0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
316 tayangan89 halaman

Gambar Teknik Manufaktur dengan Inventor

Dokumen ini adalah Lembar Kerja Gambar Teknik Manufaktur yang disusun untuk membantu siswa SMK dalam mempelajari penggunaan Autodesk Inventor. Materi mencakup konsep dasar CAD, menggambar sket, desain part, assembly, dan presentasi, serta panduan penggunaan software. Diharapkan lembar kerja ini dapat mendukung proses belajar mengajar dan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
316 tayangan89 halaman

Gambar Teknik Manufaktur dengan Inventor

Dokumen ini adalah Lembar Kerja Gambar Teknik Manufaktur yang disusun untuk membantu siswa SMK dalam mempelajari penggunaan Autodesk Inventor. Materi mencakup konsep dasar CAD, menggambar sket, desain part, assembly, dan presentasi, serta panduan penggunaan software. Diharapkan lembar kerja ini dapat mendukung proses belajar mengajar dan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA

GAMBAR TEKNIK MANUFAKTUR

MENGGAMBAR MESIN
DENGAN AUTODESK
INVENTOR

PENYUSUN

SUTRISNA

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN


SMK NEGERI 1 WINDUSARI

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil’aalamin, segala puja dan puji syukur selalu saya panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena berkat karunia-Nya Lembar Kerja Gambar Teknik Manufaktur ini dapat terselesaikan.
Lembar Kerja ini dibuat sebagai pendukung dan pegangan siswa SMK Kompetensi Keahlian Teknik
Pemesinan khususnya mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur. Lembar kerja ini disusun
mengadopsi dari beberapa buku dan modul belajar inventor yang sudah ada. Dalam lembar kerja
ini disajikan materi dan contoh penerapan menu dan perintah yang ada pada Inventor sehingga
dapat membantu siswa dalam [Link] bab dan contoh aplikasi disusun secara
berurutan mulai dari menggambar sket, menggambar part, drawing, assembly dan presentation

Di dalam lembar kerja ini dikupas tentang menggambar dengan sketch dengan perintah dasar
yang ada seperti line, circle, ractangle, constrian dll. Juga dituliskan panduan membuat gambar
komponen 3D dengan perintah dasar seperti extrude, revolve, loft, hole, chamfer, dll, merakit
komponen menjadi sebuah gambar assembly dan hasil kerja berupa gambar kerja 2D pada menu
drawing yang dapat dicetak. Disamping itu disajikan pula langkah membuat animasi perakitan dari
gambar assembly yang telah dibuat pada menu presentation.

Dengan mempelajari dan melaksanakan latihan – latihan menggambar dengan CAD yang
disajikan secara baik dalam pembuatan gambar maupun membaca gambarnya diharapkan lembar
kerja ini dapat memperlancar proses belajar mengajar, dapat memberikan wawasan pada peserta
didik khususnya dan para pembaca umumnya sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan peserta
didik yang mampu bekerja, baik secara mandiri maupun mengisi lowongan pekerjaan sebagai
tenaga kerja tingkat menengah. Selain itu keberadaan lembar kerja ini diharapkan dapat
mengembangkan sikap profesional dalam pekerjaan serta menunjang pengembangan diri melalui
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam menyusun lembar kerja ini masih banyak kekurangan dan untuk itu penyusun
mengharapkan kritikan yang sifatnya membangun demi perbaikan selanjutnya.

Akhirnya penyusun berharap lembar kerja ini bisa bermanfaat bagi semua siswa Kompetensi
Keahlian Teknik Pemesinan. Mohon maaf bila banyak kekurangan pada buku ini.

Windusari, Juni 2025

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….…. iii

BAB I. MENERAPKAN KONSEP DASAR CAD ……………………………………………...... 1

BAB II. SKETCH …………………………………………………………………………….…… 7

BAB III. PART DESIGN .……………………………………………………………………….. 16

BAB IV. DRAWING ………………………………………………………………………………. 35

BAB V. ASSEMBLY ……………………………………………………………………………… 59

BAB VI. PRESENTATION ……………………………………………………………………… 71

BAB VII. PRINT OUT ……………………………………………………………………………… 83

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
MENERAPKAN KONSEP DASAR CAD

1. Konsep Dasar Menggambar dengan CAD

CAD merupakan sebuah program yang biasa digunakan menggambar serta merancang dengan
bantuan komputer dalam pembentukan model serta ukuran dua dan tiga dimensi atau lebih dikenali
sebagai “Computer Aided Drafting And Design Program” (CADD). Program ini dapat
digunakan dalam semua bidang kerja terutama dalam bidang-bidang yang memerlukan
keterampilan khusus seperti bidang Mekanikal Engineering, Sipil, Arsitektur, Desain Grafik.
Dengan bantuan sistem ini dapat menghasilkan sesuatu kerja pada tahap keahlian dan yang
tinggi ketepatan di samping menghemat waktu dengan hanya perlu memberi beberapa petunjuk
serta cara yang mudah.
Macam-macam perangkat lunak CAD yang biasa digunakan dalam menggambar teknik mesin adalah:

a. Auto CAD
Software yang dikembangkan oleh Autodesk ini merupakan software
CAD yang paling banyak digunakan di dunia. AutoCAD adalah perangkat
lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi ataupun 3 dimensi

b. Auto CAD Mekanikal


Pada dasarnya Auto CAD Mekanikal ini sama dengan Auto CAD standar,
yang membedakannya adalah di Auto CAD Mekanikal, tools yang
disediakan khusus untuk bidang mekanikal dan di rancang khusus untuk
proses manufacturing. Serta perbedaan yang paling menonjol antara
Auto CAD Mekanikal dan Auto CAD standar yaitu bisa bekerja dengan
assembly.

c. Autodesk Inventor
Berbeda dengan Auto CAD, Software Inventor ini melakukan
perancangan mekanik dalam bentuk 3D. Memiliki fitur parametrik, kita
tidak perlu menghapus objek yang salah, kita bisa memodifikasi ataupun
mengeditnya tanpa harus mengulang dari awal.

d. Autodesk Fusion 360


Autodesk Fusion 360 adalah perangkat lunak desain dan manufaktur
berbasis cloud yang dapat digunakan untuk menggambar
mesin. Program ini memungkinkan pembuatan desain 2D dan 3D,
simulasi, desain PCB, animasi, dan bahkan pemrograman CNC
(Computer Numerical Control) untuk mesin perkakas. Fusion 360 populer
karena kemudahan penggunaan, fitur yang lengkap, dan kemampuannya
untuk kolaborasi tim secara remote.
e. Solidworks
Software yang dikembangkan oleh Dassault Systemes merupakan salah
satu software CAD yang digunakan untuk merancang part pemesinan
atau susunan part pemesinan yang berupa assembling dengan tampilan
3D. Dalam proses perkembangannya SolidWorks lebih mengedepankan
kemudahan dalam penggunaannya sebagai acuan untuk pengembangan
software tersebut.

1
e. Catia
Software ini tidak hanya digunakan untuk menggambar 2D dan 3D
saja, karena multi-platform CAD/CAM/CAE. Software ini pun dapat
digunakan untuk perencanaan dan perancangan proses pemesinan
dari suatu produk, membuat simulasinya, serta menganalisa
karakteristik dari produk tersebut.

f. Dassault Systemes
Pekerjaan berbasis product lifecycle management (PLM) dapat
menggunakan software Dassault Systemes. Software ini digunakan
lebih dari 140 negara dan 210.000 enterprise.
PLM melibatkan pengelolaan data di seluruh siklus produk dengan
lebih mudah. Semua informasi tersimpan di repository pusat. Dengan
ini, kamu dapat terhubungkan dengan semua divisi secara efisien dan
transparan.
Aplikasi ini banyak digunakan di industri otomotif, penerbangan,
software, hingga konstruksi. Contohnya adalah Lockheed Martin,
Honda Power Products, hingga Aurora Flight Sciences. Software ini
banyak digunakan di negara Perancis.

g. LabVIEW
LabVIEW adalah singkatan dari Laboratory Virtual
Instrument Engineering Workbench. Software mendukung desain
dalam otomasi industri, otomasi data, dan kendali.
Berbeda dengan aplikasi lainnya, LabView digunakan untuk
konfigurasi perangkat keras untuk berinteraksi satu sama lain dengan
memanfaatkan data yang ada. Kamu dapat mengoperasikannya
melalui OS Windows ataupun MAC.
Pengujian, pengukuran, dan kendali dibutuhkan untuk
mengoperasikan mesin. Sementara pendekatan grafis dibutuhkan
untuk memudahkan visualisasi. Inilah yang membuat insinyur mudah
merancang program dan mendeteksi kesalahan yang terjadi.
Terutama ketika berhadapan dengan kendali PLC.
LabView dapat memvisualisasikan data pada semua perangkat I/O.
Antarmuka mudah ditangani, mudah dipelajari dan didokumentasikan.
Salah satu perusahaan yang menggunakan LabVIEW adalah
TESLA.

