MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE D-KELAS VII MTS
MATA PELAJARAN: AL-QUR’AN HADITS
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah
: MTS MODULGURUKU
Nama Penyusun
Al-Qur’an Hadist
Mata Pelajaran
D-VII/1-2
Fase/Kelas/Semester
: Menikmati Kekuasaan Dan Rahmat Allah SWT
Elemen
: 2 JP
Alokasi Waktu
Tahun Penyusunan :
20.../20...
CAPAIAN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIS FASE D
Pada akhir Fase D, elemen tajwid, peserta didik mampu menerapkan
hukum bacaan Mad Thabi’i, Mad Far’i, dan bacaan Gharib agar dapat
membiasakan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Pada elemen
Al-Qur’an, peserta didik mampu melafalkan, menghafalkan, menganalisis,
dan mengomunikasikan arti dan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an secara
tekstual dan kontekstual pada tema-tema pilihan yang relevan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada elemen hadis,
mampu membaca, menghafalkan, memahami dan menganalisis arti dan
isi kandungan hadis secara tekstual dan kontekstual tentang tema-tema
tertentu agar mampu berpikir kritis dan
Elemen
Ilmu Tajwid
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu menerapkan hukum bacaan Mad Tabi’i, Mad Far’i.
Dan bacaan Gharib agar dapat membiasakan membaca Al-Quran dengan
baik dan benar, sebagai prasyarat membaca Al-Qur’an secara fasih untuk
menjalankan kewajiban menghayati dan mengamalkannya dalam kon tek
beragama, berbangsa, dan bernegara.
Al-Qur’an
Peserta didik mampu melafalkan, menghafal, memahami,
mengomunikasikan, menganalisis arti dan isi kandungan ayat-ayat Al-
Qur’an secara tekstual dan kontekstual ten tang; kekuasaan dan rahmat
Allah Swt, sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt.,
kehidupan dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli
terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap JUJUr dalam
berrnuamalah, semangat menuntut ilmu baik secara tekstual maupun
kontekstual agar terwujud pribadi yang berakhlakul karimah, menghindari
sifat sekulerisme, hedonisme, dan korupsi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun orang lain dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa
dan bernegara.
Hadis
Peserta didik mampu membaca, menghafal, memahami dan menganalisis
arti dan isi kandungan hadis secara tekstual dan
kontekstual ten tang; kekuasaan dan rahmat Allah Swt, sifat pemurah,
optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang
sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat dan
lingkungannya, bersikap jujur dalam berrnuamalah, semangat menuntut
ilmu baik secara tekstual maupun kontekstual agar terwujud pribadi yang
saleh secara sosial, berakhlakul karimah, menghindari sifat sekulerisme,
hedonisme, dan korupsi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang
lain dalam kehidupan bermasvarakat berbanzsa dan bernegara.
B KOMPETENSI AWAL
Keagungan Allah Swt. Dan kekuasaan-Nya telah banyak dijelaskan di
dalam al- Qur’an (ayat qauliyah). Dalam hal ini, keagungan dan kekuasaan
itu hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki keimanan yang
kuat. Di saat yang sama, banyak sekali keagungan dan kekuasaan Allah
Swt. Yang telah dihamparkan di muka bumi dan alam semesta (ayat
kauniyah). Dalam hal ini, bisa dilihat dan dibaca oleh semua manusia,
namun hanya sedikit yang mampu mengetahui, mengkaji secara
mendalam dan merasakan adanya keagungan dan kekuasaan Allah Swt
tersebut. Yaitu orang-orang yang mau mengkaji secara obyektif dan
mendalam dengan mengunakan akal sehatnya (ulul albab).
Allah Swt. Sering bersumpah demi ciptaan yang luar biasa tersebut. Tentu
isi sumpahnya adalah hal yang besar dan sangat bermanfaat bagi
manusia yang mau memperhatikannya, salah satunya yaitu tentang jiwa
manusia.
