi ” diterima.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 11


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi bagi perusahaan
manufaktur yang terdapat di BEI diharapkan terus menggali kemampuan dalam mengelola
perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
2. Bagi Penelitian selanjutnya
Disarankan untuk menambah variabel yang digunakan dalam penelitian agar lebih lengkap
dan bervariasi dangan menggunakan periode penelitian yang lebih panjang untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh variabel GCG terhadap nilai perusahaan yang
dimoderasi oleh ICD. Atau variabel yang digunakan dapat menggunakan sektor lain.
3. Bagi Investor
Bagi investor dan calon investor yang akan menanamkan modalnya pada perusahaan lebih
memperhatikan fungsi dan peran dari Good Corporate Governance dan juga memperhatikan
intellectual capital disclosure dari perusahan. Karena penting dan sangat bermanfaat untuk
meningkatkan Kinerja dan Nilai Perusahaan yang akan ditanami suatu investasi.

REFERENCES
Abdul, Muid., dan Moch. Ronni Noerirawan. (2012). “Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal
Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Akuntansi Vol.1 No. 2, hal. 4
Agrawal, Anup., dan Charles R. Knoeber. (1996). “Firm Performance and Mechanism to Control
Agency Problems Between Managers adn Shareholders”. Journal of Financial and
Quantitative Analysis 31, 377-397
Agustiana, Priska Wijayanti. (2013). “Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Nilai
Perusahaan”. Universitas Pasundan Bandung. Skripsi.
Aida, Rahma Nurul., dan Evi Rahmawati. (2015). “Pen garuh Modal Intelektual dan
Pengungkapannya Terhadap Nilai Perusahaan: Efek Intervening Kinerja Perusahaan”.
Jurnal Akuntansi dan Investasi, Vol. 16 No. 2, P. 96-109.
Alfinur. (2016). “Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (GCG) terhadap Nilai
Perusahaan pada Perusahaan yang Listing di BEI”. Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Kanjuruhan Malang. Jurnal Ekonomi Modernisasi JEM Vol: 12 No. 1, pp: 44-
50.
Baroroh, Niswah. (2013). “Analisis Pengaruh Modal Intelektual terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan Manufaktur Indonesia”. Jurnal Dinamika Akuntansi. Vol. 5 No. 2. Hal.172-
182.
Bontis, Nick., William Chua Chong Keow., dan Stanley Richardson. (2000). “Intellectual Capital
and Business Performance in Malaysian Industries”. Journal of Intellectual Capital, Vol. 1
No. 1, pp. 85-100.
[Link]
Brigham, Eugene F., dan Joel F. Houston. (2006). “Fundamental of FinancialManagement: Dasar-
Dasar Manajemen Keuangan”. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.
Daud, Rulfah M., dan Abrar, Amri. (2008). “Pengaruh Intelectual Capital dan Corporate Social
Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur
Di Bursa Efek Indonesia)”. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi Vol. 1 No. 2 Juli 2008.
Devi, Sunitha. (2016). “Pengaruh enterprise risk management disclosure dan intellectual capital
disclosure pada nilai perusahaan”. Tesis Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar.
Djanegara, Moermahadi Soerja. (2008). “Menuju good corporate governance: suatu kajian empiris”.
Edisi pertama, Bogor: Kesatuan Press.
Effendi, Muhamad Arief. (2009). “The Power Of Good Corporate Governanc: Teori Dan
Iplementasi”. Jakarta: Salemba Empat.
Fatimah., Ronny Malavia Mardani., dan Budi Wahono. (2019). “Pengaruh Good Corporate
Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel
Intervening”. (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang
Terdaftar di BEI Tahun 2015-2017). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam
Malang.