2. Pengenalan Perangkat Lunak Autodesk Inventor

Autodesk Inventor merupakan program yang digunakan untuk rancang bangun bidang Teknik
seperti desain produk, desain mesin, desain mold (cetakan) desain konstruksi atau keperluan
Teknik , artinya semua obyek dan hubungan antar geometrik dapat dimodifikasi kembali meski
geometrinya sudah jadi tanpa perlu mengulang kembali dari awal. Hal ini sangat memudahkan
desainer ketika sedang dalam proses desain suatu produk atau rancangan. Untuk membuat
suatu model 3D yang solid maupun surface, kita harus membuat skech-nya dulu atau
mengimport gambar 2D dari Auto CAD. Setelah gambar atau model 3D tersebut jadi, kita dapat
membuat gambar kerjanya menggunakan menu Drawing. Autodesk Inventor juga mampu
memberikan simulasi pergerakan dari setiap komponen, menampilkan animasi perakitan dan
pembongkaran serta analisis kekuatan
2
a. Keuntungan menggambar Teknik menggunakan Autodesk Inventor :

1. Program ini cukup mudah digunakan


2. Dapat membantu mengurangi kesalahan dalam membuat design
3. Proses produksi lebih terencana sehingga biaya produksi yang dikeluarkan berkurang
4. Time to market dari benda yang di desain dapat dipercepat karena kia sudah
mensimulasikan terlebih dahulu benda yang kita desain sebelum masuk produksi

b. Kelebihan:
1. Memiliki kemampuan Parametic Solid Modeling , yaitu kemampuan untuk melakukan
desain serta Informasi dalam bentuk solid model dengan data yang tersimpan dalam
basis data. Dengan adannya kemampuan tersebut drafter/engineer dapat merevisi atau
memodivikasi design yang ada tampa harus mendesign ulang sebagian atau
keseluruhan.
2. Memiliki kemampuan Animation , yaitu kemampuan untuk menganimasikan file
assembly suatu alat yang telah di assembly dan dapat disimpan dalam file avi.
3. Memiliki kemampuan Automatic Create Technical 2D drawing serta bill of material dan
tampilan shading dan rendering pada layout.
4. Kemampuan adaptif untuk menganalisis dari animasi suatu alat serta dapat
menyesuaikan dengan sendirinya .
5. Bahan atau bahan yang memberikan tampilan suatu bagian tampak lebih nyata.
6. Kapasitas file lebih kecil.
c. Kekurangan:
1. Harga software mahal
2. Kebutuhan hardware yang tinggi

3. Mengoperasikan Autodek Inventor

Untuk memulai Autodesk Inventor dapat dilakukan dengan langkah sbb :


a. Klik pada dekstop icon
Doble-Klik icon Autodesk Inventor Profesional pada desktop

Gambar 1.1

3
b. Klik pada tombol start
Klik Start > All apps > Autodesk Inventor > Autodesk Inventor Professional

Selanjutnya akan muncul tampilan sbb

Gambar 1.2. Gambar kotak dialog new file

Selanjutnya muncul dialog New File, pilihlah tab English (satuan inchi) atau Metric
(satuan mm). Pilih salah satu template sesuai kebutuhan.

Gambar 1.3 Gambar kotak dialog new file

Macam-macam template pada kotak dialog New File antara lain:


• Standard (mm).ipt adalah template yang digunakan untuk pembuatan part
• Sheet Metal (mm).ipt adalah template yang digunakan untuk pembuatan part
berupa pelat.
• Standart (mm).iam adalah template yang digunakan untuk perakitan (assembly)
beberapa file
• Weldment (ISO).iam adalah template yang digunakan untuk assembly dengan
proses pengelasan.
• Standart (mm).ipn adalah template yang digunakan untuk menguraikan part
assembly serta dapat dianimasikan untuk presentasi proses assembly dan
dapat disimpan dalam file AVI.
• [Link] adalah template yang digunakan untuk membuat gambar 2D secara
otomatis. Klik tempalte yang kita pilih, selanjutnya klik tab Create.

4
4. Sistem Navigasi
Pada Autodesk Inventor terdapat tool-tool navigasi yang membantu mobilitas saat menggambar di dalam
bidang kerja. Kita dapat menemui tools tersebut seperti zoom, rotate, pan,dan lainnya pada Inventor
Standard Toolbar.
a. Zoom
Fungsinya untuk memperbesar gambar pada tampilan bidang kerja. Klik zoom lalu klik padabidang
kerja dan geser kursor ke atas atas ke bawah. Kemudian, kliklah untuk mendapatkan tampilan yang
diinginkan. Kita dapat menggunakan zoom ketika tools lain sedang aktif.

b. Pan

Fungsinya untuk menggeser tampilan bidang kerja. Klik pan lalu klik pada bidang kerja. Selanjutnya,
geserlah kursor pada tempat yang dinginkan.
c. View Face
Fungsinya untuk memperbesar tampilan dengan referensi face. Face hanya berlaku untuk permukaan
datar. Klik view face, lalu klik pada face yang kita pilih maka akan diperbesar.
d. Free Orbit
Fungsinya untuk memutar objek pada bidang kerja. Kliklah free orbit, lalu klik pada bidang kerja.
Selanjutnya, putar objek sampai memperoleh tampilan yang diinginkan.
e. View Cube
Fungisnya untuk memutar objek berdasarkan arah yang telah ditentukan seperti front, top, left dan lain-
lain. Klik view cube untuk menampilkan sistem navigasi pada sudut kanan atas. Untuk memilih arah,
cukup klik salah satu sisi view cube.

Gambar 1.4. View Cube

5. Menggunakan Tombol Shortcut pada Keyboard

Berikut ini adalah daftar beberapa tombol shortcut beserta perintah yang sering digunakan.
Apabila kita telah terbiasa menggunakannya, maka akan sangat menghemat waktu.

Tombol Fungsi

F1 Menampilkan bantuan (help) sesuai dengan perintah atau dialog box yang
sedang aktif.
Melakukan pan (menggeser-geser tampilan model) dengan bantuan klik-
F2 geser dari kiri mouse. Bisa juga dengan langsung klik-geser dari tengah
mouse tanpa harus menekan F2.

5
Melakukan zoom-in atau zoom-out pada tampilan model dengan bantuan
F3 klik-geser dari kiri mouse. Bisa juga dengan langsung meng-scroll mouse
tanpa harus menekan
F4 Melakukan rotate pada tampilan model dengan bantuan klik-geser dari kiri
mouse.
F5 Kembali ke tampilan model sebelumnya.
F6 Kembali ke tampilan isometrik.
] Membuat plane baru.
B Menambah balloon pada drawing.

C Menambah constraint pada assembly atau bisa juga perintah membuat


sebuah lingkaran ketika model sketch sedang aktif.
D Menambahkan dimensi pada sketch atau pada drawing.
DO Menambahkan dimensi ordinat pada drawing.
E Melakukan extrude pada pofil(hasil sketching).
FC Menambahkan feature control frame pada drawing.
H Menambahkan fitur lubang.
L Membuat garis (line) atau lengkungan (arc).

P Menempatkan (places) sebuah komponen (bisa part atau assembly) pada


suatu assembly.
R Membuat fitur revolver.
S Membuat 2D sketch pada sebuah permukaan datar ata bidang (plane).
T Melakukan tweak sebuah part dalam file persentasi.
X Melakukan trim saat mode sketch sedang aktif.
Esc Membatalkan / menghentikan suatu perintah.
Del Menghapus (delete) objek yang dipilih.
Backspace Pada tool garis (line) yang sedang aktif, menghilangkan segmen terakhir.
Alt + drag Pada assembly, melakukan mate constraint. Pada sketch, memindahkan
mouse titik pembentuk spline.
Ctrl + Enter Kembali (return) ke keadaan edit sebelumnya.
Ctrl + Y Melakukan redo (menarik kembali undo terakhir).
Ctrl + Z Melakukan undo (menarik kembali aksi terakhir).
Ketika 3D rotate aktif,mengaktifkan switch (pergantian) antara dynamic
Spacebar rotation dan pandangan isometrik standar serta pandangan tegak lurus
bidang.

6
BAB II
SKETCH

Sketch memiliki peranan penting dalam preses design dengan inventor, karena merupakan
proses awal dalam pembuatan part 3D, Assembly, dan Presentation. Sketch terdiri dari gambar 2D.
Sketch dibuat sesederhana mungkin untuk mempermudah proses design selanjutnya. Setelah
sketch dibuat selanjutnya dapat dilanjutkan membuat part 3D sesuai dengan sketch yang telah
dibuat. Untuk membuat gambar solid (part 3D) sketch harus dalam keadaan tertutup atau
tersambung .
Sebelum mempelajari macam macam perintah dalam pembuatan sketch, berikut langkah untuk
membuka tampilan inventor part untuk membuat sketch baru :
• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik (jika akan membuat sketch dengan satuan
mm) > klik Standar (mm).ipt

Gambar 2.1. Membuka Menu Inventor Part

• Klik Start 2D Sketch > pilih Plane yang akan digunakan untuk mulai menggambar sketch
(XYplane (depan), XZ plane (atas), YZ plane (kanan). Plane adalah lembar kerja dasar
untuk membuat sketch

Gambar 2.2. Tampilan Plane

• Setelah ituakan muncul tampilan Menu dan Toolbar Autodesk Inventor

7
Gambar 2.3. Menu dan Toolbar Autodesk Inventor

A. Sketch Design Pada Autodesk Inventor


Sketch memiliki peranan penting karena merupakan proses awal/dasar dalam membuat
gambar 3D Model, Orthogonal, Presentasi dan Assembly. Sketch hanya terdiri dari gambar
geometri.

Gambar 2.4. Toolbar Sket pada Inventor Part

1. Toolbar Draw/Create

Perintah Icon Fungsi


LIne Line berfungsi membuat garis lurus berbagai arah baik secara
vertikal, horizontal maupun dengan arah yang lain.
Spline digunakan untuk membuat garis bebas dengan titik
Point tertentu.