Pada pembahasan berikut ini, akan kita dapati uraian tentang apa saja
tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.?, apa yang akan didapat oleh
orang-orang yang menjaga kebersihan jiwanya?, dan apa yang akan
dialami oleh orang-orang yang menyembunyikan kesucian/mengotori
jiwanya?.
B. PROFIL PELAJAR PANCASILA (PPP) DAN PELAJAR RAHMATAN LIL
ALAMIN (PRA)
Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong
royong, serta kebhinnekaan global.
Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.
C. SARANA DAN PRASARANA
Media
: LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber Belajar
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain
D. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular
E. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pembelajaran dengan tatap muka, direct instruction, cooperative
learning,dan discovery learning
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
Membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an
dan Hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi
kehidupan.
Meningkatkan kekhusyukan peserta didik dalam beribadah terlebih salat,
dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surah/ayat
dalam surat-surat pendek yang mereka baca
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Menyebutkan arti dari Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3): 190,
dan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Menjelaskan isi kandungan Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3):
190, dan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Menentukan isi kandungan Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3):
190, dan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Membandingan isi kandungan Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran
(3): 190, dan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Menilai sikap yang sesuai dengena isi kandungan Q.S. asy-Syams (91): 1-
10, Q.S. Ali Imran (3): 190, dan hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Merencanakan sikap yang sesuai dengan isi kandungan Q.S. asy-Syams
(91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3): 190, dan hadis riwayat Bukhari dari Abu
Menghafal Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3): 190, dan hadis
riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Mengolah fenomena sosial dan alam sebagai bukti kekuasaan Allah
sebagaimana dalam Q.S. asy-Syams (91): 1-10, Q.S. Ali Imran (3): 190 dan
hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah عن أبي هريرة عن النبي الله ُقل إن الله
) لما قض الَح ِّق َكَتَب ِع ْنَدُه َفْوَق َعْر ِشِه ِإَّن َر ْح َمِتي َتْغِلُب غضبي (رواه البخاريtentang
kekuasan dan rahmat Allah Swt
C. PERTANYAAN PEMΑΝΤΙΚ
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Menikmati
Kekuasaan Dan Rahmat Allah SWT
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Isi Kandungan QS. Asy-Syams (91):1-10
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi
Tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi
yang akan diajarkan.
Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan
karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan
Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi Isi Kandungan QS. Asy-Syams (91):1-10
Critical Thinking
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan
dengan materi Isi Kandungan OS. Asy-Syams (91):1-10
Collaboration
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai Isi Kandungan QS. Asy-Syams (91):1-10
Communication
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Creativity
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar yang berkaitan: Isi
Kandungan QS. Asy-Syams (91):1-10
KEGIATAN PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan
motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-2
Isi Kandungan QS. Ali Imron: 190
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi
yang akan
Diajarkan.
Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan
karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif,
bergotong royong, serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan
Lil ‘Alamin (taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi Isi Kandungan OS. Ali Imron: 190
Critical Thinking
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan
dengan materi Isi Kandungan QS. Ali Imron: 190
Collaboration
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai Isi Kandungan QS. Ali Imron: 190
Communication
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Creativity
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar yang berkaitan: Isi
Kandungan QS. Ali Imron: 190
KEGIATAN PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan
motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-3
Isi Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah 1
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi
yang akan diajarkan.
Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan
karakter yang
Sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong,
serta kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin
(taaddub, tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi
Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi Isi Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu
Hurairah 1
Critical Thinking
Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan
dengan materi Isi Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah 1
Collaboration
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai Isi Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu
Hurairah 1
Communication
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Creativity
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar yang berkaitan: Isi
Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah 1
KEGIATAN PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan
motivasi tetap. Semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk
membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai referensi
yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar
kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas
sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan
untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN/PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran,
dengan pertanyaan:
No
Pertanyaan
Jawaban
Ya
Tidak
1 Apakah pernah membaca buku terkait ?
Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan baik?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran dengan metode
inquiry learning, diskusi?
