0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Pendekatan dan Strategi Pembelajaran

Dokumen ini membahas berbagai istilah dalam pembelajaran, termasuk pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model, serta perbedaan di antara istilah-istilah tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang konsep-konsep ini dalam konteks pendidikan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya pembelajaran yang efektif dan efisien melalui penggunaan istilah-istilah tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Pendekatan dan Strategi Pembelajaran

Dokumen ini membahas berbagai istilah dalam pembelajaran, termasuk pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model, serta perbedaan di antara istilah-istilah tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang konsep-konsep ini dalam konteks pendidikan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya pembelajaran yang efektif dan efisien melalui penggunaan istilah-istilah tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDEKATAN, STRATEGI, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN

Oleh :

Kelompok Dalton

1. Harni Halawa (190910186)


2. Eirene Sirait (190910187)
3. Saskia Kristina (190910188)
4. Paskah Afriani Sitanggang (190910192)
5. Rio Samuel Nababan (190910194)
6. Theresia Br Tarigan (190910195)
7. Ropintauli Silitonga (190910196)
8. Apriaty Duinata Saragih (190910197)
9. Ruspiana Hutagaol (190910198)
10. Gita Berina Br Ginting (190910200)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS

2022
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Belajar merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia dan setiap
orang mengalami belajar dalam hidupnya. Setiap manusia perlu proses
pendewasaan, baik pendewasaan secara fisik maupun secara psikis atau
kejiwaan. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam
berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan
atau apresiasi. Belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif permanen
pada pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan tingkah laku, yang terjadi
sebagai hasil dari usaha yang disengaja dan pengalaman yang terkontrol dan
tidak terkontrol.
Pembelajaran hanya bisa dilakukan oleh lebih dari satu orang. Dalam
pembelajaran tidak hanya ada guru dan siswa tetapi juga ada kepala sekolah,
staf sekolah hingga teman sejawat yang saling membantu demi terwujudnya
pembelajaran. Studi tentang Proses belajar Mengajar, sangat penting bahkan
merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga pengajar baik di tingkat dasar,
menengah pertama, menengah atas maupun di perguruan tinggi. Hal tersebut
karena amat pentingnya sebuah pembelajaran bagi manusia.
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan
makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya.
Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi
pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik
pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Pada tulisan ini akan dipaparkan
istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang
penggunaan istilah tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model dalam
pembelajaran?
2. Apa perbedaan antara model, pendekatan, strategi, metode, teknik, dan
taktik dalam pembelajaran?
3. Apa saja jenis metode dan strategi dalam pembelajaran?

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model
dalam pembelajaran
2. Mengetahui perbedaan antara model, pendekatan, strategi, metode, teknik,
dan taktik dalam pembelajaran
3. Mengetahui jenis metode dan strategi dalam pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE,


TEKNIK, DAN MODEL DALAM PEMBELAJARAN
1. Pengertian Pendekatan
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki
kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk
membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan
pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4)
teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran.
Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat
memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di
dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya,
pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa
(student centered approach)
(2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru
(teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya


diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin
Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari
setiap usaha, yaitu :

1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out


put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan
mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang
memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way)
yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang
akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan
ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan
(achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut
adalah:

1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni


perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang
dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur,
metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan
atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan,


yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada
siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

2. Pengertian Strategi
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan
ke dalam strategi pembelajaran. Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat
diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Dalam
pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode
yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam
pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Abin
Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari
setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out
put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan
aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way)
yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan
dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan
ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan
(achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut


adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni
perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang
dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur,
metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau
kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi


pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan
guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya
(2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna
perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat
konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua


bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-
individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari
cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat
dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran
deduktif.

