PROGRAM
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
(PKB)
YAYASAN PENDIDIKAN MIFTAHUL ULUM
MADRASAH IBTIDAIYAH ARROHMAH DADAHA
Jl. Dadaha/Gunung Jati No. 51 Nagarawangi Cihideung
KOTA TASIKMALAYA
Tahun 2025
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
UU Guru Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan akan menfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesiannya
secara berkelanjutan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini diarah-
kan untuk dapat memperkecil Sejatinya, guru adalah bagian integral dari organisasi
jarak antara pengetahuan, keterampilan, kompetensi sosial pendidikan di sekolah
secara menyeluruh. Agar sebuah kepribadian yang mereka miliki sekarang mampu menjadi
tuntutan ke depan yangberkaitan dengan profesinya itu. Menghadapi perubahan dan ketidak
pastian yang menjadi ciri kehidupan modern. Peter Senge (2000) mengingatkan kegiatan
PKB ini dikembangkan atas dasar profil kinerja perlunya mengembangkan sekolah
sebagaisebuah organisasi guru sebagai perwujudan hasilPenilaian Kinerja Guru yang
pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar didukung dengan hasil evaluasi
diri. Bagi guru-guru yang hasil adalah senantiasa mencermati perubahan internal dan
penilaian kinerjanya masih berada di bawah standar eksternal yangdiikuti dengan
upaya penyesuaian diri dalam kompetensi atau dengan kata lain berkinerja rendah rangka
mempertahankan eksistensinya. Diwajibkan mengikuti program KKG yang diorientasikan
untuk mencapai standar tersebut; sementara itu bagi guru-guru yang Syarat mutlak tercipta
nya organisasi pembelajar adalah telah mencapai standar kompetensi, kegiatan PKB-
nya terwujudnya masyarakat pembelajar di tubuh organisasi diarahkan kepada peningkatan
keprofesian. Ini dapat dengan mudah difahami mengingat kinerja memenuhi tuntutan ke
depan dalam pelaksanaan tugas dan organisasi secara tidak langsung adalah produk kinerja
kolektif kewajibannya sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam rangka semua unsurnya
termasuk Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu, memberikan layanan pembelajaran
yang berkualitas kepada sekolah, guru secara individu maupun peserta didik.
Secara bersama-sama dengan masyarakat seprofesinya harus didorong untuk menjadi
bagian dari organisasi pembelajaran. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara
melalui keterlibatannya secara sadar dan sukarela serta terusPemberdayaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi menerus dalam berbagai kegiatanbelajar guna Nomor 16
Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan mengembangkanprofesionalismenya.
Angka Kreditnya, PKBdiakui sebagai salah satu unsur utama selain kegiatan
pembelajaran/ pembimbingan dan tugas.
Untuk itu, sebagai bentuk aktualisasi tugas guru sebagai tambahan lain yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah tenaga profesional, maka pemerintah melalui Kementerian yang
diamanatkan oleh Undang ‐ Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru Pendidikan Nasional sebagaimana
Harapannya melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang profesional yang bukan hanya
sekedar memiliki [Link] keperluan pelaksanaan PKB, maka disusunlah buku pengeta-
huan yang kuat, tuntas dan tidak setengah-setengah, pedoman pengelolaan PKB.
Penyusunan buku pedoman tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang
pengelolaan PKB ini bertujuan untuk matang, kuat dan seimbang.
1. Dengan penguasaan ilmu memberikan konsep dasar tentang PKB; pengetahuan dan
teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah‐setengah serta kepemilikan kepribadian
yang prima,
2. Menyajikan arahan untuk mendesain PKB di sekolah yang maka diharapkan guru
terampil membangkitkan minat peserta harus berorientasi kepada pencapaian belajar
peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui didik dan berkaitan
dengan proses penilian dan evaluasi penyajian layanan pendidikan yang bermutu.
Mereka mampu kinerja guru; dan membantu dan membimbing peserta didik untuk
berkembang.
3. Menyajikan sebuah acuan dalam memahami pengelolaan dan mengarungi dunia
ilmu pengetahuan dan teknologi yang PKB di sekolah. secara cepat berubah
sebagai ciri dari masyarakat abad [Link] umum, keterkaitan antara Penilaian Kinerja
(PK) GURU.
B. Dasar Hukum KKG dan pengembangan karir profesi guru dapat diperlihatkan
1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pada diagram Pembinaan
dan Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Nasional; berikut ini.
2) Undang‐Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang S1/DIV
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah dua kali diubah, KEPENDIDIKAN / NON
PROFESI GURU KEPENDIDIKAN terakhir dengan Undang‐
Undang Nomor 12 Tahun 2008; GURU PROFESIONAL 1. Kesra PENDIDIKAN
PROFESI GURU 2. Harlindung 3. Tunjangan Profesi.
3) Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan (PPG) Dosen; PK Guru -
PKB - formatif GURU CPNS + +
4) Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang (80 %) PK Guru sumatif
Pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah PROGRAM PRA
INDUKSI(1-2TAHUN) JABATAN KECUKUPAN
dengan Peraturan Pemerintah Nomor
11 Tahun 2002; ANGKA KREDIT GURU PNS (100 %)
PENGEMBANGAN KARIR .
5) Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang GURU PERTAMA (IIIA) PK
Guru = Penilaian Kinerja Guru PKB = Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pe
merintah Nomor 12 Tahun 2002;
6) Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Tujuan dan Manfaat
Standar Nasional Pendidikan;
PKB bagi guru memiliki tujuan umum untuk meningkatkan
8) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang
kualitas layanan pendidikandi sekolah/madrasah dalam Guru; rangka meningkatkan
mutu pendidikan.
9) Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun l999 tentang
Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipilkhusus PKB adalah sebagai berikut.
[Link] guru untuk mencapai standar kompetensi .
[Link] guru untuk terus memutakhirkan kompetensi tentang Jabatan Fungsion
al Guru dan Angka Kreditnya; yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi
profesional.
3. Memotivasi guru‐guru untuk tetap memiliki komitmen melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagai tenaga pengajar.
10) Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur profesi yang telah ditetapkan.
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009.
11) Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan
tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya. Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.
12) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun
2007 tentang Standar KualifikasiMengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa
hormat dan kebanggaan kepada penyandang profesi guru. Sekolah; Manfaat PKB
yang terstruktur, sistematik dan memenuhi.
13) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun
2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik kebutuhan peningkatanprofesionalan guru
adalah sebagai Kompetensi Guru.
14) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Siswa memperoleh jaminan kepastian untuk mendapatkan
Konselor; pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif untuk meningkatkan
potensi diri secara optimal.
15) Peraturan Menteri Pedidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan penguasaan iImu pengetahuan dan teknologi sesuai
dengan perkembangan masyarakat abad 21.
16) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk
Teknis Pelaksanaan Jabatan jati diri sebagai pribadi yang luhur sesuai nilainilai
keluruhan.
BAB II
KONSEP DAN IMPLEMENTASI PKB
A. Pengertian PKB Perubahan Khususnya Di Dalam Praktik Praktik Dan
Pengembangan Karir Guru.
PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru yang merupakan kendaraan
utama dalam upaya membawa Pada prinsipnya, PKB mencakup kegiatan perencanaan,
perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan, evaluasi,
dan refleksi yang didesain untuk siswa. Dengan demikian semua siswa diharapkan
dapat meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan mempunyai pengetahu
an lebih,mempunyai keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut lebih
baik, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam ini (diadopsi dari Center for
Continuous Professional tentang materi ajar serta mampu memperlihatkan apa
yang Development (CPD). University of Cincinnati Academic
Health mereka ketahui dan mampu melakukannya. Dengan berbagai cara dan/atau
pendekatan dimana guru secara perencanaan dan refleksi pada pengalaman belajar
guru berkesinambungan belajar setelah memperoleh pendidikan dan/atau praktisi
pendidikan akan mempercepat dan / atau pelatihan awal sebagai guru. PKB
mendorong guru mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru serta untuk
memelihara dan meningkatkan standar mereka secara kemajuan karirguru dan/atau
praktisi pendidikan. Keseluruhan mencakup bidang-bidang berkaitan dengan
pekerjaannya sebagai profesi. Dengan demikian, guru dapat
memelihara, meningkatkandan memperluas pengetahuan dan keterampilannya serta
membangun kualitas pribadi yang dibutuhkan di dalam kehidupan profesionalnya.
Melalui kesadaran untuk memenuhistandar kompetensi profesinya serta upaya
untuk memperbaharui dan PKB meningkatkan kompetensi profesional selama periode
bekerja sebagai guru, PKB dilakukan dengan komitmen secara holistik terhadap
struktur keterampilan dan kompetensi pribadi atau bagian penting dari kompetensi
profesional. Dalam hal ini adalah suatu komitmen untuk menjadi profesional
dengan memenuhi standar kompetensi profesinya,selalu memperbaharuimya, dan
secara berkelanjutan untuk terus berkontribusi terhadap pengukuran peningkatan
keberhasilan peserta didik dalam belajarnya;
PKB adalah bagian penting dari proses pengembangan keprofesionalan guru. PKB
tidak terjadi secara adhoc tetapi membuat guru secara intelektual terhubung
dengan ide dilakukan melalui pendekatan yang diawali dengan
ide dan sumberdaya yang ada; perencanaan untuk mencapai standar kompetensi profesi ,
menyediakan waktu yang cukup,dukungan dan (khususnya bagi guru yang belum
mencapai standar sumberdaya bagi guru agar mampu menguasai isi materi kompetensi
sesuai dengan hasil penilaian kinerja, atau dengan belajar dan pedagogi serta menginteg
rasikan dalam praktik kata lain berkinerja rendah), mempertahankan/menjaga dan
praktik pembelajaran seharihari; mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan
perolehan pengetahuan dan keterampilan baru. PKB dalam rangka didesain oleh
perwakilan dari mereka‐mereka yang akan pengembangan pengetahuan dan
keterampilan merupakan berpartisipasi dalam kegiatan PKB bekerjasama dengan
tanggung jawab guru secara individu sesuai dengan para ahli dalam bidangnya;
masyarakat pembelajar, jadi sangat penting bagi guru yang mencakup berbagai
bentuk kegiatan termasuk beberapa berada di ujung paling depan pendidikan. Oleh
karena itu, kegiatan yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya agar PKB dapat
mendukung kebutuhan individu dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat itu.
Meningkatkan praktik - praktik keprofesianalan maka kegiatan PKB harus:
1. Komponen PKB menjamin kedalaman pengetahuaan terkait dengan materi dalam
konteks Indonesia, PKB adalah pengembangan ajar yang diampu; keprofesian
berkelanjutan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru untuk mencapai
standar kompetensi profesi.
2. Menyajikan landasan yang kuat tentang metodologi dan/atau meningkatkan
kompetensinya di atas standar pembelaran (pedagogik) untuk mata pelajaran tertentu;
kompetensi profesinya yang sekaligus berimplikasi kepada siswa
3. Menyediakan pengetahuan yang lebih umum tentang perolehan angka kredit
untuk kenaikan pangkat/jabatan proses pembelajaran dan sekolah sebagai
institusi di fungsionalguru. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan samping
pengetahuan terkait dengan materi ajar yang Menteri Negara Pemberdayaan
Aparatur Negara dan diampu dan metodologi pembelaran (pedagogik) untuk
Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
mata pelajaran tertentu; Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, selain kedua
unsur.
