Gambar Teknik Manufaktur dengan Inventor
Gambar Teknik Manufaktur dengan Inventor
MENGGAMBAR MESIN
DENGAN AUTODESK
INVENTOR
PENYUSUN
SUTRISNA
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’aalamin, segala puja dan puji syukur selalu saya panjatkan kehadirat Allah
SWT, karena berkat karunia-Nya Lembar Kerja Gambar Teknik Manufaktur ini dapat terselesaikan.
Lembar Kerja ini dibuat sebagai pendukung dan pegangan siswa SMK Kompetensi Keahlian Teknik
Pemesinan khususnya mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur. Lembar kerja ini disusun
mengadopsi dari beberapa buku dan modul belajar inventor yang sudah ada. Dalam lembar kerja
ini disajikan materi dan contoh penerapan menu dan perintah yang ada pada Inventor sehingga
dapat membantu siswa dalam [Link] bab dan contoh aplikasi disusun secara
berurutan mulai dari menggambar sket, menggambar part, drawing, assembly dan presentation
Di dalam lembar kerja ini dikupas tentang menggambar dengan sketch dengan perintah dasar
yang ada seperti line, circle, ractangle, constrian dll. Juga dituliskan panduan membuat gambar
komponen 3D dengan perintah dasar seperti extrude, revolve, loft, hole, chamfer, dll, merakit
komponen menjadi sebuah gambar assembly dan hasil kerja berupa gambar kerja 2D pada menu
drawing yang dapat dicetak. Disamping itu disajikan pula langkah membuat animasi perakitan dari
gambar assembly yang telah dibuat pada menu presentation.
Dengan mempelajari dan melaksanakan latihan – latihan menggambar dengan CAD yang
disajikan secara baik dalam pembuatan gambar maupun membaca gambarnya diharapkan lembar
kerja ini dapat memperlancar proses belajar mengajar, dapat memberikan wawasan pada peserta
didik khususnya dan para pembaca umumnya sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan peserta
didik yang mampu bekerja, baik secara mandiri maupun mengisi lowongan pekerjaan sebagai
tenaga kerja tingkat menengah. Selain itu keberadaan lembar kerja ini diharapkan dapat
mengembangkan sikap profesional dalam pekerjaan serta menunjang pengembangan diri melalui
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dalam menyusun lembar kerja ini masih banyak kekurangan dan untuk itu penyusun
mengharapkan kritikan yang sifatnya membangun demi perbaikan selanjutnya.
Akhirnya penyusun berharap lembar kerja ini bisa bermanfaat bagi semua siswa Kompetensi
Keahlian Teknik Pemesinan. Mohon maaf bila banyak kekurangan pada buku ini.
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
MENERAPKAN KONSEP DASAR CAD
CAD merupakan sebuah program yang biasa digunakan menggambar serta merancang dengan
bantuan komputer dalam pembentukan model serta ukuran dua dan tiga dimensi atau lebih dikenali
sebagai “Computer Aided Drafting And Design Program” (CADD). Program ini dapat
digunakan dalam semua bidang kerja terutama dalam bidang-bidang yang memerlukan
keterampilan khusus seperti bidang Mekanikal Engineering, Sipil, Arsitektur, Desain Grafik.
Dengan bantuan sistem ini dapat menghasilkan sesuatu kerja pada tahap keahlian dan yang
tinggi ketepatan di samping menghemat waktu dengan hanya perlu memberi beberapa petunjuk
serta cara yang mudah.
Macam-macam perangkat lunak CAD yang biasa digunakan dalam menggambar teknik mesin adalah:
a. Auto CAD
Software yang dikembangkan oleh Autodesk ini merupakan software
CAD yang paling banyak digunakan di dunia. AutoCAD adalah perangkat
lunak komputer CAD untuk menggambar 2 dimensi ataupun 3 dimensi
c. Autodesk Inventor
Berbeda dengan Auto CAD, Software Inventor ini melakukan
perancangan mekanik dalam bentuk 3D. Memiliki fitur parametrik, kita
tidak perlu menghapus objek yang salah, kita bisa memodifikasi ataupun
mengeditnya tanpa harus mengulang dari awal.
1
e. Catia
Software ini tidak hanya digunakan untuk menggambar 2D dan 3D
saja, karena multi-platform CAD/CAM/CAE. Software ini pun dapat
digunakan untuk perencanaan dan perancangan proses pemesinan
dari suatu produk, membuat simulasinya, serta menganalisa
karakteristik dari produk tersebut.
f. Dassault Systemes
Pekerjaan berbasis product lifecycle management (PLM) dapat
menggunakan software Dassault Systemes. Software ini digunakan
lebih dari 140 negara dan 210.000 enterprise.
PLM melibatkan pengelolaan data di seluruh siklus produk dengan
lebih mudah. Semua informasi tersimpan di repository pusat. Dengan
ini, kamu dapat terhubungkan dengan semua divisi secara efisien dan
transparan.
