0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

PBL Berbasis GeoGebra Tingkatkan Minat Siswa

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantukan GeoGebra efektif dalam meningkatkan hasil dan minat belajar siswa kelas VIII SMP. Hasil analisis menunjukkan 72,2% siswa berada pada kategori sedang ke atas setelah penerapan model ini, dengan rata-rata N-gain sebesar 0,90. Respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran ini juga positif, dengan rata-rata respon mencapai 3,46.

Diunggah oleh

nurhidayat unm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

PBL Berbasis GeoGebra Tingkatkan Minat Siswa

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantukan GeoGebra efektif dalam meningkatkan hasil dan minat belajar siswa kelas VIII SMP. Hasil analisis menunjukkan 72,2% siswa berada pada kategori sedang ke atas setelah penerapan model ini, dengan rata-rata N-gain sebesar 0,90. Respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran ini juga positif, dengan rata-rata respon mencapai 3,46.

Diunggah oleh

nurhidayat unm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika

ISSN 26158132 (cetak)


ISSN 26157667 (online)

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM


BASED LEARNING BERBANTUKAN GEOGEBRA
UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN MINAT
BELAJAR SISWA
Faida Musa’ad 1, Faija Musa’ad 2, Arie Anang Setyo 3, Sundari 4, Nika Fetria Trisnawati 5*
Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Sorong1,3,4,5
SMPIT Al-Izzah Kota Sorong2
Email: faidamusaad@[Link] 1, musaadfaija@gmail.com2,
[Link]@[Link] 3, ndarisundari212@gmail.com4,
nfetristrisnawati@[Link] 5*

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan minat belajar siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning dengan berbantukan aplikasi geogebra. Jenis penelitian ini adalah pra
experiment. Sampel penelitian diambil dari siswa kelas VIII SMP, Teknik pengambilan sampel adalah cluster
random sampling. Teknik analisis data secara deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
72,2 % siswa berada pada kategori sedang keatas dan rata-rata respon siswa terhadap penggunaan model
pembelajaran PBL berbantukan geogebra mencapai rata-rata 3, 46 serta hasil rata-rata keterlaksanaan
pembelajaran berada 3,71 dengan kategori positif. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa nilai statistik
berturut – turut 0,865 dengan ‘’P Value (sig)’’ sebesar 0,278 karena ‘’P Value (sig)’’ lebih dari 0,05 menunjukkan
bahwa nilai N-gain berasal dari populasi normal dan hasil hipotesis pengujian hipotesis dimana nilai t hitung 8.517
dengan P value < 0,30 (sig.2-tailed)) 0,00 sehingga dapat dinyatakan bahwa Pvalue lebih kecil dari taraf signifikasi
yaitu 0,30 sehingga H0 ditolak dan menerima H1. Dengan demikian eksperimen dengan menggunakan model
pembelajaran Problem Based Learning berbantukan geogebra efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil dan
minat belajar siswa.

Kata Kunci: Hasil belajar, Minat belajar, Problem Based Learning

Abstract. This study aims to improve student learning outcomes and interest by using the Problem Based Learning
learning model with the help of the GeoGebra application. This type of research is pre-experimental. The research
sample was taken from class VIII students at junior high school. The sampling technique was cluster random
sampling. Data analysis techniques are descriptive and inferential. Based on the research results, it was found
that 72.2% of students were in the upper middle category and the average student response to the use of the
Geogebra-assisted PBL learning model reached an average of 3.46 and the average result of learning
implementation was 3.71 with a positive category. The results of the N-gain analysis show that the statistical value
is respectively 0.865 with a ''P Value (sig)'' of 0.278 because the ''P Value (sig)'' is more than 0.05 indicating that
the N-gain value comes from the normal population and the results of hypothesis testing where the t-value is 8,517
with a P-value <0.30 (sig.2-tailed)) 0.00 so that it can be stated that the P-value is smaller than the significance
level, which is 0.30 so that H0 is rejected and H1 is accepted. Thus experiments using the Geogebra-assisted
Problem Based Learning learning model are effectively applied to improve student learning outcomes and interest.

Keywords: Learning outcomes, interest in learning, Problem Based Learning.

