PROGRAM KEWIRAUSAHAAN
MTs AL FADLLIYAH
Tuban Purwaraharja Bojonggambir Tasikmalaya Jawa Barat
KATA PENGANTAR
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/Madrasah telah menetapkan bahwa ada lima dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah
yaitu: kepribadian, manajerial, kewirausahaan, kewirausahaan dan sosial. Dalam rangka pemenuhan
program kepala sekolah penulis telah berupaya menyusun Program Kewirausahaan MTs Al
Fadlliyah. Program ini disusun dengan tujuan agar kepala sekolah dapat bekerja secara
mandiri terarah tanpa tergantung atau menunggu mendapat tugas dari dinas / atasan langsung.
Dengan tersusunnya Program ini diharapkan kepala sekolah dapat bekerja secara mandiri di
manapun dan kapanpun untuk mencapai tujuan yang diinginkan
Kami mengucapkan terimakasih kepada komite sekolah, guru-guru dan staf tata usaha atas
dedikasi dan kerja kerasnya yang telah membantu sehingga Program Kewirausahaan MTs Al
Fadlliyah Tuban dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Program ini tentu saja belum
sempurna. Oleh sebab itu, saran-saran konstruktif dari pembaca sangat dinantikan dengan senang
hati.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi upaya-upaya kita dalam meningkatkan mutu
pendidikan. Aamiin
Purwaraharja, Agustus 2018
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki
lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan,
supervisi, dan sosial. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai
kepala sekolah/madrasah sehinnga ia pun harus memiliki kompetensi yang disyaratkan memiliki
kompetensi guru yaitu: kompetensi paedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu
indikator kompetensi profesional adalah kompetensi pengembangan profesi. Satu di antara
pengembangan profesi adalah kemampuan dalam bidang penelitian dan pengembangan. Sehingga
kepala sekolah dalam bekerja sudah seharusnya mengaplikasikan dan memahami bagaimana
membuat proposal yang baik, selanjutnya melakukan dan melaporkan hasil usulan proposalnya,
yang terkadang pada tahap pelaksanaannya masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka program Kewirausahaan MTs Al Fadlliyah Tuban ini dibuat.
Berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya untuk meningkatkan kompetensi kepala
sekolah/madrasah telah dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satu strategi untuk menjangkau
seluruh kepala sekolah/madrasah dalam waktu yang cukup singkat adalah memanfaatkan forum
Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (MKKS/M) sebagai wahana belajar bersama. Kepala
sekolah/madrasah dalam forum tersebut dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna
bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam suasana kesejawatan yang akrab.
B. Standar Kompetensi Kewirausahaan
Standar Kopetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah/Madrasah ini disesuaikan dengan
cakupan dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah /madrasah seperti yang terdapat dalam
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/madrasah. Dalam peraturan tersebut terdapat lima dimensi kompetensi yaitu: kepribadian,
manajerial, supervisi, dan sosial. Setiap dimensi kompetensi memiliki kompetensi dasar yang harus
dimiliki seorang kepala sekolah/madrasah.
Secara rinci Dimensi Kompetensi Kewirausahaan : a. Menciptakan inovasi yang berguna
bagi pengembangan sekolah/madrasah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan
sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk
sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah. d.
Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi
sekolah/madrasah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah/madrasah
sebagai sumber belajar peserta didik.
C. Tujuan Program Kewirausahaan
Tujuan Program Kewirausahaan ini disusun dengan tujuan untuk: (1). dijadikan rencana
pelaksanaan kegiatan dan tindak lanjut dalam meningkatkan dimensi kompetensi
kewirausahaan Kepala MTs Al Fadlliyah Tuban Kabupaten Kuningan; dan (2). meningkatkan
keefektifan kepemimpinan kepala sekolah/madrasah, peran kepala sekolah/madrasah sebagai
wirausaha, dan profesionalisme kepala sekolah/madrasah yang berdampak pada peningkatan kinerja
guru/MGMP di lingkungan MTs Al Fadlliyah Tuban.
BAB II
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL
A. Pengantar
Satu di antara dimensi kompetensi Kepala MTs adalah kewirausahaan. Kewirausahaan di
sini dalam makna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan
komersial. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah karakteristiknya (sifatnya)
seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi
terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan; bukan mengkomersilkan SMP/MTs. Semua
karakteristik tersebut bermanfaat bagi KepalaSMP/MTs dalam mengembangkan SMP/MTs,
mencapai keberhasilan SMP/MTs, melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin,
menghadapi kendala SMP/MTs, dan mengelola kegiatan SMP/MTs sebagai sumber belajar siswa.
