0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SDN Tajungsari 01 dengan fokus pada pendekatan deep learning dan inquiry-based learning. Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi unsur rupa, menggunakan kosa kata seni rupa, serta melakukan penilaian dan refleksi terhadap karya seni. Kegiatan mencakup observasi, diskusi, penciptaan karya, dan penilaian karya teman, dengan penekanan pada kolaborasi dan komunikasi efektif.

Diunggah oleh

vinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SDN Tajungsari 01 dengan fokus pada pendekatan deep learning dan inquiry-based learning. Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi unsur rupa, menggunakan kosa kata seni rupa, serta melakukan penilaian dan refleksi terhadap karya seni. Kegiatan mencakup observasi, diskusi, penciptaan karya, dan penilaian karya teman, dengan penekanan pada kolaborasi dan komunikasi efektif.

Diunggah oleh

vinda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

SENI RUPA
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Rizky Novinda Ragilena
• Satuan Pendidikan : SDN TAJUNGSARI 01
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Seni Rupa
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai untuk pembelajaran ini:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreatifitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia
hebat:

"Selamat pagi, anak-anak hebat! Sebelum kita mulai petualangan seni hari ini, mari kita
sejenak merenungkan kehebatan diri kita. Coba kalian ingat-ingat:
1. Bangun Tidur: Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat dan sudah
merapikan tempat tidurnya sendiri? Angkat tangan! Apa yang kalian rasakan saat
memulai hari dengan rapi?
2. Beribadah: Bagaimana dengan ibadah kalian? Siapa yang sudah melaksanakan
ibadah pagi ini? Ceritakan sedikit, ibadah apa yang kalian lakukan! Mengapa
beribadah itu penting untuk menenangkan hati kita?
3. Berolahraga: Ada yang tadi pagi sempat bergerak atau berolahraga ringan?
Mungkin lari-lari kecil di halaman atau sekadar peregangan? Kenapa olahraga itu
penting agar tubuh kita kuat dan bugar saat belajar?
4. Gemar Belajar: Apa yang sudah kalian pelajari atau temukan hal baru sebelum
datang ke sekolah hari ini? Mungkin membaca buku cerita, atau melihat informasi
menarik di televisi? Mengapa belajar itu menyenangkan dan membuat kita pintar?
5. Makan Sehat dan Bergizi: Tadi pagi sarapan apa? Apakah sarapan kalian sudah
termasuk makanan sehat dan bergizi seperti sayur atau buah?
Mengapa kita perlu makan makanan sehat agar punya energi untuk berkarya?
6. Bermasyarakat: Apakah kalian tadi pagi membantu teman, orang tua, atau
tetangga? Misalnya, membantu mengangkat barang atau menyiram tanaman? Apa
rasanya ketika kita bisa berbagi kebaikan dengan orang lain?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidur cukup dan tidak terlalu malam? Mengapa
tidur cukup itu penting sekali agar kita bisa fokus dan bersemangat di sekolah?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran Capaian
Pembelajaran:

ELEMEN : Merefleksikan (Reflecting)

Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi dan menyebutkan minimal dua unsur rupa (misalnya, garis, bentuk,
warna) dan satu prinsip desain (misalnya, keseimbangan, irama) yang terdapat
pada karya seni rupa yang diamati.
2. Menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (misalnya, "garis lurus", "bentuk
geometris", "warna cerah", "keseimbangan simetris") untuk mendeskripsikan karya
seni rupa, baik karya sendiri maupun karya orang lain.
3. Memberikan penilaian sederhana terhadap karya seni rupa (kekuatan dan
kelemahan) berdasarkan pengamatan unsur rupa dan prinsip desain, dengan
bahasa yang santun dan konstruktif.
4. Menyampaikan refleksi pribadi tentang proses penciptaan karyanya sendiri,
termasuk tantangan yang dihadapi dan hal yang paling disukai.
5. Berdiskusi dan bertukar pandang secara kolaboratif mengenai karya seni rupa,
menghargai perbedaan interpretasi dan pendapat.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor dan layar
2. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur
3. Berbagai contoh karya seni rupa sederhana (lukisan anak, kerajinan tangan, patung
kecil) dari berbagai sumber (cetak, digital, atau hasil karya siswa sebelumnya)
4. Kertas gambar/karton, pensil, penghapus, pensil warna/krayon/spidol
5. Kartu/lembar kerja berisi daftar kosa kata seni rupa (glosarium mini)