4. Mengakar dan merefleksikan penelitian terbaik yang ada utama lainnya, yakni:
(i) pendidikan; dan (ii) dalam bidang pendidikan; pembelajaran/pembimbingan
dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan; PKB adalah unsur utama
yangkegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan tertentu. Minimal
sesuai dengan waktu yang telah karir guru. Dalam Permennegpan tersebut juga
dijelaskan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara bahwa PKB mencakup
tiga hal; yakni pengembangan diri, Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Nomor 16 Tahun
2009tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Sedangkan
kegiatan kolektif guru Pelaksanaan Pengembangan Diri adalah kegiatan guru
dalam mengikuti kegiatan Pengembangan diri adalah upaya untuk pertemuan
ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan meningkatkan profesionalisme diri
agar memiliki untuk mencapai standar atau di atas standar
kompetensikompetensi yang sesuai dengan peraturan perundangprofesi yang
telah ditetapkan. Kegiatan kolektif guru undangan agar mampu melaksanakan
tugas pokok dan mencakup:
(1) kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok kewajibannya dalam pembelajaran/
pembimbingan guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau termasuk pelak
sanaan tugas tambahan yang relevan pembelajaran;
(2) pembahas atau peserta pada seminar, dengan fungsi sekolah/ madrasah.
Kegiatan koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah pengembangan diri
terdiri dari diklat fungsional dan yang lain;
(3) kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan kegiatan kolektif guru untuk mencapai d
an/atau tugas dan kewajiban guru.
5. Meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: Kegiatan
pengembangan diri yang mencakup diklat kompetensi pedagogis, kepribadian,
sosial, dan fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus profesional
sebagaimana yang diamanatkan dalam mengutamakan kebutuhan guru untuk
pencapaian Undang‐Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem standar
dan/atau peningkatan kompetensi profesi Pendidikan Nasional. Sedangkan untuk
mampu khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan melaksanakan tugas
tambahan yang relevan dengan pembelajaran. Kebutuhan tersebut mencakup
antara lain fungsi sekolah/madrasah, program PKB diorientasikan (1)
kompetensi menyelidiki dan memahami konteks di kepada kegiatan peningkatan
kompetensi sesuai dengan tempat guru mengajar; (2) penguasaan materi dan
tugas‐tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kurikulum; (3)
penguasaan metode mengajar; (4) kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala
kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan perpustakaan, dsb).
pembelajaran; (5) penguasaan teknologi informatika dan Diklat fungsional adalah
kegiatan guru dalam mengikuti komputer (TIK); (6) kompetensi menghadapi inovasi
dalam pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai sistem pendidikan di
Indonesia, termasuk UU No 14 Tahun standar kompetensi profesi yang ditetapkan
dan/atau 2005 dan PP No 74 Tahun 2008, dsb; (7) kompetensi meningkatkan
keprofesian untuk memiliki kompetensi di menghadapi tuntutan teori terkini;
dan (8) kompetensi atas standar kompetensi profesi dalam kurun waktu lain
yang terkait dengan pelaksanaan tugastulisan ilmiah populer di bidang pendidikan
formal tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi dan pembelajaran
pada satuan pendidikan yang sekolah/madrasah.
Pelaksanaan Publikasi Ilmiah jurnal tingkat nasional yang terakreditasi
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah jurnal tingkat nasional
yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk
terakreditasi/tingkat provinsi; kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas
proses • jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/‐ pembelajaran di sekolah dan
pengembangan dunia madrasah, dsb. pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah
mencakup 3 kelompok kegiatan, yaitu: a. publikasi buku teks pelajaran, buku
pengayaan dan/atau pedoman guru. Publikasi ini mencakup b. presentasi pada
forum ilmiah; sebagai pembuatan: pemrasaran/nara sumber pada seminar,
lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah; buku pelajaran per tingkat atau
buku pendidikan per judul yang: c. publikasi ilmiah hasil penelitian atau
gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal. Publikasi ilmiah ini
Lolos penilaian BSNP mencakup pembuatan: dicetak oleh penerbit dan ber‐ISBN
karya tulis berupa laporan hasil penelitian dicetak oleh penerbit dan belum ber‐
ISBN bidang pendidikan di sekolahnya.
Modul/diklat pembelajaran per semester yang diterbitkan/dipublikasikan dalam
bentuk buku digunakan di tingkatyang ber‐ISBN dan diedarkan secara nasional
atau telah lulus dari penilaian ISBN, diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/
jurnal ilmiah tingkat nasional. kabupaten/kota dengan pengesahan dari
terakreditasi, provinsi, dan tingkat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
kabupaten/kota, sekolah/madrasah setempat. diseminarkan di sekolah atau
disimpan di buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh perpustakaan.
penerbit yang ber‐ISBN dan/atau tidak ber‐ISBN; karya hasil terjemahan yang
dinyatakan oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya; (Pasal 11 ayat 3,
Permeneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009) buku pedoman guru.
B. KOMPONEN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
1) Pelaksanaan Karya inovatif PKB Karya inovatif adalah karya yang bersifat
pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk
kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan
pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif
ini mencakup: a. penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks. b.
penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni
kategori kompleks dan/atau sederhana;
Satu hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan PKB harus mematuhi prinsip‐
prinsip sebagai berikut.
2) PKB harus fokus kepada keberhasilan peserta didik atau d. penyusunan
standar, pedoman, soal dan sejenisnya berbasis hasil belajar peserta
didik. Oleh karena itu, PKB pada tingkat nasional maupun provinsi harus
menjadi bagian integral dari tugas guru sehari‐hari.
3) Setiap guru berhak mendapat kesempatan untuk
komponen PKB yang dapat diberikan angka kredit. Angka mengembangkan
diri yang perlu diimplementasikan Kredit ini diperlukan untuk kenaikan
pangkat/jabatan secara teratur, sistematis, dan berkelanjutan. Untuk
fungsional guru. menghindari kemungkinan pengalokasian kesempatan
pengembangan yang tidak merata, proses penyusunan
program PKB harus dimulai dari sekolah.
4) Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk
mengikuti program PKB dengan minimal jumlah jam per tahun sesuai
dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatu
r Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. peningkatan
mutu pendidikan yang disetujui bersama Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota dan/atau sekolah antara sekolah, orangtua peserta didik, dan mas
yarakat. berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan perlu sedapat
mungkin kegiatan PKB dilaksanakan di sekolah bagi guru yang tidak memper
lihatkan peningkatan setelah atau dengan sekolah di sekitarnya (misalnya di
gugus KKG diberi kesempatan untuk mengikuti program PKB sesuai atau
MGMP) untuk menjaga relevansi kegiatannya dan dengan kebutuhannya,
maka dimungkinkan diberikan juga untuk mengurangi dampak negatif pada
lingkungan sanksi sesuai dengan ketentuan perundangundangan. yang
disebabkan jika guru dalam jumlah besar bepergian Sanksi tersebut tidak berlaku
bagi guru, jika sekolah tidak ke tempat lain. Dapat memenuhi kebutuhan guru
untuk melaksanakan PKB harus mendorong pengakuan profesi guru
menjadi program PKB. Lapangan pekerjaan yang bermartabat dan
memiliki Cakupan materi untuk kegiatan PKB harus terfokus pada makna
bagi masyarakat dalam pencerdasan bangsa, dan pembelajaran peserta didik, kaya
dengan materi sekaligus mendukung perubahan khusus di dalam praktik‐
akademik, proses pembelajaran, penelitian pendidikan praktik dan pengembangan
karir guru yang lebih obyektf, terkini, dan teknologi dan/atau seni, serta menggun
akan transparan dan akuntabel.
[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN PKB KUALITAS PEMBELAJARAN
1. Proses PKB bagi guru harus dimulai dari guru sendiri oleh Lingkup
pengembangan keprofesian berkelanjutan, karena itu, untuk mencapai
tujuan PKB, sehingga betul‐betul terjadi perubahan pada dirinya, baik Beberapa
bentuk PKB dapat meliputi unsur‐unsur yang dalam penguasaan materi,
pemahaman konteks, bersifat internal sekolah, eksternal, antarsekolah
maupun keterampilan, dan lain‐lain sesuai dengan tujuan
melalui jaringan virtual. peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
2. PKB yang baik harus berkontribusi untuk mewujudkan visi, misi, dan nilai‐nilai
yang berlaku di sekolah dan/atau kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan
PKB harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana pengembangan sekolah
dan/atau kabupaten/ kota dalam melaksanakan merencanakan dan
melaksanakan pembelajaran Contoh: Program Induksi, mentoring,
pembinaan,dengan menggunakan metode pembelajaran yang observasi
pembelajaran, kemitraan pembelajaran, berbagi pengalaman,
sesuai dengan kebutuhan peserta didik; Pengembangan sekolah secara
menyeluruh (WSD= whole school development). Mengevaluasi, menilai
dan menganalis hasil belajar peserta didik yang dapat menggambarkan kemampu
an Contoh: Jaringan lintas sekolah (seperti KKG/MGMP, KKM, KKKS/MKKS,
KKPS, peserta didik sesungguhnya; MKPS, atau jaringan [Link]
dan mengembangkan model Contoh: PPPP-TK, LPMP, LPTK, Asosiasi
Profesi, dan pembelajaran berdasarkan umpan balik yang diperoleh PKB
Provider lainnya. dari peserta didik terhadap pembelajarannya; Menulis
kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehari‐ hari sebagai bahan untuk
melakukan refleksi dan pengembangan pembelajaran;
Sumber‐sumber PKB
- Membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang
dimaksudkan bahwa kegiatan PKB yang berupa kursus, berkaitan dengan
bidang dan profesi untuk membantu pelatihan, penataran maupun berbagai
bentuk diklat yang lain pengembangan pembelajaran; dapat diselenggarakan
oleh sekolah secara mandiri. Contohnya: program Induksi, mentoring,
Tindakan Kelas) dan menuliskan hasil penelitian pembinaan, observasi pembe
lajaran, kemitraan pembelajaran, tersebut; dan berbagi pengalaman antarguru,
pengembangan sekolah dan sebagainya.
Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain secara mandiri dapat di
kelompokkan sebagai berikut:
1. Dilakukan oleh guru sendiri, antara lain: a. saling mengobservasi dan
memberikan saran untuk perbaikan pembelajaran; a.
mengembangkan kurikulum yang mencakup topik‐topik aktual/terkini yang
berkaitan dengan sains dan b. melakukan identifikasi, investigasi dan
membahas teknologi, sosial, dsb, sesuai dengan kebutuhan peserta
permasalahan yang dihadapi di kelas/sekolah; didik; c. menulis modul,
buku panduan peserta didik, Lembar Kerja Peserta didik, dsb;. membaca
dan mengkaji artikel dan/atau buku yang
kepakaran lain ini dapat disediakan melalui kegiatan di LPMP,
berkaitan dengan bidang dan profesi untuk membantu
P4TK, Perguruan Tinggi atau institusi layanan lain yang diakui
pengembangan pembelajaran; oleh pemerintah ataupun melalui
pendidikan dan pelatihan jarak jauh melalui jejaring virtual atau TIK
yang e. mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar
diselenggarakan oleh institusi layanan luar negeri.
dengan menggunakan TIK;
Proses PKB dimungkinkan menjadi lebih efektif dan efisien
[Link] pembimbingan pada program induksi;
bila dilakukan di sekolah sendiri atau dilakukan bersama‐sama
g. dan sebagainya. dengan sekolah lain yang berdekatan (misalnya
melalui KKG Sumber PKB jaringan sekolah merupakan kegiatan PKB
atau MGMP). Kegiatan PKB dapat dilakukan di luar lingkungan yang dilaksa
nakan melalui kerjasama antarsekolah baik dalam
sekolah, misalnya oleh LPMP, Dinas Pendidikan, PT/LPTK atau satu rayon
(gugus), antarrayon dalam kabupaten/kota
penyedia jasa lainnya hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tertentu, antarp
rovinsi bahkan dimungkinkan melalui jaringan
tidak dapat dipenuhi oleh sekolah sendiri. kerjasama sekolah antarnegara
secara langsung maupun
E. MEKANISME PKB MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI (SUMBER
PKB JARINGAN SEKOLAH)
Kegiatan PKB dilakukan oleh sekolah melalui jaringan yang
berdasarkan analisis kebutuhan peningkatan kompetensi ada dapat berupa: guru
dan ketentuan yang berlaku pada praktik‐praktik pelaksanaan PKB yang ada,
maka dikembangkan mekanisme
a. kegiatan KKG/MGMP; PKB yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhanguru
untuk pelatihan/seminar/lokakarya sehari atau lebih;
b. meningkatkan profesionalismenya sebagai berikut.
c. kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
Tahap 1: Setiap awal tahun guru melakukan evaluasi diri
d. mengundang nara sumber dari sekolah lain, komite tentang apa yang
dilakukan sebelumnya. Guru di sekolah, dinas pendidikan, pengawas,
asosiasi profesi, suatu sekolah, baik guru yang berpengalaman
atau dari instansi lain yang relevan. maupun guru yang baru mulai
mengajar, harus melakukan proses evaluasi diri, dan mengikuti jika
kebutuhan guru dalam rangka pengembangan penilaian kinerja dan reviu
tahunan pada awal keprofesionalannya belum terpenuhi melalui kedua
sumber tahun ajaran dan/atau menjelang akhir tahun dalam sekolah
maupun jaringan sekolah, atau masih ajaran baru.