1. Kewirausahaan
a. Kewirausahaan
Definisi Kewirausahaan Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses menciptakan
sesuatu yang baru dan berani mengambil risiko dan mendapatkan keuntungan. Para ahli sepakat
bahwa yang dimaksud dengan kewirausahaan menyangkut tiga perilaku yaitu: a. kreatif, b.
komitmen (motivasi tinggi dan penuh tanggung jawab), dan c. berani mengambil risiko dan
kegagalan. Kewirausahaan adalah proses inovasi dan kreasi (Kuratko & Hodgetts, 1989; Hisrich &
Peters, 2002). Orang yang berwirausaha disebut wirausahawan (entrepreneur). Entrepreneur adalah
inovator dan kreator (Kao, 1991). Entrepreneur ialah seorang inovator (Hisrich & Peters, 2002).
KEWIRAUSAHAAN adalah singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana
bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa, Antusias, Negosiatif.(Anonim 1, 2005)
b. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah: a. Inisiatif, b. pantang menyerah (ulet), c. memiliki
standar mutu yang tinggi, [Link], e. selalu mencari solusi terbaik (kreatif memecahkan masalah),
f. berani mengambil risiko yang diperhitungkan, g. persuasif, [Link] jika ada peluang, i. haus
informasi, j. sistematis, k. percaya diri, l. tegas, [Link] strategi yang berpengaruh, n.
mandiri, o. optimis, p. dinamis, q. inovatif, r. cerdik (cerdas), s. mau belajar sepanjang hayat, t.
supel atau luwes (fleksibel), u. umpan balik ditanggapi responsif), v. berorientasi pencapaian tujuan,
w. membangun masa depan, [Link] (termasuk pendengar yang baik), y. enerjitik, a’
berorientasi pada keuntungan, b’ integritas, c’ agresif, d’ kompetitif, e’ egoistis, f’ petualang, g’
perfeksionis, h’ kooperatif, i’ imajinatif, j’ pribadi yang menyenangkan, k’ jujur, l’ orientasi pada
perubahan, m’ disiplin (mengendalikan diri), n’ visioner, o’ pengelola perubahan, p’ ingin
berprestasi, r’ organisator, s’ pekerja keras, t’ motivasi kuat (komitmen), u’ antusias, dan m’
negosiatif. o’ mampu memasarkan jasa/produk. (Hawkin & Turia, 1986; Anonim 1, 2005; Anonim
2, 2005; Anonim 3, 2005, Anonim 4, 2005, Anonim 5, 2005, Anonim 6, 2005, Anonim 7, 2002,
Kuratko & Hodgetts, 1989; Meredith, et al; 1989; Kao, 1991; Hisrich & Peters, 2002; Overton,
2002; 2002; Lambing & Kuehl, 2005).
Dari ciri-ciri wirausaha yang disebutkan di atas untuk kepala sekolah dibatasi pada: inovatif,
pekerja keras, motivasi tinggi, pantang menyerah, selalu mencari solusi terbaik. Naluri
kewirausahaan menyangkut semua sifat- sifat di atas.
c. Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTS
Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala SMP/MTS adalah: a. mampu menciptakan
inovasi yang berguna bagi pengembangan SMP/MTS, b. bekerja keras untuk mencapai keberhasilan
SMP/MTS sebagai organisasi pembelajaran yang efektif, c. memiliki motivasi yang kuat untuk
mencapai kesuksesan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin SMP/MTS, d.
pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala SMP/MTs, e.
memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar siswa, dan f. untuk menjadi teladan bagi para
guru khususnya mengenai kompetensi kewirausahaan.
d. Menjadi seorang wirausaha yang sukses
Kepala sekolah sebagai seorang wirausaha yang sukses harus memiliki tiga kompetensi
yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sifat kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut saling
berkaitan. Kompetensi merupakan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sifat. Pengetahuan
adalah kumpulan informasi yang disimpan di otak dan dapat dipanggil jika dibutuhkan.
Keterampilan adalah kemampuan menerapkan pengetahuan. Sifat adalah sekumpulan kualitas
karakter yang membentuk kepribadian seseorang (Anonim 4, 2005). Seseorang yang tidak memiliki
ketiga kompetensi tersebut akan gagal sebagai wirausaha yang sukses. Keterampilan-keterampilan
(skills) yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha menurut Hisrich & Peters (2002) adalah
keterampilan teknikal, manajemen bisnis, dan jiwa kewirausahaan personal. Keterampilan teknikal
meliputi: mampu menulis, berbicara, mendengar, memantau lingkungan, teknik bisnis, teknologi,
mengorganisasi, membangun jaringan, gaya manajemen, melatih, bekerja sama dalam kerja tim
(teamwork). Manajemen bisnis meliputi: perencanaan bisnis dan menetapkan tujuan bisnis,
pengambilan keputusan, hubungan manusiawi, pemasaran, keuangan, pembukuan, manajemen,
negosiasi, dan mengelola perubahan. Jiwa wirausaha personal meliputi: disiplin (pengendalian diri),
berani mengambil risiko diperhitungkan, inovatif, berorientasi perubahan, kerja keras, pemimpin
visioner, dan mampu mengelola perubahan.