3. Metode Pembelajaran
Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang
dipilih dalam mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam
menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis
strategi yang digunakan. Ketepatan penggunaan suatu metode akan
menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran.
Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab
secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara
yang telah teratur dan terfikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara
kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna
mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal dari kata method
(Inggris), artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memeroleh
sesuatu.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas jelas bahwa pengertian metode
pada prinsipnya sama yaitu merupakan suatu cara dalam rangka pencapaian
tujuan, dalam hal ini dapat menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial,
politik, maupun keagamaan. Unsur–unsur metode dapat mencakup
prosedur, sistimatik, logis, terencana dan aktivitas untuk mencapai tujuan.
Adapun metode dalam pembahasan ini yaitu metode yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya
yang sistimatik dan disengaja untuk menciptakan kondisi-kondisi agar
kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam
kegiatan pembelajaran tersebut tidak dapat lepas dari interaksi antara
sumber belajar dengan warga belajar, sehingga untuk melaksanakan
interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya. Interaksi
dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan interaksi satu arah, dua arah
atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi tersebut maka jelas
diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari
pembelajaran tersebut dapat tercapai.
Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk
menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan
pembelajaran mempunyai tugas cakupan yang luas yaitu disamping sebagai
penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan
pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan
belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara
yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun
dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Berdasarkan hal tersebut maka kedudukan metode dalam pembelajaran
mempunyai ruang lingkup sebagai cara dalam:
1. Pemberian dorongan, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam
rangka memberikan dorongan kepada warga belajar untuk terus mau
belajar
2. Pengungkap tumbuhnya minat belajar, yaitu cara dalam menumbuhkan
rangsangan untuk tumbuhnya minat belajar warga belajar yang
didasarkan pada kebutuhannya
3. Penyampaian bahan belajar, yaitu cara yang digunakan sumber belajar
dalam menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran
4. Pencipta iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan bagi warga belajar untuk belajar
5. Tenaga untuk melahirkan kreativitas, yaitu cara untuk menumbuhkan
kreativitas warga belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya
6. Pendorong untuk penilaian diri dalam proses dan hasil belajar, yaitu
cara untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran
7. Pendorong dalam melengkapi kelemahan hasil belajar, cara untuk untuk
mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan
pembelajaran
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk
mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran
tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation
achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving
something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat
diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana
yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran
yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran,
diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5)
laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9)
simposium, dan sebagainya.

4. Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya
pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan
sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu
metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas
dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri,
yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode
ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan
penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada
kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong
pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam
koridor metode yang sama.

5. Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik
pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka
terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang
tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai
dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil
(Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4
(empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial;
(2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4)
model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan
istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi
pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut,
kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga


istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan
dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan
desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu
sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran
tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi
membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang
hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan
sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang
berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue
print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan
dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria
penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah
ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya


secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki
keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model
pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana
diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di


Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka
pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan
penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit
menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon
guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang
merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana
dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif
mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang
khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing,
sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi
guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah
model pembelajaran yang telah ada.

B. PERBEDAAN PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK


PEMBELAJARAN
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal
sampa yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model
pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan
pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah
konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Metode pembelajaran adalah prosedur, urután, langkah-langkah dan cara yang
digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan
bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu
pendekatan dapat dijabarkan ke alam berbagai metode pembelajaran. Dapat
pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan
ke pencapaian tujuan. Teknik pembelajaran diturunkan dari metode
pembelajaran secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran
berlangsung Teknik adalah cara konkret yang dipakai saat proses pembelajaran
berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode
yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik
pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajaran Oleh karena itu, guru
perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya
terdapat pendekatan, model, dan teknik secara spesifik Dari uraian di atas,
dapat diaktakan bahwa sebenarnya aspek yang juga paling penting dalam
keberhasilan pembelajaran adalah penguasaan model pembelajaran.
Jenis-jenis strategi pembelajaran
Dalam pelaksanaan pendidikan tentunya banyak contoh strategi pembelajaran
yang dapat digunakan. Misalnya, jika strategi pembelajaran memiliki sisi positif
dan negatif, perlu diketahui apa sisi negatif dan positifnya. agar lebih mudah
dikendalikan. Berikut penjelasannya:

1. Metode ceramah

Jenis strategi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yaitu


penuturan materi dalam bahan ajar secara lisan yang dilakukan oleh guru.
Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan metode pembelajaran
yang satu ini. Yakni:

Kelebihan:

• Ini adalah metode yang mudah dan murah.

• Dapat menyajikan materi pelajaran secara luas dan lebih detail.

• Guru dapat mengontrol keadaan kelas dengan lebih mudah.

Kekurangan:

• Materi yang diserap siswa hanyalah apa yang diajarkan guru di dalam kelas.

• Tidak ada peragaan khusus dari setiap materi yang disajikan.

• Siswa juga sering merasa bosan jika guru tidak memiliki kemampuan
berbahasa yang baik.

• Lebih sulit untuk mendeteksi tingkat pemahaman siswa.

2. Metode demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan jenis pembelajaran yang menyajikan materi


pelajaran kepada siswa yang digabungkan dengan penjelasan. Tujuannya agar
siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran yang dijelaskan.