Bagi guru yang mengajar lebih dari satu membutuhkan pengembangan lebih
lanjut, maka dapat melakukankegiatan evaluasi diri, PKG dan PKB mengguna-
kan sumber‐sumber PKB selain kedua sumber PKB dilakukan di sekolah
induknya.
Evaluasi diri tersebut, yakni sumber kepakaran luar lainnya dilakukan dengan
mengisi Format‐1, yang memuat :
Semua usaha yang telah dilakukannya untuk mengembangkan
kompetensinya selama satu tahun ke depan dalam rangka
pengembangan diri.
Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan tahun terakhir, baik
dengan mengikuti selama kurun waktu tertentu untuk pelatihan yang
bersifat formal maupun memperbaiki Profil dan Angka Penilaian
informal (berkaitan dengan pengembangan Kinerja. diri yang
diorientasikan kepada peningkatan
Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan kualitas pembelajaran,
pengembangan sendiri. pengetahuan dan keterampilan menghasilkan
karya ilmiah dan/atau karya innovatif.
Kegiatan yang direncanakan membutuhkan partisipasi atau kerja sama
dengan guru lain.
Hasil atau dampak yang dirasakannya dari usaha tersebut.
Pengembangan kompetensi yang masih dibutuhkannya melaksanakan
tugas selama satu tahun terakhir, termasuk inovasi yang dilakukan.
Keberhasilan yang dicapainya dalam diperlukannya untuk mencapai tujuan
nya.
Tahap 2 : Segera setelah selesai melakukan evaluasi diri, kontribusinya
terhadap pengembangan guru mengikuti proses Penilaian Kinerja Formatif
sekolah, dsb. (lihat Pedoman Penilaian Kinerja). Penilaian Kinerja ini
diperlukan untuk menentukan :
Kendala yang dihadapinya dalam kinerja guru dalam menetapkan apakah g
uru akan melaksanakan tugasnya (baik secara internal mengikuti
program peningkatan kinerja yaitu pada dirinya sendiri maupun dari luar)
untuk mencapai standar kompetensi profesinya.
Kelemahan/kekurangan yang dirasakan masih kegiatan pengembangan
kompetensi lebih lanjut.
Tahap 3 : Melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah (jika
yang ingin dikuasainya). Koordinator PKB adalah guru yang ditugaskan
membuat perencanaan kegiatan PKB (Format‐2) bersifat sementara (untuk
selanjutnya dikoordinasikan dengan Koordinator PKB Kabupaten/Kota dan
Koordinator KKG/ kegiatan PKB yang akan dilaksanakan di
MGMP) yang didasarkan kepada kabupaten/kota dan memberikan anggaran
atau subsidi kepada sekolah maupun KKG/MGMP untuk menyelenggarakan
PKB di tingkat sekolah.
Evaluasi diri yang dilakukan oleh guru; dengan catatan pengamatan berkala
yang pernah mandiri maupun melalui kegiatan jaringan dilakukan oleh
Guru Pembina (jika ada), sekolah. Pengawas, dan/atau Kepala Sekolah;
Tahap 4 : Guru menerima rencana program PKB yang mencakup kegiatan
yang akan dilakukan di dalam kelas yang telah dibahas oleh koordinator
PKB, termasuk kebutuhan disepakati oleh koordinator PKB
kabupaten/kota, akan pengembangan sumber daya manusia kepala Madrasah
(jika koordinator PKB adalah guru yang tercermin pada Rencana Pengembanga
n yang ditugaskan oleh Kepala Madrasah), koordinator Sekolah. KKG/MGMP
dan koordinator sekolah berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Pendidikan.
Tahap 5 : Koordinator PKB Kabupaten/Kota, Kepala Madrasah
Kabupaten/Kota. Setiap guru berhak menerima (jika koordinator PKB adalah gu
ru yang ditugaskan pembinaan berkelanjutan (jika memang
oleh Kepala Sekolah), Koordinator KKG/MGMP dan diperlukan dari seorang
guru yang Koordinator PKB tingkat sekolah menetapkan dan
berpengalaman dalam melaksanakan proses menyetujui rencana kegiatan
PKB bersifat final pembelajaran dan telah mencapai standar yang memuat
kegiatan PKB yang akan dilakukan kompetensi yang telah ditetapkan
oleh guru sendiri dan/atau bersama‐sama dengan kinerja minimal baik
berdasaskan hasil PK GURU guru lain di dalam sekolah sebagai bagian
dari dan ditunjuk/ditetapkan oleh kepala madrasah. Kegiatan yang akan
diadakan oleh sekolah Rencana kegiatan PKB juga mencakup sasaran tertentu,
kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh yang akan dicapai dalam kurun
waktu tertentu KKG dan MGMP maupun kegiatan yang akan datang
setelah guru mengikuti program PKB.
