0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Pengenalan Dasar Pengujian Ultrasonik

Dokumen ini membahas pengenalan dan dasar pengujian ultrasonik, termasuk aplikasi, tujuan, dan pentingnya pelatihan serta sertifikasi teknisi NDT. Pengujian ultrasonik digunakan untuk mendeteksi diskontinuitas dalam berbagai material tanpa merusak, dengan penjelasan tentang prinsip dasar getaran ultrasonik dan transducer. Sertifikasi teknisi dibagi menjadi tiga level, masing-masing dengan tanggung jawab dan kualifikasi yang berbeda.

Diunggah oleh

yandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Pengenalan Dasar Pengujian Ultrasonik

Dokumen ini membahas pengenalan dan dasar pengujian ultrasonik, termasuk aplikasi, tujuan, dan pentingnya pelatihan serta sertifikasi teknisi NDT. Pengujian ultrasonik digunakan untuk mendeteksi diskontinuitas dalam berbagai material tanpa merusak, dengan penjelasan tentang prinsip dasar getaran ultrasonik dan transducer. Sertifikasi teknisi dibagi menjadi tiga level, masing-masing dengan tanggung jawab dan kualifikasi yang berbeda.

Diunggah oleh

yandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRAINING PENGENALAN DAN DASAR

PENGUJIAN ULTRASONIC

Oleh :
Abdul Gafur
BAB I

APLIKASI DASAR ULTRASONIK

Ultrasonik adalah teknik pemeriksaan yang serbaguna, dipakai untuk menguji bermacam-
macam produk logam dan nonlogam seperti sambungan las, benda tempa, benda cor,
lembaran tipis, tabung, plastik, dan keramik. Ultrasonik memiliki keunggulan dapat mendeteksi
diskontinuitas bawah permukaan dengan akses hanya dari satu sisi spesimen.

Tujuan pengujian ultrasonik adalah untuk memastikan


keandalan produk dengan cara:
1. Memperoleh informasi yang berhubungan dengan diskontinuitas.
2. Mengungkap sifat diskontinuitas tanpa mengganggu kegunaan benda.
3. Memisahkan material yang diterima dan ditolak dengan mengacu pada standard yang telah
ditetapkan.

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI

Merupakan hal yang penting bahwa teknisi dan pengawas dikualifikasi untuk metoda ultrasonik
sebelum menggunakan teknik ini dan mengevaluasi hasil uji. ASNT merekomendasikan
penggunaan dokumen Recommended Practice No. [Link] tersebut memberikan
pedoman bagi perusahaan dalam mengkualifikasi dan mensertifikasi teknisi NDT untuk semua
metoda. Dalam rangka mengikuti dokumen tersebut, perusahaan harus menyusun sebuah
WRITTEN PRACTICE yang menjelaskan secara detil, cara melatih, menguji dan mensertifiksi
teknisi NDT. Peserta disarankan untuk mempelajari dokumen SNT-TC-1A untuk mengetahui
jumlah jam pelajaran yang direkomendasikan dan pengalaman (dalam bulan) yang diperlukan
dalam proses sertifikasi sebagai teknisi pengujian ultrasonik.

Sertifikasi personil NDT merupakan tanggung jawab perusahaan dan biasanya dibagi menjadi
TIGA level :
Level I – memiliki kualifikasi untuk melakukan kalibrasi, NDT, dan evaluasi tertentu untuk
menentukan penerimaan atau penolakan dengan mengacu pada pedoman tertulis, dan untuk
merekam hasil. Menerima perintah dan pengawasan seperlunya dari NDT level II atau III.

Level II – memiliki kualifikasi untuk mengatur dan mengkalibrasi peralatan dan menginterpretasi
serta mengevaluasi hasil dengan mengacu pada code, standard, dan spesifikasi yang berlaku.
Mengenal dengan baik lingkup dan batasan metoda dimana ia terkualifikasi. Melakukan
tanggung jawab yang dibebankan untuk memberikan petunjuk kepada siswa dan NDT Level I.
Mampu mengorganisir dan membuat laporan hasil pengujian NDT.