Contoh Tokoh-tokoh wirausaha yang sukses di bidang pendidikan antara lain adalah Raden
Ajeng Kartini dengan Sekolah Kartini, Ki Hajar Dewantoro dengan Taman Siswa, Ciputra dengan
Universitas Entrepreneurship, pendiri sekolah Global Jaya.
2. Inovasi
a. Pengantar
Satu di antara lima kompetensi kewirausahaan Kepala SMP/MTS adalah menciptakan
inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. Untuk meningkatkan kompetensi inovasi Kepala
SMP/MTS, maka Kepala SMP/MTS hendaknya mengetahui dan mampu menerapkan konsep dan
teori inovasi dalam mengembangkan sekolahnya. Esensi kewirausahaan adalah inovasi dan kreasi.
Oleh sebab itu, Kepala SMP/MTS dituntut memiliki sifat inovatif dan kreatif dalam
mengembangkan sekolahnya.
b. Definisi Inovasi
Inovasi adalah fungsi utama kewirausahaan. Inovasi adalah menciptakan sesuatu yang baru
atau tampil beda (Drucker, 1985).
c. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki kompetensi inovasi
Kepala SMP/MTS perlu memiliki kompetensi inovasi untuk mengembangkan sekolahnya.
d. Ciri-ciri orang yang inovator
Orang yang inovator mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. a. Mengerjakan tugas dengan cara
yang tidak umum. b. Menemukan masalah dan memecahkannya dengan cara yang tidak umum. c.
Lebih tertarik pada hasil daripada proses. d. Tidak senang pada pekerjaan yang bersifat rutinitas. e.
Kurang senang pada kesepakatan. g. kurang sensitif terhadap orang lain (Kirton, 1976).
e. Cara melakukan inovasi
Cara melakukan inovasi adalah sebagai berikut. a. Anda harus ke luar dari kawasan yang
membuat Anda nyaman. b. Jangan berpikir apa adanya (yang sudah umum). c. Bergerak lebih cepat
dibanding orang lain (pesaing) agar tidak didahului orang lain. d. Dengarkan ide stakeholders
sekolah. e. Bertanyalah kepada warga sekolah dan stakeholders apa yang perlu diubah di sekolah ini
secara berkala. f. Dorong diri sendiri dan orang lain untuk cepat bergerak tetapi selamat. g.
Berharap untuk menang, dan memiliki kesehatan dan kekuatan. h. Rekreasi secukupnya untuk
mendapatkan ide-ide baru (Anonim 3, 2005). Ke delapan cara di atas dapat dilakukan secara
sendiri-sendiri atau dikombinasikan.
Contoh Yohanes Surya menemukan cara-cara pembelajaran fisika yang inovatif sehingga
menghasilkan juara olimpiade fisika tingkat dunia. Penemu jarimatika menemukan pembelajaran
matematika di SD. Phytagoras menemukan rumus Phytagoras dalam matematika. Thomas Edison
yang menemukan listrik. Marie Curie yang menemukan radium dan polium. Bill Gate yang
menemukan program Microsoft.
3. Bekerja Keras
A. Pengantar
Usaha mengembangkan SMP/MTs memerlukan banyak tenaga, pikiran, dan biaya serta
membutuhkan kemampuan bekerja dalam rentang waktu yang lama. Jika perlu bekerja keras secara
terus-menerus. Anda sebaiknya jangan hanya mengandalkan bekerja keras atau mengandalkan fisik
tetapi juga mengandalkan kerja cerdas atau mengandalkan otak. Dengan demikian dapat
menghemat tenaga, pikiran, dan biaya (Collis & Le Boeuf, 1997).
B. Definisi Kerja Keras
Kerja keras ialah kegiatan yang banyak menguras tenaga, pikiran, dan waktu untuk
menyelesaikan sesuatu. Kerja keras kadang lupa waktu, lupa kesehatan, dan lupa lainnya. Orang
yang keranjingan kerja keras disebut workcholic. Orang kadang-kadang sering salah perhitungan.
Dengan kerja keras tanpa mengenal waktu dan kesehatan; maka akan banyak mendapatkan uang.
Tetapi mereka lupa apa gunanya uang banyak kalau akhirnya jatuh sakit. Kadang-kadang semua
uang yang sudah terkumpul tidak cukup untuk menyembuhkan penyakit. Oleh sebab itu, perlu
keseimbangan antara kerja keras dan istirahat. Motif orang bekerja keras bermacam-macam. Ada
yang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya (sandang, pangan, papan, rekreasi, dan uang) yang
selalu tak terbatas atau tak pernah cukup, untuk melakukan yang terbaik, untuk mendapatkan
penghargaan atau, ingin mengaktualisasikan dirinya. Jika seseorang ditanya, “Mengapa Anda
sukses?”. Jawabnya cenderung adalah karena kerja keras (Collis & Le Boeuf, 1997). 1. Tujuan
Kepala SMP/MTS berkerja keras Kepala SMP/MTs bekerja keras untuk mencapai keberhasilan
SMP/MTs sebagai organisasi pembelajar yang efektif. 2. Caranya agar kita orang mau bekerja keras
a. Tanamkan keyakinan bahwa banyak bukti keberhasilan seseorang karena kerja keras. Apabila
kita ditanya tentang keberhasilan kita, maka jawaban kita adalah berkat kerja keras.. b. Tanamkan
keyakinan, “Saya harus bekerja keras agar yang saya butuhkan tercapai”. “Jangan mengharapkan
sesuatu, jika tidak berbuat sesuatu”. c. Tanamkan keyakinan, saya ingin jadi orang yang bermanfaat.