Aplikasi ini banyak digunakan di industri otomotif, penerbangan,
software, hingga konstruksi. Contohnya adalah Lockheed Martin,
Honda Power Products, hingga Aurora Flight Sciences. Software ini
banyak digunakan di negara Perancis.
g. LabVIEW
LabVIEW adalah singkatan dari Laboratory Virtual
Instrument Engineering Workbench. Software mendukung desain
dalam otomasi industri, otomasi data, dan kendali.
Berbeda dengan aplikasi lainnya, LabView digunakan untuk
konfigurasi perangkat keras untuk berinteraksi satu sama lain dengan
memanfaatkan data yang ada. Kamu dapat mengoperasikannya
melalui OS Windows ataupun MAC.
Pengujian, pengukuran, dan kendali dibutuhkan untuk
mengoperasikan mesin. Sementara pendekatan grafis dibutuhkan
untuk memudahkan visualisasi. Inilah yang membuat insinyur mudah
merancang program dan mendeteksi kesalahan yang terjadi.
Terutama ketika berhadapan dengan kendali PLC.
LabView dapat memvisualisasikan data pada semua perangkat I/O.
Antarmuka mudah ditangani, mudah dipelajari dan didokumentasikan.
Salah satu perusahaan yang menggunakan LabVIEW adalah
TESLA.
Autodesk Inventor merupakan program yang digunakan untuk rancang bangun bidang Teknik
seperti desain produk, desain mesin, desain mold (cetakan) desain konstruksi atau keperluan
Teknik , artinya semua obyek dan hubungan antar geometrik dapat dimodifikasi kembali meski
geometrinya sudah jadi tanpa perlu mengulang kembali dari awal. Hal ini sangat memudahkan
desainer ketika sedang dalam proses desain suatu produk atau rancangan. Untuk membuat
suatu model 3D yang solid maupun surface, kita harus membuat skech-nya dulu atau
mengimport gambar 2D dari Auto CAD. Setelah gambar atau model 3D tersebut jadi, kita dapat
membuat gambar kerjanya menggunakan menu Drawing. Autodesk Inventor juga mampu
memberikan simulasi pergerakan dari setiap komponen, menampilkan animasi perakitan dan
pembongkaran serta analisis kekuatan
2
a. Keuntungan menggambar Teknik menggunakan Autodesk Inventor :
b. Kelebihan:
1. Memiliki kemampuan Parametic Solid Modeling , yaitu kemampuan untuk melakukan
desain serta Informasi dalam bentuk solid model dengan data yang tersimpan dalam
basis data. Dengan adannya kemampuan tersebut drafter/engineer dapat merevisi atau
memodivikasi design yang ada tampa harus mendesign ulang sebagian atau
keseluruhan.
2. Memiliki kemampuan Animation , yaitu kemampuan untuk menganimasikan file
assembly suatu alat yang telah di assembly dan dapat disimpan dalam file avi.
3. Memiliki kemampuan Automatic Create Technical 2D drawing serta bill of material dan
tampilan shading dan rendering pada layout.
4. Kemampuan adaptif untuk menganalisis dari animasi suatu alat serta dapat
menyesuaikan dengan sendirinya .
5. Bahan atau bahan yang memberikan tampilan suatu bagian tampak lebih nyata.
6. Kapasitas file lebih kecil.
c. Kekurangan:
1. Harga software mahal
2. Kebutuhan hardware yang tinggi
Gambar 1.1
3
b. Klik pada tombol start
Klik Start > All apps > Autodesk Inventor > Autodesk Inventor Professional
Selanjutnya muncul dialog New File, pilihlah tab English (satuan inchi) atau Metric
(satuan mm). Pilih salah satu template sesuai kebutuhan.
4
4. Sistem Navigasi
Pada Autodesk Inventor terdapat tool-tool navigasi yang membantu mobilitas saat menggambar di dalam
bidang kerja. Kita dapat menemui tools tersebut seperti zoom, rotate, pan,dan lainnya pada Inventor
Standard Toolbar.
a. Zoom
Fungsinya untuk memperbesar gambar pada tampilan bidang kerja. Klik zoom lalu klik padabidang
kerja dan geser kursor ke atas atas ke bawah. Kemudian, kliklah untuk mendapatkan tampilan yang
diinginkan. Kita dapat menggunakan zoom ketika tools lain sedang aktif.
b. Pan
Fungsinya untuk menggeser tampilan bidang kerja. Klik pan lalu klik pada bidang kerja. Selanjutnya,
geserlah kursor pada tempat yang dinginkan.
c. View Face
Fungsinya untuk memperbesar tampilan dengan referensi face. Face hanya berlaku untuk permukaan
datar. Klik view face, lalu klik pada face yang kita pilih maka akan diperbesar.
d. Free Orbit
Fungsinya untuk memutar objek pada bidang kerja. Kliklah free orbit, lalu klik pada bidang kerja.
