0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Gelombang Ultrasonik dan Kuplan Efektif

Dokumen ini membahas fenomena sudut kritis dalam gelombang ultrasonik, termasuk sudut kritis pertama dan kedua yang berkaitan dengan gelombang longitudinal dan transversal. Selain itu, dijelaskan pentingnya penggunaan kuplan untuk memastikan perambatan gelombang suara yang efektif antara transducer dan benda uji, serta dampak permukaan benda terhadap deteksi diskontinuitas. Struktur butiran material juga mempengaruhi sifat akustik dan respons gelombang suara.

Diunggah oleh

yandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan6 halaman

Gelombang Ultrasonik dan Kuplan Efektif

Dokumen ini membahas fenomena sudut kritis dalam gelombang ultrasonik, termasuk sudut kritis pertama dan kedua yang berkaitan dengan gelombang longitudinal dan transversal. Selain itu, dijelaskan pentingnya penggunaan kuplan untuk memastikan perambatan gelombang suara yang efektif antara transducer dan benda uji, serta dampak permukaan benda terhadap deteksi diskontinuitas. Struktur butiran material juga mempengaruhi sifat akustik dan respons gelombang suara.

Diunggah oleh

yandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saat sudut datang diperbesar, sudut bias besarnya juga bertambah.

Pada saat sudut biasnya


mencapai 90 derajat, gelombang longitudinal akan keluar dari media kedua dan merambat
sejajar di permukaan interface.

Peristiwa ini disebut “SUDUT KRITIS” PERTAMA atau BAWAH yang besanya kurang lebih 28
derajat pada INTERFACE antara PLASTIK dan BAJA. Hanya gelombang transversal yang ada
di dalam benda.

Jika sudut datang diperbesar melampaui sudut kritis pertama, hanya gelombang transversal
yang merambat di dalam benda. Apabila sudut bias untuk gelombang transversal sebesar 90
derajat, kita akan memiliki SUDUT KRITIS KEDUA atau ATAS yang menghasilkan
GELOMBANG PERMUKAAN.

Dengan INTERFACE PLASTIK dan BAJA, hal tersebut terjadi pada sudut datang 58 derajat.
Seperti diperlihatkan di bawah, selanjutnya akan terjadi pantulan total untuk gelombang
longitudinal dan transversal.

Pada saat gelombang datang berada pada sudut kritis keduanya, terjadi gelombang JENIS
KETIGA yang dinamakan GELOMBANG PERMUKAAN atau RAYLEIGH. Seperti gambar di
bawah, gelombang permukaan merambat dengan gerakan partikel berbentuk elips. Gelombang

24
permukaan bermanfaat untuk mendeteksi retak permukaan, namun HANYA MENEMBUS
sedalam SATU PANJANG GELOMBANG.

Seperti diperlihatkan di bawah, gelombang permukaan memiliki kemampuan mengikuti kontur


permukaan selama tidak terjadi perubahan drastis. Namun demikian, gelombang permukaan
hamper dapat diserap semuanya oleh kuplan yang berlebihan atau dengan sentuhan jari pada
permukaan benda di depan transducer.

GELOMBANG PELAT atau GELOMBANG LAMBS memiliki kemampuan merambat di dalam


PELAT TIPIS dalam berbagai mode, tergantung pada tebal pelat, frekuensi probe, dan sudut
masuknya. Gelombang pelat yang dihasilkan oleh GELOMBANG LONGITUDINAL dapat
berbentuk GELOMBANG SIMETRIS maupun ASIMETRIS seperti gambar di bawah ini.
Gelombang pelat memenuhi SELURUH KETEBALAN benda yang diperiksa.

25
26
BAB V
KUPLAN DAN ENERGI SUARA ULTRASONIK

Tujuan utama pemakaian kuplan adalah untuk menyediakan lintasan suara yang memadai
antara transducer dan permukaan benda uji. Suatu kuplan harus secara efektip membasahi
atau secara sempurna menghubungkan permukaan transducer dan benda uji.

1. Kuplan harus menghilangkan semua udara dari kedua permukaan mengingat udara adalah
penghantar suara yang buruk.
2. Kuplan mengisi dan menghaluskan ketidakteraturan permukaan pada benda uji.
3. Kuplan membantu pergerakan transducer sepanjang permukaan pada teknik contact testing.
4. Kuplan harus mudah diaplikasikan dan dibersihkan. Kuplan juga harus tidak merusak
permukaan benda uji.

