Statistik Transportasi Sulawesi Tenggara 2022
Statistik Transportasi Sulawesi Tenggara 2022
tp
Katalog : 8301007.74
ISSN : 2614-0802
No. publikasi : 74000.2348
Penyusun Naskah:
BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
Pembuat Kover:
BPS Provinsi Sulawesi Tenggara
.id
Pernerbit: go
s.
© Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara
bp
Pencetak:
a.
Sumber Ilustrasi:
ul
sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari BPS Provinsi
Sulawesi Tenggara
TIM PENYUSUN
Pengarah:
Agnes Widiastuti, [Link], M.E.
Penanggung Jawab:
Agnes Widiastuti, [Link], M.E.
Penyunting:
Erra Septy Vibriane, [Link]., M.E.
.id
Dyah Ayu Ratna Nurmalinda, SST
Penata Letak: go
s.
Dyah Ayu Ratna Nurmalinda, SST
bp
a.
tr
ul
//s
s:
tp
ht
ht
tp
s:
//s
ul
tr
a.
bp
s.
go
.id
KATA PENGANTAR
P ublikasi Statistik Transportasi Provinsi Sulawesi Tenggara 2022 merupakan lanjutan penerbitan
tahun-tahun sebelumnya yang disusun oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara.
Data yang disajikan dalam publikasi ini meliputi data statistik angkutan darat, angkutan laut, dan
angkutan udara tahun 2022.
Dalam penyusunan publikasi ini, data dan informasi diperoleh dengan cara pengumpulan data
sekunder dari instansi-instansi terkait di Provinsi Sulawesi Tenggara seperti Balai Besar Pelaksanaan
.id
Jalan Negara (BBPJN) Wilayah Sulawesi Tenggara, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi
Tenggara, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara,
go
Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) se-
s.
Sulawesi Tenggara, dan Kantor Otoritas Bandar Udara se-
bp
Sulawesi Tenggara.
a.
membuat keputusan.
tp
ht
1. PENDAHULUAN.................................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang......................................................................................................................................... 3
1.2. Tujuan ....................................................................................................................................................... 3
1.3. Ruang Lingkup......................................................................................................................................... 3
.id
1.4. Konsep dan Definisi............................................................................................................................... 5
2. go
ULASAN SINGKAT.............................................................................................................. 7
s.
2.1. Panjang Jalan........................................................................................................................................... 9
bp
3. TABEL - TABEL..................................................................................................................... 21
4. DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 34
.id
Tabel 3.3. Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi
Tenggara (Km), 2022........................................................................................................................... 25
Tabel 3.4. Arus Barang dan Penumpang Pelayaran di Sulawesi Tenggara menurut Kabupaten/ go
s.
Kota, 2022............................................................................................................................................... 26
bp
Tabel 3.5. Perkembangan Lalu Lintas Pesawat, Penumpang, Barang, dan Bagasi melalui
Pelabuhan Udara di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2018-2022.............................................. 27
a.
Tabel 3.6. Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang melalui Pelabuhan Udara di Provinsi
tr
Tabel 3.7. Lalu Lintas Barang dan Bagasi melalui Pelabuhan Udara menurut Pelabuhan Udara
di Provinsi Sulawesi Tenggara, 2018-2022.................................................................................. 29
s:
Tabel 3.8. Lalu Lintas Pesawat Terbang dan Penumpang Per Bulan melalui Pelabuhan Udara
tp
Tabel 3.9. Lalu Lintas Barang dan Bagasi Per Bulan melalui Pelabuhan Udara se-Provinsi
Sulawesi Tenggara, 2022................................................................................................................... 32
.id
Gambar 2.6. Perkembangan Lalu Lintas Penerbangan Domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara
go
(Unit), 2020 – 2022............................................................................................................................. 13
Gambar 2.7. Jumlah Penumpang Penerbangan Domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Orang),
s.