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung. Khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen
Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen
Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
Tes
: Tertulis
Non Tes
: Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis
Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis
: Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen
: Kinerja
Bentuk Instrumen
: Lembar Kinerja
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi,
presentasi dan refleksi tertulis.
Uji Kompetensi
Menghafalkan ayat dan hadis.
1. Hafalkanlah ayat-ayat berikut!
a. Al-Qur’an surah asy-Syams (91): 1-10
b. Al-Qur’an surah Ali Imran (3): 190
2. Hafalkanlah Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah tentang
besarnya Rahmat Allah Swt!
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan yang benar!
1. Pak Mahmud dipanggil sebagai saksi atar perkara pencurian dengan
kekerasan. Sebelum menyampaikan kesaksiannya, beliau
diharuskan bersumpah (demi Allah), sesuai ajaran Islam,
sebagaimana saksi-saksi lainnya. Hal itu dilakukan agar para saksi
menyampaikan kesaksiannya dengan sebenarnya: jujur, tidak
berbohong, dan apa adanya. Di awal al-Qur’an surah asy-Syams
(91): 1-7 Allah Swt. Bersumpah, demi ciptaanNya (matahari, bulan,
siang, malam, dan lain-lain). Apakah sama alasan dan jutuaan
sumpah yang dilakukan Allah Swt. Dengan sumpah para saksi di
atas? Jelaskan!.
2. Banyak pemakai dan pengedar narkoba yang ditangkap dan proses
secara hukum. Diantara mereka ada yang dijatuhi hukuman 5
tahun, 10 tahun bahkan ada yang dihukum mati. Dalam tinjauan
Islam, mereka adalah pendosa besar.
a. Apakah mereka masih bisa mendapat ampunan dari Allah
Swt.? Jelaskan
b. Apa sajakah yang seharusnya mereka lakukan untuk
mendapatkan rahmat Allah Swt.?
3. Perhatikan (QS. Asy-Syams: 9-10), (QS. Ali Imron: 190), dan hadis
hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah tentang Rahmat Allah Swt.
Jelaskan keterkaitan antara ketiganya!
Untuk menjawab pertanyaan 4 dan 5, perhatikan sepenggal kisah berikut!
Pak Saprawi (bukan mana sebenanya) seorang marbot dan muadzin di
sebuah masjid. Hari-harinya ia habiskan untuk mengabdi di masjid
tersebut, bahkan ia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk
menghafal Al-Quran. Suatu saat ada seorang jamaah melihat bekas tato di
lengannya. Saat ditanya beliau menceritakan bahwa ia memiliki masa lalu
yang kelam, beberapa nyawa melayang dari tangannya, berbagai
kemasiatan pernah ia lakukan. Kini ia ingin menebus semua pengalaman
kelamnya dengan mengabdi di masjid.
4. Bagaimana pendapatmu tentang sikap Pak Saprawi tersebut, jika
dikaitkan dengan isi kandungan QS. Asy-Syams (91): 1-10, QS. Ali
Imran (3): 190, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah?
Jelaskan!
5. Andaikan Pak Saprawi adalah keluargamu, apa yang akan kamu
lakukan?
G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai
kompetensi dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai
kompetensi dan tujuan. Pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman
belajar yang lebih
Memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar
misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran ini?
Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?
Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target
pembelajaran?
Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan
profil pelajar rahmatal lil ‘alamin?
Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
Refleksi Peserta Didik:
No
Pertanyaan Refleksi
Jawaban Refleksi
1 Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran ini?
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran
ini?
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang
yang akan kamu berikan pada usaha yang telah dilakukan
Refleksi
Berilah tanda (V) pada kolom ya/tidak, sesuai dengan yang kamu alami!
No
Pernyataan
Ya
Tidak
Saya hafal QS. Asy-Syams (91): 1-10, QS. Ali Imran (3): 190.