Kelebihan:

• Siswa tidak akan ketinggalan pemahaman karena penjelasan disertai dengan


latihan.
• Proses pembelajaran juga akan lebih menarik karena siswa tidak hanya
mendengarkan.

• Dengan proses mengamati, siswa dapat mengembangkan pola berpikirnya


dalam menghubungkan antara teori dan praktik.

Kekurangan:

Memerlukan persiapan yang lebih matang dari segi bahan, peralatan dan juga
bahan dan tempat karena jika tidak, justru akan berdampak pada tidak
efektifnya proses pembelajaran. Hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh guru
yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.

3. Strategi pembelajaran metode diskusi

Jenis strategi pembelajaran lainnya yaitu dengan menggunakan metode diskusi


yaitu dengan menghadapkan siswa pada suatu masalah untuk menemukan
solusi yang tepat.

Kelebihan:

• Dapat merangsang siswa untuk berpikir lebih kreatif.

• Dapat melatih siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.

• Dapat melatih siswa untuk saling menghargai sudut pandang.

Kekurangan:

• Kegiatan diskusi seringkali hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu.

• Dapat mengaburkan kesimpulan dalam suatu pelajaran, karena topiknya bisa


lebih luas.

• Seringkali ada perbedaan pendapat yang berujung pada emosi.

• Perlu waktu lama untuk mempelajari suatu mata pelajaran tertentu.

4. Metode simulasi
Sedangkan metode simulasi dalam strategi pembelajaran yaitu dengan
menghadirkan situasi tiruan agar setiap siswa dapat lebih mudah memahami
konsep dan juga materi yang disampaikan.

Kelebihan:

• Dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi suatu keadaan yang
sebenarnya.

• Dapat mengembangkan sisi kreatif seorang siswa saat melakukan proses


pembelajaran.

• Dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.

• Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.

Kekurangan:

Ada beberapa faktor psikologis siswa, misalnya rasa malu ketika sedang
melakukan simulasi tersebut.

5. Metode Resitasi
Pada dasarnya, metode resitasi ini merupakan umpan balik yang diberikan guru
pada para peserta didik, yaitu dengan mewajibkan peserta didik membuat
ringkasan materi yang telah disampaikan.
Materi bisa disampaikan dengan metode ceramah, visual/melalui video, atau
melalui audio. Pembuatan ringkasan diharapkan bisa meningkatkan ingatan
peserta didik tentang materi yang telah ditulis.
Selama membuat ringkasan, Bapak/Ibu bisa mengawasi peserta didik agar tidak
ada peserta didik yang saling mencontek satu sama lain. Lalu, ditindaklanjuti
dengan memberikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan ringkasan yang
telah dibuat secara acak.

6. Metode Eksperimen
Eksperimen merupakan salah satu metode yang cukup efektif untuk
mendapatkan kesimpulan terhadap suatu permasalahan. Dengan adanya
eksperimen, para peserta didik diharuskan menjalankan serangkaian proses
ilmiah hingga diperoleh suatu hasil.
Nah, hasil itulah yang nantinya dianalisis. Dari analisis yang dilakukan, akan
diperoleh suatu kesimpulan. Peran guru pada metode eksperimen ini adalah
menjadi pemandu yang mengarahkan bagaimana eksperimen harus disusun
hingga diperoleh kesimpulan.

7. Metode Karya Wisata


Metode karya wisata merupakan salah satu metode yang disukai peserta didik
karena mereka bisa belajar di luar kelas dengan melakukan pengamatan secara
langsung di lingkungan sekitar. Melalui metode ini, Bapak/Ibu bisa lebih
mudah mengajarkan tentang penerapan materi yang sedang dipelajari, misalnya
materi tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.
8. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar di mana guru akan memberikan
bahan ajar berupa pertanyaan. Dalam hal ini, partisipasi peserta didik sangat
menentukan keberhasilan pembelajaran.
Kelebihan metode tanya jawab ini adalah bisa melatih keberanian peserta didik
untuk menyampaikan pendapat berdasarkan hasil analisisnya terhadap suatu
permasalahan. Agar proses pembelajaran dengan metode ini bisa berjalan
secara optimal, Bapak/Ibu harus membuat pertanyaan berbasis HOTS (high
order thinking skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.

