0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Menyalakan Cahaya dalam Hati untuk Masa Depan

Diunggah oleh

ichalid003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Menyalakan Cahaya dalam Hati untuk Masa Depan

Diunggah oleh

ichalid003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

My Reflection

Posted bySyura MuhiddinJuly 18, 2016Posted inRefleksi

Ingatlah untuk Selalu Menyalakan Cahaya dalam Hati

Apakah yang terjadi pada diri kita masing-masing 5 tahun yang


akan datang? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kita sebab
kitalah yang tahu persis akan hidup kita dan memiliki kontrol atas
hidup kita. Jawaban kita pun bukan jawaban yang pasti sebab
segala sesuatu masih bisa berubah seiring dengan berjalannya
waktu. Manusia memang pengendali penuh atas hidupnya namun
sebagai orang yang beriman, kita memercayai bahwa ada
kehendak yang lebih besar di atas manusia, yaitu kehendak
Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun, kehendak Tuhan itu juga
terjadi melalui usaha dan doa yang dilakukan oleh manusia.

Ketika saya ataupun kamu membaca tulisan ini lima tahun yang
akan datang maka saya sudah lulus kuliah S1. Saya sudah
menyelesaikan studi S2 saya dan sedang bersiap-siap untuk
berkiprah, memberikan kontribusi kepada masyarakat sesuai
dengan ilmu saya. Saya sudah bersiap untuk membangun
keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah yang di
dalamnya menjadi wadah bagi saya membina generasi bangsa
masa depan yang handal. Saya akan menjadi manusia yang lebih
baik dan semakin baik di setiap waktunya. Bagaimana dengan
kamu? Kamu yang menyusun dan menetapkan sendiri masa
depan kalian.

Upaya untuk menjadi manusia yang lebih baik serta mencapai


impian, tidak selalu menjadi proses yang mudah dilakukan. Selalu
mungkin kita terjatuh di tengah perjalanan kita. Selalu mungkin
kita menjadi tidak bersemangat dan psimis akan tempat yang
hendak kita tuju. Proses saya menjalani lima tahun untuk
mencapai tujuan-tujuan saya bukanlah proses yang mudah dan
tanpa berpeluh. Proses itu adalah proses bergerak dengan penuh
ketangguhan. Banyak faktor yang dapat memunculkan kondisi ini.

1
Kita mungkin bisa menggambarkan impian-impian kita secara
jelas dalam dunia pikiran kita secara bebas. Namun dalam
mewujudkannya, selalu mungkin gagasan-gagasan itu dibatasi
dengan realitas yang ada. Jika kita tidak memiliki cukup
dorongan untuk terus bergerak dan daya tahan untuk menghadapi
realitas yang menjadi tantangan maka kita bisa mundur sebelum
mendekati garis finish.

Kita mungkin selalu banyak berpikir sebelum bertindak. Itu


menjadi sangat mendukung jika yang kita pikirkan itu adalah
pemikiran yang baik dan perencanaan-perencanaan yang
matang. Namun, itu akan menjadi bumerang bagi kita jika pikiran
itu adalah pikiran negatif yang berisi bayangan-bayangan tentang
kesusahan yang akan kita jumpai dan ketidakmampuan kita
menanganinya. Kita memilih berpikir 1000 kali kemungkinan-
kemungkinan buruk dibandingkan melangkah 1 kali. Padahal bisa
jadi dengan melangkah 1 kali maka 1000 pikiran negatif bisa
dihilangkan. Mengapa kita tidak mengganti ketakutan kita menjadi
suatu prasangka yang baik? menjadi suatu optimisme. Bagi kita
orang yang beriman, bukankah keragu-raguan adalah hal yang
dapat memperlemah iman? Kita selalu punya harapan-harapan.
Harapan itu seperti lampu kecil dalam hati yang dinyalakan oleh
iman. Lampu itu tidak akan pernah padam meskipun sesekali
nyalanya akan meredup. Iman kita akan membuatnya kembali
terang.

Memang tidak mudah, dan tidak ada yang menjanjikan bahwa


segalanya akan selalu mudah. Apa yang akan kita peroleh di
masa sekarang ini adalah hasil dari upaya-upaya yang kita
kerahkan di masa lalu. Untuk itu, dalam rangka mencapai apa
yang kita cita-citakan di masa yang akan datang, kita perlu
menyusun rencana dan melakukan aksi yang sebaik-baiknya di
masa sekarang ini. Kita perlu mengingat bahwa kita bernapas di
masa yang sekarang ini. Sekali kita menghembuskan napas itu
maka dia tidak akan kembali lagi. Jadikan waktu sekarang ini
sebagai arena untuk beraksi.

2
Dalam proses hidup, kita tidak bisa melupakan untuk bersyukur.
Dengan semua proses yang kita lalui sampai sekarang ini maka
tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dan
mengapresiasi diri kita. Dalam menjalani proses kehidupan kita,
kita tidak bisa lupa untuk bahagia. Akan selalu ada cahaya
bahkan dalam kegelapan yang pekat sekalipun asalkan kita tidak
pernah lupa menyalakan lampu penerangan dalam hati kita yang
akan mengantar kita pada kebahagiaan.

Anda mungkin juga menyukai