Literasi Matematika dan Gaya Belajar SMP
Literasi Matematika dan Gaya Belajar SMP
Skripsi
Oleh
AHMAD RIVAI
17 0204 0014
Skripsi
Oleh
AHMAD RIVAI
17 0204 0014
Pembimbing :
1. Alia Lestari, [Link].,[Link].
2. Nilam Permatasari Munir, [Link].,[Link].
Bilamana di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia
menerima sanksi administratif atas perbuatan tersebut dan gelar akademik yang
saya peroleh karena dibatalkan.
Demikian pertanyaan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ahmad Rivai
17 0204 0014
iii
iv
Nilam Permatasari Munir, [Link]., [Link]
Muh. Hajarul Aswad A., [Link]
Lisa Aditya Dwiwansyah Musa,, [Link]., [Link]
v
PRAKATA
ditinjau dari Gaya Belajar di SMP Negeri 1 Palopo” setelah melalui proses
panjang.
Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, kepada para keluarga,
teristimewah kepada kedua orang tua tercinta, ayahanda Latif dan ibunda Hakipa
yang telah mengasuh dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang sejak kecil
hingga sekarang, dan segala yang telah diberikan kepada anak-anaknya, serta
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Penulisan skripsi ini dapat
terselesaikan berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari banyak pihak. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga dengan
1. Prof. Dr. Abdul Pirol, [Link]. selaku Rektor IAIN Palopo, Dr. H. Muammar
Arafat, S.H., M.H. selaku Wakil Rektor I, Dr. Ahmad Syarief Iskandar, SE.,
vi
MM. selaku Wakil Rektor II, dan Dr. Muhaemin, MA. selaku Wakil Rektor
III.
2. Dr. Nurdin Kaso, [Link]. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
IAIN Palopo, Dr. Munir Yusuf, [Link]., [Link]. selaku Wakil Dekan I, Ibu Dr.
Hj. Andi Riawarda, [Link]. selaku Wakil Dekan II dan Ibu Dra. Nursyamsi,
3. Muh. Hajarul Aswad A., [Link]., [Link]. selaku Ketua Program Studi Pendidikan
4. Alia Lestari, [Link]., [Link] selaku pembimbing I dan Nilam Permatasari Munir,
penyelesaian skripsi.
5. Lisa Aditya Dwiwansyah Musa, [Link]., [Link] selaku penguji II yang telah
6. Seluruh Dosen beserta seluruh staf pegawai IAIN Palopo yang telah mendidik
Karyawan dan Karyawati dalam ruang lingkup IAIN Palopo, yang telah
vii
8. Suriadi Rahmat, [Link]., [Link] selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palopo,
beserta Guru-Guru dan Staf, yang telah memberikan izin dan bantuan dalam
melakukan penelitian.
9. Peserta didik SMP Negeri 1 Palopo yang telah bekerja sama dengan penulis
Matematika IAIN Palopo angkatan 2017 (khususnya kelas A), yang selama
ini membantu dan selalu memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini.
Penulis
Ahmad Rivai
viii
DAFTAR ISI
ix
J. Pengkodean Data Penelitian ........................................................ 34
K. Teknik Analisis Data ................................................................... 34
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
x
DAFTAR AYAT
xi
DAFTAR TABEL
xii
Tabel 4.24 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 3 dan 4 ...................... 75
Tabel 4.25 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 1 dan 5 ...................... 77
Tabel 4.26 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 8 dan 9 ...................... 79
Tabel 4.27 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 6 ................................ 81
Tabel 4.28 Hasil Wawancara PD-K pada soal Nomor 10 .............................. 82
Tabel 4.29 Data Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik
Berdasarkan Level PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar .................................... 83
xiii
DAFTAR GAMBAR
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
xv
ABSTRAK
Kata Kunci : Kemampuan Literasi Matematika, Soal PISA, Gaya Belajar Visual,
Auditori dan Kinestetik
xvi
ABSTRACT
xvii
تجويد البحث
أحمد رفاعي".2022،تحليل قدرة الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في
حل شكل PISAمن حيث أسلوب التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية
الواحدة فالوفو".رسالة شعبة تدريسالرياضيات ،كلية التربية وعلوم
التعليمية في الجامعة االسالمية الحكومية فالوفو .بإشراف عاليا ليستاري
ونيالم فيرمتاساري مونير.
معرفة القراءة و الكتابة الرياضية هي قدرة الشخص علي صياغة و استخدام و تفسير
الرياضيات في سياقات المختلفة .يتضمن ذالك التفكير الرياضي في شرح الظواهر و
التنبؤ بها و بالتالي فان معرفة القراءة و الكتابة الرياضية تساعد الشخص على التعرف
على الدور أو استخدام الرياضيات في الحياة اليومية .أحد العوامل التي تدعم قدرة
معرفة القراءة و الكتابة الرياضية هو أسسلوب التعلم لدى الطلبة .تهدف هذا البحث الى
وصف قدرة الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في حل شكل PISAمن
حيث أسلوب التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية الواحدة فالوفو و لمعرفة الفرق قدرة
الطلبة على معرفة القراءة و الكتابة الرياضية في حل شكل PISAمن حيث أسلوب
التعلم في المدرسة الثانوية الحكومية الواحدة فالوفو .النوع من هذا البحث هو بحث
نوعي ذو نهج وصفي نوعي .كانت المواد في هذا البحث 3طالب من 27طالبًا من
الصف الثامن تم اختيارهم بنا ًء على صيغة Slovinولكل منهم أسلوب تعليمي مرئي
وسمعي وحركي .كانت تقنيات جمع البيانات تمأل استبيانات أسلوب التعلم واختبارات
مهارات القراءة والكتابة والمقابالت .تم تحليل البيانات وصفيًا لوصف نتائج اختبار
معرفة القراءة والكتابة الرياضية للطالب .تشير نتائج هذا البحث إلى ما يلي)1 :
الطلبة الذين لديهم أساليب التعلم المرئي والطلبة الذين لديهم أساليب تعلم سمعية لديهم
مهارات معرفة القراءة والكتابة الرياضية في المستوى 3حيث يمكنهم ربط وتعكس
األشياء المتضمنة في التفسير األساسي واالستدالل بينما يمتلك الطالب ذوو أنماط
التعلم الحركية مهارات القراءة والكتابة الرياضية في المستوى الرابع حيث يكونون
قادرين على بناء وتوصيل التفسيرات والحجج بنا ًء على التفسيرات والحجج
واإلجراءات )2.يكمن االختالف بين كل موضوع في عدد األسئلة التي تمت اإلجابة
عليها في كل مستوى وكذلك في الخطوات المستخدمة في حل أسئلة االختبار وفهم كل
سؤال يتم العمل عليه.
xviii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
disebabkan oleh perbedaan dalam preferensi dan kebiasaan yang dipelajari dari
masing-masing peserta didik. Hal ini maka pendidik dituntut untuk memahami
suatu perbedaan dari masing-masing individu peserta didik, tujuannya yaitu untuk
mempersiapkan peserta didik di masa yang akan datang dengan melalui kegiatan
bimbingan belajar serta latihan dalam soal. Ikatan timbal balik antara pendidik
dan peserta didik selalu memengaruhi satu sama lain sebab dalam proses
Dimana dalam Firman Allah swt. dalam surah Mujadalah ayat 11 berbunyi
1
2
manusia yang berilmu lagi beriman. Seperti yang diketahui orang yang
berpengetahuan maka Allah SWT akan meninggikan derajat kita, maka dari itu
kita dituntut untuk selalu menggali ilmu selama hidup di dunia. Karena setiap
orang beriman jika tidak memiliki ilmu tidak akan mengetahui segala apapun.
Namun jika orang berpengetahuan tetapi tidak beriman maka akan tersesat di
dunia. Maka dari itu, manusia harus berpengetahuan lagi beriman guna menjadi
orang yang sukses menjadi manusia yang berkualitas. Maka di sini pendidikan
Salah satu cara yang harus dilakukan untuk meningkatkan sumber daya
manusia ialah setiap negara harus membekali peserta didik dengan pengetahuan
serta keterampilan yang memadai agar dapat berguna, salah satunya tentang
didik dalam kesiapan untuk hidup sebagai masyarakat modern. Sebuah masalah
atau situasi yang dihadapi di kehidupan sehari-hari merupakan salah satu konteks
1
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya. ( Bandung : Diponegoro )
3
serta alat matematika sebelum hal itu sepenuhnya dipahami dan ditangani.
peserta didik jenuh terhadap pemecahan masalah. Dimana yang kita tahu bahwa
didik guna memberikan informasi yang lebih bermanfaat dalam peningkatan mutu
Tujuan PISA untuk melihat hasil pencapaian belajar peserta didik di beberapa
didik yang berusia 15 tahun atau baru saja menyelesaikan pendidikan dasar yang
mempunyai kemahiran yang tepat dalam hal membaca, matematika, dan ilmu
pengetahuan. Tidak ada alasan yang pasti mengapa PISA hanya menilai hasil
literasi terhadap peserta didik SMP. Matematika termasuk bahan kajian dalam
PISA. “Prestasi belajar bukan salah satu hal yang hanya dikaji PISA dalam objek
2
Ahmad Fadillah and Ni’mah, “Analisis Literasi Matematika Peserta didik Dalam
Memecahkan Soal Matematika PISA Konten Change and Relationship,” JTAM ( Jurnal Teori
Dan Aplikasi Matematika) 3, no. 2 (2019): 127–31,[Link]
v3i2.1035.
4
matematika tetapi lebih kepada kemampuan dengan kata lain yaitu literasi
matematika”.3
sebagai berikut :
individu dapat mengenali peran yang dimainkan matematika di dunia dan untuk
membuat penilaian dan keputusan yang beralasan yang dibutuhkan oleh warga
3
Muhammad Syawahid and Susilahudin Putrawangsa, “Kemampuan Literasi Matematika
Peserta didik SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar,” Beta Jurnal Tadris Matematika 10, no. 2 (2017):
222–40, [Link]
4
OECD, PISA 2012 Assessment and Analytical Framework : Mathematics, Reading,
Science, Problem Solving and Financial Literacy (Paris: OECD Publishing, 2013),
https//[Link]/10.1201/9780203869543-c92.
