Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa
SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Rizky Novinda Ragilena
• Satuan Pendidikan : SDN TAJUNGSARI 01
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Seni Rupa
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
"Selamat pagi, anak-anak hebat! Sebelum kita mulai petualangan seni hari ini, mari kita
sejenak merenungkan kehebatan diri kita. Coba kalian ingat-ingat:
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat dan sudah
merapikan tempat tidurnya sendiri? Angkat tangan! Apa yang kalian rasakan saat
memulai hari dengan rapi?
2. Beribadah: Bagaimana dengan ibadah kalian? Siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi ini? Ceritakan sedikit, ibadah apa yang kalian lakukan! Mengapa
beribadah itu penting untuk menenangkan hati kita?
3. Berolahraga: Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga ringan?
Mungkin lari-lari kecil di halaman atau sekadar peregangan? Kenapa olahraga itu
penting agar tubuh kita kuat dan bugar saat belajar?
4. Gemar Belajar: Apa yang sudah kalian pelajari atau temukan hal baru sebelum
datang ke sekolah hari ini? Mungkin membaca buku cerita, atau melihat informasi
menarik di televisi? Mengapa belajar itu menyenangkan dan membuat kita pintar?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapan kalian sudah
termasuk makanan sehat dan bergizi seperti sayur atau buah?
Mengapa kita perlu makan makanan sehat agar punya energi untuk berkarya?
6. Bermasyarakat: Apakah kalian tadi pagi membantu teman, orang tua, atau
tetangga? Misalnya, membantu mengangkat barang atau menyiram tanaman? Apa
rasanya ketika kita bisa berbagi kebaikan dengan orang lain?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidur cukup dan tidak terlalu malam? Mengapa
tidur cukup itu penting sekali agar kita bisa fokus dan bersemangat di sekolah?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran Capaian
Pembelajaran:
Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.
Tujuan Pembelajaran:
1. Mengidentifikasi dan menyebutkan minimal dua unsur rupa (misalnya, garis, bentuk,
warna) dan satu prinsip desain (misalnya, keseimbangan, irama) yang terdapat
pada karya seni rupa yang diamati.
2. Menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (misalnya, "garis lurus", "bentuk
geometris", "warna cerah", "keseimbangan simetris") untuk mendeskripsikan karya
seni rupa, baik karya sendiri maupun karya orang lain.
3. Memberikan penilaian sederhana terhadap karya seni rupa (kekuatan dan
kelemahan) berdasarkan pengamatan unsur rupa dan prinsip desain, dengan
bahasa yang santun dan konstruktif.
4. Menyampaikan refleksi pribadi tentang proses penciptaan karyanya sendiri,
termasuk tantangan yang dihadapi dan hal yang paling disukai.
5. Berdiskusi dan bertukar pandang secara kolaboratif mengenai karya seni rupa,
menghargai perbedaan interpretasi dan pendapat.
G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kritis, analisis karya, presentasi, dan
refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada kemampuan peserta
didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesis informasi. Mereka tidak hanya
belajar mengidentifikasi unsur, tetapi juga menilai bagaimana unsur-unsur tersebut
berinteraksi dan menciptakan dampak pada sebuah karya. Proses ini mendorong penalaran
kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan merefleksikan pemahaman mereka secara
mendalam, bukan sekadar menghafal definisi. Peserta didik didorong untuk aktif bertanya,
mengamati secara detail, dan mengembangkan sudut pandang mereka sendiri.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
• "Coba kalian amati sebuah benda di dekatmu saat ini, misalnya pensil atau tas.
Bagaimana bentuknya? Warnanya? Apakah permukaannya halus atau kasar? Apa
yang membuat benda itu bisa berdiri kokoh atau terlihat menarik?"
• "Pernahkah kalian merasa kagum atau bertanya-tanya 'bagaimana ya cara
membuatnya?' saat melihat sebuah lukisan atau patung yang indah? Apa yang
membuatmu penasaran?"
Meaningful Learning:
• "Mengapa kita perlu memahami 'bahasa rahasia' dalam seni rupa seperti garis,
bentuk, atau warna? Apakah hanya seniman saja yang perlu tahu?"
• "Jika kamu melihat dua gambar yang sama, tapi yang satu terlihat 'lebih enak dilihat'
daripada yang lain, menurutmu mengapa begitu? Apa bedanya?"
Joyful Learning:
• "Kalau kalian menjadi seorang 'penyelidik seni', apa yang akan kalian cari tahu dari
sebuah karya seni? Apa yang paling membuatmu bersemangat saat menganalisis
sebuah gambar?"
• "Bayangkan kamu punya kekuatan super untuk membuat benda apapun terlihat
indah. Kekuatan apa yang akan kamu gunakan? Bagaimana rasanya menciptakan
sesuatu yang membuat orang lain kagum?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada kemampuan peserta didik
untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan karya seni rupa secara
mendalam. Kegiatan dirancang untuk melatih siswa menjadi aktif, kreatif, kolaboratif, serta
membuat pembelajaran bermakna dan menyenangkan.
