0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Kesedihan Paris Setelah Kehilangan Jaden

Cerita ini menggambarkan kesedihan Paris yang kehilangan sahabatnya, Jaden, dalam kebakaran di sekolah dua tahun lalu. Meskipun Paris berusaha untuk menyelamatkan Jaden, ia terpaksa pergi lebih dulu dan Jaden akhirnya tewas. Paris kini terjebak dalam penyesalan dan harapan akan reinkarnasi untuk mengembalikan sahabatnya yang hilang.

Diunggah oleh

ms.nugroho000
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Kesedihan Paris Setelah Kehilangan Jaden

Cerita ini menggambarkan kesedihan Paris yang kehilangan sahabatnya, Jaden, dalam kebakaran di sekolah dua tahun lalu. Meskipun Paris berusaha untuk menyelamatkan Jaden, ia terpaksa pergi lebih dulu dan Jaden akhirnya tewas. Paris kini terjebak dalam penyesalan dan harapan akan reinkarnasi untuk mengembalikan sahabatnya yang hilang.

Diunggah oleh

ms.nugroho000
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Muvida Amalia S/IX-E/18

DATANG UNTUK KEMBALI

Langit mulai menggelap karena matahari yang sudah lelah menunjukan wujudnya
seharian, udara dingin kota Bandung malan ini menemani kesendirian Paris yang sedang
menyesap sebatang rokok ditangannya. Paris hanyut dalam lamunannya, ia lelah bahkan
ingin sekali marah pada takdir yang ia terima sat ini. Ingatan itu kembali lagi memenuhi
kepala Paris, ingatan dimana dia harus kehilangan sahabatnya saat beristiwa kebakaran
yang terjadi di sekolahnya dua tahun lalu.

“Andai waktu itu gua balik buat bantu lo, mungkin sekarang kita masih bisa main
bareng, Jaden” hanya kata andai dan kemungkinan kemungkinan yang tersisa.

Dua tahun lalu, 05 Mei 2015

Suara riuh memenuhi gedung tinggi yang sedang digunakan belajar oleh anak anak
SMA Rengasdengklok, teriakan bahkan tangisan terdengar disetiap sudut ruangan, bara api
mulai terlihat memenuhi gedung tersebut.

“Pariss!! Paris! Lewat sinii!” teriakan seorang laki laki membuat Paris menoleh dan
mencari sumber suara.

“Iyaa, bentarr kaki gue sakit bangett, habis keseleo di sana” Paris menunjuk di mana
ia tadi terjatuh yang menyebabkan kakinya terkilir.

Orang yang diajak bicara oleh Paris mengikuti arah yang ditunjuk oleh Paris, lalu
orang tersebut menghampiri Paris “Ayo gua bantu, kita harus cepet keluar dari sini itu
apinya udah mulai gede” tangannya terulur untuk membantu Paris berdiri.

“Iya, ayo Den. Pelan aja ya kaki gua sakit banget masihan” Iya, orang yang sedang
bersama dengan Paris adalah sahabatnya, Jaden. Dengan bantuan Jaden Paris berdiri, Jaden
membopong tubuh Paris agar bisacepat keluar dari ruangan itu lewat pintu yang telang
ditunjuk Jaden tadi. Ketika sampai di sepan pintu tersebut mereka sangat terkejut karena
tiba tiba kayu dengan banyak api terjatuh tepat di depan mereka. Pintu itu terhalangi oleh
kayu tersebut dan menjadi sempit sehingga hanya bisa dilewati satu orang.

“Lo duluan Ris, biar kaki lo cepet diobati diluar nanti kasian itu nanti infeksi. Habis
lo keluar gentian gua”

“Engga kita harus keluar bareng, kalo kesini bareng ya keluar harus bareng Jaden.
Gua ngga mau sendirian nanti lo gimana??”
“Gapapa tenang ajaa, udah lo duluan aja biar lo ngga nahan saki terus” detik
berikutnya dengan berat hati Paris mengiyakan tawaran Jaden dan pergi lebih dulu
melewati pintu tersebut dengan hati hati dan tidak berhenti menoleh ke belakang untuk
memastikan Jaden baik baik saja.

“Pariss! ayo buruan turunn apinya makin besarr”

“Sebentar Bu! Di dalam masih ada Jaden sendirian”

“Udah ngga papa, ayo turun dulu nanti Jaden biar nyusul” paris menggeleng keras
mendengarkan ucapan gurunya, ia menoleh lagi ke belakang dan mendapati Jaden yang
masih berusaha keluar dari pintu itu.

“Duluan aja Ris gapapa, nanti gua nyusul bentar lagi jug ague bisa keluar ini masih
gua coba pindahin kayunya” titah Jaden kepada Paris, Paris berusaha menolak tapi Jaden
meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja. Mau tidak mau Paris turun lebih dulu dengan
gurunya dan meninggalkan Jaden.