5
prosedur, fakta dan alat matematika dalam menjelaskan serta memprediksi suatu
Indonesia ikut serta dalam studi PISA dengan tujuan agar memperoleh
informasi yang lebih tentang kemampuan peserta didik Indonesia dalam hal
kualitas pembelajaran matematika di sekolah dan berguna pula untuk peserta didik
tahun 2000 dan Indonesia ikut serta mulai dari tahun 2000 sampai sekarang.
berada di posisi 72 dari 77 negara OECD dalam tiga kompetensi. Perolehan ini
di tahun 2015. Berdasarkan nilai rata-rata, terjadi penurunan nilai PISA Indonesia
menurun dari 386 poin di 2015 menjadi 379 poin di 2018 dari rata-rata OECD
489, dan mencapai 28 persen yang mampu sampai hanya kemahiran tingkat dua
5
Iin Kusniati, “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik Melalui
Penyelesaian Soal-Soal Ekspresi Aljabar Di SMP Negeri 1 Lambu Kibang” (Universitas Islam
Negeri Raden Intan Lampung, 2018).
6
Muhammad Syahrul Ramadhan, “Skor PISA Indonesia Merosot,” [Link], 3
Desember 2019, [Link]
indonesia-merosot, diakses 8 Februari 2020..
6
jajaran terbawah dan memperoleh skor di bawah rata-rata, jelas hal ini sesuatu
yang perlu diperbaiki dilihat dari hasil yang didapatkan oleh Indonesia dibanding
negara lain. Hasil PISA yang rendah tersebut tentunya disebabkan oleh banyak
faktor. Salah satu faktor penyebab antara lain peserta didik pada umumnya kurang
learning), peserta didik lebih terbiasa mengerjakan soal-soal yang sesuai dengan
contoh yang diberikan oleh guru tanpa mengetahui manfaatnya.7 Ada pula aspek
lain yang menimbulkan rendahnya hasil PISA Indonesia ialah aspek personal,
aspek instruksional serta aspek area. Namun demikian, rendahnya literasi tersebut
konteks asing yang belum familiar bagi peserta didik di Indonesia khususnya di
Hal ini dalam meningkatkan peringkat Indonesia pada studi PISA salah
pembelajaran. Bukan hanya itu pemerintah, maupun pendidik perlu mengkaji hal-
hal yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik
7
Jurnaidi and Zulkardi, “Pengembangan Soal Model Pisa Pada Konten Change and
Relationship Untuk Mengetahui Kemampuan Penalaran Matematis Peserta didik Sekolah
Menengah Pertama,” Jurnal Pendidikan Matematika 8, no. 1 (2014),
[Link]
8
Rahmawati and Mahdiansyah, “Literasi Matematika Peserta didik Pendidikan Menengah :
Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional Dengan Konteks Indonesia,” Jurnal Pendidikan
Dan Kebudayaan 20 (2014): 452–69, [Link]
7
perihal yang berarti. Sebab dari konteks ini peserta didik bisa mengingat kembali
konsep apa yang hendak digunakan untuk menuntaskan soal konteks tersebut.
didik memiliki gaya belajar yang berbeda sehingga dalam menerima, mengolah
proses pendidikan merupakan gaya belajar peserta didik. Gaya belajar seseorang
mengolah informasi.10 Banyak tipe gaya belajar yang dikemukakan oleh para ahli.
Salah satu tipe yang banyak digunakan adalah tipe gaya belajar yang
dikemukakan oleh De Porter & Hernacki (2002) yaitu gaya belajar visual, gaya
hubungan antara kemampuan literasi matematika dengan gaya belajar. “Dari hasil
9
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas,” Erudio Journal of Educational Innovation 2, no. 1 (2013),
[Link]
10
Mike Hernacki, Bobbi DePorter, Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman
Dan Menyenangkan, 1st ed. (Bandung: Kaifa, 2007) 110.
11
Longinus Tito Hertiandito, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMP Pada
Pembelajaran Knisley Dengan Tinjauan Gaya Belajar,” PRISMA, Prosiding Seminar Nasional
Matematika, 2016, 89–96.
8
dengan baik, sedangkan peserta didik dengan gaya belajar auditori mampu
baik, dan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik mampu menguasai masing-
dengan gaya belajar visual berada pada level 3 namun masih terkendala pada 2
dengan gaya belajar auditori berada pada level 6 namun masih terkendala pada 3
argumen. Dan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik berada pada level 3
matematisasi.13
PISA baik dalam proses pembelajaran maupun proses ujian. Namun hal ini SMP
Negeri 1 Palopo belum pernah dijadikan sebagai sampel dalam penilaian PISA,
disebabkan karena pemilihan sekolah dan peserta didik untuk dijadikan sampel
12
Maulida Fatma and Reza Aula, “Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Gaya
Belajar Dan Gender Peserta Didik Pada Pembelajaran PBL Berbantuan Asesmen” (Universitas
Negeri Semarang, 2018).
13
Nilna Minrohmatillah, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMA Ditinjau
Dari Gaya Belajar Peserta didik Kelas X MA Darul Hikmah Tulungagung” (IAIN Tulungagung,
2019).
9
wawancara juga dilakukan dengan guru matematika ibu Suarsi Arifin, [Link]., M.M
yang ada di SMP Negeri 1 Palopo mengatakan bahwa peserta didik sudah dapat
menggunakan secara baik kemampuan yang dimiliki dan dapat menganalisis dan
matematika. Namun masih ada beberapa peserta didik yang memang masih butuh
yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Palopo, sehingga peneliti berminat untuk
Maka peneliti akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul “Analisis
B. Batasan Masalah
tenaga, serta menghindari hal-hal yang tidak jelas dan untuk memudahkan dalam
melakukan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti yaitu :
1. Penelitian ini hanya dilakukan pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1
C. Rumusan Masalah
14
Wawancara dilakukan dengan ketua kurikulum dan guru matematika ibu Sunarsi Arifin,
[Link]., M.M pada tanggal 23 Maret 2021 di SMP Negeri 1 Palopo.
10
menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo?
menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1 Palopo ?
D. Tujuan Penelitian
dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP Negeri 1
Palopo.
didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP
Negeri 1 Palopo.
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari
gaya belajar serta dapat menambah referensi baru dalam penelitian selanjutnya
2. Manfaat Praktis
a) Bagi Guru
matematika.
b) Bagi Sekolah
Sebagai saran dan bahan ajar bagi sekolah dalam mewujudkan program
pengajaran yang sesuai dengan visi sekolah. Selain itu, sebagai wadah yang baik
dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas peserta didik dalam proses
memecahkan masalah.
BAB II
KAJIAN TEORI
Sebelum adanya penelitian ini, ada beberapa penelitian yang relevan yang
4. Jumlah Subjek 3 3 6 3
7. Hasil Gaya belajar visual Peserta didik Peserta didik dengan 1) Peserta didik
Penelitian murni dapat dengan gaya belajar gaya belajar visual dengan gaya belajar
menyelesaikan auditori memiliki mampu mencapai visual dan peserta
semua soal PISA. kemampuan literasi level 5. Sedangkan didik dengan gaya
belajar auditori
12
13
B. Deskripsi Teori
1. Literasi Matematika
menunjuk pada kemampuan yang tidak terpaku pada ilmu selaku tempat domain.
15
Aulia Rohmatul Hidayah et al., “Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik SMP
Dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual” 7, no. 2 (2020): 6–13,
[Link]
16
Syawahid and Putrawangsa, “Kemampuan Literasi Matematika Peserta didik SMP
Ditinjau Dari Gaya Belajar.”
17
Allinda Hamidah, “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik Ditinjau Dari
Gaya Belajar,” Jurnal Cendekia 10, no. 02 (2018): 157–62,[Link]
v10i02.70.
14
terlibat dalam matematika serta membuat penilaian yang beralasan tentang peran
yang dimainkan matematika dalam kehidupan individu saat ini dan masa depan,
dalam kehidupan sosial dan sebagai warga negara yang konstruktif dan
pada 3 proses di mana peserta didik selaku pemecah permasalahan yang aktif
18
OECD, Pisa 2015 Draft Mathematics Framework (Paris: OECD Publishing, 2015).
19
Noga Magen-Nagar, “The Effects of Learning Strategies on Mathematical Literacy: A
Comparison between Lower and Higher Achieving Countries,” International Journal of Research
in Education and Science (IJRES) 2, no. 2 (2016): 306–21, [Link]
20
OECD, Pisa 2015 Draft Mathematics Framework.
15
dari suatu permasalahan ialah dapat mengubah dan menghubungkan dalam bentuk
model matematika dan mampu menguraikan untuk dapat menghasilkan solusi dari
dengan Stecey & Tuner yang mendefinisikan literasi dalam matematika ialah
21
OECD, PISA 2012 Assessment and Analytical Framework : Mathematics, Reading,
Science, Problem Solving and Financial Literacy.
22
Bobby Ojose, “Mathematics Literacy : Are We Able to Put the Mathematics We Learn
into Everyday Use?,” Journal of Mathematics Education 4, no. 1 (2011): 89–100.