Saya hafal hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah tentang Rahmat Allah
Swt. Melebihi murka-Nya.
3 Saya hafal dapat menyebutkan arti dari QS. Asy-Syams (91): 1-10, QS.
Ali Imran (3): 190.
Saya dapat menyebutkan arti dari hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah
tentang Rahmat Allah Swt. Melebihi murka-Nya.
5 Saya dapat menjelaskan isi kandungan QS. Asy-Syams (91): 1-10, QS.
Ali Imran (3): 190.
Saya dapat menjelaskan isi kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu
Hurairah tentang Rahmat Allah Swt. Melebihi murka-
Nya.
7
Saya dapat menentukan bahwa seseorang itu jiwanya kotor.
Saya dapat menentukan bahwa seseorang itu berjiwa bersih/baik.
9 Saya dapat menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah.
10
Saya dapat melakukan sesuatu agar termasuk orang yang optimis
terhadap Rahmat Allah Swt.
Jika menjawab “TIDAK” lebih dari 3 pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dalam buku teks yang perlu anda ulang dengan
bimbingan guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk mengulang
lagi!. Apabila Anda menjawab “YA” lebih dari 7 pernyataan, lanjutkanlah
ke bab berikutnya,
LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Aktifitas kelompok.
1. Bagilah kelas kamu menjadi beberapa kelompok, dengan anggota 3-
4 orang!
2. Carilah sumpah-sumpah Allah Swt. Yang terdapat dalam Al-Qur’an!
3. Catatlah nama surah, nomor ayat, dan isi sumpahnya!
4. Sajikan hasil penelusuran dalam bentuk tabel berikut!
Tabel 2.4 Ayat-ayat yang Berisi Sumpah Allah Swt.
No
Nama surah
Isi sumpah
Cth al-Ashr (103): 1
Manusia dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shalih
Dst
Aktifitas Kelompok
Dalam al-Qur’an maupun hadis banyak kita dapatkan penjelasan/cerita
tentang sosok tertentu. Yang pada awal kehidupannya diwarnai dengan
kehidupan yang kelam, aktivitas kesehariannya dipenuhi dengan
perbuatan dosa sehinga seakan bisa dipastikan nerakalah baginya di
akhirat nani. Namun di sisa akhir hayatnya (karena Rahmat Allah Swt.) ia
menjadi orang yang baik. Hari-harinya senantiasa diisi dengan kebaikan,
dan meninggal dengan membawa Islam dan iman.
1. Bagilah kelas kamu menjadi beberapa kelompok dengan anggota 3-
4 orang!
2. Carilah cerita/kisah dalam al-Qur’an atau hadis tentang sosok yang
semula penuh dengan dosa, karena Rahmat Allah sehingga menjadi
hamba yang taat!
3. Pelajaran/ibrah apa saja yang dapat diambil dari cerita tersebut?
4. Sajikan hasil penelusuran dalam bentuk deskripsi!
5. Sampaikanlah hasil pekerjaanmu di depan kelas, lalu ditempelkan di
kelas!
Aktifitas Individu
1. Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang berisi seruan agar manusia
menggunakan akalnya, pikirannya, merenungkan peristiwa/kejadian
alam, di sana akan ditemukan tanda tanda kebesaran Allah Swt.
2. Carilah informasi tentang ayat peristiwa yang mejelaskan tanda-
tanda kebesaran Allah Swt. Yang terdapat dalam al-Qur”an!
