0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Penerapan Jigsaw Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Penelitian ini mengevaluasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Analisis Kompleks di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata hasil belajar dari pra-siklus (67,62) ke siklus I (71,90) dan siklus II (77,62), serta peningkatan ketuntasan klasikal dari 52,38% menjadi 90,5%. Respon positif mahasiswa terhadap metode ini menunjukkan efektivitas jigsaw dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar mahasiswa.

Diunggah oleh

Fatiha Iha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Penerapan Jigsaw Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Penelitian ini mengevaluasi penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Analisis Kompleks di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata hasil belajar dari pra-siklus (67,62) ke siklus I (71,90) dan siklus II (77,62), serta peningkatan ketuntasan klasikal dari 52,38% menjadi 90,5%. Respon positif mahasiswa terhadap metode ini menunjukkan efektivitas jigsaw dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar mahasiswa.

Diunggah oleh

Fatiha Iha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM

MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS


KOMPLEKS

I Made Surat1*, I Komang Sukendra2, I Dewa Putu Juwana3


1,2,3 Universitas
PGRI Mahadewa Indonesia
Jln. Seroja No. 57 Tonja Denpasar, Bali
Hp. 081337735594 ; 081238659190 ; 081238607074
e-mail: madesurat@[Link] ; kmgsukendra70@[Link] ; juwanagtk21@[Link]

ABSTRAK. Mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kreatif dalam perkuliahan Analisis kompleks, sehingga perlu adanya inovasi pembelajaran
salah satunya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui respon mahasiswa dan deskripsi metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar mahasiswa pada maha kuliah Analisis kompleks. Jenis penelitian ini adalah penelitian
tindakan kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan Matematika Universtas
PGRI Mahadewa Indonesia tahun akademik 2022/2023. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua
siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahap yakni: perencanaan, tindakan, pengamataan, dan refleksi. Hasil
Tindakan dipeloleh data hasil belajar pada pra-siklus dengan nilai rata-rata 67,62 dengan ketuntasan klasikal
52,38%. Pada sisklu I nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa rata-rata 71,90 dengan ketuntasan klasikal 76,19%
sedangkan pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar sebesar 77,62 dengan ketuntasan klasikal 90,5%. Dengan
demikian dapat di simpulkan bahwa implementasi penerapan metode pembelajaran kooperaif tipe jigsaw dalam
perkuliahan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan Ada respon positif dari mahasiswa melalui
implementasi metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap keaktifan dan hasil belajar mahasiswa
semester VIII Prodi Pendidikan Matematika tahun akademik 2022/2023 pada mata kuliah analisis kompleks.
______________________________________________________
Kata kunci: kooperatif tipe jigsaw, keaktifan, hasil belajar, Analisis Komplek