23
Kaye Stacey and Ross Turner, The Evolution and Key Concepts of the PISA Mathematics
Frameworks, Assessing Mathematical Literacy: The PISA Experience (Australia: Springer, 2015),
[Link]
16
Kemampuan literasi matematika dari peserta didik dalam draft PISA 2018
efektif.
dan operasi aritmatika) yang diatur oleh konvensi dan aturan matematika.
alat ukur, serta kalkulator dan alat berbasis komputer yang semakin banyak
menjadi 6 tingkatan. Pada tingkatan ini ada tingkatan rendah atau pada level 1 dan
tingkat tinggi terdapat pada level 6. Berikut uraian level-level literasi dalam draft
24
OECD, PISA 2018 Mathematics Framework (Paris: OECD Publishing, 2019),
[Link]
19
Level 4 Pada Level 4, peserta didik dapat bekerja secara efektif dengan
model eksplisit untuk situasi konkret yang kompleks yang mungkin
melibatkan kendala atau panggilan untuk membuat asumsi. Mereka
dapat memilih dan mengintegrasikan representasi yang berbeda,
termasuk simbolik, menghubungkannya secara langsung dengan
aspek situasi dunia nyata. Peserta didik ditingkat ini dapat
memanfaatkan berbagai keterampilan mereka yang terbatas dan
dapat bernalar dengan beberapa wawasan, dalam konteks yang
langsung. Mereka dapat membangun dan mengkomunikasikan
penjelasan dan argumen berdasarkan interpretasi, argumen dan
tindakan mereka.
penting bagi warga di dunia modern. Artinya untuk memecahkan masalah dan
menafsirkan situasi dalam konteks pribadi, pekerjaan, sosial dan ilmiah, ada
konten yang merupakan pusat disiplin dan menggambarkan area konten yang
luas yang digunakan dalam item tes untuk PISA yaitu perubahan dan
matematika muncul. ada empat kategori konteks yang telah ditentukan dan
3. Studi PISA
(OECD) pada tahun 1990 untuk memberikan informasi kepada pemerintah dan
depan mereka. PISA juga merupakan adalah sistem penilaian dalam bidang
penilaian PISA dilakukan pada peserta didik yang berusia 15 tahun. Dalam studi
PISA aspek penilaiannya terdiri atas literasi membaca, literasi matematika, dan
berhubungan dengan sains, dan dengan ide-ide sains, sebagai warga negara
yang reflektif. Orang sains yang melek bersedia terlibat dalam wacana yang
4. Gaya Belajar
25
OECD, PISA 2018 Mathematics Framework
23
Jeanete Ophilia Papilaya dan Neleke Huliselan menyatakan bahwa gaya belajar
berhubungan dengan cara anak belajar, serta cara belajar yang disukai. Sebagai
cara yang disukai, maka Peserta didik akan sering menggunakan dan merasa
belajar manusia dibedakan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar
indera penglihatan. Bagi orang yang memiliki gaya ini, mata adalah alat yang
belajar.28 Ciri-Ciri individu yang memiliki tipe gaya belajar visual yaitu :
a) Suka membaca
26
John W. Santrock, Educational Psychology, 3rd ed. (New York: McGraw-Hill, 2008).
27
Jeanete Ophilia Papilaya and Neleke Huliselan, “Identifikasi Gaya Belajar Mahapeserta
didik,” Jurnal Psikologi Undip 15 (2016), [Link]
28
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”
24
h) Mengingat wajah
j) Corat-coret
m) Detail pemberitahuan
Gaya belajar auditori adalah gaya belajar dengan cara mendengar. Individu
dengan gaya belajar ini, lebih dominan dalam menggunakan indera pendengaran
untuk mendengar.29 Ciri-Ciri individu yang memiliki tipe gaya belajar auditori
yaitu :
a) Senang berbicara
c) Mudah teralihkan
e) Suka dibaca
g) Suka musik
29
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”.
25
k) Sifatnya ramah
Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar dengan cara bergerak, bekerja,
dan gerakan-gerakan fisik. Individu dengan gaya belajar ini lebih mudah
a) Sering bergerak
Dari setiap gaya belajar di atas pada umumnya peserta didik hanya
memiliki satu gaya belajar. Namun jika memiliki lebih dari satu gaya belajar
maka hanya akan ada satu gaya belajar peserta didik yang lebih menonjol.
30
Febi Dwi Widayanti, “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.”.
26
C. Kerangka Berpikir
ikut dalam studi PISA di tahun 2000. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor
matematika yang bercirikan studi PISA. Didalam soal PISA terdapat aspek level
soal, konten, konteks dan proses. Dengan adanya soal PISA peserta didik mampu
individu.
PISA ditinjau dari gaya belajar dimana kemudian hasil data yang didapatkan dari
Hasil Tingkat
Di tinjau dari gaya
Literasi Matematika
analisis belajar :
(Level)
1. Visual
2. Auditori
3. Kinestetik
METODE PENELITIAN
menjelaskan suatu fenomena secara mendalam dan tidak terlalu fokus kepada
angka atau nilai. Penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar
ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang telah terjadi dan penelitian ini
matematika dalam studi PISA ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Dimana
pendekatan kualitatif ini sasaran dan objek penelitiannya dibatasi supaya data
dan data yang didapatkan sesuai yang ada di lapangan, sehingga muncul suatu
teori baru.
B. Fokus Penelitian
peserta didik kelas VIII dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar
31
Johan Setiawan Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif, 1st ed. (Sukabumi: CV
Jejak, 2018).
27
28
C. Definisi Istilah
3. Gaya belajar ialah suatu kemampuan pribadi dalam belajar baik itu menerima
1. Data
Data dalam penelitian ialah informasi serta fakta yang didapatkan dari hasil
suatu fenomena yang ada dengan dukungan beberapa teori. Ada dua data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder :
tentang tujuan suatu penelitian.33 Dalam penelitian ini ialah hasil tes yang
diberikan oleh peneliti kepada peserta didik serta hasil wawancara yang
32
Suharsimi Arkinto, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik, Revisi, VI (Jakarta:
Rineka Cipta, 2011).
33
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis (Yogyakarta: Teras, 2011).
29
yang telah ada sebelumnya.34 Dalam penelitian ini ialah dari data yang
mendukung dalam data primer seperti buku-buku, situs web yang berkaitan
2. Sumber data
ialah penyampaian lisan serta tindakan yang diutarakan oleh subjek penelitian dan
sumber data utama yaitu peserta didik berdasarkan dengan 3 macam gaya belajar
yaitu, visual, auditori dan kinestetik kelas VIII di SMP Negeri 1 Palopo.
E. Instrumen Penelitian
1. Instrumen Angket
belajar yang diadopsi dari model Lynn O'Brien dan diterjemahkan kedalam
bahasa indonesia. Angket ini digunakan dalam menentukan subjek yang akan
diberikan tes soal PISA. Angket ini terdapat 30 pertanyaan, dimana ada 10
34
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis.
35
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Surabaya: Rajawali Pers, 2001).
30
2. Instrumen Tes
Tes yang akan diberikan kepada subjek penelitian adalah soal PISA pada
tahun 2012 dengan melihat berdasarkan beberapa aspek yaitu proses, konten,
konteks dan tingkat level. Proses dalam pengambilan soal ini diambil langsung
dari situs resmi organisasi OECD melalui admin dengan cara meminta izin
melalui email yang tertera pada situs tersebut, sehingga soal PISA ini dapat
3. Instrumen wawancara
ditujukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo. Waktu Pelaksanaan
G. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1
Palopo. Pemilihan kelas yang dipilih peneliti berdasarkan pertimbangan dari hasil
wawancara yang dilakukan dengan ketua kurikulum SMP Negeri 1 Palopo bahwa
31
peserta didik kelas VIII saat ini mereka diberikan pelatihan khusus untuk
Dalam memilih subjek ada kategori yang akan dipilih yaitu berdasarkan dengan 3
macam gaya belajar yaitu, visual, auditori dan kinestetik. Dimana terdapat 3
subjek penelitian tersebut terdiri dari 1 peserta didik yang dominan visual, 1
peserta didik yang dominan auditori dan 1 peserta didik yang dominan kinestetik.
data yang diperoleh benar-benar akurat, relevan dan dapat digunakan dengan tepat
1. Pemberian angket
Angket yang akan dibagikan kepada peserta didik ialah angket tentang
gaya belajar yang diadopsi dari Lynn O'Brien dimana berupa pertanyaan yang di
dalamnya terdapat 3 kategori gaya belajar yang masing-masing akan dipilih 1 dari
3 gaya belajar yang paling dominan dengan beberapa jumlah soal yang akan
diberikan oleh peneliti. Pemberian angket ini berikan kepada peserta didik kelas
VIII yang dipilih berdasarkan penentuan dengan rumus slovin. Penggunaan rumus
slovin ini digunakan karena jumlah peserta didik di kelas VIII berjumlah 323,
angket tentang gaya belajar. Berikut rumus slovin dalam menentukan responden
36
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, revisi (Bandung:
Alfabeta, 2011).
32
𝑵
𝒏=
𝟏 + 𝑵(𝒆)𝟐
Keterangan :
𝑵 : Ukuran populasi
Jumlah seluruh peserta didik kelas VIII adalah 323, sehingga persentase
kelonggaran yang digunakan adalah 20% dan hasil perhitungan dapat dibulatkan
untuk mencapai kesesuaian. Maka dari itu dilakukan perhitungan sebagai berikut :
323
𝑛 = 1+323(20%)2
323
𝑛 = 1+12,92
323
𝑛 = 13,92
sehingga mempermudah dalam pengolahan data dan hasil analisis yang baik.
2. Pemberian Tes
didik dalam mengerjakan soal ditinjau dari gaya belajar dan juga sebagai penilaian
3. Wawancara
lebih menggali informasi yang dibutuhkan serta memperkuat hasil data tes dari
kemampuan peserta didik soal matematika bercirikan PISA ditinjau dari gaya
belajar dan digunakan dalam mengetahui keabsahan data. Jenis wawancara yang
menganalisis data. Tentu hal ini memerlukan cara yang tepat dalam memeriksa,
triangulasi metode, dimana akan menguji data dengan cara mengolah atau
mengecek data dengan sumber yang sama tetapi metode yang berbeda.
37
Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan, 1st ed. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012).
38
Bachtiar S Bachri, “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian
Kualitatif,” Teknologi Pendidikan 10, no. 1 (2010).
34
menganalisis data pada setiap petikan dialog wawancara dan lainnya. Pengkodean
ini hanya diberikan pada subjek dengan kode petikan yang ditetapkan peneliti.
a. P : untuk peneliti
dari peserta didik. Skala yang digunakan dalam angket ini ialah skala Likert
dengan skor 1-3. Dari setiap pertanyaan mempunyai 3 alternatif jawaban. Jawaban
dari setiap instrumen gaya belajar memiliki rentang skor yang berbeda dalam
setiap jawaban.