Selanjutnya, putar objek sampai memperoleh tampilan yang diinginkan.
e. View Cube
Fungisnya untuk memutar objek berdasarkan arah yang telah ditentukan seperti front, top, left dan lain-
lain. Klik view cube untuk menampilkan sistem navigasi pada sudut kanan atas. Untuk memilih arah,
cukup klik salah satu sisi view cube.
Berikut ini adalah daftar beberapa tombol shortcut beserta perintah yang sering digunakan.
Apabila kita telah terbiasa menggunakannya, maka akan sangat menghemat waktu.
Tombol Fungsi
F1 Menampilkan bantuan (help) sesuai dengan perintah atau dialog box yang
sedang aktif.
Melakukan pan (menggeser-geser tampilan model) dengan bantuan klik-
F2 geser dari kiri mouse. Bisa juga dengan langsung klik-geser dari tengah
mouse tanpa harus menekan F2.
5
Melakukan zoom-in atau zoom-out pada tampilan model dengan bantuan
F3 klik-geser dari kiri mouse. Bisa juga dengan langsung meng-scroll mouse
tanpa harus menekan
F4 Melakukan rotate pada tampilan model dengan bantuan klik-geser dari kiri
mouse.
F5 Kembali ke tampilan model sebelumnya.
F6 Kembali ke tampilan isometrik.
] Membuat plane baru.
B Menambah balloon pada drawing.
6
BAB II
SKETCH
Sketch memiliki peranan penting dalam preses design dengan inventor, karena merupakan
proses awal dalam pembuatan part 3D, Assembly, dan Presentation. Sketch terdiri dari gambar 2D.
Sketch dibuat sesederhana mungkin untuk mempermudah proses design selanjutnya. Setelah
sketch dibuat selanjutnya dapat dilanjutkan membuat part 3D sesuai dengan sketch yang telah
dibuat. Untuk membuat gambar solid (part 3D) sketch harus dalam keadaan tertutup atau
tersambung .
Sebelum mempelajari macam macam perintah dalam pembuatan sketch, berikut langkah untuk
membuka tampilan inventor part untuk membuat sketch baru :
• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik (jika akan membuat sketch dengan satuan
mm) > klik Standar (mm).ipt
• Klik Start 2D Sketch > pilih Plane yang akan digunakan untuk mulai menggambar sketch
(XYplane (depan), XZ plane (atas), YZ plane (kanan). Plane adalah lembar kerja dasar
untuk membuat sketch
7
Gambar 2.3. Menu dan Toolbar Autodesk Inventor
1. Toolbar Draw/Create
8
• Ellipse untuk membuat bentuk elips dengan menentukan
titik pusat dan sumbU
Arc berfungsi untuk membuat busur lingkaran. Ada 3 cara
pembuatan bususr lingkaran
• Three Point Arc
• Tangent Arc
• Center Point Arc
2. Tollbar Modify
9
Split Membagi Line, Arc, dan Spline menjadi 2 bagian dengan
bantuan objek potong.
Scale Membuat skala objek lebih besar atau lebih kecil.
Stretch Menarik bentuk objek ke posisi yang diinginkan
Offset Membuat bentuk geometri yang sebangun dengan bentuk
obyek yang dipilih dengan menentukan jarak tertentu dari
obyek aslinya.
3. Tollbar Pattern
4. Toolbar Constraint
10
Collinier Menempelkan atau meratakan 2 buah garis.
Constraint
Perpendicular Membuat 2 garis menjadi saling tegak lurus.
Constraint
Concentric Membuat 2 lingkaran atau Arc menjadi 1 titik
Constraint pusat.
Horizontal Membuat garis menjadi horizontal atau sejajar
Constraint dengan sumbu x.
Vertical Membuat garis menjadi vertikal atau sejajar dengan
Constraint sumbu Y
Smooth Memperhalu memperhalus pola garis yang
terbentuk dari Spline.
Fix Membuat membuat objek dalam Sketch akan ter-
constraint secara otomatis terhadap Coordinate
System.
Symmetric Mensimetrikan 2 buah lingkaran atau 2 buah garis.
Constraint
Equal Constraint Menyamakan obyek
Center Point Mengubah mengubah suatu titik menjadi titik pusat. Titik
ini juga dapat berfungsi sebagai Move yaitu untuk
memindahkan objek ke posisi yang kita inginkan
11
B. Latihan Menggambar Sket
Latihan 1. Menggunakan perintah pada menu Create, Modify dan Constraint
• Klik Line
• Buat garis 1, 2, 3, 4 sembarang
• Klik Circle
• Klik ditempat sembarang
• Buat lingkaran A
12
Permendicular : membuat garis menjadi tegak lurus
• Klik Permedicular
• Klik garis 2 klik garis 3 (garis 3 tegak lurus garis 2)
13
Ractangular Pattern : menggandakan obyek arah
lurus
• Klik Direction 2
• Klik garis referensi arah penggandaannya
(misal : ke bawah).
