PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika
[Link]
ISSN 2613-9189
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Siswa
Sekolah Menengah Pertama
Habibullaha,*, Wardonob, Budi Waluyac
a
Program Doktor, Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia
b,c
Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Semarang, Indonesia
* Alamat Surel: habibullah1992@[Link]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran dengan model Problem Based Learning
(PBL) terutama dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Selain itu, penelitian
ini juga mendeskripsikan serta menjelaskan hubungan antara model PBL dengan kemampuan pemecahan
masalah siswa. Penelitian ini menggunakan metode Meta Analisis yang melibatkan hasil penelitian dari
beberapa peneliti. Meta Analisis yaitu suatu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan, menjelaskan,
dan menemukan suatu informasi yang mudah ditemukan kembali. Adapun tahapan yang dilakukan pada
penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data yang dicari melalui google scholar dan database jurnal
bereputasi. Selanjutnya, data yang telah didapatkan dipilah dan disederhanakan, kemudian data dianalisis dan
disajikan dengan menarik sebuah kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan ditemukan bahwa
terdapat korelasi positif pada kategori baik pada variabel posttest dan pretest untuk penggunaan PBL. Selain
itu, ditemukan nilai gainscore lebih dari 40%. Dengan kata lain, penerapan model pembelajaran PBL dapat
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Kata kunci:
Model Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Siswa Sekolah Menengah Pertama
© 2024 Dipublikasikan oleh Jurusan Matematika, Universitas Negeri Semarang
1. Pendahuluan
Matematika merupakan ilmu yang berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai pola keteraturan dan
urutan yang logis. Menurut Reys, Lindquist, Lambdin, & Smith (2009) matematika merupakan bahasa
yang menggunakan istilah dan simbol yang didefinisikan dengan cermat. Mempelajari istilah dan simbol
dapat meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi tentang sains, situasi kehidupan nyata, dan
matematika itu sendiri. Walle (2007) menyatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang pola dan aturan.
Penyelesaian matematika memiliki arti untuk menemukan dan mengungkapkan keteraturan atau urutan
tersebut serta memberikan makna dari suatu hal abstrak.
Pembelajaran matematika memuat berbagai komponen yang secara substansial mampu membimbing
siswa untuk membuat konsep, membangun pengetahuan, serta memanfaatkan pengalaman unik mereka di
dalam kehidupan dan pembelajaran matematika (Bishop, Tan, & Barkatsas, 2015). Pembelajaran
matematika diharapkan mampu membentuk kemampuan berpikir matematis siswa dan menyelesaikan
sebuah masalah yang didapat.
Pembelajaran matematika memuat proses pemecahan masalah sebagai unsur utama dari setiap
aktivitasnya. Pemecahan masalah tidak bisa dilepaskan dari pembelajaran matematika (BSNP, 2017).
Retnowati (2016) menyebutkan bahwa dalam pembelajaran matematika, pemecahan masalah merupakan
kegiatan rutin untuk mengetahui cara kerja dari objek matematika. Selain itu, kemampuan pemecahan
To cite this article:
Habibullah, Wardono & Waluya, B. (2024). Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan
Pemecahan Masalah Matematis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional
Matematika 7, 1-6
Habibullah, Wardono, B. Waluya. 2
masalah dapat membantu siswa mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di dalam kehidupan sehari-
hari (Rustam E et al., 2017).
Pemecahan masalah membutuhkan langkah, strategi, atau model. Terdapat lima langkah dalam
menyelesaikan masalah secara umum, yakni (1) identifikasi masalah; (2) menggambarkan masalah; (3)
menyeleksi strategi; (4) implementasi strategi; (5) evaluasi hasil (Bruning,et al, 2011). Strategi umum
tidak selalu dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah. Dengan kata lain, dibutuhkan strategi atau
model khusus yang sesuai untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
(Retnowati, 2016).
Problem based learning (PBL) adalah salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah. Integrasi masalah dalam kehidupan nyata dengan ilmu yang telah
didapat disekolah secara tidak langsung diajarkan melalui pembelajaran dengan model PBL (Fatmah,
2016; Sigit et al., 2017). Siswa dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah apabila siswa lebih
dominan di dalam kelas dibandingkan guru. PBL melibatkan siswa secara aktif dalam proses
pembelajaran (Kamdi, 2007). Dengan kata lain, kemampuan pemecahan masalah siswa dapat
ditingkatkan dengan model PBL (Sihaloho et al., 2017).