Banyak penganggur ingin bekerja. Mengapa mereka yang sudah mendapat pekerjaan ingin
menganggur? d. Tentukan target yang harus dicapai. e. Tunjukkan kerja keras Anda untuk dijadikan
contoh bawahan Anda. Kelima cara di atas dapat dilakukan sendiri-sendiri atau dikombinasikan
agar saling melengkapi.
4. MOTIVASI KUAT (KOMITMEN) DAN PANTANG MENYERAH
A. Pengantar
Motivasi merupakan salah satu alat atasan agar bawahan mau bekerja keras dan bekerja
cerdas sesuai dengan yang diharapkan. Pengetahuan tentang motivasi membantu para Kepala
SMP/MTS untuk menumbuhkan motivasi kerja yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
Teori cara memotivasi diri sendiri ini bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi juga
bawahan kepala sekolah/madrasah. Motivasi adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan.
Motivasi membantu wirausaha dalam menggunakan sikap mereka untuk mengendalikan situasi
Kepala SMP/MTS sebagai wirausaha harus memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai sukses.
Mereka bekerja keras untuk memcapai tujuan yang mulya. Mereka menetapkan sendiri tujuannya
dan berusaha keras untuk mencapainya.
B. Uraian
1. Definisi Motivasi Motivasi adalah keinginan yang melatarbelakangi seseorang untuk
melakukan sesuatu (Husaini Usman, 2009).
2. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki motivasi yang kuat Kepala SMP/MTS perlu memiliki
motivasi yang kuat agar sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin
SMP/MTS.
3. Cara menumbuhkan motivasi yang kuat untuk diri sendiri a. Berpikiran positif. Ketika
mengkritik orang begitu terjadi ketidakberesan, tetapi kita lupa memberi dorongan positif agar
mereka terus maju. Jangan mengkritik cara kerja orang lain kalau kita sendiri tidak mampu member
contoh terlebih dahulu. b. Menciptakan perubahan yang kuat. Adanya kemauan yang kuat untuk
mengubah situasi oleh diri sendiri. Mengubah perasaan tidak mampu menjadi mampu, tidak mau
menjadi mau. Kata, ”Saya juga bisa” dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi. c.
Membangun harga diri. Banyak kelebihan kita sendiri yang tidak dimiliki orang lain. d.
Memantapkan pelaksanaan. Ungkapkan dengan jadwal yang jelas dan laksanakan.. e. Binalah
keberanian, kerja keras, bersedia belajar dari orang lain. f. Ingin selalu melakukan yang terbaik g.
Membasmi sikap suka menunda-nunda. Hilangkan sikap menunda-nunda dengan alasan pekerjaan
itu terlalu sulit dan segeralah untuk memulai. Ketujuh cara di atas dapat dilakukan sendiri-sendiri
atau kombinasi agar saling melengkapi.
4. Definisi Pantang Menyerah
Pantang menyerah adalah daya tahan seseorang bekerja sampai sesuatu yang diinginkannya
tercapai. Pantang menyerah adalah kombinasi antara bekerja keras dengan motivasi yang kuat untuk
sukses. Orang yang pantang menyerah selalu bekerja keras dan motivasi kerjanya tak pernah pudar.
5. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki sifat pantang menyerah? Kepala SMP/MTS perlu
memiliki sifat pantang menyerah agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi kendala yang
dihadapi SMP/MTS.
6. Cara Menumbuhkan Sifat Pantang Menyerah
Cara untuk menumbuhkan sifat pantang menyerah adalah selalu menjaga kesehatan tubuh
agar tidak mudah letih atau sakit dan menguatkan hati agar tidak mudah berputus asa dalam
mencapai sesuatu yang diinginkan.
5. KREATIVITAS UNTUK SELALU MENCARI SOLUSI TERBAIK
A. Pengantar
Salah satu tugas Kepala SMP/MTS adalah mendapatkan solusi terbaik dalam menghadapi
kendala-kendala di sekolah. Untuk mendapatkan solusi terbaik tersebut minimal ada dua teori yang
dapat dipraktikkan yaitu sebagai berikut. 1. Kreativitas. 2. Pemecahan masalah (solusi).
