0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Pentingnya Air Bersih dan Pengolahannya

Dokumen ini membahas pentingnya air bagi kehidupan dan tantangan yang dihadapi dalam penyediaan air bersih di dunia, terutama di Indonesia. Krisis air dan pencemaran menjadi isu utama yang mempengaruhi akses masyarakat terhadap air minum yang layak. Melalui perencanaan yang baik dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih secara efektif dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

Ahsan Burhanuddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan3 halaman

Pentingnya Air Bersih dan Pengolahannya

Dokumen ini membahas pentingnya air bagi kehidupan dan tantangan yang dihadapi dalam penyediaan air bersih di dunia, terutama di Indonesia. Krisis air dan pencemaran menjadi isu utama yang mempengaruhi akses masyarakat terhadap air minum yang layak. Melalui perencanaan yang baik dalam pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih secara efektif dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

Ahsan Burhanuddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan setiap makhluk hidup dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari sangat
membutuhkan air untuk dapat berfungsi. Itulah sebabnya air merupakan bagian
terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir 71% permukaan bumi terdiri dari
air. Air merupakan unsur yang sangat penting bagi kehidupan karena tanpa air tidak
ada kehidupan di bumi. Hal ini bisa terjadi karena semua makhluk hidup pada
umumnya membutuhkan lebih banyak air. Air merupakan salah satu kebutuhan
terpenting tubuh manusia dan zat terpenting kedua setelah oksigen. Air adalah
komponen utama tubuh, rata-rata orang memiliki 70% air dari beratnya (Mariyam
dkk., 2023). Apabila populasi dunia terus bertambah dan teknologi semakin maju,
permintaan terhadap air meningkat manakala jumlah air yang ada berkurangan.
Penduduk dunia pada tahun 2018 berjumlah 7,7 miliar jiwa dan memerlukan air
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Banyaknya penduduk yang
membutuhkan air tidak sebanding dengan ketersediaan air di muka bumi. Hal
tersebut mengakibatkan di beberapa wilayah di dunia mengalami krisis air.
sebanyak 2,4 miliar penduduk dunia mengalami keterbatasan dalam mengakses air
bersih (Alfin dkk., 2022).
Air minum merupakan air rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau
tanpa proses pengolahan, memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.
Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial
ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah
maupun Pemerintah Pusat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu
peningkatan kesejahteraan masyarakat (Subekti dkk., 2022). Adapun berdasarkan
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 dari BPS juga menunjukkan ada
sebesar 90,21% rumah tangga yang memiliki akses air minum layak, meskipun
distribusinya tidak merata. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun
2018, masyarakat memperoleh sumber air minum terutama dari PAM (41,96%),
sumur bor atau pompa (15,42%), sumur gali tertutup (21%), sumur gali tidak
tertutup (6,04%), air permukaan (1 ,5%) dan sistem pemanenan air hujan (2 ,4%).
Air tanah dari sumur bor atau gali bersumber dari lapisan tanah yang relatif
dekat dengan permukaan, sehingga rentan terhadap pencemaran rembesan kotoran
manusia dan hewan serta penggunaan rumah tangga domestik. Aktivitas manusia
dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menyebabkan kualitas air menurun
sehingga air tersebut tidak dapat digunakan seperti yang diharapkan. Kondisi air
yang demikian disebut dengan air yang tercemar. Air yang tercemar ini
menyebabkan pencemaran dan mengganggu sumber air lain di lingkungan, yang
pada akhirnya membatasi habitat hidup di lingkungan perairan. Kehadiran zat
berbahaya ini merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas air bersih.
Kualitas air yang tercemar berperan besar dalam menularkan berbagai penyakit
karena jika air yang terkontaminasi digunakan oleh manusia dapat menyebabkan
gangguan kesehatan jangka pendek seperti muntah, diare, kolera, tifus atau disentri.
Oleh karena itu, agar menjadi sumber air bersih yang aman digunakan bagi
konsumsi, dibutuhkan syarat-syarat tertentu baik dalam hal pembangunan maupun
lokasi penempatannya guna memastikan bahwa kualitas air di dalam sumur tetap
terjaga dan murni (Djana, 2023).
Untuk memperoleh air yang layak dikonsumsi maka perlu sebuah sistem
pengolahan yang baik dan tepat sehingga hasil pengolahan air tersebut sesuai
dengan regulasi dan memenuhi standar yang telah ditetapkan untuk memenuhi
mutu air minum yang tertera pada PERMENKES no.492 tahun 2010. Instalasi
pengolahan air minum (IPAM) merupakan unit produksi sistem penyediaan air
minum. Unit produksi adalah sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk
mengolah air baku menjadi air minum melalui proses fisik, kimiawi dan atau
biologi, meliputi bangunan pengolahan dan perlengkapannya, perangkat
operasional, alat pengukur dan alat pemantauan, serta bangunan penampungan air
minum (Hariono & Marsono, 2022). Perencanaan yang baik dari suatu IPAM
sangat menentukan efektivitas proses pengolahan, efisiensi biaya operasional, serta
keberlanjutan penyediaan air minum bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui penyusunan Tugas Besar Perencanaan Bangunan Pengolahan Air
Minum ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis perhitungan dan
desain, tetapi juga mengasah kepekaan terhadap permasalahan air minum yang
dihadapi Indonesia. Tugas besar ini menjadi bekal penting dalam menyiapkan calon
tenaga profesional yang mampu merancang sistem penyediaan air minum yang
efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata
dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Perencanaan

1.4 Ruang Lingkup Perencanaan

Anda mungkin juga menyukai