0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan25 halaman

Akuntansi Biaya Proyek: Konsep dan Metode

Dokumen ini membahas akuntansi biaya dalam konteks proyek, mencakup pengertian, tujuan, penggolongan biaya, serta metode penentuan biaya produksi. Akuntansi biaya berfungsi penting dalam pengendalian biaya dan pengambilan keputusan manajerial, terutama dalam proyek konstruksi. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan hubungan antara akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, dan akuntansi biaya.

Diunggah oleh

Dwi Ginting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan25 halaman

Akuntansi Biaya Proyek: Konsep dan Metode

Dokumen ini membahas akuntansi biaya dalam konteks proyek, mencakup pengertian, tujuan, penggolongan biaya, serta metode penentuan biaya produksi. Akuntansi biaya berfungsi penting dalam pengendalian biaya dan pengambilan keputusan manajerial, terutama dalam proyek konstruksi. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan hubungan antara akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, dan akuntansi biaya.

Diunggah oleh

Dwi Ginting
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME MATERI AKUNTANSI BIAYA PROYEK

(Minggu 1-3)

Kelompok 2

Pande Putu Yuni Widyantari 2205511066


Dwi Surabina Br Ginting 2205511083
I Gede Yudi Ardiawan 2205511143

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2025
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................i

BAB I.......................................................................................................................3

PENDAHULUAN...................................................................................................3

1.1 Latar Belakang...............................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................3

1.3 Tujuan Penelitian...........................................................................................4

BAB II......................................................................................................................5

PEMBAHASAN......................................................................................................5

2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan....................................................................5

2.2 Pengertian Akuntansi Manajemen.................................................................5

2.3 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen........................6

2.4 Konsep Biaya Akuntansi................................................................................7

2.5 Hubungan Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Akuntansi


Biaya....................................................................................................................8

2.6 Pengertian Akuntansi Biaya.........................................................................10

2.7 Tujuan Akuntansi Biaya...............................................................................11

2.8 Penggolongan Biaya....................................................................................12

2.8.1 Penggolongan Berdasarkan Fungsi Utama dari Kegiatan Perusahaan. 12

2.8.2 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Periode Akuntansi dimana Biaya


akan Dibebankan............................................................................................15

2.8.3 Pengelompokan Biaya berdasarkan Tendensi Perubahan Terhadap


Aktivas atau Volume......................................................................................15

2.8.4 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Obyek atau Pusat Biaya yang


Dibiayai..........................................................................................................17

2.8.5 Pengelompokan Biaya untuk Tujuan Pengendalian Biaya...................17

i
2.8.6 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Tujuan Pengambilan Keputusan. 17

2.9 Metode Penentuan biaya Produksi...............................................................18

2.9.1 Full Coasting.........................................................................................18

2.9.2 Variable Coasting..................................................................................18

2.9.3 Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktivitas (ABC)....................................18

2.9.4 Perbedaan Perhitungan Rugi-Laba Metode Full Costing dengan Metode


Variable Costing............................................................................................19

2.9.5 Metode Full Costing menunda..............................................................20

2.9.6 Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya dalam Metode


Full Costing....................................................................................................21

2.9.7 Perhitungan dan Analisis Selisih Biaya OverheadPabrik dengan Metode


Full Costing....................................................................................................22

BAB III..................................................................................................................23

PENUTUP..............................................................................................................23

3.1 Kesimpulan..................................................................................................23

3.2 Saran.............................................................................................................23

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi pada dasarnya terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu akuntansi
keuangan dan akuntansi manajemen. Keduanya memiliki persamaan sebagai
sistem pengolah informasi keuangan, namun berbeda dari sisi pemakai, tujuan,
lingkup, hingga jenis laporan yang dihasilkan. Dalam kaitannya dengan kedua tipe
tersebut, akuntansi biaya memiliki peranan penting sebagai penyedia informasi
mengenai biaya produksi dan penjualan produk atau jasa.
Akuntansi biaya tidak hanya berguna dalam penentuan harga pokok
produksi, tetapi juga berfungsi dalam pengendalian biaya serta membantu
pengambilan keputusan manajerial. Informasi yang dihasilkan dapat berupa biaya
langsung, biaya tidak langsung, maupun klasifikasi biaya lain yang disesuaikan
dengan objek pengeluaran, fungsi perusahaan, hingga perilaku biaya terhadap
perubahan volume produksi.
Lebih lanjut, dalam konteks proyek konstruksi maupun bisnis lainnya,
pemahaman tentang biaya langsung dan biaya tidak langsung sangat krusial untuk
menentukan biaya total dan strategi efisiensi. Oleh karena itu, kajian mengenai
konsep, tujuan, penggolongan, serta metode penentuan biaya produksi sangat
penting untuk mendukung efektivitas manajemen dan keberhasilan suatu
organisasi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah:


1. Apa pengertian dan peranan akuntansi biaya dalam kaitannya dengan
akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen?
2. Apa saja tujuan utama akuntansi biaya dalam kegiatan operasional
perusahaan?
3. Bagaimana cara penggolongan biaya berdasarkan objek pengeluaran,
fungsi perusahaan, hubungan dengan sesuatu yang dibiayai, serta
perilakunya terhadap volume kegiatan?