Ternyata saat Paris siudah turun Jaden yang masih berusaha keluar dari pintu
tersebut akhir perlahan bisa keluar namun saat dia sampai di tengah pintu itu tiba tiba
tertimapa atap atap yang muali berjatuhan dikarenakan apin yang semakin besar dan
ganas menggrogoti bangunan tersebut. Jaden yang mengalami itu secara tiba-tiba sangat
terkejut dan kesakitan.

“Ahh!! Tolonggg!!” Jaden berteriak sekeras mungkin sambil berharap ada satu orang
yang datang kembali ke tempat Jaden untuk menolongnya>.

“Shhh, sakit bangett!!” Lama, sakit itu masih setia menemani kesendirian Jaden, dia
sangat takut, matanya tidak berehenti mengeluarkan bulir-bulir air mata yang
menyalurkan rasa sakkit yang sedang dialaminya. Sampai dimana, sakit yang Jaden rasakan
sudah tidak bisa ditahan lagia, dia mencoba berteriak lagi namun hasilnya masih sama,
Jadenpun menyerah dan dinyatakan tewas ditempat.

Di satu sisi ada Paris yang masih menunggu kabar tentang sahabatnya tersebut,
tidak lama ada seorang yang menghampirinya member kabar yang tidak pernah mau ia
terima, yaitu kabar kematian sahabatnya, Jaden. Saat itu juga Paris kacau, semuanya
rasanya runtuh begitu saja, tubuhnya begetar hebat menandakan bahwa ia sangat hancur
mendengar kabar tersebut. Andai saja Paris kembali untuk menyelamatkan Jaden mungkin
dia tidak akan mendapat kabar buruk itu, namunn apa daya sesal tinggalah sesal dan hanya
maaf yang bisa Paris ucapkan.

Lagi dan lagi Paris dilanda rasda berselah yang amat besar, andaikan Jaden masih
ada di sini sekarang mungkin dia sudah bermain basket dengan sahabatrnya
tersebut, dia bisa bermain gitar bersama Jaden dan andai Jaden masih ada pasti saat
ini dia sudah bertukar cerita dengan sahabatnya itu. Paris tiba tiba teringat dengan
istilah reinkarnasi, dari dulu ia tidak pernah percaya adanya reinkarnasi dan
menganggap bahwa semua itu tidak masuk akal dan tidak pernah ada. Namun untuk
saat ini dia sangat berharap reinkarnasi ada dan mengembalikan sahabatnya, Jaden.

Tokk...tok..tok..

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Paris, Paris bangkit dari duduknya dan
berjalan munuju pintu lalu membukia pintu kamarnya itu

“Iya bi, ada apa ya??”

“Itu den, di bawah ada yang nyariin” Paris yang mendengarkan perkataan bi inah
mengerutkan dahinya dan wajahnya memunculkan raut kebingunan karena setaunya dia
hari ini tidak ada janji dengan siapa pun kenapa tiba-tiba ada yang mencarinya.

“Siapa bi?”

“Bibi ngga tau den, laki-laki, kayanya sih teman den Paris”

“Yaudah bi, makasih yaa” dengan raut yang masih bingung dan pikiran yang
berusaha mengingat ada janji dengan siapa dia hari ini Paris menuruni tangga, ia melihat
anak seorang laki laki yang sedang duduk di sofa dengan posisi kepala yang ditundukan.
Paris semakin dibuat bingung karena hari ini bukan jadwal latihan basket dengan
temannya, dia juga tidak ada janji ke café bersama teman laki-lakinya. Paris semakin dibuat
penasaran. Sesampainya di ruang tamu dan Paris segera angkat bicara

“Halo?? Kenapa ya cari saya??” Tanya paris saat sudah sampai tepat di depan orang
tersebut, laki-laki yang sebelumnya menunduk itu perlahan mengangkat kepalanya dan
menatap Paris dengan mata teduhnya. Detik itu juga nafas Paris tercekat, tubuhnya
bergetar hebat, mulutnya seolah tertutup rapat-rapat, dunianya kembali runtuh, Paris ingin
sekali lari namun tubuhnya menolah seolah enggan pergi dari sana. Mata Paris mulai
berkaca-kaca, ia tidak tau harus apa sekarang, sampai dimana laki laki di depannya iru
angkat bicara

“Hai Paris, apa kabar?? Lama ya tidak bertemu, apa kakimu sudah sehat??”

TAMAT
BIODATA PENULIS

Namanya Muvida Amalia s biasanya dipanggil muvi atau cesun(cewe sunwoo), lahir di bulan
November tanggal 20 di Tahun 2008. Anak ke-tiga dari tiga bersaudara, memiliki hobi beranang
dan membaca au, dengan cita-cita menjadi [Link] di SMP Negeri tiga Peterongan ,
dan di MIT Ar-roihan saat masih sekolah dasar. Ig: @twinkyiell

Anda mungkin juga menyukai