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum, tidak ada kesulitan dalam
mencerna dan memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
• Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kritis, analisis karya, presentasi, dan
refleksi.
Pendekatan deep learning diintegrasikan melalui penekanan pada kemampuan peserta
didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesis informasi. Mereka tidak hanya
belajar mengidentifikasi unsur, tetapi juga menilai bagaimana unsur-unsur tersebut
berinteraksi dan menciptakan dampak pada sebuah karya. Proses ini mendorong penalaran
kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan merefleksikan pemahaman mereka secara
mendalam, bukan sekadar menghafal definisi. Peserta didik didorong untuk aktif bertanya,
mengamati secara detail, dan mengembangkan sudut pandang mereka sendiri.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning:
• "Coba kalian amati sebuah benda di dekatmu saat ini, misalnya pensil atau tas.
Bagaimana bentuknya? Warnanya? Apakah permukaannya halus atau kasar? Apa
yang membuat benda itu bisa berdiri kokoh atau terlihat menarik?"
• "Pernahkah kalian merasa kagum atau bertanya-tanya 'bagaimana ya cara
membuatnya?' saat melihat sebuah lukisan atau patung yang indah? Apa yang
membuatmu penasaran?"
Meaningful Learning:
• "Mengapa kita perlu memahami 'bahasa rahasia' dalam seni rupa seperti garis,
bentuk, atau warna? Apakah hanya seniman saja yang perlu tahu?"
• "Jika kamu melihat dua gambar yang sama, tapi yang satu terlihat 'lebih enak dilihat'
daripada yang lain, menurutmu mengapa begitu? Apa bedanya?"
Joyful Learning:
• "Kalau kalian menjadi seorang 'penyelidik seni', apa yang akan kalian cari tahu dari
sebuah karya seni? Apa yang paling membuatmu bersemangat saat menganalisis
sebuah gambar?"
• "Bayangkan kamu punya kekuatan super untuk membuat benda apapun terlihat
indah. Kekuatan apa yang akan kamu gunakan? Bagaimana rasanya menciptakan
sesuatu yang membuat orang lain kagum?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini berfokus pada kemampuan peserta didik
untuk menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan karya seni rupa secara
mendalam. Kegiatan dirancang untuk melatih siswa menjadi aktif, kreatif, kolaboratif, serta
membuat pembelajaran bermakna dan menyenangkan.

Pendahuluan (20 menit)


1. Pembukaan dan Pengkondisian (5 menit): Guru membuka pelajaran dengan
salam dan menanyakan kabar. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan
peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat untuk melatih mindfulness dan
fokus.
2. Refleksi 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengajak peserta didik
berdiskusi singkat tentang 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang dijelaskan
di bagian C. Ini membangun kesadaran diri dan keterhubungan dengan nilai-nilai
positif.
3. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa karya seni rupa sederhana
(misalnya, gambar bunga, kolase sederhana, atau kerajinan tangan). Guru bertanya,
"Apa yang kalian lihat dari karya-karya ini? Mana yang paling kalian suka?
Mengapa?" Ini memancing minat mereka untuk mengamati dan memberikan alasan.
4. Pertanyaan Pemantik (3 menit): Guru melontarkan pertanyaan pemantik dari
bagian H untuk memicu rasa ingin tahu dan mengarahkan fokus ke materi. Contoh:
"Bisakah kita 'membaca' sebuah karya seni seperti membaca buku? Apa yang perlu
kita perhatikan untuk bisa memahaminya?"
5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (2 menit): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai agar peserta didik mengetahui arah pembelajaran.
"Hari ini, kita akan menjadi 'kritikus seni cilik'! Kita akan belajar bagaimana 'menilai'
sebuah karya seni, bukan berarti mencari kesalahan, tapi memahami keindahannya
menggunakan kata-kata yang tepat."