3
4. Bagaimana penerapan konsep biaya langsung dan biaya tidak langsung
dalam suatu proyek?
5. Metode apa saja yang dapat digunakan untuk menentukan biaya produksi,
dan bagaimana perbedaannya?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk:


1. Menjelaskan konsep dasar dan kedudukan akuntansi biaya dalam sistem
akuntansi.
2. Menguraikan tujuan akuntansi biaya, terutama dalam penentuan kos
produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan khusus.
3. Mendeskripsikan klasifikasi biaya menurut berbagai sudut pandang,
seperti objek pengeluaran, fungsi perusahaan, hubungan dengan yang
dibiayai, dan perilaku biaya.
4. Menjelaskan jenis-jenis biaya proyek, termasuk biaya langsung dan tidak
langsung, serta kaitannya dengan biaya total proyek.
5. Membandingkan metode penentuan biaya produksi, yaitu full costing dan
variable costing, serta menjelaskan penerapannya.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan adalah cabang akuntansi yang berfungsi untuk


mencatat, mengklasifikasikan, dan menyajikan transaksi keuangan suatu
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Informasi yang dihasilkan bersifat
historis (berdasarkan kejadian yang sudah terjadi) dan digunakan terutama oleh
pihak luar perusahaan, seperti investor, kreditor, pemerintah, maupun masyarakat
umum. Tujuannya adalah memberikan gambaran yang jujur dan transparan
mengenai posisi keuangan, kinerja, serta arus kas perusahaan, sehingga pihak
eksternal dapat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih tepat.
Beberapa referensi mengenai akuntansi keuangan:
1. Akuntansi keuangan adalah sistem yang menyajikan informasi kuantitatif
tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas suatu entitas untuk pemakai
eksternal, dengan tujuan membantu mereka membuat keputusan ekonomi”
(Joseph, 1996).
2. Akuntansi keuangan adalah sebuah proses yang berpuncak pada
penyusunan laporan keuangan perusahaan yang akan digunakan oleh pihak
internal dan eksternal.” (Kieso, Weygandt, & Warfield dalam jurnal Going
Concern).

2.2 Pengertian Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah cabang akuntansi yang berfokus pada


penyediaan informasi keuangan maupun non-keuangan bagi pihak internal
perusahaan (manajemen) untuk membantu dalam proses perencanaan,
pengendalian, pengambilan keputusan, dan evaluasi kinerja. Berbeda dengan
akuntansi keuangan yang ditujukan untuk pihak luar (investor, kreditor,
pemerintah), akuntansi manajemen lebih menekankan pada kebutuhan internal.
Laporannya tidak harus mengikuti standar akuntansi tertentu, sehingga bentuknya
fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan. Informasi yang disajikan bisa berupa

5
anggaran, analisis biaya, laporan efisiensi produksi, perhitungan laba tiap produk,
atau analisis titik impas.
Akuntansi manajemen sebagai alat bantu pengambilan keputusan keuangan bagi
mahasiswa menekankan bahwa akuntansi manajemen bukan hanya teori, tetapi
alat praktis untuk merencanakan, mengendali, dan mengevaluasi keputusan
keuangan.” (Tusabih, Sahira, Ramadhani, & Sakinah, 2025).

2.3 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen pada dasarnya merupakan


dua cabang akuntansi yang saling berkaitan. Keduanya memiliki tujuan utama
yang sama, yaitu menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan
keputusan serta mendukung peningkatan kinerja perusahaan. Data yang digunakan
pun berasal dari transaksi keuangan perusahaan, sehingga akurasi dan keandalan
informasi sangat penting bagi keduanya.
Namun, perbedaan mendasar muncul dari sasaran pengguna dan
karakteristik informasi. Akuntansi keuangan lebih ditujukan untuk pihak eksternal
seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat. Oleh karena itu, laporan
yang dihasilkan harus bersifat formal, historis, dan mengikuti standar akuntansi
yang berlaku (PSAK/IFRS). Sebaliknya, akuntansi manajemen ditujukan bagi
pihak internal, khususnya manajemen perusahaan, sehingga informasi yang
disajikan lebih bersifat prospektif, fleksibel, dan dapat berupa analisis biaya,
anggaran, maupun evaluasi efisiensi.
Dari segi periode pelaporan, akuntansi keuangan biasanya disusun secara
tahunan atau triwulanan sesuai dengan kewajiban regulasi, sedangkan akuntansi
manajemen bisa dibuat kapan saja (harian, mingguan, bulanan) sesuai kebutuhan
pengambilan keputusan. Walaupun berbeda dalam bentuk laporan, keduanya tetap
berlandaskan pada data akuntansi yang sama.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa akuntansi keuangan dan
akuntansi manajemen berbeda dari sisi tujuan, pengguna, sifat informasi, dan
standar pelaporan, tetapi sama-sama berperan penting dalam menyediakan
informasi yang relevan, akurat, dan mendukung kinerja perusahaan. Hal ini sesuai
dengan penelitian Jesudoss & Prabu (2020) yang menyatakan bahwa “although