Tahap 6 : Guru mengikuti program PKB yang telah memperoleh
persetujuan Dinas Pendidikan direncanakan baik di dalam dan/atau di luar
Kabupaten/ Kota mengalokasikan anggaran untuk sekolah. Sekolah
berkewajiban menjamin bahwa kesibukan guru mengikuti kegiatan PKB
tidak yang ditetapkan dengan kata lain guru berkinerja mengurangi kualitas
pembelajaran peserta didik rendah. Selain itu, dalam rencana PKB bagi
guru‐guru yang hasil PK GURU nya juga perlu mencantumkan pihak‐
pihak mencapai atau lebih standar kompetensi profesi yang terlibat dalam
keseluruhan proses, mulai dengan guru‐guru yang hasil PK GURUnya
masih tengah semester 1 sampai dengan tengah
belum mencapai standar komptensi profesi. Pada semester 2, sebelum
pelaksanaan PKG sumatif di akhir tahun ajaran. Tahapan kegiatan bagi
guru‐guru yang telah mendapatkan hasil PKB tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Guru formatifnya sama atau di atas standar akan mengikuti program PKB
agar memiliki ilmu Tahap Uraian pengetahuan yang kuat, tuntas dan
tidak Informal. Pada tahap ini, guru yang bersangkutan bersama
koordinator PKB atau kepala madrasah, menganalisis matang, kuat dan
seimbang agar mampu hasil PK GURU dan menetapkan solusi untuk
mengatasinya.
Guru kemudian diberi kesempatan memberikan layanan pendidikan selama
4 – 6 minggu sebelum dilakukan penilaian perkembangan masa kini.
Sedangkan khusus bagi kemajuan pertama untuk mengetahui hasil
peningkatan kompetensi yang dilakukan guru guru‐guru yang
mengikuti program PKB untuk secara mandiri atau bersama kelompok
guru lain. mencapai standar kompetensi profesi (guru‐guru Semua hal
yang dilakukan guru selama tahap ini
yang hasil PK GURU formatifnya di bawah standar harus sesuai dengan
recana kegiatan yang telah disusun. Jika pada penilaian kemajuan
pertama, kompetensi yang ditetapkan guru telah berhasil meningkatkan
kompetensinya, mempertimbangkan beberapa hal, yaitu: (i)
memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai formatif untuk
kompetensi kompetensi yang perlu ditingkatkan; (ii) daya termaksud,
(iii)catatan hasil melaksanakan PKB untuknpeningkatan evaluasi diri, reflek
si diri, dan hasil PKG; (iv) target perubahan/peningkatan yang
kompetensi pada penilaian kemajuan pertama diharapkan akan terjadi
setelah guru mengikuti (tahap informal).
Guru melakukan penyusunan rencana PKB peningkatan kompetensi
di Dalam sekolah dengan pendampingan, artinya guru standar
kompetensi profesi khususnya bagi guru‐ harus bekerja sama dengan
seorang guru pendamping yang akan memberikan dukungan guru
yang hasil PKG-nya di bawah standar untuk melakukan kegiatan
peningkatan kompetensi yang diperlukan, meliputi mengajar (<24 jam)
dengan maksud agar guru kompetensi pedagogik dan/atau
profesional. Selama 4 – 6 minggu, guru pendamping dapat lebih
berkonsentrasi dalam mempersiapkan pelaksanaan belajar mengajarnya.
Jika guru masih memberikan masukan dan bimbingan secara tidak
langsung dapat menunjukkan peningkatan kinerja intensif untuk
meningkatkan kompetensi yang ditargetkan dalam 2 (dua) tahun
pelaksanaan terkait, sebelum dilakukan penilaian kemajuan
PKB pencapaian standar kompetensi profesi, maka kedua guru dapat di
kenakan sangsi kepegawaian.
Untuk peningkatan kompetensi tertentu yang melalui proses tertentu
sesuai aturan tidak dapat dilakukan di sekolah, guru dapat
kepegawaian. Proses pelaksanaan sangsi melakukan peningkatan
kompetensinya di luar kepegawaian ini dilaksanakan dengan cara: sekolah
. Dalam hal ini, guru dapat mengikuti koordinator PKB melaporkan
guru yang pelatihan tertentu dengan persetujuan bersangkutan kepada
kepala sekolah untuk koordinator PKB dan kepala sekolah.
Selanjutnya guru dapat mengikuti pelatihan yang setempat agar
dapat diproses lebih lanjut sesuai diperlukan di P4TK, LPMP,
LPTK, atau lembaga
aturan yang berlaku. ain yang sejenis, selama 4 – 6 minggu sebelum
dilakukan penilaian kemajuan kedua pada Dalam pelaksanaan PKB
untuk mencapai standar waktu yang telah disepakati oleh guru yang
kompetensi profesi khususnya bagi guru‐guru yang bersangkutan
dengan penilai (sebelum akhir tahun ajaran), untuk mengetahui
kemajuan hasil penilaian kinerjanya masih di bawah standar
capaian peningkatan kompetensi guru. Hasil yang ditetapkan dapat
didampingi oleh Guru penilaian kemajuan tahap kedua ini akan
pendamping/mentor. Guru pendamping/mentor ditindaklanjuti sesuai
aturan yang berlaku. Koordinator PKB dan/atau kepala sekolah wajib
adalah guru senior yang kompeten, yang bertugas memantau
keikutsertaan guru dalam kegiatan memberikan pendampingan
kepada guru yang
ini. Guru tidak perlu mengikuti PKB untuk pencapaian mengikuti PKB
tersebut. Guru pendamping/mentor standar kompetensi profesi di
tahun berikutnya dapat berasal dari sekolah maupun dari luar sekolah apab
ila pada PK GURU sumatif di akhir tahun (jika sekolah merasa
belum memiliki guru yang ajaran guru tidak lagi mempunyai nilai di
bawah standar pada semua kompetensi yang dinilai.
memenuhi persyaratan yang ditentukan). Namun, bila pada PK GURU
sumatif tersebut masih terdapat nilai di bawah standar, maka guru
harus diberi pendampingan.
Persyaratan untuk menjadi guru mengikuti program PKB pencapaian
standar pendamping/mentor adalah memiliki: (i) kualifikasi kompetensi
profesi kembali di tahun berikutnya untuk meningkatkan
kompetensinya yang masih akademik S‐1/DIV dalam bidang yang
sesuai mendapatkan nilai di bawah standar. (ii)
sertifikat ini, guru dinyatakan telah mencapai kemajuan jika pendidik;
(iii) pangkat/jabatan minimal sama guru dapat meningkatkan minimal 50
% dari jumlah kompetensi yang menurut hasil PK GURU formatif
dengan guru yang didampingi; dan (iv) ciri‐ciri yang perlu ditingkatkan.
