0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan143 halaman

Literasi Matematika dan Gaya Belajar SMP

Skripsi ini menganalisis kemampuan literasi matematika peserta didik SMP Negeri 1 Palopo dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya belajar dan kemampuan literasi matematika siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran matematika di sekolah.

Diunggah oleh

Faikotul Azmiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan143 halaman

Literasi Matematika dan Gaya Belajar SMP

Skripsi ini menganalisis kemampuan literasi matematika peserta didik SMP Negeri 1 Palopo dalam menyelesaikan soal PISA berdasarkan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya belajar dan kemampuan literasi matematika siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran matematika di sekolah.

Diunggah oleh

Faikotul Azmiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA

PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL


PISA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
DI SMP NEGERI 1 PALOPO

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Guna Memperoleh Gelar Sarjana


Pendidikan ([Link]) pada Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo

Oleh

AHMAD RIVAI
17 0204 0014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) PALOPO
2022
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA
PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL
PISA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
DI SMP NEGERI 1 PALOPO

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Guna Memperoleh Gelar Sarjana


Pendidikan ([Link]) pada Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo

Oleh

AHMAD RIVAI
17 0204 0014

Pembimbing :
1. Alia Lestari, [Link].,[Link].
2. Nilam Permatasari Munir, [Link].,[Link].

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) PALOPO
2022
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertandatangan di bawah ini :


Nama : Ahmad Rivai
NIM : 17 0204 0014
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Program Studi : Pendidikan Matematika
menyatakan dengan sebenarnya bahwa :
1. Skripsi ini merupakan hasil karya saya sendiri, bukan plagiasi atau
dipublikasi dari tulisan/karya orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau
pikiran saya sendiri,
2. Seluruh bagian dari skripsi ini adalah karya saya sendiri selain kutipan yang
ditunjukkan sumbernya. Segala kekeliruan dan atau kesalahan yang ada di
dalamnya adalah tanggung jawab saya.

Bilamana di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia
menerima sanksi administratif atas perbuatan tersebut dan gelar akademik yang
saya peroleh karena dibatalkan.
Demikian pertanyaan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Palopo, 31 Maret 2022


Yang membuat pernyataan,

Ahmad Rivai
17 0204 0014

iii
iv
Nilam Permatasari Munir, [Link]., [Link]
Muh. Hajarul Aswad A., [Link]
Lisa Aditya Dwiwansyah Musa,, [Link]., [Link]

NOTA DINAS PENGUJI

Lamp. : Draft Skripsi


Hal : Kelayakan Pengujian Draft Skripsi

Yth. Dekan Fakultas Dr. Nurdin Kaso, [Link]


Di
Palopo
Assalamu ’alaikum wr. wb.
Setelah melakukan bimbingan, baik dari segi isi, bahasa maupun teknik
penulisan terhadap naskah skripsi mahasiswa di bawah ini :
Nama : Ahmad Rivai
NIM : 17 0204 0014
Program Studi : Tadris Matematika
Judul Skripsi : Analisis Kemampuan Literasi Matematika Peserta
Didik dalam Menyelesaiakn Soal PISA Ditinjau dari
Gaya Belajar di SMP Negeri 1 Palopo

menyatakan bahwa skripsi tersebut sudah memenuhi syarat-syarat akademik dan


layak untuk diajukan dan diujikan pada ujian munaqasyah.
Demikian persetujuan ini dibuat untuk proses selanjutnya.
wassalamu ‘alaikum wr. wb.

v
PRAKATA

‫بسم هللا الر حمن الرحيم‬


Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt, yang telah

menganugerahkan rahmat, hidayah serta kekuatan lahir dan batin, sehingga

penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “Analisis

Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal PISA

ditinjau dari Gaya Belajar di SMP Negeri 1 Palopo” setelah melalui proses

panjang.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, kepada para keluarga,

sahabat dan pengikut-pengikutnya. Serta ucapan terimah kasih yang tulus,

teristimewah kepada kedua orang tua tercinta, ayahanda Latif dan ibunda Hakipa

yang telah mengasuh dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang sejak kecil

hingga sekarang, dan segala yang telah diberikan kepada anak-anaknya, serta

saudara-saudaraku yang selama ini selalu membantu dan mendoakanku. Mudah-

mudahan Allah swt, mengumpulkan kita semua dalam surga-Nya kelak.

Skripsi ini disusun sebagai syarat yang harus diselesaikan, guna

memperoleh gelar sarjana pendidikan dalam bidang pendidikan matematika pada

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Penulisan skripsi ini dapat

terselesaikan berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari banyak pihak. Oleh

karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga dengan

penuh ketulusan hati dan keikhlasan; kepada :

1. Prof. Dr. Abdul Pirol, [Link]. selaku Rektor IAIN Palopo, Dr. H. Muammar

Arafat, S.H., M.H. selaku Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Syarief Iskandar, SE.,

vi
MM. selaku Wakil Rektor II, dan Dr. Muhaemin, MA. selaku Wakil Rektor

III.

2. Dr. Nurdin Kaso, [Link]. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

IAIN Palopo, Dr. Munir Yusuf, [Link]., [Link]. selaku Wakil Dekan I, Ibu Dr.

Hj. Andi Riawarda, [Link]. selaku Wakil Dekan II dan Ibu Dra. Nursyamsi,

[Link].I. selaku Wakil Dekan III.

3. Muh. Hajarul Aswad A., [Link]., [Link]. selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Matematika di IAIN Palopo sekaligus penguji 1 yang telah membantu dan

mengarahkan dalam penyelesaian skripsi.

4. Alia Lestari, [Link]., [Link] selaku pembimbing I dan Nilam Permatasari Munir,

[Link]., [Link], selaku pembimbing II sekaligus Dosen penasehat akademik

yang telah memberikan bimbingan, masukan dan mengarahkan dalam rangka

penyelesaian skripsi.

5. Lisa Aditya Dwiwansyah Musa, [Link]., [Link] selaku penguji II yang telah

banyak memberi arahan untuk menyelesaikan skripsi ini.

6. Seluruh Dosen beserta seluruh staf pegawai IAIN Palopo yang telah mendidik

penulis selama berada di IAIN Palopo dan memberikan bantuan dalam

penyusunan skripsi ini.

7. H. Madehang.,[Link]., [Link] Selaku Kepala Unit Perpustakaan beserta

Karyawan dan Karyawati dalam ruang lingkup IAIN Palopo, yang telah

banyak membantu, khususnya dalam mengumpulkan literatur yang berkaitan

dengan pembahasan skripsi ini.

vii
8. Suriadi Rahmat, [Link]., [Link] selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palopo,

beserta Guru-Guru dan Staf, yang telah memberikan izin dan bantuan dalam

melakukan penelitian.

9. Peserta didik SMP Negeri 1 Palopo yang telah bekerja sama dengan penulis

dalam proses penyelesaian penelitian ini.

10. Kepada semua teman seperjuangan, mahasiswa Program Studi Pendidikan

Matematika IAIN Palopo angkatan 2017 (khususnya kelas A), yang selama

ini membantu dan selalu memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini.

Mudah-mudahan bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Aamiin ya robbal alamin.

Penulis

Ahmad Rivai

viii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ................................................................................. i


HALAMAN JUDUL .................................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iv
NOTA DINAS PENGUJI ............................................................................ v
PRAKATA .................................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................. ix
DAFTAR AYAT ........................................................................................... xi
DAFTAR TABEL. ....................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xv
ABSTRAK .................................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1


A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Batasan Masalah .......................................................................... 9
C. Rumusan Masalah ....................................................................... 9
D. Tujuan Penelitian......................................................................... 10
E. Manfaat Penelitian....................................................................... 10

BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................. 12


A. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan ................................. 12
B. Deskripsi Teori ............................................................................ 13
1. Literasi Matematika ............................................................. 13
2. Kemampaun Literasi Matematika ........................................ 15
3. Studi PISA............................................................................ 21
4. Gaya Belajar ......................................................................... 25
C. Kerangka Pikir............................................................................. 26

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 27


A. Pendekatan dan Jenis Penelitian .................................................. 27
B. Fokus Penelitian .......................................................................... 27
C. Defenisi Istilah ............................................................................ 28
D. Data dan Sumber Data................................................................. 28
E. Instrumen Penelitian .................................................................... 29
F. Lokasi dan Waktu Penelitian....................................................... 30
G. Subjek Penelitian ......................................................................... 30
H. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 31
I. Pemeriksaan Keabsahan Data ..................................................... 33

ix
J. Pengkodean Data Penelitian ........................................................ 34
K. Teknik Analisis Data ................................................................... 34

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA.......................................... 37


A. Deskripi Data............................................................................... 37
B. Pembahasan ................................................................................. 83

BAB V PENUTUP ........................................................................................ 92


A. Simpulan...................................................................................... 92
B. Saran ............................................................................................ 93

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

x
DAFTAR AYAT

Kutipan ayat 1. QS Mujadalah, 58/11 ............................................................ 1

xi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu yang Relevan..... 12


Tabel 2.2 Rincian Level Literasi Draft PISA ................................................. 18
Tabel 3.1 Rentang Nilai Angket Model Likert .............................................. 34
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian ........................................................................... 35
Tabel 4.1 Keadaan Peserta Didik SMP Negeri 1 Palopo ............................... 38
Tabel 4.2 Keadaan Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 1
Palopo............................................................................................................. 38
Tabel 4.3 Pelaksanaan Penelitian ................................................................... 40
Tabel 4.4 Hasil Skor Angket Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP
Negeri 1 Palopo .............................................................................................. 40
Tabel 4.5 Subjek Penelitian Terpilih .............................................................. 41
Tabel 4.6 Hasil Skor Soal PISA Setiap Peserta Didik ................................... 42
Tabel 4.7 Kriteria Nilai Setiap Peserta Didik................................................. 42
Tabel 4.8 Hasil Wawancara PD-V ................................................................ 44
Tabel 4.9 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 2 dan 7 ........................ 46
Tabel 4.10 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 3 dan 4 ...................... 49
Tabel 4.11 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 1 dan 5 ...................... 51
Tabel 4.12 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 8 dan 9 ...................... 53
Tabel 4.13 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 6 ................................ 55
Tabel 4.14 Hasil Wawancara PD-V pada soal Nomor 10 .............................. 56
Tabel 4.15 Hasil Wawancara PD-A .............................................................. 58
Tabel 4.16 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 2 dan 7 ...................... 60
Tabel 4.17 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 3 dan 4 ...................... 62
Tabel 4.18 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 1 dan 5 ...................... 64
Tabel 4.19 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 8 dan 9 ...................... 67
Tabel 4.20 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 6 ................................ 68
Tabel 4.21 Hasil Wawancara PD-A pada soal Nomor 10 .............................. 69
Tabel 4.22 Hasil Wawancara PD-K .............................................................. 71
Tabel 4.23 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 2 dan 7 ...................... 72

xii
Tabel 4.24 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 3 dan 4 ...................... 75
Tabel 4.25 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 1 dan 5 ...................... 77
Tabel 4.26 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 8 dan 9 ...................... 79
Tabel 4.27 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 6 ................................ 81
Tabel 4.28 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 10 .............................. 82
Tabel 4.29 Data Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik
Berdasarkan Level PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar .................................... 83

xiii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Jawaban Peserta Didik Dengan Gaya Belajar Visual................... 44


Gambar 2. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 2 dan 7 ................... 45
Gambar 3. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 3 dan 4 ................... 48
Gambar 4. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 1 dan 5 ................... 50
Gambar 5. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 8 dan 9 ................... 52
Gambar 6. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 6 ............................ 54
Gambar 7. Jawaban Hasil Tes PD-V Pada Soal Nomor 10 ........................... 56
Gambar 8. Jawaban Peserta Didik Dengan Gaya Belajar Auditori ............... 58
Gambar 9. Jawaban Hasil Tes PD-A Pada Soal Nomor 2 dan 7 ................... 59
Gambar 10. Jawaban Hasil Tes PD-A Pada Soal Nomor 3 dan 4 ................. 61
Gambar 11. Jawaban Hasil Tes PD-A Pada Soal Nomor 1 dan 5 ................. 63
Gambar 12. Jawaban Hasil Tes PD-A Pada Soal Nomor 8 dan 9 ................. 66
Gambar 13. Jawaban Hasil Tes PD-A Pada Soal Nomor 6 .......................... 68
Gambar 14. Jawaban Peserta Didik Dengan Gaya Belajar Kinestetik........... 70
Gambar 15. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 2 dan 7 ................. 72
Gambar 16. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 3 dan 4 ................. 74
Gambar 17. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 1 dan 5 ................. 76
Gambar 18. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 8 dan 9 ................. 78
Gambar 19. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 6 .......................... 80
Gambar 20. Jawaban Hasil Tes PD-K Pada Soal Nomor 10 ......................... 82

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Peserta Didik


Lampiran 2 : Angket Gaya Belajar Peserta Didik
Lampiran 3 : Lembar Tes Soal PISA Peserta Didik
Lampiran 4 : Instrumen Asli Soal PISA
Lampiran 5 : Kunci Jawaban Dan Skor Soal PISA
Lampiran 6 : Kisi-Kisi Soal PISA
Lampiran 7 : Lembar Validasi Pedoman Wawancara
Lampiran 8 : Lembar Pedoman Wawancara
Lampiran 9 : Surat Izin Penelitian
Lampiran 10 : Surat Keterangan Selesai Meneliti
Lampiran 11 : Kegiatan Pengerjaan Tes Soal PISA
Lampiran 12 : Kegiatan Wawancara Peserta Didik
Lampiran 13 : Riwayat Hidup

xv
ABSTRAK

Ahmad Rivai, 2022. “Analisis Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik


dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar di
SMP Negeri 1 Palopo”. Skripsi Program Studi Pendidikan
Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama
Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Alia Lestari dan Nilam
Permatasari Munir.

Kemampuan Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang dalam


merumuskan, menggunakan dan menafsirkan matematika dalam berbagai
konteks. Termasuk di dalamnya bernalar secara matematis dalam menjelaskan
serta memprediksi fenomena. Dengan demikian literasi matematika membantu
seseorang untuk mengenali peran atau kegunaan matematika dalam kehidupan
sehari-hari. Salah satu faktor pendukung kemampuan literasi matematika adalah
Gaya belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
kemampuan literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA
ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo dan untuk mengetahui
perbedaan dalam kemampuan literasi matematika peserta didik dalam
menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Subjek dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik dari 27 peserta didik kelas VIII
yang dipilih berdasarkan rumus slovin yang masing-masing memiliki gaya belajar
visual, auditori dan kinestetik. Teknik pengumpulan data yaitu pengisian angket
gaya belajar, tes kemampuan literasi dan wawancara. Data dianalisis secara
deskriptif untuk menggambarkan hasil tes literasi matematika peserta didik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Peserta didik dengan gaya belajar visual
dan peserta didik dengan gaya belajar auditori memiliki kemampuan literasi
matematika pada tingkat level 3 dimana mereka sudah mampu menghubungkan
serta mencerminkan hal-hal yang terlibat dalam interpretasi dan penalaran dasar
sedangkan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan
literasi matematika pada tingkat level 4 dimana dia sudah mampu membangun
dan mengomunikasikan penjelasan dan argumen berdasarkan interpretasi,
argumen dan tindakan. 2) Perbedaan masing-masing dari subjek penelitian yaitu
terletak pada jumlah soal yang dijawab pada setiap level serta langkah-langkah
yang digunakan dalam menyelesaikan soal tes dan pemahaman dari setiap soal
yang dikerjakan.

Kata Kunci : Kemampuan Literasi Matematika, Soal PISA, Gaya Belajar Visual,
Auditori dan Kinestetik

xvi
ABSTRACT

Ahmad Rivai, 2022. "Analysis of Students' Mathematical Literacy Ability in


Solving PISA Problems in terms of Learning Style at SMP Negeri 1
Palopo". Thesis of Mathematics Education Study Program, Faculty
of Tarbiyah and Teacher Training, Palopo State Islamic Institute.
Supervised by Alia Lestari and Nilam Permatasari Munir.

Mathematical literacy is a person's ability to formulate, use and interpret


mathematics in various contexts. This includes mathematical reasoning in
explaining and predicting phenomena. Thus mathematical literacy helps someone
to recognize the role or use of mathematics in everyday life. One of the factors
supporting the ability of mathematical literacy is the learning style of students.
This study aims to describe the mathematical literacy ability of students in solving
PISA questions in terms of learning styles in SMP Negeri 1Palopo and to find out
the differences in students' mathematical literacy abilities in solving PISA
questions in terms of learning styles in SMP Negeri 1 Palopo. This type of
research is a research study. qualitative with descriptive qualitative approach.
The subjects in this study were 3 students from 27 class VIII students who were
selected based on the Slovin formula, each of which has a visual, auditory and
kinesthetic learning style. Data collection techniques included filling out learning
style questionnaires, literacy skills tests, and interviews. The data were analyzed
descriptively to describe the students' mathematical literacy test results. The
results of this study indicate that: 1) Students with visual learning styles and
students with auditory learning styles have mathematical literacy skills at level 3
where they can relate and reflect the things involved in the interpretation and
basic reasoning while students with Kinesthetic learning style has mathematical
literacy skills at level 4 where he can build and communicate explanations and
arguments based on interpretations, arguments, and actions. 2) The difference
between each of the research subjects lies in the number of questions answered at
each level as well as the steps used in solving test questions and understanding
each question that is worked on.

Keywords: Mathematical Literacy Ability, PISA Questions, Learning Style


Visual, Auditory and Kinesthetic

xvii
‫تجويد البحث‬
‫أحمد رفاعي‪".2022،‬تحليل قدرة الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في‬
‫حل شكل ‪ PISA‬من حيث أسلوب التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية‬
‫الواحدة فالوفو"‪.‬رسالة شعبة تدريسالرياضيات‪ ،‬كلية التربية وعلوم‬
‫التعليمية في الجامعة االسالمية الحكومية فالوفو‪ .‬بإشراف عاليا ليستاري‬
‫ونيالم فيرمتاساري مونير‪.‬‬
‫معرفة القراءة و الكتابة الرياضية هي قدرة الشخص علي صياغة و استخدام و تفسير‬
‫الرياضيات في سياقات المختلفة‪ .‬يتضمن ذالك التفكير الرياضي في شرح الظواهر و‬
‫التنبؤ بها و بالتالي فان معرفة القراءة و الكتابة الرياضية تساعد الشخص على التعرف‬
‫على الدور أو استخدام الرياضيات في الحياة اليومية‪ .‬أحد العوامل التي تدعم قدرة‬
‫معرفة القراءة و الكتابة الرياضية هو أسسلوب التعلم لدى الطلبة‪ .‬تهدف هذا البحث الى‬
‫وصف قدرة الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في حل شكل ‪ PISA‬من‬
‫حيث أسلوب التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية الواحدة فالوفو و لمعرفة الفرق قدرة‬
‫الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في حل شكل ‪ PISA‬من حيث أسلوب‬
‫التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية الواحدة فالوفو‪ .‬النوع من هذا البحث هو بحث‬
‫نوعي ذو نهج وصفي نوعي‪ .‬كانت المواد في هذا البحث ‪ 3‬طالب من ‪ 27‬طالبًا من‬
‫الصف الثامن تم اختيارهم بنا ًء على صيغة ‪Slovin‬ولكل منهم أسلوب تعليمي مرئي‬
‫وسمعي وحركي‪ .‬كانت تقنيات جمع البيانات تمأل استبيانات أسلوب التعلم واختبارات‬
‫مهارات القراءة والكتابة والمقابالت‪ .‬تم تحليل البيانات وصفيًا لوصف نتائج اختبار‬
‫معرفة القراءة والكتابة الرياضية للطالب‪ .‬تشير نتائج هذا البحث إلى ما يلي‪)1 :‬‬
‫الطلبة الذين لديهم أساليب التعلم المرئي والطلبة الذين لديهم أساليب تعلم سمعية لديهم‬
‫مهارات معرفة القراءة والكتابة الرياضية في المستوى ‪ 3‬حيث يمكنهم ربط وتعكس‬
‫األشياء المتضمنة في التفسير األساسي واالستدالل بينما يمتلك الطالب ذوو أنماط‬
‫التعلم الحركية مهارات القراءة والكتابة الرياضية في المستوى الرابع حيث يكونون‬
‫قادرين على بناء وتوصيل التفسيرات والحجج بنا ًء على التفسيرات والحجج‬
‫واإلجراءات‪ )2.‬يكمن االختالف بين كل موضوع في عدد األسئلة التي تمت اإلجابة‬
‫عليها في كل مستوى وكذلك في الخطوات المستخدمة في حل أسئلة االختبار وفهم كل‬
‫سؤال يتم العمل عليه‪.‬‬

‫الكلمات األساسية ‪ :‬القدرة على القراءة والكتابة الرياضية ‪ ،‬أسئلة ‪ ، PISA‬أسلوب‬


‫التعلم البصري ‪ ،‬السمعي و الحركية‪.‬‬

‫‪xviii‬‬
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia sebagai individualitas, mempunyai kesamaan serta perbedaan

dengan individualitas lain, bahkan dalam proses pemecahan masalah yang

disebabkan oleh perbedaan dalam preferensi dan kebiasaan yang dipelajari dari

masing-masing peserta didik. Hal ini maka pendidik dituntut untuk memahami

suatu perbedaan dari masing-masing individu peserta didik, tujuannya yaitu untuk

mempersiapkan peserta didik di masa yang akan datang dengan melalui kegiatan

bimbingan belajar serta latihan dalam soal. Ikatan timbal balik antara pendidik

dan peserta didik selalu memengaruhi satu sama lain sebab dalam proses

pembelajaran keduanya mempunyai peran masing-masing. Dalam hubungan

tersebut kedua pihak selalu memengaruhi sesuai kedudukannya sepanjang proses

pembelajaran agar tercapai pembelajaran yang baik dan memperoleh pengetahuan

yang lebih agar menjadi manusia yang berkualitas.

