0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami fenomena melalui data deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, sajian, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan keabsahan dan kredibilitas data.

Diunggah oleh

Ganing laty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif

Dokumen ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami fenomena melalui data deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, sajian, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan keabsahan dan kredibilitas data.

Diunggah oleh

Ganing laty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam

waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang

berlaku untuk dapat menghasilkan suatu penelitian yang baik. Untuk dapat

menghasilkan penelitian yang baik, maka dibutuhkan desain penelitian untuk

menunjang dan menberikan hasil penelitian yang sistematik. Desain penelitian

adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan

penelitian, yang membantu penelitian dalam pengumpulan dan menganalisis data.

Adapun desain penelitian menurut Millan dalam Hadjar adalah rencana

dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris

dalam menjawab pertanyaan penelitian.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif karena variabel penelitian

yang digunakan adalah variabel tunggal (univariat) atau bisa disebut juga dengan

variabel mandiri. Menurut Sugiyono, “penelitian dengan menggunakan metode

deskriptif dapat dilakukan terhadap variabel tunggal yaitu tanpa membuat

perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain” (Sugiyono, 2004:5).

Karena metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian

deskriptif maka penulis memakai pendekatan kualitatif dalam penelitian ini.

Bogdan dan Taylor dalam Moleong mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai

“prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis

48
49

atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini

diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh)” (Moleong,

2006:4).

Lebih lanjut, Moleong sendiri mendefinisikan Penelitian Kualitatif sebagai

berikut :

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami


fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan
cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks
khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan metode alamiah
(Moleong, 2006:6).

3.2.1. Unit Analisis dan Informan

Unit analisi dalam penelitian ini adalah di UPTD Perikanan Kecamatan

Bungguran Barat Kabupaten Natuna. Penetapan unit analisis ini di dasarkan pada

tugas dan fungsi Pemerintah Di UPTD Perikanan Kecamatan Bungguran Barat

Kabupaten Natuna sebagai pelaksana dan bertanggung jawab terhadap proses

Implementasi Kebijakan Penerbitan Izin Usaha Budidaya Perikanan Ikan

Laut

3.3 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

3.3.1. Sumber penelitian

Menurut Loftland dan Loftland (1984:47) sebagaimana yang di kutip oleh

Moleong bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan

tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain di mana

data hasil penelitian di dapatkan melalui dua sumber data, yaitu:


50

1. Data Primer

Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari hasil wawancara

yang di peroleh dari narasumber atau informan yang di anggap

berpotensi dalam memberikan informasi yang relevan dan sebenarnya

di lapangan.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah sebagai pendukung data primer dari literatur dan

dokumen serta data yang di ambil dari permasalahan di lapangan yang

terdapat pada lokasi penelitian berupa bahan bacaan, bahan pustaka,

dan laporan-laporan penelitian, video rekaman, dokumen-dokumen

resmi, dan pemberitaan-pemberitaan di media cetak dan elektronik.

Pada penelitian ini triangulasi di pandang penting supaya peneliti

mendapatkan data yang lebih komprehensif dan mereduksi resiko terjadinya bias

dalam proses pengumpulan data yang mungkin secara tidak sengaja di lakukan,

serta meminimalisir kemungkinan dominannya subjektifitas dalam pengungkapan

data dan eksplanasinya pada skripsi ini. Melalui kegiatan triangulasi di harapkan

data yang di dapatkan lebih mendekati vasilitasnya, serta memberi kontribusi

yang signifikan di dalam upaya memahami peranan Dinas Kelautan dan Perikanan

sebagaimana yang di lakukan penulis karya ilmiah tersebut.

3.3.2. Teknik Pengumpulan Data

Pemahaman ini diadopsi dari Alwasilah (2003) yang mengatakan bahwa

triangulasi menguntungkan peneliti dalam hal yaitu: pertama, mengurangi resiko

terbatasnya kesimpulan pada metode dan sumber data tertentu. Kedua,


51

meningkatkan validitas kesimpulan sehingga lebih merambah kearah yag lebih

luas. Denga kata lain, bias yang melekat (inherent) pada satu sumber data,

peneliti, dan metode tertentu akan ternetralisasi oleh informasi yang di gali dari

sumber data, peneliti, dan metode lain.