B. Definisi Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat, atau melakukan
sesuatu dengan cara baru atau berbeda (Anonim 3, 2005). Kemampuan menghasilkan solusi yang
kreatif atas kebutuhan SMP/MTS atau masalah yang ada di SMP/MTS dan memasarkannya sering
menjadi indikator pembeda antara kesuksesan dan kegagalan dalam mewirausahakan sekolah. Juga
membedakan sekolah yang sudah tumbuh pesat dengan sekolah yang biasa-biasa saja. Agar
memiliki kreativitas, Kepala SMP/MTS perlu membuka pikiran dan mata (Anonim 3, 2005)..
Kreativitas dan inovasi merupakan konsep kembar yang saling berhubungan, namun seringkali
dikaji secara terpisah dengan menggunakan metode dan model yang berbeda. Mengingat kreativitas
dipahami sebagai kapabilitas melahirkan, mengembangkan dan mengubah gagasan, proses, produk,
mode, model, pelayanan dan perilaku tertentu, maka inovasi adalah proses penerapan kreativitas
secara faktual ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, inovasi sekolah termasuk
di dalamnya inovasi pengajaran juga mengalami terobosan yang sangat cepat, sehingga sekolah
yang tidak memprioritaskan program inovasi akan ditinggalkan oleh masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas terlihat hubungan erat antara konsep kreativitas dan inovasi yang
keduanya sangat diperlukan dalam mengembangkan sekolah. Kreativitas tanpa inovasi bagaikan
pisau tajam yang tidak pernah dipakai, sedangkan inovasi tanpa dilandasi kreativitasi tidak
menghasilkan sesuatu yang baru bagi organisasi sekolah. Dengan pengertian tersebut, inovasi
secara sederhana dapat dipahami sebagai proses pengenalan cara baru dan lebih baik dalam
mengerjakan berbagai hal dalam lembaga pendidikan (sekolah). Seseorang yang kreatif memiliki
ciri-ciri sebagai berikut : a. Cenderung melihat suatu persoalan sebagai tantangan untuk
menunjukkan kemampuan diri. b. Cenderung memikirkan alternatif solusi/tindakan yang tidak
dilakukan oleh orang-orang pada umumnya atau bukan sesuatu yang sudah biasa dilakukan. c.
Tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. d. Mau belajar mempergunakan cara, teknik dan peralatan
baru. e. Tidak takut dicemoohkan oleh orang lain karena berbeda dari kebiasaan f. Tidak malu
bertanya berbagai informasi tentang sesuatu hal yang dianggap menarik. g. Tidak cepat puas
terhadap hasil yang diperoleh. h. Toleran terhadap kegagalan dan frustasi. i. Memikirkan apa yang
mungkin dapat dilakukan atau dikerjakan dari suatu kondisi, keadaan atau benda. j. Melakukan
berbagai cara yang mungkin dilakukan dengan tetap berdasar pada integritas, kejujuran,
menjunjung sistem nilai, dan bertujuan positif. k. Tindakan yang dilakukan efektif, efisien, dan
produktif.
2. Tujuan Kepala SMP/MTS memiliki Kreativitas? Kepala sekolah memiliki kreativitas
sebagai alat untuk mencari solusi terbaik.
3. Cara Berkreativitas Cara berkreativitas antara lain adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kesadaran berarti belajar untuk memperhatikan hal-hal yang biasanya
tidak kita hiraukan sehingga dapat membuka pikiran kita.
b. Curah pendapat (brain storming) adalah sebuah teknik untuk menghasilkan banyak ide
baru.
c. Mengubah ide-ide yang sudah ada. d. Mempelajari teknik berpikir kraetif dari buku-
buku.
d. Mengikuti diklat kreativitas dan mempraktikkannya.
e. Mencatat ide-ide baru kemudian mengembangkannya
f. Bergaul dengan orang-orang yang kreatif.
g. Ubah sudut pandang orang-orang yang kreatif.
h. Pelajari proses perubahan ide.
i. Teratur berolah raga untuk menjaga kesehatan.
j. Apresiasi terhadap seni.
k. Cari pembimbing yang dapat membantu menemukan ide baru.
4. Bagaimana mencari solusi terbaik dengan teori pemecahan masalah? Dengan
menggunakan langkah-langkah IDEAL yaitu: Identifikasi Masalah, Dipilih masalah yang prioritas
(sangat penting dan sangat mendesak) dan alternatif pemecahannya, Evaluasi alternatif dengan
kriteria: Legalistis, Praktis, dan Realistis, Alternatif penilaian pilih yang terbesar sebagai solusi
terbaik, Laksanakan dan lihat kembali (reviu) untuk revisi jika perlu. Legalistis adalah tidak
bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
6. MEMILIKI NALURI KEWIRAUSAHAAN
A. Pengantar
Naluri atau jiwa kewirausahaan adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang wirausaha.
