0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Metode Penelitian Senam Lansia untuk Hipertensi

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian yang menggunakan desain quasi experimental pre-post test untuk mengevaluasi efek senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian melibatkan 20 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Puskesmas Gilang Tunggal Makarta, dengan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi senam. Prosedur penelitian mencakup pengumpulan data, analisis univariat dan bivariat, serta menjaga etika penelitian melalui informed consent dan kerahasiaan data.

Diunggah oleh

Muhammad Arifudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Metode Penelitian Senam Lansia untuk Hipertensi

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian yang menggunakan desain quasi experimental pre-post test untuk mengevaluasi efek senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian melibatkan 20 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Puskesmas Gilang Tunggal Makarta, dengan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi senam. Prosedur penelitian mencakup pengumpulan data, analisis univariat dan bivariat, serta menjaga etika penelitian melalui informed consent dan kerahasiaan data.

Diunggah oleh

Muhammad Arifudin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Rancangan Penelitian

Desain penelitian adalah model atau metode yang digunakan peneliti

untuk melakukan suatu penelitian yang memberikan arah terhadap jalannya

penelitian (Dharma, 2011). Desain yang digunakan dalam penelitian ini

adalah ”Quasi experimental pre-post test” dengan melibatkan kelompok

kontrol dan kelompok intervensi.

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan

darah sebelum dan sesudah diberikan senam lansia. Penilaian atau observasi

pada penelitian dengan menggunakan desain ini akan dilakukan sebanyak

dua kali, yaitu sebelum dan sesudah eksperimen (pre dan post test).

Perbedaan antara pre dan post test dianggap efek dari treatment (Arikunto,

2005).

Gambaran tentang desain penelitian yang akan dilakukan

digambarkan dalam bagan berikut:

Tabel 3.1
Desain Penelitian Quasi Experimental Pendekatan Pre-Post Test Design
Kelompok Pre Test Perlakuan Post test

Intervensi Senam lansia


Kontrol -
Keterangan:

X : Intervensi (senam lansia)

Oa : Tekanan darah sebelum diberikan senam lansia pada kelompok

intervensi.

O1a : Tekanan darah sesudah diberikan senam lansia pada kelompok

intervensi.

Ob : Tekanan darah pada kelompok kontrol pada awal pertemuan.

O1b : Tekanan darah pada kelompok kontrol pada akhir pertemuan.

Penelitian ini rencana akan dilakukan pengukuran selama delapan kali

pada setiap sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia.

3.2. Populasi dan Sampel

a. Populasi

Populasi target pada penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi,

sedangkan populasi terjangkau pada penelitian ini adalah lansia penderita

hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gilang Tunggal Makarta pada desa

Pagar jaya berjumlah 40 orang pada tahun 2022 dari Posyandu Lansia.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari total dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu

populasi tersebut, dengan kata lain sampel merupakan metode dalam

suatu penelitian yang dilakukan dengan cara mengambil sebagian atas

setiap populasi yang hendak akan di teliti. (Sugiyono, 2018)

Metode Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan jenis Non

probability sampling dengan teknik purposive sampling.


Menurut (Sugiyono, 2018) probability sampling merupakan teknik

pengambilan sampel dengan memberi peluang atau kesempatan yang

sama kepada setiap anggota populasi saat akan dipilih sebagai sampel.

Sedangkan teknik Purposive sampling menurut (Sugiyono, 2018) adalah

pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan

tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan

jumlah sampel yang akan diteliti.

Sehingga untuk menentukan sampel pada penelitian ini, dengan ini

peneliti akan menggunakan rumus Yamane dalam (Sugiyono, 2018)

dengan rumusnya yaitu:

n= 𝑁
1+𝑁(𝑒)2

40
1+ 40 (5%)2
n=

Keterengan :

n = Jumlah sampel

N = Jumlah populasi penelitian

e = Sampling error (tingkat kesalahan sampel) yaitu 5% atau 0,05

Maka berdasarkan rumus tersebut diperoleh sampel sebanyak 20 orang

(Responden).