9. Metode Discovery
Discovery berarti penemuan. Metode discovery adalah metode yang melibatkan
partisipasi aktif dan mandiri para peserta didik. Sebagai guru, Bapak/Ibu hanya
berperan mengarahkan kegiatan pembelajaran. Untuk mempelajari materi
secara keseluruhan, dibutuhkan keaktifan dan kemandirian peserta didik dalam
mencari, memahami, dan menemukan inti dari materi yang sedang dipelajari.
Itulah mengapa, metode ini disebut metode penemuan (discovery).
10. Metode latihan (drill)
Pada umumnya metode ini untuk memperoleh suatu ketangkasan atau
keterampilan dari apa yang dipelajari. Mengingat latihan ini kurang
mengembangkan bakat/ inisiatif siswa untuk berpikir.
Macam-macam strategi pembelajaran
Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal, pendidik atau guru
juga dapat menerapkan berbagai macam strategi pembelajaran, seperti:

1. Strategi Inkuiri

Strategi inkuiri atau SPI atau strategi bertanya meliputi sejumlah kegiatan
pembelajaran yang menitik beratkan pada proses berpikir analitis dan kritis
dalam mencari dan menjawab pertanyaan. Sedangkan tanya jawab sering
diajukan antara siswa dan guru untuk proses berpikir ini.

2. Strategi Ekspositori

Sistem pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang


menekankan pada proses pemberian pengetahuan atau materi yang diberikan
secara lisan oleh guru kepada siswa yang ingin membantu siswa menguasai
materi secara efektif.
3. Strategi Pembelajaran Kontekstual (Contestual Teaching and Learning)
Strategi pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang
holu dan bertujuan massa untuk memahati makna materi pelajaran yang
dipelajari mungkinkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka
sehari-hari konteks pribadi , sosial, dan kultural sehingga siswa memiliki
pengetahuan keterampilan yang secara fleksibel dan diterapkan (ditransfer)
dari satu permasalahan konteks ke permasalahan / konteks lainya.
Pendekatan kontekstual (Contestual Teaching and Learning) merupakan konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan
situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya Jengan penerapannya dalam kehidupan mereka
sebagai anggota keluarga dan masyarakat Dengan konsep itu, hasil
pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran
berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami
bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih
dipentingkan sebagai hasil
Dalam kelas kontektual, tugas garu adalah membantu siswa mencapai
tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi
informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja
bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa)
Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri, bukan dari apa kata guru.
Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya
dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan
antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan
mereka sehari-hari, dengan melibatkan enam komponen utama pembelajaran
efektif, yakni: konstruktivisme (constructivism). bertanya questioning),
menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community). pemodelan
(modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). socira inton all
tiga pokok dalam segi mengajar yakni tahap pertuulaan pramstrukcional), talia
petajaam (strukmoral), dan tahap peritman dan tidak t Kenga hapsin mu harus
ditempuh pada setiap saat melaksanakan pengajaran. Jika satu talapan tersebut
ditimcilkan, maka sebenarnya tidak dapat dikatakan telah terjadi proses Tahap
prainstruksional adalah tahapan yang ditempuh guru pada saat ia memula
1. Tahap Prainstroksional
Proses belajar dim mengar. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru
atau oleh siswa pada tahapan ini :
a) Guru menanyakan kehadiran siswa dan mencatat siapa yang tidak hadir.
Kehadiran siswa dalam pengajaran dapat dijadikan salah satu tolok ukur
kemampuan guru mengajar Tidak selalu ketidak hadiran siswa disebabkan
kondisi siswa yang bersangkutan (sakit, malas, bolos, dan lain-lain), tetapi juga
terjadi karena pengajaran dan guru tidak menyenangkan, sikapnya tidak disukai
oleh siswa, atau karena tindakan guru pada waktu mengajar sebelumnya
dianggap merugikan siswa (penilaian tidak adil, memberi hukuman yang
menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain).
b) Bertanya kepada siswa, sampai di mana pembahasan pelajaran sebelumnya.
Dengan demikian, guru mengetahui ada tidaknya kebiasaan belajar siswa di
rumahnya sendiri, setidak-tidaknya kesiapan siswa menghadapi pelajaran hari
itu.
C) Mengajukan pertanyaan kepada siswa di kelas atau siswa tertentu tentang
bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sampai di mana pemahaman materi yang telah diberikan.
d) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan
pelajaran yang belum dikuasainya dari pengajaran yang telah dilaksanakan
sebelumnya.
e) Mengulang kembali bahan pelajaran yang lalu (bahan pelajaran sebelumnya)
secara singkat, tetapi mencakup semua bahan aspek yang telah dibahas
sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi pelajaran yang akan dibahas
pada hari berikutnya dan sebagai usaha dalam menciptakan kondisi belajar
siswa.
Tujuan tahapan ini adalah mengungkapkan kembali tanggapan siswa terhadap
bahan yang telah diterimanya dan menumbuhkan kondisi belajar dalam
hubungannya dengan pelajaran hari itu. Tahap prainstruksional dalam strategi
mengajar mirip dengan kegiatan pemanasan dalam olahraga. Kegiatan ini akan
mempengaruhi keberhasilan siswa.
2. Tahap instruksional
Adalah tahap inti yakni tahapan memberi bahan pelajaran yang telah disusun
guru sebelumnya adapun tahap tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a. Menjelaskan kepada siswa tujuan pengajaran yang harus dicapai siswa
b. Menuliskan pokok materi yang akan dibahas pada han itu.
c. Membahas pokok materi
d. Memberikan contoh.
e. Penggunaan alat bantu untuk memperjelas pokok materi
f. Menyimpulkan hasil pembahasan dan pokok maters, Kesimpulan ini dibuat
oleh guru dan sebaiknya pokok-pokoknya ditulis di papan tulis untuk
dicatat siswa Kesimpulan dapat pula dibuat guru bersama-sama dengan
siswa, bahkan kalau mungkin diserahkan sepenuhnya kepada siswa
3. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahap yang ketiga adalah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam
kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini ialah untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dari tahapan kedua (instruksional). Kedua tahap yang telah
dibahas di atas merupakan satu rangkaian kegiatan yang terpadu, tidak
terpisahkan satu sama lain. Guru dituntut untuk mampu mengatur waktu dan
kegiatan secara fleksibel, sehingga ketiga rangkaian tersebut diterima oleh
siswa secara utuh. Di sinilah letak keterampilan profesional dan seorang guru
dalam melaksanakan strategi mengajar. Kemampuan mengajar seperti
dilukiskan dalam uraian di atas secara teoretis mudah dikuasai, namun dalam
praktiknya tidak semudah seperti digambarkan. Hanya dengan latihan dan
kebiasaan yang terencana kemampuan itu dapat diperoleh.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Model, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik Dalam Pembelajaran
merupakan sesuatu yang penting dalam proses belajar mengajar. Keenam elmen
tersebut saling berhubungan. Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik
dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang
utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar
dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.