2020 - 2022 .......................................................................................................................................... 14
bp
Gambar 2.9. Jumlah Barang Penerbangan Domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Ton), 2020 -
ul
2022 ........................................................................................................................................................ 15
//s
BAB 1
bp
BAB 1
s.
go
.id
PENDAHULUAN
ht
tp
s:
//s
ul
tr
a.
bp
s.
go
.id
1.1. Latar Belakang
Sistem transportasi nasional memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung
pembangunan nasional. Transportasi sangat dibutuhkan untuk menjamin terselenggaranya mobilitas
penduduk maupun barang. Sebagai bagian dari sistem perekonomian, transportasi memiliki fungsi
yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Sebagai provinsi kepulauan, pembangunan
sektor transportasi dirancang untuk tiga tujuan yaitu mendukung gerak perekonomian, stabilitas
nasional dan juga mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah dengan memperluas
jangkauan arus distribusi barang dan jasa ke seluruh daerah.
Angkutan darat, sebagai bagian dari transportasi, turut memberikan kontribusi dalam
meningkatkan perekonomian di suatu wilayah. Pada umumnya, daerah yang memiliki jaringan
angkutan darat yang baik akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan
daerah lain yang terisolir. Mengingat Provinsi Sulawesi Tenggara terdiri dari beberapa kabupaten/
kota yang berada di kepulauan, angkutan laut dan udara juga memegang peranan yang penting.
Angkutan laut dan udara menghubungkan wilayah-wilayah kepulauan dengan waktu tempuh yang
lebih cepat.
Tersedianya sarana perhubungan yang baik, baik itu darat, laut dan udara, diharapkan dapat
memperlancar arus barang dan jasa serta mobilitas penduduk agar bisa menjangkau wilayah yang
lebih luas dengan lancar. Dengan demikian hubungan antar kota, antar provinsi, antar pulau, dan
antar negara dapat lebih cepat dan efisien. Hasil-hasil pembangunan juga akan bisa dirasakan
.id
masyarakat bila sarana dan prasarana perhubungan maupun telekomunikasi telah terangkai dengan
baik.
go
Penataan sistem transportasi yang baik membutuhkan data transportasi yang tepat waktu,
s.
andal, dan memiliki akurasi yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPS Provinsi Sulawesi
bp
Tenggara melakukan pengumpulan data ke institusi terkait sehingga dapat memberikan gambaran
tentang kondisi transportasi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
a.
tr
ul
1.2. Tujuan
//s
s:
sarana (kendaraan) dan prasarana (jalan) angkutan darat, angkutan laut, dan angkutan udara yang
ht
.id
Data Angkutan Laut yang disajikan bersumber dari beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi
go
Tenggara yang berada di bawah kewenangan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional I s.d. IV
s.
dan Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Tercatat beberapa pelabuhan
yang tercakup dalam publikasi ini tersebar di kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai
bp
berikut:
a.
2. Buton Banabungi
3. Muna Raha
4. Muna Maligano
5. Kolaka Kolaka
6. Kolaka Pomalaa
7. Kolaka Wolo
8. Konawe Selatan Lapuko
9. Bombana Sikeli
10. Bombana Boepinang
11. Bombana Kasipute
12. Bombana Dongkala
13. Wakatobi Kaledupa
14. Wakatobi Wanci
15. Wakatobi Tomia
16. Kolaka Utara Tobaku
17. Buton Utara Waode Buri
18. Buton Utara Ereke
.id
1. Kendaraan adalah suatu sarana angkut di jalan yang terdiri atas kendaraan bermotor dan
kendaraan tidak bermotor. go
2. Kendaraan Bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik
s.
berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel.
bp
3. Mobil Penumpang adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat
a.
duduk maksimal 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya lebih
tr
4. Mobil bus adalah kendaraan bermotor angkutan orang yang memiliki tempat duduk lebih
//s
dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk pengemudi atau yang beratnya lebih dari 3.500
(tiga ribu lima ratus) kilogram.
s:
5. Mobil Barang adalah kendaraan bermotor yang digunakan untuk angkutan barang, seperti
tp
6. Sepeda Motor adalah kendaraan bermotor beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah,
dengan atau tanpa kereta samping atau kendaraan bermotor beroda tiga tanpa rumah-
rumah.
7. Jalan Nasional adalah jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer
yang menghubungkan ibu kota provinsi dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.
