Sejak kecil, Boruto dan Sarada tak pernah terpisahkan.
Mereka tumbuh
bersama, saling mengisi, hingga setelah lulus SMA, keluarga besar mengikat
mereka dalam pertunangan. Hubungan itu nyaris sempurna romantis, saling
percaya, dan penuh tawa, meski harus ditempa jarak.
Enam tahun lamanya mereka menjalani LDR. Boruto menempuh pendidikan S1
dan S2 di luar negeri, namun tetap memimpin perusahaan global warisan
keluarganya. Namanya dikenal, disegani, bahkan ditakuti di dunia bisnis. Di sisi
lain, Sarada menapaki jalannya sendiri hingga terpilih menjadi Presiden Jepang.
Cantik, pintar, ramah namun selalu tunduk bila berhadapan dengan Boruto,
entah karena aura dominannya, atau karena cintanya terlalu dalam.
Namun setahun lalu, sebuah kesalahpahaman menghancurkan segalanya. Kata-
kata tak sempat terjelaskan, gengsi yang terlalu tinggi, dan akhirnya mereka
memilih diam. Sejak itu, tidak ada lagi komunikasi di antara mereka.
Kini, usia mereka telah menginjak 26 tahun. Boruto akhirnya pulang ke Jepang
dengan reputasi sebagai penguasa muda dingin yang berwibawa. Sementara
Sarada, di balik senyum presiden yang menenangkan rakyat, hatinya masih
menyimpan luka lama.
Pertemuan itu tak bisa dihindari.
Cinta yang nyaris sempurna kini harus diuji sekali lagi antara gengsi, luka, dan
rasa yang tak pernah padam.