Pembelajaran dengan menggunakan PBL menuntut siswa untuk menghadapi sebuah masalah dengan
berpikir kritis secara mandiri maupun berkolaborasi di dalam kelompok (Widyaningrum, 2016). Guru
bertugas memfasilitasi siswa dalam menyelesaikan sebuah masalah yang dihadapinya (Istiana &
Awaludin, 2018). Fasilitas yang diberikan guru dapat berupa contoh ataupun acuan yang dapat
diaplikasikan untuk menyelesaikan sebuah masalah oleh siswa (Astuti et al., 2019). PBL memiliki
beberapa tahapan dalam proses pembelajarannya. Tahapan PBL di antaranya adalah: (1) identifikasi
masalah, (2)investigasi, (3) implementasi, (4) menyajikan hasil, (5) evaluasi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran dengan model PBL terutama untuk
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Selain itu, penelitian ini juga
mendeskripsikan serta menjelaskan hubungan antara model PBL dengan kemampuan pemecahan masalah
siswa. Penelitian meta analisis ini diharapkan memberikan manfaat dalam bidang pendidikan matematika
terutama bagi para pendidik dalam menggunakan model pembelajaran PBL.
2. Metode (untuk artikel hasil kajian, bagian ini tidak ada)
Penelitian ini menggunakan metode Meta Analisis yang melibatkan hasil penelitian dari beberapa
peneliti. Meta Analisis yaitu suatu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan, menjelaskan, dan
menemukan suatu informasi yang mudah ditemukan kembali. Adapun tahapan yang dilakukan pada
penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data yang dicari melalui google scholar dan database jurnal
bereputasi. Selanjutnya, data yang telah didapatkan dipilah dan disederhanakan, kemudian data dianalisis
dan disajikan dengan menarik sebuah kesimpulan.
3. Pembahasan
Penelitian ini diawali dengan redukasi. Redukasi merupakan tahap awal melakukan pemilhan dan
penyederhanaan data mentah. Pada tahap ini dilakukan seleksi terhadap jenis desain penelitian yang akan
dilakukan, yaitu memilih kumpulan artikel dari jurnal yang menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Kemudian artikel yang sudah
didapat dianalisis dan tahap yang terakhir yaitu kesimpulan. Hasil redukasi serta analisis dari jurnal yang
terkumpul dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.
Tabel 1. Hasil Redukasi Data Penelitian
Variabel
No Penulis Hasil
Independent (X) Dependent (Y)
Model problem based Kemampuan Model PBL lebih baik dari
1 Yanti (2017)
learning (PBL) komunikasi dan pada pembelajaran
PRISMA 2024, Vol. 7
Habibullah, Wardono, B. Waluya. 3
kemampuan konvensional
pemecahan masalah
matematika
Yuhani, Zanthy, Kemampuan Pembelajaran berbasis
Pembelajaran berbasis
2 & Hendriana pemecahan masalah masalah lebih baik dari
masalah
(2018) matematis pada pembelajaran biasa
Kemampuan Kemampuan pemecahan
Model problem based
3 Lubis (2018) pemecahan masalah masalah matematis siswa
learning
matematis mengalami peningkatan
Nadhifah & Kemampuan Terdapat peningkatan
Model problem based
4 Afriansyah pemecahan masalah kemampuan pemecahan
learning dan inquiry
(2016) matematis masalah matematis
Model problem
Rinaldi & Kemampuan Terdapat peningkatan
centered learning dan
5 Afriansyah pemecahan masalah kemampuan pemecahan
problem based
(2019) matematis masalah matematis
learning
Mariyam, Model problem based Kemampuan Terdapat peningkatan
6 Citroresmi, & learning berbantuan pemecahan masalah kemampuan pemecahan
Wahyuni (2018) modul matematis masalah matematis
Strategi konflik Pembelajaran konflik
Saefuloh, Kemampuan
kognitif pendekatan kognitif pendekatan PBL
7 Kartasasmita, & pemecahan masalah
problem-based lebih baik dari pada
Kosasih (2020) matematis
learning (PBL) pembelajaran konvensional
Pembelajaran berbasis
Resilona,
Pembelajaran berbasis Kemampuan masalah lebih baik dari
8 Hidayat, &
masalah pemecahan masalah pada pembelajaran
Hendriana (2018)
konvensional
Model problem based
Model problem based Kemampuan
Hasibuan & learning lebih baik dari
9 learning dan discovery pemecahan masalah
Sinaga (2017) pada model discovery
learning matematika
learning
Model pembelajaran
Eviyanti, Surya, Kemampuan
Model Problem based berbasis masalah lebih baik
10 Syahputra, & pemecahan masalah
learning dari pada pembelajaran
Simbolon, (2017) matematika
konvensional
Tabel 2. Hasil Analisis Model Problem Based Learning
No Skor Pretest Skor Posttest Gain Score
1 27,25 79,73 0,72
2 9,24 42,91 0,37
3 64,61 84,12 0,55
4 39,48 68,00 0,47
5 11,16 26,10 0,17
6 37,36 74,24 0,59
7 21,73 50,55 0,37
8 44,03 71,81 0,50
9 19,42 28,35 0,11
10 43,75 85,43 0,74
Rata-rata 31,80 61,12 0,46
Tabel 3. Paired Samples Statistics
Std. Error
Skor Mean N Std. Deviation
Mean
Pretest 31,80 10 17,22 5,45
Pair 1
Posttest 61,12 10 22,47 7,11
PRISMA 2024, Vol. 7
Habibullah, Wardono, B. Waluya. 4
Berdasarkan Tabel 3 diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata pretest < posttest, sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata antara pretest dengan posttest. Selanjutnya, untuk
membuktikan apakah perbedaan tersebut signifikan atau tidak, maka perlu dilakukan uji paired samples
correlations dan paired samples test.
