0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Sejarah Perkembangan Manajemen

Dokumen ini membahas sejarah perkembangan manajemen dari praktik tradisional hingga pendekatan ilmiah dan modern. Berbagai aliran manajemen, seperti manajemen ilmiah, klasik, hubungan manusiawi, dan modern, dijelaskan dengan kontribusi tokoh-tokoh penting dalam masing-masing aliran. Pemahaman terhadap evolusi teori manajemen dianggap penting untuk penerapan yang relevan dalam konteks organisasi masa kini.

Diunggah oleh

pasangsamuel19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Sejarah Perkembangan Manajemen

Dokumen ini membahas sejarah perkembangan manajemen dari praktik tradisional hingga pendekatan ilmiah dan modern. Berbagai aliran manajemen, seperti manajemen ilmiah, klasik, hubungan manusiawi, dan modern, dijelaskan dengan kontribusi tokoh-tokoh penting dalam masing-masing aliran. Pemahaman terhadap evolusi teori manajemen dianggap penting untuk penerapan yang relevan dalam konteks organisasi masa kini.

Diunggah oleh

pasangsamuel19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH KELOMPOK 2

SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN

Nama Kelompok
1. Ahmad Fauzy Fadli (2501022)
2. Miftahul Jannah (2501049)
3. Alda Faida Bahar (2501008)
4. Aulia Fitra Purnama (2501012)
5. Juliashari (2501010)
6. Mukhallafatul Alwaqiah Rahmadani (2501014)
7. Mutiara Alisa Lamatokan (2501024)
8. Muh. Faki Adrian (2501023)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHTERAAN SOSIAL


TAMALANREA MAKASSAR
2025
PENDAHULUAN
Manajemen memiliki peranan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari
organisasi sederhana hingga lembaga besar yang kompleks. Seiring perkembangan zaman,
manajemen telah mengalami perubahan dan penyempurnaan teori sesuai dengan tantangan
yang dihadapi oleh organisasi. Dari masa ke masa, muncul berbagai teori dan pendekatan baru
yang memberikan kontribusi besar terhadap cara pandang dan praktik manajerial.

Pemahaman terhadap sejarah perkembangan manajemen sangat diperlukan agar kita dapat
memahami bagaimana teori-teori tersebut terbentuk, berkembang, serta diterapkan dalam
konteks modern. Dengan memahami sejarahnya, manajer dan calon pekerja sosial dapat
mengidentifikasi prinsip manajerial yang paling relevan untuk diterapkan pada kondisi
organisasi masa kini.
SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN

a. Manajemen Dahulu dan Sekarang


Pada masa lalu, kegiatan manajerial dilakukan secara sederhana dan belum
menggunakan teori ilmiah. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan kebiasaan dan
pengalaman.
Contohnya pada masa kerajaan, pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara tradisional
oleh para pemimpin wilayah atau kepala suku.

Seiring berkembangnya zaman dan masuknya era revolusi industri, muncul kebutuhan
akan pengaturan yang lebih sistematis dalam dunia kerja. Dari sinilah ilmu manajemen mulai
berkembang menjadi bidang studi yang terstruktur, hingga akhirnya kini manajemen diterapkan
di semua sektor kehidupan — mulai dari industri, pendidikan, hingga organisasi sosial.

b. Evolusi Teori Manajemen


aliran Manajemen Ilmiah

Aliran ini muncul pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, seiring dengan
berkembangnya Revolusi Industri. Tokoh utamanya adalah Frederick Winslow Taylor, yang
sering disebut sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah.”
Taylor berpendapat bahwa produktivitas kerja dapat ditingkatkan melalui penerapan
metode ilmiah dalam setiap pekerjaan. Ia melakukan observasi, pengukuran waktu, dan analisis
gerak untuk menemukan cara paling efisien dalam melaksanakan tugas.
 Beberapa prinsip utama Taylor, yang dikenal dengan “The Principles of Scientific
Management” (1911), antara lain:
 Mengembangkan metode kerja ilmiah untuk menggantikan cara kerja tradisional.
 Memilih dan melatih pekerja berdasarkan kemampuan dan keterampilan.
 Membangun kerja sama antara manajer dan pekerja.
 Membagi tanggung jawab antara manajer (perencana) dan pekerja (pelaksana).
Selain Taylor, Frank dan Lillian Gilbreth juga memberikan kontribusi penting melalui
analisis motion study dan time study yang bertujuan menghilangkan gerakan tidak efisien dalam
pekerjaan. Henry L. Gantt menambahkan pendekatan visual terhadap perencanaan kerja
dengan menciptakan Gantt Chart, yaitu diagram yang masih digunakan sampai sekarang untuk
perencanaan proyek.
Walau menekankan efisiensi, aliran ini dikritik karena terlalu menitikberatkan pada
aspek mekanistik dan mengabaikan faktor manusia. Namun demikian, kontribusinya sangat
besar dalam membangun fondasi manajemen sebagai ilmu yang sistematis.