Circle Berfungsi untuk membuat lingkaran. Terdapat pilihan


• Center Point Circle untuk membuat lingkaran dengan
menentukan pusat dan radiusnya;
• Tangent Circle untuk membuat lingkaran yang
menyinggung tiga buah garis; dan

8
• Ellipse untuk membuat bentuk elips dengan menentukan
titik pusat dan sumbU
Arc berfungsi untuk membuat busur lingkaran. Ada 3 cara
pembuatan bususr lingkaran
• Three Point Arc
• Tangent Arc
• Center Point Arc

Ractangle Berfungsi untuk membuat bentuk persegi. Terdapat pilihan


• Two Point Rectangle untuk membuat persegi panjang
dengan menentukan dua titik pada diagonalnya; dan
Three Point Rectangle untuk membuat persegi dengan
menentukan tiga titik pada sudut-sudutnya
• Slot untuk membuat persegi panjang dengan kedua ujung
berbentuk radius
• Plygon berfungsi untuk membuat segibanyak, dengan
pilihan Inscribed (menyinggung lingkaran di dalam) dan
Subscribed (menyinggung lingkaran di luar).

Fillet dan Berfungsi untuk memberikan Radius (Fillet) atau Chamfer


Chamfer pada sudut suatu bentuk geometrI

Text Fungsinya untuk membuat Sketch berupa tulisan


Point Berfungsi untuk menggambar titik atau menentukan titik
referensi pembuatan lubang.
Poject Project Geometry dapat pula disebut objek bantuan atau
Geometry sebagai referensi dalam membuat sketch. Referensi bisa
berupa Edges atau Face.

2. Tollbar Modify

Perintah Icon Fungsi


Move Menggeser bentuk obyek dengan pergeseran tertentu.

Copy Menduplikat objek.

Rotate Memutar obyek yang dipilih dengan menentukan titik pusat


perputaran dan sudut putarnya
Trim Memotong garis atau kurva di dalam ruas yang berpotongan
dengan garis atau kurva lain
Extend Menutup dan menyambung Line, Arc, Spline, pada sketch
yang terbuka.

9
Split Membagi Line, Arc, dan Spline menjadi 2 bagian dengan
bantuan objek potong.
Scale Membuat skala objek lebih besar atau lebih kecil.
Stretch Menarik bentuk objek ke posisi yang diinginkan
Offset Membuat bentuk geometri yang sebangun dengan bentuk
obyek yang dipilih dengan menentukan jarak tertentu dari
obyek aslinya.

3. Tollbar Pattern

Perintah Icon Fungsi


Rectangular Membuat duplikat objek dengan pola lurus. Dengan
Patern Rectangular Patern kita akan lebih menghemat waktu tanpa
membuat objek satu persatu.
Circular Patern Membuat duplikat objek dengan pola melingkar.

Mirror Membuat duplikat objek dengan referensi garis cermin. Hasil


objek Mirror simetris terhadap objek [Link] arah
berhadapan

4. Toolbar Constraint

Perintah Icon Fungsi


General Memberikan ukuran pada Skecth. Ukuran akan
Dimention mengendalikan dan mempermudah dalam
mengubah bentuk Sketch yang diinginkan.

Auto Dimention Membuat garis ukur secara otomatis

Coincident Memindahkan /menempelkan 2 obyek dengan


Constraint menggabungkan kedua titik dari kedua obyek
tersebut
Parallel Mensejajarkan sebuah garis terhadap obyek lain.
Constraint
Tangent Menyinggungkan 2 buah obyek lingkaran dengan
Constraint lingkaran atau lingkaran dengan garis

10
Collinier Menempelkan atau meratakan 2 buah garis.
Constraint
Perpendicular Membuat 2 garis menjadi saling tegak lurus.
Constraint
Concentric Membuat 2 lingkaran atau Arc menjadi 1 titik
Constraint pusat.
Horizontal Membuat garis menjadi horizontal atau sejajar
Constraint dengan sumbu x.
Vertical Membuat garis menjadi vertikal atau sejajar dengan
Constraint sumbu Y
Smooth Memperhalu memperhalus pola garis yang
terbentuk dari Spline.
Fix Membuat membuat objek dalam Sketch akan ter-
constraint secara otomatis terhadap Coordinate
System.
Symmetric Mensimetrikan 2 buah lingkaran atau 2 buah garis.
Constraint
Equal Constraint Menyamakan obyek

5. Toolbar Insert dan Toolbar Format

Perintah Icon Fungsi


Image Memasukan memasukan gambar ke dalam halaman
kerja.
Points Memasukan file bertipe .xls atau excel files ke dalam
halaman kerja
ACAD Memasukan file Inventor denga format .dwg atau .dxf ke
dalam halaman kerja
Construction Mengubah mengubah garis utama menjadi garis Visible
line.
Centerlines Menjadikan suatu dimensi sebagai dimensi tetap yang
tidak dapat diubah, tetapi dapat menyesuaikan dengan
dimensi yang lain
Driven Dimension Mengubah mengubah garis menjadi garis sumbu.

Center Point Mengubah mengubah suatu titik menjadi titik pusat. Titik
ini juga dapat berfungsi sebagai Move yaitu untuk
memindahkan objek ke posisi yang kita inginkan

11
B. Latihan Menggambar Sket
Latihan 1. Menggunakan perintah pada menu Create, Modify dan Constraint

Membuka lembar kerja baru Part


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik Standar (mm) ipt.
• Klik Create

Memilih bidang kerja untuk menggambar sket


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik Start 2D Sketch
• Klik Bidang Kerja yang akan digunakan
(misal XY Plane)

Menggunakan perintah Line (Membuat Garis)


Menggunakan perintah Circle (Membuat Lingkaran)

• Klik Line
• Buat garis 1, 2, 3, 4 sembarang

• Klik Circle
• Klik ditempat sembarang
• Buat lingkaran A

Extend : menutup dan menyambung Line, Arc, Spline


yang terbuka (kurang panjang)
• Klik Extend
• Klik garis 4 yang kurang panjang

Trim : memotong Line, Arc, Spline yang berpotongan


(garis yang tidak terpakai)
• Klik Trim
• Klik sisa garis 1 yang kelebihan

Horizontal : membuat garis menjadi mendatar


(sejajar sumbu x)
• Klik Horizontal
• Klik garis 1 (garis 1 posisi lurus mendatar)

Horizontal juga dapat digunakan untuk membuat titik


tengah lingkaran maupun titik ujung atau tengah garis
menjadi lurus mendatar

Vertical : membuat garis menjadi tegak (sejajar


sumbu y)
• Klik Vertical
• Klik garis 2 (garis 2 posisi tegak)

Vertical juga dapat digunakan untuk membuat titik


tengah lingkaran maupun titik ujung atau tengah garis
menjadi lurus posisi tegak

12
Permendicular : membuat garis menjadi tegak lurus
• Klik Permedicular
• Klik garis 2 klik garis 3 (garis 3 tegak lurus garis 2)

Parallel : membuat garis menjadi sejajar


• Klik Parallel
• Klik garis 4 klik garis 2 (garis 4 posisi sejajar garis
2)

Coincident : membuat 2 point menjadi satu (point


bisa berupa ujung garis, titik tengah lingkaran, titik
tengah garis, titik tengah sumbu koordinat, dll)
• Klik Coincident
• Klik titik tengah garis 2
• Klik titik tengah lingkaran A (titik tengah lingkaran
A menjadi satu dengan titik tengah garis 2)

Tangen : menempelkan busur lingkaran dan


lingkaran, lingkaran dan garis
• Klik Tangen
• Klik lingkaran A
• Klik garis 1

Dimension : memberikan ukuran (panjang, lebar,


tinggi, diameter) pada sketch
• Klik Dimension
• Klik garis yang akan di beri ukuran > tarik dan klik
> isi nilai ukuran yang diinginkan
• Klik enter (ok)

Bila ingin menghapus garis yang tidak terpakai dapat


dilakukan dengan perintah Trim. Jika sisa garis tidak
bisa di Trim untuk menghapus bisa digunakan tombol
delete

Latihan 2. Menggunakan perintah pada menu Pattern

Ractangle : membuat segi empat


Circle : membuat lingkaran

• Klik Ractangle (two point center)


• Klik di titik pusat koordinat > geser keluar > klik
bebas
• Klik Dimension > beri ukuran panjang 50 tinggi
50
• Klik Circle > buat lingkaran diameter 35 dengan
pusat dititik tengah segi empat, lingkaran
diameter 8, dan diameter 5 seperti gambar.

13
Ractangular Pattern : menggandakan obyek arah
lurus

• Klik Ractangular Pattern (kotak geometry aktif)


• Klik geometri yang akan digandakan (lingkaran
diameter 8)
• Klik Direction 1
• Klik garis referensi arah penggandaannya
(misal : mendatar arah kanan).
• Isi kolom jumlah geometri mendatar yang akan
dibuat (misal 2)
• Isi kolom jarak antar geometri (misal 38)

• Klik Direction 2
• Klik garis referensi arah penggandaannya
(misal : ke bawah).
• Isi kolom jumlah geometri kebawah yang akan
dibuat (misal 2)
• Isi kolom jarak antar geometri (misal 38)
• Klik OK

Jika arah penggandaan tidak sesuai maka untuk


membaliknya dengan klik Flip pada kolom
Direction

Circular Pattern : menggandakan obyek arah


melingkar
• Klik circular Pattern
• Klik geometri yang akan digandakan (misal
lingkaran diameter 5)
• Klik Axis
• Klik lingkaran referensi arah penggandaannya
• Isi kolom jumlah lingkaran (missal 4)
• Isi kolom sudut perputaran penggandaannya
(missal 1 putaran penuh : 360o)
• Klik OK

Jika arah penggandaan tidak sesuai maka untuk


membaliknya dengan klik Flip pada kolom
Axis

Mirror : membuat duplikan obyek berdasarkan


garis cermin. Hasil duplikat berupa kebalikan dari
obyek aslinya

• Klik Line > Buat garis sebagai bidang cermin


(misal jarak 10 mm)
• Klik Mirror > kolom Select aktif
• Klik obyek yang akan di mirror, jika semua
obyek akan di duplikat maka semua obyek
diblok
• Klik Mirror Plane
• Klik garis cerminnya
• Klik Apply

14
C. Tugas
Buatlah gambar sketch berikut ini :

Gambar 1 Gambar 2

Gambar 3 Gambar 4

Gambar 5 Gambar 6

15
BAB III
PART DESIGN

Pada Auotodesk Inventor gambar part dibedakan menjadi 2, yaitu:


1. Solid : yaitu objek yang padat.
2. Surface : yaitu objek yang tidak padat, hanya berupa kulit.

Tidak semua proses dalam membuat part dalam menggunakan bentuk solid. Beberapa
kasus part yang rumit akan membutuhkan bantuan bentuk Surface. Tahapan setelah
Sketch Hingga Assembly sesuai dibawah ini.