Dimana dalam Firman Allah swt. dalam surah Mujadalah ayat 11 berbunyi

‫ٱَّللُ لَ ُك ۡ ۖۡم َو ِإذَا ِقي َل‬


َّ ‫ح‬ِ ‫س‬ َّ َ‫َٰ ََٰٓيأ َ ُّي َها ٱلَّذِينَ َءا َمنُ َٰٓواْ ِإذَا ِقي َل لَ ُك ۡم تَف‬
َ ‫س ُحواْ ِفي ۡٱل َم َٰ َج ِل ِس فَ ۡٱف‬
َ ‫س ُحواْ َي ۡف‬
َّ ‫ٱَّللُ َّٱلذِينَ َءا َمنُواْ ِمن ُك ۡم َو َّٱلذِينَ أُوتُواْ ۡٱل ِع ۡل َم َد َر َٰ َج ٖۚت َو‬
‫ٱَّللُ ِب َما‬ َّ ‫ش ُزواْ َي ۡرفَ ِع‬ ُ ‫ش ُزواْ فَٱن‬ُ ‫ٱن‬
١ ‫تَعۡ َملُونَ َخ ِبير‬

1
2

Terjemahan : “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu;


“Berlapang-lapanglah dalam majlis”,maka lapangkanlah niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu dan apabila dikatakan : “Berdirilah kamu”, maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 1

Dari surah tersebut mempunyai makna yang artinya yaitu mengenai

manusia yang berilmu lagi beriman. Seperti yang diketahui orang yang

berpengetahuan maka Allah SWT akan meninggikan derajat kita, maka dari itu

kita dituntut untuk selalu menggali ilmu selama hidup di dunia. Karena setiap

orang beriman jika tidak memiliki ilmu tidak akan mengetahui segala apapun.

Namun jika orang berpengetahuan tetapi tidak beriman maka akan tersesat di

dunia. Maka dari itu, manusia harus berpengetahuan lagi beriman guna menjadi

orang yang sukses menjadi manusia yang berkualitas. Maka di sini pendidikan

memiliki tugas penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang

bermanfaat lagi berkualitas.

Salah satu cara yang harus dilakukan untuk meningkatkan sumber daya

manusia ialah setiap negara harus membekali peserta didik dengan pengetahuan

serta keterampilan yang memadai agar dapat berguna, salah satunya tentang

pemahaman matematika. Pemahaman matematika ini cukup penting bagi peserta

didik dalam kesiapan untuk hidup sebagai masyarakat modern. Sebuah masalah

atau situasi yang dihadapi di kehidupan sehari-hari merupakan salah satu konteks

lebih yang membutuhkan tingkatan dalam pemahaman matematika, penalaran

1
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. ( Bandung : Diponegoro )
3

serta alat matematika sebelum hal itu sepenuhnya dipahami dan ditangani.

Kurangnya pemahaman dalam pelajaran matematika seringkali dapat membuat

peserta didik jenuh terhadap pemecahan masalah. Dimana yang kita tahu bahwa

matematika merupakan pelajaran yang membutuhkan penalaran serta pemahaman

konsep yang sesuai. Menyelesaikan permasalahan tersebut diperlukan

kemampuan matematika yang tidak hanya sekedar berhitung atau

mengoperasikannya saja, tetapi diperlukan literasi matematika.2

Salah satu studi yang dilaksanakan untuk mengukur kemampuan peserta

didik guna memberikan informasi yang lebih bermanfaat dalam peningkatan mutu

pendidikan yaitu PISA (Programme International Student Assessment). PISA

dikembangkan oleh negara maju dalam Organization for Economic Cooperation

and Development (OECD) dilaksanakan setiap 3 tahun sekali di beberapa negara.

Tujuan PISA untuk melihat hasil pencapaian belajar peserta didik di beberapa

negara dan mencakup 3 literasi salah satunya yaitu literasi matematika

(mathematical literation). Tujuan mendasar dalam PISA yaitu menilai peserta

didik yang berusia 15 tahun atau baru saja menyelesaikan pendidikan dasar yang

mempunyai kemahiran yang tepat dalam hal membaca, matematika, dan ilmu

pengetahuan. Tidak ada alasan yang pasti mengapa PISA hanya menilai hasil

literasi terhadap peserta didik SMP. Matematika termasuk bahan kajian dalam

PISA. “Prestasi belajar bukan salah satu hal yang hanya dikaji PISA dalam objek

2
Ahmad Fadillah and Ni’mah, “Analisis Literasi Matematika Peserta didik Dalam
Memecahkan Soal Matematika PISA Konten Change and Relationship,” JTAM ( Jurnal Teori
Dan Aplikasi Matematika) 3, no. 2 (2019): 127–31,[Link]
v3i2.1035.
4

matematika tetapi lebih kepada kemampuan dengan kata lain yaitu literasi

matematika”.3

Dalam istilah bahasa, makna kata (Literacy) yaitu “Melek”. Berdasarkan

tujuan PISA draft assessment framework 2012 pengertian literasi dijelaskan

sebagai berikut :

“Mathematical literacy is an individual’s capacity to formulate, employ, and


interpret mathematics in a variety of contexts. It includes reasoning
mathematically and using mathematical concepts, procedures, facts and tools
to describe, explain and predict phenomena. It assists individuals to
recognise the role that mathematics plays in the world and to make the well-
founded judgments and decisions needed by constructive, engaged and
reflective citizens”.4

Menurut tujuan draft assessment framework 2012 literasi matematika ialah

suatu kemampuan dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan

matematika terhadap konteks. Hal ini merupakan penggunaan konsep matematika,

prosedur, serta fakta maupun alat dalam menggambarkan, menjelaskan dan

memprediksi suatu fenomena, ataupun penalaran matematika. Sehingga Ini

individu dapat mengenali peran yang dimainkan matematika di dunia dan untuk

membuat penilaian dan keputusan yang beralasan yang dibutuhkan oleh warga

negara yang konstruktif, terlibat dan reflektif.

Kemampuan literasi matematika yaitu suatu hal kemampuan individu

dalam merumuskan, menguraikan atau menggunakan matematika dalam berbagai

konteks. Termasuk bernalar secara matematis dan mampu menggunakan konsep,

3
Muhammad Syawahid and Susilahudin Putrawangsa, “Kemampuan Literasi Matematika
Peserta didik SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar,” Beta Jurnal Tadris Matematika 10, no. 2 (2017):
222–40, [Link]
4
OECD, PISA 2012 Assessment and Analytical Framework : Mathematics, Reading,
Science, Problem Solving and Financial Literacy (Paris: OECD Publishing, 2013),
https//[Link]/10.1201/9780203869543-c92.
5

prosedur, fakta dan alat matematika dalam menjelaskan serta memprediksi suatu

kejadian. Dengan demikian literasi matematis membantu peserta didik dalam

mengenal peran matematika di dunia dan membuat pertimbangan sebagai warga

negara dalam pengambilan keputusan. Namun pada kenyataan di lapangan terlihat

bahwa banyak kurangnya kemampuan literasi matematis peserta didik.5

Indonesia ikut serta dalam studi PISA dengan tujuan agar memperoleh

informasi yang lebih tentang kemampuan peserta didik Indonesia dalam hal

literasi matematika. Keikutsertaan Indonesia dalam studi PISA sangat berguna

sebagai umpan balik terhadap kebijakan untuk meningkatkan dan mengubah

kualitas pembelajaran matematika di sekolah dan berguna pula untuk peserta didik

dalam bersaing di kanca internasional. Pelaksanaan awal PISA dilakukan pada

tahun 2000 dan Indonesia ikut serta mulai dari tahun 2000 sampai sekarang.

Hasil pencapaian literasi matematika peserta didik Indonesia tahun 2018

berada di posisi 72 dari 77 negara OECD dalam tiga kompetensi. Perolehan ini

mengalami penurunan dari periode sebelumnya yaitu peringkat 62 dari 70 negara

di tahun 2015. Berdasarkan nilai rata-rata, terjadi penurunan nilai PISA Indonesia

di seluruh kompetensi yang diujikan. Salah satunya dalam kompetensi matematika

menurun dari 386 poin di 2015 menjadi 379 poin di 2018 dari rata-rata OECD

489, dan mencapai 28 persen yang mampu sampai hanya kemahiran tingkat dua

atau lebih, rata-rata OECD 76 persen.6

5
Iin Kusniati, “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik Melalui
Penyelesaian Soal-Soal Ekspresi Aljabar Di SMP Negeri 1 Lambu Kibang” (Universitas Islam
Negeri Raden Intan Lampung, 2018).
6
Muhammad Syahrul Ramadhan, “Skor PISA Indonesia Merosot,” [Link], 3
Desember 2019, [Link]
indonesia-merosot, diakses 8 Februari 2020..
6

Sesuai dari pencapain di atas Indonesia selalu berada pada peringkat

jajaran terbawah dan memperoleh skor di bawah rata-rata, jelas hal ini sesuatu

yang perlu diperbaiki dilihat dari hasil yang didapatkan oleh Indonesia dibanding

negara lain. Hasil PISA yang rendah tersebut tentunya disebabkan oleh banyak

faktor. Salah satu faktor penyebab antara lain peserta didik pada umumnya kurang

terlatih dalam menyelesaikan soal-soal dengan karakteristik seperti soal-soal pada

PISA. Pembelajaran lebih banyak menggunakan kegiatan belajar menghafal (rote

learning), peserta didik lebih terbiasa mengerjakan soal-soal yang sesuai dengan

contoh yang diberikan oleh guru tanpa mengetahui manfaatnya.7 Ada pula aspek

lain yang menimbulkan rendahnya hasil PISA Indonesia ialah aspek personal,

aspek instruksional serta aspek area. Namun demikian, rendahnya literasi tersebut

diukur dengan menggunakan instrumen yang berlaku secara Internasional dan

tidak secara spesifik disesuaikan dengan kondisi Indonesia.8 Contohnya yaitu

konteks asing yang belum familiar bagi peserta didik di Indonesia khususnya di

daerah pelosok seperti kereta Maglev, Subway dan lain-lain.

Hal ini dalam meningkatkan peringkat Indonesia pada studi PISA salah

satunya yaitu pembenahan sistem assesment terutama dalam hal kualitas

pembelajaran. Bukan hanya itu pemerintah, maupun pendidik perlu mengkaji hal-

hal yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik

sehingga bisa bersaing di kanca internasional. Konteks dalam literasi merupakan

7
Jurnaidi and Zulkardi, “Pengembangan Soal Model Pisa Pada Konten Change and
Relationship Untuk Mengetahui Kemampuan Penalaran Matematis Peserta didik Sekolah
Menengah Pertama,” Jurnal Pendidikan Matematika 8, no. 1 (2014),
[Link]
8
Rahmawati and Mahdiansyah, “Literasi Matematika Peserta didik Pendidikan Menengah :
Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional Dengan Konteks Indonesia,” Jurnal Pendidikan
Dan Kebudayaan 20 (2014): 452–69, [Link]
7

perihal yang berarti. Sebab dari konteks ini peserta didik bisa mengingat kembali

konsep apa yang hendak digunakan untuk menuntaskan soal konteks tersebut.

Perbedaan gaya belajar peserta didik juga mengambil peran dalam

pembelajaran matematika. Dari beberapa riset menampilkan bahwa aspek gaya

belajar mempengaruhi dalam menerima pengetahuan matematika. Setiap peserta

didik memiliki gaya belajar yang berbeda sehingga dalam menerima, mengolah

dan mengingat informasi yang diperoleh juga berbeda-beda.9 Dalam proses

pendidikan dengan memakai model apapun senantiasa ada aspek yang

mempunyai pengaruh di dalamnya. Salah satu aspek yang pengaruhi kemajuan

proses pendidikan merupakan gaya belajar peserta didik. Gaya belajar seseorang

adalah kombinasi bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur serta

mengolah informasi.10 Banyak tipe gaya belajar yang dikemukakan oleh para ahli.

Salah satu tipe yang banyak digunakan adalah tipe gaya belajar yang

dikemukakan oleh De Porter & Hernacki (2002) yaitu gaya belajar visual, gaya

belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik.11

Berdasarkan hasil penelitian Maulida Fatma Reza Aula bahwa adanya

hubungan antara kemampuan literasi matematika dengan gaya belajar. “Dari hasil

penelitian tersebut mengungkapkan bahwa peserta didik dengan gaya belajar

visual mampu menguasai communication, mathematising, dan representation

9
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas,” Erudio Journal of Educational Innovation 2, no. 1 (2013),
[Link]
10
Mike Hernacki, Bobbi DePorter, Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman
Dan Menyenangkan, 1st ed. (Bandung: Kaifa, 2007) 110.
11
Longinus Tito Hertiandito, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMP Pada
Pembelajaran Knisley Dengan Tinjauan Gaya Belajar,” PRISMA, Prosiding Seminar Nasional
Matematika, 2016, 89–96.
8

dengan baik, sedangkan peserta didik dengan gaya belajar auditori mampu

menguasai communication, mathematising, dan reasoning and argument dengan

baik, dan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik mampu menguasai masing-

masing communication dan mathematising dengan baik.12 Begitupun dengan hasil

penelitian yang dilakukan oleh Nilna Minrohmatillah “bahwa peserta didik

dengan gaya belajar visual berada pada level 3 namun masih terkendala pada 2

indikator, yaitu indikator komunikasi dan matematisasi. Sedangkan peserta didik

dengan gaya belajar auditori berada pada level 6 namun masih terkendala pada 3

indikator, yaitu indikator matematisasi, representasi dan indikator penalaran dan

argumen. Dan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik berada pada level 3

namun masih terkendala pada 2 indikator, yaitu indikator komunikasi dan

matematisasi.13

Berdasarkan wawancara peneliti dengan wakil kepala sekolah bidang

kurikulum di SMP Negeri 1 Palopo mengatakan bahwa sekolah tersebut telah

mengajarkan tentang literasi matematika berdasarkan tuntutan kurikulum 2013

dengan memberikan gambaran tentang literasi matematika dan soal-soal bertipe

PISA baik dalam proses pembelajaran maupun proses ujian. Namun hal ini SMP

Negeri 1 Palopo belum pernah dijadikan sebagai sampel dalam penilaian PISA,

disebabkan karena pemilihan sekolah dan peserta didik untuk dijadikan sampel

dalam penilaian PISA menggunakan metode sampling yang shahih. Kemudian

12
Maulida Fatma and Reza Aula, “Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Gaya
Belajar Dan Gender Peserta Didik Pada Pembelajaran PBL Berbantuan Asesmen” (Universitas
Negeri Semarang, 2018).
13
Nilna Minrohmatillah, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMA Ditinjau
Dari Gaya Belajar Peserta didik Kelas X MA Darul Hikmah Tulungagung” (IAIN Tulungagung,
2019).
9

wawancara juga dilakukan dengan guru matematika ibu Suarsi Arifin, [Link]., M.M

yang ada di SMP Negeri 1 Palopo mengatakan bahwa peserta didik sudah dapat

menggunakan secara baik kemampuan yang dimiliki dan dapat menganalisis dan

mengkomunikasikan serta mampu menyelesaikan permasalahan mengenai literasi

matematika. Namun masih ada beberapa peserta didik yang memang masih butuh

bimbingan, disebabkan karena faktor kemalasan.14 Berdasarkan hasil wawancara

yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Palopo, sehingga peneliti berminat untuk

melihat hasil kemampuan literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan

soal PISA di SMP Negeri 1 Palopo dengan mempertimbangkan gaya belajar.

Maka peneliti akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Analisis

kemampuan literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA

ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo”.

B. Batasan Masalah

Mengingat keterbatasan yang dimiliki peneliti, baik biaya, waktu dan

tenaga, serta menghindari hal-hal yang tidak jelas dan untuk memudahkan dalam

melakukan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yaitu :

1. Penelitian ini hanya dilakukan pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1

Palopo berdasarkan 3 gaya belajar yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi

matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian ini yaitu:

14
Wawancara dilakukan dengan ketua kurikulum dan guru matematika ibu Sunarsi Arifin,
[Link]., M.M pada tanggal 23 Maret 2021 di SMP Negeri 1 Palopo.
10

1. Bagaimana deskripsi kemampuan literasi matematika peserta didik dalam

menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo?

2. Apakah ada perbedaan kemampuan literasi matematika peserta didik dalam

menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo ?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui deskripsi kemampuan literasi matematika peserta didik

dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1

Palopo.

2. Untuk mengetahui perbedaan dalam kemampuan literasi matematika peserta

didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP

Negeri 1 Palopo.

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai analisis kemampuan

literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari

gaya belajar serta dapat menambah referensi baru dalam penelitian selanjutnya

mengenai penelitian ini.

2. Manfaat Praktis

a) Bagi Guru

Sebagai objek masukan untuk pendidik dalam bidang studi matematika

sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika dan mengajak guru


11

untuk lebih menekankan peserta didik dalam meningkatkan kemampuan literasi

matematika.

b) Bagi Sekolah

Sebagai saran dan bahan ajar bagi sekolah dalam mewujudkan program

pengajaran yang sesuai dengan visi sekolah. Selain itu, sebagai wadah yang baik

dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas peserta didik dalam proses

pembelajaran sehingga mutu pendidikan menjadi lebih baik.

c) Bagi Peserta Didik

Agar dapat melengkapi dan memfasilitasi peserta didik dalam pemecahan

masalah pembelajaran matematika ataupun meningkatan pengetahuan inovasi

peserta didik dalam pemecahan masalah serta mudah memahami dalam

memecahkan masalah.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan

Sebelum adanya penelitian ini, ada beberapa penelitian yang relevan yang

pernah dilakukan, yaitu :

Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan Penelitian Terdahulu yang Relevan

No. Keterangan Peneliti 1 Peneliti 2 Peneliti 3 Peneliti 4

1. Penulis Aulia Rohmatul [Link], Allinda Hamida Ahmad Rivai


Hidayah, Ikka Susilahudin
Ananda Hakiki, Putrawangsa
Muhammad Faishal
‘Afwi, dan Shofan
Fiangga

2. Judul “Kemampuan “Kemampuan “Analisis “Analisis


Literasi Matematis Literasi Matematika Kemampuan Literasi Kemampuan
Peserta didik SMP Peserta Didik SMP Matematis Peserta Literasi
dalam Ditinjau Dari Gaya Didik Ditinjau Dari Matematika Peserta
Menyelesaikan Soal Belajar”. Gaya Belajar” Didik dalam
PISA Ditinjau dari Menyelesaikan
Gaya Belajar Soal PISA ditinjau
Visual”. dari Gaya Belajar”

3. Model Gaya Visual Visual Visual Visual


Belajar dan Visual-Auditori dan Auditori Auditori Auditori
Instrumen Visual-Kinestetik Kinestetik Kinestetik Kinestetik

4. Jumlah Subjek 3 3 6 3

5. Jenis Kualitatif Kualitatif Studi Kasus Kualitatif


Penelitian

6. Teknik Angket Gaya Angket Gaya Angket Gaya Angket Gaya


Pengumpulan Belajar dan Belajar, Soal Tes Belajar, Soal Postest Belajar, Soal Tes
Data Soal Tes PISA PISA dan Matematika dan PISA dan
Wawancara Wawancara Wawancara

7. Hasil Gaya belajar visual Peserta didik Peserta didik dengan 1) Peserta didik
Penelitian murni dapat dengan gaya belajar gaya belajar visual dengan gaya belajar
menyelesaikan auditori memiliki mampu mencapai visual dan peserta
semua soal PISA. kemampuan literasi level 5. Sedangkan didik dengan gaya
belajar auditori

12
13

No. Keterangan Peneliti 1 Peneliti 2 Peneliti 3 Peneliti 4


Sedangkan subjek matematika level 4. Kemampuan literasi memiliki
dengan gaya belajar Sedangkan Peserta matematis peserta kemampuan literasi
visual-auditory dan didik dengan gaya didik dengan gaya matematika pada
tingkat level 3,
subjek dengan gaya belajar visual belajar auditorial
sedangkan peserta
belajar visual- memiliki mampu mencapai didik dengan gaya
kinestetik memiliki kemampuan literasi level 5 dan belajar kinestetik
kemampuan literasi matematika level 3 Kemampuan literasi memiliki
matematika yang dan Peserta didik matematis peserta kemampuan literasi
sama.”.15 dengan gaya belajar didik dengan gaya matematika pada
kinestetis memiliki belajar kinestetik tingkat level 4 . 2)
Perbedaan masing-
kemampuan literasi mampu mencapai
masing dari subjek
matematika tingkat level ke 4”.17 penelitian yaitu
level 4”16 terletak pada
jumlah soal yang
dijawab pada setiap
level serta langkah-
langkah yang
digunakan dalam
menyelesaikan soal
tes dan pemahaman
dari setiap soal
yang dikerjakan.