Kegiatan Inti (210 menit - dibagi dalam beberapa sesi)


Pembelajaran inti akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan alokasi waktu 12 JP,
dengan fokus pada Inquiry-Based Learning yang melibatkan pengamatan mendalam,
analisis, penilaian, dan refleksi.
Sesi 1: Mengamati dan Mengidentifikasi Karya (3 JP)
1. Mengingat Kosa Kata Seni Rupa (45 menit): Guru memulai dengan kilas balik
singkat tentang unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan) yang mungkin sudah dipelajari. Guru menunjukkan
kartu berisi kosa kata seni rupa dan contoh visualnya. Peserta didik diajak
mengulang dan memberikan contoh dari benda di sekitar mereka.
Gambar Business illustrations of charts, graphics and other different infographics
elements. Pictures in hand drawn style
2. Observasi Terarah "Galeri Rahasia" (60 menit): Guru menyiapkan beberapa
contoh karya seni rupa sederhana (cetak, lukisan anak, kerajinan tangan) yang
ditempel atau diletakkan di berbagai sudut kelas sebagai "galeri rahasia". Peserta
didik secara berpasangan atau kelompok kecil, berkeliling mengamati karya-karya
tersebut. Mereka dibekali LKPD 1 untuk mengidentifikasi minimal dua unsur rupa dan
satu prinsip desain yang paling menonjol pada setiap karya, serta menuliskan kesan
awal mereka. Ini melatih penalaran kritis dan kolaborasi.
3. Diskusi Temuan dan Penggunaan Kosa Kata (45 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil pengamatan mereka di depan kelas. Guru memfasilitasi
diskusi, mendorong peserta didik untuk menggunakan kosa kata seni rupa yang
tepat saat mendeskripsikan karya. Guru memberikan umpan balik dan penguatan,
mengoreksi jika ada kosa kata yang kurang tepat. Ini melatih komunikasi.
4. Permainan "Tebak Unsur" (15 menit): Guru menunjukkan beberapa gambar detail
dari sebuah karya seni atau objek. Peserta didik berlomba menebak unsur rupa atau
prinsip desain apa yang paling menonjol pada detail tersebut.
Ini membuat pembelajaran menyenangkan.
Sesi 2: Menilai dan Merefleksikan Karya Sendiri (4 JP)
1. Menciptakan Karya Seni Rupa (75 menit): Guru memberikan tugas kepada peserta
didik untuk menciptakan sebuah karya seni rupa sederhana (misalnya, menggambar
pemandangan, membuat kolase, atau membentuk objek dari plastisin) dengan tema
bebas, namun harus berusaha menerapkan setidaknya dua unsur rupa yang
berbeda. Ini adalah kesempatan mereka untuk merasakan proses penciptaan.
2. Memahami Proses Penilaian (45 menit): Guru menjelaskan bahwa "menilai" bukan
berarti mencari kesalahan, tetapi memahami kekuatan dan kelemahan sebuah karya
dengan alasan yang jelas. Guru memberikan contoh cara memberikan pujian dan
saran yang konstruktif menggunakan kosa kata seni rupa. "Misalnya, 'Warna yang
kamu gunakan cerah dan membuat gambar ini bersemangat!', atau 'Mungkin kamu
bisa menambahkan beberapa garis lengkung agar terlihat lebih dinamis'."
3. Refleksi Diri dan Penilaian Karya Sendiri (60 menit): Peserta didik dibekali LKPD
2. Mereka diminta untuk merefleksikan proses pembuatan karya mereka sendiri: Apa
yang paling sulit? Apa yang paling disukai? Unsur rupa dan prinsip desain apa yang
sudah mereka terapkan? Lalu, mereka diminta untuk "menilai" karyanya sendiri,
menyebutkan apa yang menurut mereka sudah baik dan apa yang bisa diperbaiki,
menggunakan kosa kata seni rupa. Ini melatih kemandirian dan penalaran kritis.
4. Berbagi Refleksi (15 menit): Beberapa peserta didik secara sukarela berbagi
refleksi dan penilaian atas karyanya di depan kelas. Guru memberikan dukungan
dan umpan balik positif.
Sesi 3: Penilaian Karya Teman dan Diskusi Kritis (5 JP)
1. Galeri Mini dan "Kritikus Cilik" (75 menit): Guru mengubah kelas menjadi galeri
mini dengan memajang semua karya peserta didik. Setiap peserta didik diberi
beberapa stiker berwarna (misalnya, 3 stiker). Mereka berkeliling dan memilih 3
karya teman yang paling menarik perhatiannya (selain karya sendiri). Pada secarik
kertas kecil, mereka menuliskan 1 pujian dan 1 saran (yang konstruktif) untuk setiap
karya yang mereka pilih, menggunakan kosa kata seni rupa. Ini sangat melatih
penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi.
2. Diskusi Kelompok "Mengapa Kita Suka?" (60 menit): Peserta didik berkumpul
dalam kelompok kecil. Masing-masing anggota kelompok memilih satu karya dari
galeri (bukan karyanya sendiri) yang paling berkesan bagi mereka dan menjelaskan
kepada kelompoknya mengapa karya tersebut menarik, dengan mengidentifikasi
unsur rupa dan prinsip desain yang digunakan. Guru memfasilitasi agar diskusi
berjalan aktif dan saling menghargai.
3. Presentasi dan Tanya Jawab (60 menit): Perwakilan dari setiap kelompok
mempresentasikan satu karya yang paling menarik perhatian kelompoknya
dan menjelaskan hasil diskusi mereka. Guru membuka sesi tanya jawab, mendorong
peserta didik lain untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan pendapat
tambahan, selalu dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dan bahasa
yang santun. Ini puncak dari komunikasi dan apresiasi.