Melibatkan lansia Pria dan Wanita yang memenuhi kriteria inklusi

sebagai berikut:

1. Lansia penderita hipertensi


2. Lansia yang mampu mengikuti senam.
3. Lansia di wilayah Puskesmas Gilang Tunggal Makarta.
4. Lansia dalam terapi pengobatan.
Kriteria ekslusi sampel dalam penelitian ini sebagai berikut

1. Lansia penderita hipertensi yang mengalami kelemahan fisik.

2. Lansia penderita hipertensi yang dalam terapi pengobatan.

c. Besar sampel

Penghitungan besar sampel minimal berdasarkan hasil data lansia yang

melakukan posyandu lansia di bulan November 30 orang.


3.3. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Gilang Tunggal Makarta pada

desa Pagar Jaya.

3.4. Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran

Tabel 3.2 Definisi Operasional

Definisi Alat ukur dan Hasil Skala


Variabel Operasional Cara Ukur Ukur Ukur
Senam Senam adalah Prosedur senam lansia - -
lansia serangkaian gerak yang digunakan
nada yang teratur sebagai pedoman
dan terarah serta pelaksanaan senam
terencana yang lansia selama delapan
dilakukan secara kali
tersendiri atau
berkelompok
dengan maksud
meningkatkan
kemampuan
fungsional raga
untuk mencapai
tujuan tersebut.
Tekanan Tekanan darah Alat ukur Nilai Interval
darah didalam arteri yang spygmomanometer tekanan
dapat diukur darah
dengan Responden diukur pada
menggunakan tekanan darahnya lansia
spygmomanometer sebelum dan
sesudah melakukan
senam lansia
3.5. Alat Penelitian dan Cara Pengumpulan Data

a. Alat Pengumpul Data

Instrumen yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah lembar

observasi dan spygmomanometer. Pengukuran tekanan darah dilakukan

sebelum dan sesudah diberikan senam lansia. Senam lansia dipandu

oleh
bidan Puskesmas yang telah diberikan pelatihan senam lansia oleh Dinas

Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

b. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Prosedur pelaksanaan penelitian ini dilakukan sebagai berikut:

1. Peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian dari Universitas

Muhammadiyah Pringsewu kepada Puskesmas Non Rawat Inap

Gilang Tunggal Makarta.

2. Peneliti melakukan pendekatan kepada calon responden.

3. Peneliti memberikan penjelasan terkait dengan penelitian yang akan

dilakukan mulai dari maksud dan tujuan, manfaat, langkah-langkah

penelitian.

4. Calon responden yang bersedia menjadi responden, untuk

menandatangani surat pernyataan yang berisi tentang ketersediaan

untuk menjadi responden.

5. Melakukan pengukuran tekanan darah 30 menit sebelum dilakukan

senam sebanyak dua kali selama penelitian.

6. Instruktur senam dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang

Barat yang sudah terlatih.

7. Melakukan observasi pelaksanaan senam lansia.

8. Melakukan pengukuran tekanan darah 30 menit sesudah dilakukan

senam lansia sebanyak dua kali selama penelitian.


9. Peneliti memeriksa kelengkapan data yang sudah didapatkan.

10. Peneliti kemudian mengolah hasil data yang sudah didapatkan dari

responden dengan menggunakan program komputer.

3.6. Pengolahan Data

Hastono (2007) memaparkan bahwa pengolahan data merupakan salah

satu bagian rangkaian kegiatan setelah pengumpulan data. Agar analisis

penelitian menghasilkan informasi yang benar, paling tidak ada empat

tahapan dalam pengolahan data yang peneliti harus lalui yaitu editing,

coding, processing, dan cleaning. Data yang telah dikumpulkan pada

penelitian ini selanjutnya diolah dengan menggunakan program komputer

dengan beberapa tahapan yaitu merekapitulasi hasil jawaban kuesioner yang

diisi oleh responden kemudian dilakukan:

1. Editing

Dilakukan untuk memeriksa ulang kelengkapan pengisian formulir

apakah sudah lengkap, jelas, relevan dan konsisten.