3. Catatlah nama surah, nomor ayat, dan peristiwanya!
4. Sajikan hasil penelusuran dalam bentuk tabel berikut!.
Tabel 2.5 Ayat yang Berisi Perintah Menggunakan Akal dalam Al-Quran
No
Nama surah
Cth
An-Nahl (16): 67
Peristiwa
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang
memabukkan dan yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benarbenar tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
3
Dst
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
A. Isi kandungan QS. Asy-Syams (91):1-10
Keberuntungan Orang yang Menjaga Kebersihan Jiwa dan Kerugian Bagi
yang Mengotorinya
َأْل َّل ْل
والشمس وضحها والشمر إذا تلها والَّنهاِر ِإذا َج َها َوا ْيِل ِإذا َيْغَش َها َوالَّسَماِء َوَما َبْنَها َوا ْر ِض
َأ
َوَما َطْح َها َوَنْفٍس َوَما َس ْوَها َفاْلَهَمَها ُفُج وَر َها ونقوها قد ْفَلَح َمْن َر َكَها َوَقْد َخاَب َمْن َدَش َها
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari (1) dan bulan apabila
mengiringinya (2) dan siang apabila menampakkannya (3) dan malam
apabila menutupinya, (4) dan langit serta pembinaannya (5 (6) dan jiwa
serta penyempurnaannya (ciptaannya)(7) maka Allah mengilhamkan
kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan(8) sesungguhnya
beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (9) dan sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya. (10)
1. Tujuh Fenomena alam yang menakjubkan
Pada awal surah asy-Syams ini (ayat 1-7), Allah Swt. Menunjukkan
sebagian dari betapa luar biasa ciptaan-Nya: matahari, bulan, siang,
malam, langit, bumi, dan jiwa manusia. Semuanya berjalan teratur dalam
hukum yang telah ditentuka-Nya (sunnatullah), yaitu:
a. “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari” yakni sinarnya,
yaitu waktu naiknya setelah munculnya, yakni, cahayanya dan
manfaat yang bersumber darinya. Sedangkan Qatadah
mengatakan: wadluhaaHaa (“Pada pagi hari”) yakni siang
secara keseluruhan. Ibu Jarir mengatakan bahwa yang benar
adalah dengan mengatakan: “Allah bersumpah dengan
matahari dan siangnya, karena sinar matahari yang paling
tampak jelas adalah pada siang hari”.
b. “Dan bulan apabila mengiringinya” “Yakni mengikutinya.”
Yaitu, ketika matahari tenggelam, bulan muncul. Sedangkan
Qatadah mengatakan: “Yakni jika mengikutinya pada malam
bulan purnama, jika matahari tenggelam maka rembulan akan
muncul. Ibnu Zaid mengatakan: “Bulan mengikutinya pada
pertengahan. Pertama setiap bulan. Kemudian matahari
mengikutinya, dimana bulan mendahuluinya pada
pertengahan terakhir setiap bulan.”
c. “Dan siang apabila menampakkannya” yakni siang apabila
terang benderang.” Dengan siang ketika nampak jelas dengan
cahayanya dan sinarnya dan menyingkap kegelapan.
d. “Dan malam apabila menutupinya” Yakni jika malam menutupi
matahari, yaitu saat matahari terbenam sehingga seluruh
ufuk menjadi gelap..
e. “Dan langit serta pembinaannya” “yaitu langit dan
pembangunannya, peninggiannya yang demikian hebat yang
amat sempuna indah.
f. “Dan bumi serta penghamparannya”, yakni Allah Swt.
Membentangkan dan memperluasnya sehingga
memungkinkan seluruh makhluk untuk memanfaatkan bumi
dengan berbagai seginya.
g. “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)”, yakni
penciptaan yang sempurna lagi tegak pada fitrah yang lurus.
h. “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketakwaannya)” Yakni Allah mengenalkan dan
memahamkannya tentang ketakwaan dan kebaikannya, dan
kefasikan dan keburukan.