Part Kinemat Kinemat


ic ic

Sket Par
ch t
Sket Par
ch t
Sket Par
ch t

A. Memahami perintah 3D Model

Berikut ini perintah/tool yang ada pada kelompok toolbar Model pada Autodesk Inventor

Gambar 3.1. Tampilan perintah 3D Model

Perintah/Tool Icon Fungsi


Extrude Memeberikan tinggi, tebal dan kedalaman dari sebuah
profil dengan ukuran tertentu. Untuk memberikan fitur
Extrude kita harus menentukan profil, outout, dan
operation. Selain itu, yang penting juga pada fitur ini adalah
distance, to next,to form-to, dan all. Akan tetapi, pada
tingkat dasar fitur pada extrude yang pali sering digunakan
yaitu fitur distance dan fitur all. Extrude dapat dibentuk
dengan sketch tertutup maupun terbuka dan dapat pula
memotong assembly.
Revolve Membuat bentuk- bentuk silindris dengan cara memutar
suatu bentuk profil terhadap sumbu yang ditentukan. Untuk
membentuk part dengan fitur ini perlu ditentukan dahulu
profil, axis, output dan operation. Axis atau sumbu dapat
berupa garis pada profil, garis bantu, atau garis sumbu
origin. Adapun yang perlu diperhatikan adalah sumbu dan
profil harus terdapat suatu bidang yang sama. Sudut

16
perputaran untuk fitur revolve menyesuaikan dengan
metode existensinya
Sweep Membuat objek yang terbentuk dari Sketch
atau Profile melalui garis edar (Path)
Loft Membuat objek dengan per paduan berapa bentuk atau
potongan.
Coll Membuat objek yang terbentuk dari sketch profile
melalui garis edar (path).
Emboos Membuat bentuk profil atau tulisan yang timbul atau cekung pada
obyek dengan ketebalan tertentu
Derive membuat komponen baru (model turunan) yang terhubung
dengan komponen lain (model dasar).
Rib Berfungsi untuk membuat sirip sebagai penguat part.
Decal Melapisi obyek dengan gambar tertentu yang diambil
dengan bentuk file jpg, mbp, gift, png, exel worksheet, word
dokumen
Hole Membuat fitur lubang yang parametric berbentuk lubang
bor, counterbore, counters/nk atau lubang ulir. Sebuah
fitur hole dapat memuat beberapa lubang sekaligus
dengan konfigurasi yang identic (diameter dan metode
pemberhentian) pada hole ada 4 macam cara untuk
membuat lubang, yaitu: from sketch, linear concentric,
dan on point.
Fillet Membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi
cembung atau cekun g sehingga ujung tidak tajam

Chamfer Membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi miring


sehingga ujung tidak tajam
Sheel Memotong material sisi dalam, sisi luar, dan kedua sisi
dengan ketebalan tertentu.
Draft Memiringkan Face (permukaan) terhadap permukaan lain
Thread Membuat Ulir pada lubang atau silinder seperti poros dan
mur-baut
Thicken Mengubah permukaan (surface) menjadi benda padat (solid)
dengan memberikan ketebalan tertentu
Split Membelah atau memotong part atau face menjadi
beberapa bagian
Bend Part Menekuk Part menjadi 2 bagian
Work Plane Membuat bidang kerja baru. Dalam prakteknya kita
mungkin memerlukan bidang baru yang tidak sejajar
dengan bidang kerja lainnya
Work Axis Sebagai referensi saat kita akan membuat Sketch ataupun
saat Assembly Part

17
B. Latihan menggunakan Perintah/Tool 3D Model

Latihan 1. Menggambar Rumah Pahat

Peta Konsep

Langkah 1. Langkah 2. Langkah 3. Langkah 4.

Membuka lembar kerja baru Part


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik Standar (mm) ipt.
• Klik Create
Memilih bidang kerja untuk menggambar sket
Langkah-langkahnya sbb :
• Klik Start 2D Sketch
• Klik Bidang Kerja yang akan digunakan
(misal YZ Plane)

Membuat sket segi empat

• Klik Ractangle (pilih Two Point Center)


• Buat bentuk segiempat seperti gambar
• Klik Dimension dan buat ukuran panjang 40 x
lebar 40 mm

18
Memberi ketebalan sket

Extrude : berfungsi untuk memberikan ketebalan,


ketinggian, atau kedalaman suatu pofil.

• Klik Extrude
• Klik gambar segiempat yang telah dibuat
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (missal arah
maju)
• Klik OK

Membuat sketch baru pada bidang benda

• Klik kanan pada bidang yang akan dibuat


sketch > klik New Sketch
• Klik Ractangle (pilih Two Point Center)
• Buat segiempat dengan ukuran 40 x 40 seperti
gambar

Memberi ketebalan pada segi empat 40 x 40

• Klik Extrude
• Klik profile pada segiempat 40 x 40
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (missal arah
maju)
• Klik OK
Membuat sketch baru pada bidang segiempat 40 x
40

• Klik kanan pada bidang yang akan dibuat


sketch > klik New Sketch
• Klik Ractangle (pilih Two Point Center)
• Buat segiempat dengan ukuran 80 x 80 seperti
gambar

Memberi ketebalan ada segi empat 80 x 80

• Klik Extrude
• Klik gambar segiempat 80 x 80
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (misal arah maju)
• Klik OK

Menentukan titik pusat untuk membuat lubang


berulir M8

Point : berfungsi untuk membuat titik pusat


referensi lubang atau titik referensi pada sket

• Klik Point
• Klik bagian yang akan di buat point
• Klik Dimension > buat ukuran untuk posisi point
seperti gambar (10 mm)

19
Membuat lubang ulir M8 tembus tempat dudukan
ullir penjepit

Hole - Thread : berfungsi untuk membuat lubang


ulir dalam
• Klik Hole > pilih bentuk dan ukuran diameter
lubang (pilih Drilled)
• Drill Point >Pilih bentuk ujung lubang (pilih angle
– Tapped Hole)
• Termination > letak berhentinya lubang (pilih
Distance)
• Thread > Tread Type (pilih ISO Metrik Profile),
Size (8), Class 6H, Designation (M8x1,25)
• Pilih Full Dept (ulir penuh sepanjang lubang)
• Direction > Right Hand
• Klik OK
Menggandakan lubang ulir

Ractangular Pattern : menggandakan obyek arah


lurus
• Klik Ractangular Pattern
• Klik lubang ulir yang akan digandakan
• Klik Direction 1
• Klik garis referensi arah penggandaannya
(mendatar). Isi kolom jarak antar geometri (30)
• Klik Direction 2
• Klik garis referensi arah penggandaannya (ke
bawah). NB.
• Isi kolom jumlah geometri kebawah (3) Untuk mengubah arah garis referensi
penggandaan dapat dilakukan dengan
• Isi kolom jarak antar geometri (30)
• Klik OK mengklik icon Flip pada direction
Membuat lubang tempat Poros Penjepit Thoolhose
• Klik kanan pada bidang yang akan dibuat sket
• Klik New Sketch
• Klik Circle > buat lingkaran ᶲ15 seperti gambar

Extrude Cut : membuat lubang dengan cara


memotong sesuai bentuk sket yang dibuat
• Klik Extrude
• Klik lingkaran ᶲ15
• pada Extend pilih Cut > Isi kedalaman
pemotongan (20) > pilih arah potongan
• klik OK

Membuat sisi miring pada ujung benda


• Klik Chamfer > pada kolom distance diisi
besarnya chamfer (2 mm)
• Klik semua ujung benda yang akan di buat
miring
• Klik OK
Menyimpan File RUMAH PAHAT

Klik File > Save As > pilih lokasi penyimpanan


> beri nama file : RUMAH PAHAT
Klik OK

20
Latihan 2. Menggambar Poros Penjepit

Peta Konsep

Langkah 1. Langkah 2. Langkah 3.