ABSTRACT. Students still experience difficulties in understanding mathematical concepts to improve creative
thinking skills in complex analysis lectures, so there is a need for learning innovations, one of which is the
application of the Jigsaw type cooperative learning model. The aim of this research is to find out student
responses and a description of the jigsaw type cooperative learning method in increasing student activity and
learning outcomes in the Complex Analysis major. This type of research is classroom action research. The
research subjects were eighth semester students of the Mathematics Education Study Program at PGRI
Mahadewa Indonesia University for the 2022/2023 academic year. This classroom action research was carried
out in two cycles and each cycle consisted of four stages, namely: planning, action, observation and reflection.
Action Results: Pre-cycle learning outcome data was obtained with an average score of 67.62 with classical
completeness of 52.38%. In cycle I the average value of student learning outcomes was 71.90 with classical
completeness of 76.19%, while in cycle II the average value of learning outcomes was 77.62 with classical
completeness of 90.5%. Thus, it can be concluded that the implementation of the jigsaw type cooperative
learning method in lectures can improve student learning outcomes and there is a positive response from
students through the implementation of the jigsaw type cooperative learning method on the activity and learning
outcomes of students in semester VIII of the Mathematics Education Study Program for the 2022/2023 academic
year. complex analysis course.
______________________________________________________________
Key words: jigsaw type cooperative, activeness, learning outcomes, Complex Analysis
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat
perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembaangan pendidikan adalah hal yang memang
seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan
pada semua tingkat yang perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu
mengembangkan potensi mahasiswa, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan
masalah kehidupan yang dihadapinya. Pendidikan sangat penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan
di masyarakat dan dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di
sekolah untuk memnghadapi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan
datang.
Berdasarkan UU NO. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara (Sanyaja 2006). Tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila di rumuskan
dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3, yang merumuskan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Sanjaya 2006).
Salah satu tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh dosen adalah tercapainya hasil belajar yang baik
pada mahasiswa. Prestasi merupakan hasil yang dicapai setelah melakukan suatu pekerjaan. Menurut Sudjono
(2012: 434), hasil atau pencapaian mahasiswa yang dilambangkan dengan nilai-nilai hasil belajar pada
dasarnya mencerminkan sampai sejauh mana tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh mahasiswa dalam
pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditentukan masing-masing mata kuliah. Kecendrungan mahasiswa
yang kurang memahami matematika akan memiliki hasil belajar yang kurang baik. Selain itu, kurangnya
pemahaman dalam materi matematika juga berpengaruh pada hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan,
sehingga dosen harus dapat bertindak sebijaksana mungkin agar mahasiswa dapat memahami matematika,
sehingga tercapainya keaktifan dan hasil belajar yang baik.
Matematika adalah suatu ilmu untuk mengembangkan cara berpikir, sehingga matematika sangat
dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pelajaran matematika
harus sudah diberikan sejak dini yaitu sejak anak duduk dibangku SD dan akan dilanjutkan sampai pada SMA
bahkan sampai ke perguruan tinggi. Namun pada kenyataan matematika sering dianggap sebagai mata
pelajaran yang susah untuk dimengerti, indikasinya dapat dilihat dari hasil belajar mahasiswa yang kurang
memuaskan. Kesulitan yang paling sering ditemui dosen di kampus adalah bagaimana cara membuat
mahasiswa untuk ikut aktif dalam perkuliahan serta mengenal kemampuan pada dirinya. Banyak mahasiswa
yang menghindar terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh dosen di sekolah karena mereka tidak mampu
dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Kurangnya kemapuan mahasiswa membuat mereka
menyerah, sehingga setiap tugas yang diberikan oleh dosen akan diselesaikan sesuai dengan batas yang
mereka kuasai dan bahkan sekian dari mereka tidak mengerjakan sama sekali sambil menunggu penjelasan
lebih lanjut dari dosen. Hal ini mengakibatkan berkurangnya minat belajar mahasiswa. Minat belajar akan
tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi, baik melalui variasi
model pembelajaran maupun media pembelajaran serta metode bervariasi.
Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa, perlu dikembangkan metode pembelajaran
yang mengarahkan mahasiswa untuk berperan aktif memilki keberanian yang tinggi serta mampu
mengemukakan ide atau gagasan dan mampu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan konsep
yang dipelajari sehingga tujuan yang diharapkan dapat dicapai sesuai dengan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil observasi saat memberikan perkuliahan di Prodi Pendidikan Matematika, keaktifaan
dan hasil belajar mahasiswa di semester VIII cendrung mengalami hambatan-hambatan yang mengakibatkan
kegagalan belajar dalam perkuliahan secara umum relatif rendah di bawah nilai ketuntasan 70. Ini terjadi karena
mahasiswa hanya mendengarkan penjelasan dari dosen tentang materi yang disampaikan. Keberanian
mahasiswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami atau menyampaikan pendapat masih rendah
sehingga terlihat sekali keaktifan mahasiswa sangat pasif dalam perkuliahan. Tampak dosen terlihat aktif dalam
proses perkuliahan, sedangkan mahasiswanya pasif. Pembelajaran satu arah tersebut menjadikan mahasiswa
kurang berminat dalam perkuliahan, sehingga untuk meraih hasil belajar yang sangat relatif rendah. Hal ini
berdampak pada hasil perkuliahan yang kurang memuaskan, sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam proses
pembelajaran melalui penelitian tindakam kelas untuk meningkatkan hasil belajar.
Dari kondisi di atas peneliti mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian
Tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode jigsaw adalah suatu
model pembelajaran kooperatif yang mengambil pola sebuah gergaji, dimana mahasiswa di instruksikan oleh
dosen untuk melakukan kegiatan belajar dengan cara bekerja sama antara mahasiswa satu dengan yang
lainnya, sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai tujuan seperti yang diharapkan. Husno, dkk
(2013) menyatakan bahwa pengertian jigsaw merupakan suatu bentuk yang menitik beratkan proses belajar
kepada kerja kelompok mahasiswa yang dibagi dalam bentuk kelompok kecil. Metode pembelajaran apapun
pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu
(1) dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bekerjasama dengan mahasiswa lain, (2)
mahasiswa dapat menguasi pelajaran yang disampaikan. (3) setiap anggota mahasiswa berhak menjadi ahli
dalam kelompoknya. (4) Dalam proses belajar mahasiswa saling ketergantungan pasif. (5) Setiap mahasiswa
dapat saling mengisi satu sama lain.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui
implementasi metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap keaktifan dan hasil perkuliahan mahasiswa,
(2) untuk mengetahui respon mahasiswa melalui implementasi metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
terhadap keaktifan dan hasil belajar mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan Matematika tahun akademik
2022/2023 pada mata kuliah analisi kompleks.