Oli atau air dicampur gliserin (2 bagian air dan 1 bagian gliserin) umum dipakai sebagai kuplan.
Bahkan pasta kertas dinding juga dapat dipakai sebagai kuplan. Kuplan-kuplan yang lebih
kental seperti gemuk atau oli kental dapat dipakai pada permukaan kasar atau vertikal.

Kuplan cair dan pasta yang diformulasikan secara khusus juga dapat dibeli dari pabrik pembuat
perangkat ultrasonik. Pada kondisi dimana penggunaan cairan atau pasta tidak memungkinkan,
dapat digunakan material karet tipis sebagai kuplan. Aplikasi kuplan harus setipis mungkin. Jika
ketebalan kuplan berlebihan, dapat terjadi penyimpangan arah berkas gelombang suara.

Permukaan spesimen uji bisa sangat mempengaruhi perambatan gelombang ultrasonik.


Permukaan yang kasar dapat menyebabkan pengaruh-pengaruh yang tak diinginkan akibat
penyimpangan arah gelombang seperti:

1. Hilangnya indikasi-indikasi diskontinuitas dan permukaan belakang.


2. Penambahan lebar indikasi permukaan depan dan sebagai akibatnya kemampuan
deteksi (resolving power) akan hilang.
3. Penyebaran berkas suara.
4. Timbulnya gelombang permukaan palsu.

27
Pantulan permukaan belakang yang jelas menunjukkan respons yang baik dari material yang
diuji. Gelombang suara dipantulkan kembali ke sumbernya seperti cahaya mengenai cermin.
Jika permukaan tidak sejajar, energi yang dipantulkan akan diarahkan menjauh dari transducer
seperti halnya cahaya mengenai permukaan cermin yang miring, sehingga mengurangi respons
yang diterima.

Pada beberapa kasus, bisa saja pantulan permukaan belakang akan hilang seluruhnya, dimana
tergantung pada besarnya sudut datang gelombang pada permukaan belakang.

Bentuk fisik atau kontur sebuah benda harus dipertimbangkan saat mencoba melihat apakah
sebuah indikasi diskontinuitas itu nyata atau palsu. Permukaan yang berkontur atau membentuk
sudut dapat menimbulkan indikasi pada layar yang disalahartikan sebagai indikasi
diskontinuitas.

Indikasi-indikasi palsu (atau nonrelevant) dihasilkan dari gelombang suara yang dipantulkan
oleh bidang batas spesimen dan diterima kembali oleh transducer dalam jangka waktu yang
sama dengan waktu yang diperlukan bagi pantulan suara dari diskontinuitas kembali ke
transducer.

Saat menguji spesimen yang panjang, pantulan dari berkas yang menyebar dapat
menghasilkan indikasi palsu pada layar seperti di bawah. Gelombang tranversal dapat
dihasilkan akibat pantulan pada sudut yang tajam ke sisi yang berlawanan, dimana terjadi
perubahan mode.

Kejadian ini berlanjut hingga seluruh energy suara diserap oleh spesimen atau dipantulkan
kembali ke transducer. Perubahan mode akan didiskusikan pada bab selanjutnya. Sinyal palsu
jenis ini akan muncul pada sebelah kanan indikasi pantulan permukaan belakang yang
pertama.

Struktur butiran memiliki pengaruh besar pada sifat akustik material. Baja tempa umumnya
memiliki struktur butiran halus dan efek peredaman yang rendah terhadap gelombang suara
yang melaluinya.

28
Sebaliknya, benda cor umumnya memiliki struktur butiran yang lebih sulit dilalui gelombang
suara.

Perhatikan bahwa struktur butiran kasar muncul sebagai indikasi berulang tak beraturan yang
kadang kala disebut “grass”, “hash”, atau “noise”. Struktur butiran halus memiliki pola yang
relatip bersih dengan indikasi-indikasi permukaan depan dan belakang yang tajam.

Material yang memiliki porositas halus yang berlebihan juga memperlihatkan pola pada layar
mirip dengan pola struktur butiran kasar.
Terjadi pengurangan atau hilangnya indikasi permukaan belakang dan banyak indikasi
diskontinuitas yang amplitudonya bervariasi muncul sebagai gangguan pada layar.

29

Anda mungkin juga menyukai