Membuka lembar kerja baru Part


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik Standar (mm) ipt.
• Klik Create
• Klik Start 2D Sketch
• Klik Bidang Kerja yang akan digunakan
(misal XY Plane)

Membuat sketch poros penjepit

• Klik Line > buat sket seperti gambar


• Klik garis mendatar yang akan digunakan
sebagai sumbu putar
• Klik Center Line > garis berubah menjadi
garis sumbu

Memberi ukuran pada setiap bagian sket

• Klik Dimension > buat ukuran seperti


gambar

Membuat bentuk 3D dengan cara memutar


sket

Revolve : membuat bentuk poros/silindris

• Klik Revolve
• Klik Profil dari sket yang telah dibuat
• Klik Axis
• Klik sumbu putar
• Klik OK

21
Membuat ulir M15 pada ujung poros

Thread : membuat ulir luar maupun ulir dalam


• Klik Thread > pad Location klik ujung poros
yang akan dibuat ulir
• Non aktifkan kolom Full Length
• Isi kolom Offset 0 mm, Length 12 mm
• Klik Specification pilih ISO Metrik Profile
• Isi spesifikasi ulir yang diinginkan
• Klik OK

Memotong bagian bawah poros penjepit

Membuat sket baru pada bagian yang akan


dipotong
• Klik kanan permukaan yang akan dibuat
sket
• Klik New sketch

Membuat sket untuk memotong

• Klik Ractangle > buat segiempat seperti


gambar
• Klik Dimension > ukur jarak sisi segiempat
terhadap titik pusat lingkaran 15 mm
seperti gambar (panjang dan lebar
segiempat sembarang asal diluar
lingkaran)
Memotong bagiaan bawah poros penjepit

• Klik Extrude > klik profile dari sket yang


akan digunakan untuk memotong > pilih
Cut
• Isi tebal pemotongannya minimal 10 mm
• Tentukan arah pemotongannya
• Klik OK

Membuat sisi miring pada ujung poros penjepit

• Klik Chamfer > pada kolom Distance isi


besarnya chamfer 2 mm
• Klik ujung benda yang akan di chamfer
• Klik OK

Catatan :
Anda dapat membuat chamfer dengan sudut
yang dikehendaki (selain 45O) dengan cara
memilih adge yang ada disebelah kiri

Menyimpan File Poros Penjepit

• Klik File > Save As > pilih lokasi


penyimpanan > beri nama file : POROS
PENJEPIT
• Klik OK

22
Latihan 3. Menggambar Handel

Peta Konsep

Langkah 1. Langkah 2. Langkah 3.

Membuka lembar kerja baru Part


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik Standar (mm) ipt.
• Klik Create
• Klik Start 2D Sketch
• Klik Bidang Kerja yang akan digunakan
(misal XY Plane)

Membuat sket untuk menggambar handel

• Klik Line > Buatlah sket seperti gambar


• Klik Dimension > buat ukuran seperti
gambar
• Klik Arc (three point) > klik ujung garis (5) -
klik ujung garis (10)
• Buat busur dengan ukuran 135 mm
• Buat sket untuk membuat lubang pada
handel seperti gambar

Membuat bentuk 3D dari Handel dengan


memutar pada sumbu putar
• Klik Revolve > klik profile pada sket yang
akan diputar
• Klik Axis untuk mengaktifkan sumbu putar
• Klik sumbu putar yang dipiih
• Klik OK

Membuat lubang untuk tempat Tangkai


Pemutar

Membuat Plane (bidang gambar di tengah


benda untuk menggambar sket )
• Pada Browser pilih Origin > XY Plane > klik
kanan > New Sket
• Klik F7 pada keyboard atau klik Slice
Graphics pada Status Bar. Ini dilakukan
untuk menyembunyikan bagian yang
23
menutupi sket, sehingga sket yang dibuat
terlihat jelas

Membuat sket untuk membuat lubang dudukan


tangkai pemutar pada Handel

• Klik Line > buat sket seperti gambar


• Klik Dimension untuk memberi ukuran
bagian sket
• Klik Vertikal > klik ujung sket > klik titik
tengah handel seperti gambar untuk
meluruskan posisi ujung sket dengan
sumbu handel
• Klik Parallel > klik kedua garis yang akan
disejajarkan

Membuat lubang dengan memotong bagian


yang telah dibuat sket

• Klik Revolve > klik profile pada sket yang


akan diputar > pilih Cut
• Klik Axis > klik sumbu putarnya
• Pada Extension pilih Full (dipotong satu
putaran penuh)
• Klik OK

Membuat bentuk ulir pada lubang Handel

• Klik Thread > klik lubang pada handel yang


akan dibuat ulir
• Hilangkan centang pada Full Length
• Isi panjang ulir yang dibuat : Offset 0,
Length 10
• Pada Specification pilih ISO Metrik Profile
• Klik OK
Membuat bentuk ulir pada lubang tempat
tangkai pemutar

• Klik Thread > klik lubang yang akan dibuat


ulir
• Klik centang pada Full Length (ulir penuh
sepanjang lubang)
• Pada Specification pilih ISO Metrik Profile
• Klik OK
Menyimpan File Handel

Klik File > Save As > pilih lokasi penyimpanan


> beri nama file : HANDEL
Klik OK

24
Latihan 4. Menggambar Tangkai Pemutar

Peta Konsep

Langkah 1. Langkah 2.

Membuka lembar kerja baru Part


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik Standar (mm) ipt.
• Klik Create
• Klik Start 2D Sketch
• Klik Bidang Kerja yang akan digunakan
(misal XY Plane)

Membuat sketch poros penjepit

• Klik Line > buat sket seperti gambar


• Klik garis mendatar yang akan digunakan
sebagai sumbu putar
• Klik Center Line > garis berubah menjadi
garis sumbu

Memberi ukuran pada setiap bagian sket

• Klik Dimension > buat ukuran seperti


gambar

Membuat bentuk 3D dengan cara memutar


sket

Revolve : membuat bentuk poros/silindris

• Klik Revolve
• Klik Profil dari sket yang telah dibuat
• Klik Axis
• Klik sumbu putar
• Klik OK

25
Membuat ulir M8 pada ujung poros

Thread : membuat ulir luar maupun ulir dalam

• Klik Thread > pad Location klik ujung poros


yang akan dibuat ulir
• Centang kolom Full Length
• Klik Specification pilih ISO Metrik Profile
• Isi spesifikasi ulir yang diinginkan
• Klik OK

Menyimpan File Tangkai Pemutar

• Klik File > Save As > pilih lokasi


penyimpanan > beri nama file : TANGKAI
PEMUTAR
• Klik OK

C. Tugas Latihan :

Buatlah part design seperti gambar berikut ini.

1. CS BRACKET

26
2. BRASS STEP

3. MS ROD BRACKET

27
4. CI SUPPORT

5. GRINDER SET

28
6. MS ROD BRACKET

7. CS BRACKET

29
8. CI TRANSFER PIECE

9. SUPPORT BRACKET

30
D. Pengayaan

Pengayaan 1. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.

31
Pengayaan 2. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.

32
Pengayaan 3. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.

FIGURE 104
FIGURE 101

FIGURE 105
FIGURE 102

FIGURE 103 FIGURE 106


33
Pengayaan 4. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.

FIGURE 107
FIGURE 108

FIGURE 109 FIGURE 110

FIGURE 112
FIGURE 111
34
BAB IV.
DRAWING
Drawing digunakan untuk membuat job sheet/ lembar kerja 2D. Gambar part maupun ssembly
bisa dipanggil ke dalam drawing untuk diberi keterangan yang dibutuhkan dalam membuat jobsheet.
Drawing ini yang nantinya akan dicetak kedalam ukuran kertas standard internasional yang berisi
informasi informasi gambar lengkap yang nantinya digunakan sebagai pegangan dalam
menyelesaikan pekerjaan.

Untuk membuka inventor Drawing dapat dilkukan dengan langkah sebagai berikut :

• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik (bila gambar 2D yang dibuat dalam satuan
mm) > klik [Link]

Gambar 4.1. Membuka Menu Inventor Drawing

• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Drawing seperti gambar
berikut

Gambar 4.2 Tampilan Inventor Drawing

A. Memahami Perintah pada Inventor Drawing

Berikut ini perintah/tool yang ada pada kelompok toolbar Model pada Autodesk Inventor

Gambar 4.3 Tampilan Perintah Place View


35
36
B. Menggunakan Perintah/Tool Inventor Drawing

1. Mengatur Area Gambar 2D

Sebelum membuat gambar kerja 2D pada menu Drawing, terlebih dahulu kita mengatur area
gambar yang akan digunakan untuk membuat gambar kerja. Cara mengatur area gambar 2D
adalah sebagai berikut.

Membuka lembar kerja baru Drawing (2D)


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik get started
• Klik New
• Klik Metrik
• Klik ISO. idw (inventor drawing)

Mengatur Ukuran dan Posisi Kertas Gambar


menjadi A4 posisi tegak

Langkah-langkahnya sbb :
• Klik kanan Sheet pada browser
• Klik Edit Sheet
• Pada size pilih A4
• Pada orientation pilih potrait
• Klik OK

Mengatur Ukuran Garis Tepi Gambar (20 – 5


– 5- 5)
Langkah-langkahnya sbb :
• Klik tanda + pada Drawing
Resources
• Klik kanan Border
• Klik Define New Border
• Buat kotak segiempat dengan
menggunakan line atau ractangle
• Beri ukuran garis tersebut
menggunakan perintah Dimension

37
(kanan 20 mm, atas 5 mm, kiri 5mm
dan bawah 5 mm
• Klik Finish Sketch
• Beri nama Border yang baru saja
dibuat (misal BORDER ISO A4)
• Klik Save
Mengganti Garis Tepi Gambar lama dengan
yang baru
Langkah-langkahnya sbb :
• Delete Defaut Border pada browser
• Klik tanda + pada Border
• Dobel klik Nama Border yang baru
• Border yang baru sudah
menggantikan border yang lama

Mengatur Style Editor (tampilan gambar)


Cara 1
• Klik Annatote – klik Edit Layer
Cara 2
• Klik Manage – klik Style Editor

Mengatur jenis Proyeksi


• Klik Default Standar ISO
• Pilih jenis proyeksi yang akan di
gunakan
✓ First Angel untuk Proyeksi Eropa
✓ Third angel untuk Proyeksi
Amerika
• Klik Save
Mengatur tampilan angka ukuran
• Klik Dimension – Klik Default ISO
• Klik Unit
• Klik/Hilangkan tanda contreng 
pada Trailing Zero. Jika Trailing
Zeronya masih aktif, pada saat
memberi ukuran pada gambar 2D
terdapat angka ,00 dibelakang
ukurannya
• Klik Save
Hilangkan juga tanda contreng  pada
Trailing Zero yang ada pada Alternate Unit
dan Tolerance
Mengatur tampilan garis ukuran
• Klik Dimension – Klik Default ISO
• Klik Display
• Isi kotak ukuran A (1mm), B (0mm),
C (0,5mm), D (6mm), E (10mm)
• Klik Save