METODE
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang merupakan kajian dari sebuah situasi
sosial dengan maksud untuk memperbaiki kualitas tindakan didalamnya. Subjek pada penelitian ini adalah
mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia tahun akademik
2022/2023. Objek penelitian adalah keaktifan dan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan metode
pembelajaran kooperaif tipe jigsaw pada mata kuliah analisis kompleks. Waktu penelitian selama 2 bulan yaitu
bulan Oktober sampai dengan Nopember 2022 sesuai dengan jadwal perkuliahan. Penelitian tindakan kelas ini
dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas empat tahap yakni: perencanaan, tindakan,
pengamataan, dan refleksi.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berupa hasil belajar mahasiswa
pada siklus I dan siklus II dan data kualitatif yang berupa hasil pengamatan terhadap keaktifan mahasiswa pada
mata kuliah analisis kompleks. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan
dokumentasi. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Pedoman
observasi merupakan lembar pengamatan dengaan indikator perilaku dengan memberi skor pada kolom
indikator yang akan dinilai (Wijaya Kusumah, 010:66).
Tes meliputi tes awal atau tes pengetahuan pra siklus tersebut akan dijadikan penentuan awal
perkembangan individu mahasiswa, dan tes pada akhir tindakan, hasil tes akan digunakan untuk mengetahui
hasil belajar mahasiswa terhadap mata kuliah analisis kompleks melalui metode jigsaw. Dokumentasi diperoleh
dari foto-foto yang memberikan gambaran yang didokumentasi secara konkret mengenai keaktifan mahasiswa
selama mengikuti perkuliahan, Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
observasi keaktifan mahasiswa dalam menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, lembar
observasi mahasiswa, tes soal, dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dari hasil observasi dan hasil belajar mahasiswa dianalisis dengan prosentase
mendeskripsikan data-data tentang hasil belajar mahasiswa. Dalam penelitian ini hasil observasi yang dilakukan
pengamat sebagai bahan renungan dan dijadikan dasar pertimbangan bagi proses pembelajaran yang dijadikan
dosen dan mahasiswa. Analisis data keaktifan mahasiswa berdasarkan lembar observasi selama proses
pembelajaran berlangsung dengan melihat kesesuaian anatara perencanaan dengan tindakan pelaksanaan
dikatakan berhasil jika ≥ 75 dari semua keaktifan mahasiswa pada perkuliahan analisi kompleks. Acuan kriteria
keberhasilan penelitian tindakan kelas apabila nilai rata-rata kelas mencapai standar minimal 70 dengan
ketuntasan klasikal ≥ 85% dan sebagian besar mahasiswa memiliki respon ≥ 75% dalam kegiatan proses
perkuliahan.