Tidak
Kadang-
Pernyataan Sering (S) Pernah
Kadang (K)
(TP)
Skor 3 2 1
2. Analisis Data
deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman yang diuraikan sebagai
berikut :
35
a. Reduksi data
dalam tiap permasalahan yang diuraikan, mengarahkan, serta membuang hal yang
Data yang akan direduksi dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik
dilakukan di lapangan apabila terlalu lama berada di lapangan maka data akan
semakin banyak dan rumit. Oleh sebab itu mereduksi data sangat perlu dilakukan
agar data tidak sulit untuk dianalisis. Berikut kriteria penilaian dalam tes
Skor Kriteria
80 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 100 Sangat layak
60 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 80 Layak
40 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 60 Cukup layak
20 < 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 40 Kurang Layak
0 ≤ 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 ≤ 20 Sangat kurang layak
b. Penyajian Data
penyajian data. Penyajian data adalah kumpulan informasi data yang tersistematis
untuk menarik suatu kesimpulan atau tindakan. Data yang disajikan ialah data dari
hasil angket gaya belajar dan tes soal tipe PISA serta wawancara.
39
Arkinto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.
36
Penyajian data ini dilakukan agar data yang telah direduksi bisa
naratif. Pada tahap ini peneliti ingin berusaha menyusun data yang benar adanya
dari hasil penelitian dan verifikasi data agar mendapatkan informasi yang akurat
dan disimpulkan secara valid, serta memiliki arti tertentu dalam menjawab
permasalahan penelitian.
c. Penarikan kesimpulan
Pada tahap ini semua data yang telah dianalisis akan disimpulkan sebagai
hasil yang diperoleh dari penelitian. Penarikan kesimpulan ini adalah untuk
Proses penarikan kesimpulan melihat hal pokok dari data dibentuk dalam kalimat
singkat, padat dan jelas dan mengandung hal yang luas. Tahap ini merupakan
tahap akhir dari kegiatan analisis data. Hasil dari kesimpulan diharapkan
A. Deskripsi Data
Kec. Wara Utara, Kota Palopo, Prov. Sulawesi Selatan. SMP Negeri 1 Palopo
berlokasi di Jl. A. Pangerang No. 2 Palopo, Sulawesi Selatan, dengan luas tanah 3
m2. SMP Negeri 1 Palopo berada di koordinat garis lintang : -2.9953 dan garis
belajar mengajar. Sumber listrik yang digunakan berasal dari PLN. Sekolah ini
mengajar lebih mudah. Berikut identitas lengkap dari SMP Negeri 1 Palopo
sebagai berikut :
NPSN : 40307829
Akreditasi :A
Adapun jumlah peserta didik, guru dan tenaga kependidikan dalam SMP
37
38
Status
No Jabatan Jumlah
PNS Honor
1 Guru 47 11 58
2 Tenaga Kependidikan 52 20 72
Penelitian ini dilakukan kepada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1
didik dengan meninjau dari gaya belajar peserta didik yaitu visual, auditori, dan
kinestetik. Dalam penelitian ini ada 3 kegiatan yaitu pemberian angket gaya
belajar, pemberian soal PISA dan wawancara. Pada kegiatan pertama yaitu
pemberian angket jumlah responden yang diambil yaitu sekitar 27 peserta didik
kelas VIII. Kemudian setelah dilakukan pemberian angket ini maka hanya akan
ada 3 subjek yang dipilih yang akan mengerjakan soal PISA dan wawancara.
dahulu membuat instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Yang pertama
peneliti membuat instrumen angket gaya belajar yang diadopsi dari model O’brien
39
selanjutnya, langkah kedua adalah membuat soal PISA matematika yang dimana
diadopsi dari model Lynn O’brien dan tidak mengalami perubahan karena
instrumen yang digunakan adalah pernyataan asli yang diambil dari artikel Lynn
Instrumen yang digunakan sebanyak 10 soal dan merupakan soal asli yang
diambil dari framework PISA tahun 2012 sehingga soal ini tidak mengalami
c) Wawancara
instrumen ini valid dan bisa digunakan dengan baik. Instrumen ini disusun untuk
dapat menggali informasi dan memperkuat hasil tes peserta didik. Pedoman
kelas VIII di SMP Negeri 1 Palopo. Berikut adalah tabel dari pelaksanaan
penelitian :
4. Reduksi Data
pengisian angket gaya belajar dilakukan secara online pada kelas VIII
menggunakan google form dan dibagikan lewat grup whatsapp yang dibuat
Adapun rincian peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo dan hasil
skor angket gaya belajar masing-masing peserta didik yang ikut dalam penelitian
Tabel 4.4. Hasil Skor Angket Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP
Negeri 1 Palopo
Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
1 Shely 20 25 25 Auditori-Kinestetik
2 Muh. Alif 24 24 19 Visual-Auditori
3 Fatur Ahmad 25 24 21 Visual
4 Adelia Ramadani 23 23 21 Visual-Auditori
5 Khirana Kumala 22 26 26 Auditori-Kinestetik
Sari
6 Miftahul Jannah 23 23 20 Visual-Auditori
7 Siti Zahra 24 26 26 Auditori-Kinestetik
8 Qhumairah Aquiny 18 21 21 Auditori-Kinestetik
9 Zahra Nur 21 21 19 Visual-Auditori
Islamiah.N
41
Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
10 Azisah Sahara 19 23 23 Auditori-Kinestetik
11 Kaizha Naura 20 21 21 Auditori-Kinestetik
Rayani
12 Faisal Irfan 22 23 23 Auditori-Kinestetik
13 Siti Fadhilah Kirani 22 20 22 Visual-Kinestetik
Fatli
14 Reskyawan Nur 17 21 21 Auditori-Kinestetik
15 [Link] 20 21 24 Kinestetik
16 Sifa Nur Qolbi 17 20 20 Auditori-Kinestetik
17 Kirana Aulia Sindi 24 24 18 Visual-Auditori
18 Masita Putri 23 21 23 Visual-Kinestetik
Syamsia
19 Fazya Anastasya 19 19 14 Visual-Auditori
20 Febryana Dhuha 19 19 17 Visual-Auditori
Mauliana
21 Marvel Trisabuni 18 18 17 Visual-Auditori
Saputra
22 Meyla Annisa 20 23 23 Auditori-Kinestetik
23 Justin Sinclair 26 19 26 Visual-Kinestetik
Thompson
24 Salwa Dalilah 21 19 21 Visual-Kinestetik
Tasniym Nur
Wahyudin
25 Muh Rezky Perdana 23 23 19 Visual-Auditori
Kasbir
26 A. Aiszyilla 24 25 25 Auditori-Kinestetik
Azzahra
27 [Link] 25 26 18 Auditori
Hasil ini merupakan hasil dari pengisian angket gaya belajar dari 27
peserta didik. Pemilihan subjek ini mengacu pada hasil skor yang paling tinggi
dari masing-masing gaya belajar. Adapun subjek penelitian yang terpilih untuk
Skor
No. Nama Gaya Belajar
Visual Auditori Kinestetik
3 [Link] 20 21 24 Kinestetik
5. Penyajian data
Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1
Palopo, memberikan beberapa informasi mengenai data hasil tes dan hasil
a) Data Tes
Jumlah peserta didik yang mengerjakan soal tes ini berjumlah 3 orang
yang didapatkan dari hasil angket yaitu peserta didik yang bertipe gaya belajar
visual, auditori, dan kinestetik dan berikut hasil tes dari peserta didik sebagai
berikut :
PD-V 2 10 10 10 10 0 10 0 0 0 52
PD-A 7 0 10 0 0 0 10 0 2 0 29
PD-K 2 10 10 0 10 0 0 0 8 0 40
Peserta
Skor Kriteria
Didik
b) Data wawancara
mengenai alur dari peserta didik terhadap soal matematika tipe PISA. Hasil
wawancara juga dapat menjadi data pendukung dari hasil tes yang dilakukan
peserta didik.
6. Analisis Data
peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar di SMP
Negeri 1 Palopo kelas VIII. Berikut deskripsi hasil analisis peserta didik dalam
visual (PD-V), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level 3.
Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level
kemampuan literasi matematika PD-V maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut
hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik
Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar
visual mampu menjawab semua pertanyaan, namun hanya ada beberapa soal yang
dijawab benar. Berikut analisis pada masing-masing butir soal berdasarkan level.
Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes
Pada gambar 2 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
Berdasarkan hasil nomor 2 di atas PD-V sudah dapat menafsirkan soal dengan
tepat. Dimana pada soal nomor 2 ini peserta didik dituntut membaca serta
Pada saat sesi wawancara dengan PD-V terhadap soal nomor 2 peserta didik
mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai dengan
tepat. Kemudian untuk soal nomor 7 peserta didik dengan gaya belajar visual
yang dimaksud dimana soal ini hanya menuliskan waktu dari bulan juni ke bulan
peserta didik membagi jumlah pendaki yang tertera pada soal dengan jumlah hari
yaitu 200.000 orang/58 hari = 3448 hari/orang, tetapi hasil tersebut tidak terdapat
pada pilihan jawaban, namun disini peserta didik diminta untuk melihat jawaban
yang mendekati dari hasil yang didapat dengan pilihan jawaban yang tersedia.
Berdasarkan hasil nomor 7 PD-V sudah mampu menggunakan konsep atau fakta
dalam pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7 peserta didik dituntut
untuk menggunakan konsep atau fakta dalam mengidentifikasi tarif harian rata-
rata dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal disediakan). Dan
maksud dari soal tersebut dengan tepat sesuai jawaban yang ditulis, tetapi dari
jawaban nomor 7 PD-V tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan
tanpa menafsirkan soal tersebut. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban
nomor 2 dan 7.
Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes
Pada gambar 3 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
Berdasarkan hasil nomor 3 PD-V sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat.
Dimana pada soal nomor 3 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan
diagram batang. Pada saat sesi wawancara dengan PD-V terhadap soal nomor 3
peserta didik mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai
dengan tepat. Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar
visual menjawab pertanyaan dengan benar. Pada soal nomor 4 PD-V mampu
konsep yang ada sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal nomor 4
49
mengidentifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode
nomor 4 peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan tepat
sesuai jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban nomor
3 dan 4.
Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes
Pada gambar 4 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
lisan dan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta tidak
mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan sehingga hanya
menebak-nebak saja. Dimana pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk
dapat bekerja secara efektif dan merumuskan dengan model dalam situasi nyata
51
yang bersifat kompleks. Pada saat sesi wawancara peserta didik mengetahui
materinya namun lupa rumusnya sehingga hanya menebak saja. Kemudian untuk
soal nomor 5 peserta didik dengan gaya belajar visual menjawab pertanyaan
dengan benar dan tepat sesuai dengan maksud dari soal tersebut. Berdasarkan
hasil nomor 5 PD-V sudah mampu menafsirkan sesuai dengan soal yang
dikerjakan. Dimana soal nomor 5 peserta didik dituntut untuk mengetahui dan
wawancara terhadap soal nomor 5 peserta didik mampu menjelaskan maksud dari
soal tersebut dengan benar sesuai jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara
Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes
Pada gambar 5 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
nomor 8 PD-V belum mampu menggunakan konsep, fakta dan lain-lain yang
terkait dari soal tersebut. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut
proporsionalitas berdasarkan kumpulan data pada soal. Pada saat sesi wawancara
peserta didik hanya menebak-nebak saja dan kurang memahami maksud dari soal
nomor 8 tersebut. Kemudian untuk soal nomor 9 peserta didik dengan gaya belajar
visual juga menjawab pertanyaan kurang tepat. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-V
belum mampu menggunakan konsep matematika secara tepat. Dimana soal nomor
terhadap soal nomor 9 peserta didik belum memahami konsep luas persegi
panjang dan teorema pythagoras. Berikut hasil wawancara PD-V pada jawaban
nomor 8 dan 9.
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes
Pada gambar 6 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
nomor 6 PD-V belum mampu merumuskan dengan tepat pada soal yang
dikerjakan. Dimana pada soal nomor 6 ini peserta didik dituntut merumuskan
dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan dengan dua
55
kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan waktu selesai.
Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya paham akan rumus yang digunakan,
namun peserta didik kebingungan mau mulai dari mana cara perhitunganya.
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Berikut hasil tes
Pada gambar 7 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual
nomor 10 PD-V belum mampu merumuskan soal secara tepat. Dimana pada soal
nomor 10 ini peserta didik dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu
serta memilih yang sesuai dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara
memodelkan kedalam model matematika dari kasus pada soal nomor 10 tersebut.
auditori (PD-A), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level 3.
Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level
kemampuan literasi matematika PD-A maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut
hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik
Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar
auditori mampu menjawab beberapa pertanyaan dimana dari 10 soal hanya 9 yang
59
dijawab, namun hanya ada beberapa soal yang dijawab benar. Berikut analisis
Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes
Pada gambar 9 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori
belum mampu menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal nomor 2 ini
membandingkan tinggi dua batang tersebut. Pada saat sesi wawancara dengan PD-
A terhadap soal nomor 2 peserta didik masih bingung dengan gambar yang
terdapat soal dan kurang memahami maksud dari soal nomor 2. Kemudian untuk
soal nomor 7 peserta didik dengan gaya belajar auditori menjawab pertanyaan
dengan benar dan mampu mempresentasikan jumlah hari yang dimaksud. Namun
60
hasil tersebut tidak terdapat pada pilihan jawaban namun disini peserta didik
melihat jawaban yang mendekati dari hasil yang didapat dengan pilihan jawaban
konsep atau fakta dalam pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7
peserta didik dituntut untuk menggunakan konsep fakta dan lain-lain dalam
mengidentifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode
peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan tepat sesuai
jawaban yang ditulis, tetapi berdasarkan jawaban nomor 7 PD-A tidak menuliskan
apa yang diketahui dan ditanyakan. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban
nomor 2 dan 7.
Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes
Gambar 10. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 3 dan 4
Pada gambar 10 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori
Berdasarkan hasil nomor 3 PD-A sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat.
Dimana pada soal nomor 3 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan
diagram batang. Pada saat sesi wawancara dengan PD-A terhadap soal nomor 3
62
peserta didik mampu menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai
dengan tepat. Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar
auditori menjawab pertanyaan dengan salah. Pada soal nomor 4 PD-A masing
PD-A belum mampu menggunakan konsep yang ada sesuai dengan soal yang
wawancara terhadap soal nomor 4 peserta didik kurang paham dengan soal cerita
yang terlalu panjang. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban nomor 3 dan
4.
Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes
Gambar 11. Jawaban Hasil Tes PD-A pada soal nomor 1 dan 5
Pada gambar 11 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori
menjawab pertanyaan nomor 1 dengan benar namun hanya pada luas pizza dan
64
tidak menjawab mana yang murah dan lebih baik. Berdasarkan hasil nomor 1 PD-
A sudah mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan. Dimana
pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk dapat bekerja secara efektif dan
merumuskan dengan model dalam situasi nyata yang bersifat kompleks. Pada saat
pertanyaan dari soal yaitu pizza mana yang lebih baik dan murah, namun peserta
didik belum menjawab dengan benar maksud dari soal tersebut. Kemudian untuk
soal nomor 5 peserta didik dengan gaya belajar visual menjawab pertanyaan
dengan jawaban yang salah. Berdasarkan hasil nomor 5 PD-A belum mampu
menafsirkan sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal nomor 5 peserta
didik dituntut untuk mengetahui dan menafsirkan hal-hal yang memenuhi kondisi
yang ada. Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 5 peserta didik
kurang teliti terhadap syarat yang terdapat pada soal dan kurang memahami
maksud dari pertanyaannya. Berikut hasil wawancara PD-A pada jawaban nomor
1 dan 5.
Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes
Pada gambar 12 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori
mampu menggunakan konsep, fakta dan lain-lain yang terkait dari soal tersebut.
Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut untuk menggunakan konsep
soal. Pada saat sesi wawancara peserta didik lupa mengerjakan soal nomor 8
karena fokus dulu sama soal yang menurutnya mudah. Kemudian untuk soal
nomor 9 peserta didik dengan gaya belajar auditori juga menjawab pertanyaan
kurang tepat dan rumus yang digunakan sudah benar namun yang diminta ialah
luas dari atap. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-A sudah dapat menggunakan
konsep matematika namun masih ada kekurangan dalam menjawab soal tersebut.
terhadap soal nomor 9 peserta didik sudah paham dengan teorema pythagoras
namun tidak menjawab luas dari atap pada soal yang diberikan. Berikut hasil
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes
Pada gambar 13 terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar auditori
nomor 6 PD-A belum mampu merumuskan dengan tepat pada soal yang
dikerjakan. Dimana pada soal nomor 6 ini peserta didik dituntut merumuskan
dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan dengan dua
kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan waktu selesai.
Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya kebingungan dengan soalnya.
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Peserta didik dengan
gaya belajar auditori tidak menjawab pertanyaan nomor 10. Berdasarkan hasil
maksud dari soal yang dikerjakan. Dimana pada soal nomor 10 ini peserta didik
dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu dan memilih yang sesuai
dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara peserta didik kurang paham
dengan soalnya sehingga tidak dikerjakan. Berikut hasil wawancara PD-A pada
kinestetik (PD-K), berdasarkan dari hasil skor yang didapatkan berada pada level
4. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6. Selanjutnya untuk memastikan level
kemampuan literasi matematika PD-K maka akan dianalisis lebih lanjut. Berikut
hasil tes kemampuan literasi matematika dan hasil wawancara peserta didik
Dari jawaban di atas terlihat bahwa peserta didik dengan gaya belajar
kinestetik mampu menjawab semua pertanyaan, namun hanya ada beberapa soal
yang dijawab benar. Berikut analisis pada masing-masing butir soal berdasarkan
level.
Soal nomor 2 dan 7 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 1. Berikut hasil tes
Gambar 15. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 2 dan 7
2 di atas PD-K sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal
nomor 2 ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan diagram batang dan
membandingkan tinggi dua batang tersebut. Pada saat sesi wawancara dengan PD-
K terhadap soal nomor 2 peserta didik mampu menjelaskan hasil dari jawaban
yang dia dapat dari soal nomor 2. Kemudian untuk soal nomor 7 peserta didik
hasil nomor 7 PD-K belum bisa menggunakan konsep atau fakta dalam
pengerjaan soal dengan tepat. Dimana soal nomor 7 peserta didik dituntut untuk
dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal disediakan). Dan
maksud dari soal tersebut sehingga hanya menebak-nebak saja. Berikut hasil
Soal nomor 3 dan 4 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 2. Berikut hasil tes
Gambar 16. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 3 dan 4
3 PD-K sudah dapat menafsirkan soal dengan tepat. Dimana pada soal nomor 3
ini peserta didik dituntut membaca serta menafsirkan diagram batang. Pada saat
sesi wawancara dengan PD-K terhadap soal nomor 3 peserta didik mampu
menjawab dengan benar dan memberikan alasan yang sesuai dengan tepat.
Kemudian untuk soal nomor 4 peserta didik dengan gaya belajar kinestetik
menjawab pertanyaan kurang tepat. Berdasarkan hasil nomor 4 PD-K sudah dapat
menggunakan konsep yang ada sesuai dengan soal yang dikerjakan namun kurang
teliti dalam mengerjakan soal tersebut. Dimana soal nomor 4 peserta didik
harian rata-rata dengan jumlah total dan spesifik periode waktu (tanggal
salah menafsirkan dalam menghitung waktu yang ditentukan sehingga hasil yang
didapatkan salah. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban nomor 3 dan 4.