2. Sumpah Allah Swt.
Setelah Allah Swt. Bersumpah dengan hal-hal (ciptaan-Nya) di atas, ayat 9
dan 10 surah asy-Syams ini menjelaskan apa yang hendak ditekankan
Allah Swt. Dengan sumpah-sumpah di atas, yaitu:
a. Sungguh beruntung dan akan meraih segala apa yang
diharapkannya siapa yang menyucikan jiwa dan
mengembangkan dirinya. Firman Allah: (9) (“Sesungguhnya
beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.”). Makna asal
kata “ زگیadalah bertambahnya kebaikan, sehingga yang
dimaksud dengan ayat tersebut adalah bahwa siapa saja yang
berusaha untuk menyucikan, memperbaiki, dan mengisi jiwa
dengan memperbanyak amalan ketaatan dan kebaikan, serta
menjauhi segala keburukan, maka pastilah dia akan
beruntung. Berarti bahwa beruntunglah orang yang
mensucikan dirinya, yakni dengan menaati Allah Swt., dan
membersihkannya dari aklak tercela dan berbagai hal yang
hina. Hal senada juga diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, dan
Sa’id bin Jubair. Dan seperti firman-Nya: )14( َقْد َأْفَلَح َمن َتَز َّكى
) ( فصلى15) "َوَذَكَر اْسَم َر ِّبِهSesungguhnya beruntunglah orang
yang membersihkan diri [dengan beriman), dan dia ingat
Nama Rabb-nya, lalu dia shalat.”) (al-A’laa [87]: 14-15)
b. Sungguh merugilah siapa yang memendamnya, yakni
menyembunyikan kesucian
Jiwanya. 10} ") {َوَقْد َخاَب َمن َدَّس اَهاSesungguhnya merugilah orang yang
mengotorinya.”) yakni mengotorinya, dengan membawa dan
meletakkannya pada posisi menghinakan dan menjauhkan dari petunjuk
sehingga dia berbuat maksiat dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.
Dan mungkin juga mempunyai pengertian: Dan merugilah orang-orang
yang jiwanya dibuat kotor oleh-Nya. Makna asal kata “ " ذاadalah
menutupi. Orang yang bermaksiat, artinya dia telah menutupi jiwanya
yang mulia dengan melakukan berbagai macam dosa, menguburnya
dengan berbagai hal yang rendah dan hina, menghancurkan dan
merusaknya dengan melakukan berbagai hal yang tercela, sehingga
jiwanya pun menjadi jiwa yang rendah dan hina. Sehingga dengan hal itu,
jiwa tersebut berhak mendapatkan kesengsaraan dan kerugian (di
akhirat). Zaid bin Argam berkata: “Rasulullah Saw. Pernah mengajarkan
doa kepada kami dan kami pun mempelajarinya,
َوِمْن ُدَعاِء اَل،اَل َتْش َبُع ْل اَل ْل اَل َأ َّل
َوِمْن َنْفٍس، َوِمْن َق ِب َيْخ َش ُع،ال ُهَّم ِإِّني ُعوُذ ِبَك ِمْن ِع ٍم َيْنَفُع
)يستجا لها (رواه المسلم
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak
pernah khusyu” dan dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan juga
ilmu yang tidak bermanfaat serta doa yang tidak dikabulkan.” (HR.
Muslim).
B. Isi kandungan QS. Ali Imran: 190 Tanda-tanda Kebesaran Allah
Swt.
ِإَّن ِفي َخ ْلِق الَّسَموِت َواَأْلْر ِض َواْخِتالِف اَّلْيِل والنهار اليت ُألولى اَأْلْلَباب
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam
dan siang terdapat tandatanda (kebesaran Allah) bagi orang yang
berakal.” (QS. Ali Imran [3]: 190)
Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dari tidak ada
menjadi ada serta tanpa ada contoh sebelumnya, dan di dalam pergantian
malam dan siang serta perbedaan panjang dan pendeknya waktu, benar-
benar terdapat bukti-bukti nyata bagi orang-orang yang berakal sehat
yang menunjukkan mereka kepada Sang Maha Pencipta alam semesta,
hanya Dia yang berhak disembah.
Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, melalui Surat Ali Imran
ayat 190, Allah mengarahkan hamba-Nya untuk merenungkan alam,
langit dan bumi. Dia mengarahkan agar hamba-Nya mempergunakan
pikirannya dan memperhatikan pergantian antara siang dan malam.
Semuanya itu penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah Swt.
Orang yang mampu memahami bahwa penciptaan langit dan bumi serta
pergantian siang dan malam merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah
Swt, mereka itulah ulul albab. Yang menurut Ibnu Kasir, mereka adalah
orang yang memiliki akal sempurna lagi memiliki kecerdasan.
Rasulullah Saw. Menangis
Asbanbun nuzul QS. Ali Imran (30); 190 ini diriwayatkan, suatu hari ketika
Bilal hendak adzan Shubuh, ia mendapati Nabi Saw. Sedang menangis.
“Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu menangis?” Tanya Bilal. Nabi
Saw. Menjawab, “Apa yang dapat melarangku untuk menangis, sedangkan
telah turun kepadaku malam ini ayat, “Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda
(kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,”
Kemudian beliau bersabda, “Celakalah bagi orang yang membacanya
namun ia tidak mau merenungkannya.”
C. Isi Kandungan Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Rahmat Allah melebihi murka-Nya
عن أبي هريرة عن النبي ﷺ ُقل إن الله لما قض اْلَح ِّق َكَتَب ِع ْنَدُه َفْوَق َعْر ِشِه ِإَّن َر ْح َمِتي
)َتْغِلُب َغَضْي (رواه البخاري
Dari Sahabat Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw. Bersabda, “Tatkala Allah
menciptakan para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu
terletak di sisi-Nya di atas Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih
mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari)
Hadis di atas menjelaskan bahwa rahmat Allah Swt. Lebih dahulu ada dan
lebih luas daripada murka-Nya. Hal itu disebabkan rahmat Allah Swt.
Adalah sifat yang sudah melekat pada diri-Nya dan diberikan kepada
makhluk-Nya tanpa sebab apapun.
Dengan kata lain, walaupun tidak pernah ada jasa dan pengorbanan dari
makhluk- Nya, pada dasarnya Allah Swt. Tetap sayang kepada makhluk-
Nya. Dia menciptakannya, memberi rizki kepadanya dari sejak dalam
kandungan, ketika penyusuan, sampai dewasa, walaupun belum ada amal
darinya untuk Allah Swt...
LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
Akhirat
: alam setelah kehidupan di dunia; alam baka
Akhlak
: perilaku atau peran gai manusia sebagai gambaran ba- tin, baik yang
terpuji (baik, mulia karimah) maupun yang tercela (bu- ruk,
hina/mazmumah); budi pekerti;
Dalil
: keterangan yang dijadikan bukti atau alasan untuk pembenaran, baik
berdasarkan nas atau akal:
Firman
: perkataan Allah Swt. Berupa wahyu yang diturunkan kepada para rasul-
Nya
Ijmak
: 1 kesepakatan para mu jtahid di kalangan umat Muhammad saw. Pada
masa tertentu dalam suatu persoalan keagamaan; 2 kesepakatan
sebagian besar ulama tentang suatu masalah agama, yang dapat men-
jadi salah satu sumber hukum Islam setelah Al-Qur’an dan hadis;
Bakhil
: terlalu hemat mengeluarkan harta sehingga tidak mau berbagi kepada
sesama, termasuk salah satu sifat tercela dalam Islam; kikir
Ijtihad
: usaha sungguh-sung- guh yang dilakukan para mujtahid untuk mencapai
suatu putusan (simpulan) dalam masalah agama
Jaiz
: boleh
Kafir
: orang yang mengingkari Al- lah dan Rasul-Nya;