Tabel 4. Paired Samples Correlations
Skor N Correlation Sig.
Pair 1 Pretest & Posttest 10 0,822 0,004
Output pada Tabel 4 menunjukkan hasil uji korelasi antara variabel pretest dan variabel posttest. Dari
data tersebut diketahui bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,822 dengan nilai signifikansi sebesar
0,004. Karena nilai signifikansi < 0,005 maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara variabel
pretest dengan variabel posttest. Selain itu, berdasarkan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi
maka menunjukkan hubungan yang bersifat positif dengan nilai korelasi berada pada kategori sangat baik.
Sedangkan hasil output uji paired samples test dapat dilihat pada tabel 5 berikut.
Tabel 5. Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Std. Sig. (2-
Skor Std. Interval of the t df
Mean Error tailed
Deviation Difference
Mean
Lower Upper
Pretest-
Pair 1 -29,3 12,86 4,07 -38,52 -20,13 -7,21 9 0,000
posttest
Berdasarkan hasil output paired samples test di atas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05,
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata antara hasil belajar pretest dengan
posttest. Dengan kata lain, terdapat pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis pada siswa sekolah menengah pertama. Selain itu, dari tabel output paired
samples test juga memuat informasi tentang nilai mean paired differences yaitu sebesar -29,3. Nilai
tersebut menunjukkan selisih antara nilai rata-rata hasil pretest dengan posttest. Selisih perbedaan nilai
tersebut antara 20,13 sampai dengan 38,52 dengan posttest lebih unggul dari pretest. Dengan demikian,
dapat dismpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa. Hal tersebut karena secara teoritis pembelajaran berbasis masalah
memiliki beberapa keunggulan yaitu model pembelajaran berbasis masalah melibatkan siswa dalam
kegiatan pembelajaran sehingga pengetahuan benar-benar terserap dengan baik, model ini membuat siswa
aktif memecahkan masalah dan menuntut kemampuan berpikir siswa yang lebih tinggi sehingga siswa
dapat merasakan manfaat belajar matematika karena masalah yang dipecahkan adalah masalah sehari-hari
(Eviyanti et al., 2017).
4. Simpulan
Berdasarkan uraian diatas, ditemukan bahwa terdapat korelasi positif pada kategori baik pada variabel
posttest dan pretest untuk penggunaan PBL. Selain itu, ditemukan nilai gainscore lebih dari 40%. Dengan
kata lain, penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa.
Daftar Pustaka
Astuti, T. A., Nurhayati, N., Ristanto, R. H., & Rusdi, R. (2019). Pembelajaran Berbasis Masalah Biologi
Pada Aspek Kognitif: Sebuah Meta-Analisis. JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi), 4(2), 67–74.
[Link]
Bishop, A., Tan, H., & Barkatsas, T. N. (2015). Diversity in mathematics education: Towards inclusive
PRISMA 2024, Vol. 7
Habibullah, Wardono, B. Waluya. 5
practices. In Research in Mathematics Education. Springer.
[Link]
BSNP. (2017). Badan Standar Nasional Pendidikan. 1–22.