75
Soal nomor 1 dan 5 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 3. Berikut hasil tes
Gambar 17. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 1 dan 5
secara lisan dan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta
mampu merumuskan secara jelas pada soal yang dikerjakan sehingga hanya
menebak-nebak saja. Dimana pada soal nomor 1 ini peserta didik dituntut untuk
dapat bekerja secara efektif dan merumuskan dengan model dalam situasi yang
nyata bersifat kompleks. Pada saat sesi wawancara peserta didik belum
memahami soalnya sehingga hanya menebak saja. Kemudian untuk soal nomor 5
peserta didik dengan gaya belajar kinestetik menjawab pertanyaan dengan benar
dan tepat sesuai dengan maksud dari soal tersebut. Berdasarkan hasil nomor 5 PD-
K sudah mampu menafsirkan sesuai dengan soal yang dikerjakan. Dimana soal
nomor 5 peserta didik dituntut untuk mengetahui dan menafsirkan hal-hal yang
memenuhi kondisi yang ada. Dan berdasarkan wawancara terhadap soal nomor 5
77
peserta didik mampu menjelaskan maksud dari soal tersebut dengan benar sesuai
jawaban yang ditulis. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban nomor 1 dan
5.
Soal nomor 8 dan 9 ini merupakan soal PISA matematika untuk mengukur
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 4. Berikut hasil tes
Gambar 18. Jawaban Hasil Tes PD-K pada soal nomor 8 dan 9
Berdasarkan hasil nomor 8 PD-K belum mampu menggunakan konsep, fakta dan
lain-lain yang terkait dari soal tersebut. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta
didik dituntut untuk dapat menerapkan penggunaan konsep, fakta dan lain-lain
dalam proporsionalitas berdasarkan kumpulan data pada soal. Pada saat sesi
maksud dari soal nomor 8 tersebut. Kemudian untuk soal nomor 9 peserta didik
dengan gaya belajar kinestetik juga menjawab dengan benar namun jawabanya
masih kurang tepat karena pada soal tentukan luas dari atapnya dan di soal sudah
jelas bahwa atap terdiri dari 2 bagian namun peserta didik hanya sampai pada luas
79
1 bagian atap saja. Berdasarkan hasil nomor 9 PD-K sudah mampu menggunakan
konsep matematika secara tepat. Dimana soal nomor 5 peserta didik dituntut
sudah mampu memahami maksud dari soal tetapi kurang teliti dalam membaca
setiap pertanyaan yang diminta. Berikut hasil wawancara PD-K pada jawaban
nomor 8 dan 9.
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 5. Berikut hasil tes
Berdasarkan hasil nomor 6 PD-K belum mampu merumuskan dengan tepat pada
soal yang dikerjakan. Dimana pada soal nomor 8 ini peserta didik dituntut
merumukan dalam hal menghitung waktu mulai untuk perjalanan yang diberikan
dengan dua kecepatan yang berbeda, serta menghitung total jarak tempuh dan
81
waktu selesai. Pada saat sesi wawancara peserta didik hanya paham akan rumus
yang digunakan, namun peserta didik kebingungan mau mulai dari mana cara
perhitunganya jadi dia hanya menebak-nebak saja. Berikut hasil wawancara PD-K
kemampuan literasi matematika peserta didik pada level 6. Berikut hasil tes
10 PD-K belum mampu merumuskan soal secara tepat. Dimana pada soal nomor
10 ini peserta didik dituntut merumuskan dan memahami situasi tertentu dan
memilih yang sesuai dengan model matematika. Pada saat sesi wawancara peserta
kedalam model matematika dari kasus pada soal nomor 10 tersebut. Berikut hasil
B. Pembahasan
Pada bagian ini akan dibahas mengenai data dari data penelitian yang telah
menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya belajar dan perbedaan kemampuan
literasi matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari
gaya belajar.
literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar visual hanya mampu
84
menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 1 dan 7 ), soal
PISA level 2 ( nomor 3 dan 4 ) serta soal PISA level 3 ( nomor 3 ) dan masih
kurang dalam menyelesaikan soal PISA level 4, 5 dan 6. Jadi kemampuan literasi
matematika untuk peserta didik dengan gaya belajar visual sudah mencapai pada
tingkat level 3 artinya peserta didik dengan gaya belajar visual sudah mampu
penalaran dasar. Dalam hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar visual
maka akan semakin meningkat hasil yang didapatkan. Gaya belajar visual
merupakan salah satu gaya belajar peserta didik yang pada dasarnya memahami
suatu materi pelajaran melalui melihat, dan mengamati suatu objek yang di
lihatnya. Gaya belajar visual membantu peserta didik dapat memusatkan perhatian
atau mengamati materi pelajaran sehingga peserta didik akan lebih mudah
memahami materi tersebut. Hal ini didukung oleh pendapat Ahmadi dan
Supriyono yang mengemukakan bahwa seseorang yang bertipe visual akan cepat
gambar, atau dengan kata lain lebih mudah mempelajari bahan pelajaran yang
dengan baik. Perhatian itu merupakan reaksi umum organisme dan kesadaran
40
Widodo Supriyomo H Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, revisi (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2004).
85
Peserta didik dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan soal PISA
hanya mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang lazim
dimana semua hal informasi tersedia, dan pertanyaan yang diidentifikasi dengan
jelas, mampu melakukan prosedur yang rutin sesuai dengan instruksi dan
Pada level 4, 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar visual belum
mampu menjawab soal dengan maksimal. Dimana soal PISA level 4,5 dan 6 tidak
konteks, membuat asumsi dari situasi yang konkret, memilih dan menggabungkan
representasi yang berbeda termasuk pada simbol dan operasi matematika dalam
telah didapatkan.42 Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta didik
41
Kartono K. Psikolog Umum, 3nd ed. ( Bandung : Mandar Maju, 1996)
42
Desti Haryani, “Pembelajaran Matematika Dengan Pemecahan Malasah Untuk
Menumbuhkankembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa,” Prosiding Seminar
Hasil Nasional Penelitian no 1980, (Universitas Negeri Yogyakarta, 2011).
86
selanjutnya untuk melakukan pemecahan masalah dan hanya akan ada kesalahan
literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar auditori hanya mampu
menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 7 ), soal PISA
level 2 ( nomor 3 ) serta soal PISA level 3 ( nomor 1 ) dan masih kurang dalam
peserta didik dengan gaya belajar sudah mencapai pada tingkat level 3 artinya
peserta didik dengan gaya belajar auditori sudah mampu menghubungkan serta
mencerminkan hal-hal yang terlibat dalam interpretasi dan penalaran dasar. Dalam
hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar auditori maka akan semakin
meningkat hasil yang didapatkan. Gaya belajar auditori merupakan salah satu
gaya belajar peserta didik yang pada dasarnya lebih mudah mencerna, mengolah,
Mereka juga cenderung belajar dalam hal ini menerima informasi dengan
dengan kemampuan mendengar yang baik dalam upaya mencapai hasil yang baik
43
Nevi Yarni Malim Soleh Rambe, “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang” JRPP 2,
no. 2 (2019)..
87
Peserta didik dengan gaya belajar auditori dalam menyelesaikan soal PISA
hanya mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang lazim
dimana semua hal informasi tersedia, mampu melakukan prosedur yang rutin
sesuai dengan instruksi yang diberikan, menafsirkan dan mengenali situasi yang
Pada level 4, 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar auditori belum
mampu menjawab soal dengan maksimal yang hampir sama dengan peserta didik
dengan gaya belajar visual. Dimana soal PISA level 4,5 dan 6 tidak hanya
konteks, membuat asumsi dari situasi yang konkret, memilih dan menggabungkan
representasi yang berbeda termasuk pada simbol dan operasi matematika dalam
memecahkan suatu masalah. Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta
didik belum mampu memahami masalah atau suatu kondisi pada soal sehingga
hanya akan ada kesalahan dalam pengerjaan soal. Selain itu peserta didik masih
kurang dalam mengerjakan soal non rutin atau soal yang membutuhkan penalaran
literasi matematika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik sudah dapat
menjawab pertanyaan dengan benar pada soal PISA level 1 ( nomor 7 ), soal PISA
88
level 2 ( nomor 3 ), soal PISA level 3 ( nomor 5 ) serta soal PISA level 4 ( nomor
9 ) dan masih kurang dalam menyelesaikan soal PISA level 5 dan 6. Jadi
sudah mencapai pada tingkat level 4 artinya sudah mampu membangun dan
dan tindakan. Dalam hal ini semakin tinggi penggunaan gaya belajar kinestetik
maka akan semakin meningkat juga hasil yang didapatkan. Gaya belajar kinestetik
merupakan gaya belajar yang melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung,
yang dipelajari, peserta didik akan selalu mengingat pengalaman belajar tersebut
dan akan berdampak positif baik dalam hal pemecahan masalah maupun hal
lainnya.
PISA sudah mampu menyelesaikan soal yang hanya melibatkan konteks yang
lazim dimana semua hal informasi tersedia, dan pertanyaan yang diidentifikasi
dengan jelas, mampu melakukan prosedur yang rutin sesuai dengan instruksi dan
bekerja secara efektif dengan model eksplisit untuk situasi konkret yang kompleks
44
Nevi Yarni Malim Soleh Rambe, “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang"..
89
Pada level 5 dan 6 peserta didik dengan gaya belajar kinestetik belum
mampu menjawab soal dengan maksimal. Dimana soal PISA level 5 dan 6 tidak
konteks yang relatif tidak standar serta menerapkan wawasan dan pemahaman
formal. Hal ini dilihat dari hasil tes dan wawancara peserta didik belum mampu
memahami masalah pada soal serta tidak menyajikan konsep dalam hal ini
a) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 1
PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat
level 1 tetapi dengan perbedaan jumlah nomor yang hanya bisa dikerjakan pada
setiap level. Dimana PD-V mampu menjawab semua nomor pada level 1
90
sedangkan PD-A dan PD-K hanya masing-masing 1 nomor yang dapat dijawab
dengan benar.
b) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 2
PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat
level 2 tetapi dengan perbedaan jumlah nomor yang hanya bisa dikerjakan pada
setiap level. Dimana PD-V mampu menjawab semua nomor pada level 2
sedangkan PD-A dan PD-K hanya masing-masing 1 nomor yang dapat dijawab
dengan benar.
c) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 3
PD-V, PD-A dan PD-K sama-sama dapat menjawab soal pada tingkat
d) Kemampuan literasi matematika PD-V, PD-A dan PD-K pada kategori level 4
PD-V dan PD-A belum dapat menyelesaikan soal PISA level 4 sedangkan
PD-K dapat menjawab soal PISA pada tingkat level 4 hanya 1 nomor saja.