6
financial accounting and management accounting differ in their objectives and
users, both are interrelated branches of accounting that aim to provide reliable
information for decision making and improving business performance” (hlm. 2).
Aspek Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen
Tujuan Memberikan gambaran Memberikan informasi kepada
yang benar dan wajar manajemen internal untuk
mengenai posisi keuangan pengambilan keputusan,
perusahaan kepada pihak perencanaan, dan pengendalian.
eksternal.
Pengguna Utama Eksternal: investor, Internal: manajer, pimpinan,
kreditor, pemerintah, kepala divisi.
masyarakat.
Sifat Informasi Historis, berdasarkan Prospektif, dapat berupa estimasi,
transaksi yang sudah analisis, dan proyeksi masa
terjadi. depan.
Standar Harus mengikuti standar Tidak terikat standar, disusun
akuntansi (PSAK/IFRS) sesuai kebutuhan manajemen.
agar dapat dibandingkan.
Jenis Laporan Laporan formal seperti Laporan fleksibel seperti
Neraca, Laba Rugi, Arus anggaran, analisis biaya, laporan
Kas, Perubahan Ekuitas. efisiensi, break-even analysis.
Periode Pelaporan Biasanya tahunan, Bisa kapan saja (harian,
semesteran, atau mingguan, bulanan) sesuai
triwulanan. kebutuhan manajemen.

2.4 Konsep Biaya Akuntansi

Akuntansi biaya merupakan salah satu cabang akuntansi yang berfokus


pada pencatatan, penggolongan, pengukuran, serta analisis biaya yang timbul
dalam kegiatan operasional perusahaan, terutama pada proses produksi barang
maupun jasa.
Konsep dasarnya adalah bahwa setiap kegiatan ekonomi memerlukan
pengorbanan sumber daya (biaya), dan biaya tersebut harus diidentifikasi serta
dicatat secara sistematis agar dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti:

7
1. Penentuan harga pokok produksi (HPP) : menghitung berapa biaya yang
benar-benar dikeluarkan dalam menghasilkan barang/jasa.
2. Pengendalian biaya : membandingkan biaya aktual dengan biaya standar
atau anggaran sehingga perusahaan dapat menilai efisiensi.
3. Perencanaan dan pengambilan keputusan : memberikan informasi biaya
relevan bagi manajemen untuk menentukan harga jual, memilih metode
produksi, hingga keputusan investasi.
4. Evaluasi kinerja : membantu perusahaan menilai efektivitas penggunaan
sumber daya.
Dengan kata lain, konsep akuntansi biaya tidak hanya sekadar mencatat biaya,
tetapi juga menjadikannya sebagai alat manajerial untuk meningkatkan efisiensi,
efektivitas, serta daya saing perusahaan. Menurut salah satu sumber : Akuntansi
biaya adalah proses sistematis dalam pencatatan, penggolongan, serta pelaporan
biaya yang digunakan untuk penentuan harga pokok produksi sekaligus sebagai
dasar pengambilan keputusan manajerial” (Wahyuni, 2021, Jurnal Ilmu
Akuntansi).

2.5 Hubungan Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Akuntansi


Biaya

Hubungan antara Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan


Akuntansi Biaya dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen berfungsi menyediakan informasi yang lebih rinci
dan relevan untuk kebutuhan internal manajemen dalam mengelola dan
mengendalikan operasi perusahaan. Informasi yang dihasilkan membantu
manajer dalam pengambilan keputusan strategis, seperti penentuan harga
jual, anggaran biaya, pengendalian biaya, dan analisis alternatif kegiatan.
b) Akuntansi Keuangan
Akuntansi Keuangan bertujuan menyediakan informasi keuangan yang
digunakan oleh pihak eksternal perusahaan seperti investor, kreditur,
pemerintah, dan masyarakat umum. Laporan keuangan yang dihasilkan
meliputi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas yang
menggambarkan posisi dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

8
c) Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya adalah bagian integral dari Akuntansi Keuangan dan
Akuntansi Manajemen. Akuntansi biaya fokus pada perhitungan harga
pokok produk atau jasa dan analisis biaya yang digunakan dalam proses
produksi. Informasi biaya ini sangat penting untuk penyusunan laporan
keuangan dan juga digunakan oleh manajemen untuk perencanaan,
pengendalian, dan pengambilan keputusan.
Hubungan Ketiga Bidang Akuntansi
 Akuntansi Keuangan → menyajikan laporan untuk pihak eksternal.
 Akuntansi Manajemen → menyajikan informasi untuk pihak internal.
 Akuntansi Biaya → menjadi penghubung karena menyediakan data biaya
yang dibutuhkan keduanya.
 Untuk keuangan, data biaya masuk ke laporan keuangan (misalnya
harga pokok penjualan dan persediaan).
 Untuk manajemen, data biaya digunakan untuk analisis,
perencanaan, dan keputusan operasional.

Dari perbedaan ketiga bidang tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntansi


biaya merupakan bagian khusus dari akuntansi yang terhubung dengan akuntansi
keuangan maupun akuntansi manajemen. Dalam konteks pelaporan eksternal,
akuntansi biaya harus mengikuti karakteristik akuntansi keuangan, sedangkan
dalam konteks internal, ia menyesuaikan dengan kebutuhan akuntansi manajemen.

9
Oleh karena itu, akuntansi biaya berfungsi sebagai penghubung penting dalam
sistem akuntansi, khususnya pada perusahaan manufaktur, untuk menyusun
laporan harga pokok produksi yang bermanfaat bagi kedua jenis akuntansi
lainnya.

2.6 Pengertian Akuntansi Biaya

biaya adalah cabang akuntansi yang fokus pada proses pengumpulan,


pencatatan, pengukuran, analisis, dan pelaporan informasi terkait biaya produksi
barang atau jasa dalam sebuah perusahaan. Tujuannya adalah membantu
manajemen dalam pengambilan keputusan, perencanaan, pengendalian, dan
evaluasi kinerja perusahaan. Akuntansi biaya mencakup pencatatan semua biaya
terkait produksi mulai dari bahan baku, tenaga kerja langsung, hingga biaya
overhead pabrik.
Menurut beberapa ahli:
 Charles T. Horngren menyatakan bahwa akuntansi biaya adalah sistem
informasi yang mengukur kinerja, mempengaruhi perilaku, dan memandu
pengambilan keputusan dalam perusahaan.
 Colin Drury mendefinisikannya sebagai proses mengukur, menganalisis,
dan melaporkan informasi keuangan dan non-keuangan yang berkaitan
dengan biaya produksi barang atau jasa.
 Mulyadi menjelaskan bahwa definisi akuntansi biaya merupakan proses
pencatatan, penggolongan, peringksan, dan penyajian biaya pembuatan
produk dan penjualan produk atau jasa dengan cara-cara tertentu serta
penafsiran terhadapnya
Informasi yang disajikan dalam suatu laporan pembuatan dan penjualan
produk tergantung kepada pembelinya. Apabila pemakai informasi tersebut adalah
di dalam perusahaan maka, akuntansi menjadi bagian dari akuntansi manajemen.
Sedangkan apabila informasi yang disajikan adalah untuk pemakai di luar
perusahaan, maka akuntansi biaya akan menjadi bagian dari akuntansi keuangan.
Karena itu akuntansi biaya harus tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang
diterima umum yaitu Standar Akuntansi yang digunakan adalah standar untuk
Indonesia.

10
Akuntansi biaya memberikan data biaya yang akurat dan rinci yang
digunakan untuk menentukan harga pokok produk, mengendalikan biaya, serta
mendukung strategi manajemen dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas
perusahaan. Singkatnya, akuntansi biaya bukan hanya sekadar pencatatan biaya,
tetapi juga analisis dan interpretasi informasi biaya untuk mendukung keputusan
bisnis yang lebih tepat dan efisien.

2.7 Tujuan Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya memiliki tiga tujuan utama yaitu:


1. Menentukan harga pokok
- Pada Akuntansi Keuangan, akuntansi biaya menyajikan informasi
harga pokok berdasarkan data historis (misalnya harga pokok
penjualan/HPP dan nilai persediaan dalam laporan keuangan).
- Pada Akuntansi Manajemen, akuntansi biaya lebih fleksibel, tidak
terikat standar akuntansi, dan disesuaikan dengan kebutuhan
manajemen (misalnya penetapan harga jual atau analisis profitabilitas
produk).
➝ Ini menunjukkan bahwa akuntansi biaya menyediakan data yang
sama, tetapi digunakan dengan cara berbeda oleh keuangan (untuk
eksternal) dan manajemen (untuk internal).
2. Mengendalikan biaya
- Akuntansi biaya membantu manajemen mengendalikan pengeluaran
dengan cara membandingkan biaya yang direncanakan (budget)
dengan biaya aktual.
- Hasil analisis penyimpangan (variance analysis) ini sangat bermanfaat
bagi Akuntansi Manajemen untuk pengendalian operasional.
- Data ini juga memengaruhi Akuntansi Keuangan, karena hasil
perhitungan biaya aktual akan masuk ke laporan keuangan (misalnya
beban pokok).
➝ Artinya, akuntansi biaya mendukung pengendalian biaya internal
sekaligus menghasilkan informasi keuangan yang akurat untuk
pelaporan eksternal.

11
3. Pengambilan keputusan
- Akuntansi biaya menyediakan informasi yang bersifat proyeksi (masa
depan), seperti estimasi biaya produksi, analisis break-even, dan
margin kontribusi.
- Informasi ini digunakan oleh Akuntansi Manajemen dalam membuat
keputusan strategis (misalnya: apakah akan menambah kapasitas
produksi, menghentikan produk tertentu, atau menentukan harga jual).
- Walaupun lebih dominan ke internal, data ini tetap berpengaruh ke
Akuntansi Keuangan, karena keputusan yang diambil akan tercermin
dalam laporan keuangan di periode mendatang.
➝ Ini menegaskan peran akuntansi biaya sebagai penopang utama
pengambilan keputusan internal, yang hasilnya juga memengaruhi
informasi eksternal.

2.8 Penggolongan Biaya

Penggolongan biaya adalah proses sistematis untuk mengelompokkan


semua elemen yang ada kedalam kategori-kategori yang lebih ringkas, sehingga
memberikan informasi yang lebih bermakna atau penting. Beberapa metode
umum penggolongan biaya:

2.8.1 Penggolongan Berdasarkan Fungsi Utama dari Kegiatan Perusahaan


a) Fungsi Produksi
Melibatkan pengolahan menjadiproduk jadi siap jual. bahan mentah
b) Fungsi Pemasaran
Mencakup kegiatan penjualan produk dengan memuaskan pelanggan dan
menghasilkan laba yang diharapka, serta pengumpulan kas dari penjualan.
c) Fungsi Administrasi dan Umum
Termasuk kegiatan menetapkan kebijakan, arahan, dan pengawasan
keseluruhan perusahaan agar efektif dan efisien.
d) Fungsi Keuangan
Melibatkan kegiatan keuangan perusahaan seperti pengelolaan dana yang
dibutuhkan.
Berdasarkan fungsi-fungsi ini, biaya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