Eviyanti, C. Y., Surya, E., Syahputra, E., & Simbolon, M. (2017). Improving the students’ mathematical
problem solving ability by applying problem based learning model in VII grade at SMPN 1 Banda
Aceh Indonesia. International Journal of Novel Research in Education and Learning, 4(2), 138–
144.
Fatmah, H. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Dipadu Metode
Student Team Achievement Division (Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas
X Ipa 4 Sma Negeri 1 Parung Tahun Ajaran 2014/2015 Pada Konsep Perubahan Lingkungan Dan
D. Edusains, 7(2). [Link]
Hasibuan, R., & Sinaga, B. (2017). Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika
menggunakan model pembelajaran problem based learning dan discovery learning di kelas VIII
SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Jurnal Inspiratif, 3(1), 17–28.
Istiana, R., & Awaludin, M. T. (2018). Enhancing biology education students ability to solve problems in
environmental science material through inquiri model-based lesson study. Biosfer, 11(1), 58–67.
[Link]
Kamdi, W. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif. UM Press.
Lubis, A. (2018). Efektivitas model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Angkola. Jurnal MathEdu
(Mathematic Education Journal), 1(3), 20–26.
Mariyam, Citroresmi, N., & Wahyuni, R. (2018). Pengembangan kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa pada materi pertidaksamaan linier satu variabel melalui model problem based
learning berbantuan modul. JPMI: Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 3(2), 66–73.
[Link]
Nadhifah, G., & Afriansyah, E. A. (2016). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning dan inquiry. Mosharafa: Jurnal
Pendidikan Matematika STKIP Garut, 5(1), 33–44.
Resilona, S. F., Hidayat, W., & Hendriana, H. (2018). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah
melalui pembelajaran berbasis masalah siswa SMP. JPMI: Jurnal Pembelajaran Matematika
Inovatif, 1(4), 487–492. [Link]
Retnowati, E. (2016). Problem solving approach in differentiated. In A. Muchlis, P. Adams, & E.
Retnowati, Differentiated Instruction for Senior High School Mathematics Teachers (pp. 45–94).
QITEP.
Reys, R., Lindquist, M. M., Lambdin, D. V, & Smith, N. L. (2009). Helping children learn mathematics
(9th ed.). John Wiley & Sons, Inc. [Link]
Rinaldi, E., & Afriansyah, E. A. (2019). Perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
antara problem centered learning dan problem based learning. NUMERICAL: Jurnal Matematika
Dan Pendidikan Matematika, 3(1), 9–18. [Link]
Rustam E, S., Sidabutar, D. R., & Edy, S. (2017). Improving Learning Activity and Students ’ Problem
Solving Skill through Problem Based Learning (PBL) in Junior High School. International Journal
of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), 33(2), 321–331.
[Link]
Saefuloh, N. A., Kartasasmita, B. G., & Kosasih, U. (2020). Meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah matematis peserta didik SMP melalui strategi konflik kognitif pendekatan problem-based
learning (PBL) dengan sikap peserta didik sebagai variabel intervening. UJMES, 05(01), 22–32.
Sigit, D. V., Ernawati, E., & Qibtiah, M. (2017). HUBUNGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN
PRISMA 2024, Vol. 7
Habibullah, Wardono, B. Waluya. 6
HIDUP DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PENCEMARAN LINGKUNGAN
PADA SISWA SMAN 6 TANGERANG. BIOSFER: JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI, 10(2), 1–
6. [Link]
Sihaloho, R. R., Sahyar, S., & Ginting, E. M. (2017). The Effect of Problem Based Learning (PBL)
Model toward Student’s Creative Thinking and Problem Solving Ability in Senior High School.
IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSRJRME), 07(04), 11–18.
[Link]
Walle, J. A. Van de. (2007). Elementary and middle school mathematics: Teaching developmentally.
Pearson Education, Inc.
Widyaningrum, D. A. (2016). Penerapan Model Problem Based learning (PBL) dipadu Student Team
Achievement Division (STAD) melalui Lesson Study (LS) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil
Belajar Siswa MAN 3 Malang. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 5(1), 27.
[Link]
Yanti, A. H. (2017). Penerapan model problem based learning (PBL) terhadap kemampuan komunikasi
dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Menengah Pertama Lubuk
Linggau. Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia, 2(2), 118–128. [Link]
Yuhani, A., Zanthy, L. S., & Hendriana, H. (2018). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. JPMI: Jurnal Pembelajaran Matematika
Inovatif, 1(3), 445–452. [Link]
PRISMA 2024, Vol. 7