MAKALAH
BAHASA INDONESIA
HURUF KAPITAL, HURUF MIRING, DAN HURUF
TEBAL
DOSEN PENGAMPU:
SIPALIANA, M.A
Disusun oleh:
1. Parel lina (2523320027)
2. Aizalia gantina p (2523320002)
3. Pika septiana (2523320011)
4. Zikri anggun sinthia(2523320019)
5. Sasta wulandari(2523320023)
6. Hafitria vita caralen (2523320006)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI FATMAWATI SUKARNO
BENGKULU 2025/2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-
Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penggunaan Huruf
Kapital, Huruf Tebal, dan Huruf Miring dalam Penulisan Bahasa Indonesia”
dengan baik dan tepat [Link] ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi
salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus menambah wawasan
tentang kaidah penulisan yang baik dan benar, khususnya dalam penggunaan huruf
kapital, huruf tebal, dan huruf miring. Pengetahuan mengenai ketiga unsur ini
sangat penting agar penulisan karya ilmiah maupun tulisan sehari-hari menjadi
lebih sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).Dalam penyusunan
makalah ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan baik dari segi isi
maupun penyajian. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari para pembaca agar makalah ini dapat menjadi lebih baik di
kemudian [Link] kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi tambahan pengetahuan mengenai
penggunaan huruf kapital, tebal, dan miring dalam penulisan bahasa Indonesia.
Bengkulu, Oktober 2025
Penyusun
BAB I
PEMBAHASAN
[Link] kapital
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama awal kalimat.
Misalnya:
Apa maksudnya?
Tolong ambilkan buku itu!
Kita harus bekerja keras.
2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang,
termasuk julukan.
Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
André-Marie Ampère
3. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang
digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
5 ampere
15 watt
ikan mujair
4. Huruf kapital digunakan pada nama orang seperti pada nama teori,
hukum, dan rumus.
Misalnya:
teori Darwin
hukum Archimedes
rumus Phytagoras
5. Huruf kapital tidak digunakan untuk menuliskan huruf pertama kata
yang bermakna 'anak dari', seperti bin, binti, boru, dan van, kecuali
dituliskan sebagai awal nama atau huruf pertama kata tugas dari.
Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini
Fatimah binti Salim
Indani boru Sitanggang
6. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat dalam petikan langsung.
Misalnya:
Ibu berpesan, "Berhati-hatilah, Nak!"
"Mereka berhasil meraih medali emas," katanya.
"Besok pagi," kata Rino, "mereka akan berangkat."
7. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam hal tertentu yang
berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan
dan kata ganti Tuhan serta singkatan nama Tuhan.
Misalnya:
Buddha Al-Qur'an
Hindu Alkitab
Islam Weda
8. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar
kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan, atau akademik
yang diikuti nama orang dan gelar akademik yang mengikuti nama orang.
Misalnya:
Mahaputra Yamin
Teuku Umar
La Ode Khairudin
9. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan
kepangkatan yang digunakan sebagai sapaan.
Misalnya:
Selamat datang, Yang Mulia.
Semoga berbahagia, Raden.
Terima kasih, Kiai.
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan
pangkat yang diikuti nama orang atau yang digunakan sebagai pengganti
nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Anton M. Moeliono
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama seperti pada nama
bangsa, suku, bahasa, dan aksara.
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Dani
bahasa Tolaki
[Link] kapital tidak digunakan pada nama bangsa, suku, bahasa, dan
aksara yang berupa bentuk dasar kata turunan.
Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kesunda-sundaan
[Link] kapital digunakan pada huruf pertama, seperti pada nama tahun,
bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.
Misalnya:
tahun Hijriah
bulan Agustus
hari Jumat
[Link] kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama peristiwa
sejarah.
Misalnya:
Konferensi Asia Afrika
Perang Dunia II
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
[Link] pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama
ditulis dengan huruf nonkapital.
Misalnya:
Kami memperingati proklamasi kemerdekaan setiap tahun.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama nama geografi.