Perbedaan di atas bukan hanya berapa banyak soal yang dijawab tetapi
perbedaan yang lainnya yaitu setiap indikator level yang dipenuhi dari masing-
masing gaya belajar, perbedaan dalam memahami betul maksud dari soal yang
dikerjakan dan paham terhadap informasi yang disediakan di setiap soal serta
A. KESIMPULAN
sebagai berikut :
1. Peserta didik dengan gaya belajar visual mampu menyelesaikan soal PISA
pada tingkat level 1,2, dan 3 dengan baik walaupun ada beberapa kekurangan
dalam menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan
dengan gaya belajar visual berada pada tingkat level 3. Peserta didik dengan
gaya belajar auditori mampu menyelesaikan soal PISA pada tingkat level 1, 2,
menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa
gaya belajar auditor juga berada pada tingkat level 3. Peserta didik dengan
gaya belajar kinestetik mampu menyelesaikan soal PISA pada tingkat level
menyelesaikan soal PISA tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa
2. Perbedaan ketiganya terletak pada jumlah soal yang dijawab pada setiap level
dan langkah langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal PISA, serta
91
92
B. Saran
peserta didik tidak banyak melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal dan
paham betul akan maksud dari materi atau soal yang dikerjakan.
c) Pendidik atau guru sebaiknya sering memberikan peserta didik latihan soal
d) Peserta didik juga diharapkan agar sering berlatih mengerjakan soal cerita
Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan. 1st ed. Bandung: Remaja Rosda karya,
2012.
Fadillah, Ahmad, and Ni’mah. “Analisis Literasi Matematika Peserta didik Dalam
Memecahkan Soal Matematika PISA Konten Change and Relationship.”
JTAM ( Jurnal Teori Dan Aplikasi Matematika) 3, no. 2 (2019): 127–31.
[Link]
Fatma, Maulida, and Reza Aula. “Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari
Gaya Belajar Dan Gender Peserta Didik Pada Pembelajaran Pbl Berbantuan
Asesmen.” Universitas Negeri Semarang, 2018.
93
94
Hidayah, Aulia Rohmatul, Ikka Ananda Hakiki, Muhammad Faisal Afwi, and
Shofan Fiangga. “Kemampuan Literasi Matematis Peserta didik SMP Dalam
Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual” 7, no. 2
(2020): 6–13. [Link]
Jurnaidi, Jurnaidi, and Zulkardi Zulkardi. “Pengembangan Soal Model Pisa Pada
Konten Change and Relationship Untuk Mengetahui Kemampuan Penalaran
Matematis Peserta didik Sekolah Menengah Pertama.” Jurnal Pendidikan
Matematika 8, no. 1 (2014). [Link]
.
Kartini Kartono. Psikologi Umum. 3rd edisi. Bandung : Mandar Maju, 1996.
Kusniati, Iin. “Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik Melalui
Penyelesaian Soal-Soal Ekspresi Aljabar Di SMP Negeri 1 Lambu Kibang.”
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018.
Malim Soleh Rambe, Nevi Yarni. “Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial,
Dan Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Dian Andalas Padang”
JRPP 2, no. 2 (2019)
OECD. Pisa 2015 Draft Mathematics Framework. Paris: OECD Publishing, 2015.
Stacey, Kaye, and Ross Turner. The Evolution and Key Concepts of the PISA
Mathematics Frameworks. Assessing Mathematical Literacy: The PISA
Experience. Australia: Springer, 2015. [Link]
10121-7_1.
Widayanti, Febi Dwi. “Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Peserta didik Dalam
Kegiatan Pembelajaran Di Kelas.” Erudio Journal of Educational Innovation
2, no. 1 (2013). [Link]
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : Daftar peserta didik
A. Petunjuk Pengisian
Pada angket ini terdapat 30 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap
pernyataan dan tentukan kebeneranya. Baca setiap kalimat dengan cermat dan
pertimbangkan apakah itu sesuai untuk Anda. Berilah tanda centang pada
alternatif jawaban. Setiap item pernyataan memiliki 3 pilihan altenatif jawaban.
Keterangan
SS : Sering Sekali
K : Kadang-kadang
TP : Tidak Pernah
Alternatif Jawaban
No Pernyataan
SS K TP
Saya suka mencoret-coret, bahkan dalam catatan
1
saya penuh dengan gambar.
Saya mengingat sesuatu yang lebih baik jika saya
2
menuliskannya
Jika saya disuruh ketempat yang baru, saya perlu
3
menulis petunjuk arahnya.
Untuk mengingat nomor telepon teman saya, saya
4 biasanya mengubah angka dengan sesuatu seperti
gambar yang mudah untuk diingat
Jika saya mengikuti tes, saya bisa “membayangkan”
5
letak jawaban dan halaman bukunya berada.
Jika saya berbicara dengan seseorang, saya harus
6
melihat gerakan mulutnya.
Jika guru memberikan materi abstrak, saya bisa
7
dengan jelas membayangkan sesuatu dikepala saya.
Sulit bagi saya untuk memahami apa yang
8 dikatakan seseorang ketika ada orang yang
berbicara atau memutar musik.
Saya kurang memahami ketika seseoarang
9
memeberi tahu saya hal-hal yang lucu.
Saya hanya dapat menyelesaikan pekerjaan
10
ditempat yang tenang.
Saya harus membaca dengan lantang, agar dapat
11
memahami isi bukunya
Untuk menghafalkan sesuatu saya harus
12
mengatakannya berulang-ulang.
Untuk memahami sesuatu, saya perlu
13
mendiskusikannya.
14 Saya tidak perlu membuat catatan dikelas.
Saya dapat dengan baik mengingat hal-hal yang
15 saya dengar, daripada hal-hal yang saya lihat atau
baca.
Saya suka merekam sesuatu, kemudian
16
mendengarkannya.
Saya lebih suka mendengar ceramah tentang
17
sesuatu daripada harus membacanya di buku teks
Sulit bagi saya untuk membaca tulisan tangan orang
18
lain.
Saya berbicara kepada diri saya sendiri ketika saya
19
sedang memecahkan masalah atau menulis
Saya lebih suka jika seseorang memberi tahu saya
20 bagaimana melakukan sesuatu daripada harus
membaca petunjuknya sendiri
Saya tidak suka membaca atau mendengarkan
21
petunjuk arah; saya lebih suka mulai melakukannya
Saya belajar paling baik ketika saya diperlihatkan
22 bagaimana melakukan sesuatu dan kemudian
memiliki kesempatan untuk melakukannya
23 Saya bisa belajar lebih baik saat musik diputar
Saya memecahkan masalah lebih sering dengan
24 percobaan, daripada pendekatan langkah demi
langkah
Sebelum saya mengikuti petunjuk, ada baiknya saya
25
melihat orang lain melakukannya terlebih dahulu.
26 Saya perlu sering istirahat saat belajar
Saya membuat catatan tetapi tidak pernah kembali
27
untuk membacanya
Saya tidak mudah tersesat, bahkan di lingkungan
28
yang asing
Saya berpikir lebih baik ketika saya memiliki
29
kebebasan untuk bergerak.
Ketika saya tidak bisa memikirkan kata tertentu,
30
saya akan menggunakan isyarat atau kode tertentu
Lampiran 3 : Lembar Tes Soal PISA
SOAL PISA MATEMATIKA
SMP NEGERI 1 PALOPO
Identitas Subjek :
Nama : .....................................................
Hari/Tanggal : .....................................................
Materi : Matematika
Waktu : 75 menit
1. Sebuah restoran pizza menyajikan dua pizza bundar dengan ketebalan yang
sama dalam ukuran yang berbeda. Yang lebih kecil memiliki diameter 30 cm
dan biaya 30 zeds. Yang lebih besar memiliki diameter 40 cm dan biaya 40
zeds. Pizza mana yang lebih baik dan lebih murah? Tunjukkan alasan Anda.
2. Pada bulan Januari, CD baru dari band 4U2Rock dan The Kicking Kangaroo
telah dirilis. Pada bulan Februari, CD dari band No One's Darling dan The
Metalfolkies juga dirilis. Grafik berikut menunjukkan penjualan CD band dari
Januari hingga Juni..
Pada bulan berapa band No One's Darling menjual CD lebih banyak daripada
band The Kicking Kangaroos untuk pertama kalinya?
a. Tidak ada
b. Maret
c. April
d. Mei
3. Berapa banyak CD yang dijual band The Metalfolkies pada bulan April?
a. 250
b. 500
c. 1000
d. 1270
4. Helen baru saja mendapatkan sepeda baru. Ini memiliki speedometer yang
duduk di stang. Speedometer dapat memberi tahu Helen jarak yang dia
tempuh dan kecepatan rata-ratanya untuk perjalanan.
5. Chris baru saja menerima SIM mobilnya dan ingin membeli mobil
pertamanya.
Tabel di bawah ini menunjukkan rincian empat mobil yang dia temukan di
sebuah lokal penjual mobil.
7. Gunung Fuji hanya dibuka untuk umum untuk pendakian dari 1 Juli hingga
27 Agustus setiap tahun. Sekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji selama
waktu ini.
Rata-rata, berapa banyak orang yang mendaki Gunung Fuji setiap hari?
a. 340
b. 710
c. 3400
d. 7400
Persentase
Persentase rumah tangga
rumah tangga yang
Jumlah rumah yang memiliki berlangganan
Negara tangga dengan TV televisi kabel
kepemilikan TV dibandingkan dibandingkan
dengan semua rumah tangga
rumah tangga yang memiliki
TV
Jepang 48 juta 99,8% 51,4%
Prancis 24,5 juta 97% 15,4%
Belgium 4,4 juta 99% 91,7%
Swiss 2,8 juta 85,8% 98%
Norway 2 juta 97,2% 42,7%
Tabel menunjukkan bahwa di swiss 85,8% dari semua rumah tangga memiliki
TV. Berdasarkan informasi pada tabel, berapa kira-kira jumlah seluruh rumah
tangga di swiss ?