Penutup (10 menit)


1. Penyimpulan Materi (5 menit): Guru bersama peserta didik menyimpulkan kembali
pentingnya memahami unsur rupa dan prinsip desain untuk dapat "membaca" dan
menilai karya seni rupa, serta bagaimana kosa kata seni rupa membantu kita
berkomunikasi tentang seni.
2. Penghargaan dan Apresiasi (3 menit): Guru memberikan apresiasi tinggi atas
partisipasi aktif, kreativitas, dan kemampuan peserta didik dalam mengobservasi,
menganalisis, dan merefleksikan karya seni. Guru menekankan bahwa setiap orang
memiliki cara pandang unik terhadap seni.
3. Doa dan Salam Penutup (2 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam, mengingatkan untuk terus mengamati keindahan di sekitar mereka dengan
mata seni.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif
1. Observasi Guru selama Kegiatan Belajar:
o Identifikasi dan Penggunaan Kosa Kata: Guru mengamati kemampuan
peserta didik dalam mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain serta
menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat saat observasi "Galeri
Rahasia" dan diskusi kelompok. o Partisipasi Diskusi dan Kolaborasi:
Keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok, kemampuan memberikan umpan
balik yang konstruktif, dan kerjasama antar teman. o Proses Refleksi Diri:
Observasi saat peserta didik mengisi LKPD 2, sejauh mana mereka dapat
merefleksikan proses dan hasil karyanya.
2. Produk/Karya Sederhana:
o Karya Seni Rupa yang Dibuat: Penilaian terhadap upaya penerapan unsur
rupa pada karya.
o Catatan Pujian & Saran di Galeri Mini: Penilaian kualitas umpan balik yang
diberikan kepada teman (konstruktif dan menggunakan kosa kata seni rupa).

Asesmen Sumatif
1. Presentasi dan Analisis Karya Teman (Menggunakan Rubrik Penilaian Analitik
di LKPD): o Penilaian kemampuan peserta didik dalam menganalisis karya teman
(mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain). o Penilaian kemampuan
memberikan penilaian sederhana (kekuatan/kelemahan) dengan alasan yang jelas.
o Penilaian kemampuan berkomunikasi dan menggunakan kosa kata seni rupa
secara tepat.
2. Portofolio Refleksi Karya:
o Kumpulan LKPD 1 dan 2 yang menunjukkan proses pengamatan, analisis,
dan refleksi peserta didik.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa dan prinsip desain adalah seperti belajar "bahasa rahasia" di balik
semua karya seni dan keindahan di sekitar kita. Dengan menguasai bahasa ini, kita tidak
hanya bisa membuat karya seni sendiri yang lebih baik, tetapi juga bisa melihat,
merasakan, dan mengapresiasi keindahan dari sudut pandang yang lebih dalam. Kita jadi
tahu mengapa sebuah lukisan terlihat begitu hidup, mengapa sebuah bangunan terasa
kokoh, atau mengapa sebuah patung terasa seimbang. Kemampuan untuk menilai dan
merefleksikan karya seni dengan kosa kata yang tepat juga melatih kita untuk berpikir kritis
dan mengungkapkan pendapat dengan santun, sebuah keterampilan penting dalam
kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar


Seni rupa adalah sebuah bahasa visual yang menggunakan beragam elemen untuk
menyampaikan ide, perasaan, dan keindahan. Untuk bisa "membaca" bahasa ini, kita perlu
mengenal dua hal pokok: unsur rupa dan prinsip desain. Unsur rupa adalah bahan-bahan
dasar atau komponen terkecil yang membentuk suatu karya, seperti titik, garis (garis lurus,
lengkung, zig-zag), bentuk (geometris atau organik), warna (primer, sekunder, hangat,
dingin), tekstur (permukaan kasar, halus, licin), ruang (area kosong atau terisi), dan nilai
gelap terang (gradasi cahaya dan bayangan). Setiap unsur ini memiliki karakteristiknya
sendiri yang dapat memberikan kesan berbeda pada sebuah karya. Misalnya, garis lurus
sering memberikan kesan kaku atau kuat, sementara garis lengkung bisa terasa lembut atau
mengalir. Setelah mengenal unsur-unsur rupa, kita akan belajar tentang prinsip desain,
yaitu aturan atau panduan bagaimana unsur-unsur rupa tersebut disusun agar terlihat
harmonis, menarik, dan memiliki makna. Prinsip-prinsip ini membantu seniman menciptakan
keseimbangan visual, mengarahkan mata penikmat seni, dan memberikan ritme pada
karyanya. Contoh prinsip desain adalah keseimbangan, yang membuat sebuah karya
terasa stabil, baik simetris (sisi kiri dan kanan mirip) maupun asimetris (berbeda tapi tetap
seimbang). Kemudian ada irama, yaitu pengulangan unsur rupa yang teratur atau tidak
teratur sehingga menciptakan pola dan pergerakan, seperti gelombang atau pola pada batik.
Prinsip lainnya adalah kesatuan, di mana semua bagian dalam sebuah karya seni saling
terkait dan membentuk satu kesatuan yang utuh, tidak terkesan terpisah-pisah.
Mampu menilai karya seni rupa berarti kita bisa mengamati, menganalisis, dan memberikan
pendapat tentang sebuah karya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. Ini
bukan tentang mencari kesalahan, melainkan tentang memahami bagaimana seniman
menggunakan unsur rupa dan prinsip desain untuk menciptakan efek tertentu. Dengan
demikian, kita dapat mengapresiasi keindahan dan pesan yang terkandung dalam karya
seni, serta mampu menjelaskan mengapa kita menyukai atau kurang menyukai suatu aspek
dari sebuah karya. Keterampilan ini juga membantu kita untuk lebih kritis dan reflektif
terhadap karya kita sendiri, sehingga kita bisa terus belajar dan berkembang dalam
berkreasi.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik


1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati dan "menilai" karya seni teman?
Hal baru apa yang saya pelajari dari karya mereka?
2. Bagian mana dari proses membuat dan merefleksikan karya saya sendiri yang paling
sulit atau paling menyenangkan? Apa yang akan saya lakukan berbeda jika
membuat karya lagi?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan kosa kata seni rupa ini untuk menjelaskan
keindahan benda-benda lain di sekitar saya di luar pelajaran seni?

Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik mampu menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan untuk
menganalisis dan menilai karya? Jika belum, strategi apa yang bisa diterapkan untuk
meningkatkan penguasaan kosa kata mereka?
2. Apakah kegiatan diskusi dan pemberian umpan balik berjalan efektif? Bagaimana
saya bisa lebih mendorong peserta didik untuk memberikan kritik yang konstruktif
dan menerima umpan balik dengan baik?
3. Bagaimana saya bisa memastikan setiap peserta didik merasa nyaman untuk
merefleksikan dan berbagi pandangannya tentang seni, terlepas dari tingkat
kemampuannya?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

LKPD 1: Eksplorasi "Galeri Rahasia"


Nama Kelompok: ____________________

Anggota:

1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Kunjungi "Galeri Rahasia" di kelas. Pilih 3 karya seni yang menarik perhatian
kelompokmu.
2. Amati setiap karya dengan saksama.
3. Tuliskan pada tabel di bawah ini unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling
menonjol pada karya tersebut. Gunakan kosa kata seni rupa yang sudah kita
pelajari!
4. Berikan satu pujian (hal baik) dan satu saran (hal yang bisa ditingkatkan) untuk
setiap karya.