8. Jalan Provinsi adalah jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan
ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
9. Jalan Kabupaten adalah jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk
pada jalan nasional dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan
ibu kota kecamatan, antar ibu kota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan
lokal, antar pusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder
dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten.
10. Jalan Kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder yang menghubungkan
antar pusat pelayanan dalam kota, menghubungkan pusat pelayanan dengan persil,
menghubungkan antar persil, serta menghubungkan antar pusat permukiman yang
berada di dalam kota.
11. Jalan Aspal adalah jalan yang permukaannya dilapisi aspal.
12. Jalan Kerikil adalah jalan yang permukaannya telah diperkeras dan dilapisi kerikil.
13. Jalan Tanah adalah jalan yang belum diperkeras dan masih terdiri atas lapisan tanah biasa.
14. Jalan Baik adalah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 60 km per jam
dan selama 2 tahun mendatang tanpa pemeliharaan pada pengerasan jalan.
.id
23. Muat Barang adalah pemuatan barang (peti kemas dan non peti kemas) ke kapal/bandara
go
untuk diangkut ke pelabuhan/bandara tujuan di Indonesia atau ke luar negeri.
s.
bp
a.
tr
ul
//s
s:
tp
ht
ULASAN SINGKAT
ul
//s
s:
tp
ht
ht
tp
s:
//s
ul
tr
a.
bp
s.
go
.id
2.1. Panjang Jalan
Jalan raya merupakan salah satu infrastruktur yang memegang peran penting sebagai salah
satu roda penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena fungsi strategis
jalan yang merupakan prasarana penghubung antara daerah satu dengan daerah lainnya. Jalan
juga memfasilitasi pergerakan barang dan jasa antara produsen, distributor, dan konsumen serta
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas tenaga kerja dan aksesibilitas ke
tempat kerja.
Pembangunan jalan yang dilakukan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tidak terlepas
dari aspek keserasian antara beban, kepadatan lalu lintas kendaraan, dan daya dukung jalan. Pada
tahun 2022 total panjang jalan di Sulawesi Tenggara mencapai 12.491,02 km, yang terdiri dari jalan
negara sepanjang 1.498,35 km atau 12,00 persen; jalan provinsi 1.039,02 km atau 8,32 persen; dan
jalan kabupaten/kota sepanjang 9.953,65 km atau 79,69 persen dari total panjang jalan di Provinsi
Sulawesi Tenggara.
Gambar 2.1. Persentase Panjang Jalan Menurut Tingkat Kewenangan di Provinsi Sulawesi
Tenggara, 2022
.id
12,00%
go
s.
8,32%
bp
a.
tr
ul
//s
s:
tp
79,69%
ht
Sebagian besar jalan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah jalan beraspal dengan
persentase sebesar 50,08 persen. Total jalan yang sudah diaspal adalah sepanjang 6.254,97 km. Jalan
kerikil juga cukup mendominasi dengan persentase terbanyak kedua setelah aspal, yaitu 4.467,58
atau sebesar 35,77 persen. Selain aspal dan kerikil, pada tahun 2022 terdapat 133,10 km atau 1,07
persen jalan beton; dan 1.580,63 km atau 12,65 persen jalan dengan jenis permukaan tanah di
Provinsi Sulawesi Tenggara.
0,44%
12,65%
Aspal
Beton
50,08% Kerikil
Tanah
35,77%
Tidak Dirinci
1,07%
.id
go
s.
bp
Sumber: Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi
tr
Sulawesi Tenggara, dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
ul
//s
Pada tahun 2022, kondisi jalan di Provinsi Sulawesi Tenggara masih belum dalam kondisi
s:
prima. Hal ini bisa dilihat dari besarnya komposisi jalan dengan status rusak dan rusak berat yang
tp
mencapai 47,31 persen dari total panjang jalan yang ada. Sementara jalan dengan kondisi baik
hanya sepanjang 4.271,59 km atau 34,20 persen dari total panjang jalan. Sementara jalan dengan
ht
kondisi sedang sepanjang 2.309,51 km atau 18,49 persen dari total panjang jalan. Sedangkan sisanya
sepanjang 2.309,51 km atau 18,49 persen dari total panjang jalan merupakan jalan dengan kondisi
sedang.