9. Rentang "dasar" pabrikan garasi mencakup model hanya dengan satu jendela
dan satu pintu George memilih model berikut dari kisaran "dasar". Posisi dari
jendela dan pintu ditampilkan di sini.
Dua denah di bawah ini menunjukkan dimensi, dalam meter, dari garasi yang
dipilih George.
Atapnya terdiri dari dua bagian persegi yang identik. Hitung luas total atap.
10. Fotografer hewan Jean Baptiste pergi selama setahun ekspedisi dan
mengambil banyak foto penguin dan anak-anaknya. Dia sangat tertarik pada
pertumbuhan ukuran koloni penguin yang berbeda.
b. Pada awal setiap tahun, koloni terdiri dari jantan dan penguin betina
yang membentuk pasangan.
c. Pada awal tahun, satu koloni terdiri dari 10.000 penguin (5.000 pasang).
d. Setiap pasangan penguin memelihara satu anak di musim semi setiap
tahun.
e. Pada akhir setiap tahun 20% dari semua penguin (dewasa dan anak-
anaknya) akan mati.
f. Penguin berumur satu tahun juga akan membesarkan anak-anaknya.
No Soal PISA
1
3
No Soal PISA
4
5
No Soal PISA
6
8
No Soal PISA
10
No Soal PISA
Lampiran 4 : Kunci Jawaban dan Skor Soal PISA
No Jawaban Skor
maks
1 Dik 10
• Pizza 1 berdiameter 30 cm dengan biaya 30 zeds
• Pizza 1 berdiameter 40 cm dengan biaya 40 zeds
Dit
Pizza mana yang lebih baik nilai dan murah ?
Penyelesaian
• Untuk pizza 1
Luas pizza 1 = 𝜋𝑟 2
= 𝜋 × 15𝑐𝑚 × 15𝑐𝑚
= 706.5 𝑐𝑚2
• Untuk pizza 2
Luas pizza 2 = 𝜋𝑟 2
= 𝜋 × 20𝑐𝑚 × 20𝑐𝑚
= 1256 𝑐𝑚2
Maka
• Biaya per 𝑐𝑚2 untuk pizza 1
= 30 zeds / 706.5 𝑐𝑚2
= 0.04 zeds/𝑐𝑚2
• Biaya per 𝑐𝑚2 untuk pizza 2
= 40 zeds / 1256 𝑐𝑚2
= 0.03 zeds/𝑐𝑚2
2 C. April 10
Jawaban : tepat
3 C. 500 10
Jawaban : tepat
4 Dik 10
jarak dari rumah bibi adalah 16 km
Kecepatan rata rata : 18 km / jam
Penyelesaian
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 16 𝑘𝑚 1
Waktu = 𝑘𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 = 18 𝑘𝑚/𝑗𝑎𝑚 = 3 𝑗𝑎𝑚 = 20 menit
5 B. Bolte 10
Jawaban : tepat
6 Dik 10
pendaki harus kembali sebelum jam 8 atau 20.00
= 9 jam
Dit
Berapa taksiran jumlah orang yang mendaki setiap harinya?
Penyelesaian:
Rata-rata orang yang mendaki setiap hari:
200.000
= 3.448.4 = 3.448 ℎ𝑎𝑟𝑖/𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
58
Jawaban : C
8 Perbandingan senilai 10
85,8%
2,8 𝑗𝑢𝑡𝑎
100%
=
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎
Dit
Luas total :
Penyelesaian
P1 = (10000+5000) – (10000+5000) x 20 %
1
P2 = ((10000 × 1,5 × 0,8) + (10000 × 1,5 × 0,8) −
2
1
((10000 × 1,5 × 0,8) + (10000 × 1,5 × 0,8 × 20%)
2
1
= ((10000 × 1,5 × 0,8) + 2 (10000 × 1,5 × 0,8) × 0,8
1
= ((10000 × 1,5 × 0,8)(1 + 2)) × 0,8
Jawaban B
Aspek Soal
No Deskripsi
Proses Konten Konteks Level
Menerapkan pemahaman area untuk memecahkan Merumuskan Ruang dan Bentuk Pribadi 3
1
perbandingan nilai uang
Baca diagram batang dan bandingkan tinggi dua Menafsirkan Ketidakpastian dan Sosial 1
2
batang data
Baca diagram batang Menafsirkan Ketidakpastian dan Sosial 2
3
data
Hitung waktu yang ditempuh dengan kecepatan Penggunaan konsep Perubahan dan Pribadi 2
4
dan jarak rata-rata bepergian matematika hubungan
Pilih nilai yang memenuhi empat Menafsirkan Ketidakpastian dan Pribadi 3
5 kondisi/pernyataan numerik yang ditetapkan dalam data
konteks keuangan.
Hitung waktu mulai untuk perjalanan yang Merumuskan Perubahan dan Sosial 5
6 diberikan dua kecepatan yang berbeda, total jarak Hubungan
tempuh dan waktu selesai
Identifikasi tarif harian rata-rata dengan jumlah Penggunaan konsep, Ketidakpastian dan Sosial 1
7 total dan spesifik periode waktu (tanggal fakta dan lain data
disediakan)
Terapkan proporsionalitas berdasarkan kumpulan Penggunaan konsep Ketidakpastian dan Sosial 4
8
data matematika data
9 Menginterpretasikan denah dan menghitung luas Penggunaan konsep Ruang dan Bentuk Pekerjaan 4
persegi panjang dengan menggunakan Teorema matematika
Pythagoras atau pengukuran
Memahami situasi tertentu dan memilih yang Merumuskan Perubahan dan Pekerjaan 6
10
sesuai model matematika Hubungan
Lampiran 6 : Lembar Validasi Pedoman Wawancara
LEMBAR VALIDASI
PEDOMAN WAWANCARA
Petunjuk:
Dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul: “Analisis Kemampuan Literasi
Matematika Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal PISA ditinjau Dari Gaya
Belajar di SMP Negeri 1 Palopo”, peneliti menggunakan instrumen Lembar
pedoman wawancara. Untuk itu, peneliti meminta kesediaan Bapak/Ibu untuk
menjadi validator dengan petunjuk sebagai berikut:
1. Dimohon agar Bapak/Ibu memberikan penilaian terhadap Lembar pedoman
wawancara yang telah dibuat sebagaimana terlampir.
2. Untuk tabel tentang Aspek yang Dinilai, dimohon Bapak/Ibu memberikan
tanda cek () pada kolom penilaian sesuai dengan penilaian Bapak/Ibu.
3. Untuk Penilaian Umum, dimohon Bapak/Ibu melingkari angka yang sesuai
dengan penilaian Bapak/Ibu.
4. Untuk saran dan revisi, Bapak/Ibu dapat langsung menuliskannya pada naskah
yang perlu direvisi, atau menuliskannya pada kolom Saran yang telah
disiapkan.
Kesediaan Bapak/Ibu dalam memberikan jawaban secara objektif sangat besar
artinya bagi peneliti. Atas kesediaan dan bantuan Bapak/Ibu, peneliti ucapkan
terima kasih.
Uraian Singkat:
Pedoman wawancara ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan literasi
matematika peserta didik dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gaya
belajar di SMP Negeri 1 Palopo
Nilai
No Aspek yang dinilai
1 2 3 4
I Isi
1 Kesesuaian pertanyaan dengan tujuan
wawancara.
2 Pertanyaan wawancara mudah dipahami.
3 Maksud dari pertanyaan dirumuskan
dengan jelas.
II Bahasa
1 Menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar
2 Menggunakan bahasa yang sederhana dan
mudah dipahami
3 Kalimat pertanyaan tidak mengandung
multitafsir
4 Menggunakan bahasa yang komunikatif
Penilaian Umum:
1. Belum dapat digunakan
2. Dapat digunakan dengan revisi besar
3. Dapat digunakan dengan revisi kecil
4. Dapat digunakan tanpa revisi
Saran-Saran:
Secara keseluruhan, instrumen pedoman wawancaranya dapat digunakan
dengan revisi kecil. Saran untuk perbaikan pedoman wawancara telah
disampaikan pada naskah yang perlu direvisi.
Palopo, 18-Januari-2022
Validator,
A. Data Responden
Nama : .....................................
Tipe Gaya Belajar : .....................................
B. Daftar Pertanyaan
4. Menurut kamu apakah ada perbedaan antara soal PISA dan soal matematika
5. Manakah yang lebih sulit? Soal PISA atau soal matematika yang biasa
dikerjakan di sekolah?
6. Materi apa saja yang terkait dari soal PISA yang kamu kerjakan?
11. Apakah kamu menggunakan alat bantu dalam mengerjakan soal PISA
12. Apa maksud dari grafik atau tabel yang disajikan di soal PISA yang kamu
kerjakan tadi?
13. Dapatkah grafik atau tabel dalam soal tersebut disajikan dalam bentuk
lainnya?
jawabanmu?
15. Apakah kamu menemui kendala dalam mengerjakan soal PISA? Kendala apa
saja?
16. Soal manakah yang lebih kamu suka? Soal PISA atau soal yang biasa kamu
kerjakan di sekolah?
Lampiran 8 : Surat Izin Penelitian
Lampiran 9 : Surat Keterangan Selesai Meneliti
Lampiran 10 : Kegiatan Pengerjaan Tes Soal PISA
Ahmad Rivai adalah nama penulis skripsi ini. Penulis lahir dari
Porehu (lulus tahun 2011), melanjutkan ke SMP Negeri 2 Batuputih (lulus tahun
2014) dan SMA Negeri 1 Pakue (lulus tahun 2017), hingga akhirnya menempuh
masa kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Fakultas Tarbiyah dan
Dengan ketekunan dan motivasi yang tinggi agar terus belajar dan
berusaha, penulis telah menyelesaikan tugas akhir yaitu skripsi. Semoga dengan
penulisan tugas akhir ini mampu memberikan konstribusi positif bagi dunia
pendidikan.