Sementara teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara triangulasi,

khususnya triangulasi terhadap metode atau teknik pengumpulan data. Seperti di

katakana Sugiyono (2005) triangulasi di artikan juga sebagai teknik pengumpulan

data yang bersifat menggabungkan diri sebagai teknik pengumpulan data dan

sumber data yang telah ada. Dalam kaitannya dengan penelitian tesebut

triangulasi tidak hanya sekedar menggabungkan data-data melainkan juga sebagai

suatu proses untuk saling membandingkan dan memeriksa kembali (check and

recheck) berbagai sumber data yang di peroleh dengan cara berbeda itu. Adapun

ketiga teknik pengumpulan data di gabungkan itu adalah:

1. Observasi Partisipan

Sumber dan teknik pengumpulan data dalam penelitian di sesuaikan dengan

tujuan peneliti. Dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data di pilih, dan

mengutamakan perspektif emic. Artinya mementingkan pandangan

informan, yakni bagaimana cara mereka memandang dan menafsirkan dunia

dari pendiriannya.

2. Wawancara Mendalam

Sugiyono mengatakan (2005:74) menyatakan bahwa wawancara adalah

“Tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung”. Jenis

wawancara yang di lakukan dalam penelitian ini adalah wawancara


52

mendalam (depth interview) dengan pendekatan wawancara terstruktur

(unstructured interview). Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara

yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang

telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya.

Pedoman wawancara yang di gunakan hanya berupa garis-garis besar

permasalahan yang akan di tanyakan. Peneliti menggunakan pendekatan

tersebut dengan anggapan akan memudahkan peneliti untuk menyerap

berbagai informasi yang ingin di sampaikan narasumber, peneliti juga dapat

mengajukan pertanyaan lanjutan (follow up question) tanpa harus di batasi

oleh waktu dan jumlah pertanyaan.

3. Dokumentasi

Yakni berupa foto-foto yang berfungsi untuk memperjelas uraian

pembahasan dan sebagai bukti pendukung. Bogdan sebagaimana di kutip

Sugiyono (2005) menyatakan: “In most tradition of qualitative research, the

phrase personal document is used broadly to refer to any first person

narrative produce by unindividual which describes his or her own actions,

experience and belief”.

Untuk mempermudah mengumpulkan data peneliti menggunakan alat bantu

berupa buku catatan, flash disk recorder dan digital camera. Data yang

berhasil di kumpulkan selanjutnya di olah melalui kegiatan:

1. Memproses satuan, pengolahan data di mulai dengan menelaah seluruh

data yang tersedia dari berbagai sumber, kemudian membuat rangkuman

dari catatan lapangan.


53

2. Kategorisasi, menentukan kategori atas dasar pikiran, ilustrasi, pendapat

atau kriteria tertentu terhadap data yang di peroleh selanjutnya

menempatkan data pada kategori masing-masing (penyajian data).

3. Menarik kesimpulan dan verifikasi, menarik kesimpulan adalah bagian

dari suatu konfigurasi kegiatan yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga

di verifikasi selama penelitian berlangsung.

Ketiga proses di atas, merupakan rangkaian kegiatan yang saling menjalin

pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk

sejajar sebagai sebuah siklus (analisis).

3.4 Teknik Analisis Data

Dalam rangka menjawab permasalahan penelitian, maka analisis data

dalam penelitian ini di lakukan secara kualitatif yaitu suatu analisis yang berusaha

mencari pola, model, tema, hubungan, persamaan, dan makna dari data yang di

nyatakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan, tafsiran-tafsiran setelah menggali

data dari beberapa informan kunci yang di tabulasikan dan di presentasikan sesuai

dengan hasil temuan (observasi) dan wawancara mendalam penulis dengan hasil

informan, hasil pengumplan data tersebut di olah secara manual, di reduksi

selanjutnya hasil reduksi tersebut di kelompokkan dalam bentuk segmen tertentu

(display data) dan kemudian di sajikan dalam bentuk content analisis dengan

penjelasan-penjelasan, selanjutnya di beri kesimpulan, sehingga dapat menjawab

rumusan masalah, menjelaskan dan terfokus pada representasi terhadap fenomena

yang hadir dalam penelitian.