Pada kegiatan belajar 1 minimal terdapat 47 yang menjiwai kewirausahaan. Sifat-sifat itu tentu ada
yang tumpang tindih bahkan bertentangan. Misalnya tegas tetapi juga harus luwes. Setiap Kepala
SMP/MTS harus memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar peserta didik. Artinya,
untuk menghasilkan guru dan siswa yang bernaluri wirausaha sejak usia dini, maka kepala sekolah
harus menjadi contoh bagaimana kita bernaluri kewirausahaan. Sebelum naluri kewirausahaan
kepala sekolah menjadi contoh para guru dan siswanya, maka kepala sekolah harus menilai potensi
dirinya terlebih dahulu apakah ia memang sudah memiliki jiwa kewirausahaan. Dengan penilaian
ini, kepala sekolah dapat merefleksikan dirinya untuk meningkatkan naluri kewirausahaan.
B. Naluri Kewirausahaan
Kepala Sekolah/Madrasah Kepala sekolah diharapkan mampu mengenal naluri
kewirausahaan mereka sebagai bekal untuk menjadi contoh dan sumber belajar siswa- siswanya.
Naluri kewirausahaan di lingkungan bisnis yang bersifat komersil di samping 46 jiwa
kewirausahaan ditambah jiwa intuisi bisnis dan pemasaran. Naluri kewirausahaan ada 47 naluri.
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah:
1. Inisiatif,pantang menyerah (ulet), 3. memiliki standar mutu yang tinggi, 4. hemat, 5.
selalu mencari solusi terbaik (kreatif memecahkan masalah), 6. berani mengambil risiko yang
diperhitungkan, 7. persuasif, 8. bertindak jika ada peluang, 9. haus informasi, 10. sistematis, 11.
percaya diri, 12. tegas, 13. menggunakan strategi yang berpengaruh, 14. mandiri, 15. optimis, 16.
dinamis, 17. inovatif, 18. cerdik (cerdas), 19. mau belajar sepanjang hayat, 20. supel atau luwes
(fleksibel), 21. umpan balik ditanggapi responsif), 22. berorientasi pencapaian tujuan, 23.
membangun masa depan, 24. komunikatif (termasuk pendengar yang baik), 25.
enerjitik, 26 berorientasi pada
keuntungan, 27 integritas, 28 agresif, 29 kompetitif, 30. egoistis, 31. petualang, 32. perfeksionis, 33.
kooperatif, 34. imajinatif, 35. pribadi yang menyenangkan, 36. jujur, 37. orientasi pada
perubahan, 38. disiplin (mengendalikan diri), 39. visioner, 40. pengelola perubahan, 41. ingin
berprestasi, 42. organisator, 43. pekerja keras, 44. motivasi kuat (komitmen), 45. antusias,
dan 46. negosiatif. 47. mampu memasarkan jasa/produk. (Hawkin & Turia, 1986;)
BAB III
PROGRAM KEWIRAUSAHAAN MTs AL FADLLIYAH
TAHUN PELAJARAN 2018-2019
A. Pengangantar
Dari ciri-ciri wirausaha yang disebutkan di atas untuk kepala sekolah dibatasi pada: inovatif,
pekerja keras, motivasi tinggi, pantang menyerah, selalu mencari solusi terbaik. Naluri
kewirausahaan menyangkut semua sifat- sifat di atas.
B. Inovatif
Zaman telah berubah, untuk mengikuti dan mengantisipasi perubahan sekolah dituntut
melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan sekolahnya. Bila tidak, sekolah akan
ketinggalan zaman dan kalah dalam bersaing mendapatkan siswa baru. Stakeholders sekolah akan
meninggalkan sekolah dan mencari sekolah lain yang lebih inovatif.
Inovasi-inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan sekolah. (1). Perubahan PSAS
(Pakaian Seragam Anak Sekolah) laki-laki menggunakan celana panjang, perempuan bawahan dan
baju tangan panjang dan memakai jilbab. Dan setiap siswa memakai / dipasang badge nama. (2)
Sangsi/Hukuman bagi siswa yang datang terlabat dilakukan perubahan yang semula sangsi/hukuan
bersifat pisik misal disuruh push up diganti disuruh membaca surat Yasin, atau menulis surat Al
Fatihah.
B. Pekerja keras
Saya selalu kurang dan tak pernah merasa puas dengan keberhasilan sekolah. Di sekolah
yang dulu ,(pada tahun 2010), Saya menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten. Prestasi
tersebut sudah tercapai. Namun, saya masih belum puas. Saya bercita-cita ingin menjadi kepala
sekolah berprestasi tingkat propinsi bahkan tingkat nasional. Untuk mencapai itu semua saya
bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Dengan cita-cita setinggi langit itu, saya bekerja keras sering di
luar jam kerja mengarahkan dan membimbing guru agar mengejar prestasi yang tinggi. Akibatnya
saya sering disindir oleh kepala sekolah lainnya yang prestasinya biasa-biasa saja. Mereka
menganggap saya sangat ambisius, cari muka, dan ingin menonjol sendiri. Selain itu ingin menjadi
Sekolah Berwawasan Lingkungan yang diimplementasikan dengan penanaman dan pemeliharaan
tanaman hias yang ada dilingkungan sekolah, dengan maksud untuk menciptakan suasana sejuk,
rindang dan indah di lingkungan sekolah yang memang termasuk daerah panas dan berdebu,
sehubungan sekolah kai terletak di dekat galian C / penambangan pasir Cidahu
D. Pantang menyerah
Rendahnya Motivasi Kerja Saya Hilangnya Gairah Kerja Akhir-akhir ini motivasi kerja saya
menurun sistem tanpa sebab yang jelas. Saya teringat akan hasil penelitian Pidarta yang
menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa termalas nomor 3 di dunia. Kemalasan saya
muncul mungkin karena kejenuhan saya bekerja atau mungkin pula karena sistem penggajian PNS
yang tidak signifikan membedakan antara PNS yang berprestasi dengan yang malas-malas saja.