Kalamullah
: wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw. Melalui
perantara- an Jibril atau perantara lainnya yang merupakan sumber
hukum dan kon- stitusi dalam kedidupan manusia
Khalafiah
: keberadaan seseorang atau sesuatu yang baru di tempat yang lama
dengan hilangnya berbagai haknya
Kiamat
: 1 peristiwa yang luar biasa yang mengakibatkan berakhirnya kehidupan
dunia dengan hancur leburnya seluruh alam ini; 2 hari terakhir, hari
pembalasan pada hari (waktu) manusia yang telah mati akan dihisab amal
perbuatannya se- lama di dunia;
Kias
: pemberlakuan hukum asal pada furuk (hukum cabang) karena kesatuan
(kesamaan) ilat hukum; penetapan hukum syariat berdasar- kan analogi
Mad
: panjang
Mukjizat
: peristiwa luar biasa yang terjadi pada diri seorang rasul atau nabi
sebagai bukti kerasu-lan/kenabiannya yang ditantangkan kepada orang
yang tidak percaya un- tuk melemahkannya
Munfasil
: terpisah
Mutafak-alaih
Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dengan matan dan
makna yang sama
Muttasil
: bersambung
Tadarus
: 1 dua pihak yang saling mengambil pelajaran; 2 pem- bacaan Al-Qur’an
secara bersama- sama, ada pihak yang membaca dan ada pihak yang
menyimak untuk saling membetulkan dan mengembangkan kemampuan
membaca dan memahami Al-Qur’an, biasanya di lakukan selama bulan
puasa, baik di rumah, musala, maupun di masjid
Tafsir
: keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur’an agar maksud
dan kandungannya dipahami dengan baik dan benar sehingga bisa
diamalkan dengan tepat, terhindar dari segala bentuk kesalahpahaman.
Tajwid
: cabang ilmu yang menjelaskan cara membaca Al- Qur’an dengan lafal
atau ucapan yang benar;
Sunatullah
: hukum alam ciptaan Allah Swt. Yang diberlakukan pada alam, berjalan
secara tetap dan otomatis
Wajib
: sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila
ditinggalkan akan berdosa
LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
Al Maraghi, Ahmad Mustafa, 1995, Tafsir Al-Maraghi. Semarang: CV Thoha
Putra. Ali Usman, K.H.M. 1976. Hadis Qudsi, Bandung, PT Diponegoro
Dr. Husaini A. Majid Hsyim, 2003, Syarah Riyadhus Shalihin, Alih Bahasa
oleh: Mu”ammal Hamidy dan Drs. Imron A. Manan. PT Bina Ilmu Surabaya
Departemen Agama Republik Indonesia. 2004. Al-Qur’an dan
Terjemahnya, Jakarta: CV Nalanda
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, 1994. Ensiklopedi Islam, Cetakan ke-2
Jakarta, PT Ichtiar Baru van Hoeve.
Khalil Munawar, K.H. 1985. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Saw..
Jakarta: Bulan Bintang.
Lim Abdur rohim, Acep.2003, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, Bandung, CV
Diponegoro
Muhammad Fuad Abdul Baqi, 2010. Al Lu”lu”wal Marjan Fima Ittafaqa
„Alaihi Asy Syaikhani Al Bukhari wa Muslim, Kumpulan Hadis Shahih
Bukhari Muslim, Penterjemah Arif Rahman Hakim, Insan Kamil, Solo
Muhammad Quraish Shihab, Prof DR, M.A. Tafsir Al-Qur’anul Karim, Tafsir
atas Suatsurat Pendek Berdasarkan Urutan Turunna Wahyu, Pustaka
Hidayah, 1997.
Muhammad Quraish Shihab, Prof DR, 1996. M.A. Wawasan Al-Qur’an, Tafsir
Maudu”I Atas Pelbagai Persoalan Umat, Mizan, Bandung,
Muhammad Quraish Shihab, Prof DR., M.A., 1996. Menyingkap Tabir Ilahi,
Asmal Husna dalam Perspektif Al-Qur’an, Mizan, Bandung.
W.J.S. Purwadarminta 1995, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai
Pustaka, Jakarta