HASIL PENELITIAN
Data hasil belajar pada pra-siklus, diperoleh dari nilai murni ulangan tengah semester (UTS) diperoleh
data hasil belajar mahasiswa yang tuntas adalah 11 orang atau 52,38% dari 21 mahasiswa. Mahasiswa yang
belum mencapai tuntas sebanyak 10 orang atau 47,62%. Nilai tertinggi dalam ulangan tersebut adalah 80 dan
nilai terendah adalah 55. Adapun data hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan analisis kompleks pada siklus
I yaitu nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa adalah 71,90 dengan ketuntasan klasaikal 76,19% Pada Siklus II
nilai rata-rata sebesar 77,62 dengan ketuntasan klasilal 90,5%.

Tabel 1. Daftar Nilai Mata Kuliah Analisis Kompleks Mahasiswa Tahun Akademik 2022/2023

Data Pra Siklus Siklus I Siklus II

Jumlah Nilai 1.42 1.51 1.63


Nilai Rata-rata 67,62 71,90 77,62
Ketuntasan Klasikal 52,38% 76,19% 90,5%

Hasil Belajar Mahasiswa

90,5
71,9 76,19 77,62
67,62
52,38

PRA SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II

Nilai Rata-rata Ketuntasan Klasikal (%)

Gambar 1. Nilai Mata Kuliah Analisis Kompleks Mahasiswa

Refleksi tindakan siklus I ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan juga hal-hal yang harus
dievaluasi untuk tindakan selanjutnya. Adapun hasil refleksi siklus I sebagai berikut: (1) dosen tidak
menyampaikan tujuan perkuliahan padahal sudah ada di RPS, (2) kurangnya tingkat keaktifan belajar
mahasiswa dalam proses perkuliahan, (2) nilai rata-rata mahasiswa memiliki tingkat keaktifan belajar tergolong
cukup yaitu 75. (3) peresentase mahasiswa yang tuntas yaitu 76,19%.
Melihat hal-hal tersebut, peneliti melakukan perbaikan untuk pelaksanaan siklus selanjutnya, yaitu: (1)
dosen menyampaikan tujuan pembelajaran terlebih dahulu supaya mahasiswa lebih memahami materi
perkuliahan yang sedang dipelajari. (2) memperbaiki metode pembelajaran agar mahasiswa lebih tertarik dan
aktif dalam proses perkuliahan. Berdasarkan perolehan skor keaktifan belajar dan hasil belajar mahasiswa pada
siklus I, maka indikator keberhasilan dinyatakan belum tercapai sehingga tindakan pada siklus I sehingga perlu
dilanjutkan ke siklus II.
Berdasarkan pelaksanaan siklus II, diperoleh hasil bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada
perkuliahan dengan menerapkan metode jigsaw berjalan dengan baik dibandingkan dengan pelaksanaan pada
siklus I. Selama proses pembelajaran berlangsung, terlihat bahwa hampir semua mahasiswa antusias dan aktif
dalam kegiatan pembelajaran. Mahasiswa terlihat aktif dalam mengikuti proses perkuliahan melalui metode
jigsaw. Sehingga diperoleh dampak positif dari observasi penerapan metode jigsaw, yaitu Perolehan nilai rata-
rata hasil belajar mahasiswa pada siklus II meningkat menjadi 77,62; Persentase ketuntasan belajar mahasiswa
mencapai 83,87% dan Ketuntasan hasil belajar secara klasikal mencapai 90,5%. Dengan demikian,
pembelajaran melalui metode jigsaw pada perkuliahan analisis kompleks dapat dikatakan telah berhasil.
Sehingga penelitian cukup sampai siklus II.