B. Deskripsi Teori

1. Literasi Matematika

Studi PISA di dalam pembelajarannya memakai arti “literasi” yang

menunjuk pada kemampuan yang tidak terpaku pada ilmu selaku tempat domain.

Menurut draft assessment framework PISA 2015, literasi matematika adalah

kemampuan individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan

matematika dalam berbagai konteks ini termasuk penalaran matematis dan

15
Aulia Rohmatul Hidayah et al., “Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik SMP
Dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual” 7, no. 2 (2020): 6–13,
[Link]
16
Syawahid and Putrawangsa, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMP
Ditinjau Dari Gaya Belajar.”
17
Allinda Hamidah, “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik Ditinjau Dari
Gaya Belajar,” Jurnal Cendekia 10, no. 02 (2018): 157–62,[Link]
v10i02.70.
14

menggunakan konsep matematika, prosedur, fakta dan alat untuk

menggambarkan, menjelaskan dan memprediksi fenomena.18 Literasi matematika

juga didefinisikan sebagai “kapasitas untuk mengidentifikasi, memahami, dan

terlibat dalam matematika serta membuat penilaian yang beralasan tentang peran

yang dimainkan matematika dalam kehidupan individu saat ini dan masa depan,

dalam kehidupan sosial dan sebagai warga negara yang konstruktif dan

reflektif”.19 Secara simpel pengertian literasi matematika merupakan ilmu yang

digunakan dalam mengenali serta memakai matematika dasar dalam kehidupan.

Secara khusus kata kerja merumuskan, menerapkan dan menafsirkan

dalam pengertian literasi matematika draft assessment framework 2015 menunjuk

pada 3 proses di mana peserta didik selaku pemecah permasalahan yang aktif

hendak ikut serta dijelaskan sebagai berikut :

a) Merumuskan situasi secara matematis melibatkan identifikasi peluang untuk

menerapkan dan menggunakan matematika.

b) Menerapkan matematika melibatkan penerapan penalaran matematika dan

menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk

mendapatkan solusi matematika.

c) Menafsirkan matematika melibatkan refleksi atas solusi atau hasil matematika

dan menafsirkannya dalam konteks masalah atau tantangan.20

18
OECD, Pisa 2015 Draft Mathematics Framework (Paris: OECD Publishing, 2015).
19
Noga Magen-Nagar, “The Effects of Learning Strategies on Mathematical Literacy: A
Comparison between Lower and Higher Achieving Countries,” International Journal of Research
in Education and Science (IJRES) 2, no. 2 (2016): 306–21, [Link]
20
OECD, Pisa 2015 Draft Mathematics Framework.
15

Mengartikan konsep literasi matematika merujuk pada draft PISA terhadap

kemampuan pemodelan matematika pada kerangka PISA sebelumnya. Individu

yang mampu memecahkan masalah menggunakan matematika secara konseptual

merupakan individu yang aktif dalam matematika. Dalam memecahkan jawaban

dari suatu permasalahan ialah dapat mengubah dan menghubungkan dalam bentuk

model matematika dan mampu menguraikan untuk dapat menghasilkan solusi dari

permasalahan. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa setiap individu dalam

memecahkan masalah akan menggunakan tahap yang sama pada tahap

sebelumnya atau diartikan menggunakan ide awal kembali yang digunakan

sebelum melangkah selanjutnya.21

Ojose, mengartikan literasi matematika ialah kemampuan individu dalam

menggunakan dasar-dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari.22 Sependapat

dengan Stecey & Tuner yang mendefinisikan literasi dalam matematika ialah

pemecah masalah dalam kehidupan sehari-hari yang termuat dalam pemecahan

masalah, mengomunikasikan, serta bernalar dan menjelaskan.23 Setiap individu

tentu mampu merefleksikan matematika logika dalam kehidupan sehari-hari baik

dalam komunitas ataupun masyarakat apabila menguasai literasi matematika.

Dengan menguasai literasi matematika individu dapat berpola pikir secara

matematis dalam membuat keputusan.

2. Kemampuan Literasi Matematika

21
OECD, PISA 2012 Assessment and Analytical Framework : Mathematics, Reading,
Science, Problem Solving and Financial Literacy.
22
Bobby Ojose, “Mathematics Literacy : Are We Able to Put the Mathematics We Learn
into Everyday Use?,” Journal of Mathematics Education 4, no. 1 (2011): 89–100.
23
Kaye Stacey and Ross Turner, The Evolution and Key Concepts of the PISA Mathematics
Frameworks, Assessing Mathematical Literacy: The PISA Experience (Australia: Springer, 2015),
[Link]
16

Kemampuan literasi matematika dari peserta didik dalam draft PISA 2018

mempunyai 8 pokok kompetensi sebagai berikut :

a) Komunikasi : Literasi matematika melibatkan komunikasi. Individu

merasakan adanya beberapa tantangan dan terstimulasi untuk mengenali dan

memahami situasi masalah. Membaca, mengkode, dan menafsirkan

pernyataan, pertanyaan, tugas, atau objek memungkinkan individu untuk

membentuk model mental dari situasi, yang merupakan langkah penting

dalam memahami, mengklarifikasi, dan merumuskan masalah.

b) Mathematising : Literasi matematika dapat melibatkan transformasi masalah

yang didefinisikan di dunia nyata menjadi bentuk matematika yang ketat

(yang dapat mencakup penataan, konseptualisasi, membuat asumsi, dan /

atau merumuskan model), atau menafsirkan atau mengevaluasi hasil

matematika atau model matematika dalam kaitannya dengan masalah asli.

Istilah mathematising digunakan untuk menggambarkan kegiatan matematika

dasar yang terlibat.

c) Representasi : Literasi matematika seringkali melibatkan representasi objek

dan situasi matematika. Hal ini dapat mencakup pemilihan, penafsiran,

penerjemahan, dan penggunaan berbagai representasi untuk menangkap

situasi, berinteraksi dengan masalah, atau untuk mempresentasikan karya

seseorang. Representasi yang dimaksud meliputi grafik, tabel, diagram,

gambar, persamaan, rumus dan bahan beton.

d) Penalaran dan argumen : Kemampuan ini melibatkan proses berpikir yang

berakar secara logis yang mengeksplorasi dan menghubungkan elemen-


17

elemen masalah sehingga dapat membuat kesimpulan dari mereka,

memeriksa pembenaran yang diberikan, atau memberikan pembenaran

pernyataan atau solusi untuk masalah.

e) Merancang strategi untuk memecahkan masalah : Literasi matematika

seringkali membutuhkan strategi untuk memecahkan masalah secara

matematis. Ini melibatkan serangkaian proses kontrol kritis yang memandu

individu untuk mengenali, merumuskan, dan memecahkan masalah secara

efektif.

f) Menggunakan operasi dan bahasa simbolik, formal dan teknis : Literasi

matematika membutuhkan penggunaan bahasa dan operasi simbolik, formal

dan teknis. Ini melibatkan pemahaman, penafsiran, manipulasi, dan

penggunaan ekspresi simbolik dalam konteks matematika (termasuk ekspresi

dan operasi aritmatika) yang diatur oleh konvensi dan aturan matematika.

g) Menggunakan alat matematika : Alat matematika termasuk alat fisik, seperti

alat ukur, serta kalkulator dan alat berbasis komputer yang semakin banyak

tersedia. Selain mengetahui bagaimana menggunakan alat tersebut untuk

membantu mereka dalam menyelesaikan tugas matematika, peserta didik

perlu mengetahui tentang keterbatasan alat tersebut. Alat matematika juga

dapat memiliki peran penting dalam mengkomunikasikan hasil.

h) Pengetahuan konten matematika : Pemahaman tentang konten matematika

dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut untuk solusi

masalah kontekstual yang bermakna penting bagi warga di dunia modern.

Artinya, untuk memecahkan masalah dan menafsirkan situasi dalam konteks


18

pribadi, pekerjaan, sosial dan ilmiah, ada kebutuhan untuk memanfaatkan

pengetahuan dan pemahaman matematika tertentu.24

Perbedaan tingkat literasi matematika peserta didik pasti beragam,

sehingga dalam PISA menguraikan tingkat literasi matematika yang dibagi

menjadi 6 tingkatan. Pada tingkatan ini ada tingkatan rendah atau pada level 1 dan

tingkat tinggi terdapat pada level 6. Berikut uraian level-level literasi dalam draft

PISA 2018 secara rinci :

Tabel 2.2 Rincian level literasi draft PISA


Tingkat Kompetensi Peserta didik
Level 6 Pada Tingkat 6, peserta didik dapat membuat konsep,
menggeneralisasi dan memanfaatkan informasi berdasarkan
penyelidikan dan pemodelan situasi masalah yang kompleks, dan
dapat menggunakan pengetahuan mereka dalam konteks yang relatif
tidak standar. Mereka dapat menghubungkan berbagai sumber
informasi dan representasi dan secara fleksibel menerjemahkannya.
Peserta didik pada tingkat ini mampu berpikir dan bernalar
matematika tingkat lanjut. Para peserta didik ini dapat menerapkan
wawasan dan pemahaman ini, bersama dengan penguasaan operasi
dan hubungan matematika simbolis dan formal, untuk
mengembangkan pendekatan dan strategi baru untuk menyerang
situasi baru. Peserta didik pada tingkat ini dapat merefleksikan
tindakan mereka, dan dapat merumuskan dan secara tepat
mengkomunikasikan tindakan dan refleksi mereka mengenai
temuan, interpretasi, argumen, dan kesesuaiannya dengan situasi
aslinya.

Level 5 Pada Level 5, peserta didik dapat mengembangkan dan bekerja

24
OECD, PISA 2018 Mathematics Framework (Paris: OECD Publishing, 2019),
[Link]
19

Tingkat Kompetensi Peserta didik


dengan model untuk situasi yang kompleks, mengidentifikasi
kendala dan menetapkan asumsi. Mereka dapat memilih,
membandingkan, dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah
yang sesuai untuk menangani masalah kompleks yang terkait
dengan model ini. Peserta didik ditingkat ini dapat bekerja secara
strategis menggunakan keterampilan berpikir dan penalaran yang
luas dan berkembang dengan baik, representasi terkait yang sesuai,
karakterisasi simbolis dan formal, dan wawasan yang berkaitan
dengan situasi ini. Mereka mulai merefleksikan pekerjaan mereka
dan dapat merumuskan dan mengkomunikasikan interpretasi dan
penalaran mereka.

Level 4 Pada Level 4, peserta didik dapat bekerja secara efektif dengan
model eksplisit untuk situasi konkret yang kompleks yang mungkin
melibatkan kendala atau panggilan untuk membuat asumsi. Mereka
dapat memilih dan mengintegrasikan representasi yang berbeda,
termasuk simbolik, menghubungkannya secara langsung dengan
aspek situasi dunia nyata. Peserta didik ditingkat ini dapat
memanfaatkan berbagai keterampilan mereka yang terbatas dan
dapat bernalar dengan beberapa wawasan, dalam konteks yang
langsung. Mereka dapat membangun dan mengkomunikasikan
penjelasan dan argumen berdasarkan interpretasi, argumen dan
tindakan mereka.

Level 3 Pada Level 3, peserta didik dapat melaksanakan prosedur yang


dijelaskan dengan jelas, termasuk prosedur yang memerlukan
keputusan berurutan. Interpretasi mereka cukup kuat untuk menjadi
dasar untuk membangun model sederhana atau untuk memilih dan
menerapkan strategi pemecahan masalah yang sederhana. Peserta
didik pada level ini dapat menafsirkan dan menggunakan
20

Tingkat Kompetensi Peserta didik


representasi berdasarkan sumber informasi dan alasan yang berbeda
langsung dari mereka. Mereka biasanya menunjukkan beberapa
kemampuan untuk menangani persentase, pecahan dan angka
desimal, dan untuk bekerja dengan hubungan proporsional. Solusi
mereka mencerminkan bahwa mereka telah terlibat dalam
interpretasi dan penalaran dasar.

Level 2 Di Tingkat 2, peserta didik dapat menafsirkan dan mengenali situasi


dalam konteks yang tidak memerlukan lebih dari kesimpulan
langsung. Mereka dapat mengekstrak informasi yang relevan dari
satu sumber dan menggunakan mode representasi tunggal. Peserta
didik pada level ini dapat menggunakan algoritma dasar, rumus,
prosedur, atau konvensi untuk menyelesaikan masalah yang
melibatkan bilangan bulat. Mereka mampu membuat interpretasi
literal dari hasil.

Level 1 Pada Tingkat 1, peserta didik dapat menjawab pertanyaan yang


melibatkan konteks yang familiar di mana semua informasi yang
relevan disajikan dan pertanyaan didefinisikan dengan jelas. Mereka
mampu mengidentifikasi informasi dan menjalankan prosedur rutin
sesuai dengan instruksi langsung dalam situasi eksplisit. Mereka
dapat melakukan tindakan yang hampir selalu terlihat jelas dan
segera mengikuti dari rangsangan yang diberikan.
Sumber : draft PISA 2018

Untuk tujuan penilaian, definisi literasi matematika dapat dianalisis dalam

tiga aspek yang saling terkait:

a) Proses matematika yang menggambarkan apa yang dilakukan individu untuk

menghubungkan konteks masalah dengan matematika dan dengan demikian

memecahkan masalah, dan kemampuan yang mendasari proses tersebut.


21

Proses matematika ini terdapat tiga kategori dimana didalamnya terdapat

proses perumusan, penggunaan dan penafsiran.

b) Konten matematika yang ditargetkan untuk digunakan dalam item penilaian.

Pemahaman tentang konten matematika dan kemampuan untuk menerapkan

pengetahuan tersebut untuk solusi masalah kontekstual yang bermakna

penting bagi warga di dunia modern. Artinya untuk memecahkan masalah dan

menafsirkan situasi dalam konteks pribadi, pekerjaan, sosial dan ilmiah, ada

kebutuhan untuk memanfaatkan pengetahuan dan pemahaman matematika

tertentu. Terdapat empat kategori yang mencirikan rentang matematika

konten yang merupakan pusat disiplin dan menggambarkan area konten yang

luas yang digunakan dalam item tes untuk PISA yaitu perubahan dan

hubungan, ruang dan bentuk, kuantitas, ketidakpastian dan data.

c) Konteks dimana item penilaian berada. Pilihan strategi dan representasi

matematis yang tepat seringkali bergantung pada konteks di mana masalah

matematika muncul. ada empat kategori konteks yang telah ditentukan dan

digunakan untuk mengklasifikasikan item penilaian yang dikembangkan

untuk survei PISA.

3. Studi PISA

PISA adalah singkatan dari Program for International Student Assessment,

yang diprakarsai oleh Organisation for Economic Cooperation and Development

(OECD) pada tahun 1990 untuk memberikan informasi kepada pemerintah dan

pihak berkepentingan lainnya tentang efektivitas sistem pendidikan, terutama

dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan kehidupan masa


22

depan mereka. PISA juga merupakan adalah sistem penilaian dalam bidang

pendidikan yang bertaraf internasional dimana telah dijelaskan pada pendahuluan

penilaian PISA dilakukan pada peserta didik yang berusia 15 tahun. Dalam studi

PISA aspek penilaiannya terdiri atas literasi membaca, literasi matematika, dan

literasi ilmiah dengan rincian sebagai berikut :

a) Literasi membaca : Kapasitas individu untuk memahami, menggunakan,

mengevaluasi, merefleksikan, dan terlibat dengan teks untuk mencapai tujuan

seseorang, mengembangkan pengetahuan dan potensi seseorang, dan

berpartisipasi dalam masyarakat.

b) Literasi matematika : Kapasitas individu untuk merumuskan, menggunakan,

dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Ini termasuk penalaran

matematis dan menggunakan konsep matematika, prosedur, fakta dan alat

untuk menggambarkan, menjelaskan dan memprediksi fenomena.

c) Literasi ilmiah : Kemampuan untuk terlibat dengan masalah yang

berhubungan dengan sains, dan dengan ide-ide sains, sebagai warga negara

yang reflektif. Orang sains yang melek bersedia terlibat dalam wacana yang

bernalar tentang sains dan teknologi, yang membutuhkan kompetensi untuk

menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang inkuiri

ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmiah.25

4. Gaya Belajar

Menurut Santrock Gaya belajar merupakan cara yang dipilih seseorang

25
OECD, PISA 2018 Mathematics Framework
23

untuk menggunakan kemampuannya.26 Sedangkan Keefe yang dikutip oleh

Jeanete Ophilia Papilaya dan Neleke Huliselan menyatakan bahwa gaya belajar

berhubungan dengan cara anak belajar, serta cara belajar yang disukai. Sebagai

cara yang disukai, maka Peserta didik akan sering menggunakan dan merasa

mudah ketika belajar dengan gaya tersebut.27

Menurut De Poter & Hernacki (1999), menjelaskan secara umum gaya

belajar manusia dibedakan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar

visual, gaya belajar auditor dan gaya belajar kinestetik.

Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat,

mengamati,memandang, dan sejenisnya. Kekuatan gaya belajar ini terletak pada

indera penglihatan. Bagi orang yang memiliki gaya ini, mata adalah alat yang

paling peka untuk menangkap setiap gejala atau stimulus (rangsangan)

belajar.28 Ciri-Ciri individu yang memiliki tipe gaya belajar visual yaitu :

a) Suka membaca

b) Mengamati daripada bertindak atau berbicara

c) Biasanya ejaan yang baik

d) Menghafal dengan melihat grafik atau gambar

e) Tidak terlalu mengganggu

f) Sulit mendapatkan instruksi verbal

g) Memiliki tulisan tangan yang baik

26
John W. Santrock, Educational Psychology, 3rd ed. (New York: McGraw-Hill, 2008).
27
Jeanete Ophilia Papilaya and Neleke Huliselan, “Identifikasi Gaya Belajar Mahapeserta
didik,” Jurnal Psikologi Undip 15 (2016), [Link]
28
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”
24

h) Mengingat wajah

i) Menggunakan perencanaan lanjutan

j) Corat-coret

k) Pendiam secara alami

l) Teliti, penampilan rapi

m) Detail pemberitahuan

Gaya belajar auditori adalah gaya belajar dengan cara mendengar. Individu

dengan gaya belajar ini, lebih dominan dalam menggunakan indera pendengaran

untuk melakukan aktivitas belajar. Individu mudah belajar mudah menangkap

stimulus atau rangsangan apabila melalui alat indera pendengaran (telinga).

Individu dengan gaya belajar auditor memiliki kekuatan pada kemampuannya

untuk mendengar.29 Ciri-Ciri individu yang memiliki tipe gaya belajar auditori

yaitu :

a) Senang berbicara

b) Berbicara kepada diri sendiri dengan lantang

c) Mudah teralihkan

d) Mengalami kesulitan dengan petunjuk tertulis

e) Suka dibaca

f) Menghafal secara berurutan

g) Suka musik

h) Berbisik pada diri sendiri saat membaca

i) Terganggu oleh kebisingan

29
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”.
25

j) Suaranya atau nyanyian

k) Sifatnya ramah

l) Suka aktivitas mendengarkan

Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar dengan cara bergerak, bekerja,

dan menyentuh. Maksudnya ialah belajar dengan mengutamakan indera perasa

dan gerakan-gerakan fisik. Individu dengan gaya belajar ini lebih mudah

menangkap pelajaran apabila bergerak, meraba, atau mengambil tindakan.30 Ciri-

ciri individu yang memiliki tipe gaya belajar kinestetik yaitu :

a) Sering bergerak

b) Menyukai penghargaan fisik

c) Suka menyentuh orang saat berbicara

d) Mengetuk pensil atau kaki saat belajar

e) Suka melakukan aktivitas

f) Membaca bukan prioritas

g) Ejaan yang buruk

h) Suka memecahkan masalah dengan mengerjakannya secara fisik

i) Akan mencoba yang baru hal-hal

j) Keluar secara alami; mengekspresikan emosi dengan cara fisik

k) Menggunakan tangan saat berbicara

Dari setiap gaya belajar di atas pada umumnya peserta didik hanya

memiliki satu gaya belajar. Namun jika memiliki lebih dari satu gaya belajar

maka hanya akan ada satu gaya belajar peserta didik yang lebih menonjol.

30
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”.
26

C. Kerangka Berpikir

Kemampuan literasi matematika dari setiap peserta didik di Indonesia

belum menunjukkan adanya peningkatan yang diinginkan sejak Indonesia turut

ikut dalam studi PISA di tahun 2000. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor

salah satunya ialah kurang memahami konsep dalam menyelesaikan permasalahan

matematika yang bercirikan studi PISA. Didalam soal PISA terdapat aspek level

soal, konten, konteks dan proses. Dengan adanya soal PISA peserta didik mampu

menggunakan matematika dalam menyelesaikan permasalahan dunia maupun

individu.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan di SMP Negeri 1 Palopo,

maka peneliti ingin melakukan penelitian di SMP Negeri 1 Palopo untuk

mengetahui kemampuan literasi matematika peserta didik dalam mengerjakan soal

PISA ditinjau dari gaya belajar dimana kemudian hasil data yang didapatkan dari

penelitian akan digunakan dalam memperbaiki atau lebih meningkatan mutu

pembelajaran. Berdasarkan pemikiran di atas maka peneliti akan menyusun

kerangka berpikir sebagai berikut :

Kemampuan Literasi Penyelesaian


Matematika : Soal PISA
1. Proses
2. Konten
3. Konteks

Hasil Tingkat
Di tinjau dari gaya
Literasi Matematika
analisis belajar :
(Level)
1. Visual
2. Auditori
3. Kinestetik

Bagan 1. Kerangka Pemikiran


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini

merupakan metode yang digunakan dalam menganalisis suatu data untuk

menjelaskan suatu fenomena secara mendalam dan tidak terlalu fokus kepada

angka atau nilai. Penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar

ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang telah terjadi dan penelitian ini

lebih menekankan makna daripada generalisasi.31

Jenis penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif

yang tujuannya untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan level literasi

matematika dalam studi PISA ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Dimana

pendekatan kualitatif ini sasaran dan objek penelitiannya dibatasi supaya data

adanya pelebaran objek penelitian. Penelitian ini dilakukan langsung di lapangan

dan data yang didapatkan sesuai yang ada di lapangan, sehingga muncul suatu

teori baru.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini yaitu menganalisis kemampuan literasi matematika

peserta didik kelas VIII dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar

di SMP Negeri 1 Palopo. Analisis kemampuan literasi matematika yang dimaksud

dalam penelitian ini ialah mendeskripsikan kemampuan literasi matematika

peserta didik terhadap soal PISA.