38
Mengatur besar kecinya ukuran Angka pada
penunjukan Toleransi.
• Klik Dimension – Klik Defoult ISO
• Klik Text
• Pada kotak size pilih ukuran yang
diinginkan (misal 2,50mm)
• Klik Save
Mengatur Bentuk/Jenis Garis
• Klik Layers
• Klik Center Mark – pada Line Type
pilih Dash Dot - pada Line Weight
pilih 0,18mm
• Klik Center Line – pada Line Type
pilih Long Dash Dotted - pada Line
Weight pilih 0,18mm
• Klik Save
Mengatur Bentuk/Jenis/ukuran Huruf dan
Angka
• Klik Text
• Klik Label Text – pada Font pilih
Isocpeur – pada Text Height pilih
3,50mm
• Klik Save
• Klik Note Text – pada Font pilih
Isocpeur – pada Text Height pilih
3,50 mm
• Klik Save

2. Membuat Etiket/Kepala Gambar 2D

Fungsi dari etiket gambar ini adalah untuk memberikan data atau informasi teknis yang lebih
jelas pada suatu gambar yang telah dibuat. Dengan adanya etiket gambar ini, maka setiap
orang yang membacanya akan mendapatkan informasi yang cukup tentang gambar yang
disajikan tersebut..
Etiket gambar memuat informasi antara lain : Jenis Proyeksi, Skala gambar, Tanggal
digambar, Nama Pembuat Gambar, Nama Pemeriksa, Nama Gambar, Instansi pembuat
gambar, dan keterangan lainnya yang diperlukan. Cara membuat Etiket Gambar adalah
sebagai berikut:

Contoh Etiket

39
Membuat lembar kerja untuk membuat etiket
baru
Langkah-langkahnya sbb :
• (Pada browser) Klik kanan Title Block
• Klik Define New Title Block

Membuat kolom etiket


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik Line
• Buat kolom seperti pada gambar
• Klik Dimension untuk memberi ukuran
jarak antara garis/kolom
• Klik Finish Sketch
• Beri Nama etiket yg dibuat (misal Title
Block New)
• Klik Save

Mengganti etiket lama dengan atiket baru


Langkah-langkahnya sbb :
• (Pada browser) Klik kanan ISO
• Klik Delete

Untuk memasukkan etiket yang baru :


• (Pada browser) dobel klik pada Title
block New
• Etiket yang baru akan muncul

Membuat tulisan pada kolom etiket.


Langkah-langkahnya sbb :
• Klik Text
• Klik pada tempat yang akan diberikan
tulisan
• Ketik tulisan yang akan dibuat
• Klik OK

3. Menampilkan View/Gambar Pandangan

Sebuah gambar harus dapat memberikan informasi yang lengkap tentang bentuk, ukuran,
dan persyaratan lain yang dibutuhkan. Jumlah dan jenis pandangan dalam gambar ditentukan
berdasarkan bentuk benda yang digambar. Ada gambar yang cukup ditampilkan dalam 1
pandangan saja misalkan bentuk-bentuk poros, ada yang harus digambarkan dalam 2
pandangan, 3 pandangan, dst.
Penempatan jenis pandangan didasarkan pada jenis proyeksi yang digunakan. Jika gambar
menggunakan Proyeksi Eropa/Proyeksi Kwadran I, maka :
• Pandangan samping kanan digambarkan di samping kiri pandangan depan

40
• Pandangan samping kiri digambarkan di samping kanan pandangan depan
• Pandangan atas digambarkan di bawah pandangan depan
• Pandangan bawah digambarkan di atas pandangan depan

Jika gambar menggunakan Proyeksi Amerika/Proyeksi Kwadran III, maka :


• Pandangan samping kanan digambarkan di samping kanan pandangan depan
• Pandangan samping kiri digambarkan di samping kiri pandangan depan
• Pandangan atas digambarkan di atas pandangan depan
• Pandangan bawah digambarkan di bawah pandangan depan
Langkah untuk menampilkan gambar pandangan/proyeksi dapat dijelaskan sebagai berikut :

Mengambil Gambar Pandangan


Langkah-langkahnya sbb :
• Pilih menu Place View
• Klik Base
• Cari lokasi penyimpanan
• Klik file yang akan di buat gambar
pandangan (misal Tool Poshe)
• Klik open

Tampilan pilihan pengaturan gambar


pandangan
• Scale : pilihan untuk mengatur skala
gambar
• Orientation : pilihan untuk mengatur
jenis pandangan
➢ Front : Pandangan depan
➢ Current : Pandangan 3D
➢ Bottom : Pandangan bawah
➢ Left :Pandangan kiri
➢ Rigt : Pandangan kanan
➢ ISO Top Rigt : Pandangan depan- Hiden Line
Hiden Line Removed
atas-kanan (3D)
➢ ISO Top Left : Pandangan depan-
atas-kiri (3D) Shaded
➢ ISO Bottom Rigt : Pandangan
depan-bawah-kanan (3D) Inventor versi 2015
➢ ISO bottom Left : Pandangan
depan-bawah-kiri (3D)
• Style : pilihan untuk mengatur tampilan
gambar Pilihan pandangan
➢ Hidden Line : Garis putus-putus pada inventor 2016
untuk bidang yang tidak tampak
ditunjukkan
➢ Hidden Line Removed : Garis
putus-putus untuk bidang yang
tidak tampak tidak ditunjukkan

41
➢ Shaded : pilihan untuk membuat
gambar putih (transparan) atau
berwarna (pejal/berisi)

Hiden Line Removed

Hiden Line Shaded

Inventor versi 2016


Tampilan Pandangan Depan (Front)

Tampilan Pandangan Atas (Top)

Tampilan Pandangan Depan-Atas-Kanan


(ISO Top Right)

Menampilkan Pandangan Depan


Langkah-langkahnya sbb :
• Pilih menu Place View
• Klik Base
• Cari lokasi penyimpanan
• Klik file yang akan di buat gambar
pandangan (misal Tool Posh)
• Klik open
• Pada Orientation Klik Front P. Depan
• Setelah muncul gambar klik kanan
pada gambar
• Klik OK

42
Menampilkan Pandangan Samping dan
Pandangan Atas
Langkah-langkahnya sbb :
• Pilih menu Place View
• Klik Projected
• Klik gambar pandangan depan P. Depan P. Samping Kanan
yang akan diproyeksikan
• Geser kursor ke kanan atau kekiri
akan muncul gbr pandangan
kanan/kiri
• Klik gambar tersebut > klik kanan
> pilih Create

Untk membuat gambar pandangan atas


• Klik Projected
• Klik gambar pandangan depan P. Atas
yang akan diproyeksikan
• Geser kursor ke atas akan muncul
gbr pandangan atas P. Samping Kanan
• Klik gambar tersebut > klik kanan
> pilih Create

P. Depan

Menampilkan garis sumbu Center LineBisector


Langkah-langkahnya sbb :
Membuat garis sumbu pada lingkaran
• Klik Center Mark Center Mark
• Klik lingkaran yang akandiberi
garis sumbu

Membuat garis sumbu pada pandangan


depan dari penampang lingkaran

• Klik Center Line Bisector


• Klik 2 garis yangakan diberi
sumbu

4. Menampilkan Gambar Potongan

Gambar potongan atau gambar irisan ini fungsinya untuk menjelaskan bagian – bagian
gambar benda yang tidak kelihatan. Misalnya dari benda yang dibor (baik yang dibor tembus
maupun yang dibor tidak tembus), lubang – lubang pada flens atau pipa – pipa, rongga – rongga
pada rumah katup dan rongga – rongga pada blok mesin. Bentuk rongga tersebut perlu
dilengkapi dengan penjelasan gambar potongan agar dapat memberikan ukuran atau informasi
yang jelas dan tegas, sehingga terhindar dari kesalahpahaman membaca gambar.

43
Bentuk dan jenis potongan menyesuaikan bentuk bagian lubang/rongga yang akan
ditunjukkan apakah menggunakan jenis potongan penuh, potongan setengah, potongan
sebagian/lokal, potongan meloncat, potongan putar, dll .

Langkah untuk membuat gambar potongan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Menampilkan Pandangan yang akan


dipotong
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
sbb:
• Klik Base
• Cari lokasi penyimpanan gbr Part
yang akan dibuat 2D
• Pilih pandangan yang akan dibuat
(misal Top)
• Klik OK

Menampilkan Potongan Penuh


Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul
lakukan langkah-langkah sbb:
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Section
• Buat garis memotong tengah-
tengah kotak seperti gambar
• Klik dan geser garis kebawah
(artinya yang akan dilihat
penampang potongannya adalah
bagian atas)
• Klik kanan > klik Continue (akan
muncul gambar potongannya)
• Geser ke bawah sesuai posisi yang
diinginkan > klik pada sembarang
tempat atau OK

44
Menampilkan Potongan Setengah/Separo
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul
lakukan langkah-langkah sbb:
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Section
• Buat garis memotong separo
lingkaran seperti gambar
• Klik dan geser garis kesamping
kanan (artinya yang akan dilihat
penampang potongannya adalah
separo bagian bawah)
• Klik kanan > klik Continue (akan
muncul gambar potongannya)
• Geser ke kanan sesuai posisi yang
diinginkan > klik pada sembarang
tempat atau OK

45
Menampilkan Potongan Lokal/Sebagian
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul Bagian lubang yang
lakukan langkah-langkah sbb: akan ditunjukkan
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Start Sketch dan Pastikan
menu pada posisi sketch

• Klik Spline > Buat garis bebas diluar


lubang yang akan dipotong (garis
harus dalam posisi tertutup)
• Klik kanan > Klik Finish Sketch

• Klik menu Place Views


• Klik Break Out
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
(garis spline menjadi biru)
• Klik garis lubang yang akan
ditunjukkan
• Klik OK

46
Menampilkan Potongan Meloncat
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul
lakukan langkah-langkah sbb:
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Section
• Buat garis zig zag memotong
lingkaran seperti gambar
• Klik dan geser garis kesamping
bawah (artinya yang akan dilihat
penampang potongannya adalah
bagian atas)
• Klik kanan > klik Continue (akan
muncul gambar potongannya)
• Geser ke bawah sesuai posisi yang
diinginkan > klik pada sembarang
tempat atau OK

5. Menampilkan Dimension/Ukuran

Untuk memberikan suatu informasi yang jelas, semua keterangan pada gambar tersebut
harus lengkap, diantaranya adalah ukuran gambar. Dengan ukuran ini diharapkan benda kerja
dapat dibuat oleh pelaksana (operator) sesuai ukuran yang direncanakan.