Level III – mampu mengembangkan, mengkualifikasi, dan menyetujui prosedur, menyusun dan
menyetujui teknik, menginterpretasi code, standard, dan prosedur; dan menunjuk metoda NDT
tertentu, teknik, dan prosedur yang akan digunakan. Mampu menginterpretasi dan
mengevaluasi hasil sesuai code, standard, dan spesifikasi yang ada. Memiliki latar belakang
kemampuan praktis yang mencukupi dalam aplikasi material, fabrikasi, dan teknologi produksi
yang berlaku untuk menyusun teknik dan untuk membantu dalam menetapkan kriteria
eberterimaan dimana tidak tercakup dalam code, standard, atau spesifikasi yang ada. Memiliki
pengetahuan tentang semua metoda NDT. Mampu mengadakan pelatihan dan pengujian
terhadap personil NDT Level I dan II untuk disertifikasi pada metode NDT tertentu.

1
Dokumen No. SNT-TC-1A merekomendasikan bahwa teknisi NDT Level I dan II diuji dalam tiga
bidang berikut:
A. Ujian General.
B. Ujian Specific.
C. Ujian Practical.

ASNT menyediakan layanan kepada industry dengan mengadakan ujian Level III dalam bidang
basic dan method. Mengingat banyaknya persyaratan industri pengguna NDT yang berbeda-
beda, ujian specific masih merupakan tanggung jawab perusahaan.

2
BAB II
PRINSIP-PRINSIP ULTRASONIK

Pelajaran kita mengenai ultrasonik dimulai dengan konsep dasar ultrasonik. Pengujian
ultrasonic adalah bentuk lain dari pengujian tanpa merusak. Ini berarti bahwa kita memiliki
sistem pengujian tanpa merusak yang khusus.

Pada dasarnya dalam pengujian ultrasonik kita memasukkan getaran ultrasonik ke dalam
spesimen. Spesimen kemudian mengubah getaran tersebut dengan beberapa cara. Hasil
perubahannya dideteksi oleh sistem pengujian, dan melalui sebuah indikasi, kita memperoleh
informasi mengenai spesimen. Sebagai inspektor, pekerjaan kita adalah mengaplikasikan
sistem ke dalam spesimen dan menginterpretasi hasilnya melalui indikasi yang kita peroleh.
Dalam pengujian ultrasonik, kita menggunakan sesuatu yang dinamakan “Getaran Ultrasonik”.
Kita harus mengetahui dua fakta mengenai getaran:

1. Getaran adalah gerakan maju-mundur.


2. Getaran adalah energi yang bergerak.

Penekanan pada sebuah permukaan dari posisi normalnya dinamakan perpindahan.


Getaran merambat di dalam benda padat sebagai sebuah perpindahan partikel yang saling
berurutan. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Jika kita memindahkan partikel 1 ke kiri dan melepaskannya, energi yang kita berikan kepada
partikel 1 akan dirambatkan melalui partikel 2 hingga 4 dan akhirnya mempengaruhi partikel 5.

Partikel 5 selanjutnya akan membalik gerakannya dan meneruskan energinya melalui barisan
partikel kembali kepada partikel 1.

3
Struktur sebuah material sebenarnya terdiri dari banyak partikel kecil atau sekelompok atom.
Partikel-partikel tersebut memiliki posisi normal atau istirahat dan dapat berpindah dari posisi ini
akibat suatu gaya. Apabila gaya tersebut dihilangkan, partikel akan cenderung kembali ke posisi
awalnya.

Energi dirambatkan di dalam benda padat melalui serangkaian perpindahan partikel di dalam
material. Perambatan getaran ultrasonik di dalam sebuah material berhubungan dengan sifat
elastis dari material tersebut.

Pada pengujian ultrasonik, perlu disadari bahwa konsep perpindahan juga berlaku pada benda
padat. Jika anda mengetuk-ketuk permukaan sebuah logam, permukaan akan bergerak ke
dalam, mengakibatkan terjadinya perpindahan.

Karena logam bersifat elastis, permukaan akan cenderung bergerak kembali ke posisi semula.
Permukaan juga akan bergerak melalui posisi asal hingga mencapai jarak terbesar dalam arah
yang berlawanan. Serangkaian pergerakan secara lengkap ini didefinisikan sebagai sebuah
SIKLUS.

Waktu yang diperlukan oleh sebuah gerakan untuk menghasilkan satu siklus lengkap
dinamakan PERIODA.