18,14%
34,20%
Baik
Sedang
29,17%
Rusak
18,49% Rusak Berat
.id
go
s.
Catatan: Tidak termasuk panjang jalan kabupaten/kota Kota Baubau
bp
Sumber: Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi
a.
Sulawesi Tenggara, dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
tr
ul
Salah satu sarana penting dari angkutan darat adalah kendaraan bermotor. Perkembangan
s:
yang terjadi pada jumlah kendaraan bermotor mengindikasikan gambaran terkait kondisi angkutan
tp
darat. Jumlah kendaraan bermotor yang cenderung mengalami peningkatan merupakan indikator
ht
semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sarana transportasi yang memadai sejalan
dengan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.
Sejalan dengan hal tersebut, terjadi peningkatan jumlah kendaraan bermotor pada tahun
2022 dibandingkan tahun 2021 sebesar 32,15 persen dari 1.055.028 unit menjadi 1.131.391 unit.
Peningkatan ini terjadi di semua jenis kendaraan bermotor, dengan peningkatan terbesar terjadi
pada jenis kendaraan sepeda motor yaitu sebesar 88,37 persen dari 935.335 unit menjadi 999.843
unit. Sementara untuk jenis kendaraan bermotor lain seperti bus mengalami kenaikan sebesar 7,84
persen, mobil penumpang sebesar 0,04 persen, dan kendaraan khusus sebesar 0,03 persen.
1.131.391
Jumlah
1.055.028
389
Kendaraan Khusus Spesial
389
999.843
Sepeda Motor
935.335
42.073
Truk
41.188
415
Mobil Penumpang
414
88.671
Bus
77.702
.id
2022 2021
dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesejahteraan masyarakat.
s:
Namun kondisi ini sempat mengalami titik balik saat terjadi pandemi COVID-19 di tahun 2019 dan
2020. Namun demikian, kondisi penerbangan domestik sudah kembali menggeliat di tahun 2021
tp
dan 2022.
ht
Bila diamati perkembangannya, jumlah penerbangan domestik pada tiga tahun terakhir
(2020 - 2022) mengalami peningkatan rata-rata sebesar 1,95 persen per tahun. Pada tahun 2021,
kondisi penerbangan Provinsi Sulawesi Tenggara sudah mulai mengalami peningkatan kembali,
dengan persentase peningkatan penerbangan sebesar 2,92 persen dari 10.995 unit pada tahun 2020
menjadi 11.316 unit di tahun 2021. Peningkatan ini terus berlanjut di tahun 2022 dengan persentase
peningkatan sebesar 0,98 persen. Kondisi ini terjadi baik pada penerbangan berangkat maupun
datang dengan masing-masing kenaikan sebesar 1,04 persen dan 0,92 persen.
2,92 % 0,98 %
11.316 11.427
10.995
.id
Sumber: Bandar Udara Se-Provinsi Sulawesi Tenggara
go
Sepanjang tahun 2020 terjadi penurunan jumlah penerbangan yang cukup signifikan dari
bulan Maret ke bulan April dengan persentase penurunan sebesar 66,16 persen dan terus menurun
s.
sampai puncak penurunan di bulan Mei hingga mencapai 185 unit. Sementara untuk tahun 2021,
bp
terjadi penurunan jumlah penerbangan yang cukup signifikan dari bulan Juni ke Juli yaitu sebesar
55,78 persen. Pada tahun 2022, kondisi penerbangan di Provinsi Sulawesi Tenggara cukup stabil
a.
dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,41 persen setiap bulannya. Dengan penerbangan terbanyak
tr
terjadi pada bulan Mei yaitu sebanyak 1.185 unit dan paling rendah terjadi pada bulan Agustus
ul
yaitu sebanyak 740 unit. Bila diamati perkembangannya dalam tiga tahun terakhir (2020 - 2022),
//s
penerbangan terbanyak terjadi pada bulan Januari 2020 yaitu sebanyak 1.429 unit dan terendah
terjadi pada bulan Mei 2020 yaitu sebanyak 185 unit.