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru selama Kegiatan Belajar:
o Identifikasi dan Penggunaan Kosa Kata: Guru mengamati kemampuan
peserta didik dalam mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain serta
menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat saat observasi "Galeri
Rahasia" dan diskusi kelompok. o Partisipasi Diskusi dan Kolaborasi:
Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan memberikan umpan
balik yang konstruktif, dan kerjasama antar teman. o Proses Refleksi Diri:
Observasi saat peserta didik mengisi LKPD 2, sejauh mana mereka dapat
merefleksikan proses dan hasil karyanya.
2. Produk/Karya Sederhana:
o Karya Seni Rupa yang Dibuat: Penilaian terhadap upaya penerapan unsur
rupa pada karya.
o Catatan Pujian & Saran di Galeri Mini: Penilaian kualitas umpan balik yang
diberikan kepada teman (konstruktif dan menggunakan kosa kata seni rupa).
Asesmen Sumatif
1. Presentasi dan Analisis Karya Teman (Menggunakan Rubrik Penilaian Analitik
di LKPD): o Penilaian kemampuan peserta didik dalam menganalisis karya teman
(mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain). o Penilaian kemampuan
memberikan penilaian sederhana (kekuatan/kelemahan) dengan alasan yang jelas.
o Penilaian kemampuan berkomunikasi dan menggunakan kosa kata seni rupa
secara tepat.
2. Portofolio Refleksi Karya:
o Kumpulan LKPD 1 dan 2 yang menunjukkan proses pengamatan, analisis,
dan refleksi peserta didik.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa dan prinsip desain adalah seperti belajar "bahasa rahasia" di balik
semua karya seni dan keindahan di sekitar kita. Dengan menguasai bahasa ini, kita tidak
hanya bisa membuat karya seni sendiri yang lebih baik, tetapi juga bisa melihat,
merasakan, dan mengapresiasi keindahan dari sudut pandang yang lebih dalam. Kita jadi
tahu mengapa sebuah lukisan terlihat begitu hidup, mengapa sebuah bangunan terasa
kokoh, atau mengapa sebuah patung terasa seimbang. Kemampuan untuk menilai dan
merefleksikan karya seni dengan kosa kata yang tepat juga melatih kita untuk berpikir kritis
dan mengungkapkan pendapat dengan santun, sebuah keterampilan penting dalam
kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan untuk
menganalisis dan menilai karya? Jika belum, strategi apa yang bisa diterapkan untuk
meningkatkan penguasaan kosa kata mereka?
2. Apakah kegiatan diskusi dan pemberian umpan balik berjalan efektif? Bagaimana
saya bisa lebih mendorong peserta didik untuk memberikan kritik yang konstruktif
dan menerima umpan balik dengan baik?
3. Bagaimana saya bisa memastikan setiap peserta didik merasa nyaman untuk
merefleksikan dan berbagi pandangannya tentang seni, terlepas dari tingkat
kemampuannya?
Anggota:
1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Kunjungi "Galeri Rahasia" di kelas. Pilih 3 karya seni yang menarik perhatian
kelompokmu.
2. Amati setiap karya dengan saksama.
3. Tuliskan pada tabel di bawah ini unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling
menonjol pada karya tersebut. Gunakan kosa kata seni rupa yang sudah kita
pelajari!
4. Berikan satu pujian (hal baik) dan satu saran (hal yang bisa ditingkatkan) untuk
setiap karya.
Prinsip
Unsur Pujian Saran
Judul/Deskripsi Desain
Rupa yang
Karya (misal: yang (Gunakan (Gunakan
No. Menonjol
"Lukisan Menonjol kosa kata kosa kata
(minimal
Pemandangan") (minimal seni rupa) seni rupa)
2)
1)
Kelas: ____________________
Petunjuk:
1. Amati kembali karya seni yang sudah kamu buat.
2. Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini.
3. Berikan penilaian sederhana terhadap karyamu sendiri.
Bagian 1: Refleksi Proses Pembuatan Karya 1. Apa
judul karya seni yang kamu buat?
2. Unsur rupa apa saja yang kamu coba tonjolkan pada karyamu? (Contoh: garis,
bentuk, warna)
3. Prinsip desain apa yang kamu terapkan pada karyamu? (Contoh: keseimbangan,
irama)
4. Apa bagian yang paling kamu sukai dari proses membuat karya ini? Mengapa?
5. Apa tantangan terbesar saat membuat karya ini? Bagaimana kamu mengatasinya?
(Isilah dengan jujur dan santun, seperti kamu menilai karya orang lain.)