54

Faisal (1999) menyatakan bahwa dalam pendekatan kualitatif analisis data

dilakukan melalui sirklus sebagai berikut :

1. Reduksi

Data yang telah dikumpulkan melalui teknik-teknik pengumpulan data

selanjutnya direduksi. Reduksi data berupa proses penyeleksian dari yang

komplek sehingga nampak sederhana dan tampil secara menyeluruh

sehingga peneliti dapat menyimpulkan dan membuat interpretasi terhadap

data tersebut.

2. Sajian Data

Sajian data dirancang untuk menggambarkan suatu informasi secara

sistematis dan mudah dilihat serta mudah difahami dalam wujud

keseluruhannya, melalui sajian data akan mudah mendapatkan pemahaman

tentang apa yang sesungguhnya terjadi dan akan memberikan peluang bagi

peneliti untuk menyusun analisis atau tindakan-tindakan yang diperlukan.

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Setelah proses pengumpulan data berlangsung langakah selanjutnya adalah

melakukan penarikan kesimpulan atau verifikasi data dengan melihat dan

mempertanyakan kembali sambil melihat catatan lapangan untuk

memperoleh pemahaman yang lebih tepat.

Pengumpulan data, reduksi data, sajian (display) data dan pengambilan

kesimpulan berlangsung secara interaktif yang menunjukan kesungguhan peneliti

untuk memahami atau mendapatkan pengertian yang mendalam, komprehensif


55

dan rinci mengenai masalah penelitian sehingga pada akhirnya dapat menghsilkan

kesimpulan kesimpulan yang bersifatinduktif.

Proses analisis data berlangsung sebagaimana tertera pada gambar berikut.

Pengumpulan
Data

Reduksi Data Display Data

Penggambaran

Kesimpulan

Gambar 3.1

SiklusAnalisis Data
(Sumber: Faisal, 1999)

Pengujian terhadap data dilakukan melalui uji validitas dan [Link]

validitas dilakukan dengan memilih terlebih dahulu setiap informan yang akan

digunakan sebagai sumber informasi dengan menggunakan pertimbangan

kedalaman pengetahua ninforman terhadap masalah sebagai acuannya. Adapun uji

reliabilitas dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan yang sama kepada

seseorang informan namun dalam jangka waktu yang berbeda. Konsistensi

jawaban informan terhadap pertanyaan yang sama tersebut dijadikan acuan bagi
56

pengukuran reliabitas [Link] itu penulis juga melakukan crosscheck data

maupun informasi untuk menjaga reliabilitas dan validitas data dangan cara

mengkonfrontir data dan informan satu dengan lainnya.

Hasil anlisis ditampilkan dalam bentuk tabel untuk data data sekunder dan

dalam bentuk kutipan utuh wawancara untuk data data primer hasil wawancara

dengan parainforman.

3.5 Teknik Keabsahan Data

Penelitian kualitatif harus mengungkapkan kebenaran yang objektif. Oleh

karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat diperlukan.

Keabsahan data dianggap derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek

penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Dengan melalui keabsahan

data maka kredibilitas (kepercayaan) penelitian kualitatif dapat tercapai. Untuk

menetapkan keabsahan (Trustworthiness) data dalam penelitian kualitatif

diperlukan teknik pemeriksaan data. Menurut Moleong (2011: 326) terdapat

empat kriteria dalam teknik pemeriksaan data, yaitu :

1. Derajat Kepercayaan Data (Uji Kredibilitas)

Penjaminan keabsahan data melalui derajat kepercayaan data dapat

dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik pemeriksaan data,

diantaranya :

a. Triangulasi

Triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang laindiluar data itu untuk keperluan