s:
tp
Gambar 2.6. Perkembangan Lalu Lintas Penerbangan Domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Unit),
2020 – 2022
ht
1.600
1.400
1.200
1.000
800
600
400
200
-
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
2020 1.429 1.386 1.241 420 185 352 683 729 878 1.087 1.192 1.413
2021 1.100 902 1.154 1.140 969 1.264 559 458 630 964 1.074 1.102
2022 1.034 972 1.047 986 1.185 1.128 897 740 767 853 830 988
1.135.239
35,38 %
-2,65 %
861.341 838.552
.id
572.860 562.379
Bila diamati kondisi bulanan dalam tiga tahun terakhir (2020-2022), jumlah penumpang
ht
terbanyak tercatat pada bulan Februari 2020, yaitu sebanyak 139.357 orang. Di bulan berikutnya
jumlah penumpang mulai turun dan terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup drastis dari
bulan Maret ke bulan April dengan penurunan sebesar 78,54 persen. Kondisi ini terus berlanjut di
bulan Mei hingga tercatat angka penumpang penerbangan terendah dalam tiga tahun terakhir,
yaitu sebanyak 2.517 orang.
Jika dibandingkan pola bulanan penumpang penerbangan domestik pada tahun 2022 dengan
tahun-tahun sebelumnya, kondisi tahun 2022 tergolong cukup stabil dengan angka peningkatan
rata-rata sebesar 2,18 persen setiap bulannya. Bulan Mei tercatat sebagai bulan dengan jumlah
penumpang tertinggi di tahun 2022, yaitu sebanyak 118.671 orang. Sementara jumlah penumpang
terendah tercatat di bulan Februari yaitu sebanyak 79.380 orang.
140.00
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
-
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
2020 133.78 139.36 109.75 23.55 2.52 19.80 46.61 61.80 62.11 74.07 88.69 99.32
2021 66.37 58.32 81.76 86.27 75.26 105.91 28.41 26.71 48.30 76.41 90.72 94.12
2022 89.84 79.38 106.12 88.90 118.67 100.71 98.80 85.58 82.55 93.20 92.93 98.57
.id
go
Kondisi lalu lintas barang penerbangan domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun
2020-2022 sejalan dengan kondisi penerbangan dan penumpang, yaitu mengalami kenaikan.
s.
Tercatat terjadi kenaikan sebesar 33,70 persen secara rata-rata setiap tahunnya. Pada tahun 2021
bp
terjadi kenaikan jumlah barang yang diangkut dengan menggunakan penerbangan domestik
sebesar 36,54 persen. Sementara pada tahun 2022, kenaikan yang terjadi tidak sebesar kenaikan
a.
dari tahun 2020 ke tahun 2021. Pada tahun 2022 tercatat kenaikan jumlah barang yang diangkut
tr
dengan menggunakan penerbangan domestik sebesar 30,86 persen jika dibandingkan dengan
ul
kondisi tahun 2021. Jika dilihat dari jenis lalu lintas barangnya, baik bongkar maupun muat barang
mengalami kenaikan dengan persentase kenaikan masing-masing sebesar 26,49 persen dan 45,68
//s
persen.
s:
Gambar 2.9. Jumlah Barang Penerbangan Domestik di Provinsi Sulawesi Tenggara (Ton), 2020 - 2022
tp
ht
30,86 %
19.320
36,54 %
14.764 14.422
10.813 11.401
7.875
4.898
2.938 3.362
.id
600
400
200 go
s.
0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
bp
2020 1155 1090 906 487 365 611 813 885 1002 1130 1181 1190
a.
2021 1187 1142 1255 1352 1103 1267 866 916 1123 1415 1470 1666
tr
2022 1495 1335 1655 1710 1624 1628 1649 1592 1541 1623 1683 1786
ul
Provinsi Sulawesi Tenggara terdiri dari tujuh belas kabupaten/kota yang sebagian berada
ht
di kepulauan. Kondisi geografis yang seperti ini menyebabkan transportasi laut menjadi sarana
transportasi utama untuk menghubungkan antar pulau terutama pada pulau-pulau tanpa akses
transportasi udara. Karenanya, kebutuhan akan transportasi laut semakin meningkat setiap
tahunnya, dengan peningkatan rata-rata sebesar 9,27 persen setiap tahun selama tiga tahun terakhir
(2020-2022).
