2.
5 Formulasi Model Linear Programming (LP)
Sistem dalam dunia nyata diinterpretasikan ke dalam sebuah formulasi
model dengan membuat asumsi. Formulasi model lalu dikembangkan ke dalam
bentuk matematis atau simulasi. Setelah itu cara mengembangkan formulasi
model dapat menggunakan solusi.
Tahap-tahap pemodelan :
1. Definisi Masalah:
* Deskripsi tentang sasaran atau tujuan sistem. Maksudnya, adalah
menggambarkan apa yang menjadi tujuan dari sistem tersebut.
* Identifikasi keputusan dari sistem.
* Batasan dan syarat sistem. Maksudnya apa yang menjadi kendala dalam
sistem tersebut.
2. Pengembangan Model.
Tergantung dari definisi masalah. Entah matematis atau simulasi.
Matematis memiliki input dan output yang pasti sedangkan simulasi memiliki
input dan output yang tidak pasti.
3. Pemecahan/Solusi Model.
Biasanya disebut Linear Programming (Program Linier), dengan
pemecahan yaitu Optimalisasi dan Analisis Sensitivitas atau Post
Optimality.
4. Validasi Model.
Membandingkan data dan hasil yang baru didapat dengan data dan hasil
yang sebelumnya, apa yang menjadi perbedaan dan apa artinya. Kemudian
validasi model yang baru itu berlaku umum.
5. Implementasikan.
Tahap-tahap pemodelan yang telah dilakukan dari awal sampai akhir,
diimplementasikan kedalam kehidupan yang nyata dalam hal ini yang
menyangkut bidang ekonomi. Tujuannya, untuk melihat berhasil atau tidaknya
pemodelan yang dibuat secara teori ke dalam prakteknya.
Setelah mengidentifikasi masalah dan tujuan maka :
1. Tentukan variabel keputusannya yang dinyatakan dalam simbol
matematik.
2. Menentukan fungsi tujuannya dalam bentuk linier dengan variable
keputusan. Fungsi tujuan ini berupa masalah maksimisasi maupun
minimisasi. Tergantung pada jenis tujuan yang ingin dicapai.
3. Tentukan batasan/ syarat/ kendala dalam bentuk linier dengan variabel
Keputusan
Contoh 1.1 (Masalah Maksimisasi)
Suatu perusahaan makanan ingin menghasilkan roti dalam tiga bentuk yang
berbeda-beda yaitu roti A, B, dan C. Bahan baku tepung terigu yang tersedia 300
kg dan waktu kerja buruh yang tersedia adalah 200 jam kerja. Jika untuk membuat
1 buah roti A diperlukan 3 jam buruh dan 0.4 kg tepung, untuk membuat 1 buah
roti B diperlukan 5 jam buruh dan 0.8 kg tepung, serta 1 buah roti C diperlukan 4
jam buruh dan 0.6 kg tepung. Dan jika harga yang ditawarkan per buah roti A, B
dan C adalah berturut-turut 2000, 5000, dan 3500, maka formulasikan masalah ini
sebagai model menghitung pendapatan bagi Perusahaan
Penyelesaian :
1. Variabel Keputusan.
Masalah ini berisi tiga variable keputusan yang menunjukkan jumlah
setiap bentuk roti.
x1 = Jumlah roti A
x2 = Jumlah roti B
x3 = Jumlah roti C
2. Fungsi Tujuan.
Tujuan perusahaan makanan adalah memaksimumkan pendapatandari
produksi roti yang ditunjukkan sebagai :
Max Z = 2000x1+5000x2+3500x3
3. Kendala/Batasan Model. Bahan baku tepung terigu dan jam kerja buruh
merupakan kendala.
Kendala bahan baku tepung terigu: 0,4x1+0,8x2+0,6 x3 ≤ 300
Kendala jam kerja buruh: 3x1+5x2+4x3 ≤ 200
Kendala non negatif: x1, x2, x3 ≥ 0
Untuk masalah-masalah besar seperti ini dapat dibuat tabel masalah:
Produk/Sumber daya Roti A Roti B Roti C Jumlah ketersediaan
Bahan baku (tepung 0,4 0,6 0,8 300
terigu – kg)
Jumlah jam kerja 3 5 4 200
buruh
Harga Produk (Rp) 2000 5000 3500
Bentuk/Model program linear untuk masalah ini adalah:
Max Z = 2000x1+5000x2+3500x3
Dengan Kendala, (subject to [s.t])
0,4x1 + 0,8x2 + 0,6x3 ≤ 300
3x1 + 5x2 + 4x3 ≤ 200
x1, x2, x3 ≥ 0
Contoh 1.2 (Masalah Minimisasi)
Jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan minimum zat makanan perharinya
dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan dengan data (tabel masalah)
sebagai berikut:
Makanan/Zat Mkn Sayur Daging Susu Kebutuhan
Minuman
Kalsium 5 1 0 8
Protein 2 2 1 10
Vitamin A 1 5 4 22
Harga 5 8 6
Formulasikan masalah ini untuk menentukan kombinasi konsumsi makanan yang
memenuhi kebutuhan minimum perhari dengan biaya terendah.
Penyelesaian
1. Variabel keputusan
x1 = jumlah sayur yang dikonsumsi
x2 = jumlah daging yang dikonsumsi
x3 = jumlah susu yang dikonsumsi
2. Tujuan Menentukan kombinasi konsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan
minimum per hari dengan biaya terendah. Mis. fungsi biaya =
Min Z = 5x1 + 8x2 + 6x3
3. Bentuk kendala
a. Kalsium 5x1 x2 8
b. Protein 2x1 2x2 x3 10
c. Vitamin x1 5x2 4x3 22
Nonegatif : x1 , x2 , x3 0
Secara lengkap masalah tersebut :
Min Z 5x1 8x2 6x3
s.t. 5x1 x2 8
2x1 2x2 x3 10 x1 5x2 4x3 22
x1 , x2 , x3 0 .
DAFTAR PUSTAKA
Mulyono, Sri. 2017. Riset Operasi (Edisi II). Jakarta : Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia. Hal : (70-79).
Rindengan, A. J., & Langi, Y. A. R. (2018). Program Linear. Bandung: CV Patra
Media Grafindo.