1. Hal baik apa yang kamu lihat dari karyamu ini? (Gunakan kosa kata seni rupa,
contoh: "Garisnya sangat tegas", "Warnanya cerah sekali")
2. Bagian mana dari karyamu yang menurutmu bisa ditingkatkan atau diperbaiki?
(Gunakan kosa kata seni rupa, contoh: "Bentuknya mungkin bisa dibuat lebih
bervariasi", "Keseimbangannya bisa lebih diperhatikan")
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa (Skala
Likert)
Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat Baik
Kurang Baik (4)
Penilaian (2) (3) (5)
(1)
Tidak
mampu Mampu Mampu
memberi memberi memberik
C. kan kan an
Kemampu Memberi kan penilaian penilaian Mampu memberik an
penilaian penilaian
an atau sederha dengan penilaian yang mendalam
yang alasan dengan alasan kuat dan
Menilai/Me umpan sangat umum na
mberi dengan yang konstruktif,
balik; atau tidak
Umpan sedikit cukup sangat
hanya relevan;
Balik alasan; jelas dan efektif
menyata umpan konstruktif mengguna kan kosa kata
(LKPD 1 & umpan
kan balik kurang , serta
Presentasi balik seni.
suka/tida konstruk tif. agak menggun
)
k suka konstrukt akan kosa
tanpa if. kata seni.
alasan.
Tidak Berpartis
berpartisi Sedikit ipasi Berpartisi Berpartisip asi sangat
D. pasi atau berpartis secara pasi aktif aktif dan
Komunika mengga ipasi; moderat; dan jelas; memimpin
si & nggu; presenta presenta presentasi
;
Partisipasi presenta si si cukup terstruktur
presentasi
(Diskusi & si tidak kurang jelas jelas dan
dan namun mudah sangat jelas,
Presentasi jelas
) atau perlu banyak perlu dimengert inspiratif,
bantuan. doronga i. dan persuasif.
tidak
selesai. n.
Refleksi
Refleksi Refleksi sangat
cukup
Tidak Refleksi baik;
mendala mendalam
mampu sangat m;
mengiden
dan jujur;
mereflek dangkal; menyebu
tifikasi
mampu
E. Refleksi sikan hanya tantangan
tkan mengident
Diri (LKPD proses menyeb dan
beberap ifikasi
2) atau utkan satu pembelaja
a poin pembelaja ran dan
hasil atau dua ran
dengan area
karya poin tanpa dengan
sedikit pengemba ngan diri dengan
sendiri. detail. cukup
penjelas baik.
detail.
an.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menunjukkan kemampuan sangat baik dalam menilai
dan merefleksikan karya:
o Berikan tugas untuk membuat "Jurnal Kritik Seni Mini" di mana mereka
memilih beberapa gambar karya seni dari buku atau internet, lalu
menuliskan analisis dan penilaian mereka (unsur rupa, prinsip desain,
kesan, pujian, saran) dalam bentuk esai singkat.
o Ajak mereka untuk menciptakan karya seni yang
berpasangan/berkelompok dengan fokus pada pesan atau emosi tertentu,
kemudian mereka akan saling menganalisis dan merefleksikan karya
tersebut. o Fasilitasi diskusi tentang seniman lokal atau karya seni yang
ada di lingkungan sekitar mereka (misal: mural di desa, patung di taman
kota), dan minta mereka menganalisisnya.
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami konsep atau
menggunakan kosa kata seni rupa:
o Berikan bimbingan individu atau kelompok kecil dengan fokus pada
identifikasi unsur rupa dan prinsip desain melalui contoh-contoh yang lebih
konkret dan sederhana. o Gunakan kartu-kartu bergambar dengan unsur rupa
dan prinsip desain untuk latihan mencocokkan dan menyebutkan. o Ajak mereka
untuk mengamati benda-benda sederhana di kelas (misal: penggaris, buku,
pensil) dan meminta mereka menjelaskan unsur rupa yang paling menonjol
secara lisan, dengan bimbingan guru. o Sediakan lembar kerja dengan
panduan kalimat yang lebih terstruktur untuk membantu mereka dalam
memberikan pujian dan saran yang konstruktif (misal: "Saya suka _______
karena ada _______ yang _______.").
P. Glosarium
1. Kosa Kata Seni Rupa: Istilah-istilah khusus yang digunakan untuk mendeskripsikan
dan menganalisis karya seni rupa, seperti garis, bentuk, warna, keseimbangan, atau
irama.
2. Refleksi: Proses berpikir mendalam tentang pengalaman atau pembelajaran, untuk
memahami apa yang telah dilakukan, apa yang berhasil, apa yang perlu
ditingkatkan, dan mengapa.
3. Kritik Konstruktif: Umpan balik atau penilaian yang bertujuan untuk membangun
dan memberikan saran perbaikan, disampaikan dengan cara yang santun dan
mendukung, bukan menjatuhkan.
Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum
Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata Pelajaran Seni Rupa. Jakarta:
Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.