Jika dilihat perkembangan lalu lintas penumpang pelayaran domestik setiap tahun, pada
tahun 2021 terjadi kenaikan jumlah penumpang pelayaran domestik sebesar 11,28 persen dari
2.540.722 orang pada tahun 2020 menjadi 2.827.358 orang di tahun 2021. Sementara pada tahun
2022 kenaikan jumlah penumpang sebesar 7,25 persen dari 2.827.358 orang menjadi 3.032.410
orang. Kondisi ini terjadi pada penumpang yang naik maupun yang turun dengan kenaikan masing-
masing sebesar 9,66 persen dan 4,84 persen.
3.032.410
2022 1.480.449
1.551.961 7,25%
2.827.358
2021 1.412.076
1.415.282
11,28 %
2.540.722
2020 1.224.479
1.316.243
.id
Bila dilihat pola bulanannya, lalu lintas penumpang pada tahun 2020 cukup fluktuatif. Terjadi
go
penurunan jumlah penumpang yang signifikan dari bulan Maret ke April sebesar 82,84 persen dan
s.
dari bulan November ke bulan Desember sebesar 50,13 persen. Selain itu di tahun 2020 juga terjadi
peningkatan jumlah penumpang yang sangat signifikan dari bulan Oktober ke bulan November
bp
yaitu sebesar 157,59 persen. Sementara itu, pada tahun 2021 dan 2022 lalu lintas penumpang
a.
cenderung stabil dengan penurunan rata-rata sebesar 0,06 persen per bulan di tahun 2021 dan
tr
Gambar 2.12. Perkembangan Lalu Lintas Penumpang Pelayaran Domestik di Provinsi Sulawesi
//s
600
tp
ht
500
400
300
200
100
0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
2020 238 236 215 37 62 141 172 198 173 212 546 272
2021 269 202 250 226 260 311 206 198 212 232 237 224
2022 219 193 242 261 350 253 319 238 258 252 224 222
84.918.151
Bongkar Muat Jumlah
.id
64.095.526
39,08 %
bp61.059.117
go
s.
ul 50.318.524
40.395.446
51,15 %
a.
29.572.277
tr
20.822.625
//s
10.823.169
10.740.593
s:
tp
ht
Kondisi lalu lintas barang pelayaran domestik Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2020
cenderung monoton naik dengan tingkat kenaikan rata-rata per bulan sebesar 11,55 persen.
Demikian juga pada tahun 2021, lalu lintas barang pelayaran domestik setiap bulannya cenderung
monoton naik dengan kenaikan rata-rata sebesar 12,75 persen setiap bulannya. Pada tahun 2022,
terlihat kondisi lalu lintas barang sangat bergejolak. Pada bulan Mei terjadi kenaikan lalu lintas
barang yang cukup ekstrim yaitu sebesar 107,93 persen. Kemudian di bulan berikutnya mengalami
penurunan yang cukup tajam sebesar 31,74 persen di bulan Juni dan 34,65 persen di bulan Juli.
Setelah itu, terjadi kenaikan yang ekstrim kembali di bulan Desember sebesar 92,34 persen. Jika
dilihat kondisi selama tiga tahun terakhir (2020-2022), jumlah lalu lintas barang tertinggi terjadi
pada bulan Desember 2022 yaitu sebanyak 14.710 ribu ton dan terendah terjadi pada bulan Februari
2020 yaitu sebanyak 1.809 ribu ton.
