UNIT 3 Produk yang menggunakan bahan sintetis sangat mudah
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti tas sekolah,
TEKSTIL BAHAN SINTETIS tas belanja, dompet, sabuk,dan jaket.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan B. Pengolahan Teknik Tekstil
dapat:
1. Mengolah Permukaan Bahan (Surface Design)
1. Menjelaskan pengertian dan karakteristik tekstil bahan
sintetis. Pengolahan permukaan bahan bertujuan untuk memberi
nilai estetika (keindahan) pada bahan sintetis. Karena
2. Mengidentifikasi jenis dan teknik pengolahan bahannya halus dan tahan air, tekstil sintetis justru lebih
permukaan bahan sintetis (surface design). mudah dihias dibanding bahan alami.
3. Menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam Ada dua cara utama untuk menghias permukaan bahan
proses pengolahan tekstil sintetis. sintetis:
4. Menunjukkan contoh produk kerajinan tekstil sintetis 1. Pelukisan (Painting)
di lingkungan sekitar.
2. Pencetakan (Printing)
5. Menumbuhkan sikap kreatif, teliti, dan tanggung
jawab dalam berkarya dengan bahan sintetis. 2. Pelukisan
A. Pengertian Tekstil Bahan Sintetis Pelukisan dilakukan dengan mengoles atau menyemprotkan
cat pada permukaan bahan untuk menghasilkan gambar
Tekstil bahan sintetis merupakan bahan yang dibuat dari zat atau motif tertentu.
kimia atau serat buatan manusia, bukan dari bahan alami
seperti kapas atau sutra. Proses pembuatannya dilakukan di
pabrik dengan mencampurkan bahan kimia tertentu hingga
menjadi serat halus yang kemudian dipintal menjadi kain.
Contoh bahan sintetis:
Kain nilon: kuat, lentur, dan tahan air.
Kain polyester: tidak mudah kusut dan ringan.
Kulit sintetis (kalep): menyerupai kulit asli dan
banyak digunakan untuk tas, sabuk, serta dompet. a) Teknik Plakat
Menggunakan cat tebal dan kental seperti cat akrilik, cat
minyak, atau cat tekstil. Cat dioles dengan kuas ke
permukaan bahan seperti kulit sintetis, nilon, atau polyester.
Pada tahap akhir, diberi lapisan pelindung agar cat tidak
mudah mengelupas.
3. Pencetakan
Pencetakan menghasilkan motif yang lebih cepat dan
b) Teknik Spray (Semprot) seragam. Metode ini dilakukan memakai alat yang
Cat disemprotkan menggunakan alat semprot ke bahan membentuk pola tertentu dan dapat digunakan secara
yang sudah diberi pola atau stensil. Hasilnya halus dan massal. Metode ini memperhitungkan efisiensi waktu,
merata. tenaga, dan bentuk yang lebih presisi dibanding dengan
Biasa diterapkan pada tas nilon, rompi, dan dompet sintetis. cara [Link] beberapa contoh teknik pencetakan
yang dapat [Link] beberapa teknik yang umum
digunakan:
a) Sablon (Cetak Saring)
Sablon adalah teknik cetak yang dapat diterapkan di semua
media yang permukaannya rata, seperti kertas, plastik,
kayu, plat, kaca, dll. Teknik sablon umumnya menggunakan
layar yang sudah diberi cetakan desain, tinta, dan rakel (alat
c) Teknik Sungging untuk mendorong dan meratakan tinta pada layar).
Menggunakan kuas halus dan cat warna gradasi untuk Contoh penerapan: kaos, tas kain sintetis, atau hiasan
menghasilkan pewarnaan detail. Teknik sungging sering dinding.
digunakan dalam proses pewarnaan wayang kulit dengan b) Stempel/Cap
pola warna bertingkat, detail, rumit, dan memerlukan Stempel/cap adalah salah satu teknik mencetak pola ke
ketelatenan tingkat tinggi. permukaan kain atau kayu menggunakan alat cap atau
Teknik ini banyak digunakan pada tas kulit, atau jok motor stempel. Alat stempel/cap yang digunakan biasanya terbuat
berbahan kalep. dari tembaga, kertas, hingga kayu. Teknik ini sering
diterapkan pada permukaan tekstil, seperti pembuatan batik
cap dengan pola ragam hias atau batik khas daerah di
Nusantara. Teknik cap juga digunakan lebih luas dalam Gelmedium glossy (lem Foxputih) sebagai bahan
pembuatan pola dan pewarnaan pada topeng kayu, tas utama untuk menempelkan gambar pada permukaan
belanja, suvenir, dll Kuas untuk mengoleskan gel secaramerata ke
permukaan dan memastikan gambar telah tertempel
c) Cetak Digital sepenuhnya
Desain dibuat di komputer menggunakan aplikasi seperti Scrap/rakel untuk meratakan dan menekan kertas
CorelDraw atau Photoshop, lalu dicetak langsung dengan yang tertempel pada permukaan
mesin printer DTG (Direct to Garment). Air untukmembersihkan kertas yang telah mengering
Alat yang digunakan: pada permukaan
Printer DTG yaitu mesin yang dicolokkan pada
komputer untuk mentransfer gambar yang akan
dicetak
Hot gun / heat press atau pemanas yang memiliki
fungsi seperti hair dryer untuk mengeringkan
permukaan kain yang ingin dicetak
Kompresor tinta untuk menyemprotkan tinta
Kertas Teflon untuk melapisi kaos saat proses cetak
gambar
Tinta khusus tekstil
Hasilnya sangat detail dan dapat menampilkan gradasi
warna seperti foto.
d) Transfer Gambar (Transfer Image) C. Contoh Kerajinan Tekstil Bahan Sintetis di Jawa
Transfer gambar adalah teknik yang dapat digunakan untuk Timur
menghias permukaan bahantekstil atau lainnya. Teknik ini
bisa diterapkan pada beragam permukaan bahan, seperti Beberapa produk hasil pengolahan bahan sintetis:
kain yang memiliki serat rapat (kanvas, sutra, belacu, dll), Tas sekolah dari kulit sintetis
kaleng, dan papan kayu.
Dompet dan sabuk dari kalep
Alat dan bahan yang digunakan, yaitu:
Jaket nilon
Gambar yang telah di-print pada kertas berjenis
transfer paper dengan format mirror (terbalik jika Hiasan dinding dari kain sintetis
terdapat tulisan)
Kotak tisu dan suvenir dari polyester