Pendahuluan
Berkembangnya Pendidikan pada abad-21 menuntut guru untuk dapat menciptakan
proses pembelajaran yang dapat mempersiapkan siswa dalam menerima tantangan pada era
revolusi 4.0. Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi siswa yaitu minat belajar siswa
terhadap mata pelajaran yang di tempuh,(Rimelvi & Susanti, 2020). Minat belajar adalah
suatu perasaan suka atau ketertarikan dalam proses pembelajaran, minat belajar di pengaruhi
oleh faktor eksternal dan internal, hal ini sejalan dengan (Fajri et al., 2022) bahwa minat
belajar siswa dipengaruhi oleh lingkungan maupun keluarga memiliki peranan yang penting

Halaman 278 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

dalam meningkatkan minat belajar siswa. Sedangkan Sihombing (2021) mengemukakan


bahwa faktor eksternal didapati dari guru yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi
lebih menarik.
Siswa yang memiliki minat belajar yang baik akan terlihat saat peserta didik aktif dalam
menjawab, percaya diri saat presentasi dan memperlihatkan wajah yang ceria saat menerima
pembelajaran. Dengan demikian minat belajar penting untuk dapat di tingkatkan. Hal ini
selaras dengan Rusnawati et al., (2022) yang mengatakan bahwa minat belajar memiliki faktor
positif terhadap hasil belajar siswa. Menurut Winahyu, (2020) Minat belajar adalah suatu
proses yang di nyatakan dengan aktivitas dengan objek yang diinginkan sehingga dapat
dinilai.
Irfana, (2022) mengatakan minat belajar siswa di pengaruhi oleh proses pembelajaran
yang tidak menarik sehingga siswa tidak memiliki ketertarikan dalam mengikuti proses
pembelajaran. Hal ini tentunya menjadi tugas guru untuk dapat menciptakan proses
pembelajaran yang menarik agar dapat meningkatkan minat belajar siswa. Menurut
Pamungkas, (2020) minat belajar siswa dipengaruhi oleh gaya belajar selama proses
pembelajaran dikelas, gaya belajar yang direkomendasikan yaitu Problem Based Learing.
Model pembelajaran Problem Based Learing adalah model pembelajaran yang lebih
menitik beratkan pada siswa, proses pembelajaran yang dapat menghubungkan siswa pada
permasalahan dunia nyata tentunya menjadi hal yang menarik untuk siswa dalam
menjalankan proses pembelajaran di kelas (Yulianti, 2017); (Trisnawati & Sundari, 2020).
Hal ini selaras dengan Hussain, (2019) yang mengungkapkan bahwa model pembelajar
Problem Based Learing ialah model pembelajaran yang berkesan sehingga siswa dapat
mengimplemtansikan dalam kehidupan sehari-hari.
Model pembelajaran yang menarik dapat dikolaborasikan dengan aplikasi aplikasi
pembelajaran yang mendukung (Trisnawati, N.F., dkk, 2022), (Setyo, A. A., dkk, 2022). Saat
ini telah banyak aplikasi baik offline maupun online yang dapat disesuaikan dengan materi
dalam pembelajaran matematika yang dapat menciptakan proses pembelajaran lebih menarik,
aplikasi matematika yang dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik yaitu
aplikasi geogebra. Geogebra adalah software yang didesain khusus untuk digunakan sebagai
media pembelajaran geometri dan aljabar (Yohannes & Chen, 2021). Program dalam aplikasi
ini memungkinkan peserta didik secara mudah untuk mengelola berbagai bentuk geometri
dengan hanya meletakkan titik, garis, atau sudut (Mthethwa et al., 2020). Penggunaan aplikasi
geogebra dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa dalam pemahaman titik,
sudut, garis, dan bidang yang menjadi sebuah kekeliruan dalam mengerjakan soal selain
membantu siswa, (Kramarenko et al., (2020); Vajda & Kovács, (2020); Mthethwa et al.,
(2020)).
Aplikasi geogebra juga dapat menjadi sebuah rangsangan ketrampilan siswa dalam
mengasah pola pikir untuk menyelesaikan sebuah persoalan dalam pembelajaran matematika
terkhususnya pada mata pelajaran geometri, geometri merupakan mata pelajaran yang lebih
menekankan pada pemahaman garis, titik, sudut dan bidang pada pembelajaran tersebut.
Selain itu pada penelitian ini tes yang dilakukan pada siswa yakni menggunakan tes online,
tes online yang dilakukan adalah untuk melatih siswa dalam menggunakan IT (Informasi
Teknologi), selain itu siswa dapat dilatih dalam kejujuran dalam mengerjakan soal yang
diberikan dan juga meringankan siswa dalam pemborosan kertas yang digunakan, (Tamam,
2021).
Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian “Implementasi
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantukan Geogebra Untuk Meningkatkan
Minat Belajar Siswa” sebagai alternatif solusi dalam meningkatkan minat belajar siswa dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi digital yang dikolaborasikan dengan model–model
pembelajaran dengan berbantukan aplikasi geogebra sebagai aplikasi penunjang penyelesaian

Halaman 279 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

masalah matematika yang akan di hadapi dikelas. Oleh karena itu, perpaduan model
pembelajaran ini perlu diterapkan pada era saat ini.