B. SARAN
Sebagai seorang calon pendidik, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab
untuk mempelajari dan memahami mengenai konsep dari model, pendekatan,
strategi, metode, teknik, taktik dalam pembelajaran.
PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Oleh :

Kelompok Dalton

1. Harni Halawa (190910186)


2. Eirene Sirait (190910187)
3. Saskia Kristina (190910188)
4. Paskah Afriani Sitanggang (190910192)
5. Rio Samuel Nababan (190910194)
6. Theresia Br Tarigan (190910195)
7. Ropintauli Silitonga (190910196)
8. Apriaty Duinata Saragih (190910197)
9. Ruspiana Hutagaol (190910198)
10. Gita Berina Br Ginting (190910200)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS


2022
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Langkah-langkah pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam RPP
Tematik dan secara eksplesif dijelaskan dalam permendikbud RI No. 65 tahun
2013 tentang standar proses pendidikan disebutkan, bahwa komponen“langkah-
langkah pembelajaran” merupakan salah satu RPP yang letaknya setelah
komponen “media, alat, dan sumber belajar”, dan sebelumnya komponen
“penilaian”. Langkah-langkah pembelajaran ini dilakukan melalui tiga tahapan,
yaitu tahapan pendahuluan, inti, dan penutup.
Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman,
perkembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya
di Indonesia. Perubahan penting yang telah terjadi dalam dunia pendidikan di
Indonesia salah satunya adalah perubahan kurikulum, telah kita ketahuai
bersama perubahan kurikulum juga diikuti perubahan perangkat pembelajaran
salah satunya RPP. Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran
yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam
melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan
untuk setiap Kompetensi dasar.
Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung
berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan
suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan
Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun
dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan
Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah
Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian RPP dan tujuan RPP ?
2. Apa komponen dan langkah pembuatan RPP ?
3. Apa prinsip – prinsip penyusunan RPP?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dan tujuan RPP
2. Mengetahui komponen-komponen dan langkah pembuatan RPP.
3. Mengetahui prinsip – prinsip penyusunan rpp
BAB II
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN DAN TUJUAN RPP
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa "Perencanaan
proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode
pengajaran, sumber belajar. dan penilaian hasil belajar".
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan
pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar
pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.

B. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri atas komponen-komponen
berikut.

1. Identitas sekolah, yaitu nama satuan pendidikan.

2. Identitas mata pelajaran atau tema/sub tema.

3. Kelas dan semester.

4. Materi esensial atau pokok.

5. Alokasi waktu.

6. Tujuan pembelajaran.

7. Kompetensi inti.

8. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.

9. Materi pembelajaran.

10. Metode pembelajaran.


11. Media pembelajaran.

12. Sumber belajar

13. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran.

14. Penilaian hasil belajar.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 103 tahun 2014 tentang


Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
ditentukan komponen dan Sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) sebagai berikut.

1. Identitas, meliputi mata pelajaran, kelas/semester, dan alokasi waktu waktu


yang ditetapkan.

2. Kompetensi Inti (KI).

3. Kompetensi Dasar (KD).

4. Indikator Pencapaian Kompetensi.

5. Materi Pembelajaran.

6. Kegiatan Pembelajaran.

7. Penilaian, Pembelajaran, dan Remidial.

8. Media/alat. Bahan, dan Sumber Belajar

C. Prinsip-prinsip Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berikut ini prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Rencana


Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

1. Perbedaan individual peserta didik, antara lain kemampuan awal, tingkat


intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, latar belakang budaya, norma, nilai, dan
lingkungan peserta didik.

2. Partisipasi aktif peserta didik.


3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi,
minat, kreativitas, inspirasi, inovasi, dan kemandirian.

4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk


mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut, memuat rancangan program


pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi.

6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara Kompetensi Dasar (KD),


materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajar.

7. Mengakomodasi pembelajaran tematik terpadu, keterpaduan lintas mata


pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,


dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

D. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Berikut ini adalah langkah-langkah penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).

1. Menuliskan Identitas Mata Pelajaran


Penulisan identitas mata pelajaran, meliputi identitas sekolah, mata pelajaran,
kelas/semester, alokasi waktu, dan materi atau tema.

2. Menuliskan Kompetensi Inti


Kompetensi Inti (KI) adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkat kelas
atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar.

Kompetensi Inti mencakup empat dimensi yang mencerminkan : (1) sikap


spiritual; (2) sikap sosial; (3) pengetahuan; (4) dan keterampilan.

3. Menuliskan Kompetensi Dasar


Kompetensi Dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta
didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator
kompetensi.
4. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk
menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan
penilaian mata pelajaran.

5. Merumuskan Tujuan Pembelajaran


Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan
dicapai oleh siswa sesuai dengan kompetensi dasar.

Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar,


dan Indikator yang telah ditentukan.

6. Materi Ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam bentuk peta konsep sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi.

7. Alokasi Waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
Kompetensi Dasar dan beban belajar.

8. Menentukan Metode Pembelajaran


Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai Kompetensi Dasar atau
indikator yang telah ditetapkan.

9. Penilaian Hasil Belajar


Prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar disesuaikan dengan indikator
pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian.

10. Menentukan Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Penentuan sumber belajar didasarkan pada Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar,
materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

11. Merumuskan Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan pembelajaran terbagi dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

a. Kegiatan Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran
yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian
peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

a. Orientasi
b. Apersepsi
c. Motivasi
d. Pemberian acuan
e. Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar.

b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi
Dasar. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik. Dan meliputi proses

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan ini guru melibatkan peserta didik mencari informasi secara luas
dan memfasilitasi siswa serta melibatkan peserta didik secara aktif

b. Elaborasi

Dalam elaborasi guru melibatkan peserta didik membaca dan menulis, memberi
kesempatan untuk berpikir, menganalisis dan menyelesaikan masalah.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan ini guru memberikan umpan balik yang pisitif dan penguatan
bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta
didik. Di dalam kegiatan inti, peserta didik diajak untuk berpartisipasi aktif,
memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya.

c. Kegiatan Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk
mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan
dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas
mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau
beberapa indicator untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP merupakan
persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini
dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi
emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif,
termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.
B. SARAN
Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan. Tulisan ini
dibuat sebagai wadah untuk menambah wawasan tentang Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran. Tulisan ini diharapkan menjadi salah satu yang
dapat membantu untuk menanamkan pemahaman tentang Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran. Kritik dan saran sangat kami harapkan dari para
pembaca, khususnya dari dosen mata kuliah yang telah membimbing kami
dan para mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini. Apabila ada
kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang
sebesarbesarnya.

Anda mungkin juga menyukai