PEMBAHASAN
Berdasarkan keaktifan belajar dilihat hasil penelitian analisis pengumpulan data maka diperoleh
rekapitulasi data keaktifan belajar mahasiswa dengan menggunakan metode jigsaw. Keaktifan belajar
mahasiswa mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari hasil rata-rata dan kategori keaktifan belajar
mahasiswa pada setiap siklusnya. Rekapitulasi ketuntasan hasil belajar mahasiswa pada setiap siklusnya yang
terdiri dari Pra-siklus, siklus I dan siklus II. Keaktifan belajar mahasiswa setelah menggunakan metode jigsaw
pada perkuliahan analisis kompleks telah mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata dan
kategori keaktifan belajar mahasiswa pada setiap siklusnya. Pada pra-siklus rata-rata keaktifan belajar yang
diperoleh mahasiswa adalah 40% dengan kategori kurang aktif. Pada siklus I rata-rata keaktifan belajar
mahasiswa yang diperoleh 45% dengan kategori cukup aktif. Pada siklus II rata-rata keaktifan belajar yang
diperoleh mahasiswa adalah 85% dengan kategori baik.
Berdasarkan hasil belajar mahasiswa dilihat hasil penelitian analisis pengumpulan data maka diperoleh
rekapitulasi data hasil belajar siswa dengan menggunakan metode jigsaw. Adapun rekapitulasi hasil belajar
mahasiswa adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Belajar Mahasiswa Per-Siklus

Siklus Rata-rata Kategori Jumlah Presentase

Tuntas 11 52,38%
Pra-siklus 67,62
Belum tuntas 10 47,62%
Tuntas 16 76,19%
Siklus I 71,90
Belum tuntas 5 23,81%
Tuntas 19 90,50%
Siklus II 77,62
Belum tuntas 2 9,50%

Hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, hal ini merupakan bukti dari
keberhasilan menerapkan metode pembelajaran jigsaw. Data yang diperoleh dari hasil belajar mahasiswa pada
kegiatan Pra-siklus terdapat 11 mahasiswa yang tuntas. Jika dihitung dalam peresentase, maka jumlah
mahasiswa yang tuntas berkisar 52,38%. dengan rata-rata 67,62. Data tersebut menunjukan bahwa, hasil
belajar mahasiswa masih sangat rendah dan kurang dari ketuntasan yaiti 70.
Data yang diperoleh dari hasil belajar mahasiswa pada kegiatan siklus I terdapat 16 mahasiswa yang
tuntas yaitu sebesar 76,19% dengan rata-rata 71,90. Hasil persentase yang diperoleh belum mencapai indikator
yang diperoleh belum mencapai indikator keberhasilan secara klasikal yang telah ditetapkan yaitu 85%, jadi dari
hasil data yang dipeoleh penelitian dilanjutkan pada siklus II pada mata kuliah analisis kompleks.
Hasil belajar mahasiswa pada kegiatan Siklus II terdapat 19 mahasiswa yang tuntas. yaitu sebesar 90,5%.
Data yang didapatkan pada pelaksanaan penelitian siklus II menunjukan bahwa hasil belajar mahasiswa dari
siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan metode jigsaw pada
perkuliahan analisis kompleks telah mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari presentase ketuntasan
hasil belajar mahasiswa pada setiap siklusnya. Pada pra-siklus ketuntasan hasil belajar yang diperoleh
mahasiswa sebesar 52,38%. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa sebesar 76,19%
dan pada siklus II ketuntasan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa sebesar 90,5%. Sehingga penelitian
tindakan kelas pada semester VIII Prodi Pendidikan matematika dihentikan pada siklus II.
Dilihat dari hasil respon mahasiswa terhadap penerapan metode jigsaw dalam meningkatkan keaktifan
dan hasil belajar mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan matematika sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari
hasil rata-rata dan kategori pada lembar observasi keaktifan belajar yang diperoleh mahasiswa sebesar 64%
dengan kategori kurang aktif, pada siklus I rata-rata yang diperoleh mahasiswa sebesar 80% dengan kategori
cukup aktif. Pada siklus II rata-rata yang diperoleh mahasiswa sebesar 85% dengan kategori baik.
SIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw dalam perkuliahan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan
matematika universitas PGRI Mahadewa Indonesia tahun akademik 2022/2023 pada mata kuliah analisis
kompleks. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar mahasiswa dari siklus I dan siklus II ada peningkatan tiap
siklusnya. Peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata mahasiswa pada siklus I adalah 71,90 dengan dengan
ketuntasan klasikal 76,19% dan pada siklus II rata-rata nilai mahasiswa meningkat menjadi 77,62 dengan
ketuntasan klasikal 90,50%. Serta pada hasil observasi peneliti maupun mahasiswa terlaksana dengan baik. (2)
Ada respon positif mahasiswa melalui implementasi metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap
keaktifan dan hasil belajar mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan matematika universitas PGRI Mahadewa
Indonesia tahun akademik 2022/2023 pada mata kuliah analisis kompleks.
Disarankan untuk dosen di kampus menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam
perkuliahan agar dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa khusus pada mata kuliah analisis kompleks.
Untuk peneliti lain disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk
meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah yang lain.