Prinsip
Unsur Pujian Saran
Judul/Deskripsi Desain
Rupa yang
Karya (misal: yang (Gunakan (Gunakan
No. Menonjol
"Lukisan Menonjol kosa kata kosa kata
(minimal
Pemandangan") (minimal seni rupa) seni rupa)
2)
1)

LKPD 2: Refleksi dan Penilaian Karya Seniku


Nama: ____________________

Kelas: ____________________

Petunjuk:
1. Amati kembali karya seni yang sudah kamu buat.
2. Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini.
3. Berikan penilaian sederhana terhadap karyamu sendiri.
Bagian 1: Refleksi Proses Pembuatan Karya 1. Apa
judul karya seni yang kamu buat?

2. Unsur rupa apa saja yang kamu coba tonjolkan pada karyamu? (Contoh: garis,
bentuk, warna)

3. Prinsip desain apa yang kamu terapkan pada karyamu? (Contoh: keseimbangan,
irama)

4. Apa bagian yang paling kamu sukai dari proses membuat karya ini? Mengapa?
5. Apa tantangan terbesar saat membuat karya ini? Bagaimana kamu mengatasinya?

Bagian 2: Penilaian Karya Sendiri

(Isilah dengan jujur dan santun, seperti kamu menilai karya orang lain.)
1. Hal baik apa yang kamu lihat dari karyamu ini? (Gunakan kosa kata seni rupa,
contoh: "Garisnya sangat tegas", "Warnanya cerah sekali")

2. Bagian mana dari karyamu yang menurutmu bisa ditingkatkan atau diperbaiki?
(Gunakan kosa kata seni rupa, contoh: "Bentuknya mungkin bisa dibuat lebih
bervariasi", "Keseimbangannya bisa lebih diperhatikan")

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa (Skala
Likert)
Sangat
Kriteria Kurang Cukup Sangat Baik
Kurang Baik (4)
Penilaian (2) (3) (5)
(1)

Menunju Menunju Menunjukk


kkan kkan Menunjuk an
pemaha Menunju
sedikit kkan kan pemaham
atau man pemaham an
pemaha
A. tidak ada terbatas; an baik; mendalam
man
pemaha penjelas mengiden
Pemaham cukup; ;
man an
an identifika tifikasi mengident
tentang kurang
Konsep si cukup konsep ifikasi
jelas atau
(LKPD 1 & unsur akurat dengan konsep
ada
Diskusi) rupa/prin dengan jelas dan dengan
beberap a
sip desain; sedikit sebagian sangat
kesalaha
penjelas kesalaha besar jelas,
n dalam
an tidak n. akurat. akurat, dan
identifika
relevan. si. detail.
Tidak Penggun Menggu Menggun
aan kosa nakan akan kosa Mengguna
B. menggu
kata seni beberap a kata seni kan kosa
nakan
Pengguna rupa kosa kata rupa kata seni
kosa kata
an Kosa seni rupa dengan
seni rupa sangat dengan
Kata Seni rupa, sangat
yang terbatas cukup tepat
Rupa tepat, kaya,
tepat dan namun dan relevan
(Presenta si dan
atau sering kadang dalam
& Diskusi) fasih dalam
menggu tidak masih sebagian mendeskri
nakan tepat. salah atau besar

Tidak
mampu Mampu Mampu
memberi memberi memberik
C. kan kan an
Kemampu Memberi kan penilaian penilaian Mampu memberik an
penilaian penilaian
an atau sederha dengan penilaian yang mendalam
yang alasan dengan alasan kuat dan
Menilai/Me umpan sangat umum na
mberi dengan yang konstruktif,
balik; atau tidak
Umpan sedikit cukup sangat
hanya relevan;
Balik alasan; jelas dan efektif
menyata umpan konstruktif mengguna kan kosa kata
(LKPD 1 & umpan
kan balik kurang , serta
Presentasi balik seni.
suka/tida konstruk tif. agak menggun
)
k suka konstrukt akan kosa
tanpa if. kata seni.
alasan.

