0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Sajak Rajawali dan Ibu: Kekuatan Emosi

Sajak 'Rajawali' karya W.S. Rendra menggambarkan simbolisme rajawali sebagai lambang kebebasan dan harapan, meskipun terkurung dalam sangkar. Sementara itu, puisi 'Ibu' karya Chairil Anwar mengekspresikan rasa cinta dan penghargaan penulis terhadap ibunya yang selalu memberikan nasihat dan dukungan dalam setiap keadaan. Kedua karya ini menyoroti tema perjuangan dan kasih sayang dalam hidup.

Diunggah oleh

makbar35
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Sajak Rajawali dan Ibu: Kekuatan Emosi

Sajak 'Rajawali' karya W.S. Rendra menggambarkan simbolisme rajawali sebagai lambang kebebasan dan harapan, meskipun terkurung dalam sangkar. Sementara itu, puisi 'Ibu' karya Chairil Anwar mengekspresikan rasa cinta dan penghargaan penulis terhadap ibunya yang selalu memberikan nasihat dan dukungan dalam setiap keadaan. Kedua karya ini menyoroti tema perjuangan dan kasih sayang dalam hidup.

Diunggah oleh

makbar35
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SAJAK RAJAWALI

Karya : W.S. Rendra

Sebuah sangkar besi Rajawali terbang tinggi

tidak bisa mengubah seekor rajawali Membela langit dengan setia

menjadi seekor burung nuri Dan ia akan mematuk kedua matamu

Wahai,kamu,pencemar langit yang durhaka

Rajawali adalah pacar langit

dan di dalam sangkar besi

rajawali merasa pasti

bahwa langit akan selalu menanti

Langit tanpa rajawali

adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma

tujuh langit,tujuh rajawali

tujuh cakrawala,tujuh pengembara

Rajawali terbang tinggi memasuki sepi

Memandang dunia

Rajawali di sangkar besi

Duduk bertapa

Mengolah hidupnya

Hidup adalah merjan merjan kemungkinan

Yang terjadi dari keringat matahari

Tanpa kemantapan hati rajawali

Mata kita hanya melihat fatamorgana


IBU

Karya : Chairil Anwar

Pernah aku ditegur Namun . . . .

Katanya untuk kebaikan Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Pernah aku dimarah Mengalir di pipimu

Katanya membaiki kelemahan Begitu kuatnya dirimu . . . .

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

Ibu . . . .

Ibu . . . . Aku sayang padamu. . . .

Pernah aku merajuk Tuhanku . . . .

Katanya aku manja Aku bermohon padaMu

Pernah aku melawan Sejahterakanlah dia

Katanya aku degil Selamanya . . . .

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

Ibu. . . .

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati dengan Penawar dan semangat

Dan bila aku mencapai kejayaan

Dia kata bersykurlah pada Tuhan

Anda mungkin juga menyukai