Penelitian Tindakan Kelas PGSD 2024/2025
Penelitian Tindakan Kelas PGSD 2024/2025
TUGAS 3
A. Hasil Penelitian
Pada Bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil data penelitian terutama sikap siswa
selama proses tindakan dan hasil belajar siswa itu sendiri dari siklus I sampai siklus III.
1. Siklus I
a. Perencanaan
Setelah mengevaluasi dan mengkaji masalah yang terjadi dan selanjutnya melakukan
diskusi dengan kepala sekolah, maka peneliti dan kolaborator menyusun dan
mempersiapkan langkah – langkah yang akan dilakukan pada tahap tindakan, yaitu
sebagai berikut: (1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan
penerapan metode demonstrasi; (2) Menyediakan alat dan bahan yang akan
digunakan dalam demonstrasi; (3) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan
digunakan siswa dalam melakukan demonstrasi; (4) Membuat serangkaian soal -
soal tes yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai
materi pelajaran (5) Melakukan uji coba di rumah agar dapat diketahui kemungkinan
– kemungkinan yang akan terjadi dalam kegiatan demonstrasi; (6) Membuat
pedoman observasi beserta panduan penskorannya, dan menyediakan kamera
sebagai alat bantu dokumentasi. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gambaran
tentang pembelajaran yang dilakukan secara spesifik.
b. Tindakan
Tindakan siklus I dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 25 Juli dan 1 Agustus 2019
pada Pukul 07.30–08.50 WIB. Pada tindakan siklus I, peneliti bertindak sebagai
pengajar dan dibantu oleh teman sejawat sebagai observer. Tindakan siklus I diawali
mengecek kesiapan belajar siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran. Kemudian,
guru melakukan apersepsi dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan
kehidupan siswa. Kegiatan inti pada tindakan siklus I dilakukan dengan prosedur
sebagai berikut: (1) Membagi siswa dalam 10 kelompok, dimana setiap kelompok
terdiri dari 4 siswa; (2) Perwakilan setiap kelompok mengambil alat dan bahan yang
akan digunakan dalam melakukan demonstrasi, serta lembar kerja Siswa (LKS) yang
di dalamnya memuat tentang langkah – langkah yang akan ditempuh dalam
melakukan demonstrasi; (3) Setiap kelompok melakukan demonstrasi sesuai dengan
petunjuk – petunjuk yang tertera dalam LKS dan mencatat hal – hal yang ditemukan
dalam demonstrasi. Di samping itu, guru mengarahkan dan membimbing kelompok
yang mengalami kesulitan dalam melakukan demonstrasi; (4) Setiap kelompok
melakukan diskusi inter Siswa untuk membahas temuan – temuan dalam
demonstrasi, selanjutnya membuat kesimpulan; (5) Melakukan diskusi antar
kelompok dimana guru bertindak sebagai moderator. Diskusi dilakukan dengan cara
memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap Siswa untuk mempresentasikan
hasil demonstrasinya, kemudian Siswa lain menanggapinya. Di akhir tindakan siklus
I, siswa dibimbing dan diarahkan untuk menyimpulkan materi pelajaran.
Selanjutnya, menyampaikan pesan–pesan moral.
c. Observasi
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajarandiperoleh data
bahwa guru hanya mampu melaksanakan 3 indikator dengan kualifikasi sangat baik
(SB) dari 8 indikator yang telah ditetapkan untuk dinilai. Data tersebut
dideskripsikan sebagai berikut: (1) Guru sudah menyampaikan tujuan – tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dengan bahasa yang jelas, suara yang nyaring, dan
pandangan yang mengarah kepada semua siswa; (2) Guru sudah melakukan
apersepsi dengan maksimal. Apersepsi dilakukan oleh guru dengan cara mengaitkan
materi pelajaran dengan kehidupan siswa; (3) Pembagian kelompok yang dilakukan
guru sudah heterogen dilihat dari aspek gender, tetapi jika ditinjau dari tingkat
kognitif, pembagianSiswa tersebut belum heterogen; (4) Guru sudah menyiapkan
dengan lengkap alat dan bahan yang akan digunakan dalam demonstrasi. Selain itu
pula, Lembar Kerja Siswa yang disiapkan oleh guru sudah maksimal, dimana
langkah–langkah demonstrasi sudah tertera di dalamnya secara jelas serta dengan
bahasa yang mudah dipahami oleh siswa; (5) Guru belum maksimal dalam
membimbing dan mengarahkan siswa dalam melakukan demonstrasi. Hanya 4 dari
10 kelompok yang mendapat bimbingan dari guru dalam menyelesaikan kesulitan
pada saat melakukan demonstrasi; (6) Guru masih kurang dalam mengontrol
keaktifan setiap siswa dalam melakukan demonstrasi pada kelompoknya masing –
masing. Guru juga tidak memberikan teguran kepada siswa yang tidak aktif; (7)
Guru belum maksimal dalam memandu pelaksanaan diskusi antar kelompok. Hal ini
terlihat dari tidak adanya pemerataan kesempatan berbicara kepada setiap Siswa; (8)
Guru hanya memberikan kesempatan kepada 2 kelompok saja untuk menyimpulkan
materi pelajaran.