31
Johan Setiawan Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif, 1st ed. (Sukabumi: CV
Jejak, 2018).

27
28

C. Definisi Istilah

1. Kemampuan literasi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kemampuan

literasi matematika. Kemampuan literasi matematika adalah kapasitas

individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika

dalam berbagai konteks. Ini termasuk penalaran matematis dan menggunakan

konsep matematika, prosedur, fakta dan alat untuk menggambarkan,

menjelaskan dan memprediksi fenomena.

2. Studi PISA adalah program ujian assessment bertaraf internasional dengan

proses penilaian membaca, ilmiah dan matematika.

3. Gaya belajar ialah suatu kemampuan pribadi dalam belajar baik itu menerima

suatu pengetahuan ataupun menyelesaikan permasalahan. Gaya belajar dalam

penelitian ini terbagi atas 3 yaitu visual, auditori dan kinestetik.

D. Data dan Sumber Data

1. Data

Data merupakan suatu fakta yang dijadikan sebagai bahan informasi.32

Data dalam penelitian ialah informasi serta fakta yang didapatkan dari hasil

pengamatan dan penilaian di lapangan yang dapat dianalisis untuk memahami

suatu fenomena yang ada dengan dukungan beberapa teori. Ada dua data yang

dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder :

a. Data Primer merupakan informasi pertama yang didapatkan oleh peneliti

tentang tujuan suatu penelitian.33 Dalam penelitian ini ialah hasil tes yang

diberikan oleh peneliti kepada peserta didik serta hasil wawancara yang
32
Suharsimi Arkinto, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik, Revisi, VI (Jakarta:
Rineka Cipta, 2011).
33
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis (Yogyakarta: Teras, 2011).
29

dilakukan setelah memberikan tes.

b. Data sekunder merupakan informasi kedua yang didapatkan dari sumber

yang telah ada sebelumnya.34 Dalam penelitian ini ialah dari data yang

mendukung dalam data primer seperti buku-buku, situs web yang berkaitan

dengan fokus penelitian dan lain-lain.

2. Sumber data

Menurut Lofland (dalam Burhan) bahwa sumber utama yang didapatkan

ialah penyampaian lisan serta tindakan yang diutarakan oleh subjek penelitian dan

selebihnya adalah observasi, dokumentasi dan lain-lain.35 Dalam penelitian ini

sumber data utama yaitu peserta didik berdasarkan dengan 3 macam gaya belajar

yaitu, visual, auditori dan kinestetik kelas VIII di SMP Negeri 1 Palopo.

E. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen sebagai bahan informasi

dalam mengumpulkan data berdasarkan hal-hal digunakan selama meneliti di

lapangan. Berikut instrumen yang digunakan dalam penelitian ini :

1. Instrumen Angket

Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket gaya

belajar yang diadopsi dari model Lynn O'Brien dan diterjemahkan kedalam

bahasa indonesia. Angket ini digunakan dalam menentukan subjek yang akan

diberikan tes soal PISA. Angket ini terdapat 30 pertanyaan, dimana ada 10

pertanyaan visual, 10 pertanyaan auditori dan 10 pertanyaan kinestetik. Angket ini

dapat dilihat pada lampiran 2.

34
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis.
35
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Surabaya: Rajawali Pers, 2001).
30

2. Instrumen Tes

Tes yang akan diberikan kepada subjek penelitian adalah soal PISA pada

tahun 2012 dengan melihat berdasarkan beberapa aspek yaitu proses, konten,

konteks dan tingkat level. Proses dalam pengambilan soal ini diambil langsung

dari situs resmi organisasi OECD melalui admin dengan cara meminta izin

melalui email yang tertera pada situs tersebut, sehingga soal PISA ini dapat

digunakan. Soal PISA ini terdapat 10 pertanyaan dan diterjemahkan kedalam

bahasa indonesia yang dapat dilihat pada lampiran 3.

3. Instrumen wawancara

Instrumen ini terdapat beberapa pertanyaan yang digunakan untuk

memperkuat hasil tes tentang tingkat kemampuan literasi matematika peserta

didik kemudian dilakukan analisis. Jenis wawancara yang digunakan adalah

semiterstruktur dimana jenis ini digunakan karena menurut peneliti jenis

wawancara yang digunakan peserta didik dapat memberikan pendapatnya serta

dapat membuat penelitian ini menjadi lebih terbuka.

F. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Palopo. Penelitian ini

ditujukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo. Waktu Pelaksanaan

penelitian akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.

G. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1

Palopo. Pemilihan kelas yang dipilih peneliti berdasarkan pertimbangan dari hasil

wawancara yang dilakukan dengan ketua kurikulum SMP Negeri 1 Palopo bahwa
31

peserta didik kelas VIII saat ini mereka diberikan pelatihan khusus untuk

mengikuti ujian AKM yang didalamnya terdapat soal-soal bercirikan PISA.

Dalam memilih subjek ada kategori yang akan dipilih yaitu berdasarkan dengan 3

macam gaya belajar yaitu, visual, auditori dan kinestetik. Dimana terdapat 3

subjek penelitian tersebut terdiri dari 1 peserta didik yang dominan visual, 1

peserta didik yang dominan auditori dan 1 peserta didik yang dominan kinestetik.

H. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan dengan tujuan agar

data yang diperoleh benar-benar akurat, relevan dan dapat digunakan dengan tepat

sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan.

1. Pemberian angket

Angket yang akan dibagikan kepada peserta didik ialah angket tentang

gaya belajar yang diadopsi dari Lynn O'Brien dimana berupa pertanyaan yang di

dalamnya terdapat 3 kategori gaya belajar yang masing-masing akan dipilih 1 dari

3 gaya belajar yang paling dominan dengan beberapa jumlah soal yang akan

diberikan oleh peneliti. Pemberian angket ini berikan kepada peserta didik kelas

VIII yang dipilih berdasarkan penentuan dengan rumus slovin. Penggunaan rumus

slovin ini digunakan karena jumlah peserta didik di kelas VIII berjumlah 323,

sehingga peneliti ingin mempersempit jumlah responden yang akan diberikan

angket tentang gaya belajar. Berikut rumus slovin dalam menentukan responden

adalah sebagai berikut36 :

36
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, revisi (Bandung:
Alfabeta, 2011).
32

𝑵
𝒏=
𝟏 + 𝑵(𝒆)𝟐

Keterangan :

𝒏 : Ukuran sampel/jumlah responden

𝑵 : Ukuran populasi

e : Persentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang

masih bisa ditolerir

Jumlah seluruh peserta didik kelas VIII adalah 323, sehingga persentase

kelonggaran yang digunakan adalah 20% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan

untuk mencapai kesesuaian. Maka dari itu dilakukan perhitungan sebagai berikut :
323
𝑛 = 1+323(20%)2

323
𝑛 = 1+12,92

323
𝑛 = 13,92

𝑛 = 23,20 ; disesuaikan oleh peneliti menjadi 27 responden.

Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka jumlah responden yang akan

diberikan angket tentang gaya belajar sebanyak 27 orang yang disesuaikan,

sehingga mempermudah dalam pengolahan data dan hasil analisis yang baik.

2. Pemberian Tes

Tes merupakan cara yang digunakan oleh peneliti yang didalamnya

terdapat pertanyaan untuk mengukur kemampuan literasi matematika peserta

didik dalam mengerjakan soal ditinjau dari gaya belajar dan juga sebagai penilaian

terhadap kemampuannya dalam mendapatkan jawaban dalam bentuk tulisan. Tes

ini berupa soal matematika yang bercirikan PISA .


33

3. Wawancara

Wawancara kepada subjek atau informan adalah sebagai sumber data

sekaligus informasi dalam menggali informasi terhadap fokus penelitian.

Wawancara dilakukan dengan bertanya langsung kepada subjek penelitian untuk

lebih menggali informasi yang dibutuhkan serta memperkuat hasil data tes dari

kemampuan peserta didik soal matematika bercirikan PISA ditinjau dari gaya

belajar dan digunakan dalam mengetahui keabsahan data. Jenis wawancara yang

dilakukan menggunakan wawancara semi struktural dimana wawancara tersebut

merupakan proses wawancara yang terpaku pada pedoman wawancara yang

berasal dari pengembangan topik dan lebih fleksibel .

I. Pemeriksaan Keabsahan Data

Pemeriksaan suatu keabsahan data sangat perlu diperiksa sebelum

menganalisis data. Tentu hal ini memerlukan cara yang tepat dalam memeriksa,

yakni menggunakan triangulasi. Triangulasi merupakan suatu cara dalam

mengelola keabsahan data dengan memanfaatkan suatu hal berbeda.37 Keabsahan

data dibuktikan dari penelitian yang dilakukan apakah sudah merupakan

penelitian ilmiah. Triangulasi ialah pendekatan untuk menganalisa data dari

macam-macam sumber.38 Pada Penelitian yang dilakukan akan menggunakan

triangulasi metode, dimana akan menguji data dengan cara mengolah atau

mengecek data dengan sumber yang sama tetapi metode yang berbeda.

37
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan, 1st ed. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012).
38
Bachtiar S Bachri, “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian
Kualitatif,” Teknologi Pendidikan 10, no. 1 (2010).
34

J. Pengkodean Data Penelitian

Pengkodean ini digunakan untuk memudahkan kegiatan dalam

menganalisis data pada setiap petikan dialog wawancara dan lainnya. Pengkodean

ini hanya diberikan pada subjek dengan kode petikan yang ditetapkan peneliti.

Kode petikan jawaban subjek dan peneliti yaitu sebagai berikut :

a. P : untuk peneliti

b. PD-V : untuk peserta didik dengan gaya belajar visual

c. PD-A : untuk peserta didik dengan gaya belajar auditori

d. PD-K : untuk peserta didik dengan gaya belajar kinestetik

K. Teknik Analisis Data

1. Analisis angket gaya belajar

Angket digunakan untuk menentukan gaya belajar yang paling dominan

dari peserta didik. Skala yang digunakan dalam angket ini ialah skala Likert

dengan skor 1-3. Dari setiap pertanyaan mempunyai 3 alternatif jawaban. Jawaban

dari setiap instrumen gaya belajar memiliki rentang skor yang berbeda dalam

setiap jawaban.

Tabel 3.1. Rentang nilai angket model Likert

Tidak
Kadang-
Pernyataan Sering (S) Pernah
Kadang (K)
(TP)
Skor 3 2 1

2. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian yang dilakukan menggunakan analisis

deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman yang diuraikan sebagai

berikut :
35

a. Reduksi data

Mereduksi suatu data dalam penelitian ini ialah melakukan proses

merangkum, memfokuskan pada hal yang penting/pokok, mengelompokkan data

dalam tiap permasalahan yang diuraikan, mengarahkan, serta membuang hal yang

tidak perlu sehingga dapat diverifikasi.

Data yang akan direduksi dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik

sehingga mempermudah peneliti dalam pengumpulan data. Penelitian yang

dilakukan di lapangan apabila terlalu lama berada di lapangan maka data akan

semakin banyak dan rumit. Oleh sebab itu mereduksi data sangat perlu dilakukan

agar data tidak sulit untuk dianalisis. Berikut kriteria penilaian dalam tes

kemampuan literasi peserta didik studi PISA :

Tabel 3.2 Kriteria penilaian39

Skor Kriteria
80 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 100 Sangat layak
60 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 80 Layak
40 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 60 Cukup layak
20 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 40 Kurang Layak
0 ≤ 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 20 Sangat kurang layak

b. Penyajian Data

Setelah peneliti melakukan reduksi selanjutnya peneliti melakukan

penyajian data. Penyajian data adalah kumpulan informasi data yang tersistematis

untuk menarik suatu kesimpulan atau tindakan. Data yang disajikan ialah data dari

hasil angket gaya belajar dan tes soal tipe PISA serta wawancara.

39
Arkinto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.
36

Penyajian data ini dilakukan agar data yang telah direduksi bisa

terorganisir sehingga mudah dipahami. Penyajian datanya dibentuk dalam uraian

naratif. Pada tahap ini peneliti ingin berusaha menyusun data yang benar adanya

dari hasil penelitian dan verifikasi data agar mendapatkan informasi yang akurat

dan disimpulkan secara valid, serta memiliki arti tertentu dalam menjawab

permasalahan penelitian.

c. Penarikan kesimpulan

Pada tahap ini semua data yang telah dianalisis akan disimpulkan sebagai

hasil yang diperoleh dari penelitian. Penarikan kesimpulan ini adalah untuk

mengidentifikasi hal-hal seperti alur sebab-akibat, pola-pola atau suatu proposisi.

Proses penarikan kesimpulan melihat hal pokok dari data dibentuk dalam kalimat

singkat, padat dan jelas dan mengandung hal yang luas. Tahap ini merupakan

tahap akhir dari kegiatan analisis data. Hasil dari kesimpulan diharapkan

menjawab semua rumusan masalah yang dijelaskan di awal dan mendapatkan

kesimpulan yang valid.


BAB IV

DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

A. Deskripsi Data

1. Profil SMP Negeri 1 Palopo

SMP Negeri 1 Palopo adalah salah-satu sekolah yang berada di Luminda,

Kec. Wara Utara, Kota Palopo, Prov. Sulawesi Selatan. SMP Negeri 1 Palopo

berlokasi di Jl. A. Pangerang No. 2 Palopo, Sulawesi Selatan, dengan luas tanah 3

m2. SMP Negeri 1 Palopo berada di koordinat garis lintang : -2.9953 dan garis

bujur: 120.1879. Sekolah ini menyediakan listrik untuk membantu kegiatan

belajar mengajar. Sumber listrik yang digunakan berasal dari PLN. Sekolah ini

juga menyediakan akses internet yang dapat mendukung kegiatan belajar

mengajar lebih mudah. Berikut identitas lengkap dari SMP Negeri 1 Palopo

sebagai berikut :

Nama : SMP Negeri 1 Palopo

NPSN : 40307829

Alamat : Jl. A. Pangerang No. 2 Palopo

Status Sekolah : Negeri

Tanggal SK Pendirian : 1949-12-31

Tanggal SK Operasional : 1951-07-23

Kurikulum : SMP 2013

Akreditasi :A

Adapun jumlah peserta didik, guru dan tenaga kependidikan dalam SMP

Negeri 1 Palopo sekarang sebagai berikut :

37
38

Tabel 4.1. Keadaan Peserta didik SMP Negeri 1 Palopo

No Kelas Jumlah peserta didik


1 VII 292
2 VIII 323
3 IX 302

Tabel 4.2. Keadaan Guru dan Tenaga Kependidikan


SMP Negeri 1 Palopo

Status
No Jabatan Jumlah
PNS Honor
1 Guru 47 11 58
2 Tenaga Kependidikan 52 20 72

2. Hasil Pra Persiapan Penelitian

Penelitian ini dilakukan kepada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1

Palopo, dengan maksud untuk melihat kemampuan literasi matematika peserta

didik dengan meninjau dari gaya belajar peserta didik yaitu visual, auditori, dan

kinestetik. Dalam penelitian ini ada 3 kegiatan yaitu pemberian angket gaya

belajar, pemberian soal PISA dan wawancara. Pada kegiatan pertama yaitu

pemberian angket jumlah responden yang diambil yaitu sekitar 27 peserta didik

kelas VIII. Kemudian setelah dilakukan pemberian angket ini maka hanya akan

ada 3 subjek yang dipilih yang akan mengerjakan soal PISA dan wawancara.

Penelitian ini membutuhkan persiapan yang matang terkait instrumen yang

digunakan. Sebelum melakukan penelitian kepada peserta didik, peneliti terlebih

dahulu membuat instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Yang pertama

peneliti membuat instrumen angket gaya belajar yang diadopsi dari model O’brien
39

selanjutnya, langkah kedua adalah membuat soal PISA matematika yang dimana

soalnya diambil langsung dari framework PISA 2012. Sebelum digunakan

instrumen soal PISA, peneliti melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing,

sehingga keputusan dari hasil konsultasi ini diputuskan menggunakan 10 soal

PISA. Langkah ketiga yaitu membuat pedoman wawancara. Berikut instrumen

yang digunakan dalam penelitian seperti berikut.

a) Angket Gaya Belajar

Dalam instrumen ini terdapat 30 pernyataan, dimana ada 10 pernyataan

tentang visual, 10 pernyataan auditor dan 10 pernyataan kinestetik. Instrumen ini

diadopsi dari model Lynn O’brien dan tidak mengalami perubahan karena

instrumen yang digunakan adalah pernyataan asli yang diambil dari artikel Lynn

O’brien. instrumen angket gaya belajar dapat dilihat pada lampiran 2.

b) Soal PISA (Literasi Matematika)

Instrumen yang digunakan sebanyak 10 soal dan merupakan soal asli yang

diambil dari framework PISA tahun 2012 sehingga soal ini tidak mengalami

perubahan. Soal PISA secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3

c) Wawancara

Instrumen ini sebelum digunakan dilakukan validasi terlebih dahulu agar

instrumen ini valid dan bisa digunakan dengan baik. Instrumen ini disusun untuk

dapat menggali informasi dan memperkuat hasil tes peserta didik. Pedoman

wawancara dapat dilihat pada lampiran.

3. Hasil Pra Pelaksanaan Penelitian

Penelitian mengenai kemampuan literasi matematika ini dilaksanakan pada


40

kelas VIII di SMP Negeri 1 Palopo. Berikut adalah tabel dari pelaksanaan

penelitian :

Tabel 4.3 Pelaksanaan Penelitian

No Hari/Tanggal Jenis Kegiatan

1 Senin, 05 Juli 2021 Pengisian angket ( online )

2 Senin, 25 Januari 2022 Tes soal PISA

3 Selasa, 26 Januari 2022 Wawancara

4. Reduksi Data

Pemilihan subjek penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Palopo. Kegiatan

pengisian angket gaya belajar dilakukan secara online pada kelas VIII

menggunakan google form dan dibagikan lewat grup whatsapp yang dibuat

peneliti dan diikuti oleh 27 peserta didik yang telah dipilih.

Adapun rincian peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo dan hasil

skor angket gaya belajar masing-masing peserta didik yang ikut dalam penelitian

ini disajikan dalam tabel 4.4.

Tabel 4.4. Hasil Skor Angket Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP
Negeri 1 Palopo
Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
1 Shely 20 25 25 Auditori-Kinestetik
2 Muh. Alif 24 24 19 Visual-Auditori
3 Fatur Ahmad 25 24 21 Visual
4 Adelia Ramadani 23 23 21 Visual-Auditori
5 Khirana Kumala 22 26 26 Auditori-Kinestetik
Sari
6 Miftahul Jannah 23 23 20 Visual-Auditori
7 Siti Zahra 24 26 26 Auditori-Kinestetik
8 Qhumairah Aquiny 18 21 21 Auditori-Kinestetik
9 Zahra Nur 21 21 19 Visual-Auditori
Islamiah.N
41

Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
10 Azisah Sahara 19 23 23 Auditori-Kinestetik
11 Kaizha Naura 20 21 21 Auditori-Kinestetik
Rayani
12 Faisal Irfan 22 23 23 Auditori-Kinestetik
13 Siti Fadhilah Kirani 22 20 22 Visual-Kinestetik
Fatli
14 Reskyawan Nur 17 21 21 Auditori-Kinestetik
15 [Link] 20 21 24 Kinestetik
16 Sifa Nur Qolbi 17 20 20 Auditori-Kinestetik
17 Kirana Aulia Sindi 24 24 18 Visual-Auditori
18 Masita Putri 23 21 23 Visual-Kinestetik
Syamsia
19 Fazya Anastasya 19 19 14 Visual-Auditori
20 Febryana Dhuha 19 19 17 Visual-Auditori
Mauliana
21 Marvel Trisabuni 18 18 17 Visual-Auditori
Saputra
22 Meyla Annisa 20 23 23 Auditori-Kinestetik
23 Justin Sinclair 26 19 26 Visual-Kinestetik
Thompson
24 Salwa Dalilah 21 19 21 Visual-Kinestetik
Tasniym Nur
Wahyudin
25 Muh Rezky Perdana 23 23 19 Visual-Auditori
Kasbir
26 A. Aiszyilla 24 25 25 Auditori-Kinestetik
Azzahra
27 [Link] 25 26 18 Auditori

Hasil ini merupakan hasil dari pengisian angket gaya belajar dari 27

peserta didik. Pemilihan subjek ini mengacu pada hasil skor yang paling tinggi

dari masing-masing gaya belajar. Adapun subjek penelitian yang terpilih untuk

melakukan tes soal PISA disajikan pada tabel 4.5

Tabel 4.5. Subjek penelitian terpilih


Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
1 Fatur Ahmad 25 24 21 Visual
2 [Link] 25 26 18 Auditori
42

Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
3 [Link] 20 21 24 Kinestetik

5. Penyajian data

Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1

Palopo, memberikan beberapa informasi mengenai data hasil tes dan hasil

wawancara penelitian sebagai berikut :

a) Data Tes

Jumlah peserta didik yang mengerjakan soal tes ini berjumlah 3 orang

yang didapatkan dari hasil angket yaitu peserta didik yang bertipe gaya belajar

visual, auditori, dan kinestetik dan berikut hasil tes dari peserta didik sebagai

berikut :

Tabel 4.6. Hasil Skor Soal PISA Setiap Peserta Didik

Peserta Nomor Soal


Skor
Didik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

PD-V 2 10 10 10 10 0 10 0 0 0 52

PD-A 7 0 10 0 0 0 10 0 2 0 29

PD-K 2 10 10 0 10 0 0 0 8 0 40

Tabel 4.7. Kriteria Nilai Setiap Peserta Didik

Peserta
Skor Kriteria
Didik

PD-V 52 Cukup Layak


PD-A 29 Kurang Layak
PD-K 40 Cukup Layak
43

b) Data wawancara

Hasil dari wawancara yang dilakukan peneliti guna memberikan respon

mengenai alur dari peserta didik terhadap soal matematika tipe PISA. Hasil

wawancara juga dapat menjadi data pendukung dari hasil tes yang dilakukan

peserta didik.