57

pengecekan atau sebagai pembanding terhadap suatudata. Dalam

penelitian ini peneliti menggunakan cara triangulasi sumber

yakni dengan membandingkan data hasil wawancara kepada

sumber yang berbeda (informan yang berbeda). Data dari

beberapa sumber tersebut kemudian dikategorisasikan mana

pandangan yang sama, mana pandangan yang berbeda dan mana

pandangan yang spesifik.

b. Kecukupan Referensi

Ketersediaan dan kecukupan referensi dapat mendukung

keterpercayaan data dalam penelitian, upaya untuk

mendukungnya dapat digunakan kamera digital sebagai alat foto

dan dapat juga menggunakan alat perekam suara. Dengan

demikian, apabila akan dicek kebenaran data penelitian, maka

referensi yang tersedia dapat dimanfaatkan sehingga tingkat

keterpercayaannya dapat dicapai.

2. Keteralihan (Transferability)

Peneliti mendeskripsikan atau memaparkan data yang telah diperoleh,

baik berupa hasil wawancara, hasil dokumentasi maupun observasi

secara transparan dan menguraikannya secara rinci. Pemaparan ini

berada pada bab hasil penelitian dan pembahasan. Pemaparan secara

keseluruhan data dilakukan agar pembaca dapat benar–benar

mengetahui permasalahan yang terjadi terkait dengan penelitian.


58

3. Kebergantungan (Dependability)

Menguji kebergantungan data penelitian dilakukan untuk mengetahui,

mengecek dan memastikan hasil penelitian benar atau salah. Guna

mengecek apakah hasil penelitian benar atau tidak, maka peneliti

mendiskusikan semua data yang diperoleh dengan dosen pembimbing.

Setelah itu, baru diadakan seminar.

4. Kepastian (confirmability)

Dalam penelitian kualitatif, menguji kepastian mirip dengan menguji

kebergantungan, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara

bersamaan. Kepastian (confirmability) berarti menguji hasil penelitian,

dikaitkan dengan proses yang ada dalam penelitian,jangan sampai

proses tidak ada tetai hasilnya ada. Derajat ini dapat tercapai melalui

audit atau pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan

proses penelitian serta hasil penelitian. Pemeriksaan dapat dilakukan

oleh dosen pembimbing skripsi menyangkut kepastian asal–usul data,

penarikan kesimpulan dari data dan penilaian derajat ketelitian serta

telaah terhadap kegiatan peneliti tentang keabsahan data.

3.6 Oprasionalisasi Paramenter Penelitian

Menurut Sugiyono (2012: 31), definisi operasional adalah penentuan

konstrak atau sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat

diukur. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan untuk


59

meneliti dan mengoperasikan konstrak, sehingga memungkinkan bagi peneliti

yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau

mengembangkan cara pengukuran konstrak yang lebih baik.

Menurut Singarimbun dan Efendi (2002: 46), definisi operasional atau

mengoperasionalisasi variabel adalah petunjuk bagaimana suatu veriabel diukur,

dengan membaca definisi operasional dalam penelitian maka diketahui baik

buruknya variabel tersebut.

Berdasarkan pengertian di atas maka definisi operasional mengenai

implementasi kebijakan penerbitan izin usaha budidaya perikanan ikan laut dilihat

dari empat aspek yaitu; komunikasi, sumberdaya, deposisi, dan struktur birokrasi.

Tabel 3.1
Operasionalisasi Parameter Penelitian

Variabel Dimensi Parameter


Implementasi 1. Frekuensi dari penyampaian
Kebijakan(X) informasi
George C. Edwards 2. Keikutsertaan dalam rapat-
1. Komunikasi
III( 1980 ) rapat
3. Keinginan untuk
melaksanakan kebijakan
1. Kecukupan jumlah aparat
2. Memadainya sarana untuk
2. Sumber-sumber keakuratan data
3. Tersedianya dana