Metodologi Penelitian
Penelitian pre-experimental dengan desain one grup pretest dan posttest yang melibatkan
16 siswa SMPIT Al-Izzah Kota Sorong dengan pemberlakuan membandingkan nilai tes awal,
diberi penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan nilai tes akhir (posttest)
untuk melibatkan kemampuan akhir siswa. Menurut Sugiyono, S. (2010) Jenis penelitian pre-
experimental dengan desain One-grup pretest postest terdapat pretest sebelum diberi perlakuan.
Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan
dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.

Tabel 1. Desain penelitian one group Pretest Posttest


Pretest O1
Problem based Learning X
Posttest O2
Sumber: (Ilina et al., 2021)
Keterangan:
O1 = Tes awal (pretest) sebelum perlakuan diberikan
X = Perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning
O2 = Tes akhir (posttest) setelah perlakukan diberikan.

Data hasil tes matematika siswa dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Data di
peroleh dari hasil pemberian pretest dan posttest dianalisis untuk melihat peningkatkan minat
belajar siswa. Sebelum melakukan uji t-test maka data telah dilakukan uji normalitas untuk
mengetahui data berdistribusi normal atau tidak dengan nilai sig > 0,05 . Selanjutnya data di
uji t-test untuk melihat perbedaan hasil tes sebelum dan sesudah pembelajaran matematika
menggunakan model Problem Based Learning berbantukan geogebra. Kemudian melakukan
uji N-gain untuk melihat peningkatkan sebelum dan sesudah pembelajaran dihitung dengan
menggunakan rumus gain ternormalisasi sebagai berikut:
μpost − μpre
gain =
Skor Maksimal − μpre
Keterangan:
μpost = Skor 𝑃𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡
μpre = Skor 𝑃𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡
Tabel 2. Kategorisasi Gain Ternormalisasi
Skor N-Gain Tafsiran
0,7< 𝐺𝑎𝑖𝑛 Tinggi
0,3 ≤ 𝐺𝑎𝑖𝑛 ≤ 0,7 Sedang
𝐺𝑎𝑖𝑛 < 0,3 Rendah
Sumber: (Hake, 2002)

Halaman 280 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

Hasil Penelitian dan Pembahasan


1. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PBL berbantukan
geogebra dideskripsikan berdasarkan analisis awal pemberian pretest dan tes akhir pemberian
postest. Hasil pemberian pretest mendapatkan hasil bahwa, kemampuan awal siswa saat
pemberian pretest berada pada kategori sangat rendah, sedangkan pada hasil pemberian posttest
menunjukkan bahwa terdapat 5 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 3 siswa berada pada
kategori tinggi, 4 siswa berada pada kategori sedang, 2 siswa berada pada kategori rendah dan
4 siswa berada pada kategori sangat rendah
Dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilaksanakan model pembelajaran
Problem Based Learning berbantukan geogebra siswa berada pada kategori sangat rendah,
sedangkan pada hasil Posstest yang merupakan hasil dari pembelajaran setelah dilakukan model
pembelajaran PBL berbantukan geogebra mengalami peningkatan yang dapat dilihat hanya
terdapat 27.8% yang berada pada kategori rendah kebawah dan 72,2% berada pada kategori
sedang ke atas. Berdasarkan ketuntasan siswa yakni 60 dengan predikat C, maka ketuntatsan
belajar matematika siswa secara keseluruhan pada kelas dengan menerapkan model
pembelajaran PBL berbantukan geogebra mengalami peningkatan.
Selain data ketuntasan hasil belajar secara keselurahan, data yang diolah secara statistik
deskriptif adalah data frekuensi dan presenstase hasil belajar siswa, data yang diolah secara
statistic deskriptif adalah data hasil perhitungan nilai gain. Berikut adalah data yang diperoleh
secara statistik deskriptif adalah hasil perhitungan nilau gain dengan N= 16.