6. Analisis Data

Pada bagian ini akan disajikan analisis kemampuan literasi matematika

peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP

Negeri 1 Palopo kelas VIII. Berikut deskripsi hasil analisis peserta didik dalam

menyelesaikan soal PISA dan hasil wawancara.

a. Kemampuan peserta didik dengan gaya belajar visual ( PD-V)

Kemampuan literasi matematika pada peserta didik dengan gaya belajar

visual (PD-V), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level 3.

Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level

kemampuan literasi matematika PD-V maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut

hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik

dengan gaya belajar visual ditunjukkan sebagai berikut


44

Gambar 1. Jawaban peserta didik dengan gaya belajar visual

Tabel 4.8. Hasil wawancara PD-V

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Pernahkah kamu mendengar tentang soal PISA
sebelumnya?
PD-V Iya kak sudah pernah
P Apakah kamu pernah mengerjakan soal PISA sebelumnya?
PD-V Belum pernah kak
P Apakah menurut kamu soal PISA itu sulit?
PD-V Iya kak apalagi soal cerita kak sedikit bingung begitu kak
P Menurut kamu apakah ada perbedaan antara soal PISA
dan soal matematika yang biasa dikerjakan di sekolah?
Jelaskan perbedaannya!
PD-V Kurang tahu juga kak
P Manakah yang lebih sulit? Soal PISA atau soal matematika
yang biasa dikerjakan di sekolah?
PD-V Kayaknya kak soal PISA kak karena kebanyakan soal
cerita
P Soal manakah yang lebih kamu suka? Soal PISA atau soal
yang biasa kamu kerjakan di sekolah?
PD-V Soal yang biasa dikerja di sekolah kak
45

Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

visual mampu menjawab semua pertanyaan, namun hanya ada beberapa soal yang

dijawab benar. Berikut analisis pada masing-masing butir soal berdasarkan level.

1) Soal nomor 2 dan 7 ( level 1 )

Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes

nomor 2 dan 7 sebagai berikut :

Gambar 2. Jawaban Hasil Tes PD-V pada Soal Nomor 2 dan 7

Pada gambar 2 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 2 dengan benar dengan alasan yang tepat.

Berdasarkan hasil nomor 2 di atas PD-V sudah dapat menafsirkan soal dengan

tepat. Dimana pada soal nomor 2 ini peserta didik dituntut membaca serta

menafsirkan diagram batang dan membandingkan tinggi dua batang tersebut.

Pada saat sesi wawancara dengan PD-V terhadap soal nomor 2 peserta didik

mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai dengan

tepat. Kemudian untuk soal nomor 7 peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan dengan benar dan mampu mempresentasikan jumlah hari


46

yang dimaksud dimana soal ini hanya menuliskan waktu dari bulan juni ke bulan

agustus dan memperhitungkan berapa jumlah hari yang diminta. Kemudian

peserta didik membagi jumlah pendaki yang tertera pada soal dengan jumlah hari

yaitu 200.000 orang/58 hari = 3448 hari/orang, tetapi hasil tersebut tidak terdapat

pada pilihan jawaban, namun disini peserta didik diminta untuk melihat jawaban

yang mendekati dari hasil yang didapat dengan pilihan jawaban yang tersedia.

Berdasarkan hasil nomor 7 PD-V sudah mampu menggunakan konsep atau fakta

dalam pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7 peserta didik dituntut

untuk menggunakan konsep atau fakta dalam mengidentifikasi tarif harian rata-

rata dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal disediakan). Dan

berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 7 peserta didik mampu menjelaskan

maksud dari soal tersebut dengan tepat sesuai jawaban yang ditulis, tetapi dari

jawaban nomor 7 PD-V tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan

sehingga pada saat di wawancara peserta didik terbiasa mengerjakan langsung

tanpa menafsirkan soal tersebut. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban

nomor 2 dan 7.

Tabel 4.9. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 2 dan 7

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 2 dan 7 )?
PD-V Menurut saya kak kalau nomor 1 kayaknya perbandingan
kemudian untuk nomor 7 operasi biasa kak kayak
pembagian
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 2 dan 7)?
PD-V Kalau nomor 2 kak, kan soalnya pada bulan berapa
berapa band 1 No One’s Darling menjual CD dari pada
47

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


band the Kicking kangoroos untuk pertama kalinya jadi
saya lihat di grafik di soal dan saya bandingkan mi kak.
Nah untuk nomor 7 kak kan soalnya berapa banyak yang
mendaki per harinya jadi di soal kan kak tidak dituliskan
berapa hari yang mendaki setiap tahunnya hanya ditulis 1
juli sampai 27 agustus jadi saya hitung mulai dari 1 juli
kak sampai 27 agustus itu berapa hari kemudian di soal
sudah ada diketahui 200.000 pendaki jadi saya bagi mi kak
200.000/58 jadi hasilnya kak 3448 orang/hari tapi kak
dipilihan jawaban tidak ada yang nilainya 3448 jadi saya
memperkirakan yang mendekati dari nilai yang saya dapat
kak.
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut(
soal nomor 2 dan 7)? Sebutkan!
PD-V Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
2 dan 7?
PD-V Nomor 2 kak karena membandingkan ji kak sesuai dengan
soalnya kak.
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja ( soal nomor 2 dan
7)?
PD-V Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 2)?
PD-V Disitu grafik pada soal kak maksudnya kayaknya itu kak
informasi dari soal kak supaya bisa ditahu jawabannya kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-V Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 2 dan 7)? Kendala apa saja?
PD-V Sedikit ji kak kayak menghitung pembagian
48

2) Soal nomor 3 dan 4 ( level 2 )

Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes

nomor 3 dan 4 sebagai berikut :

Gambar 3. Jawaban Hasil Tes PD-V pada soal nomor 3 dan 4

Pada gambar 3 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 3 dengan benar dengan alasan yang tepat.

Berdasarkan hasil nomor 3 PD-V sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat.

Dimana pada soal nomor 3 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan

diagram batang. Pada saat sesi wawancara dengan PD-V terhadap soal nomor 3

peserta didik mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai

dengan tepat. Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar

visual menjawab pertanyaan dengan benar. Pada soal nomor 4 PD-V mampu

menerjemahkan soal yang konkret dan menyelesaikan dengan pengetahuan

operasi hitung. Berdasarkan hasil nomor 4 PD-V sudah mampu menggunakan

konsep yang ada sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal nomor 4
49

peserta didik dituntut untuk menggunakan konsep matematika dalam

mengidentifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode

waktu (tanggal disediakan). Dan berdasarkan hasil wawancara terhadap soal

nomor 4 peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan tepat

sesuai jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban nomor

3 dan 4.

Tabel 4.10. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 3 dan 4

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 3 dan 4 )?
PD-V Anuh kak, saya tidak tahu nomor 3 apa materinya kak,
kalau tidak salah kak nomor 4 kak itu materi kecepatan
dengan operasi pembagian kak.
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 ) ?
PD-V Kalau nomor 3 kak saya lihat ji gambar di soal kak baru
saya pahami sesuai soalnya kak, sedangkan untuk nomor
4 kak kan disitu soal kak sudah ada diketahui jarak sama
kecepatannya kak jadi saya tinggal bagi kak baru dapat
hasilnya waktunya kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 )? Sebutkan!
PD-V Untuk dua-duanya kak cuman itu ji yang saya tahu kak.
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah?
PD-V Nomor 3 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam
mengerjakan soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
PD-V Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 3 )?
PD-V Sama ji kak tadi yang nomor 2 kak
50

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-V Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 3 dan 4 ) ? Kendala apa saja?
PD-V Tidak ada ji kak.

3) Soal nomor 1 dan 5 ( level 3 )

Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes

nomor 1 dan 5 sebagai berikut :

Gambar 4. Jawaban Hasil Tes PD-V pada soal nomor 1 dan 5

Pada gambar 4 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 1 dengan benar namun hanya menjelaskan secara

lisan dan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta tidak

dibentuk kedalam bentuk matematika. Berdasarkan hasil nomor 1 PD-V belum

mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan sehingga hanya

menebak-nebak saja. Dimana pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk

dapat bekerja secara efektif dan merumuskan dengan model dalam situasi nyata
51

yang bersifat kompleks. Pada saat sesi wawancara peserta didik mengetahui

materinya namun lupa rumusnya sehingga hanya menebak saja. Kemudian untuk

soal nomor 5 peserta didik dengan gaya belajar visual menjawab pertanyaan

dengan benar dan tepat sesuai dengan maksud dari soal tersebut. Berdasarkan

hasil nomor 5 PD-V sudah mampu menafsirkan sesuai dengan soal yang

dikerjakan. Dimana soal nomor 5 peserta didik dituntut untuk mengetahui dan

menafsirkan hal-hal yang memenuhi kondisi yang ada. Dan berdasarkan

wawancara terhadap soal nomor 5 peserta didik mampu menjelaskan maksud dari

soal tersebut dengan benar sesuai jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara

PD-V pada jawaban nomor 1 dan 5.

Tabel 4.11. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 1 dan 5

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 1 dan 5 )?
PD-V Saya tahu kak kalau nomor 1 kak itu materi luas lingkaran
tapi lupa rumusnya kak, sedangkan nomor 5 kak kurang
tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )?
PD-V Itu mi tadi kak saya lupa materinya kak, kalau nomor 5 kak
hanya membaca ji kak baru disesuaikan dengan syarat yang
ada di soal kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )? Sebutkan!
PD-V Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
1 dan 5 )?
PD-V Nomor 5 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 1 dan 5 )? Nomor berapa
saja?
52

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-V Tidak kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 5 )?
PD-V Kalau nomor 5 kak sama ji kak informasi atau persyaratan
kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya ( soal nomor 5 )?
PD-V Tidak kayaknya kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu ( soal nomor 1 )?
PD-V Iya tahu kak kalau cm itu kak centimeter kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 1 dan 5 )? Kendala apa saja?
PD-V Itu mi tadi kak nomor 1 kak lupa rumusnya kak, kalau
nomor 5 tidak ada ji kak

4) Soal nomor 8 dan 9 ( level 4 )

Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes

nomor 8 dan 9 sebagai berikut :

Gambar 5. Jawaban Hasil Tes PD-V pada soal nomor 8 dan 9

Pada gambar 5 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 8 tetapi jawabannya tidak tepat. Berdasarkan hasil

nomor 8 PD-V belum mampu menggunakan konsep, fakta dan lain-lain yang

terkait dari soal tersebut. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut

untuk dapat menerapkan penggunaan konsep, fakta dan lain-lain dalam


53

proporsionalitas berdasarkan kumpulan data pada soal. Pada saat sesi wawancara

peserta didik hanya menebak-nebak saja dan kurang memahami maksud dari soal

nomor 8 tersebut. Kemudian untuk soal nomor 9 peserta didik dengan gaya belajar

visual juga menjawab pertanyaan kurang tepat. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-V

belum mampu menggunakan konsep matematika secara tepat. Dimana soal nomor

5 peserta didik dituntut menggunakan konsep matematika dengan

menginterpretasikan denah dan menghitung luas persegi panjang dan

menggunakan teorema pythagoras atau pengukuran. Dan berdasarkan wawancara

terhadap soal nomor 9 peserta didik belum memahami konsep luas persegi

panjang dan teorema pythagoras. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban

nomor 8 dan 9.

Tabel 4.12. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 8 dan 9

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 8 dan 9 )?
PD-V Kalau nomor 8 kak tidak tahu kak jarang saya temui soal
seperti ini kak, sedangkan nomor 9 kak lupa kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 8 dan 9 )?
PD-V Kalau nomor 8 kak saya tebak tebak ji kak, sedangkan
nomor 9 kak sama ji kak (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 8 dan 9 )? Sebutkan!
PD-V Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
8 dan 9 )?
PD-V Susah dua-duanya kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 8 dan 9 )? Nomor berapa
saja?
54

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-V Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 8 dan 9 )?
PD-V Kalau nomor 8 kak sama ji kak informasi soal kak sama
dengan nomor 9 kak cuman kurang paham dalam
mengerjakannya, susah kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya ( soal nomor 8 )?
PD-V Kurang tahu kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu?
PD-V Kalau tanda “ %“ kak persen namanya kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 8 dan 9 )? Kendala apa saja?
PD-V Lupa rumus kak sama kurang paham maksud soalnya kak

5) Soal nomor 6 ( level 5 )

Soal nomor 6 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes

nomor 6 sebagai berikut :

Gambar 6. Jawaban Hasil Tes PD-V pada soal nomor 6

Pada gambar 6 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 6 tetapi jawabannya tidak tepat. Berdasarkan hasil

nomor 6 PD-V belum mampu merumuskan dengan tepat pada soal yang

dikerjakan. Dimana pada soal nomor 6 ini peserta didik dituntut merumuskan

dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan dengan dua
55

kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan waktu selesai.

Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya paham akan rumus yang digunakan,

namun peserta didik kebingungan mau mulai dari mana cara perhitunganya.

Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban nomor 6.

Tabel 4.13. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 6

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 6 )?
PD-V Tahu kak materi kayaknya kecepatan kak sama dengan
nomor 4 kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )?
PD-V Bingung kak mau kerja bagaimana kak padahal sudah tahu
rumusnya kak (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )? Sebutkan!
PD-V Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mudah kah soal nomor 6 ini?
PD-V Susah kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
PD-V Tidak ada kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
PD-V Iya kak bingung mau dari mana kak kerjanya kak

6) Soal nomor 10 ( level 6 )

Soal nomor 10 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Berikut hasil tes

nomor 10 sebagai berikut :


56

Gambar 7. Jawaban Hasil Tes PD-V pada soal nomor 10

Pada gambar 7 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual

menjawab pertanyaan nomor 10 tetapi jawabannya tidak tepat. Berdasarkan hasil

nomor 10 PD-V belum mampu merumuskan soal secara tepat. Dimana pada soal

nomor 10 ini peserta didik dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu

serta memilih yang sesuai dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara

peserta didik hanya menebak-nebak saja dan kurang memahami dalam

memodelkan kedalam model matematika dari kasus pada soal nomor 10 tersebut.

Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban nomor 10.

Tabel 4.14. Hasil wawancara PD-V pada soal nomor 10

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 10 )?
PD-V Tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut?
PD-V Saya tebak-tebak ji kak (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut?
Sebutkan!
PD-V Kurang tahu juga kak
P Menurut kamu, mudah tidak soal nomor 10?
PD-V Susah sekali kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA nomor 10?
PD-V Tidak ada kak
57

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu?
PD-V Kalau yang “)7” itu kak tanda pangkat kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
PD-V Kurang paham soalnya kak sama tidak tahu rumusnya kak

b. Kemampuan peserta didik dengan gaya belajar auditori ( PD-A )

Kemampuan literasi matematika pada peserta didik dengan gaya belajar

auditori (PD-A), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level 3.

Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level

kemampuan literasi matematika PD-A maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut

hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik

dengan gaya belajar auditori ditunjukkan sebagai berikut :


58

Gambar 8. Jawaban peserta didik dengan gaya belajar auditori

Tabel 4.15. Hasil wawancara PD-A

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Pernahkah kamu mendengar tentang soal PISA
sebelumnya?
PD-A Pernah kak
P Apakah kamu pernah mengerjakan soal PISA sebelumnya?
PD-A Belum pernah kak
P Apakah menurut kamu soal PISA itu sulit?
PD-A Pas saya kerja itu soal ta kak susah menurutku kak
P Menurut kamu apakah ada perbedaan antara soal PISA
dan soal matematika yang biasa dikerjakan di sekolah?
Jelaskan perbedaannya!
PD-A Kurang tahu kak
P Manakah yang lebih sulit? Soal PISA atau soal matematika
yang biasa dikerjakan di sekolah?
PD-A Soal PISA kak sulit
P Soal manakah yang lebih kamu suka? Soal PISA atau soal
yang biasa kamu kerjakan di sekolah?
PD-A Kalau saya kak soal biasa dikerjakan di sekolah karena
jarang soal cerita

Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

auditori mampu menjawab beberapa pertanyaan dimana dari 10 soal hanya 9 yang
59

dijawab, namun hanya ada beberapa soal yang dijawab benar. Berikut analisis

pada masing-masing butir soal berdasarkan level.

1) Soal nomor 2 dan 7 ( level 1 )

Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes

nomor 2 dan 7 sebagai berikut :

Gambar 9. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 2 dan 7

Pada gambar 9 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori

menjawab pertanyaan nomor 2 dengan salah. Berdasarkan hasil nomor 2 PD-A

belum mampu menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal nomor 2 ini

peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan diagram batang dan

membandingkan tinggi dua batang tersebut. Pada saat sesi wawancara dengan PD-

A terhadap soal nomor 2 peserta didik masih bingung dengan gambar yang

terdapat soal dan kurang memahami maksud dari soal nomor 2. Kemudian untuk

soal nomor 7 peserta didik dengan gaya belajar auditori menjawab pertanyaan

dengan benar dan mampu mempresentasikan jumlah hari yang dimaksud. Namun
60

hasil tersebut tidak terdapat pada pilihan jawaban namun disini peserta didik

melihat jawaban yang mendekati dari hasil yang didapat dengan pilihan jawaban

yang tersedia. Berdasarkan hasil nomor 7 PD-A sudah mampu menggunakan

konsep atau fakta dalam pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7

peserta didik dituntut untuk menggunakan konsep fakta dan lain-lain dalam

mengidentifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode

waktu (tanggal disediakan). Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 7

peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan tepat sesuai

jawaban yang ditulis, tetapi berdasarkan jawaban nomor 7 PD-A tidak menuliskan

apa yang diketahui dan ditanyakan. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban

nomor 2 dan 7.

Tabel 4.6. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 2 dan 7

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 2 dan 7 )?
PD-A Kalau nomor 2 tidak tahu kak, kalau untuk nomor 7
operasi pembagian kalau ngga salah kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 2 dan 7)?
PD-A nomor 2 kak jujur saya karang-karang ji kak. Sedangkan
untuk nomor 7 kak soalnya berapa banyak yang mendaki
per harinya jadi saya lihat di soal tidak ada hari yang
disebutkan cuman bulan juli ke agustus jadi saya hitung mi
kak berapa hari dari bulan juli sampai 27 agustus kak itu
sekitar 58 hari kemudian saya bagi mi kak 200.000 sama
58 jadi hasilnya 3448.
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut(
soal nomor 2 dan 7)? Sebutkan!
PD-A Kurang tahu kak
Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
61

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P 2 dan 7)?
PD-A Nomor 7 kak karena pembagian ji kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja ( soal nomor 2 dan
7)?
PD-A Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 2)?
PD-A Tidak tahu kak (sambil ketawa)
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-A Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 2 dan 7)? Kendala apa saja?
PD-A Tidak ada ji kak

2) Soal nomor 3 dan 4 ( level 2 )

Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes

nomor 3 dan 4 sebagai berikut :

Gambar 10. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 3 dan 4

Pada gambar 10 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori

menjawab pertanyaan nomor 3 dengan benar dengan alasan yang tepat.

Berdasarkan hasil nomor 3 PD-A sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat.

Dimana pada soal nomor 3 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan

diagram batang. Pada saat sesi wawancara dengan PD-A terhadap soal nomor 3
62

peserta didik mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai

dengan tepat. Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar

auditori menjawab pertanyaan dengan salah. Pada soal nomor 4 PD-A masing

bingung dalam menerjemahkan soal yang konkret. Berdasarkan hasil nomor 4

PD-A belum mampu menggunakan konsep yang ada sesuai dengan soal yang

dikerjakan. Dimana soal nomor 4 peserta didik dituntut untuk menggunakan

konsep matematika dalam mengidentifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah

total dan spesifik periode waktu (tanggal disediakan). Dan berdasarkan

wawancara terhadap soal nomor 4 peserta didik kurang paham dengan soal cerita

yang terlalu panjang. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban nomor 3 dan

4.