Benda – benda yang diukur mempunyai bentuk yang bermacam – macam, harus sesuai
fungsinya, kualitasnya atau pengerjaan yang dibuat khusus.

Cara menampilkan dimension pada gambar kerja 2D adalah sbb.

47
Menampilkan ukuran dasar
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annote
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Tanda <<>> adalah simbol link ke
dimension yang dibuat saat
menggambar Part dari benda
tersebut
• Klik OK
NB.
Bila ukuran yang muncul tidak sesuai dg
yang diharapkan berarti gambar partnya
salah dan perlu di lakukan editing

Menampilkan ukuran chamfer (2x45o)


Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annote
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Pada kotak link dimension <<>>
tambahkan tulisan x45o
• Klik OK

Menampilkan ukuran secara manual


Kita bisa mengganti ukuran yang sudah
dilink dengan cara manual. Hal ini dilakukan
bila ternyata ukuran yg dibuat pada gambar
part tidak sesuai dengan yang diharapkan
tetapi tidak mengedit gambar partnya
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Centang kotak pada Hide Dimension
Velue
• Tulis ukuran yang diinginkan (misal
M8)
• Klik OK

48
Menampilkan ukuran toleransi
Dalam gambar nilai toleransi terletak
dibelakang ukuran dasar.
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Klik Precision and Tolerance
• Pilih jenis penyimpangan yang
diinginkan (misal Symetrik atau )
• Isi nilai penyimpangannya (misal
0,05)
• Klik OK

Menampilkan Tanda Pengerjaan dan


Kekasaran
Dalam gambar biasanya simbol pengerjaan
diikuti dengan nilai kekasaran.
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Surface
• Dobel Klik bidang/garis yang akan diberi
tanda pengerjaan
• Klik Removal of Materian Requaired
• Pada kotak A’ (Roughness Velue Ra)
tuliskan Nilai Kekasarannya (misal N7)
• Klik OK

Jika diperlukan keterangan tambahan


lainnya dapat diisi nilainya sesuai dengan
kolom simbol dibawah ini

Menampilkan Simbol Toleransi Geometrik

Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Feature
• Dobel Klik bidang/garis yang akan diberi
simbol Toleransi Geometrik
• Pada kotak Sym/Symbol pilih jenis
toleransi Geometrik yang diinginkan
(misal Ketegaklurusan)
• Pada kotak Tolerance isi nilai
penyimpangan yang diijinkan (misal
0,05)
• Pada kotak datum diisi huruf A atau B
atau C, dst (misal A)
• Klik OK

49
Menampilkan Bidang Referensi dari
Toleransi Geometrik (Datum)
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Datum
• Dobel Klik bidang/garis yang akan diberi
simbol Datum
• Klik OK

Jika perintah Feature dan Datum tidak


muncul silahkan klik segitiga hitam
disebelahnya untuk mencari perintah
tersebut

D. TUGAS
1. MENGATUR LEMBAR KERJA DRAWING (2D)

Buatlah lembar kerja Drawing (2D) pada Inventor Drawing, dengan ketentuan

1. Ukuran kertas A4, posisi Tegak


2. Garis tepi dengan ukuran sesuai standar ISO (kiri : 20 mm, Atas : 5 mm, kanan : 5 mm,
bawah : 5 mm)
3. Pengaturan Lainnya melalui Edit Layer :
a. Jenis Proyeksi : Amerika (Third Angle)
b. Center Mark (Mark : 5 mm, Gap : 1,5mm, Overshoot:2,5mm, Extension : 5mm,
Radius : 10mm)
c. Dimension : Unit (trailing zero di nonaktifkan)
Alternate unit (trailing zero di nonaktifkan)
Display (A : 1mm, B : 0mm, C : 0,5mm, D : 6mm, E : 10mm)
Tolerance text style : Size : 2mm
Tolerance (trailing zero di nonaktifkan)
d. Layers : Center Mark ( line type : dash dot, size : 0,18 )
Center Line (line type : long dash dotted, size : 0,18 )
e. Text : Label Text ( Font : Isocpeur; Text High : 3mm)
Note Text (( Font : Isocpeur; Text High : 3mm)

4. Bentuk Etiket :

5. File disimpan dengan nama : FORM DRAWING 2

50
2. Membuat Gambar Kerja (2D)
Buatlah gambar kerja 2D seperti pada gambar dibawah ini dan lengkapi dengan
etiketnya!

1. ROCKER ARM

2. ROLLBAR LEVER

51
3. TRUST BEARING

4. WORM GEAR BRACKET

52
5. WALL BRACKET

6. GEAR BOX COVER

53
7. FIXTURE BASE

8. BEVEL GEAR SUPPORT

54
9. SWEEP (EXERCISE)

10. BODY

55
E. Pengayaan

Pengayaan 1. Buatlah gambar kerja 2D seperti pada gambar dibawah ini

56
Pengayaan 2. Buatlah gambar kerja 2D seperti pada gambar dibawah ini

EXERCISE DRAWING 2.1

EXERCISE DRAWING 2.2

57
EXERCISE DRAWING 2.3

EXERCISE DRAWING 2.4

58
EXERCISE DRAWING 2.5

EXERCISE DRAWING 2.6

59
BAB V
ASSEMBLY
Ketika mendesain sebuah mesin atau produk yang terdiri atas berbagai macam Part, kita akan
membutuhkan Assembly sebagai tema untuk merakit. Di dalam Assembly, kita dapat melakukan
berbagai macam pekerjaan, seperti melakukan modifikasi Part, simulasi fungsi alat, sampai
berbagai macam analisis lainnya. Dengan demikian, pekerjaan kita dalam mendesain akan lebih
mudah

Untuk membuka Inventor Assembly dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :.

• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik > klik Standar (mm).iam

Gambar 5.1. Membuka Inventor Assembly

• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Assembly seperti gambar
berikut

Gambar 5.2. Menu dan Toolbar Inventor Assembly

A. Memahami Perintah Assembly

Gambar 6.3. Toolbar Assembly

Perintah Simbol Fungsi


Place Digunakan untuk memasukkan File komponen ke dalam File
Component Assembly. Kita dapat memasukkan beberapa komponen
sekaligus ke dalam Assembly. Komponen pertama yang
diletakan dalam linkungan assembly secara otomatis

60
akan ditempatkan pada origin point (0,0,0) dalam
keaadan grounded. Kita dapat menaruh lebih dari satu
komponen yang sama dengan mengklik di lokasi yang
berbeda dalam graphic window. Disamping kita dapat
menggunakan geometry part dari aplikasi Autodesk
Inventor, kita dapat menggunakan geometry dari aplikasi
lain sebagai part di dalam assembly yang kita buat. Di
bawah ini terdapat daftar list tipe file yang dapat anda
gunakan dalam Autodesk Inventor:
• Autodesk Inventor parts and assemblies (*.ipt, *.iam)
• Autedesk Mechanical Desktop (*.dwg)
• Autodesk Autocad (*.dwg)
• file SAT(ACIS/ShapeManager) (*.sat)
• file IGES (*.igs, *ige, *.iges)
• file STEP (*.stp, *.ste, *.step)
• Pro Enginer (*.prt, *.afm)

Assembly Digunakan untuk menciptakan hubungan parametris antara


Constraint tiap komponen dalam tiap assembly. Sebagaimana kita
menggunakan 2D constraint untuk mengontrol geometri 2D,
menggunakan 3D assembly constrain dalam sebuah
assembly untuk mengatur posisi sebuah komponen dalam
hubungannya dengan komponen yang lain.
Mate/Flush Digunakan untuk meluruskan part feature seperti
Constraint permukaan rusuk atau sumbu suatu part ke part yang lain.
Penggunaan Mate Constraint

Penggunaan Flush Constraint

Angle Digunakan untuk memberikan sudut antara dua buah part


Constraint bisa diaplikasikan ke permukaan datar, garis rusuk yang
datar atau sumbu-sumbu.

Tangent Digunakan untuk membuat sebuah hubungan tangensial


Constraint antara permukaan dari dua buah part. Salah satu part
tersebut harus merupakan permukaan lengkung

61
Penggunaan Tangent Contraint dengan Solusi Inside

Penggunaan Tangent Contraint dengan Solusi Outside

Insert Digunakan untuk memasukkan sebuah komponen ke


Constraint komponen lain seperti baut poros dan lain–lain ke dalam
lubang pasangannya pada komponen lain. Konstrain ini
mengkombinasikan sebuah mate constraint antara dua
sumbu dan sebuah mate constraint antara dua permukaan
datar.
Konstrain ini diterapkan dengan memilih edge circular pada
tiap part.