Aliran Manajemen Klasik

Teori ini berkembang pada awal abad ke-20 dan berfokus pada struktur organisasi dan
fungsi manajerial. Tokoh utama dari aliran ini adalah Henri Fayol, seorang industrialis asal
Prancis, yang dikenal melalui bukunya General and Industrial Management (1916).

Fayol memperkenalkan 14 prinsip manajemen seperti pembagian kerja, wewenang,


disiplin, kesatuan komando, kesatuan arah, dan sebagainya. Ia juga menyusun lima fungsi
utama manajemen yang hingga kini masih digunakan, yaitu: planning (perencanaan),
organizing (pengorganisasian), commanding (pengarahan), coordinating (koordinasi), dan
controlling (pengawasan).

Selain Fayol, tokoh lain seperti Max Weber memperkenalkan konsep birokrasi rasional,
yang menekankan pentingnya struktur hierarki, aturan tertulis, dan pembagian kerja yang jelas
dalam organisasi. Weber meyakini bahwa organisasi yang birokratis akan mampu beroperasi
secara efisien dan bebas dari pengaruh personal.

Kelebihan teori klasik adalah keberhasilannya dalam menata organisasi secara


sistematis dan menciptakan efisiensi struktural. Namun, kelemahannya terletak pada anggapan
bahwa manusia adalah makhluk rasional yang hanya termotivasi oleh uang, sehingga
mengabaikan faktor sosial dan psikologis.
Aliran Hubungan Manusiawi

Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap kelemahan teori klasik dan ilmiah yang dianggap
terlalu kaku dan mekanistik. Tokoh utamanya adalah Elton Mayo, yang melakukan penelitian
terkenal di Hawthorne Works (Western Electric Company, Chicago) pada tahun 1920-an.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa produktivitas kerja tidak hanya dipengaruhi oleh
kondisi fisik pekerjaan (seperti pencahayaan atau jam kerja), tetapi juga oleh hubungan sosial,
rasa dihargai, dan suasana kerja kelompok.

Aliran hubungan manusiawi menekankan pentingnya komunikasi, kepemimpinan partisipatif,


dan kepuasan kerja. Pekerja tidak lagi dianggap sebagai “mesin” produksi, tetapi sebagai
makhluk sosial yang memiliki kebutuhan emosional. Hasil penelitian Mayo menjadi dasar bagi
perkembangan teori motivasi dan kepemimpinan modern.

Aliran Manajemen Modern

Setelah munculnya gerakan hubungan manusiawi, para ahli mulai mengkaji perilaku manusia
secara lebih mendalam dan ilmiah.

Tokoh-tokoh seperti Abraham Maslow, Douglas McGregor, dan Herzberg berperan besar dalam
mengembangkan teori motivasi dan perilaku organisasi.

 Maslow memperkenalkan Hierarchy of Needs, yang menjelaskan bahwa manusia


memiliki lima tingkat kebutuhan: fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, dan
aktualisasi diri.
 McGregor mengembangkan Theory X dan Theory Y, di mana Theory X menganggap
pekerja malas dan harus diawasi, sedangkan Theory Y percaya bahwa pekerja akan
termotivasi jika diberi tanggung jawab dan kepercayaan.
 Herzberg menambahkan Two-Factor Theory yang membedakan antara faktor motivator
(seperti pengakuan dan tanggung jawab) dan faktor hygiene (seperti gaji dan kondisi
kerja).

Pendekatan ini memperkuat peran psikologi dan perilaku dalam manajemen modern, serta
menjadi dasar bagi praktik manajemen sumber daya manusia saat ini.
c. Pendekatan Sistem Manajemen
Pendekatan sistem memandang organisasi sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bagian-
bagian saling berhubungan. Setiap bagian organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, SDM)
bekerja bersama mencapai tujuan bersama. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya
feedback untuk perbaikan berkelanjutan agar organisasi tetap adaptif terhadap lingkungan
eksternal.

d. Pendekatan Kontingensi
Pendekatan kontingensi beranggapan bahwa tidak ada satu metode manajemen yang dapat
diterapkan di semua situasi. Efektivitas suatu gaya manajemen bergantung pada kondisi
organisasi, jenis pekerjaan, karakteristik karyawan, dan lingkungan kerja. Oleh karena itu,
manajer dituntut untuk fleksibel dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan keadaan
yang dihadapi.

e. Keterlibatan Dinamik
Keterlibatan dinamik menekankan pentingnya adaptasi manajemen terhadap perubahan
zaman. Perkembangan teknologi digital, globalisasi, dan pergeseran nilai sosial menuntut
organisasi untuk terus belajar dan berinovasi. Manajer modern tidak hanya berperan sebagai
pengatur, tetapi juga sebagai fasilitator yang membangun kerja sama, kreativitas, dan
pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi.
PENUTUP

Kesimpulan

Sejarah perkembangan manajemen menunjukkan proses panjang dari praktik tradisional


menuju pendekatan ilmiah dan modern. Manajemen ilmiah menekankan efisiensi, manajemen
klasik menekankan struktur organisasi, aliran hubungan manusiawi menyoroti aspek sosial,
sementara teori modern memperluas pandangan ke arah sistem, kontingensi, dan keterlibatan
dinamis. Pemahaman terhadap evolusi teori manajemen memberikan landasan kuat bagi para
manajer masa kini untuk memilih dan menerapkan pendekatan yang paling relevan sesuai
kondisi organisasi.

Saran

Diharapkan para mahasiswa dan praktisi dapat mempelajari teori manajemen secara
komprehensif dan menyesuaikannya dengan kebutuhan organisasi.
Manajemen harus terus dikembangkan secara dinamis agar mampu menjawab tantangan
perubahan global yang cepat dan kompleks.
DAFTAR PUSTAKA

 Fayol, H. (1949). General and Industrial Management. London: Pitman Publishing.

 Gantt, H. L. (1919). Organizing for Work. New York: Harcourt, Brace and Howe.

 Mayo, E. (1933). The Human Problems of an Industrial Civilization. New York: Macmillan.

 Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management. Pearson Education.

 Taylor, F. W. (1911). The Principles of Scientific Management. New York: Harper &
Brothers.

 Terry, G. R. (1977). Principles of Management. Homewood, IL: Irwin.

 Ouchi, W. G. (1981). Theory Z: How American Business Can Meet the Japanese
Challenge. Reading, MA: Addison-Wesley.
KUMPULAN JAWABAN DARI KELOMPOK LAIN

1. Bagaimana teori atau aliran manajemen klasik mempengaruhi perkembangan teori


atau aliran manajemen modern sampai saat ini? (kelompok 1)

Teori manajemen klasik sangat memengaruhi perkembangan teori manajemen


modern karena menjadi fondasi utama dalam pengelolaan organisasi. Prinsip-
prinsip dari tokoh seperti Taylor, Fayol, dan Weber—tentang efisiensi kerja,
pembagian tugas, struktur organisasi, dan aturan formal—masih digunakan
hingga sekarang, hanya saja sudah disesuaikan dengan kondisi modern.

Teori klasik juga mendorong lahirnya aliran baru seperti human relations dan
behavioral management, yang menambahkan aspek manusia dan psikologis ke
dalam manajemen. Jadi, manajemen modern pada dasarnya adalah
penyempurnaan dan pengembangan dari teori klasik agar lebih sesuai dengan
dinamika organisasi masa kini.

2. Siapa bapak manajemen dan apa kontribusinya dalam manajeman? (kelompok 5)

Bapak manajemen adalah Henri Fayol. Kontribusinya sangat besar karena ia


mengembangkan teori manajemen klasik administratif dan memperkenalkan
fungsi-fungsi manajemen yang sampai sekarang masih digunakan, yaitu:

1. Perencanaan (Planning)

2. Pengorganisasian (Organizing)

3. Pengarahan (Commanding/Leading)

4. Koordinasi (Coordinating)

5. Pengendalian (Controlling)

Fayol juga merumuskan 14 prinsip manajemen seperti pembagian kerja,


wewenang, disiplin, kesatuan komando, dan keadilan. Prinsip-prinsip ini menjadi
dasar bagi teori dan praktik manajemen modern hingga saat ini.
DOKUMENTASI PRESENTASI

Anda mungkin juga menyukai