Tabel 4.17. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 3 dan 4

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 3 dan 4 )?
PD-A Tidak tahu kak, kalau nomor 7 kak lebih-lebih saya tidak
tahu (sambil ketawa)
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 ) ?
PD-A Kalau nomor 3 kak saya lihat ji gambar baru saya
sesuaikan dengan soal kak, kalau nomor 7 kak saya tebak-
tebak ji kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 )? Sebutkan!
PD-A Tidak tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
3 dan 4 )?
PD-A Nomor 3 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
63

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-A Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 3 )?
PD-A Tidak tahu kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-A Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 3 dan 4 )? Kendala apa saja?
PD-A Iya kak kurang paham sama soal cerita yang panjang-
panjang kak kalau pendek ji kak saya paham ji kayaknya
kak (sambil ketawa)

3) Soal nomor 1 dan 5 ( level 3 )

Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes

nomor 1 dan 5 sebagai berikut :

Gambar 11. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 1 dan 5

Pada gambar 11 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori

menjawab pertanyaan nomor 1 dengan benar namun hanya pada luas pizza dan
64

tidak menjawab mana yang murah dan lebih baik. Berdasarkan hasil nomor 1 PD-

A sudah mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan. Dimana

pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk dapat bekerja secara efektif dan

merumuskan dengan model dalam situasi nyata yang bersifat kompleks. Pada saat

sesi wawancara peserta didik mengetahui materinya dan lupa menjawab

pertanyaan dari soal yaitu pizza mana yang lebih baik dan murah, namun peserta

didik belum menjawab dengan benar maksud dari soal tersebut. Kemudian untuk

soal nomor 5 peserta didik dengan gaya belajar visual menjawab pertanyaan

dengan jawaban yang salah. Berdasarkan hasil nomor 5 PD-A belum mampu

menafsirkan sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal nomor 5 peserta

didik dituntut untuk mengetahui dan menafsirkan hal-hal yang memenuhi kondisi

yang ada. Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 5 peserta didik

kurang teliti terhadap syarat yang terdapat pada soal dan kurang memahami

maksud dari pertanyaannya. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban nomor

1 dan 5.

Tabel 4.18. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 1 dan 5

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 1 dan 5 )?
PD-A Kalau nomor 1 kak itu materi luas lingkaran, sedangkan
nomor 5 tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )?
PD-A Pertama kak kalau nomor 1 kan diketahui cuman diameter
sedangkan rumus luas lingkaran pake jari-jari jadi saya
tentukan jari-jarinya dulu kak baru saya hitung mi kak
cuman kak saya lupa tulis jawabanya mana yang dipilih tapi
saya paham ji kak maksudnya nomor 1 kak jadi jawabanya
65

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


kak 40 cm kak karena lebih murah, kalau nomor 5 kak saya
baca ji kak baru saya tentukan mi jawabannya kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )? Sebutkan!
PD-A Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
1 dan 5 )?
PD-A Nomor 5 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 1 dan 5 )? Nomor berapa
saja?
PD-A Tidak kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 5 )?
PD-A Kurang tahu kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya ( soal nomor 5 )?
PD-A Tidak tahu kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu ( soal nomor 1 )?
PD-A Iya kak ” 𝜋” kalau itu kak dibaca phi kak nilainya 3,14
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 1 dan 5 )? Kendala apa saja?
PD-A Tidak ada ji kak

4) Soal nomor 8 dan 9 ( level 4 )

Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes

nomor 8 dan 9 sebagai berikut :


66

Gambar 12. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 9

Pada gambar 12 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori

tidak menjawab pertanyaan nomor 8. Berdasarkan hasil nomor 8 PD-A belum

mampu menggunakan konsep, fakta dan lain-lain yang terkait dari soal tersebut.

Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut untuk menggunakan konsep

matematika dalam menerapkan proporsionalitas berdasarkan kumpulan data pada

soal. Pada saat sesi wawancara peserta didik lupa mengerjakan soal nomor 8

karena fokus dulu sama soal yang menurutnya mudah. Kemudian untuk soal

nomor 9 peserta didik dengan gaya belajar auditori juga menjawab pertanyaan

kurang tepat dan rumus yang digunakan sudah benar namun yang diminta ialah

luas dari atap. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-A sudah dapat menggunakan

konsep matematika namun masih ada kekurangan dalam menjawab soal tersebut.

Dimana soal nomor 5 peserta didik dituntut menggunakan konsep matematika

dengan menginterpretasikan denah dan menghitung luas persegi panjang dengan

menggunakan teorema pythagoras atau pengukuran. Dan berdasarkan wawancara

terhadap soal nomor 9 peserta didik sudah paham dengan teorema pythagoras

namun tidak menjawab luas dari atap pada soal yang diberikan. Berikut hasil

wawancara PD-A pada jawaban nomor 8 dan 9.


67

Tabel 4.19. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 8 dan 9

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 8 dan 9 )?
PD-A Kalau nomor 8 kak lupa kak kerja saya kira sudah kerja
kak, sedangkan nomor 9 kak kayaknya luas persegi kalau
tidak salah
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 9)?
PD-A Kalau nomor 9 kak pake rumus phytagoras kak tapi saya
tidak tulis luas persegi kak (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 8 dan 9 )? Sebutkan!
PD-A Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
8 dan 9 )?
PD-A Dua-duanya kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 8 dan 9 )? Nomor berapa
saja?
PD-A Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 8)?
PD-A Kalau nomor 8 kak tidak tahu kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya ( soal nomor 8 )?
PD-A Kurang tahu kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu?
PD-A Kalau tanda “ m2“ kak meter persegi kalau tidak salah kak
sama tanda ”√” itu kak dibaca akar matematika
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 8 dan 9 )? Kendala apa saja?
PD-A Tidak ada ji kak
68

5) Soal nomor 6 ( level 5 )

Soal nomor 6 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes

nomor 6 sebagai berikut :

Gambar 13. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 6

Pada gambar 13 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori

menjawab pertanyaan nomor 6 tetapi jawabannya tidak tepat. Berdasarkan hasil

nomor 6 PD-A belum mampu merumuskan dengan tepat pada soal yang

dikerjakan. Dimana pada soal nomor 6 ini peserta didik dituntut merumuskan

dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan dengan dua

kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan waktu selesai.

Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya kebingungan dengan soalnya.

Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban nomor 6.

Tabel 4.20. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 6

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 6 )?
PD-A Tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )?
PD-A Bingung kak mau kerja bagaimana kak jadi saya tebak-
tebak ji kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )? Sebutkan!
PD-A Kurang tahu kak
69

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Menurut kamu, mudah kah soal nomor 6 ini?
PD-A Susah kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
PD-A Tidak ada kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
PD-A Iya kak bingung kak sama soalnya karena soal cerita kak

6) Soal nomor 10 ( level 6 )

Soal nomor 10 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Peserta didik dengan

gaya belajar auditori tidak menjawab pertanyaan nomor 10. Berdasarkan hasil

nomor 10 PD-A belum mampu merumuskan soal karena tidak mengetahui

maksud dari soal yang dikerjakan. Dimana pada soal nomor 10 ini peserta didik

dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu dan memilih yang sesuai

dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara peserta didik kurang paham

dengan soalnya sehingga tidak dikerjakan. Berikut hasil wawancara PD-A pada

jawaban nomor 10.

Tabel 4.21. Hasil wawancara PD-A pada soal nomor 10

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 10 )?
PD-A Tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut?
PD-A Tidak saya jawab kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut?
Sebutkan!
70

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-A Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mudah tidak soal nomor 10?
PD-A Susah sekali kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
PD-A Kurang paham soalnya kak sama tidak tahu rumusnya kak

c. Kemampuan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik ( PD-K )

Kemampuan literasi matematika pada peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik (PD-K), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level

4. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level

kemampuan literasi matematika PD-K maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut

hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik

dengan gaya belajar kinestetik ditunjukkan sebagai berikut :

Gambar 14. Jawaban peserta didik dengan gaya belajar kinestetik


71

Tabel 4.22. Hasil wawancara PD-K

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Pernahkah kamu mendengar tentang soal PISA
sebelumnya?
PD-K Pernah kak
P Apakah kamu pernah mengerjakan soal PISA sebelumnya?
PD-K Belum pernah kak
P Apakah menurut kamu soal PISA itu sulit?
PD-K Sedikit sulit kak kalau saya kerjakan soal PISA ta’ kak
P Menurut kamu apakah ada perbedaan antara soal PISA
dan soal matematika yang biasa dikerjakan di sekolah?
Jelaskan perbedaannya!
PD-K Kurang tahu kak
P Manakah yang lebih sulit? Soal PISA atau soal matematika
yang biasa dikerjakan di sekolah?
PD-K Soal PISA kak
P Soal manakah yang lebih kamu suka? Soal PISA atau soal
yang biasa kamu kerjakan di sekolah?
PD-K Soal biasa yang dikerjakan di sekolah

Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik mampu menjawab semua pertanyaan, namun hanya ada beberapa soal

yang dijawab benar. Berikut analisis pada masing-masing butir soal berdasarkan

level.

1) Soal nomor 2 dan 7 ( level 1 )

Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes

nomor 2 dan 7 sebagai berikut :


72

Gambar 15. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 2 dan 7

Pada gambar 15 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 2 dengan benar. Berdasarkan hasil nomor

2 di atas PD-K sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal

nomor 2 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan diagram batang dan

membandingkan tinggi dua batang tersebut. Pada saat sesi wawancara dengan PD-

K terhadap soal nomor 2 peserta didik mampu menjelaskan hasil dari jawaban

yang dia dapat dari soal nomor 2. Kemudian untuk soal nomor 7 peserta didik

dengan gaya belajar kinestetik menjawab pertanyaan dengan salah. Berdasarkan

hasil nomor 7 PD-K belum bisa menggunakan konsep atau fakta dalam

pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7 peserta didik dituntut untuk

menggunakan konsep atau fakta dalam mengidentifikasi tarif harian rata-rata

dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal disediakan). Dan

berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 7 peserta didik belum paham

maksud dari soal tersebut sehingga hanya menebak-nebak saja. Berikut hasil

wawancara PD-K pada jawaban nomor 2 dan 7.

Tabel 4.23. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 2 dan 7

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
73

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


kerjakan ( soal nomor 2 dan 7 )?
PD-K Kalau nomor 2 kurang tahu kak cuman saya paham ji
soalnya, kalau untuk nomor 7 tidak tahu juga kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 2 dan 7)?
PD-K Kalau nomor 2 kak saya bandingkan kedua bandnya kak
yang ada di gambar. Sedangkan untuk nomor 7 kak
kurang paham kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut(
soal nomor 2 dan 7)? Sebutkan!
PD-K Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
2 dan 7)?
PD-K Nomor 2 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja ( soal nomor 2 dan
7)?
PD-K Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 2)?
PD-K Tidak tahu kak (sambil ketawa)
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-K Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 2 dan 7)? Kendala apa saja?
PD-K Kalau nomor 7 kak kurang paham sama soalnya sama
rumus apa mau dipake (sambil ketawa)

2) Soal nomor 3 dan 4 ( level 2 )

Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes

nomor 3 dan 4 sebagai berikut :


74

Gambar 16. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 3 dan 4

Pada gambar 16 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 3 dengan benar. Berdasarkan hasil nomor

3 PD-K sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal nomor 3

ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan diagram batang. Pada saat

sesi wawancara dengan PD-K terhadap soal nomor 3 peserta didik mampu

menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai dengan tepat.

Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar kinestetik

menjawab pertanyaan kurang tepat. Berdasarkan hasil nomor 4 PD-K sudah dapat

menggunakan konsep yang ada sesuai dengan soal yang dikerjakan namun kurang

teliti dalam mengerjakan soal tersebut. Dimana soal nomor 4 peserta didik

dituntut untuk menggunakan konsep matematika dalam mengidentifikasi tarif

harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal

disediakan). Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 4 peserta didik

salah menafsirkan dalam menghitung waktu yang ditentukan sehingga hasil yang

didapatkan salah. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban nomor 3 dan 4.
75

Tabel 4.24. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 3 dan 4

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 3 dan 4 )?
PD-K Saya tidak tahu nomor 3 apa materinya kak tapi saya
paham ji maksud soalnya kak, kalau nomor 7 kak itu materi
kecepatan kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 ) ?
PD-K Kalau nomor 3 kak saya lihat ji gambar disoal kak baru
saya pahami sesuai soalnya kak, kalau nomor 7 kak saya
bagi kak 18 km/jam dengan 6 km kak jadi hasilnya 3 jam
kak.
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 3 dan 4 )? Sebutkan!
PD-K Tidak tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah?
PD-K Dua-duanya kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
PD-K Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 3 )?
PD-K Tidak tahu kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya?
PD-K Kurang tahu kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 3 dan 4 ) ? Kendala apa saja?
PD-K Tidak ada ji kak.
76

3) Soal nomor 1 dan 5 ( level 3 )

Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes

nomor 1 dan 5 sebagai berikut :

Gambar 17. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 1 dan 5

Pada gambar 17 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 1 dengan benar namun hanya menjelaskan

secara lisan dan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta

tidak diselesaikan secara matematika. Berdasarkan hasil nomor 1 PD-K belum

mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan sehingga hanya

menebak-nebak saja. Dimana pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk

dapat bekerja secara efektif dan merumuskan dengan model dalam situasi yang

nyata bersifat kompleks. Pada saat sesi wawancara peserta didik belum

memahami soalnya sehingga hanya menebak saja. Kemudian untuk soal nomor 5

peserta didik dengan gaya belajar kinestetik menjawab pertanyaan dengan benar

dan tepat sesuai dengan maksud dari soal tersebut. Berdasarkan hasil nomor 5 PD-

K sudah mampu menafsirkan sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal

nomor 5 peserta didik dituntut untuk mengetahui dan menafsirkan hal-hal yang

memenuhi kondisi yang ada. Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 5
77

peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan benar sesuai

jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban nomor 1 dan

5.

Tabel 4.25. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 1 dan 5

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 1 dan 5 )?
PD-K Kalau nomor 1 kak tidak tahu kak,sama nomor 5 kak juga
saya tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )?
PD-K Saya lihat ji kak yang lebih besar ukurannya kak, kalau
nomor 5 kak saya lihat yang mana memenuhi dari beberapa
syarat di soal kak baru saya tentukan mi kak
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 1 dan 5 )? Sebutkan!
PD-K Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
1 dan 5 )?
PD-K Nomor 5 kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 1 dan 5 )? Nomor berapa
saja?
PD-K Tidak kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 5 )?
PD-K Tidak tahu kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu ( soal nomor 1 )?
PD-K Iya tahu kak kalau simbol cm itu kak centimeter kak seperti
di mistar
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 1 dan 5 )? Kendala apa saja?
PD-K Itu mi tadi kak nomor 1 kak tidak tahu mau diapakan kak
78

4) Soal nomor 8 dan 9 ( level 4 )

Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes

nomor 8 dan 9 sebagai berikut :

Gambar 18. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 8 dan 9

Pada gambar 18 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 8 tetapi jawabannya tidak tepat.

Berdasarkan hasil nomor 8 PD-K belum mampu menggunakan konsep, fakta dan

lain-lain yang terkait dari soal tersebut. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta

didik dituntut untuk dapat menerapkan penggunaan konsep, fakta dan lain-lain

dalam proporsionalitas berdasarkan kumpulan data pada soal. Pada saat sesi

wawancara peserta didik hanya menebak-nebak saja dan kurang memahami

maksud dari soal nomor 8 tersebut. Kemudian untuk soal nomor 9 peserta didik

dengan gaya belajar kinestetik juga menjawab dengan benar namun jawabanya

masih kurang tepat karena pada soal tentukan luas dari atapnya dan di soal sudah

jelas bahwa atap terdiri dari 2 bagian namun peserta didik hanya sampai pada luas
79

1 bagian atap saja. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-K sudah mampu menggunakan

konsep matematika secara tepat. Dimana soal nomor 5 peserta didik dituntut

menggunakan konsep matematika dengan menginterpretasikan denah dan

menghitung luas persegi panjang dan menggunakan teorema pythagoras atau

pengukuran. Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 9 peserta didik

sudah mampu memahami maksud dari soal tetapi kurang teliti dalam membaca

setiap pertanyaan yang diminta. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban

nomor 8 dan 9.

Tabel 4.26. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 8 dan 9

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 8 dan 9 )?
PD-K Kalau nomor 8 kak tidak tahu kak, sedangkan nomor 9 kak
materi bangun ruang kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 8 dan 9 )?
PD-K Kalau nomor 8 kak saya tebak-tebak ji kak karena saya
bingung kak (sambil ketawa), sedangkan nomor 9 kak saya
tentukan dulu lebarnya dengan rumus phytagoras kak,
kemudian saya tentukan mi kak luasnya kak, rumusnya itu
rumus persegi panjang karena gambar di soal seperti
persegi panjang kak.
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 8 dan 9 )? Sebutkan!
PD-K Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mana soal yang paling mudah ( soal nomor
8 dan 9 )?
PD-K Kalau nomor 8 susah kayaknya kak, tapi nomor 9 agak
sedikit sulit juga tapi masih bisa dipahami sedikit kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut ( soal nomor 8 dan 9 )? Nomor berapa
saja?
80

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-K Tidak ada kak
P Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal
PISA yang kamu kerjakan tadi ( soal nomor 8)?
PD-K Kalau nomor 8 kak tidak tahu kak
P Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan
dalam bentuk lainnya ( soal nomor 8 )?
PD-K Kurang tahu kak
P Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang
tertera dalam jawabanmu?
PD-K Kalau tanda “ m2” meter pangkat 2 kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA ( soal nomor 8 dan 9 )? Kendala apa saja?
PD-K Iya kak tidak paham soal nomor 8 kak pake rumus apa
dipake kak.

5) Soal nomor 6 ( level 5 )

Soal nomor 6 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes

nomor 6 sebagai berikut :

Gambar 19. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 6

Pada gambar 19 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 6 tetapi jawabannya tidak tepat.

Berdasarkan hasil nomor 6 PD-K belum mampu merumuskan dengan tepat pada

soal yang dikerjakan. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut

merumukan dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan

dengan dua kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan
81

waktu selesai. Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya paham akan rumus

yang digunakan, namun peserta didik kebingungan mau mulai dari mana cara

perhitunganya jadi dia hanya menebak-nebak saja. Berikut hasil wawancara PD-K

pada jawaban nomor 6.

Tabel 4.27. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 6

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 6 )?
PD-K Tahu kak materi kayaknya kecepatan kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )?
PD-K Tidak tahu kak bingung kah kak sama soalnya jadi saya
tebak-tebak saja (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut (
soal nomor 6 )? Sebutkan!
PD-K Kurang tahu kak
P Menurut kamu, mudah kah soal nomor 6 ini?
PD-K Sulit kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA tersebut? Nomor berapa saja?
PD-K Tidak ada kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
PD-K Iya kak bingung mau dari mana kak kerjanya kak

6) Soal nomor 10 ( level 6 )

Soal nomor 10 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur

kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Berikut hasil tes

nomor 10 sebagai berikut :


82

Gambar 20. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 10

Pada gambar 20 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar

kinestetik menjawab pertanyaan nomor 10 dengan salah. Berdasarkan hasil nomor

10 PD-K belum mampu merumuskan soal secara tepat. Dimana pada soal nomor

10 ini peserta didik dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu dan

memilih yang sesuai dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara peserta

didik hanya menebak-nebak saja dan kurang memahami dalam memodelkan

kedalam model matematika dari kasus pada soal nomor 10 tersebut. Berikut hasil

wawancara PD-K pada jawaban nomor 10.

Tabel 4.28. Hasil wawancara PD-K pada soal nomor 10

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


P Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu
kerjakan ( soal nomor 10 )?
PD-K Tidak tahu kak
P Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut?
PD-K Saya tebak-tebak ji kak (sambil ketawa)
P Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut?
Sebutkan!
PD-K Kurang tahu juga kak
P Menurut kamu, mudah tidak soal nomor 10?
PD-K Sulit kak
P Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan
soal PISA nomor 10?
PD-K Tidak ada kak
P Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal
PISA? Kendala apa saja?
83

Kode Pertanyaan peneliti dan jawaban subjek


PD-K Kurang paham soalnya kak sama tidak tahu rumusnya kak

B. Pembahasan

Pada bagian ini akan dibahas mengenai data dari data penelitian yang telah

dianalisis yaitu kemampuan literasi matematika peserta didik dalam

menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar dan perbedaan kemampuan

literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari

gaya belajar.