12
1) Biaya Produksi
Semua biaya yang terkait dengan fungsi produksi atau transformasi bahan
baku menjadi produk jadi.
2) Biaya Bahan Baku
Harga pembelian bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
3) Biaya Tenaga Kerja Langsung
Upah yang diberikan kepada tenaga kerja langsung di pabrik yang dapat
diidentifikasi dalam produk
4) Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik merujuk kepada semua biaya produksi yang
bukan termasuk dalam biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja
langsung, atau secara umum disebut sebagai biaya produksi tidak
langsung. Bahan tidak langsung adalah bahan bahan yang tidak menjadi
unsur utama dalam proses produksi, tetapi berfungsi sebagai pelengkap
atau untuk memperlancar proses produksi, seperti bahan bakar dan bahan
untuk pemeliharaan fasilitas. Biaya tenaga kerja tidak langsung adalah
tenaga kerja yang tidak berdampak langsung pada pembentukan produk,
seperti supervisor, staf bengkel dan pemeliharaan, serta tenaga
administratif pabrik.
Biaya produksi selain bahan baku dan tenaga kerja langsung
mencakup biaya bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung, penyusutan
aktiva tetap pabrik, perbaikan dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik, biaya
listrik, air, asuransi, dan overhead lainnya.
5) Biaya Pasaran
Biaya yang terjadi dalam proses penjualan produk hingga
pengumpulan piutang menjadi kas. Biaya tenaga kerja pemasaran
mencakup segala pengeluaran yang terkait dengan karyawan yang terlibat
langsung dalam kegiatan pemasaran suatu produk atau jasa. Ini mencakup
upah dan gaji karyawan pemasaran yang terlibat dalam merancang,
menjalankan, dan mengelola strategi pemasaran. Selain itu, biaya ini
mencakup juga gaji manajer pemasaran yang bertanggung jawab atas
pengawasan dan pengkoordinasian tim pemasaran.

13
Selain komponen upah dan gaji, biaya kesejahteraan karyawan
pemasaran juga termasuk dalam biaya tenaga kerja pemasaran. Ini
mencakup tunjangan kesehatan, program kesejahteraan, dan manfaat
lainnya yang diberikan kepada karyawan pemasaran untuk memastikan
keamanan dan kesejahteraan mereka. Secara keseluruhan, biaya tenaga
kerja pemasaran mencakup semua komponen pengeluaran yang berkaitan
langsung dengan tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan pemasaran, dari
upah dan gaji hingga tunjangan kesejahteraan dan komisi, yang semuanya
penting untuk mendukung strategi pemasaran yang efektif dan efisien.
Terakhir, biaya tenaga kerja pemasaran juga mencakup biaya
komisi pramuniaga atau insentif yang diberikan kepada karyawan
pemasaran sebagai insentif untuk mencapai target penjualan atau kinerja
yang ditetapkan.
6) Biaya Administrasi dan Umum
Semua biaya yang terkait dengan fungsi administrasi dan
manajemen umum perusahaan, termasuk dalam menetapkan kebijakan,
arahan, dan pengawasan operasional secara keseluruhan. Biaya
administrasi dan umum mencakup semua pengeluaran yang terkait dengan
manajemen dan operasi harian suatu perusahaan. Ini termasuk berbagai
aspek seperti gaji untuk bagian keuangan, personalia, dan akuntansi, yang
merupakan komponen penting dalam memastikan fungsi administrasi yang
lancar dan akurat.
Gaji untuk direktur dan wakil direktur juga termasuk dalam biaya
administrasi dan umum, mencerminkan tanggung jawab strategis mereka
seperti tunjangan kesehatan, asuransi, dan manfaat lainnya yang bertujuan
untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka dalam
pengambilan keputusan dan pengawasan operasional perusahaan. Selain
gaji, biaya ini juga mencakup berbagai program kesejahteraan untuk
karyawan di bagian administrasi dan umum,
Secara keseluruhan, biaya administrasi dan umum mencakup
semua pengeluaran yang berkaitan dengan manajemen internal
perusahaan, termasuk gaji untuk berbagai divisi kunci serta berbagai

14
bentuk tunjangan dan manfaat untuk karyawan. Hal ini penting untuk
memastikan bahwa fungsi administrasi perusahaan dapat beroperasi secara
efektif dan mendukung pencapaian tujuan strategis jangka panjang.
7) Biaya Keuangan
Semua biaya yang timbul dari kegiatan keuangan perusahaan, seperti biaya
bunga dan lain-lain

2.8.2 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Periode Akuntansi dimana Biaya


akan Dibebankan
 Pengeluaran Modal
Adalah biaya yang memberikan manfaat selama beberapa periode
akuntansi atau periode akuntansi yang akan datang. Saat biaya ini terjadi,
biaya tersebut dimasukkan ke dalam harga perolehan aktiva dan
dibebankan sebagai biaya selama periode akuntansi yang menikmati
manfaatnya.
 Pengeluaran Operasional
Adalah biaya yang memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi di
mana biaya tersebut terjadi. Biasanya, biaya ini langsung dibebankan
sebagai biaya dan tidak diakumulasi sebagai bagian dari harga perolehan
aktivitas