Gaji PNS yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi untuk pangkat/golongan/masa
kerja/jumlah keluarga setiap bulannya sama saja. Saya sebagai Kepala SMP/MTS tidak ingin
motivasi kerja saya yang rendah tampak di mata bawahan saya karena saya adalah pemimpin yang
harus menjadi contoh.
Seorang guru malas bekerja karena tekanan ekonomi. Akibatnya, ia tidak bergairah
mengajar di kelas. Pembelajaran menjadi tidak aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Untuk
menambah penghasilannya, guru tersebut mencari pekerjaan sampingan di luar sekolah. Pekerjaan
sampingan tersebut membuat ia kurang konsentrasi dalam mengajar. Siswa-siswa yang diajarnya
menjadi korban.
Sebagai kepala sekolah untuk 2 (dua) mengatasi kasus di atas dilakukan dengan langkah-
langkah antara lain: 1. Cara memotivasi diri sendiri 2. Cara memotivasi orang lain 3. Pantang
menyerah (ulet), optimis, kerja keras, motivasi tinggi, percaya diri, dan orientasi pada tujuan.
Jangan mendengar kata-kata orang yang negatif karena akan mengambil mimpi kita atau
menjauhkan kita dari mimpi. Karena itu tetap optimislah..Yang penting, bersikap tuli terhadap
orang-orang yang menyatakan bahwa kita tidak bisa.
D. Kreativitas
Kebanyakan orang dapat memikirkan beberapa pekerjaan yang membutuhkan kreativitas
seperti seniman, musisi, penari, perancang, dan ilmuan. Wirausaha juga membutuhkan kreativitas
untuk mencari solusi terbaik.
Kreativitas adalah sebuah bidang di mana dalam banyak kasus, wirausaha lebih banyak
memiliki peluang untuk menggunakan bakat kreatif mereka dibandingkan dengan PNS yang digaji.
PNS yang digaji sering kali tidak diharuskan untuk berpikir kreatif dan bahkan ketika mereka
termasuk Kepala SMP/MTS memiliki ide-ide baru, mereka yang kreatif tersebut sering didiamkan
atau dicemoohkan oleh kepala sekolah yang lain.
E. Kewirausahaan
Kepala Sekolah/Madrasah Kepala sekolah diharapkan mampu mengenal naluri
kewirausahaan mereka sebagai bekal untuk menjadi contoh dan sumber belajar siswa-
siswanya.. Naluri kewirausahaan ada 47 naluri. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah: 1.
Inisiatif, 2. pantang menyerah (ulet), 3. memiliki standar mutu yang tinggi, 4. hemat, 5. selalu
mencari solusi terbaik (kreatif memecahkan masalah), 6. berani mengambil risiko yang
diperhitungkan, 7. persuasif, 8. bertindak jika ada peluang, 9. haus informasi, 10. sistematis, 11.
percaya diri, 12. tegas, 13. menggunakan strategi yang berpengaruh, 14. mandiri, 15. optimis, 16.
dinamis, 17. inovatif, 18. cerdik (cerdas), 19. mau belajar sepanjang hayat, 20. supel atau luwes
(fleksibel), 21. umpan balik ditanggapi responsif), 22. berorientasi pencapaian tujuan, 23.
membangun masa depan, 24. komunikatif (termasuk pendengar yang baik), 25.
enerjitik, 26 berorientasi pada
keuntungan, 27 integritas, 28 agresif, 29 kompetitif, 30. egoistis, 31. petualang, 32. perfeksionis, 33.
kooperatif, 34. imajinatif, 35. pribadi yang menyenangkan, 36. jujur, 37. orientasi pada
perubahan, 38. disiplin (mengendalikan diri), 39. visioner, 40. pengelola perubahan, 41. ingin
berprestasi, 42. organisator, 43. pekerja keras, 44. motivasi kuat (komitmen), 45. antusias,
dan 46. negosiatif. 47. mampu memasarkan jasa/produk. (Hawkin & Turia, 1986;)
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegunaan Kewirausahaan 1. Sebagai bahan belajar individual bagi Kepala SMP/MTS tanpa
terikat oleh waktu, dan tempat. 2.. Untuk membantu Kepala SMP/MTs dalam meningkatkan
dimensi kompetensi Kewirausahaan baik secara individu maupun kelompok.