1. Kemampuan literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal

PISA ditinjau dari gaya belajar

Berdasarkan hasil analisis data tes dan wawancara maka dapat

disimpulkan bahwa kemampuan literasi matematika peserta didik dengan gaya

belajar visual, auditori dan kinestetik seperti pada tabel berikut :

Tabel 4.29. Data kemampuan literasi matematika peserta didik


berdasarkan level PISA ditinjau dari gaya belajar

Level Gaya belajar Peserta Didik


PISA Visual Auditori Kinestetik
1   
2   
3   
4 - - 
5 - - -
6 - - -

a) Kemampuan literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar visual

Berdasarkan hasil analisis data tes dan wawancara terkait kemampuan

literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar visual hanya mampu
84

menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 1 dan 7 ), soal

PISA level 2 ( nomor 3 dan 4 ) serta soal PISA level 3 ( nomor 3 ) dan masih

kurang dalam menyelesaikan soal PISA level 4, 5 dan 6. Jadi kemampuan literasi

matematika untuk peserta didik dengan gaya belajar visual sudah mencapai pada

tingkat level 3 artinya peserta didik dengan gaya belajar visual sudah mampu

mennghubungkan serta mencerminkan hal-hal yang terlibat dalam interpretasi dan

penalaran dasar. Dalam hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar visual

maka akan semakin meningkat hasil yang didapatkan. Gaya belajar visual

merupakan salah satu gaya belajar peserta didik yang pada dasarnya memahami

suatu materi pelajaran melalui melihat, dan mengamati suatu objek yang di

lihatnya. Gaya belajar visual membantu peserta didik dapat memusatkan perhatian

dan konsentrasi terhadap materi yang dipelajari melalui melihat, memandangi,

atau mengamati materi pelajaran sehingga peserta didik akan lebih mudah

memahami materi tersebut. Hal ini didukung oleh pendapat Ahmadi dan

Supriyono yang mengemukakan bahwa seseorang yang bertipe visual akan cepat

mempelajari bahan-bahan yang disajikan secara tertulis, bagan, grafik atau

gambar, atau dengan kata lain lebih mudah mempelajari bahan pelajaran yang

dapat dilihat dengan alat penglihatannya.40

Hal tersebut bertujuan membantu peserta didik memusatkan perhatiannya

dalam memahami materi sehingga dalam pemecahan masalah bisa dilakukan

dengan baik. Perhatian itu merupakan reaksi umum organisme dan kesadaran

40
Widodo Supriyomo H Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, revisi (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2004).
85

yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya konsentrasi dan pembatasan

kesadaran terhadap suatu objek.41

Peserta didik dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan soal PISA

hanya mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang lazim

dimana semua hal informasi tersedia, dan pertanyaan yang diidentifikasi dengan

jelas, mampu melakukan prosedur yang rutin sesuai dengan instruksi dan

stimulasi yang diberikan, menafsirkan dan mengenali situasi yang membutuhkan

kesimpulan langsung, memberi alasan secara tepat dari hasil penyelesaian,

mengerjakan menggunakan rumus, membuat interpretasi literal dari hasil serta

menjalankan prosedur dengan jelas termasuk yang memerlukan urutan keputusan.

Pada level 4, 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar visual belum

mampu menjawab soal dengan maksimal. Dimana soal PISA level 4,5 dan 6 tidak

hanya menuntut kemampuan prosedural tetapi juga kemampuan pemodelan yang

konteks, membuat asumsi dari situasi yang konkret, memilih dan menggabungkan

representasi yang berbeda termasuk pada simbol dan operasi matematika dalam

memecahkan suatu masalah. Menurut Polya (1973) (dalam Haryani)

mengungkapkan bahwa dalam melakukan pemecahan masalah ada beberapa

langkah yang perlu diperhatikan yaitu memahami suatu masalah, membuat

perencanaan masalah, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali hal yang

telah didapatkan.42 Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta didik

belum mampu memahami masalah pada soal sehingga mempengaruhi proses

41
Kartono K. Psikolog Umum, 3nd ed. ( Bandung : Mandar Maju, 1996)
42
Desti Haryani, “Pembelajaran Matematika Dengan Pemecahan Malasah Untuk
Menumbuhkankembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa,” Prosiding Seminar
Hasil Nasional Penelitian no 1980, (Universitas Negeri Yogyakarta, 2011).
86

selanjutnya untuk melakukan pemecahan masalah dan hanya akan ada kesalahan

dalam pengerjaan soal.

b) Kemampuan literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar auditori

Berdasarkan hasil analisis data tes dan wawancara terkait kemampuan

literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar auditori hanya mampu

menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 7 ), soal PISA

level 2 ( nomor 3 ) serta soal PISA level 3 ( nomor 1 ) dan masih kurang dalam

menyelesaikan soal PISA level 4, 5 dan 6. Jadi kemampuan literasi matematika

peserta didik dengan gaya belajar sudah mencapai pada tingkat level 3 artinya

peserta didik dengan gaya belajar auditori sudah mampu menghubungkan serta

mencerminkan hal-hal yang terlibat dalam interpretasi dan penalaran dasar. Dalam

hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar auditori maka akan semakin

meningkat hasil yang didapatkan. Gaya belajar auditori merupakan salah satu

gaya belajar peserta didik yang pada dasarnya lebih mudah mencerna, mengolah,

serta menyampaikan hal-hal yang terkait dengan mendengarkan secara langsung.

Mereka juga cenderung belajar dalam hal ini menerima informasi dengan

mendengarkan atau secara lisan. 43

Hal tersebut membantu peserta didik menyerap dan mengolah informasi

dengan kemampuan mendengar yang baik dalam upaya mencapai hasil yang baik

pula, baik dalam hal pemecahan masalah maupun hal lainnya.

43
Nevi Yarni Malim Soleh Rambe, “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang” JRPP 2,
no. 2 (2019)..
87

Peserta didik dengan gaya belajar auditori dalam menyelesaikan soal PISA

hanya mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang lazim

dimana semua hal informasi tersedia, mampu melakukan prosedur yang rutin

sesuai dengan instruksi yang diberikan, menafsirkan dan mengenali situasi yang

membutuhkan kesimpulan langsung, memberikan alasan secara tepat,

memecahkan masalah dan menerapkan strategi yang sederhana, serta menafsirkan

dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi secara langsung.

Pada level 4, 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar auditori belum

mampu menjawab soal dengan maksimal yang hampir sama dengan peserta didik

dengan gaya belajar visual. Dimana soal PISA level 4,5 dan 6 tidak hanya

menuntut kemampuan prosedural tetapi juga kemampuan pemodelan yang

konteks, membuat asumsi dari situasi yang konkret, memilih dan menggabungkan

representasi yang berbeda termasuk pada simbol dan operasi matematika dalam

memecahkan suatu masalah. Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta

didik belum mampu memahami masalah atau suatu kondisi pada soal sehingga

mempengaruhi proses selanjutnya untuk melakukan pemecahan masalah dan

hanya akan ada kesalahan dalam pengerjaan soal. Selain itu peserta didik masih

kurang dalam mengerjakan soal non rutin atau soal yang membutuhkan penalaran

yang tinggi serta belum terbiasa menyelesaikan soal cerita matematika.

c) Kemampuan literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik

Berdasarkan hasil analisis data tes dan wawancara terkait kemampuan

literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik sudah dapat

menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 7 ), soal PISA
88

level 2 ( nomor 3 ), soal PISA level 3 ( nomor 5 ) serta soal PISA level 4 ( nomor

9 ) dan masih kurang dalam menyelesaikan soal PISA level 5 dan 6. Jadi

kemampuan literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik

sudah mencapai pada tingkat level 4 artinya sudah mampu membangun dan

mengomunikasikan penjelasan dan argumen berdasarkan interpretasi, argumen

dan tindakan. Dalam hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar kinestetik

maka akan semakin meningkat juga hasil yang didapatkan. Gaya belajar kinestetik

merupakan gaya belajar yang melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung,

yang dapat berupa bergerak, menyentuh, dan merasakan/mengalami sendiri. 44

Hal tersebut membantu peserta didik dengan melakukan langsung sesuatu

yang dipelajari, peserta didik akan selalu mengingat pengalaman belajar tersebut

dan akan berdampak positif baik dalam hal pemecahan masalah maupun hal

lainnya.

Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dalam menyelesaikan soal

PISA sudah mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang

lazim dimana semua hal informasi tersedia, dan pertanyaan yang diidentifikasi

dengan jelas, mampu melakukan prosedur yang rutin sesuai dengan instruksi dan

stimulasi yang diberikan, menafsirkan dan mengenali situasi yang membutuhkan

kesimpulan langsung, memberi alasan secara tepat dari hasil penyelesaian,

mengerjakan menggunakan rumus, membuat interpretasi literal dari hasil,

menjalankan prosedur dengan jelas termasuk yang memerlukan urutan keputusan,

bekerja secara efektif dengan model eksplisit untuk situasi konkret yang kompleks

44
Nevi Yarni Malim Soleh Rambe, “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang"..
89

yang mungkin melibatkan kendala atau panggilan untuk membuat asumsi,

memilih dan mengintegrasikan representasi yang berbeda, termasuk simbolik.

Pada level 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar kinestetik belum

mampu menjawab soal dengan maksimal. Dimana soal PISA level 5 dan 6 tidak

hanya menuntut kemampuan prosedural tetapi juga kemampuan pemodelan yang

konteks, mengembangkan dan bekerja dengan model untuk situasi yang

kompleks, mengidentifikasi kendala dan menetapkan asumsi, memilih,

membandingkan, dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang sesuai

untuk menangani masalah kompleks, membuat konsep, menggeneralisasi dan

memanfaatkan informasi berdasarkan penyelidikan dan pemodelan situasi

masalah yang kompleks, dan dapat menggunakan pengetahuan mereka dalam

konteks yang relatif tidak standar serta menerapkan wawasan dan pemahaman

bersama dengan penguasaan operasi dan hubungan matematika simbolis dan

formal. Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta didik belum mampu

memahami masalah pada soal serta tidak menyajikan konsep dalam hal ini

membuat pemodelan matematika sehingga mempengaruhi proses selanjutnya

untuk melakukan pemecahan masalah.

2. Perbedaan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau

dari gaya belajar

a) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 1

PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat

level 1 tetapi dengan perbedaan jumlah nomor yang hanya bisa dikerjakan pada

setiap level. Dimana PD-V mampu menjawab semua nomor pada level 1
90

sedangkan PD-A dan PD-K hanya masing-masing 1 nomor yang dapat dijawab

dengan benar.

b) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 2

PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat

level 2 tetapi dengan perbedaan jumlah nomor yang hanya bisa dikerjakan pada

setiap level. Dimana PD-V mampu menjawab semua nomor pada level 2

sedangkan PD-A dan PD-K hanya masing-masing 1 nomor yang dapat dijawab

dengan benar.

c) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 3

PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat

level 3 dan sama-sama hanya dapat mengerjakan 1 nomor saja.

d) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 4

PD-V dan PD-A belum dapat menyelesaikan soal PISA level 4 sedangkan

PD-K dapat menjawab soal PISA pada tingkat level 4 hanya 1 nomor saja.

Perbedaan di atas bukan hanya berapa banyak soal yang dijawab tetapi

perbedaan yang lainnya yaitu setiap indikator level yang dipenuhi dari masing-

masing gaya belajar, perbedaan dalam memahami betul maksud dari soal yang

dikerjakan dan paham terhadap informasi yang disediakan di setiap soal serta

langkah-langkah dalam pengerjaan dalam menggunakan rumus ataupun prosedur

dengan baik dan benar.


BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis di atas, diperoleh kesimpulan

sebagai berikut :

1. Peserta didik dengan gaya belajar visual mampu menyelesaikan soal PISA

pada tingkat level 1,2, dan 3 dengan baik walaupun ada beberapa kekurangan

dalam menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan

bahwa kemampuan literasi peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA

dengan gaya belajar visual berada pada tingkat level 3. Peserta didik dengan

gaya belajar auditori mampu menyelesaikan soal PISA pada tingkat level 1, 2,

dan 3 juga dengan baik, walaupun ada beberapa kekurangan dalam

menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa

kemampuan literasi perserta didik dalam menyelesaikan soal PISA dengan

gaya belajar auditor juga berada pada tingkat level 3. Peserta didik dengan

gaya belajar kinestetik mampu menyelesaikan soal PISA pada tingkat level

1,2,3 dan 4 dengan baik walaupun ada beberapa kekurangan dalam

menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa

kemampuan literasi peserta didik dalam menyelesaikan soal dengan gaya

belajar kinestetik berada pada tingkat level 4.

2. Perbedaan ketiganya terletak pada jumlah soal yang dijawab pada setiap level

dan langkah langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal PISA, serta

pemahaman peserta didik terhadap soal yang dikerjakan.

91
92

B. Saran

Mengacu pada deskripsi analisis pembahasan hasil penelitian dan

kesimpulan di atas, maka dapat disarankan kepada :

1. Bagi pendidik dan peserta didik

a) Pendidik atau guru sebaiknya sering memberikan peserta didik latihan-latihan

soal literasi matematika khususnya soal PISA

b) Pendidik atau guru diharapkan memperbaharui metode pengajaran agar

peserta didik tidak banyak melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal dan

paham betul akan maksud dari materi atau soal yang dikerjakan.

c) Pendidik atau guru sebaiknya sering memberikan peserta didik latihan soal

cerita agar dapat memahami betul makna dari matematika sesungguhnya

d) Peserta didik juga diharapkan agar sering berlatih mengerjakan soal cerita

jangan hanya soal yang sudah yang sering didapatkan di sekolah

2. Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk lebih mengembangkan

penelitian ini agar mengetahui penyebab kesalahan peserta didik dalam

menyelesaikan soal PISA khususnya soal dalam bentuk cerita.


DAFTAR PUSTAKA

Albi Anggito, Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1st ed.


Sukabumi: CV Jejak, 2018.

Allinda Hamidah. “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik


Ditinjau Dari Gaya Belajar.” Jurnal Cendekia 10, no. 02 (2018): 157–62.
[Link]

Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan. 1st ed. Bandung: Remaja Rosda karya,
2012.

Arkinto, Suharsimi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Revisi, VI.


Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Arkinto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Revisi. Jakarta: Bumi


Aksara, 2009.

Bachri, Bachtiar S. “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada


Penelitian Kualitatif.” Teknologi Pendidikan 10, no. 1 (2010).

Bobbi DePorter, Mike Hernacki. Quantum Learning: Membiasakan Belajar


Nyaman Dan Menyenangkan. Penerjemah Alwiyah Abdurrahman, 1st ed.
Bandung: Kaifa, 2007.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. ( Bandung : Diponegoro )

Fadillah, Ahmad, and Ni’mah. “Analisis Literasi Matematika Peserta didik Dalam
Memecahkan Soal Matematika PISA Konten Change and Relationship.”
JTAM ( Jurnal Teori Dan Aplikasi Matematika) 3, no. 2 (2019): 127–31.
[Link]

Fatma, Maulida, and Reza Aula. “Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari
Gaya Belajar Dan Gender Peserta Didik Pada Pembelajaran Pbl Berbantuan
Asesmen.” Universitas Negeri Semarang, 2018.

Hertiandito, Longinus Tito. “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMP


Pada Pembelajaran Knisley Dengan Tinjauan Gaya Belajar.” PRISMA,
Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2016, 89–96.
Hery Susanto, Achi Renaldi, Novalia. “Analisis Validitas Reliabilitas Tingkat
Kesukaran Dan Daya Beda Pada Butir Soal Ujian Akhir Semester Ganjil
Mata Pelajaran Matematika.” Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika 6,
no. 2 (2015). [Link]

93
94

Hidayah, Aulia Rohmatul, Ikka Ananda Hakiki, Muhammad Faisal Afwi, and
Shofan Fiangga. “Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik SMP Dalam
Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual” 7, no. 2
(2020): 6–13. [Link]

John W. Santrock. Educational Psychology. 3rd ed. New York: McGraw-Hill,


2008.

Jurnaidi, Jurnaidi, and Zulkardi Zulkardi. “Pengembangan Soal Model Pisa Pada
Konten Change and Relationship Untuk Mengetahui Kemampuan Penalaran
Matematis Peserta didik Sekolah Menengah Pertama.” Jurnal Pendidikan
Matematika 8, no. 1 (2014). [Link]
.
Kartini Kartono. Psikologi Umum. 3rd edisi. Bandung : Mandar Maju, 1996.
Kusniati, Iin. “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik Melalui
Penyelesaian Soal-Soal Ekspresi Aljabar Di SMP Negeri 1 Lambu Kibang.”
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018.

Malim Soleh Rambe, Nevi Yarni. “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang”
JRPP 2, no. 2 (2019)

Magen Nagar, Noga. “The Effects of Learning Strategies on Mathematical


Literacy: A Comparison between Lower and Higher Achieving Countries.”
International Journal of Research in Education and Science (IJRES) 2, no. 2
(2016): 306–21. [Link]

Minrohmatillah, Nilna. “Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMA Ditinjau


Dari Gaya Belajar Siswa Kelas X MA Darul Hikmah Tulungagung.” IAIN
Tulungagung, 2019

OECD. PISA 2012 Assessment and Analytical Framework :


Mathematics,Reading,Science,Problem Solving and Financial Literacy.
Paris: OECD Publishing, 2013. [Link]

OECD. Pisa 2015 Draft Mathematics Framework. Paris: OECD Publishing, 2015.

OECD. PISA 2018 Mathematics Framework. Paris: OECD Publishing, 2019.


[Link]

Ojose, Bobby. “Mathematics Literacy : Are We Able to Put the Mathematics We


Learn into Everyday Use?” Journal of Mathematics Education 4, no. 1
(2011): 89–100.
95

Papilaya, Jeanete Ophilia, and Neleke Huliselan. “Identifikasi Gaya Belajar


Mahapeserta didik.” Jurnal Psikologi Undip 15 (2016).
[Link]
Rahmawati, and Mahdiansyah. “Literasi Matematika Peserta didik Pendidikan
Menengah : Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional Dengan
Konteks Indonesia Rahmawati, and Mahdiansyah. “Literasi Matematika
Peserta didik Pendidikan Menengah : Analisis Menggunakan Desain Tes
Internasional Dengan Konteks.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 20
(2014): 452–69. [Link]

Ramadhan, Muhammad Syahrul. “Skor PISA Indonesia Merosot.” [Link],


2019. [Link]
pisa-indonesia-merosot.

Stacey, Kaye, and Ross Turner. The Evolution and Key Concepts of the PISA
Mathematics Frameworks. Assessing Mathematical Literacy: The PISA
Experience. Australia: Springer, 2015. [Link]
10121-7_1.

Sumarna Suraprnata. Analisis, Validitas, Reliabilitas, Dan Interpretasi Hasil Tes


Implementasi Kurikulum 2004. 1st ed. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset,
2006.

Syawahid, Muhammad, and Susilahudin Putrawangsa. “Kemampuan Literasi


Matematika Peserta didik SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar.” Beta Jurnal
Tadris Matematika 10, no. 2 (2017): 222–40.
[Link]

Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. 15th ed. Jakarta: RajaGrafindo


Persada, 2016.

Tanzeh, Ahmad. Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta: Teras, 2011.

Widayanti, Febi Dwi. “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.” Erudio Journal of Educational Innovation
2, no. 1 (2013). [Link]
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : Daftar peserta didik

No. Nama Peserta Didik


1 Shely
2 Muh. Alif
3 Zahra Nur Islamiah.N
4 Adelia Ramadani
5 Khirana Kumala Sari
6 Miftahul Jannah
7 Siti Zahra
8 Qhumairah Aquiny
9 Fatur Ahmad
10 Azisah Sahara
11 Kaizha Naura Rayani
12 Faisal Irfan
13 Siti Fadhilah Kirani Fatli
14 Reskyawan Nur
15 [Link]
16 Sifa Nur Qolbi
17 Kirana Aulia Sindi
18 Masita Putri Symsia
19 Fazya Anastasya
20 Febryana Dhuha Mauliana
21 Marvel Trisabuni Saputra
22 Meyla Annisa
23 Justin Sinclair Thompson
24 Salwa Dalilah Tasniym Nur Wahyudin
25 Muh Rezky Perdana Kasbir
26 A. Aiszyilla Azzahra
27 [Link]
Lampiran 2 : Angket Gaya Belajar Peserta Didik

Kisi-Kisi Angket Gaya Belajar

Gaya Belajar Nomor Butir

Gaya Belajar Visual 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10

Gaya Belajar Auditori 11,12,13,14,15,16,17,18,19,20

Gaya Belajar Kinestetik 21,22,23,24,25,26,27,28,29,30

ANGKET GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK

A. Petunjuk Pengisian
Pada angket ini terdapat 30 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap
pernyataan dan tentukan kebeneranya. Baca setiap kalimat dengan cermat dan
pertimbangkan apakah itu sesuai untuk Anda. Berilah tanda centang  pada
alternatif jawaban. Setiap item pernyataan memiliki 3 pilihan altenatif jawaban.