Selanjutnya, dari hasil observasi aktivitas belajar siswa diperoleh data bahwasiswa
hanya mampu melaksanakan 3 indikator dengan kualifikasi sangat baik (SB) dari 10
indikator yang telah dirumuskan untuk diamati. Data tersebut dideskripsikan sebagai
berikut:
1. Ada 6 siswa yang terlihat sibuk bercerita dengan temannya dan tidak menyimak
2. apersepsi yang disampaikan oleh guru; (2) Siswa sudah membentuk
3. Siswa sesuai instruksi guru;(3) Perwakilan setiap Siswa secara mandiri
mengambil alat dan bahan, serta LKS yang akan digunakan dalam demonstrasi;
4. 2 dari 10 Siswa masih terlihat kesulitan dalam melakukan demonstrasi khususnya
demonstrasi 3 dan 5;
5. Hanya 1 Siswa yang semua anggotanya aktif dalam melakukan demonstrasi;
6. Hanya 1 Siswa yang melakukan diskusi inter Siswa untuk membuat kesimpulan
atas temuan – temuannya dalam demonstrasi;
7. Semua kelompok sudah mempresentasikan hasil demonstrasinya. Namun, hanya
1 kelompok yang hasil demonstrasinya mencapai taraf sangat baik dan 1 Siswa
mencapai taraf baik, sedangkan hasil demonstrasi dari 2 Siswa lainnya berada di
taraf kurang;
8. Hanya 2 dari 10 Siswa yang saling menanggapi dalam diskusi antar Siswa;
9. Hanya 2 Siswa yang terlibat aktif dalam menyimpulkan materi pelajaran
10. Setiap kelompok sudah membersihkan dan menyimpan alat dan bahan yang
digunakan dalam demonstrasi.
d. Tes
Pada siklus I, tes yang digunakan berbentuk essay, yang terdiri dari 1 butir soal.
Adapun hasil tes yang dilakukan peneliti pada siklus I dapat dilihat pada tabel
berikut ini:Tabel 4.1: Hasil Tes Siklus I
1 85–100 5 14.29
2 70–84 17 48,57
3 55–69 7 20
4 46–54 6 17,14
5 0–45 0 0
Perbandingan persentase jumlah siswa yang berhasil menguasai≥70% materi
pelajaran adalah 62,86 % dan yang belum menguasai materi pelajaran adalah 37,14
%.
e. Refleksi
Pada tahap ini, peneliti bersama kolaborator melakukan diskusi untuk membahas
data yang telah diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes. Setelah dianalisis,
maka ditemukan fakta bahwa antara data yang diperoleh dengan desain
pembelajaran yang telah direncanakan serta indikator keberhasilan penelitian yang
telah ditetapkan masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, yaitu sebagai berikut: (1)
Guru belum maksimal dalam mengontrol keaktifan siswa dan memberikan teguran
kepada siswa yang tidak aktif. Hal ini terlihat masih ada 1 Siswa yang anggota
Siswanya belum sepenuhnya aktif dalam melakukan demonstrasi; (2) Tidak semua
kelompok memberikan tanggapannya dalam diskusi Siswa; (3) Hanya 8 kelompok
yang terlibat dalam menyimpulkan materi pelajaran (4) Aktivitas belajar siswa
belum mencapai indikator keberhasilan, dimana hanya terdapat 5 indikator yang
terlaksana dengan kualifikasi sangat baik (SB) dan 3 indikator yang terlaksana
dengan kualifikasi baik (B) dari 10 indikator yang tertera di pedoman observasi.
Sedangkan dari segi hasil belajar siswa hanya terdapat 60% dari 40 siswa yang
mengikuti proses pembelajaran yang berhasil menguasai ≥70% materi pelajaran.