.id
go
s.
bp
a.
tr
ul
//s
s:
tp
ht
Tingkat kewenangan
Kabupaten/Kota Jumlah
Kabupaten/
Negara1 Provinsi²
Kota³
(1) (2) (3) (4) (5)
Kabupaten
1. Buton 183,90 41,55 482,27 707,72
2. Muna 93,13 45,15 961,98 1.100,26
3. Konawe 110,63 145,57 784,48 1.040,68
4. Kolaka 184,20 25,10 876,82 1.086,12
5. Konawe Selatan 165,81 238,75 1.032,00 1.436,55
6. Bombana 145,04 53,28 790,03 988,35
7. Wakatobi 22,98 16,50 490,28 529,76
8. Kolaka Utara 205,52 49,80 553,96 809,28
9. Buton Utara 38,90 106,38 458,43 603,71
.id
10. Konawe Utara 170,91 38,68 699,94 909,53
11. Kolaka Timur 43,10 67,66 1.036,70 1.147,46
12. Konawe Kepulauan 0,00 go 21,05 250,34 271,39
s.
13. Muna Barat 39,08 15,10 517,58 571,76
bp
Kota
ul
.id
10. Konawe Utara 316,70 498,53 93,91 0,39 0,00 909,53
11. Kolaka Timur 171,65 975,81 0,00 0,00 0,00 1.147,46
12. Konawe Kepulauan 82,89 166,15 19,55 go 2,80 0,00 271,39
s.
13. Muna Barat 354,71 177,80 39,25 0,00 0,00 571,76
bp
Kota
ul
Sumber: Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi
Sulawesi Tenggara, dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
Kondisi Jalan
Kabupaten/Kota Jumlah
Baik Sedang Rusak Rusak Berat
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Kabupaten
1. Buton 289,15 165,50 60,77 192,30 707,72
2. Muna 342,71 152,99 61,67 542,89 1.100,26
3. Konawe 396,62 323,35 289,80 30,91 1.040,68
4. Kolaka 505,65 149,49 339,48 91,50 1.086,12
5. Konawe Selatan 470,45 156,51 706,15 103,45 1.436,56
6. Bombana 191,27 206,10 564,93 26,05 988,35
7. Wakatobi 194,21 74,82 118,39 142,34 529,76
8. Kolaka Utara 334,48 165,41 27,40 281,99 809,28
9. Buton Utara 142,50 145,95 310,06 5,20 603,71
10. Konawe Utara 171,52 134,84 285,50 317,67 909,53
.id
11. Kolaka Timur 99,78 372,90 428,87 245,91 1.147,46
12. Konawe Kepulauan 64,41 go
26,96 91,22 88,80 271,39
s.
13. Muna Barat 306,44 54,93 147,37 63,02 571,76
bp
Kota
ul
Sumber: Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi
Sulawesi Tenggara, dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara
.id
11. Kolaka Timur - - - - -
12. Konawe Kepulauan 635 8.533 go 6.938 30.046 164.426
s.
13. Muna Barat 298 13.758 13.566 25.227 311.004
bp
Kota
ul
1. PESAWAT
a. Datang 10.555 7.659 5.502 5.663 5.715
b. Berangkat 10.546 7.666 5.493 5.653 5.712
2. PENUMPANG
a. Datang 1.024.958 727.872 429.771 420.659 562.379
b. Berangkat 1.029.849 735.186 431.570 417.893 572.860
3. BAGASI
a. Bongkar 7.527.570 4.060.340 1.891.627 2.537.350 4.299.898
.id
b. Muat 5.859.936 2.577.454 1.364.622 1.963.602 3.435.712
go
s.
4. BARANG (Kg)
bp
.id
Kolaka
go
s.
5. Sugimanuru 148 148 6.336 5.487
bp
Muna
a.
tr
.id
Kolaka
go
s.
5. Sugimanuru 27.832 26.022 16.407 3.681
bp
Muna
a.
tr
.id
5. Sugimanuru 44.239 29.703
Muna go
s.
bp
.id
11. November 415 415 46.621 46.306
12. Desember 495 go 493 49.769 48.799
s.
bp
.id
11. November 384.999 270.395 870.489 157.099
12. Desember 385.815 go
305.529 925.589 169.158
s.
bp
.id
10. Oktober 1.193.649 429.445
11. November 1.255.488 427.494
12. Desember go 1.311.404 474.687
s.
bp
.id
go
s.
bp
a.
tr
ul
//s
s:
tp
ht