Jika guru tidak mencapai dibutuhkan oleh seorang pendamping/
mentor, kondisi tersebut, maka guru dapat dikenakan sangsi, antara
lain berupa pengurangan jam yaitu sabar, bijak, banyak mendengar,
tidak menggurui, dapat mengajak guru yang penerapan hasil PKB dalam
pelaksanaan tugas guru, didampinginya untuk berbuka hati, dan dapat
bekerja sama dengan berbagai pihak, serta evaluasi dampak terhadap
upaya peningkatan baik di dalam kualitas layanan pendidikan di sekolah
maupun di luar sekolah.
Tahap 7: Setelah mengikuti program PKB, guru guru mengikuti PK
GURU sumatif di akhir tahun ajaran.
Hasil PK GURU sumatif akan dikonversi ke perolehan
1) Melakukan monitoring terhadap kegiatan yang angka kredit.
Gabungan angka kredit PKB dan PKB
dilakukan oleh guru selama guru mengikuti PKB yang telah diikuti
guru akan diperhitungkan untuk pencapaian standar profesi.
kenaikan pangkat, jabatan, dan fungsional guru.
2) Memberikan bimbingan kepada guru yang merupakan bahan
pertimbangan untuk pemberian didampingi berdasarkan hasil
isian evaluasi diri tugas tambahan atau pemberian sangsi pada
guru. guru, refleksi diri, portofolio, dan Angka kredit PK
GURU diberikan oleh penilai; catatan/laporan hasil PK GURU.
3) Memberikan masukan dan turut mencarikan koordinator PKB
tingkat sekolah dengan mengacu solusi jika guru yang
didampingi mempunyai kepada pedoman pemberian angka kredit
untuk masalah terkait dengan pelaksanaan PKB.
4) Membuat catatan dan laporan hasil monitoring
tingkat sekolah melakukan refleksi apakah kegiatan terhadap
pelaksanaan PKB pencapaian standar PKB yang diikutinya benar‐
benar bermanfaat dalam yang dilakukan oleh guru yang
didampingi dan meningkatkan kompetensinya maupun kemampuan
(bila diperlukan) menetapkan tindak lanjut yang lain untuk
menghasilkan karya ilmiah dan/atau harus dilakukan.
karya inovatif (Format‐3).
Tahap 8 : Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan PKB
Sekolah berkewajiban menjamin bahwa kesibukan guru
oleh Koordinator PKB Kabupaten/kota bekerja sama dengan tugas
tambahannya sebagai Guru Pendamping/ dengan Koordinator
PKB tingkat sekolah untuk Mentor atau sebagai Koordinator
PKB tingkat sekolah mengetahui apakah kegiatan PKB yang di
laksanakan sebagaimana halnya guru yang mengikuti kegiatan
PKB tidak dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
mengurangi kuantitas dan kualitas mengajarnya. Masa kerja
dilaksanakan sesuai dengan rencana, mengkaji koordinator PKB,
penilai, dan guru pendamping/mentor kelebihan, permasalahan
dan hambatan untuk adalah 3 (tiga) tahun. Setelah habis masa
kerjanya, akan perbaikan kegiatan PKB di masa mendatang, dan
dilakukan evaluasi untuk menentukan masa kerja berikutnya.
F. PERAN INSTITUSI DAN INDIVIDU YANG TERKAIT DALAM PKB
Untuk menjamin kualitas pelaksanaan kegiatan PKB, maka kepala sekolah
dengan diketahui oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan semangat otonomi
pendidikan dan Kabupaten/Kota. Secara formal kepala madrasah menerbitkan
akuntabilitas publik perlu ditetapkan tugas dan tanggung
jawab setiap institusi yang terkait. SK penetapan koordinator PKB, penilai dan guru
pendamping. Selain itu, sekolah dan Dinas Pendidikan setempat harus
tanggung jawab menjamin keterlaksanaan tugas Guru Pendamping/Mentor
berikut ini. atau sebagai Koordinator PKB agar pelaksanaan PKB dapat
dilaksanakan sesuai dengan prinsip‐prinsip PKB yang telah
dicapai dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan. Tingkat Pusat
Kemendiknas Menyusun Pedoman dan instrumen PKB, mensyeleksi dan melatih
instruktur tim inti PKG tingkat pusat, ditetapkan dan sekaligus dapat mencapai
tujuan yang ingin melakukan pemantauan dan evaluasi.
Melaksanakan pemetaan data profil keinerja guru, pendampingan, pembimbingan , d
an konsultasi Provinsi dan LPMP pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi,
bagi peserta didik. Mengelola PKB tingkat Kabupaten/Kota untuk Tingkat
Dinas Pendidikan menjamin PKB dilaksanakan secara efektif, efisien, Secara
umum, mekanisme PKB tersebut dapat Kab/Kota Kabupaten/Kota objektif, adil,
akuntabel, dsb, serta membantu & memonitor pelaksanaan PKB di sekolah.
Kecamatan/gugus pelaksanaan kegiatan PKB di gugus serta membantu dan
membimbing pelaksanaan PKB di sekolah. Tingkat Sekolah atau Merencanakan,
melaksanakan dan melaporkan Guru Koordinator PKB Sekolah Madrasah Guru
melalui pelaksanaan kegiatan PKB di sekolah mengevaluasi diri dan Guru proses
Penilaian menjelang akhir membuat Kinerja Formatif Menjamin bahwa guru
menerima dukungan untuk tahun ajaran, perencanan PKB, sesuai dengan profil
kinerjanya di tingkat sekolah maupun kabupaten/kota Guru menjalankan Guru
menerima rencana final Guru menyetujui rencana kegiatan Sumatif dan menerima
perki- refleksi kegiatan PKB. Serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab
pihak‐pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKB mulai dari tingkat pusat
(Kementerian Pendidikan nasional). Konsekuensi dari adanya keterkaitan
tersebut, menuntut agar pihak‐pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKB
melakukan koordinasi.