Contoh: jika bola yang mengayun di atas bergerak sepanjang lintasan ABCDE dalam satu detik,
maka perioda untuk terjadinya satu siklus adalah satu detik.

Jumlah siklus dalam satu perioda waktu tertentu dinamakan FREKUENSI.

Contoh: jika bola yang mengayun tersebut membentuk tiga siklus lengkap dalam waktu satu
detik, maka frekuensinya adalah 3 siklus per detik.

Satu gerakan lengkap maju-mundur adalah sebuah siklus. Gerakan seperti itu dapat dihasilkan
melalui sejumlah cara.

Jika anda memukul sebuah drum, maka akan dihasilkan frekuensi rendah, yaitu sekitar 50 cps.
Nada atas dari sebuah piano memiliki frekuensi yang lebih tinggi, sekitar 4100 cps.

4
Satuan frekuensi yang dipakai untuk menyatakan satu siklus per detik adalah HERTZ (disingkat
Hz). Satu Siklus Per Detik (cps) sama dengan satu Hertz (Hz), 2 cps = 2 Hz, dll. Suara
merambat di dalam logam sebagaimana halnya di udara. Suara adalah sebuah getaran dan
memiliki rentang frekuensi tertentu.

Manusia hanya dapat mendengar getaran (suara) hingga sekitar 20,000 Hz. Namun demikian,
getaran suara yang berasal dari sebuah peralatan pengujian ultrasonik berkisar antara
5,000,000 Hz (5 megahertz).

Getaran DI ATAS rentang pendengaran manusia dinamakan GETARAN ULTRASONIK. Dua


istilah, suara dan getaran, sebagaimana yang akan kita pakai, memiliki pengertian yang sama.

Definisi suara adalah getaran yang merambatkan energi melalui serangkaian pergerakan-
pergerakan material kecil.

Pengujian ultrasonik adalah proses pengaplikasian gelombang ultrasonik pada sebuah


specimen untuk menentukan kemulusan, ketebalan, atau beberapa sifat fisik lainnya.

“TRANSDUCER” menghasilkan energi suara yang menyebabkan perpindahan partikel di dalam


spesimen.

Transducer adalah sebuah perangkat yang mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain.
Contoh: energi listrik ke mekanis atau mekanis ke listrik. Sebuah speaker di dalam radio
mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis maju-mundur.

Gambar A di bawah menunjukkan “EFEK PIEZOELECTRIC”. Energi listrik diaplikasikan


melalui dua kabel yang dihubungkan ke sebuah kristal, mengakibatkan kristal mengembang
dan mengerut, membentuk getaran mekanis. Penggunaan istilah kristal dan transducer dapat
saling menggantikan dalam bab ini.

Sebuah transducer piezoelectric juga dapat mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.
Oleh karena itu, sebuah transducer dapat mengirim dan menerima energi.

Contohnya jika kita menempatkan transducer pada ujung-ujung spesimen seperti dalam
gambar A di bawah, kita dapat memakai salah satu transducer untuk memancarkan energi
(suara) ke dalam spesimen dan memakai transducer lainnya untuk menerima energi suara
tersebut.

5
Gambar B memperlihatkan penggunaan satu transducer sebagai pemancar dan penerima.

Energi yang dipancarkan oleh sebuah transducer dapat berupa energi putus-putus atau
menerus. Energi suara putus-putus didefinisikan sebagai kelompok getaran pendek yang
dipancarkan sebelum dan setelah transducer dapat bertindak sebagai penerima.

Baja, air, dan minyak akan merambatkan gelombang suara dengan sangat baik, namun tidak
demikian halnya dengan udara.

Udara adalah penghantar suara yang buruk karena kerapatan partikelnya rendah sehingga
energy suara sulit merambat dari partikel ke partikel. Itulah mengapa kita menambahkan
minyak atau gemuk di antara transducer dan spesimen.

Kerapatan partikel suatu material menentukan cepat rambat suara. Cepat rambat suara akan
berubah saat ia merambat dari satu media ke media lain seperti gambar berikut.

Bola-bola di atas menggambarkan struktur internal dari udara, air dan baja. Gerakan barisan
bola-bola dapat diperbandingkan sebagai pulsa gelombang ultrasonik.

Contoh praktis dari cepat rambat suara di dalam material yang berbeda diperlihatkan di bawah.

Anda mungkin juga menyukai