Setelah melihat adanya beberapa kekurangan pada siklus II, maka perlu adanya
perbaikan. Hal ini ditujukan agar pelaksanaan pada siklus III memberikan hasil yang
lebih baik. Adapun perbaikan – perbaikan tersebut adalah sebagai berikut: (1)
Pembagian Siswa dilakukan berdasarkan hasil tes. Maksudnya, setiap kelompok
terdiri dari siswa yang memperoleh nilai tinggi, nilai sedang, dan nilai rendah; (2)
Guru perlu memaksimalkan dalam mengontrol siswa dalam melakukan demonstrasi
dan memberikan teguran kepada siswa yang tidak aktif; (3) Untuk pembelajaran
berikutnya, siswa yang memperoleh nilai rendah ditunjuk sebagai ketua Siswa. Di
samping itu, guru harus memberi perhatian khusus bagi siswa yang nilainya rendah
dalam melakukan demonstrasi: (4) Dalam diskusi antar kelompok, hendaknya guru
memberikan kesempatan berbicara yang lebih besar kepada siswa yang memperoleh
nilai rendah pada evaluasi yang telah dilakukan pada siklus I dan II. Setiap Siswa
seharusnya memberikan tanggapannya dalam diskusi antar Siswa; (5) Semua
kelompok harus dilibatkan dalam menyimpulkan materi pelajaran.
3. Siklus III
a. Perencanaan
Adapun langkah – langkah perencanaan/persiapan yang dilakukan peneliti pada
siklus III, yaitu sebagai berikut: (1) Mencari materi yang membahas tentang
kerajinan tangan menjahit di beberapa buku seni budaya. Hal ini bertujuan untuk
menambah wawasan dan pengetahuan yang kemudian akan ditransfer kesiswa; (2)
Membuat desain pembelajaran dengan metode demonstrasi dengan menyesuaikan
hasil refleksi siklus II, (3) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam
melakukan demonstrasi; (4) Membuat lembar kerja siswa yang memuat tentang alat
dan bahan digunakan serta langkah – langkah yang akan dilakukan dalam
demonstrasi; (5) Membuat serangkaian soal – soal yang akan digunakan dalam
mengevaluasi hasil belajar siswa; (6) Membuat pedoman observasi disertai panduan
penskorannya dan menyediakan kamera sebagai alat bantu dokumentasi.
b. Pelaksanaan
Berdasarkan hasil perencanaan, maka pembelajaran siklus III dilaksanakan pada
Hari Kamis Tanggal 22 dan 29 Agustus 2019 Pada Pukul 07.30 – 08.50 WIB. Pada
siklus III, peneliti bertindak sebagai pengajar dan observer dari teman sejawat.
Tindakan siklus III diawali dengan mengecek kesiapan belajar siswa,
membangkitkan motivasi belajar siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai; dan melakukan apersepsi dengan cara mengaitkan materi pelajaran
dengan peristiwa–peristiwa yang ada di kehidupan siswa baik yang dialami secara
langsung maupun tidak langsung. Kegiatan inti pada tindakan siklus III dilakukan
dengan prosedur sebagai berikut: (1) Membagi siswa dalam 10 kelompok heterogen,
dimana setiap kelompok terdiri dari 3 atau 4 siswa yang berbeda tingkat kognitifnya
dan gender; (2) Perwakilan setiap kelompok mengambil alat dan bahan serta Lembar
Kerja Siswa yang akan digunakan dalam demonstrasi; (3) Setiap kelompok
melakukan demonstrasi sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam LKS dan
mencatat temuan–temuan dalam demonstrasi. Di sisi lain, guru mengarahkan dan
membimbing Siswa yang mengalami kesulitan serta mengontrol keaktifan setiap
siswa khususnya siswa yang nilainya rendah; (4) Setiap kelompok melakukan
diskusi inter Siswa untuk menyimpulkan hasil demonstrasinya; (5) Melakukan
diskusi antar kelompok dimana guru bertindak sebagai moderator. Diskusi dilakukan
dengan cara memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil demonstrasinya, kemudian kelompok lain diberi
kesempatan untuk menanggapinya. Di akhir tindakan siklus III, setiap kelompok
diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi pelajaran. Selanjutnya,
menyampaikan pesan–pesan moral.
c. Observasi
Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran, diperoleh
data bahwa guru mampu melaksanakan indikator yang telah ditetapkan untuk dinilai
dengan kualifikasi sangat baik (SB). Data tersebut dideskripsikan sebagai berikut:
(1) Guru sudah menyampaikan tujuan – tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
dengan suara yang nyaring, bahasa yang jelas, dan pandangan mengarah kepada
semua siswa; (2) Guru sudah maksimal dalam melakukan apersepsi, yakni dengan
menanyakan pengalaman – pengalaman siswa yang berkaitan dengan kerajinan
tangan menjahit ; (3) Pembagian kelompok yang dilakukan oleh guru sudah
heterogen dilihat dari tingkat kognitif maupun gender; (4) Guru sudah menyiapkan
alat dan bahan demonstrasi dengan lengkap, serta Lembar Kerja Siswa yang memuat
langkah kerja dalam melakukan demonstrasi dengan bahasa yang jelas; (5) Guru
sudah maksimal dalam mengarahkan dan membimbing siswa dalam melakukan
demonstrasi; (6) Guru sudah maksimal dalam mengontrol keaktifan setiap siswa
dalam melakukan demonstrasi pada kelompoknya masing – masing dan memberikan
teguran kepada siswa yang tidak aktif; (7) Guru sudah maksimal dalam memandu
diskusi kelompok; (8) Guru sudah memberikan kesempatan kepada setiap kelompok
untuk menyimpulkan materi pelajaran.