2.8.3 Pengelompokan Biaya berdasarkan Tendensi Perubahan Terhadap


Aktivas atau Volume
 Biaya Tetap
Biaya Tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap konstan dan tidak
dipengaruhi oleh perubahan volume aktivitas atau kegiatan.
 Biaya Variabel
Biaya Variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding
dengan perubahan volume aktivitas. Semakin tinggi volume aktivitas,
semakin tinggi total biaya variabelnya, dan sebaliknya.
Biaya overhead pabrik variabel adalah jenis biaya yang berubah secara
total dengan fluktuasi dalam volume aktivitas produksi, tetapi biayanya
per unit tetap. Dengan kata lain, ketika volume produksi meningkat atau
menurun, total biaya overhead variabel juga akan berubah, namun biaya

15
per unit produk tetap konstan. Jenis biaya ini mencakup berbagai elemen
seperti biaya bahan baku tidak langsung, di mana bahan-bahan tersebut
tidak langsung menjadi bagian integral dari produk akhir tetapi
mendukung proses produksi seperti pelumas untuk mesin dan bahan-bahan
lain yang diperlukan untuk pemeliharaan fasilitas pabrik.
Selain itu, biaya overhead variabel juga mencakup tenaga kerja tidak
langsung yang dibayar berdasarkan jumlah jam kerja, seperti upah untuk
operator mesin pengangkat barang dan pengurus fasilitas pabrik. Biaya ini
berfluktuasi sesuai dengan jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk
mendukung tingkat aktivitas produksi yang berubah-ubah.
Bagian lain dari biaya overhead pabrik variabel adalah bagian variabel dari
bebe fasilitas pabrik, yang mengacu pada biaya-biaya yang berubah secara
langsung dengan aktivitas produksi, seperti biaya utilitas yang meningkat
seiring dengan penggunaan mesin yang lebih intensif atau bahan bakar
untuk operasi pabrik ini, perusahaan dapat lebih efektif mengelola biaya
produksi mereka, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan
membuat keputusan yang lebih tepat dalam perencanaan operasional dan
strategi bisnis mereka.
 Biaya Semi variabel
Biaya overhead semi variabel adalah jenis biaya yang mengalami
perubahan total namun tidak secara proporsional dengan fluktuasi volume
aktivitas produksi. Dengan kata lain, ketika volume produksi mengalami
perubahan, total biaya overhead semi variabel juga akan berubah, tetapi
tidak dalam tingkat yang sama atau sebanding. Contoh dari biaya ini
termasuk biaya reparasi dan pemeliharaan untuk mesin, gedung, dan
kendaraan pabrik.
Perubahan dalam biaya overhead semi variabel dapat disebabkan oleh
berbagai faktor, seperti pemeliharaan yang diperlukan untuk memperbaiki
atau memelihara mesin dan fasilitas pabrik yang digunakan dalam
produksi. Meskipun biaya ini tidak tergantung secara langsung pada
volume produksi saat ini, mereka masih mempengaruhi total biaya
produksi perusahaan dan memerlukan perencanaan dan pengawasan yang

16
hati-hati dalam pengelolaan keuangan dan operasional perusahaan. Biaya
semi variabel adalah biaya yang totalnya berubah sesuai dengan volume
aktivitas, tetapi perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume
aktivitas, total biaya akan meningkat, tetapi tidak dalam proporsi linier.

2.8.4 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Obyek atau Pusat Biaya yang


Dibiayai
 Biaya Langsung (Direct Cost)
Biaya langsung (Direct Cost) adalah biaya yang bisa diidentifikasi
langsung terhadap obyek atau pusat biaya tertentu.
 Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Biaya tidak langsung (Indirect Cost) adalah biaya yang tidak bisa
diidentifikasi langsung terhadap obyek atau pusat biaya tertentu atau biaya
yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya

2.8.5 Pengelompokan Biaya untuk Tujuan Pengendalian Biaya


 Biaya Terkendali
Biaya terkendali adalah biaya yang bisa langsung dipengaruhi oleh
seorang pimpinan dalam periode waktu tertentu.
 Biaya tidak Terkendali
Biaya tidak terkendali adalah biaya yang tidak bisa dipengaruhi oleh
seorang pimpinan berdasarkan wewenang yang dimilikinya atau tidak
dapat dipengaruhi dalam periode waktu tertentu.

2.8.6 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Tujuan Pengambilan Keputusan


 Biaya Relevan
Biaya relevan adalah biaya yang mempengaruhi pengambilan keputusan
dan harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan,
misalnya dalam memilih antara dua alternatif atau lebih.
 Biaya Tidak Relevan
Biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan
keputusan dan tidak perlu dipertimbangkan dalam proses pengambilan
keputusan.
Contoh pengambilan keputusan yang dapat mempertimbangkan biaya relevan
meliputi: membeli atau membuat suatu produk, menerima atau menolak pesanan

17
khusus, mengganti atau mempertahankan mesin lama, menentukan harga jual, dan
sebagainya.