Tidak Berpartis
berpartisi Sedikit ipasi Berpartisi Berpartisip asi sangat
D. pasi atau berpartis secara pasi aktif aktif dan
Komunika mengga ipasi; moderat; dan jelas; memimpin
si & nggu; presenta presenta presentasi
;
Partisipasi presenta si si cukup terstruktur
presentasi
(Diskusi & si tidak kurang jelas jelas dan
dan namun mudah sangat jelas,
Presentasi jelas
) atau perlu banyak perlu dimengert inspiratif,
bantuan. doronga i. dan persuasif.
tidak
selesai. n.
Refleksi
Refleksi Refleksi sangat
cukup
Tidak Refleksi baik;
mendala mendalam
mampu sangat m;
mengiden
dan jujur;
mereflek dangkal; menyebu
tifikasi
mampu
E. Refleksi sikan hanya tantangan
tkan mengident
Diri (LKPD proses menyeb dan
beberap ifikasi
2) atau utkan satu pembelaja
a poin pembelaja ran dan
hasil atau dua ran
dengan area
karya poin tanpa dengan
sedikit pengemba ngan diri dengan
sendiri. detail. cukup
penjelas baik.
detail.
an.

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menunjukkan kemampuan sangat baik dalam menilai
dan merefleksikan karya:
o Berikan tugas untuk membuat "Jurnal Kritik Seni Mini" di mana mereka
memilih beberapa gambar karya seni dari buku atau internet, lalu
menuliskan analisis dan penilaian mereka (unsur rupa, prinsip desain,
kesan, pujian, saran) dalam bentuk esai singkat.
o Ajak mereka untuk menciptakan karya seni yang
berpasangan/berkelompok dengan fokus pada pesan atau emosi tertentu,
kemudian mereka akan saling menganalisis dan merefleksikan karya
tersebut. o Fasilitasi diskusi tentang seniman lokal atau karya seni yang
ada di lingkungan sekitar mereka (misal: mural di desa, patung di taman
kota), dan minta mereka menganalisisnya.

Remedial

• Bagi peserta didik yang masih kesulitan dalam memahami konsep atau
menggunakan kosa kata seni rupa:
o Berikan bimbingan individu atau kelompok kecil dengan fokus pada
identifikasi unsur rupa dan prinsip desain melalui contoh-contoh yang lebih
konkret dan sederhana. o Gunakan kartu-kartu bergambar dengan unsur rupa
dan prinsip desain untuk latihan mencocokkan dan menyebutkan. o Ajak mereka
untuk mengamati benda-benda sederhana di kelas (misal: penggaris, buku,
pensil) dan meminta mereka menjelaskan unsur rupa yang paling menonjol
secara lisan, dengan bimbingan guru. o Sediakan lembar kerja dengan
panduan kalimat yang lebih terstruktur untuk membantu mereka dalam
memberikan pujian dan saran yang konstruktif (misal: "Saya suka _______
karena ada _______ yang _______.").
P. Glosarium
1. Kosa Kata Seni Rupa: Istilah-istilah khusus yang digunakan untuk mendeskripsikan
dan menganalisis karya seni rupa, seperti garis, bentuk, warna, keseimbangan, atau
irama.
2. Refleksi: Proses berpikir mendalam tentang pengalaman atau pembelajaran, untuk
memahami apa yang telah dilakukan, apa yang berhasil, apa yang perlu
ditingkatkan, dan mengapa.
3. Kritik Konstruktif: Umpan balik atau penilaian yang bertujuan untuk membangun
dan memberikan saran perbaikan, disampaikan dengan cara yang santun dan
mendukung, bukan menjatuhkan.

Daftar Pustaka
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum
Merdeka: Capaian Pembelajaran Fase B Mata Pelajaran Seni Rupa. Jakarta:
Kemendikbudristek.
3. Sumanto, Y. (2005). Seni Rupa untuk Anak SD. Yogyakarta: Kanisius.

Mengetahui Jakarta, Juli 2025


Kepala SDN Pegadungan 13 Pagi Guru Kelas III (Tiga)

RIRIS IDAYATI, [Link] RIZKY NOVINDA RAGILENA


NIP. NIP. -

Anda mungkin juga menyukai