2. Coding

Coding merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data

berbentuk angka/bilangan (Hastono, 2007). Penelitimemberi kode pada

setiap responden untuk memudahkan dalam pengolahan data dan analisis

data. Kegiatan yang dilakukan, setelah data diedit kemudian diberi kode.

3. Processing

Setelah semua lebar observasi terisi penuh serta sudah melewati

pengkodean maka langkah peneliti selanjutnya adalah memproses data


agar data yang sudah di-entry dapat dianalisis. Pemrosesan data dilakukan

dengan cara meng-entry dari data kuesioner ke paket program komputer.

4. Cleaning

Suatu kegiatan pembersihan seluruh data agar terbebas dari kesalahan

sebelum dilakukan analisa data, baik kesalahan dalam pengkodean

maupun dalam membaca kode, kesalahan juga dimungkinkan terjadi pada

saat kita memasukkan data kekomputer. Setelah data didapat kemudian

dilakukan pengecekan kembali apakah data yang ada salah atau tidak.

Pengelompokan data yang salah diperbaiki hingga tidak ditemukan

kembali data yang tidak sesuai sehingga data siap dianalisis.

3.7. Analisa Data

Untuk melakukan pengujian hipotesis, analisis data yang dilakukan

adalah:

1. Analisis Univariat

Analisis univariat adalah analisis yang bertujuan untuk menjelaskan

atau mendiskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti.

Variabel yang dianalisis secara univariat dalam penelitian ini adalah

tekanan darah sebelum dan sesudah senam lansia pada kelompok kontrol

dan kelompok intervensi. Data akan disajikan dalam bentuk tabel rerata

tekanan darah lansia (Hastono, 2007).


2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah analisis untuk menguji pengaruh,

perbedaan antara dua variabel. Pemilihan uji statistik yang akan

digunakan untuk melakukan analisis didasarkan pada skala data, jumlah

populasi atau sampel dan jumlah variabel yang diteliti. Analisis bivariat

dilakukan untuk membuktikan hipotesis penelitian yaitu melihat ada

pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di

Puskesmas Gilang Tunggal Makarta.

Sebelum dilakukan uji analisis bivariat, untuk mengetahui

kenormalan distribusi data, akan dilakukan uji normalitas dengan

menggunakan uji Kolmogorov. Uji normalitas dengan menggunakan

Kolmogorov adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui normalitas data

numerik berdasarkan distribusi data. Uji Kolmogorov dilakukan pada data

numerik dengan jumlah responden < 30 (Sabri & Hastono, 2010).

Penelitian ini jumlah responden pada masing-masing kelompok adalah 16

responden, sehingga uji normalitas yang tepat adalah uji Kolmogorov.

Hasil dari uji Kolmogorov akan menentukan data berdistribusi

normal atau tidak normal. Distribusi data dikatakan normal jika hasil uji

Kolmogorov didapatkan nilai p ≥ 0,05. Dan data dikatakan tidak

berdistribusi normal jika nilai p < 0,05.

Analisis bivariat akan dilakukan 2 kali. Analisis untuk mengetahui

perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah senam lansia dilakukan

dengan uji statistik dependent t test, jika data berdistribusi normal, dan
jika data tidak berdistribusi normal, akan dilakukan pengujian dengan

analisis wilcoxon (Sabri & Hastono, 2010).

3.8. Etika Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian khususnya jika yang menjadi

penelitian adalah manusia, maka penelitian harus memahami hak dasar

manusia. Manusia memiliki kebebasan dalam menentukan dirinya, sehingga

penelitian yang akan dilaksanakan benar-benar menjunjung tinggi kebebasan

manusia.

a. Informed Consent

Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan

responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Informed

consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan

memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden (Hidayat,

2011).

b. Anonimity (tanpa nama)

Digunakan untuk memberikan jaminan dalam penggunaan subyek

penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama

responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode lembar

pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan (Hidayat,

2011).
c. Confidentiality (kerahasiaan)

Memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi

maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah

dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok

data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset (Hidayat,

2011).

Anda mungkin juga menyukai