Misalnya:
Benua Afrika Teluk Persia
Asia Tenggara Terusan Suez
Pulau Miangas Jawa Barat
[Link] pertama unsur geografi yang tidak diikuti nama diri ditulis dengan
huruf nonkapital.
Misalnya:
berlayar ke teluk
mandi di sungai
menyeberangi selat berenang di danau
[Link] pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai nama jenis
ditulis dengan huruf nonkapital.
Misalnya:
jeruk bali (Citrus maxima)
kacang bogor (Voandzeia subterranea)
nangka belanda (Anona muricata)
Catatan:
Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat
dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam
kelompoknya.
Misalnya:
Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula
tebu, gula aren, dan gula anggur.
Kunci inggris, kunci tolak, dan kunci ring mempunyai fungsi yang
berbeda.
[Link] kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal
daerah.
Misalnya:
batik Cirebon
bubur Manado
satai Madura
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata (termasuk
unsur bentuk ulang utuh) seperti pada nama negara, lembaga, badan,
organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas.
Misalnya:
Bosnia dan Herzegovina
Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk
unsur bentuk ulang utuh) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan
makalah, serta nama media massa, kecuali kata tugas yang tidak terletak
pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menyajikan makalah "Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata".
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama
gelar dan nama pangkat.
Misalnya:
S.E. sarjana ekonomi
[Link]. magister sains
Hj. hajah
[Link] kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk
hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, dan adik serta kata
atau ungkapan lain (termasuk unsur bentuk ulang utuh) yang digunakan
sebagai sapaan.
Misalnya:
"Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan.
Dedi bertanya, "Itu apa, Bu?"
"Silakan duduk, Dik!" kata Rani.
Surat Saudara telah kami terima dengan baik.
Catatan:
a. Kata Anda ditulis dengan huruf awal kapital.
Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Hanya teman Anda yang mengerti masalah itu.
b. Kata atau ungkapan yang digunakan dalam pengacuan ditulis dengan
huruf awal kapital.
Misalnya:
"Bu, saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak."
"Besok Paman akan datang bersama kakakmu."
c. Istilah kekerabatan yang diikuti oleh kata yang menunjukkan
kepemilikan ditulis dengan huruf nonkapital.
Misalnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
B. Huruf Miring
1. Huruf miring digunakan untuk menuliskan judul buku, judul film, judul
album lagu, judul acara televisi, judul siniar, judul lakon, dan nama
media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis.
Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan.
Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala.
2. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,
bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.
Misalnya:
Huruf terakhir kata abad adalah d.
Imbuhan ber- pada kata berjasa bermakna 'memiliki'.
Dalam bab ini tidak dibahas penggunaan tanda baca.
3. Huruf miring digunakan untuk menuliskan kata atau ungkapan dalam
bahasa daerah dan bahasa asing.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis adalah Garcinia mangostana.
Weltanschauung bermakna 'pandangan dunia'.
Ungkapan tut wuri handayani merupakan semboyan pendidikan.
Catatan:
a. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, organisasi, atau merek
dagang dalam bahasa asing atau bahasa daerah tidak ditulis dengan
huruf miring.
b. Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer),
bagian yang akan dicetak miring ditandai dengan garis bawah satu.
C. Huruf Tebal
1. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah
ditulis miring.
Misalnya:
Huruf dh, seperti pada kata Ramadhan, tidak terdapat dalam ejaan
bahasa Indonesia.
Kata et dalam ungkapan ora et labora berarti 'dan'.
Catatan:
Dalam naskah tulisan tangan atau mesin tik (bukan komputer), bagian
yang akan dicetak tebal ditandai dengan garis bawah dua.
2. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian karangan, seperti bab atau
subbab
Misalnya:
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang dan Masalah
Kondisi kebahasaan di Indonesia saat ini diwarnai oleh bahasa
standar ….
1.1.1 Latar Belakang
Masyarakat Indonesia yang heterogen menyebabkan munculnya
sikap beragam ….
1.1.2 Masalah
Penelitian ini hanya membatasi perencanaan bahasa ….
1.2
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur sikap bahasa