KARYA ILMIAH TENTANG
“PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PENGENTASAN
KEMISKINAN”
Nama: FLORIDA E R KWIPALO
NPM: 202263201018
Matakuliah:Teori dan Kebijakan Pembangunan
Kelas: A
Dosen Pengampu: [Link] Phuk Tjilen,
[Link]
Disusun oleh:
Nama: Florida E R Kwipalo
NPM: 202263201018
Pembangunan ekonomi merupakan salah satu
instrumen penting dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan
mengentaskan kemiskinan. Di Indonesia,
kemiskinan masih menjadi tantangan
besar meskipun telah terjadi pertumbuhan
ekonomi yang cukup signifikan selama
beberapa dekade terakhir. Tulisan ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan
antara pembangunan ekonomi dan
pengentasan kemiskinan di Indonesia,
serta mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi efektivitas kebijakan
pembangunan dalam menurunkan tingkat
kemiskinan. Metode yang digunakan
adalah studi pustaka dengan pendekatan
deskriptif-analitis. Hasil kajian
menunjukkan bahwa pertumbuhan
ekonomi yang inklusif, pemerataan akses
terhadap pendidikan, lapangan kerja, dan
kebijakan sosial yang berkeadilan
merupakan kunci dalam mengurangi
kemiskinan secara berkelanjutan.
Kata kunci: pembangunan ekonomi,
kemiskinan, kebijakan publik, inklusi
ekonomi, kesejahteraan.
1. Pendahuluan
Pembangunan ekonomi tidak hanya
berfokus pada peningkatan Produk
Domestik Bruto (PDB), tetapi juga
mencakup pemerataan hasil
pembangunan agar dapat dirasakan oleh
seluruh lapisan masyarakat. Indonesia,
sebagai negara berkembang, menghadapi
tantangan besar berupa ketimpangan
ekonomi dan kemiskinan struktural.
Meskipun tingkat kemiskinan telah
menurun dari tahun ke tahun,
kesenjangan pendapatan antarwilayah
dan kelompok sosial masih tinggi.
Menurut data Badan Pusat Statistik
(BPS), tingkat kemiskinan pada Maret
2024 mencapai sekitar 9,36%, menurun
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, sebagian besar penduduk miskin
masih bekerja di sektor informal dengan
produktivitas rendah. Oleh karena itu,
pembangunan ekonomi yang hanya
berorientasi pada pertumbuhan tanpa
pemerataan berpotensi memperdalam
ketimpangan sosial.
2. Tinjauan Pustaka
Teori-Teori Pembangunan Ekonomi
Teori Trickle-Down Effect
Teori yang dikembangkan oleh Arthur Lewis
(1954) dan diperluas oleh Ranis dan Fei (1968)
ini menyatakan bahwa kemakmuran yang
diperoleh oleh kelompok masyarakat tertentu
akan secara perlahan menetes ke bawah dan
memberikan manfaat bagi kelompok miskin.
Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang
tinggi akan menimbulkan lapangan kerja dan
peluang ekonomi yang membuka kesempatan
bagi kelompok miskin untuk meningkatkan
kesejahteraannya.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Harold Domar
Teori ini menyatakan bahwa investasi baru
merupakan kunci untuk memacu pertumbuhan
ekonomi. Keuntungan perusahaan yang
digunakan kembali untuk berinvestasi akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga
menciptakan lapangan kerja dan mengurangi
angka kemiskinan.
Teori-Teori Pengentasan Kemiskinan
Paradigma Neo-Liberal
Paradigma ini memandang kemiskinan sebagai
masalah individu yang dapat diatasi dengan
memperluas kekuatan pasar dan mendorong
pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Menurut
pandangan ini, peningkatan pertumbuhan
ekonomi akan secara otomatis mengurangi
kemiskinan.
Paradigma Sosial Demokrasi
Menurut paradigma ini, kemiskinan merupakan
masalah struktural yang disebabkan oleh
ketidakadilan dalam distribusi pendapatan dan
akses terhadap sumber daya. Pengentasan
kemiskinan harus melibatkan perbaikan akses
dan keadilan sosial serta intervensi pemerintah
untuk mengatasi ketimpangan.
Pendekatan Pembangunan Berbasis Rakyat
Pendekatan ini menekankan pentingnya
kapasitas masyarakat untuk meningkatkan
kemandirian melalui pengelolaan sumber daya
secara lokal. Perubahan struktural yang
mendorong partisipasi masyarakat dalam proses
pembangunan dianggap sebagai kunci
keberhasilan pengentasan kemiskinan.
3. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi
pustaka (library research) dengan pendekatan
deskriptif-analitis. Data yang digunakan berasal
dari laporan BPS, Bank Dunia, dan jurnal ilmiah
terkait pembangunan ekonomi dan kemiskinan
di Indonesia. Analisis dilakukan dengan
menelaah hubungan antara indikator
pertumbuhan ekonomi, ketimpangan
pendapatan, dan tingkat kemiskinan.
4. Pembahasan
Pertumbuhan Ekonomi dan Dampaknya
terhadap Kemiskinan
Konsep Pembangunan Ekonomi
Todaro & Smith (2015) mendefinisikan
pembangunan ekonomi sebagai proses
multidimensional yang mencakup
perubahan dalam struktur ekonomi,
sosial, dan institusional yang bertujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu
indikator keberhasilan pembangunan,
tetapi bukan satu-satunya.
Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan dapat dipahami sebagai
kondisi ketidakmampuan individu untuk
memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.
Menurut World Bank, seseorang
dikategorikan miskin ekstrem jika
pengeluarannya di bawah US$2,15 per
hari. Di Indonesia, BPS menggunakan
pendekatan garis kemiskinan berdasarkan
kebutuhan minimum makanan dan non-
makanan.
Hubungan Pembangunan Ekonomi dan
Kemiskinan
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat
mendorong penurunan kemiskinan
apabila bersifat inklusif — yaitu mampu
menciptakan lapangan kerja,
meningkatkan pendapatan masyarakat
berpenghasilan rendah, dan memperluas
akses terhadap layanan publik.
3. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi
pustaka (library research) dengan
pendekatan deskriptif-analitis. Data yang
digunakan berasal dari laporan BPS,
Bank Dunia, dan jurnal ilmiah terkait
pembangunan ekonomi dan kemiskinan
di Indonesia. Analisis dilakukan dengan
menelaah hubungan antara indikator
pertumbuhan ekonomi, ketimpangan
pendapatan, dan tingkat kemiskinan.
4. Pembahasan
Pertumbuhan Ekonomi dan Dampaknya
terhadap Kemiskinan
Selama dua dekade terakhir, Indonesia
mencatat pertumbuhan ekonomi rata-rata
5% per tahun. Namun, dampaknya
terhadap pengentasan kemiskinan belum
maksimal karena pertumbuhan cenderung
terpusat di sektor-sektor padat modal,
bukan padat karya. Hal ini menyebabkan
sebagian masyarakat berpendapatan
rendah sulit menikmati hasil
pembangunan.
Ketimpangan dan Akses terhadap
Sumber Daya
Ketimpangan distribusi aset dan
kesempatan ekonomi menjadi penyebab
utama kemiskinan struktural. Akses
masyarakat miskin terhadap pendidikan,
kesehatan, modal usaha, dan lahan masih
terbatas. Program pemerintah seperti
Bantuan Langsung Tunai (BLT),
Program Keluarga Harapan (PKH), dan
Kartu Prakerja membantu, tetapi perlu
diintegrasikan dengan strategi
peningkatan produktivitas.
Strategi Pembangunan Ekonomi Inklusif
Beberapa strategi yang dapat dilakukan
antara lain:
1. Peningkatan kualitas SDM melalui
pendidikan dan pelatihan vokasi.
2. Pengembangan UMKM agar
memiliki daya saing dan akses
permodalan.
3. Diversifikasi ekonomi daerah
untuk mengurangi ketimpangan
antarwilayah.
4. Kebijakan fiskal progresif untuk
memperkuat perlindungan sosial.
5. Pembangunan infrastruktur desa
guna memperluas akses pasar dan
pekerjaan.
5. Kesimpulan
Pembangunan ekonomi dan pengentasan
kemiskinan merupakan dua aspek yang
saling berkaitan erat. Pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkeadilan
adalah kunci untuk menciptakan
kesejahteraan berkelanjutan. Pemerintah
perlu memperkuat kebijakan yang
mendorong penciptaan lapangan kerja,
meningkatkan produktivitas masyarakat
miskin, serta memastikan akses yang
setara terhadap sumber daya ekonomi dan
sosial.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024).
Statistik Kemiskinan Indonesia, Maret
2024. Jakarta: BPS.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015).
Economic Development. 12th Edition.
Pearson Education.
World Bank. (2023). Poverty and Equity
Brief: Indonesia. Washington, D.C.
Kuncoro, M. (2019). Ekonomi
Pembangunan: Teori, Masalah, dan
Kebijakan. Yogyakarta: UPP STIM
YKPN.