• Isi kolom jumlah geometri kebawah yang akan
dibuat (misal 2)
• Isi kolom jarak antar geometri (misal 38)
• Klik OK
14
C. Tugas
Buatlah gambar sketch berikut ini :
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 3 Gambar 4
Gambar 5 Gambar 6
15
BAB III
PART DESIGN
Tidak semua proses dalam membuat part dalam menggunakan bentuk solid. Beberapa
kasus part yang rumit akan membutuhkan bantuan bentuk Surface. Tahapan setelah
Sketch Hingga Assembly sesuai dibawah ini.
Sket Par
ch t
Sket Par
ch t
Sket Par
ch t
Berikut ini perintah/tool yang ada pada kelompok toolbar Model pada Autodesk Inventor
16
perputaran untuk fitur revolve menyesuaikan dengan
metode existensinya
Sweep Membuat objek yang terbentuk dari Sketch
atau Profile melalui garis edar (Path)
Loft Membuat objek dengan per paduan berapa bentuk atau
potongan.
Coll Membuat objek yang terbentuk dari sketch profile
melalui garis edar (path).
Emboos Membuat bentuk profil atau tulisan yang timbul atau cekung pada
obyek dengan ketebalan tertentu
Derive membuat komponen baru (model turunan) yang terhubung
dengan komponen lain (model dasar).
Rib Berfungsi untuk membuat sirip sebagai penguat part.
Decal Melapisi obyek dengan gambar tertentu yang diambil
dengan bentuk file jpg, mbp, gift, png, exel worksheet, word
dokumen
Hole Membuat fitur lubang yang parametric berbentuk lubang
bor, counterbore, counters/nk atau lubang ulir. Sebuah
fitur hole dapat memuat beberapa lubang sekaligus
dengan konfigurasi yang identic (diameter dan metode
pemberhentian) pada hole ada 4 macam cara untuk
membuat lubang, yaitu: from sketch, linear concentric,
dan on point.
Fillet Membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi
cembung atau cekun g sehingga ujung tidak tajam
17
B. Latihan menggunakan Perintah/Tool 3D Model
Peta Konsep
18
Memberi ketebalan sket
• Klik Extrude
• Klik gambar segiempat yang telah dibuat
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (missal arah
maju)
• Klik OK
• Klik Extrude
• Klik profile pada segiempat 40 x 40
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (missal arah
maju)
• Klik OK
Membuat sketch baru pada bidang segiempat 40 x
40
• Klik Extrude
• Klik gambar segiempat 80 x 80
• Isi ukuran ketebalan yang diinginkan (20 mm)
• Tentukan arah ketebalannya (misal arah maju)
• Klik OK
• Klik Point
• Klik bagian yang akan di buat point
• Klik Dimension > buat ukuran untuk posisi point
seperti gambar (10 mm)
19
Membuat lubang ulir M8 tembus tempat dudukan
ullir penjepit
20
Latihan 2. Menggambar Poros Penjepit
Peta Konsep
• Klik Revolve
• Klik Profil dari sket yang telah dibuat
• Klik Axis
• Klik sumbu putar
• Klik OK
21
Membuat ulir M15 pada ujung poros
Catatan :
Anda dapat membuat chamfer dengan sudut
yang dikehendaki (selain 45O) dengan cara
memilih adge yang ada disebelah kiri
22
Latihan 3. Menggambar Handel
Peta Konsep
24
Latihan 4. Menggambar Tangkai Pemutar
Peta Konsep
Langkah 1. Langkah 2.
• Klik Revolve
• Klik Profil dari sket yang telah dibuat
• Klik Axis
• Klik sumbu putar
• Klik OK
25
Membuat ulir M8 pada ujung poros
C. Tugas Latihan :
1. CS BRACKET
26
2. BRASS STEP
3. MS ROD BRACKET
27
4. CI SUPPORT
5. GRINDER SET
28
6. MS ROD BRACKET
7. CS BRACKET
29
8. CI TRANSFER PIECE
9. SUPPORT BRACKET
30
D. Pengayaan
31
Pengayaan 2. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.
32
Pengayaan 3. Buatlah part design seperti gambar berikut ini.
FIGURE 104
FIGURE 101
FIGURE 105
FIGURE 102
FIGURE 107
FIGURE 108
FIGURE 112
FIGURE 111
34
BAB IV.
DRAWING
Drawing digunakan untuk membuat job sheet/ lembar kerja 2D. Gambar part maupun ssembly
bisa dipanggil ke dalam drawing untuk diberi keterangan yang dibutuhkan dalam membuat jobsheet.
Drawing ini yang nantinya akan dicetak kedalam ukuran kertas standard internasional yang berisi
informasi informasi gambar lengkap yang nantinya digunakan sebagai pegangan dalam
menyelesaikan pekerjaan.
Untuk membuka inventor Drawing dapat dilkukan dengan langkah sebagai berikut :
• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik (bila gambar 2D yang dibuat dalam satuan
mm) > klik [Link]
• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Drawing seperti gambar
berikut
Berikut ini perintah/tool yang ada pada kelompok toolbar Model pada Autodesk Inventor
Sebelum membuat gambar kerja 2D pada menu Drawing, terlebih dahulu kita mengatur area
gambar yang akan digunakan untuk membuat gambar kerja. Cara mengatur area gambar 2D
adalah sebagai berikut.
Langkah-langkahnya sbb :
• Klik kanan Sheet pada browser
• Klik Edit Sheet
• Pada size pilih A4
• Pada orientation pilih potrait
• Klik OK
37
(kanan 20 mm, atas 5 mm, kiri 5mm
dan bawah 5 mm
• Klik Finish Sketch
• Beri nama Border yang baru saja
dibuat (misal BORDER ISO A4)
• Klik Save
Mengganti Garis Tepi Gambar lama dengan
yang baru
Langkah-langkahnya sbb :
• Delete Defaut Border pada browser
• Klik tanda + pada Border
• Dobel klik Nama Border yang baru
• Border yang baru sudah
menggantikan border yang lama
38
Mengatur besar kecinya ukuran Angka pada
penunjukan Toleransi.
• Klik Dimension – Klik Defoult ISO
• Klik Text
• Pada kotak size pilih ukuran yang
diinginkan (misal 2,50mm)
• Klik Save
Mengatur Bentuk/Jenis Garis
• Klik Layers
• Klik Center Mark – pada Line Type
pilih Dash Dot - pada Line Weight
pilih 0,18mm
• Klik Center Line – pada Line Type
pilih Long Dash Dotted - pada Line
Weight pilih 0,18mm
• Klik Save
Mengatur Bentuk/Jenis/ukuran Huruf dan
Angka
• Klik Text
• Klik Label Text – pada Font pilih
Isocpeur – pada Text Height pilih
3,50mm
• Klik Save
• Klik Note Text – pada Font pilih
Isocpeur – pada Text Height pilih
3,50 mm
• Klik Save
Fungsi dari etiket gambar ini adalah untuk memberikan data atau informasi teknis yang lebih
jelas pada suatu gambar yang telah dibuat. Dengan adanya etiket gambar ini, maka setiap
orang yang membacanya akan mendapatkan informasi yang cukup tentang gambar yang
disajikan tersebut..
Etiket gambar memuat informasi antara lain : Jenis Proyeksi, Skala gambar, Tanggal
digambar, Nama Pembuat Gambar, Nama Pemeriksa, Nama Gambar, Instansi pembuat
gambar, dan keterangan lainnya yang diperlukan. Cara membuat Etiket Gambar adalah
sebagai berikut:
Contoh Etiket
39
Membuat lembar kerja untuk membuat etiket
baru
Langkah-langkahnya sbb :
• (Pada browser) Klik kanan Title Block
• Klik Define New Title Block
Sebuah gambar harus dapat memberikan informasi yang lengkap tentang bentuk, ukuran,
dan persyaratan lain yang dibutuhkan. Jumlah dan jenis pandangan dalam gambar ditentukan
berdasarkan bentuk benda yang digambar. Ada gambar yang cukup ditampilkan dalam 1
pandangan saja misalkan bentuk-bentuk poros, ada yang harus digambarkan dalam 2
pandangan, 3 pandangan, dst.
Penempatan jenis pandangan didasarkan pada jenis proyeksi yang digunakan. Jika gambar
menggunakan Proyeksi Eropa/Proyeksi Kwadran I, maka :
• Pandangan samping kanan digambarkan di samping kiri pandangan depan
40
• Pandangan samping kiri digambarkan di samping kanan pandangan depan
• Pandangan atas digambarkan di bawah pandangan depan
• Pandangan bawah digambarkan di atas pandangan depan
41
➢ Shaded : pilihan untuk membuat
gambar putih (transparan) atau
berwarna (pejal/berisi)
42
Menampilkan Pandangan Samping dan
Pandangan Atas
Langkah-langkahnya sbb :
• Pilih menu Place View
• Klik Projected
• Klik gambar pandangan depan P. Depan P. Samping Kanan
yang akan diproyeksikan
• Geser kursor ke kanan atau kekiri
akan muncul gbr pandangan
kanan/kiri
• Klik gambar tersebut > klik kanan
> pilih Create
P. Depan
Gambar potongan atau gambar irisan ini fungsinya untuk menjelaskan bagian – bagian
gambar benda yang tidak kelihatan. Misalnya dari benda yang dibor (baik yang dibor tembus
maupun yang dibor tidak tembus), lubang – lubang pada flens atau pipa – pipa, rongga – rongga
pada rumah katup dan rongga – rongga pada blok mesin. Bentuk rongga tersebut perlu
dilengkapi dengan penjelasan gambar potongan agar dapat memberikan ukuran atau informasi
yang jelas dan tegas, sehingga terhindar dari kesalahpahaman membaca gambar.
43
Bentuk dan jenis potongan menyesuaikan bentuk bagian lubang/rongga yang akan
ditunjukkan apakah menggunakan jenis potongan penuh, potongan setengah, potongan
sebagian/lokal, potongan meloncat, potongan putar, dll .
44
Menampilkan Potongan Setengah/Separo
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul
lakukan langkah-langkah sbb:
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Section
• Buat garis memotong separo
lingkaran seperti gambar
• Klik dan geser garis kesamping
kanan (artinya yang akan dilihat
penampang potongannya adalah
separo bagian bawah)
• Klik kanan > klik Continue (akan
muncul gambar potongannya)
• Geser ke kanan sesuai posisi yang
diinginkan > klik pada sembarang
tempat atau OK
45
Menampilkan Potongan Lokal/Sebagian
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul Bagian lubang yang
lakukan langkah-langkah sbb: akan ditunjukkan
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Start Sketch dan Pastikan
menu pada posisi sketch
46
Menampilkan Potongan Meloncat
Lakukan langkah-langkah seperti saat
membuat gambar pandangan/proyeksi
Setelah gambar pandangannya muncul
lakukan langkah-langkah sbb:
• Aktifkan gambar yang akan
dipotong dengan cara klik kotak
titik-titik yang ada diluar gambar
atau dengan cara klik Views/file
pandangan yang ada pada browser
• Klik menu Place Views
• Klik Section
• Buat garis zig zag memotong
lingkaran seperti gambar
• Klik dan geser garis kesamping
bawah (artinya yang akan dilihat
penampang potongannya adalah
bagian atas)
• Klik kanan > klik Continue (akan
muncul gambar potongannya)
• Geser ke bawah sesuai posisi yang
diinginkan > klik pada sembarang
tempat atau OK
5. Menampilkan Dimension/Ukuran
Untuk memberikan suatu informasi yang jelas, semua keterangan pada gambar tersebut
harus lengkap, diantaranya adalah ukuran gambar. Dengan ukuran ini diharapkan benda kerja
dapat dibuat oleh pelaksana (operator) sesuai ukuran yang direncanakan.
Benda – benda yang diukur mempunyai bentuk yang bermacam – macam, harus sesuai
fungsinya, kualitasnya atau pengerjaan yang dibuat khusus.
47
Menampilkan ukuran dasar
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annote
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Tanda <<>> adalah simbol link ke
dimension yang dibuat saat
menggambar Part dari benda
tersebut
• Klik OK
NB.
Bila ukuran yang muncul tidak sesuai dg
yang diharapkan berarti gambar partnya
salah dan perlu di lakukan editing
48
Menampilkan ukuran toleransi
Dalam gambar nilai toleransi terletak
dibelakang ukuran dasar.
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Dimension
• Klik garis/batas garis yang akan
diberi ukuran
• Klik di tempat bebas
• Klik Precision and Tolerance
• Pilih jenis penyimpangan yang
diinginkan (misal Symetrik atau )
• Isi nilai penyimpangannya (misal
0,05)
• Klik OK
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Annotate
• Klik Feature
• Dobel Klik bidang/garis yang akan diberi
simbol Toleransi Geometrik
• Pada kotak Sym/Symbol pilih jenis
toleransi Geometrik yang diinginkan
(misal Ketegaklurusan)
• Pada kotak Tolerance isi nilai
penyimpangan yang diijinkan (misal
0,05)
• Pada kotak datum diisi huruf A atau B
atau C, dst (misal A)
• Klik OK
49
Menampilkan Bidang Referensi dari
Toleransi Geometrik (Datum)
Langkah-langkahnya sbb:
• Klik Datum
• Dobel Klik bidang/garis yang akan diberi
simbol Datum
• Klik OK
D. TUGAS
1. MENGATUR LEMBAR KERJA DRAWING (2D)
Buatlah lembar kerja Drawing (2D) pada Inventor Drawing, dengan ketentuan
4. Bentuk Etiket :
50
2. Membuat Gambar Kerja (2D)
Buatlah gambar kerja 2D seperti pada gambar dibawah ini dan lengkapi dengan
etiketnya!
1. ROCKER ARM
2. ROLLBAR LEVER
51
3. TRUST BEARING
52
5. WALL BRACKET
53
7. FIXTURE BASE
54
9. SWEEP (EXERCISE)
10. BODY
55
E. Pengayaan
56
Pengayaan 2. Buatlah gambar kerja 2D seperti pada gambar dibawah ini
57
EXERCISE DRAWING 2.3
58
EXERCISE DRAWING 2.5
59
BAB V
ASSEMBLY
Ketika mendesain sebuah mesin atau produk yang terdiri atas berbagai macam Part, kita akan
membutuhkan Assembly sebagai tema untuk merakit. Di dalam Assembly, kita dapat melakukan
berbagai macam pekerjaan, seperti melakukan modifikasi Part, simulasi fungsi alat, sampai
berbagai macam analisis lainnya. Dengan demikian, pekerjaan kita dalam mendesain akan lebih
mudah
Untuk membuka Inventor Assembly dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :.
• Klik New File > Pada Tampelate pilih Metrik > klik Standar (mm).iam
• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Assembly seperti gambar
berikut
60
akan ditempatkan pada origin point (0,0,0) dalam
keaadan grounded. Kita dapat menaruh lebih dari satu
komponen yang sama dengan mengklik di lokasi yang
berbeda dalam graphic window. Disamping kita dapat
menggunakan geometry part dari aplikasi Autodesk
Inventor, kita dapat menggunakan geometry dari aplikasi
lain sebagai part di dalam assembly yang kita buat. Di
bawah ini terdapat daftar list tipe file yang dapat anda
gunakan dalam Autodesk Inventor:
• Autodesk Inventor parts and assemblies (*.ipt, *.iam)
• Autedesk Mechanical Desktop (*.dwg)
• Autodesk Autocad (*.dwg)
• file SAT(ACIS/ShapeManager) (*.sat)
• file IGES (*.igs, *ige, *.iges)
• file STEP (*.stp, *.ste, *.step)
• Pro Enginer (*.prt, *.afm)
61
Penggunaan Tangent Contraint dengan Solusi Inside
62
63
64
Place From Content Center
Fungsinya untuk memasukkan berbagai macam
Part Standard seperti bolt, nut, washer, bearing,
dll
Jika ingin menambah kan baut penjepit pahat,
maka langkah-langkahnya sbb :
• Klik Place from conten center
• Klik Fastener
• Klik Bolt
• Klik jenis baut yang dipilih (IS 2269)
• Dobel klik diruang bebas maka akan
muncul konfirmasi ukuran baut yang
diinginkan
• Pilih Tread descripsion 8, nominal lengh
35
• Klik oke
• Klik padaruang bebas maka akan muncul
baut yang dinginkan
• Klik lagi sampai sejumlah baut yang
diinginkan ( 8 buah)
65
Untuk memasang baut pada rumah pahat, urutan
langkahnya sbb:
• Klik constraint
• Klik insert
• Solution mate
• Klik axis componen 1 baut yang akan di
mate
• Klik axis componen 2 rumah pahat yang
akan di senterkan
• Isikan pada offset kedalaman masuknya
baut -30
• Klik apply
66
Tugas Latihan
1. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 3 dan 4 dari Senter Jalan dibawah ini. Nomor
bagian 2 (bearing) diambil dari place content center.
Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3 dan 4 menjadi rangkaian Senter Jalan.
Buatlah gambar 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini
67
2. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 3, 4, dan 5 dari komponen RODA PINTU
PAGAR dibawah ini. Nomor bagian 6 (bearing) diambil dari Place From Content Center.
Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 menjadi rangkaian RODA PINTU PAGAR.
Buatlah gambar 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini
68
3. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 3, 4, dan 5 dari komponen TREKER BEARING
dibawah ini. Assemby/rakitlah komponen 1, 2, 3, 4 dan 5.
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini
69
4. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 4, 5, dan 6 dari komponen BELT ROLLER
SUPPORT dibawah ini. Komponen nomor 3 (Bolt/Baut) diambil melalui Place From Conten
Center. Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BELT ROLLER SUPPORT
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini
70
5. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2, 4, 5, dan 6 dari komponen BENCH CLAMP
dibawah ini. Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BENCH CLAMP
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing seperti gambar berikut ini
71
BAB VI
PRESENTATION
Mode Presentation pada Autodesk Inventor digunakan untuk mengkomunikasikan ide atau
perakitan atau penguraian suatu assembly menggunakan animasi (video). Dalam Autodesk
Inventor, mode ini ditandai oleh ekstensi file ipn. Output dari mode ini adalah video animasi,
sedangkan outcome-nya adalah dapat dibuat suatu gambar Exploded Assembly View yang
memungkinkan pengguna menampilkan semua komponen (part) yang ada di dalam suatu assembly
dan menunjukkan kemungkinan urutan perakitannya. Dalam gambar exploded assembly dapat
ditambahkan anotasi berupa balon komponen dan part list untuk mendaftar semua komponen yang
ada berikut jumlah masing-masing komponen di dalam assembly .Gambar seperti ini sangat sering
digunakan dalam buku manual suatu mesin atau produk karena sangat informatif. Sedangkan video
animasi hasil mode presentation dapat digunakan dalam presentasi desain suatu produk. Dalam
Autodesk Inventor , benda yang telah dibuat dapat diberikan animasi berupa gerakan. Menu animasi
ini terdapat dalam inventor studio yang dapat diakses dengan membuka file assembly
Klik ikon New > pilih Metrik > pilih Standart (mm).ipn pada jendela Open > klik OK
• Selanjutnya akan muncul tampilan Menu dan Toolbar Inventor Presentation seperti
gambar berikut
72
A. Memahami Perintah pada Inventor Presentation
.