Tabel 2. Statistik Deskriptif


Nilai Pretest Nilai Postest

N Valid 16 16
Missing 0 0
Mean 10.875 91.750
Std. Error of Mean Median 1.4941 2.3550
Mode 12.500 94.500
Std. Deviation 15.0 100.0
Variance 5.9763 9.4198
Range 35.717 88.733
Minimum 20.0 22.0
Maximum .0 78.0
Sum 20.0 100.0
174.0 1468.0
Pada tabel 2 menunjukkan bahwa mean pretest yakni 10,875 sedangkan mean pada posttest
adalah 91, 750 dapat diperhatikan bahwa nilai minimum dan maksimum mengalami
peningkatan. Minimum pada pretest 0 naik menjadi 20.0 pada posttest sedangkan minimum
pada pretest 78.0 naik menjadi 100.0 pada posttest. Dapat diperhatikan rata – rata N-gain yakni
0,90 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada siswa dengan menerapkan metode
pembelajaran PBL berbantukan geogebra mengalami peningkatan dari pada sebelumnya.
2. Respons Siswa
Respon siswa diberikan dengan indikator yang berhubungan dengan proses pembelajaran
selama diterapkannya model pembelajaran PBLberbantukan geogebra. Siswa diminta mengisi
angket respon dengan pilihan–pilihan jawaban sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju,
cukup setuju, dan setuju. Hasil respon siswa dapat dilihat pada table berikut.

Halaman 281 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

Tabel 3. Hasil respon siswa

Indikator Rata-rata Kategori


1 3,71 Positif
2 3,64 Positif
3 3,57 Positif
4 3,28 Positif
5 3,78 Positif
6 3,42 Positif
7 3,5 Positif
8 2,78 Positif
Jumlah 27,68
Positif
Rata-rata 3,46

Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa respon siswa yang paling rendah berada pada
indikator ke 8 dengan rata – rata yaitu 2.78 namun tetap berada pada kategori positif sedangkan
rata – rata respon siswa yang berada pada kategori tinggi dengan indicator ke 5 dengan rata –
rata yakni 3,78 tetap berada pada kategori positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa respon
siswa terhadap penerapan model pembelajaran PBL berbantukan geogebra yaitu positif.

3. Hasil Analisis Statistik Inferensial


Statistik inferensial adalah uji statistic bertujuan untuk mengetahui karakteristik data
populasi berdasarkan data sample. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis terhadap hasil
belaja matematika setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning
berbantukan geogebra. Statistik inferensial pada penilitian ini digunakan untuk menguji nilai
normal data hasil belajar, nilai N-gain. Setelah data dinyatakan normal maka data tersebut
dugunakan untuk menguji hipotesis
a. Hasil Pengujian Normalitas
Sebagai syarat penentuan uji hipotesis yang akan digunakan maka perlu dilakukan uji
normalitas terhadap data yang digunakan dalam hal ini yaitu data N-gain, untuk mencari data
normalitas digunakan uji Kolmogorov-sminrov dan shapiro –WIIK menggunakan SPSS 22.
Hasil pengujian disajikan pada tabel 4.6
Tabel 4. Hasil uji Normalitas Postest dan N-gain
Nilai Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Postest
Statistic df Sig. Statistic df Sig.

NGgain_score 78.0 .218 4 . .968 4 .829


89.0 .307 4 . .865 4 .278
Pada tabel 4.6 menunukkan bahwa uji normalitas dengan statistic shapiro-WIIK
Kolmogorov –smirnov pada N-gain menunjukkan bahwa nilai statistik berturut – turut 0,865
dengan ‘’P Value (sig)’’ sebesar 0,278 karena ‘’P Value (sig)’’ lebih dari 0,05 menunjukkan
bahwa nilai N-gain berasal dari populasi normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai N-
gain ternormalisasi setelah dilakukan model pembelajaran Problem Based Learning
berbantukan geogebra dari populasi yang berdistribusi normal. Serta data hasil nilai N-gain
dapat dipergunakan untuk menguji hipotesis penelitian

Halaman 282 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

b. Uji Hipotesis
Sebelum melakukan uji hipotesis data nilai N-gain telah di uji normalitas. Uji normalitas
digunakan untuk melihat data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji
meggunakan SPSS 22 maka data berdistribusi normal. Hasil pengujian data yang diuji yaitu
normal sehingga dapat digunakan untuk uji hipotesis.
Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji T yaitu Uji one sample T-test yang
dipakai untuk melihat perbandingkan rata - rata sample yang diteliti dengan rata – rata populasi
yang sudah ada.

