0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan24 halaman

Teknik Deteksi dan Koreksi Kesalahan Data

Diunggah oleh

nusadimas456
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan24 halaman

Teknik Deteksi dan Koreksi Kesalahan Data

Diunggah oleh

nusadimas456
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)
Nama Anggota Kelompok 2 :

1. Bintan Wibi Liano (7)

2. Daffa Bintang Wahyu P (8)

3. Dimas Dwi Nusa Said (9)

4. Emi Lailatul Rohmah (10)

5. Faris Akmal Maulana (11)

6. Farisa Kharismatul Wardah (12)

Komunikasi Data (Error Detec on dan Error Correc on)


Error adalah salah satu syarat kompilasi informasi yang dak sesuai dengan input informasi. selama
transmisi,sinyal digital menimbulkan noise yang dapat menyebabkan kesalahan dalam bit biner yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.

Penger an kesalahan deteksi dan error koreksi :

 Error detec on

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung,yaitu perubahan satu atau beberapa bit
dari nilai "1" ke "10" atau sebaliknya.

 Error correc on

Proses pelacakan selama transmisi data berlangsung.

Contoh error correc on :

1. Stop and wait

Apabila blok data dikirim setelah ack dari receiver dikirim oleh transmi er terlebih dahulu.

2. Go back -N:

Apabila terdapat salah satu blok data yang rusak maka blok data tersebut dan blok selanjutnya akan dikirim
ulang.

3. Selec ve repeat:

Apabila terdapat satu blok data yang rusak maka banyak blok data tersebut yang akan dikirim ulang.

Contoh error detec on :

1. Parity check: menambah sebuah bit pada se ap pengiriman Sejumlah bit,sehingga jumlah bit bernilai 1
selalu genap/ganjil.

2. Ckc "cyclic redundancy check":

Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error.

Mengatasi eror detec on and correc on


•Subs tusi simbol

Bila ada data yang rusak maka komputer penerima menggan bagian itu dengan karakter [Link] karakter
SUB yang berupa tanda tanya terbaik

•Mengirim data koreksi

Data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. bila menjumpai kesalahan maka
perbaikan dilakukan dengan menggan bagian yang rusak dengan data [Link] cara ini jarang dilakukan

•Kirim ulang

Cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data
yang diterima, maka selanjutnya komputer pengirim mengirim atau mengulangi pengiriman data

-Tujuan utama dari teknik error deteksi

Koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. dengan menambah bit redundasi
kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi jika data rate dari data aslinya
diinginkan tetap.

Tipe- pe error

1. Error terjadi ke ka ada perubahan diantara transmi er dan receiver

2. Error single bit

 Bit yang berdekatan dak efek f


 Diantara satu bit
 White noise

3. Burst errors

4. Panjang B

5. Memudar dalam wireless

6. Impulse noise

7. Efek lebih besar saat kecepatan data nggi

#Teknik Deteksi Dan Koreksi Kesalahan

A. Tiga Kelas Probalitas Hasil

-Klas 1 (p1) : frame Tiba Tanpa bit-bit error

-Klas 2 (P2) : Frame Tiba dengan satu atau Lebih bit - biit error Yang dak terdeteksi

-Klas 3 (P3) : Frame Tiba dengan satu atau lebih bit - bit error yang terdiri dan dak ada bit - bit error yang dak
terdeteksi

Persamaan Daru Probalitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1= ( 1 -PB ) Ng P2 = 1- P1 dimana : Ng = jumlah
bit per frame PB = Probalitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (Konstan, tergantung posisi bit)

Anda mungkin juga menyukai