UCAPAN TERIMAKASIH
Terimakasih diucapkan Ketua LPPPM Universitas PGRI Mahadewa Indonesia yang sudah memberikan
motivasi, masukan dan saran selama melakukan proses peneltitian di kampus.

DAFTAR PUSTAKA
Elliot Aronson. The jigsaw Classroom, web Site Copyright 2000-2006, Sosial Pycology Network. Tersedia
htt://[Link] [online]13-9-2012.20:30
I Komang Sukendra. (2016). Hubungan Antara Nilai Tugas dan Nilai Keaktifan Dalam Kelas Terhadap Nilai Ujian Akhir
Semester Telaah Kurikulum Matematika SMA Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP PGRI Bali Tahun Pelajaran
2015/2016. 2016.
I Made Surat, I Komang Sukendra, I. M. S. (2022). The Effect Of Open-Ended Learning Model On The Understanding Of
Concept By Controling Numerical Talent Of Students. 23(1). [Link]
Isjoni, (2012). Pembelajaran Kooperative Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antara Peserta Didik. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Komang Sukendra, I. M. S. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Open Ended Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Aljabar Linier Mahasiswa Pendidikan Matematika Dengan Pembelajaran Daring. 22(2), 439–448.
[Link]
Mendrofa, M. (2019). Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative
Learning Tipe Jigsaw pada Mata Pelajaran
Sarjadipura, R. (2020). Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Mata Pelajaran Ips Materi Kehidupan
Masyarakat Indonesia Pada Masa Praaksara dan Hindu Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kota Bogor.
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda), 3(2), 149-153.
Soemanto, Wasty. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Kunandar. Langkah Mudah Penelitian Tindakan
Kelas Srbagai Perkembangan Profesi Guru, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012)
Suherman. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sukendra, I Komang. (2015b). Penerapan Strategi Pembelajaran Diferensiasi Progresif Berbantuan LKS Dalam Upaya
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas X SMA N 7 Denpasar Tahun Pelajaran
2014/2015. Экономика Региона, 32.
Triani, Dewi Agus, 2016. Implementasi strategi pembelajaran kooperatif (cooperative learning) tipe jigsaw di perguruan
tinggi. UNIVERSUM: Jurnal KeIslaman dan Kebudayaan, 2016, 10.02: 219-227.
Widana, I. W., Sumandya, I. W., Sukendra, K., & Sudiarsa, I. W. (2020). Analysis of Conceptual Understanding, Digital
Literacy, Motivation, Divergent of Thinking, and Creativity on the Teachers Skills in Preparing Hots-based Assessments.
Journal of Advanced Research in Dynamical and Control Systems, 12(8), 459–466.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai