JOBSHEET PRAKTIKUM
KONFIGURASI DHCP SERVER DAN CLIENT
DI CISCO PACKET TRACER
Disusun Oleh:
Cut Nya’ Khadijah Reza Syauqi
SMK NEGERI 7 SEMARANG
2025
KONFIGURASI DHCP SERVER DAN CLIENT
DI CISCO PACKET TRACER
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa memahami konsep dan fungsi DHCP (Dynamic Host Configuration
Protocol).
2. Siswa dapat mengkonfigurasi router sebagai DHCP server yang mendistribusikan
IP otomatis ke perangkat.
3. Siswa dapat mengkonfigurasi router sebagai DHCP client yang memperoleh IP
otomatis dari Server.
4. Siswa mampu memverifikasi hasil konfigurasi dan memastikan konektivitas
jaringan.
B. Dasar Teori
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol pada layer aplikasi
yang berfungsi untuk memberikan alamat IP dan parameter jaringan lainnya secara
otomatis kepada perangkat (host) dalam sebuah jaringan. Dengan adanya DHCP,
administrator tidak perlu lagi mengatur alamat IP secara manual pada setiap perangkat,
sehingga manajemen jaringan menjadi lebih efisien dan meminimalkan kesalahan
konfigurasi.
Dalam proses kerjanya, DHCP menggunakan mekanisme DORA (Discover–Offer–
Request–Acknowledge):
1. Discover – Client mengirimkan pesan broadcast untuk mencari DHCP server.
2. Offer – Server menanggapi dengan menawarkan alamat IP yang tersedia.
3. Request – Client meminta alamat IP yang ditawarkan server.
4. Acknowledge – Server mengonfirmasi dan memberikan informasi konfigurasi
seperti subnet mask, gateway, dan DNS.
Komponen Utama:
1. DHCP Server: Perangkat atau layanan yang menyediakan dan mengelola pool
(rentang) alamat IP beserta informasi pendukung seperti subnet mask, default
gateway, dan DNS server.
2. DHCP Client: Perangkat yang secara otomatis menerima konfigurasi IP dari DHCP
server.
Selain alamat IP, DHCP juga dapat mengirim parameter tambahan, misalnya default
gateway, DNS server, dan lease time (lama waktu pemakaian IP yang diberikan).
Pada praktik ini, router akan dikonfigurasi sebagai DHCP server yang menyediakan
alamat IP otomatis untuk PC di jaringan lokal. Selain itu, router juga akan berperan
sebagai DHCP client untuk memperoleh alamat IP dari DHCP server lain (misalnya
dari jaringan ISP). Dengan memahami kedua peran ini, siswa dapat mensimulasikan
skenario nyata di mana router tidak hanya memberikan IP ke client, tetapi juga
mendapatkan IP dinamis dari jaringan yang lebih besar.
C. Alat dan Bahan
1. Cisco Packet Tracer.
2. Perangkat:
a. 1 buah Router
b. 1 buah Server
c. 1 buah Switch
d. 3 buah PC
e. Kabel UTP
D. Topologi Jaringan
E. Langkah Kerja
a. Pembuatan Topologi
Buat dan hubungkan seluruh perangkat sesuai dengan topologi.
b. Konfigurasi Router sebagai DHCP Server
Router0 → CLI
➢ Memberi Alamat IP pada Router
enable
configure terminal
interface Fa0/0
ip address [Link] [Link]
no shutdown
exit
➢ Konfigurasi DHCP Server pada Router
ip dhcp pool SIJA
network [Link] [Link]
default-router [Link]
dns-server [Link]
exit
ip dhcp excluded-address [Link] [Link]
c. Konfigurasi PC
➢ IP DHCP
PC → Desktop → IP Configuration → pilih DHCP.
➢ IP Static
PC → Desktop → IP Configuration → pilih Static.
IPv4 Address [Link]
Subnet Mask [Link]
Default Gateway [Link]
DNS Server [Link]
d. Konfigurasi Server sebagai DHCP Server
➢ Memberi Alamat IP pada Server
Server → Config → FastEthernet0
IPv4 Address [Link]
Subnet Mask [Link]
➢ Konfigurasi DHCP Server
Server → Services → DHCP
Service On
Pool Name INTERNET
Default Gateway [Link]
DNS Server [Link]
Start IP Addr [Link]
Subnet Mask [Link]
Maximum Number of Users 13
Add
Save
e. Konfigurasi Router sebagai DHCP Client
Router0 → CLI
enable
configure terminal
interface Fa1/0
ip address dhcp
no shutdown
exit
f. Cek Konfigurasi
➢ Cek Alamat IP pada router
show ip interface brief
➢ Cek konfigurasi yang sedang berjalan (DHCP Server)
show running-config
➢ Cek daftar client yang sudah mendapatkan IP
show ip dhcp binding
F. Tugas
1. Konfigurasi topologi yang diberikan dengan ketentuan berikut:
a. Router
- Fa0/0: [Link]/26
- Fa1/0: DHCP
- Pengecualian IP: [Link] - [Link]
b. PC
- PC0: [Link]/26
- PC lain DHCP
c. Server
- Fa0: [Link]/28
2. Buatlah satu topologi lain dan konfigurasi topologi tersebut dengan DHCP Server
dan Client.
3. Mengapa kita perlu mengatur ip dhcp excluded-address pada DHCP server?
Kita perlu mengatur ip dhcp excluded-address pada DHCP server agar alamat IP
tertentu tidak diberikan secara otomatis kepada klien oleh server DHCP. Alamat IP
yang dikecualikan ini biasanya digunakan untuk perangkat yang dikonfigurasi secara
manual (static), seperti router, server, printer, atau perangkat penting lain yang
membutuhkan alamat IP tetap. Dengan mengecualikan alamat tersebut, kita mencegah
terjadinya konflik IP (IP conflict) antara perangkat yang menggunakan IP statis dan
perangkat yang mendapat IP secara dinamis dari DHCP.
G. Hasil Praktikum
1. Tuliskan bukti hasil konfigurasi
a. show ip interface brief
b. show running-config
c. show ip dhcp binding
2. Tuliskan konfigurasi dari topologi yang dibuat
a. Router
b. PC
c. Server
d. Switch-24
e. Switch
H. Kesimpulan
Dari hasil praktik konfigurasi DHCP Server di Cisco Packet Tracer, ditemukan
bahwa proses pembagian alamat IP otomatis dari server ke client dapat berjalan
dengan baik setelah semua pengaturan dilakukan dengan benar. Temuan lainnya yaitu
switch tidak memerlukan konfigurasi khusus saat disambungkan dengan sesama
switch, serta pentingnya penggunaan perintah ip dhcp excluded-address agar alamat
IP tertentu tidak dibagikan ke klien. Setelah DHCP Server diaktifkan dan
dikonfigurasi, PC client berhasil memperoleh alamat IP secara otomatis, menandakan
bahwa sistem DHCP berfungsi dengan baik.
Kendala yang muncul selama praktik adalah ketika perintah show ip interface
brief IP Address server belum muncul, karena DHCP Server belum diaktifkan di
konfigurasi. Selain itu, terjadi kesalahan dalam pengaturan interface — seharusnya
menggunakan FastEthernet0/0, tetapi yang dikonfigurasi adalah FastEthernet1/0.
Solusinya yaitu dengan mengaktifkan DHCP Server, memperbaiki konfigurasi
interface yang salah, dan mengulangi langkah konfigurasi dari awal. Setelah
diperbaiki, semua perangkat berhasil saling terhubung dan client mendapatkan IP dari
server sesuai pengaturan DHCP.