Tabel 5. Hasil Uji T – Test One sample


Test Value = 75

t df Sig. (2- Mean Difference 95% Confidence


tailed) Interval of the
Difference

Lower Upper

NGgain_score -2691.320 15 .000 -74.09504 -74.1537 -74.0364

Hasil pengujian hipotesis disajikan pada tabel 5 dimana nilai t hitung 8.517 dengan P value
< 0,30 (sig.2-tailed)) 0,00 sehingga dapat dinyatakan bahwa Pvalue lebih kecil dari taraf
signifikasi yaitu 0,30 sehingga H0 ditolak dan menerima H1.
Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan
menerapkan model Problem based Learning berbantuan Geogebra mampu meningkatkan minat
belajar siswa. Hal ini dapat terlihat saat pembelajaran, siswa terlihat antusias untuk
mengeksplorasi jawaban dari soal-soal yang diberikan, mereka menjadi mudah untuk
melakukan ujicoba menggunakan geogebra sehingga proses memahami menjadi lebih
menyenangkan dan belajar menjadi lebih mudah. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Arbain
& Shukor, 2015) bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap Geogebra dalam hal minat,
kepercayaan diri dan motivasi. Sejalan dengan hal tersebut menurut Wahyuni & Ramadhani
(2020) bahwa geogebra merupakan aplikasi pembelajaran matematika yang merangsang siswa
bekerjasama dan menjadi lebih tertarik dalam menyelesaikan soal.
Pemanfaatan geogebra dalam pembelajaran menjadikan visualisasi lebih jelas dalam
memahami materi geometri, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan terpacu untuk terus
mencoba soal-soal lainnya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Puspita, dkk (2022) siswa
menjadi mudah untuk menyelidiki dan menunjukkan sifat-sifat yang berlaku pada objek
geometri. Demikian juga dengan studi literatur yang dilakukan oleh Puspitasari & Azainil
(2022) yang dilakukan pada 25 artikel penelitian terkait menghasilkan kesimpulan bahwa
pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan berbantukan
media pembelajaran geogebra dan yang serupa bahwa hal tersebut mampu untuk menciptakan
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dan memberikan dampak positif
dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika.

Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat di ambil beberapa kesimpulan di
antaranya : (1) Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based
Learning berbantukan geogebra yang efektif untuk diterapkan, (2) Penelitian ini dilakukan
sebagai keterlaksanaan model pembelajaran Problem Based Learning berbantukan geogebra
mencapai rata – rata 3,71 dengan kategori positif, (3) Peningkatan hasil belajar setelah

Halaman 283 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

dilaksanakannya model pembelajaran Problem Based Learning berbantukan geogebra dengan


ketuntasan keseluruhan 72,2% sehingga PBL dapat meningkatkan hasil dan minat belajar
siswa, (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning
berbantukan geogebra dengan rata – rata 3, 46 dengan kategori positif.
Penelitian ini memiliki tingkat ketuntasan secara keseluruhan yakni 72,2 % untuk itu
disarankan agar peneliti berikutnya dapat mencari gaya belajar yang lebih menarik yang
membuat hasil ketuntasan lebih dari penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Arbain, N., & Shukor, N. A. (2015). The effects of GeoGebra on students achievement.
Procedia-Social and Behavioral Sciences, 172, 208–214.
[Link]

Fajri, Z., Riza, I. F. D., Azizah, H., Sofiana, Y., & ... (2022). Pemanfaatan Media Pembelajaran
Visual Berbasis Apilkasi Canva dalam Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Anak
Usia Dini di PAUD Al Muhaimin Bondowoso. Equilibrium: Jurnal ….
[Link]

Hussain, M., Sahudin, S., Samah, N. H. A., & ... (2019). Students perception of an industry
based approach problem based learning (PBL) and their performance in drug delivery
courses. In … Pharmaceutical Journal. Elsevier.
[Link]

Ilina, S., Ivanova, I., & Fadeev, A. (2021). Effectiveness of herbicide treatment on pea crops.
IOP Conference Series: Earth and …. [Link]

Irfana, S., Attalina, S. N. C., & Widiyono, A. (2022). Efektifitas Model Pembelajaran Project
Based Learning (PJBL) Dalam Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Di Sekolah
Dasar. Journal of Professional …. [Link]