Standar Kompetensi Kewirausahaan setelah mendalami, dan mempraktikkannya Kepala
SMP/MTs diharapkan: 1. mampu memahami konsep kewirausahaan, 2. memiliki inovasi, 3. mau
dan mampu bekerja keras, 4. memiliki motivasi kuat (komitmen) dan pantang menyerah, 5.
memiliki kreativitas untuk selalu mencari solusi terbaik, dan 6. mengetahui naluri kewirausahaan
yang telah dimilikinya.
Kewirausahaan menyangkut tiga perilaku utama kreatif, komitmen, dan berani mengambil
risiko. Kewirausahaan adalah proses inovasi dan kreasi. KEWIRAUSAHAAN adalah singkatan
dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias,
Hemat, Asa, Antusias, Negosiatif. Wirausaha yang sukses memiliki 46 ciri. Untuk Kepala
SMP/MTs minimal memiliki ciri: inovatif, pekerja keras, motivasi tinggi, pantang menyerah, selalu
mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan. Ada lima manfaat kewirausahaan bagi
Kepala SMP/MTs. Untuk menjadi wirausaha yang sukses harus memiliki pengetahuan
kewirausahaan, keterampilan kewirausahaan, dan sifat-sifat wirausaha.
Inovasi adalah menciptakan sesuatu yang baru atau tampil beda. Inovasi bagi Kepala
SMP/MTS adalah untuk mengembangkan sekolahnya. Inovator memiliki enam ciri. Ada delapan
cara untuk berinovasi. Dapat meningkatkan keefektifan kepemimpinan Anda, peran Anda sebagai
Kepala SMP/MTS, dan profesionalisme Anda.
Kerja keras ialah kegiatan yang banyak menguras tenaga, pikiran, dan waktu untuk
menyelesaikan sesuatu. Kerja keras bagi kepala sekolah adalah untuk mencapai keberhasilan
SMP/MTS sebagai organisasi pembelajar yang efektif. Lima cara agar orang mau bekerja keras.
Kelima cara tersebut dapat dilakukan sendiri-sendiri atau dikombinasi.
Motivasi kerja adalah keinginan yang melatarbelakangi seseorang untuk melakukan sesuatu.
Kepala SMP/MTS perlu memiliki motivasi yang kuat agar sukses dalam melaksanakan tugas pokok
dan fungsinya sebagai pemimpin SMP/MTS. Ada tujuh cara memotivasi. Pantang menyerah adalah
Pantang menyerah adalah daya tahan seseorang bekerja sampai sesuatu yang diinginkannya
tercapai. Kepala SMP/MTS perlu memiliki sifat pantang menyerah agar tidak mudah putus asa
dalam menghadapi kendala yang dihadapi SMP/MTS. Cara untuk menumbuhkan sifat pantang
menyerah adalah selalu menjaga kesehatan dan menguatkan hati untuk mencapai sesuatu yang
diinginkan.
Kreativitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat, atau melakukan
sesuatu dengan cara baru atau berbeda (Anonim 3, 2005). Seseorang yang kreatif memiliki 11 ciri.
Kepala sekolah meiliki kreativitas sebagai alat untuk mendapatkan solusi terbaik. Cara
mendapatkan solusi terbaik melalui kreativitas dengan 12 cara. Cara mendapatkan solusi terbaik
dengan pemecahan masalah adalah menerapkan langkah-langkahnya
Naluri kewirausahaan ada 47 naluri. Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah: 1. Inisiatif, 2.
pantang menyerah (ulet), 3. memiliki standar mutu yang tinggi, 4. hemat, 5. selalu mencari solusi
terbaik (kreatif memecahkan masalah), 6. berani mengambil risiko yang diperhitungkan, 7.
persuasif, 8. bertindak jika ada peluang, 9. haus informasi, 10. sistematis, 11. percaya diri, 12.
tegas, 13. menggunakan strategi yang berpengaruh, 14. mandiri, 15. optimis, 16. dinamis, 17.
inovatif, 18. cerdik (cerdas), 19. mau belajar sepanjang hayat, 20. supel atau luwes (fleksibel), 21.
umpan balik ditanggapi responsif), 22. berorientasi pencapaian tujuan, 23. membangun masa
depan, 24. komunikatif (termasuk pendengar yang baik), 25. enerjitik, 26 berorientasi pada
keuntungan, 27 integritas, 28 agresif, 29 kompetitif, 30. egoistis, 31. petualang, 32. perfeksionis, 33.
kooperatif, 34. imajinatif, 35. pribadi yang menyenangkan, 36. jujur, 37. orientasi pada
perubahan, 38. disiplin (mengendalikan diri), 39. visioner, 40. pengelola perubahan, 41. ingin
berprestasi, 42. organisator, 43. pekerja keras, 44. motivasi kuat (komitmen), 45. antusias,
dan 46. negosiatif. 47. mampu memasarkan jasa/produk. (Hawkin & Turia, 1986);