2.9 Metode Penentuan biaya Produksi

Penentuan harga pokok produksi yang akurat sangat penting untuk analisis
profitabilitas dan keputusan strategis yang berkenaan dengan desain produk,
penetapan harga dan bauran produk. Bahwa manfaat informasi harga pokok
produksi yaitu menentukan harga jual produk, memantau realisasi biaya produksi,
menghitung laba atau rugi periodik, menentukan harga pokok persediaan produk
jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.
Perusahaan manufaktur diwajibkan untuk menetapkan metode perhitungan
harga pokok penuh untuk keperluan pelaporan pada pihak eksternal. Dalam sistem
harga pokok penuh seluruh biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap
dibebankan kepada produk.

2.9.1 Full Coasting


Full Costing merupakan metode penentuan biaya produksi yang
memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi, yang
terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik, baik yang berprilaku variabel maupun tetap. Biaya produk yang dihitung
dengan pendekatan full costing terdiri dari unsur kos produksi (biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non
produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).

2.9.2 Variable Coasting


Variable Costing merupakan metode penentuan cost produksi yang hanya
memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel ke dalam kos produksi,
yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead variabel.

2.9.3 Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktivitas (ABC)


Salah satu cara terbaik untuk memperbaiki sistem kalkulasi biaya adalah
dengan menerapkan sistem kalkulasi biaya berdasarkan aktivitas (activity base
costing). Sistem activity base costing (ABC) memperbaiki sistem kalkulasi biaya
dengan mengidentifikasi aktivitas individual sebagai objek biaya pokok

18
(fundamental). Aktivitas bisa berupa kejadian, tugas atau unit kerja dengan tujuan
khusus. sistem ABC menghitung biaya setiap aktivitas serta membebankan biaya
ke objek biaya seperti produk dan jasa berdasarkan setiap aktivitas yang
dibutuhkan untuk menghasilkan tiap produk atau jasa. Hierarki biaya di dalam
ABC mengategorikan biaya tidak langsung menjadi pool biaya yang berbeda
berdasarkan jenis pemicu biaya, atau dasar alokasi biaya yang berbeda, atau
perbedaan tingkat kesulitan dalam menentukan hubungan sebab akibat. Sistem
ABC biasanya menggunakan hierarki biaya dalam empat tingkatan yaitu:
a. Biaya tingkat unit output adalah biaya aktivitas yang dilaksanakan atas
setiap unit produk atau jasa individual. Biaya operasi mesin cetak (sepert
biaya listrik, penyusutan mesin, dan reparasi) yang terkait dengan aktivitas
pengoperasian mesin cetak otomatis merupakan biaya tingkat output.
Biaya-biaya tersebut merupakan biaya tingkat unit output karena biasanya
biaya aktivitas ini meningkat seiring dengan penambahan unit output yang
diproduksi.
b. Biaya tingkat batch adalah biaya aktivitas yang berkaitan dengan
kelompok unit, produk atau jasa, dan bukan dengan setiap unit produk atau
jasa individual.
c. Biaya pendukung produk merupakan biaya aktivitas yang dilakukan untuk
mendukung setiap produk atau jasa tanpa menghiraukan jumlah unit atau
batch yang dibuat.
d. Biaya pendukung fasilitas adalah biaya aktivitas yang tidak dapat
ditelusuri ke produk atau jasa individual namun mendukung operasi
perusahaan secara keseluruhan.

2.9.4 Perbedaan Perhitungan Rugi-Laba Metode Full Costing dengan


Metode Variable Costing
a. Perbedaan pokok antara metode full costing dengan variable costing
adalah terletak pada perlakuan terhadap biaya overhead pabrik tetap.
b. Bila volume penjualan konstan volume produksi berubah, maka laporan
rugi laba variable costing menunjukkan laba atau rugi yang konstan karena
laba tidak dipengaruhi oleh perubahan persediaan, sedangkan laporan rugi-

19
laba full costing akan menunjukkan laba atau rugi yang berubah, karena
dipengaruhi oleh perubahan persediaan.
c. Bila volume produksi konstan, kedua metode tersebut akan menunjukan
laba yang berubah sesuai dengan penjualannya, yaitu bila volume
penjualan naik, maka laba akan naik dan sebaliknya apabila volume
penjualan turun, maka laba akan turun, tetapi perubahan laba dalam kedua
metde tersebut tidak sama, karena di dalam full costing perubahannya
dipengaruhi oleh perubahan persediaan.
Tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan di muka kemudian
digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik kepada produk yang
diproduksi. Jika perusahaan menggunakan metode full costing di dalam penentuan
harga pokok produksinya, produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan
menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel dan tarif biaya overhead tetap.
Jika perusahaan menggunakan metode variable costing di dalam penentuan harga
pokok produksinya, produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan
menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel.

2.9.5 Metode Full Costing menunda


Pembebanan biaya overhead pabrik tetap sebagai sampai saat produk yang
bersangkutan dijual. Jadi biaya overhead pabrik yang berperilaku tetap maupun
yang variabel, masih dianggap sebagai aktiva (karena melekat pada persediaan)
sebelum persediaan tersebut tersebut. Full Costing mengadakan pemisahan antara
biaya produksi dengan period cost. Biaya produksi adalah biaya yang
didefinisikan dengan produk yang dihasilkan, sedangkan period cost adalah biaya-
biaya yang tidak ada hubungannya dengan produksi dan dibebankan sebagai biaya
dalam periode terjadinya. Biaya yang termasuk dalam period cost menurut Full
Costing adalah biaya pemasaran, dan biaya administrasi dan umum (baik yang
berprilaku tetap maupun variabel).
a. Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dalam Metode Full
Costing
b. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dalam rekening
control biaya yang sesungguhnya. Rekening ini dirinci lebih lanjut dalam
kartu biaya untuk jenis biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.