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 12


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Ghozali, Imam., dan Anis Chariri. (2007). “Teori Akuntansi”, Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Ghozali, Imam. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponegoro.
Harmono. (2015). “Manajemen Keuangan Berbasis Balancd Scorecard Pendekatan Teori, Kasus,
dan Riset Bisnis”. Jakarta: Bumi Aksara.
Hermuningsih, Sri. (2013). “Pengaruh Profitabilitas, Growth Opportunity, Sruktur Modal Terhadap
Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Publik di Indonesia”. Lecturer at Economic
Department, University of Sarjanawiyata Taman siswa Yogyakarta.
Herawaty, Vinola. (2008). “Peran Praktek Corporate Governance Sebagai Moderating Variable
dari Pengaruh Earnings Management”. Jurnal Akuntasi dan Keuangan, Vol 10 No 2”.
Jensen, Michael C., dan Wiliam H. Meckling. (1976). “Theory of the firm: Managerial behavior,
agency cost and ownership structure”. Journal of Finance Economic 3:305-360.
Kartika., dan Hartane. (2013). "Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Return Saham Melalui
Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Real Estate dan Properti Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Tahun 2010- 2012". Diponegoro Journal of Accounting. Vol. 3, No. 2.
Martono., dan Harjito Agus. (2003). “Manajemen Keuangan”. Yogyakarta: Ekonisia.
Meizaroh., dan Jurica Lucyanda. (2012). “Pengaruh Corporate Governance, Kinerja Perusahaan,
dan Umur Perusahaan terhadap Pengungkapan Modal Intelektual”. Media Riset Akuntansi.
Vol. 2, Februari 2012, hlm. 65-81.
Muntoro, Ronny Kusuma. (2007). “Membangun Dewan Komisaris Yang Efektif”. Jurnal Manajemen
Usahawan Indonesia, XXXVI (11)
Natalyalova, Kartina. (2013). “Pengaruh Corporate Governance Terhadap Corporate Social
Responsibility Dan Kinerja Perusahaan Yang Mendapatkan Indonesia Suistainabilty
Reporting Awards”. STIE Trisakti.
Oemar, Abrar. (2016). “Pengaruh kebijakan Deviden, kebijakan hutang, pofitabilitas dan struktur
kepemilikan terhadan nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
2009- 20014”. Journal of Accounting. Vol.2, No.2. Universitas Pandanaran Semarang.
Permanasari, Wien Ika. (2010). ”Pengaruh Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusional, Dan
Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan”.Skripsi S-1: Universitas
Diponegoro Semarang. [Link]
Petty, Richard., dan James Guthrie. (2000). “Intellectual capital literature review: measurement,
reporting and management". Journal of Intellectual Capital 1 (2): 155-176.
R. Edward, Freeman. (1984). “Strategic Management: A Stakeholder Approach”. Pitman Publishing,
Baston.
Rini, Sekar Ayu. (2016). “Pengaruh Modal Intelektual Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai
Perusahaan (Pada Perusahaan Property/Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Periode Tahun 2010-2014)”. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Rivandi, Muhammad. (2018). “Pengaruh intellectual capital disclosure, kinerja keuangan, dan
kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan”. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP.
Jurnal Pundi, Vol. 02, No. 01.
Sari, Enggar Fibria Verdana., dan Akhmad Ridwan. (2013). Pengaruh Corporate Governance
Terhadap nilai perusahan: Kualitas Laba sebagai Variabel Intervening. Jurnal ilmu dan Riset
Akuntansi Volume 1 Nomor 1, Januari 2013 1-20.
Siallagan, Hamonangan., dan Mas’ud Machfoedz. (2006). “Mekanisme Corporate Governance,
Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan”. Simposium Nasional Akuntansi IX. Hal 1-23.
Siregar, Yeni Nolita., dan Tiara Amelia Safitri. (2019). “Pengaruh Pengungkapan Enterprise Risk
Management, Intellectual Capital, Corporate Social Responsibility, Dan Sustainability
Report Terhadap Nilai Perusahaan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, IIB Darmajaya. Vol.
05. No. 02.
Soetedjo, Sugeng., dan Mursida Safrina. (2014). “Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja
Keuangan pada Perusahaan Perbankan”. Jurnal SNA 17 Mataram. Universitas Mataram,
Lombok.

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 13


Balance: Media Informasi Akuntansi dan Keuangan
ISSN 2085-7349 (print) / 2829-1581 (online)

Subaida, Ida. (2019). “Pengaruh Corporate Governace Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
Pengungkapan Intellectual Capital Sebagai Variabel Intervening”. Fakultas Ekonomi
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Vol. 4 No. 1 Januari 2019 Hal: 1-12.
Suffah, Roviqotus., dan Akhmad Riduwan. (2016). “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran
Perusahaan Dan Kebijakan Dividen Pada Nilai Perusahaan”. Jurnal ilmu dan riset
akuntansi volume 5 nomer 2, februari 2016.
Sugiyono. (2017). “Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D)”.
Penerbit Alfabeta, cv: Bandung.
Suhartono., dan Fadillah Qudsi. (2009). “Portofolio Investasi Dan Bursa Efek Pendekatan Teori Dan
Praktik”. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Suparsa, Joni Made., Wayan Ramantha., dan Dewa Nyoman Badera. (2017). “Kemampuan Good
Corporate Governance Dalam Memoderasi Pengaruh Intellectual Capital Disclosure Dan
Reputasi Auditor Pada Nilai Perusahaan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Udayana.
Sutedi, Adrian. (2012). “Good Corporate Governance”. Jakarta: Sinar Grafika.
Syakhoza, Akhmad. (2003). “Best Parctices Corporate Governance dalam konteks kondisi local
perbankan Indonesia”. Usahawan No. 06 Th XXXII Juni.
Thaharah, Nina., Dan Nur Fadjrih Asyik. (2016). “Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan
Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan LQ-45”. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi:
Vol 5, No. 2, Februari 2016. ISSN: 2460-0585.
Tobin, James. (1967). “Tobin’s Q Ratio As An Indicator of The Valuation The Company”. Journal
of Financial Economics, Vol LIII, No.3: June, pp. 287 – 298.
Ulum, Ihyaul., Imam Ghozali., And Anis Chariri. (2008). “Intellectual Capital Dan Kinerja
Keuangan Perusahaan; Suatu Analisis Dengan Pendekatan Partial Least Squares (Pls)”. In:
Simposium Nasional Akuntansi 11 (Sna 11), 23 - 24 Juli 2008, Universitas Tanjung Pura
Pontianak.
Ulum, Ihyaul. (2009). “Intellectual Capital: Konsep dan Kajian Empiris”. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tumangger, dkk – Pengaruh Good Corporate… | 14

Anda mungkin juga menyukai