Selanjutnya, dari hasil observasi aktivitas belajar siswa, diperoleh data bahwa
aktivitas belajar siswa mencapai 9 indikator dengan kualifikasi sangat baik (SB) dan
1 indikator dengan kualifikasi baik (B) dari 10 indikator yang telah dirumuskan
untuk diamati. Data tersebut dideskripsikan sebagai berikut: (1) Semua siswa sudah
menyimak apersepsi yang disampaikan oleh guru; (2) Siswa sudah membentuk
kelompok sesuai instruksi guru; (3) Perwakilan setiap kelompok secara mandiri
mengambil alat dan bahan, serta LKS yang akan digunakan dalam demonstrasi; (4)
Semua kelompok sudah mampu melakukan demonstrasi dengan baik; (5) Terdapat 9
kelompok yang semua anggotanya aktif dalam melakukan demonstrasi, sedangkan 1
kelompok lagi hanya 3 dari 4 orang anggotanya yang aktif; (6) Semua Siswa sudah
melakukan diskusi inter kelompok untuk membahas temuan–temuan mereka dalam
demonstrasi; (7) Semua Siswa sudah mempresentasikan hasil demonstrasinya
dengan baik, (8) Semua kelompok sudah terlibat aktif dalam mengemukakan
pendapat dan gagasannya pada diskusi antar Siswa; (9) Semua kelompok sudah
terlibat dalam memberi kesimpulan tentang materi pelajaran yang telah dipelajarai;
(10) setiap Siswa sudah membersihkan dan menyimpan alat dan bahan yang
digunakan dalam demonstrasi.
d. Tes
Untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran pada siklus
III dilakukan dengan cara memberikan tes tertulis. Tes tersebut berbentuk essay yang
terdiri dari 1 butir soal. Adapun hasil tes siklus III dapat dilihat pada tabel berikut
ini:
Tabel 4.3: Hasil Tes Siklus III
1 85–100 5 14.29
2 70 – 84 23 65,71
3 55 – 69 4 11,43
4 46 – 54 1 2,86
5 0 – 45 0 0
Perbandingan persentase jumlah siswa yang berhasil menguasai materi pelajaran
adalah 85,71 % dan yang tidak menguasai materi adalah 14,29 %.
e. Refleksi
Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan evaluasi kemudian
dianalisis bersama dengan kolaborator. Setelah dianalisis, ditemukan fakta bahwa:
(1) Secara umum proses pembelajaran dengan penerapan metode demonstrasi sudah
berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Namun, masih
terdapat sedikit kekurangan, yakni ada 1 siswa yang belum sepenuhnya aktif dalam
melakukan demonstrasi pada Siswanya. Padahal guru sudah memberikan teguran;
(2) Aktivitas belajar siswa sudah mencapai indikator keberhasilan, dimana hanya
terdapat 9 indikator yang terlaksana dengan kualifikasi sangat baik (SB) dan 1
indikator yang terlaksana dengan kualifikasi baik (B) dari 10 indikator yang tertera
di pedoman observasi.
Sedangkan dari segi hasil belajar siswa terdapat 85,71 % dari 35 siswa yang
mengikuti proses pembelajaran yang berhasil menguasai ≥70% materi pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu, Soli dan Sulo, Sulo Lipu La. 2008. Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Arikunto, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Aqib, Aisyah. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
Bundu, Patta. 2006. Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran
Sains. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Direktorat Ketenagaan.
Bundu, Patta dan Kasim, Ratna. 2015. Konsep Dasar Kerajinan tangan X Teori dan Praktik.
Makassar: Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Makassar.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan. 2006. Srategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Seni
Budaya Untuk SMP. Jakarta: Kemendikbud.
Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Roestiyah. 2008. Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Rositawaty, S. dan Muharam Aris. 2008. Senang Belajar Ilmu Kerajinan
tangan Untuk SMP. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Sagala, Syaiful.2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Samatowa, Usman. 2006. Bagaimana Membelajarkan Kerajinan tangan di SMP. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat
Ketenagaan.
Slameto, 2003. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Trianto. [Link] Pembelajaran Kontekstual di Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Winataputra, Udin S., dkk. 2005. Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen
Pendidikan Nasional.