Perintah/Tool Simbol Fungsi
Create View Memasukkan file assembly (ekstensi *.iam) yang akan dianimasikan
penguraiannya.
Tweak mengatur pergerakan komponen dalam sebuah assembly, baik itu
Component memindahkan atau memutar, untuk keperluan presentasi atau
analisis pergerakan.
Precise View memutar tampilan model 3D dengan presisi, baik berdasarkan sudut
Rotation tertentu maupun berdasarkan tepi atau sumbu yang dipilih
Animate membuat animasi dari model 3D, khususnya dalam konteks perakitan
dan pergerakan komponen. Ini memungkinkan pengguna untuk
mensimulasikan gerakan, membuka/menutup mekanisme, atau
menjelaskan urutan perakitan suatu produk dengan cara yang visual
dan interaktif.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat presentasi pada suatu benda yang telah di-
assembly.
73
Pada Presentasion Panel >
Klik Create View > akan keluar
jendela " Select Assembly " >
klik Explore Directories > pilih file
yang berbentuk Assambly yang ingin
kita presentasikan > setelah itu kita
pilih ok .
Tweak Component
berfungsi membuat arah dan jarak
antarkomponen.
• Klik icon Tweak Component >
akan keluar jendela Tweak
Component
75
Melepas handel dan pemegang agar
bergerak bersama-sama
Catatan.
Untuk menghemat waktu, setelahdi
enter tidak klik (ok) tetapi klik +
(apply)
76
Animate
berfungsi membuat Dynamic
Simulation. Animasi berdasarkan
Tweak yang telah kita buat
• Interval berfungsi untuk mengatur
waktu jeda pergerakan antar
komponen. Semakin besar
nilainya, gerakan semakin lambat
• Repetitions berfungsi mengatur
pengulangan animasi.
• Pada Motion pilihlah jenis operasi
gerakan.
• Kliklah Record jika ingin
menyimpan animasi dalam bentuk
video (.wmv atau .avi).
Tugas :
1. Buatlah presentasi dari semua benda yang telah dibuat pada menu assembly sebelumnya.
2. Buatlah gambar komponen/part bagian 1, 2 , 4 , 5 , 7 dan 8 dari BELT DRIVE dibawah ini.
Nomor bagian 3 (bolt), 6 (key) dan 9 (nut) diambil dari place content center.
Assemby/rakitlah semua komponen menjadi rangkaian BELT DRIVE.
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing. Gambar drawing terdiri dari :
• Gambar rakitan/assembly 3D lengkap dengan balloon dan part list
• Gambar 3D bongkaran/exploded
• Gambar 2D lengkap dengan ukuran dan symbol gambar yang diperlukan
77
78
3. Buatlah gambar komponen/part bagian dari DRILL PRESS VISE dibawah ini. Bagian nomor
13 (Countersunk/ulir sekerup) dapat diambil pada place from content center. Assemby/rakitlah
semua komponen menjadi rangkaian DRILL PRESS VISE .
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing. Gambar drawing terdiri dari :
• Gambar rakitan/assembly 3D lengkap dengan balloon dan part list
• Gambar 3D bongkaran/exploded
• Gambar 2D lengkap dengan ukuran dan symbol gambar yang diperlukan
79
80
4. WATER CONTROL VALVE
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari WATER CONTROL VALVE.
81
5. FEED CHECK VALVE
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari FEED CHECK VALVE.
82
6. AIR MOTOR
Buatlah gambar 3D dan 2D pada menu Drawing dari AIR MOTOR
83
BAB VI.
PRINT OUT
84
85
DAFTAR PUSTAKA
Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT, 2019. Pengenalan Computer Aided Design 2D / 3D
Assambly dan Animate Menggunakan Autodesk Inventor Professional , Universitas
Wisnuwardhana Malang Press.
Muas, 2015. Cara Mudah Menggambar Mesin Melalui Konteks Riset Secara Inklusif dengan
Menggunakan Autodesk Inventor Professional 2014, Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Wahyudi, S.T., M.T. Sunardi, S.T., [Link]. Fitroh Anugrah K.Y., S.T. Rela Adi H., S.T., 2015. Modul
Praktikum CAD-Inventor, Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.
86