1. Optimis dalam bekerja


3. Disposisi 2. Loyalitas antar pegawai
(sikap pelaksana) 3. Terpenuhinya dukungan
1. Melaksanakan prosedur kerja
2. Koordinasi antar unit
4. Struktur Birokrasi

(Sumber: Penelitian Tahun 2017)


60

Tabel 3.2
Penentuan Informan

No Informan Informasi yang Dibutuhkan

Kepala UPTD Kelautan dan 1) Mengetahui proses Implementtasi


1 Perikanan Kecamatan Kebijakan Penerbitan Izin Usaha Budidaya
Bunguran Barat Kabupaten Perikanan Ikan Laut
Natuna.
2. 1) Mengetahui proses Implementtasi
Kepala Sub Bagian Perizinan Kebijakan Penerbitan Izin Usaha Budidaya
Perikanan Ikan Laut
1) Mengetahui proses Implementtasi
3. Kepala Sub Bagian Budidaya Kebijakan Penerbitan Izin Usaha Budidaya
Perikanan Ikan Laut
4. Informan (Masyarakat) 1) Untuk Mengetahui Manfaatan Dari Di
Terbikan Izin Usaha Budidaya Perikanan
Ikan Laut

(Sumber: Penelitian Tahun 2017)

3.7 Pedoman Wawancara

1. Kepala UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Bunguran Barat

Kabupaten Natuna.

Pertanyaan :

 Bagaimana proses komunikasi kebijakan pemerintah kecamatan tentang

penerbitan izin usaha budidaya perikanan ikan laut di Kecamatan

Bunguran Barat Kabupaten Natuna?

 Program apa saja yang diberikan oleh pemerintah kecamatan terhadap

pegawai pada UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Bunguran

Barat Kabupaten Natuna untuk kemajuan daerah terutama pada

penerbitan izin usaha budidaya perikanan ikan laut di Kecamatan

Bunguran Barat Kabupaten Natuna?


61

 Perlukah Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna menerapkan

sistem Standar Operating Procedures (SOP) ?

 Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penerbitan izin

usaha budidaya perikanan ikan laut di Kecamatan Bunguran Barat

Kabupaten Natuna?

 Upaya apa saja yang dilakukan oleh UPTD Kelautan dan Perikanan

Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna dalam mengatasi

hambatan tersebut ?

2. Bagian Perizinan UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Bunguran

Barat Kabupaten Natuna.

Pertanyaan:

 Kebijakan apa saja yang dilakukan oleh UPTD Kelautan dan Perikanan

Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna dalam hal dalam

penerbitan izin usaha budidaya perikanan ikan laut ?

 Apa saja faktor pendukung dalam penerbitan izin usaha budidaya

perikanan ikan laut?

3. Masyrakat Budidaya Ikan Kabupaten Natuna

Pertanyaan:

 Kendala apa saja yang dihadapi oleh masyarakat terhadap kebijakan

pemerintah kecamatan bunguran barat kabupaten natuna ?


62

4. Kepala Sub Bagian UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Bunguran

Barat Kabupaten Natuna.

Pertanyaan:

 Bagaimana kondisi SDM sebagai pelaksana di UPTD Kelautan dan

Perikanan Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna dalam

menjalankan penerbitan izin usaha budidaya perikanan ikan laut ?

 Bagaimana keadaan penempatan pegawai di UPTD Kelautan dan

Perikanan Kecamatan Bunguran

3.8 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yang akan dilakukan penulis adalah di UPTD Kelautan

dan Perikanan Kecamatan Bungguran Barat Kabupaten Natuna

Lamanya waktu penelitian adalah 3 (tiga bulan) bulan yaitu antara bulan

Juni 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017, mengenai Penerbitan Izin Usaha

Budidaya Perikanan Ikan Laut.

Tabel. 3.3

Jadwal Penelitian Pada Bulan Juni 2017 s.d Agustus 2017

Waktu Peneletian
No Kegiatan
Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapan
1 Pengajuan
Usulan
2 Observasi
Persiapan
Seminar
3
Rancangan
Penelitian
4 Penelitian

Pengelolaan
5
Data

6 Sidang Skripsi

Anda mungkin juga menyukai