Tugas dan tanggung jawab masingmasing pihak dimaksud dirinci
sebagai berikut: Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Pendidikan Provinsi, Tugas dan
Tanggung Jawab Tingkat Pusat. LPMP Kementerian Pendidikan Nasional
sebagai institusi Dinas Pendidikan Provinsi sebagai institusi tingkat tingkat
pusat memiliki tugas dan tanggung‐jawab dalam provinsi dan LPMP sebagai
perwakilan institusi pusat di pelaksanaan PKB sebagai berikut.
1. Menyusun dan mengembangkan rambu‐rambu pelaksanaan PKB sebagai berikut.
pengembangan dan prosedur pelaksanaan kegiatan 1. Dinas Pendidikan
Provinsi dan LPMP menghimpun PKB. data profil kinerja guru dan
sekolah yang ada di
2. Menyusun pedoman dan perangkat lain untuk daerahnya.
pelaksanaan kegiatan PKB. 2.
Mensosialisasikan, menyeleksi, dan melaksanakan TOT 3. Mengkoordinasikan
dan mensosialisasikan kebijakan‐ untuk melatih tim pelaksana PKB tingkat
kebijakan terkait PKB. Kabupaten/Kota. 4. Memfasilitasi kegiatan dan jika
dimungkinkan juga
3. Melaksanakan pendampingan dan konsultasi serta pembiayaan pelaksanaan
PKB tingkat sekolah, gugus memfasilitasi kegiatan PKB yang ada di
bawah maupun kabupaten/kota melalui lembaga P4TK dan kewenangannya.
sumber‐sumber belajar lainnya.
4. Menjamin bahwa kegiatan PKB sesuai dengan
5. Memantau dan mengevaluasi kegiatan PKB secara kebutuhan sekolah,
khususnya kegiatan PKB yang nasional. dilaksanakan melalui KKG/MGMP.
6. Menyusun laporan pengelolaan kegiatan PKB dan hasilnya.
7. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
pemantauan dan evaluasi secara nasional. PKB di bawah kewenangannya.
8. Menyampaikan laporan pengelolaan kegiatan PKB
9. Membuat laporan hasil pemantauan dan evaluasi kegiatan PKB dan
mengirimkannya kepada sekolah, Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Pendidikan
Kabupaten/ dan/atau LPMP dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Kota
Provinsi masing‐masing sebagai masukan untuk Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota sebagai institusi perbaikan pelaksanaan PKB di masa mendatang
10. Mengembangkan dan melaksanakan sistem informasi sekolah di tingkat
kabupaten/kota memiliki tugas dan kegiatan PK GURU dan PKB termasuk
penyempurnaan tanggung‐jawab dalam pelaksanaan PKB sebagai berikut.
1) Mensosialisasikan dan melalui koordinasi dengan kabupaten/kota. Dinas
Pendidikan Provinsi dan LPMP melatih tim
Tugas dan Tanggung Jawab KKG/MGMP pelaksana PKB tingkat Kabupaten/
Kota. KKG/MGMP sebagai institusi kegiatan guru
yang pelaksanaan PKB yang diajukan sekolah dan gugus.
2) Menghimpun dan menyediakan data profil kinerja bertanggung‐jawab
terhadap upaya peningkatan guru dan rencana PKB sekolah dan gugus sekolah
yang keprofesian guru di gugus masing‐masing dalam ada di wilayahnya.
kabupaten/kota memiliki tugas dan tanggung‐jawab.
3) Mengetahui dan menyetujui program kerja dalam pelaksanaan PKB sebagai
berikut.
a. Menghimpun dan menyediakan data profil kinerja. Menyediakan
pendanaan, layanan konsultasi, dan guru dan rencana PKB sekolah yang
ada di gugusnya. pendampingan serta mengkoordinasikan pelaksanaan
b. Mengkoordinasikan, menyusun rencana pelaksanaan PKB yang ada di
daerahnya (sekolah maupun gugus). dan pembiayaan serta
melaksanakan kegiatan PKB di tingkat kabupaten/kota (kegiatan PKB
yang dikelola oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota).
c. Mengusulkan rencana PKB gugus dan pembiayaannya
d. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
e. Mengevaluasi serta melaporkan pelaksanaan kegiatan PKB untuk
mengetahui ketercapaian maupun PKB di gugusnya masing‐masing
untuk disampaikan kekuatan dan kelemahan Mengevaluasi serta melapor
kan pelaksanaan kegiatan PKB untuk mengetahui ketercapaian maupun
PKB di gugusnya masing‐masing untuk disampaikan kekuatan dan
kelemahan pelaksanaan PKB di sekolah kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota dan dan/ atau gugus sekolah maupun yang dikelola
oleh Sekolah.
f. Melaksanakan pendampingan dan konsultasi serta tindak lanjut perbaikan
ke depan.
BAB 1V
PROGRAM KEGIATAN PKB/PELATIHAN GURU
DI MI ARROHMAH DADAHA KOTA TASIKMALAYA
TAHUN 2025/2026
NO Nama P e l a k S a n a a n
Kegiatan
Jul Agst Sept Okt Nop Des jan Peb Mar Apr Mei Juni
1 Pelatihan v
Administrasi
Guru RPP
2 Woksof v
Kurikulum
dokumen 1
3 Pelatihan v
Penilain
KBM
4 Pelatihan v
PKG
Untuk Pelaksanaan PKB pada Tahun Pelajaran 2025/2026 menyesuaikan , bisa secara daring/
Webinar/luring.
Tasikmalaya, Juli 2025
Kepala Madrasah,
Herna Maryana, [Link].I
BAB V
PENUTUP
Alhamdulillah program untuk pelaksanaan Pelatihan Guru telah dibuat, dengan harapan
dapat terlaksana sesuai harapan dan bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu
pendidikan di MI Arrohmah Dadaha Kota Tasikmalaya.
Tasikmalaya, Juli 2025
Kepala Madrasah,
Herna Maryana, [Link].I