Keterangan
SS : Sering Sekali
K : Kadang-kadang
TP : Tidak Pernah

Alternatif Jawaban
No Pernyataan
SS K TP
Saya suka mencoret-coret, bahkan dalam catatan
1
saya penuh dengan gambar.
Saya mengingat sesuatu yang lebih baik jika saya
2
menuliskannya
Jika saya disuruh ketempat yang baru, saya perlu
3
menulis petunjuk arahnya.
Untuk mengingat nomor telepon teman saya, saya
4 biasanya mengubah angka dengan sesuatu seperti
gambar yang mudah untuk diingat
Jika saya mengikuti tes, saya bisa “membayangkan”
5
letak jawaban dan halaman bukunya berada.
Jika saya berbicara dengan seseorang, saya harus
6
melihat gerakan mulutnya.
Jika guru memberikan materi abstrak, saya bisa
7
dengan jelas membayangkan sesuatu dikepala saya.
Sulit bagi saya untuk memahami apa yang
8 dikatakan seseorang ketika ada orang yang
berbicara atau memutar musik.
Saya kurang memahami ketika seseoarang
9
memeberi tahu saya hal-hal yang lucu.
Saya hanya dapat menyelesaikan pekerjaan
10
ditempat yang tenang.
Saya harus membaca dengan lantang, agar dapat
11
memahami isi bukunya
Untuk menghafalkan sesuatu saya harus
12
mengatakannya berulang-ulang.
Untuk memahami sesuatu, saya perlu
13
mendiskusikannya.
14 Saya tidak perlu membuat catatan dikelas.
Saya dapat dengan baik mengingat hal-hal yang
15 saya dengar, daripada hal-hal yang saya lihat atau
baca.
Saya suka merekam sesuatu, kemudian
16
mendengarkannya.
Saya lebih suka mendengar ceramah tentang
17
sesuatu daripada harus membacanya di buku teks
Sulit bagi saya untuk membaca tulisan tangan orang
18
lain.
Saya berbicara kepada diri saya sendiri ketika saya
19
sedang memecahkan masalah atau menulis
Saya lebih suka jika seseorang memberi tahu saya
20 bagaimana melakukan sesuatu daripada harus
membaca petunjuknya sendiri
Saya tidak suka membaca atau mendengarkan
21
petunjuk arah; saya lebih suka mulai melakukannya
Saya belajar paling baik ketika saya diperlihatkan
22 bagaimana melakukan sesuatu dan kemudian
memiliki kesempatan untuk melakukannya
23 Saya bisa belajar lebih baik saat musik diputar
Saya memecahkan masalah lebih sering dengan
24 percobaan, daripada pendekatan langkah demi
langkah
Sebelum saya mengikuti petunjuk, ada baiknya saya
25
melihat orang lain melakukannya terlebih dahulu.
26 Saya perlu sering istirahat saat belajar
Saya membuat catatan tetapi tidak pernah kembali
27
untuk membacanya
Saya tidak mudah tersesat, bahkan di lingkungan
28
yang asing
Saya berpikir lebih baik ketika saya memiliki
29
kebebasan untuk bergerak.
Ketika saya tidak bisa memikirkan kata tertentu,
30
saya akan menggunakan isyarat atau kode tertentu
Lampiran 3 : Lembar Tes Soal PISA
SOAL PISA MATEMATIKA
SMP NEGERI 1 PALOPO

Identitas Subjek :

Nama : .....................................................
Hari/Tanggal : .....................................................
Materi : Matematika
Waktu : 75 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal :


1. Berdoa sebelum memulai mengerjakan soal.
2. Terdapat 10 soal tes yang harus anda jawab dalam waktu yang telah
disediakan
3. Bacalah setiap soal dengan cermat dan teliti kemudian tulislah jawaban
anda pada lembar jawaban yang telah disediakan
4. Jika jawaban anda salah dan ingin membetulkan, cukup coret jawaban
yang salah (tidak perlu di type-ex) kemudian tulis jawaban yang benar
5. Kerjakan yang menurut anda mudah terlebih dahulu
6. Kumpulkan jawaban anda jika sudah selesai.

1. Sebuah restoran pizza menyajikan dua pizza bundar dengan ketebalan yang
sama dalam ukuran yang berbeda. Yang lebih kecil memiliki diameter 30 cm
dan biaya 30 zeds. Yang lebih besar memiliki diameter 40 cm dan biaya 40
zeds. Pizza mana yang lebih baik dan lebih murah? Tunjukkan alasan Anda.

2. Pada bulan Januari, CD baru dari band 4U2Rock dan The Kicking Kangaroo
telah dirilis. Pada bulan Februari, CD dari band No One's Darling dan The
Metalfolkies juga dirilis. Grafik berikut menunjukkan penjualan CD band dari
Januari hingga Juni..
Pada bulan berapa band No One's Darling menjual CD lebih banyak daripada
band The Kicking Kangaroos untuk pertama kalinya?
a. Tidak ada
b. Maret
c. April
d. Mei

3. Berapa banyak CD yang dijual band The Metalfolkies pada bulan April?
a. 250
b. 500
c. 1000
d. 1270

4. Helen baru saja mendapatkan sepeda baru. Ini memiliki speedometer yang
duduk di stang. Speedometer dapat memberi tahu Helen jarak yang dia
tempuh dan kecepatan rata-ratanya untuk perjalanan.

Helen berkendara sejauh 6 km ke rumah bibinya. Speedometernya


menunjukkan bahwa dia punya rata-rata 18 km/jam untuk seluruh perjalanan.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar?
a. Helen membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke rumah bibinya.
b. Helen membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke rumah bibinya.
c. Helen membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai ke rumah bibinya.
d. Tidak mungkin untuk mengatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan
Helen untuk sampai ke rumah bibinya.

5. Chris baru saja menerima SIM mobilnya dan ingin membeli mobil
pertamanya.

Tabel di bawah ini menunjukkan rincian empat mobil yang dia temukan di
sebuah lokal penjual mobil.

Model Alpa Bolte Castel Dezal


Tahun 2003 2000 2001 1999
Harga yang
4800 4450 4250 3990
diiklankan (Zeds)
Jarak yang
ditempuh 105.000 115.000 128.000 109.000
(Kilometer)
Kapasitas mesin
1.79 1.796 1.82 1.783
(Liter)

Chris menginginkan mobil yang memenuhi semua kondisi berikut:

• Jarak yang ditempuh tidak lebih dari 120.000 kilometer.


• Dibuat pada tahun 2000 atau setahun kemudian.
• Harga yang di iklankan tidak lebih tinggi dari 4500 zeds.

Mobil mana yang memenuhi syarat Chris?


a. Alpha
b. Bolte
c. Castel
d. Dezal

6. Gunung Fuji adalah gunung berapi aktif yang terkenal di Jepang.


Jalur Pendakian Gotemba mendaki Gunung Fuji panjangnya sekitar 9
kilometer (km). Pendaki harus kembali dari jalan kaki sejauh 18 km sebelum
jam 8 malam.

Toshi memperkirakan dia bisa mendaki gunung dengan kecepatan 1,5


kilometer per jam rata-rata, dan turun dengan kecepatan dua kali lipat.
Kecepatan ini memperhitungkan makan dan waktu istirahat.

Menggunakan perkiraan kecepatan Toshi, berapa lama dia bisa mulai


mendaki sehingga dia bisa kembali jam 8 malam?

7. Gunung Fuji hanya dibuka untuk umum untuk pendakian dari 1 Juli hingga
27 Agustus setiap tahun. Sekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji selama
waktu ini.

Rata-rata, berapa banyak orang yang mendaki Gunung Fuji setiap hari?

a. 340
b. 710
c. 3400
d. 7400

8. Tabel dibawah ini menunjukkan data tentang kepemilikan televisi dalam


rumah tangga untuk lima negara. Tabel ini juga menunjukkan persentase
rumah tangga yang memiliki TV dan juga berlangganan TV kabel.

Persentase
Persentase rumah tangga
rumah tangga yang
Jumlah rumah yang memiliki berlangganan
Negara tangga dengan TV televisi kabel
kepemilikan TV dibandingkan dibandingkan
dengan semua rumah tangga
rumah tangga yang memiliki
TV
Jepang 48 juta 99,8% 51,4%
Prancis 24,5 juta 97% 15,4%
Belgium 4,4 juta 99% 91,7%
Swiss 2,8 juta 85,8% 98%
Norway 2 juta 97,2% 42,7%
Tabel menunjukkan bahwa di swiss 85,8% dari semua rumah tangga memiliki
TV. Berdasarkan informasi pada tabel, berapa kira-kira jumlah seluruh rumah
tangga di swiss ?

9. Rentang "dasar" pabrikan garasi mencakup model hanya dengan satu jendela
dan satu pintu George memilih model berikut dari kisaran "dasar". Posisi dari
jendela dan pintu ditampilkan di sini.

Dua denah di bawah ini menunjukkan dimensi, dalam meter, dari garasi yang
dipilih George.

Atapnya terdiri dari dua bagian persegi yang identik. Hitung luas total atap.

10. Fotografer hewan Jean Baptiste pergi selama setahun ekspedisi dan
mengambil banyak foto penguin dan anak-anaknya. Dia sangat tertarik pada
pertumbuhan ukuran koloni penguin yang berbeda.

Jean mengasumsikan koloni akan terus tumbuh dengan cara berikut:

b. Pada awal setiap tahun, koloni terdiri dari jantan dan penguin betina
yang membentuk pasangan.
c. Pada awal tahun, satu koloni terdiri dari 10.000 penguin (5.000 pasang).
d. Setiap pasangan penguin memelihara satu anak di musim semi setiap
tahun.
e. Pada akhir setiap tahun 20% dari semua penguin (dewasa dan anak-
anaknya) akan mati.
f. Penguin berumur satu tahun juga akan membesarkan anak-anaknya.

Berdasarkan asumsi di atas, manakah dari rumus berikut yang


menggambarkan total: jumlah penguin, P, setelah 7 tahun?

b. 𝑃 = 10 000 𝑥 (1.5 𝑥 0.2)7


c. 𝑃 = 10 000 𝑥 (1.5 𝑥 0.8)7
d. 𝑃 = 10 000 𝑥 (1.2 𝑥 0.2)7
e. 𝑃 = 10 000 𝑥 (1.2 𝑥 0.8)7
Lampiran 4 : Instrumen Asli Soal PISA

No Soal PISA
1

3
No Soal PISA
4

5
No Soal PISA
6

8
No Soal PISA

10
No Soal PISA
Lampiran 4 : Kunci Jawaban dan Skor Soal PISA

KUNCI JAWABAN DAN SKOR


SOAL PISA MATEMATIKA
SMP NEGERI 1 PALOPO

No Jawaban Skor
maks
1 Dik 10
• Pizza 1 berdiameter 30 cm dengan biaya 30 zeds
• Pizza 1 berdiameter 40 cm dengan biaya 40 zeds
Dit
Pizza mana yang lebih baik nilai dan murah ?

Penyelesaian
• Untuk pizza 1
Luas pizza 1 = 𝜋𝑟 2
= 𝜋 × 15𝑐𝑚 × 15𝑐𝑚
= 706.5 𝑐𝑚2
• Untuk pizza 2
Luas pizza 2 = 𝜋𝑟 2
= 𝜋 × 20𝑐𝑚 × 20𝑐𝑚
= 1256 𝑐𝑚2
Maka
• Biaya per 𝑐𝑚2 untuk pizza 1
= 30 zeds / 706.5 𝑐𝑚2
= 0.04 zeds/𝑐𝑚2
• Biaya per 𝑐𝑚2 untuk pizza 2
= 40 zeds / 1256 𝑐𝑚2
= 0.03 zeds/𝑐𝑚2

jadi pizza 2 lebih murah per cm ditambah nilainya lebih baik

2 C. April 10
Jawaban : tepat
3 C. 500 10
Jawaban : tepat
4 Dik 10
jarak dari rumah bibi adalah 16 km
Kecepatan rata rata : 18 km / jam

Penyelesaian

𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 16 𝑘𝑚 1
Waktu = 𝑘𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = 18 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚 = 3 𝑗𝑎𝑚 = 20 menit
5 B. Bolte 10
Jawaban : tepat
6 Dik 10
pendaki harus kembali sebelum jam 8 atau 20.00

1,5 km/jam naik => 9 km = 6 jam

3 km/jam turun => 9 km = 3 jam

= 9 jam

Waktu mulai mendaki 20.00 – 09.00 = 11.00

Jadi dia mulai harus mendaki pukul 11.00 atau 11 am pagi.


7 Dik 10
Periode pembukaan Gunung Fuji secara umum 1 Juli sampai
27 Agustus sama dengan 58 hari. Selama periode 200.000
orang mendaki

Dit
Berapa taksiran jumlah orang yang mendaki setiap harinya?

Penyelesaian:
Rata-rata orang yang mendaki setiap hari:
200.000
= 3.448.4 = 3.448 ℎ𝑎𝑟𝑖/𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
58

Jawaban : C
8 Perbandingan senilai 10

𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑇𝑉


𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑇𝑉

𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎


=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎

85,8%
2,8 𝑗𝑢𝑡𝑎

100%
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎

Jumlah total rumah tangga (85,8%) = 280


280
Jumlah total rumah tangga = = 3,3 𝑗𝑢𝑡𝑎
85,8
Jawaban : C
9 Dik 10
Ukuran bagasi
Lebar sebagaian atas = √7,25 m2 dari √2,502 + 12
Lebar : 6 m

Dit
Luas total :
Penyelesaian

12 √7,25 m2 = 12 x 2,69 = 32,38 m2 = 32,4 m2

10 Pingunin pada tahun 1 = P1 10


Pinguin pada tahun 2 = P2
Banyak pinguin pada tahun ketujuh = P7

P1 = (10000+5000) – (10000+5000) x 20 %

= 15000 x ( 1- 0,2) = 15000 x 0,8 = 10000 x 1,5 x 0,8

1
P2 = ((10000 × 1,5 × 0,8) + (10000 × 1,5 × 0,8) −
2
1
((10000 × 1,5 × 0,8) + (10000 × 1,5 × 0,8 × 20%)
2

1
= ((10000 × 1,5 × 0,8) + 2 (10000 × 1,5 × 0,8) × 0,8

1
= ((10000 × 1,5 × 0,8)(1 + 2)) × 0,8

= 10000 × 1,52 × 0,82

Jadi berdasarkab diatas maka P7 = 10000 × (1,5 × 0,8)7

Jawaban B

Total Skor 100


Lampiran 5 : Kisi-kisi Soal PISA

KISI-KISI SOAL PISA MATEMATIKA


SMP NEGERI 1 PALOPO

Aspek Soal
No Deskripsi
Proses Konten Konteks Level
Menerapkan pemahaman area untuk memecahkan Merumuskan Ruang dan Bentuk Pribadi 3
1
perbandingan nilai uang
Baca diagram batang dan bandingkan tinggi dua Menafsirkan Ketidakpastian dan Sosial 1
2
batang data
Baca diagram batang Menafsirkan Ketidakpastian dan Sosial 2
3
data
Hitung waktu yang ditempuh dengan kecepatan Penggunaan konsep Perubahan dan Pribadi 2
4
dan jarak rata-rata bepergian matematika hubungan
Pilih nilai yang memenuhi empat Menafsirkan Ketidakpastian dan Pribadi 3
5 kondisi/pernyataan numerik yang ditetapkan dalam data
konteks keuangan.
Hitung waktu mulai untuk perjalanan yang Merumuskan Perubahan dan Sosial 5
6 diberikan dua kecepatan yang berbeda, total jarak Hubungan
tempuh dan waktu selesai
Identifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah Penggunaan konsep, Ketidakpastian dan Sosial 1
7 total dan spesifik periode waktu (tanggal fakta dan lain data
disediakan)
Terapkan proporsionalitas berdasarkan kumpulan Penggunaan konsep Ketidakpastian dan Sosial 4
8
data matematika data
9 Menginterpretasikan denah dan menghitung luas Penggunaan konsep Ruang dan Bentuk Pekerjaan 4
persegi panjang dengan menggunakan Teorema matematika
Pythagoras atau pengukuran
Memahami situasi tertentu dan memilih yang Merumuskan Perubahan dan Pekerjaan 6
10
sesuai model matematika Hubungan
Lampiran 6 : Lembar Validasi Pedoman Wawancara
LEMBAR VALIDASI
PEDOMAN WAWANCARA

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : VIII/Genap

Petunjuk:
Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul: “Analisis Kemampuan Literasi
Matematika Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal PISA ditinjau Dari Gaya
Belajar di SMP Negeri 1 Palopo”, peneliti menggunakan instrumen Lembar
pedoman wawancara. Untuk itu, peneliti meminta kesediaan Bapak/Ibu untuk
menjadi validator dengan petunjuk sebagai berikut:
1. Dimohon agar Bapak/Ibu memberikan penilaian terhadap Lembar pedoman
wawancara yang telah dibuat sebagaimana terlampir.
2. Untuk tabel tentang Aspek yang Dinilai, dimohon Bapak/Ibu memberikan
tanda cek () pada kolom penilaian sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu.
3. Untuk Penilaian Umum, dimohon Bapak/Ibu melingkari angka yang sesuai
dengan penilaian Bapak/Ibu.
4. Untuk saran dan revisi, Bapak/Ibu dapat langsung menuliskannya pada naskah
yang perlu direvisi, atau menuliskannya pada kolom Saran yang telah
disiapkan.
Kesediaan Bapak/Ibu dalam memberikan jawaban secara objektif sangat besar
artinya bagi peneliti. Atas kesediaan dan bantuan Bapak/Ibu, peneliti ucapkan
terima kasih.

Keterangan Skala Penilaian:


1 : berarti “kurang relevan”
2 : berarti “cukup relevan”
3 : berarti “relevan”
4 : berarti “sangat relevan”

Uraian Singkat:
Pedoman wawancara ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan literasi
matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya
belajar di SMP Negeri 1 Palopo
Nilai
No Aspek yang dinilai
1 2 3 4
I Isi
1 Kesesuaian pertanyaan dengan tujuan
wawancara.
2 Pertanyaan wawancara mudah dipahami.
3 Maksud dari pertanyaan dirumuskan
dengan jelas.
II Bahasa
1 Menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar
2 Menggunakan bahasa yang sederhana dan
mudah dipahami
3 Kalimat pertanyaan tidak mengandung
multitafsir
4 Menggunakan bahasa yang komunikatif

Penilaian Umum:
1. Belum dapat digunakan
2. Dapat digunakan dengan revisi besar
3. Dapat digunakan dengan revisi kecil
4. Dapat digunakan tanpa revisi

Saran-Saran:
Secara keseluruhan, instrumen pedoman wawancaranya dapat digunakan
dengan revisi kecil. Saran untuk perbaikan pedoman wawancara telah
disampaikan pada naskah yang perlu direvisi.

Palopo, 18-Januari-2022
Validator,

(Nurul Fuady Adhalia H.)


Lampiran 7 : Lembar Pedoman Wawancara Peserta Didik

PEDOMAN WAWANCARA PESERTA DIDIK

A. Data Responden

Nama : .....................................
Tipe Gaya Belajar : .....................................

B. Daftar Pertanyaan

1. Pernahkah kamu mendengar tentang soal PISA sebelumnya?

2. Apakah kamu pernah mengerjakan soal PISA sebelumnya?

3. Apakah menurut kamu soal PISA itu sulit?

4. Menurut kamu apakah ada perbedaan antara soal PISA dan soal matematika

yang biasa dikerjakan di sekolah? Jelaskan perbedaannya!

5. Manakah yang lebih sulit? Soal PISA atau soal matematika yang biasa

dikerjakan di sekolah?

6. Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu kerjakan?

7. Bagaimana cara kamu mengerjakan soal PISA tersebut?

8. Adakah cara lain untuk mengerjakan soal PISA tersebut? Sebutkan!

9. Kenapa menggunakan cara tersebut?

10. Menurut kamu, mana soal yang paling mudah?

11. Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan soal PISA

tersebut? Nomor berapa saja?

12. Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal PISA yang kamu

kerjakan tadi?
13. Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan dalam bentuk

lainnya?

14. Apa maksud dari simbol/gambar/grafik/tabel/lainnya yang tertera dalam

jawabanmu?

15. Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal PISA? Kendala apa

saja?

16. Soal manakah yang lebih kamu suka? Soal PISA atau soal yang biasa kamu

kerjakan di sekolah?
Lampiran 8 : Surat Izin Penelitian
Lampiran 9 : Surat Keterangan Selesai Meneliti
Lampiran 10 : Kegiatan Pengerjaan Tes Soal PISA

Dokumentasi Peserta Didik Saat Mengerjakan Soal PISA


Lampiran 11 : Kegiatan wawancara peserta didik

Dokumentasi Wawancara Peserta Didik Gaya Belajar


Visual

Dokumentasi Wawancara Peserta Didik Gaya Belajar


Auditori

Dokumentasi Wawancara Peserta Didik Gaya Belajar


Kinestetik
RIWAYAT HIDUP

Ahmad Rivai adalah nama penulis skripsi ini. Penulis lahir dari

pasangan Latif dan Hakipa sebagai anak kedua dari 3

bersaudara. Penulis dilahirkan di Desa Porehu, Kec. Porehu,

Kab. Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal

09 Desember 1999. Penulis menempuh pendidikan dimulai dari SD Negeri 1

Porehu (lulus tahun 2011), melanjutkan ke SMP Negeri 2 Batuputih (lulus tahun

2014) dan SMA Negeri 1 Pakue (lulus tahun 2017), hingga akhirnya menempuh

masa kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Fakultas Tarbiyah dan

Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Matematika. Selama kuliah penulis aktif di

salah-satu organisasi dalam kampus yaitu Himpunan Mahasiswa Prodi Studi

(HMPS) Pendidikan Matematika dan menjabat sebagai anggota.

Dengan ketekunan dan motivasi yang tinggi agar terus belajar dan

berusaha, penulis telah menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi. Semoga dengan

penulisan tugas akhir ini mampu memberikan konstribusi positif bagi dunia

pendidikan.

Akhir kata penulis mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas

terselesaikannya skripsi ini yang berjudul “Analisis Kemampuan Literasi

Matematika Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari

Gaya Belajar di SMP Negeri 1 Palopo”.

Contact person penulis : rhivaiahmad@[Link]

Anda mungkin juga menyukai