POLYPHASE CIRCUITS
Pendahuluan
Daya sesaat yang disalurkan dari sumber sinusoidal ke
impedansi adalah
di mana Vp dan Ip masing-masing adalah nilai rms v dan i, dan ϴ adalah
sudut di antara keduanya. Daya berosilasi antara VpIp (1 + cos ϴ) dan
VpIp(−1 + cos ϴ). Dalam sistem tenaga, terutama pada tingkat yang
lebih tinggi, diinginkan untuk memiliki aliran daya yang stabil dari
sumber ke beban. Untuk alasan ini, sistem polifasa digunakan.
Two-Phase Systems
Generator dua fasa seimbang memiliki dua sumber tegangan
yang menghasilkan amplitudo dan frekuensi yang sama tetapi
berbeda fase 90° atau 180°
Sistem semacam ini memiliki keunggulan karena
memberikan pengguna pilihan dua tegangan
dan dua medan magnet. Aliran daya dapat
konstan atau berdenyut
Contoh Kasus I
Generator AC berisi dua sumber tegangan dengan amplitudo dan frekuensi yang
sama,tetapi berbeda fase 90°. Referensi kedua sumber dihubungkan bersama untuk
membentuk terminal referensi generator [Link] ini mengumpankan dua beban
identik [Gbr. Di atas]. Tentukan arus, tegangan, dan daya sesaat serta daya rata-rata
yang dihasilkan.
Penyelesaian
Tegangan dan arus terminal pada terminal generator adalah
Di dalam domain Fasor
Penyelesaian
Fasor tegangan dan arus ditunjukkan pada Gambar berikut.
Daya sesaat pA(t) dan pB(t) yang
diberikan oleh kedua sumber
tersebut adalah
Daya sesaat total pT(t) yang dihasilkan oleh
generator adalah
Three-Phase Systems
❑ Generator tiga fasa mengandung tiga sumber
tegangan sinusoidal dengan tegangan frekuensi
yang sama tetapi memiliki pergeseran fasa 120°
terhadap satu sama lain.
❑ Hal ini dicapai dengan menempatkan tiga
kumparan pada sudut pisah 120° pada rotor yang
sama. Biasanya, amplitudo ketiga fasa juga sama.
Generator kemudian diseimbangkan
❑ Pada Gambar disamping, tiga kumparan
didistribusikan secara merata di sekeliling rotor;
artinya, kumparan-kumparan tersebut bergeser
satu sama lain sejauh 120 derajat mekanis
Three-Phase Systems
❑ Ujung kumparan dan cincin selip tidak
diperlihatkan; namun, jelas bahwa rotasi
berlawanan arah jarum jam menghasilkansisi
kumparan A, B, dan C yang melewati bagian
kutub dalam urutan … A-B-C-A-B-C…
❑ Polaritas tegangan terbalik untuk setiap
perubahan kutub
❑ Dengan asumsi bentuk kutub dan kerapatan
fluks magnet yang sesuai sedemikian rupa
sehingga tegangan induksi bersifat sinusoidal,
hasil untuk ketiga kumparan tersebut seperti
Gambar disamping
Three-Phase Systems
Tegangan dari rangkaian ABC seimbang dalam domain waktu dan
fasor masing-masing diberikan dalam berikut. Diagram fasor untuk
tegangan ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.
Wye and Delta Systems
➢ Ujung-ujung kumparan dapat
dihubungkan secara wye (juga disebut
Y), dengan ujung-ujung ′A , ′B ,dan ′C
dihubungkan pada titik yang sama yang
disebut netral, N; ujung-ujung A, B, dan
C ditarik keluar untuk menjadi garis A,
B, dan C dari sistem tiga fase.
➢ Jika titik netral dibawa bersama kabel,
maka sistemnya adalah sistem tiga fase,
empat kawat.
Wye and Delta Systems
❑ Ujung-ujung kumparan generator dapat
dihubungkan seperti ditunjukkan pada
Gambar bawah, sehingga membentuk
sistem tiga fase terhubung-delta (atau
terhubung-Δ) dengan garis a, b, dan c.
❑ Rangkaian kumparan terhubung-delta tidak
memiliki titik netral untuk menghasilkan
sistem empat kawat, kecuali dengan
menggunakan transformator Δ-Y.
Phasor Voltages
Pemilihan sudut fasa untuk satu tegangan dalam sistem tiga fasa akan
menentukan sudut semua tegangan [Link] ini sama saja dengan
menentukan titik t = 0 pada sumbu horizontal, yang dapat dilakukan secara
sembarang. Dalam hal ini, sudut nol akan selalu dikaitkan dengan tegangan
fasor saluran B terhadap saluran C:
Ini ditunjukkan bahwa tegangan line-to-line VLadalah √3 kali tegangan line-to-
netral
Balanced Delta-Connected Load
❑ Tiga impedansi identik yang terhubung
seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah,
membentuk beban terhubung ∆ yang
seimbang. Arus dalam impedansi disebut
sebagai arus fasa atau arus beban, dan
ketiganya akan sama besarnya dan saling
bergeser fasa sebesar 120°.
❑ Arus line juga akan sama besarnya dan
bergeser satu sama lain sebesar 120°;
berdasarkan konvensi, arus-arus tersebut
diberi arah dari sumber ke beban
Contoh Kasus 2
Sistem ABC tiga fasa, tiga kawat, dengan tegangan kawat efektif 120 V,
memiliki tiga impedansi 5,0ﮮ45° Ω dalam sambungan ∆. Tentukan arus
line dan gambarkan diagram fasor tegangan-arus.
Penyelesaian
Tegangan kawat maksimum adalah . Merujuk pada Sequence
ABC, tegangannya adalah
Maka arus fasanya adalah
Contoh Kasus 2
Berdasarkan Hukum Arus Kirchhoff (KCL), arus kawat IA diberikan oleh
?
?
Beban Seimbang Empat Kawat, Terhubung Wye
Tiga impedansi identik yang terhubung seperti ditunjukkan pada
Gambar di bawah, membentuk beban seimbang yang terhubung-Y.
Arus dalam impedansi juga merupakan arus saluran, sehingga
arahnya dipilih dari sumber ke beban, seperti sebelumnya.
Contoh Kasus 3
Sistem CBA tiga fasa, empat kawat, dengan
tegangan kawat efektif 120 V, memiliki tiga
impedansi 20ﮮ−30° Ω dalam sambungan Y (Gbr.
samping). Tentukan arus kawat dan gambarkan
diagram fasor tegangan-arus
Penyelesaian
Tegangan kawat maksimum adalah 169,7 V, dan besarnya saluran ke netral, 169,7
√3= 98,0 V
, ?
Contoh Kasus 3
Penyelesaian
Perhatikan bahwa dengan satu arus kawat yang telah
dihitung, dua arus kawat lainnya dapat diperoleh
melalui simetri diagram fasor. Ketiga arus kawat
kembali melalui netral. Oleh karena itu, arus netral
merupakan penjumlahan negatif dari arus kawat.
Koneksi Y dan D yang Setara
❑ tiga impedansi yang terhubung dalam konfigurasi ∆
(delta), dan tiga impedansi yang terhubung dalam
konfigurasi Y (wye) tampak pada Gambar.
❑ Misalkan terminal kedua sambungan diidentifikasi
berpasangan sebagaimana ditunjukkan oleh label α,
β, γ. Maka Z1 adalah impedansi "berdampingan"
terminal a pada sambungan Y, dan ZC adalah
impedansi "berlawanan" terminal α pada sambungan
∆, dan seterusnya.
❑ Dengan melihat dua terminal mana pun, kedua
sambungan akan ekuivalen jika impedansi masukan,
keluaran, dan transfer yang bersesuaian sama.
Kriteria ekuivalennya adalah sebagai berikut:
Koneksi Y dan D yang Setara
Perlu dicatat bahwa jika ketiga impedansi pada
satu sambungan sama, maka impedansi pada
sambungan ekivalennya juga sama, dengan Z∆/ZY
= 3.
Rangkaian Ekuivalen Line Tunggal untuk Beban Tiga
Fasa Seimbang
• Dalam banyak kasus (misalnya, dalam perhitungan daya)
hanya besarnya arus IL, dari ketiga arus kawat yang
diperlukan
• ini dapat diperoleh dari padanan satu line, yang
menggambarkan satu fase dari sistem asli, dengan
tegangan line ke netral yang diberikan sudut fase nol secara
bebas
• ini menjadikan , dengan ϴ adalah sudut impedansi.
Jika arus line IA, IB, dan IC diinginkan, sudut fasanya dapat
ditentukan dengan menambahkan − ϴ ke sudut fasa VAN,
VBN, dan VCN. Perhatikan bahwa sudut pada IL memberikan
faktor daya untuk setiap fasa, pf = cos ϴ.
Contoh Kasus 4
• Dari gambar di bawah ini, buatlah rangkaian ekuivalen line tunggal
Penyelesaian
Misalnya sambungan beban aslinya adalah Y,
maka
sudut fase VAN, VBN, dan VCN masing-masing
adalah −90°, 30°, dan 150°
Beban Terhubung Delta Tidak Seimbang
Solusi untuk beban terhubung-delta yang tidak seimbang adalah dengan
menghitung arus fasa dan kemudian menerapkan KCL untuk mendapatkan
arus line. Arusnya akan tidak sama dan tidak akan memiliki simetri seperti
pada kasus seimbang
Contoh Kasus 5
Sistem ABC tiga fase, 339,4 V memiliki beban
terhubung ∆, dengan
Dapatkan arus fasa dan arus saluran dan gambar
diagram fasornya
Contoh Kasus 5
Penyelesaian Sistem ABC tiga fase, 339,4 V memiliki beban
terhubung ∆, dengan
Arus fasa (AB) kita hitung dari
& ?
Beban Terhubung Wye Tidak Seimbang
Konduktor netral membawa arus tak seimbang dari beban terhubung-Y dan
mempertahankan besarnya tegangan line-to-neutral di setiap fasa beban. Arus line
tidak sama dan arus pada diagram fasor tidak simetris.
Contoh Kasus 5
Sistem CBA tiga fase, empat kawat, 150 V,
memiliki beban yang terhubung Y, dengan
Dapatkan semua arus line dan gambar diagram
fasor
Thank's For
Attention