20
c. Perhitungan dan Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik dengan Metode
Full Costing Jika perusahaan menggunakan metode full costing dalam
menentukan harga pokok produksinya, pada akhir periode akuntansi
dilakukan perhitungan selisih biaya overhead pabrik yang dibebankan
kepada produk( Mulyadi, 2009, p. 208 ). Selisih tersebut disebabkan
karena satu atau beberapa faktor. Salah satu faktor penyebab terjadinya
selisih tersebut adalah kurang tepatnya taksiran biaya overhead pabrik
yang digunakan untuk menghitung tarif. Sedangkan faktor antara lainnya
adalah:
- Biaya overhead yang sesungguhnya terjadi besar atau kecil bila
dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan
(yang digunakan untuk menghitung tarif biaya overhead pabrik
atas dasar kapasitas normal), yang telah disesuaikan dengan tingkat
kapasitas sesungguhnya. Hal ini merupakan petunjuk bahwa
perusahaan telah mengeluarkan biaya overhead terlalu banyak atau
sangat hemat.
- Penyebab pertama ini terutama adalah biaya overhead pabrik
variabel.
- Kegiatan produksi lebih besar atau kurang untuk menyerap bagian
biaya overhead pabrik tetap untuk bulan tertentu. Hal ini
merupakan petunjuk ketidak efesinsinan, adanya idle time
overtime. Selisih ini berhubungan dengan biaya overheadpabrik
tetap.
- Selisih biaya overhead pabrik ini mungkin terjadi sebagai akibat
faktor-faktor musiman seperti perbedaan jumlah hari dalam bulan
atau sifat-sifat musiman elemen biaya overhead pabrik tertentu.
- Selisih ini disebabkan oleh biaya overhead pabrik baik yang berupa
variabel maupun yang tetap.

2.9.6 Pengumpulan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya dalam Metode


Full Costing
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dalam rekening
kontrol biaya yang [Link] ini dirinci lebih lanjut dalam kartu

21
biaya untuk jenis biayao verhead pabrik yang sesungguhnya terjadi. Jurnal untuk
mencatat biaya overhead pabrik sesungguhnya

2.9.7 Perhitungan dan Analisis Selisih Biaya OverheadPabrik dengan Metode


Full Costing
Jika perusahaan menggunakan metode full costing dalam penentuan harga
pokok produksinya, pada akhir periode akuntansi dilakukan penghitung selisih
biaya overhead yang dibebankan kepada produk. Untuk mencatat biaya overhead
pabrik jurnalnya adalah sebagai berikut:
- Jurnal untuk menutup rekening biaya overhead pabrik yang dibebankan ke
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya.
- Jurnal untuk mencatat selisih biaya overhead pabrik
- Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi besar atau kecil
- Kegiatan produksi lebih besar atau kurang
- Selisih biaya overhead pabrik mungkin terjadi sebagai akibat faktor-faktor
musiman

22
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan mengenai akuntansi biaya, dapat ditarik beberapa


poin penting sebagai berikut:
a. Akuntansi biaya merupakan bagian dari sistem akuntansi yang berfungsi
mencatat, menggolongkan, meringkas, menyajikan, dan menafsirkan biaya
produksi maupun penjualan produk/jasa.
b. Akuntansi biaya memiliki peranan penting dalam mendukung akuntansi
keuangan dan akuntansi manajemen karena menyediakan informasi yang
dibutuhkan baik untuk kepentingan eksternal maupun internal.
c. Tujuan utama akuntansi biaya meliputi:
d. Menentukan harga pokok produksi.
e. Mengendalikan biaya dengan membandingkan anggaran dan realisasi.
f. Memberikan informasi relevan untuk pengambilan keputusan manajerial.
g. Biaya dapat digolongkan berdasarkan objek pengeluaran, fungsi pokok
perusahaan, hubungan dengan sesuatu yang dibiayai, serta perilakunya
terhadap perubahan volume produksi.
h. Dalam proyek konstruksi, biaya terdiri atas biaya langsung (direct cost) dan
biaya tidak langsung (indirect cost), yang keduanya membentuk biaya total
proyek.
i. Metode penentuan biaya produksi dapat dilakukan dengan full costing
maupun variable costing, yang penggunaannya harus disesuaikan dengan
tujuan analisis dan kebutuhan manajemen.
Dengan demikian, akuntansi biaya bukan hanya sekadar alat perhitungan
biaya, melainkan juga instrumen penting untuk efisiensi, pengendalian, serta
pengambilan keputusan strategis perusahaan.

3.2 Saran

Perusahaan disarankan untuk menerapkan akuntansi biaya secara konsisten


serta menyesuaikan metode perhitungan biaya dengan kebutuhan, baik untuk

23
pelaporan eksternal maupun keputusan internal. Manajer perlu memahami
klasifikasi biaya agar dapat mengendalikan pengeluaran secara efisien, sementara
dalam proyek konstruksi penting dilakukan pemantauan biaya langsung dan tidak
langsung guna mencegah pembengkakan anggaran.

24

Anda mungkin juga menyukai