Widiyono/publication/360243987_Efektifitas_Model_Pembelajaran_Project_Based_Learning
_Pjbl_Dalam_Meningkatkan_Minat_Dan_Hasil_Belajar_Siswa_Di_Sekolah_Dasar/link
s/626acd982e2cf87c3485aad5/Efektifitas-Model-Pembelaja

Kramarenko, T. H., Pylypenko, O. S., & Muzyka, I. O. (2020). Application of GeoGebra in


Stereometry teaching. CTE Workshop ….
[Link]

Mthethwa, M., Bayaga, A., Bossé, M. J., & ... (2020). GeoGebra for learning and teaching: A
parallel investigation. South African Journal of ….
[Link]

Pamungkas, R. V. (2020). Pengaruh E-Learning Berbasis Web terhadap minat belajar anak
sekolah dasar. Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar.
[Link]

Puspita, R. P., Agus Susanta, & Irwan Koto. (2022). Pengembangan Lembar Kerja Peserta
Didik Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Geogebra Pada

Halaman 284 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

Geometri Kelas V SD. Jurnal Kajian Pendidikan Dasar (Kapedas), 1(2), 215–223.
[Link]

Puspitasari, I.A., Azainil, A.B. (2022). Penggunaan Media Pembelajaran dalam Model
pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Matematika. Prosiding
Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman. Volume 2, 75-92.

Rimelvi, R., & Susanti, D. (2020). Pengaruh Kecerdasan Spiritual dan Minat Belajar Terhadap
Motivasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Ekonomi. Jurnal Ecogen.
[Link]

Rusnawati, R., Abustang, P. B., Alam, S., & Cayati, C. (2022). Pengaruh Tingkat Pendidikan
Orang Tua dan Kedisiplinan Siswa Terhadap Minat Belajar di Masa Pandemi. Jurnal
Basicedu. [Link]

Setyo, A.A., Layn, R., & Trisnawati, N. F. (2022). Efektivitas Pembelajaran Geometri Analitik
Memanfaatkan bahan Ajar Digital Multimodal. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Matematika Indonesia. 11(2), 98-105.

Sihombing, S., Silalahi, H. R., Sitinjak, J. R., & ... (2021). Analisis minat dan motivasi belajar,
pemahaman konsep dan kreativitas siswa terhadap hasil belajar selama pembelajaran
dalam jaringan. Jurnal Pendidikan ….
[Link]

Tamam, B., & Dasari, D. (2021). The use of Geogebra software in teaching mathematics.
Journal of Physics: Conference Series. [Link]
6596/1882/1/012042

Trisnawati, N. F., & Sundari, S. (2020). Efektifitas Model Problem Based Learning dan Model
Group Investigation dalam Meningkatkan Karakter Anti Korupsi. Mosharafa: Jurnal
Pendidikan Matematika, 9(2), 203-214.

Trisnawati, N. F., Fathurrahman, M., & Basna, D. M. (2022). Analisis Kemampuan


Pemahaman Matematika Siswa Smp Menggunakan Pembelajaran Daring Berbasis
Google Meet . Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 3(2), 250-260.

Vajda, R., & Kovács, Z. (2020). GeoGebra and the realgeom Reasoning Tool. PAAR+ SC2@
IJCAR. [Link]
3/publication/345246253_GeoGebra_and_the_realgeom_Reasoning_Tool/links/5fa16b
8b92851c14bcff6f01/[Link]

Wahyuni, S & Rahmadhani, E. (2020). Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa


dengan Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Geogebra. JPMI – Jurnal
Pembelajaran Matematika Inovatif, 3 (6), 605-614.

Winahyu, W., & Ilyas, M. (2020). Pengaruh pendekatan stem berbasis etnomatematika terhadap
pemahaman konsep dan minat belajar siswa kelas v min pangkajene kepulauan.
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika. [Link]
[Link]/pedagogy/article/view/419

Halaman 285 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023
Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN 26158132 (cetak)
ISSN 26157667 (online)

Yohannes, A., & Chen, H. L. (2021). GeoGebra in mathematics education: a systematic review
of journal articles published from 2010 to 2020. Interactive Learning Environments.
[Link]

Yulianti, D. (2017). Problem-based learning model used to scientific approach based worksheet
for physics to develop senior high school students characters. Journal of Physics:
Conference Series. [Link]

Halaman 286 dari 286


[Link] Volume 6 Nomor 1, Tahun 2023

Anda mungkin juga menyukai