B. Menggunakan Perintah/Tool pada Inventor Assembly

Gambar 5.3. Penjepit Pahat Bubut

62
63
64
Place From Content Center
Fungsinya untuk memasukkan berbagai macam
Part Standard seperti bolt, nut, washer, bearing,
dll
Jika ingin menambah kan baut penjepit pahat,
maka langkah-langkahnya sbb :
• Klik Place from conten center
• Klik Fastener
• Klik Bolt
• Klik jenis baut yang dipilih (IS 2269)
• Dobel klik diruang bebas maka akan
muncul konfirmasi ukuran baut yang
diinginkan
• Pilih Tread descripsion 8, nominal lengh
35
• Klik oke
• Klik padaruang bebas maka akan muncul
baut yang dinginkan
• Klik lagi sampai sejumlah baut yang
diinginkan ( 8 buah)

65
Untuk memasang baut pada rumah pahat, urutan
langkahnya sbb:
• Klik constraint
• Klik insert
• Solution mate
• Klik axis componen 1 baut yang akan di
mate
• Klik axis componen 2 rumah pahat yang
akan di senterkan
• Isikan pada offset kedalaman masuknya
baut -30
• Klik apply

Lakukan urutan langkah seperti diatas untuk


memasang semua baut pada rumah pahat

66
Tugas Latihan

1. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 3 dan 4 dari Senter Jalan dibawah ini. Nomor
bagian 2 (bearing) diambil dari place content center.
Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3 dan 4 menjadi rangkaian Senter Jalan.
Buatlah gambar 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini

67
2. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 3, 4, dan 5 dari komponen RODA PINTU
PAGAR dibawah ini. Nomor bagian 6 (bearing) diambil dari Place From Content Center.
Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 menjadi rangkaian RODA PINTU PAGAR.
Buatlah gambar 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini

68
3. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 3, 4, dan 5 dari komponen TREKER BEARING
dibawah ini. Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3, 4 dan 5.
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini

69
4. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 4, 5, dan 6 dari komponen BELT ROLLER
SUPPORT dibawah ini. Komponen nomor 3 (Bolt/Baut) diambil melalui Place From Conten
Center. Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BELT ROLLER SUPPORT
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini

70
5. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 4, 5, dan 6 dari komponen BENCH CLAMP
dibawah ini. Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BENCH CLAMP
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini

71
BAB VI
PRESENTATION

Mode Presentation pada Autodesk Inventor digunakan untuk mengkomunikasikan ide atau
perakitan atau penguraian suatu assembly menggunakan animasi (video). Dalam Autodesk
Inventor, mode ini ditandai oleh ekstensi file ipn. Output dari mode ini adalah video animasi,
sedangkan outcome-nya adalah dapat dibuat suatu gambar Exploded Assembly View yang
memungkinkan pengguna menampilkan semua komponen (part) yang ada di dalam suatu assembly
dan menunjukkan kemungkinan urutan perakitannya. Dalam gambar exploded assembly dapat
ditambahkan anotasi berupa balon komponen dan part list untuk mendaftar semua komponen yang
ada berikut jumlah masing-masing komponen di dalam assembly .Gambar seperti ini sangat sering
digunakan dalam buku manual suatu mesin atau produk karena sangat informatif. Sedangkan video
animasi hasil mode presentation dapat digunakan dalam presentasi desain suatu produk. Dalam
Autodesk Inventor , benda yang telah dibuat dapat diberikan animasi berupa gerakan. Menu animasi
ini terdapat dalam inventor studio yang dapat diakses dengan membuka file assembly

Klik ikon New > pilih Metrik > pilih Standart (mm).ipn pada jendela Open > klik OK

Gambar 6.1. Membuka Inventor Presentation

• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Presentation seperti
gambar berikut

Gambar 6.2. Menu dan Toolbar Inventor Presentation

72
A. Memahami Perintah pada Inventor Presentation

.
Perintah/Tool Simbol Fungsi
Create View Memasukkan file assembly (ekstensi *.iam) yang akan dianimasikan
penguraiannya.
Tweak mengatur pergerakan komponen dalam sebuah assembly, baik itu
Component memindahkan atau memutar, untuk keperluan presentasi atau
analisis pergerakan.
Precise View memutar tampilan model 3D dengan presisi, baik berdasarkan sudut
Rotation tertentu maupun berdasarkan tepi atau sumbu yang dipilih
Animate membuat animasi dari model 3D, khususnya dalam konteks perakitan
dan pergerakan komponen. Ini memungkinkan pengguna untuk
mensimulasikan gerakan, membuka/menutup mekanisme, atau
menjelaskan urutan perakitan suatu produk dengan cara yang visual
dan interaktif.

B. Menggunakan Perintah pada Inventor Presentation

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat presentasi pada suatu benda yang telah di-
assembly.

Membuka lembar baru – File - new –


standar (mm). ipn. – open > oke

73
Pada Presentasion Panel >
Klik Create View > akan keluar
jendela " Select Assembly " >
klik Explore Directories > pilih file
yang berbentuk Assambly yang ingin
kita presentasikan > setelah itu kita
pilih ok .

Tweak Component
berfungsi membuat arah dan jarak
antarkomponen.
• Klik icon Tweak Component >
akan keluar jendela Tweak
Component

Inventor versi 2015

Inventor versi 2016


74
Melepas baut
Urutan langkahnya sbb :
• Klik Move , berguna untuk
menentukan arah kemana benda
itu bergerak (Terdapat sumbu X,
Y , Z .)
• Klik salah satu baut, pilih arah
gerakan keatas sesuai anak
panah yang berbeda warna
(cokelat)
• Klik semua baut lainnya (diblok)
agar semua baut bergerak
bersamaan
• Isikan jarak gerakan yang
diinginkan misal 100
• Klik enter

75
Melepas handel dan pemegang agar
bergerak bersama-sama

Urutan langkahnya sbb:


• Tweak Component
• Klik move
• Klik handel pilih arah gerakan
handel ke atas
• Klik pemegang
• Isikan jarak gerakan 150
• Enter
• Klik  (ok)

Melepas handel dari pemegang


• Tweak Component
• Klik move
• Klik pemegang pilih arah gerakan
ke samping
• Isikan jarak gerakan 30
• Enter
• Klik  (ok)

Catatan.
Untuk menghemat waktu, setelahdi
enter tidak klik  (ok) tetapi klik +
(apply)

Melepas Poros Berulir

Urutan langkahnya sbb:


• Tweak Component
• Klik move
• Klik Poros Berulir pilih arah
gerakan ke bawah
• Isikan jarak gerakan 120
• Enter
• Klik  (ok)

76
Animate
berfungsi membuat Dynamic
Simulation. Animasi berdasarkan
Tweak yang telah kita buat
• Interval berfungsi untuk mengatur
waktu jeda pergerakan antar
komponen. Semakin besar
nilainya, gerakan semakin lambat
• Repetitions berfungsi mengatur
pengulangan animasi.
• Pada Motion pilihlah jenis operasi
gerakan.
• Kliklah Record jika ingin
menyimpan animasi dalam bentuk
video (.wmv atau .avi).

Tugas :

1. Buatlah presentasi dari semua benda yang telah dibuat pada menu assembly sebelumnya.

2. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2 , 4 , 5 , 7 dan 8 dari BELT DRIVE dibawah ini.
Nomor bagian 3 (bolt), 6 (key) dan 9 (nut) diambil dari place content center.
Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BELT DRIVE.
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing. Gambar drawing terdiri dari :
• Gambar rakitan/assembly 3D lengkap dengan balloon dan part list
• Gambar 3D bongkaran/exploded
• Gambar 2D lengkap dengan ukuran dan symbol gambar yang diperlukan

77
78
3. Buatlah gambar komponen/part bagian dari DRILL PRESS VISE dibawah ini. Bagian nomor
13 (Countersunk/ulir sekerup) dapat diambil pada place from content center. Assemby/rakitlah
semua komponen menjadi rangkaian DRILL PRESS VISE .
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing. Gambar drawing terdiri dari :
• Gambar rakitan/assembly 3D lengkap dengan balloon dan part list
• Gambar 3D bongkaran/exploded
• Gambar 2D lengkap dengan ukuran dan symbol gambar yang diperlukan

79
80
4. WATER CONTROL VALVE
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari WATER CONTROL VALVE.

81
5. FEED CHECK VALVE
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari FEED CHECK VALVE.

82
6. AIR MOTOR
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari AIR MOTOR

83
BAB VI.
PRINT OUT

84
85
DAFTAR PUSTAKA

- , 2024 . Modul Praktikum Menggambar Mesin [Link]


menggambar-mesin/, Program Studi Teknik Mesin Upt Laboratirium Terpadu Universita Trunojoyo
Madura

Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT, 2019. Pengenalan Computer Aided Design 2D / 3D
Assambly dan Animate Menggunakan Autodesk Inventor Professional , Universitas
Wisnuwardhana Malang Press.

Hardi Meybaum, Indrek Narusk , 2017. [Link]

Muas, 2015. Cara Mudah Menggambar Mesin Melalui Konteks Riset Secara Inklusif dengan
Menggunakan Autodesk Inventor Professional 2014, Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Sarwanto, 2015. Jurus Cepat Mengambar 3d Dengan Autodesk Inventor (


[Link]
), Yogyakarta

Wahyudi, S.T., M.T. Sunardi, S.T., [Link]. Fitroh Anugrah K.Y., S.T. Rela Adi H., S.T., 2015. Modul
Praktikum CAD-Inventor, Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.

Yatin Ngadiyono. M. Pd., - . Modul Pembelajaran Autodesk Inventor


(ttps://[Link]/3392/1/MODUL_AUTODESK_INVENTOR.pdf), Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta.

86

Anda mungkin juga menyukai