0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan39 halaman

Manajemen Kepemimpinan dan Inovasi di BINUS

Dokumen ini membahas pentingnya manajemen kepemimpinan dan inovasi dalam organisasi di Indonesia, terutama dalam konteks lingkungan yang dinamis dan kompleks. Dua organisasi yang dianalisis, Bina Nusantara University dan Astra International, menunjukkan penerapan prinsip organisasi pembelajar dan pengelolaan pengetahuan yang efektif untuk mencapai keberlanjutan dan keunggulan bersaing. Melalui budaya pembelajaran dan inovasi, kedua organisasi ini berhasil beradaptasi dan memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Diunggah oleh

imou.jetcommerce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan39 halaman

Manajemen Kepemimpinan dan Inovasi di BINUS

Dokumen ini membahas pentingnya manajemen kepemimpinan dan inovasi dalam organisasi di Indonesia, terutama dalam konteks lingkungan yang dinamis dan kompleks. Dua organisasi yang dianalisis, Bina Nusantara University dan Astra International, menunjukkan penerapan prinsip organisasi pembelajar dan pengelolaan pengetahuan yang efektif untuk mencapai keberlanjutan dan keunggulan bersaing. Melalui budaya pembelajaran dan inovasi, kedua organisasi ini berhasil beradaptasi dan memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

Diunggah oleh

imou.jetcommerce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEADERSHIP AND INNOVATION MANAGEMENT

GROUP ASSIGNMENT II

Oleh:

Nama/NIM : Asti Amanda D. (24072200031)

Dewi Indriani (24072200030)

Dini Ayu Handayani (24072200035)

Hendra Tanuwijaya (24072200067)

Konsentrasi : Business and Communication Management

Batch : 20

JAKARTA
JULI, 2025
ANTI PLAGIARISM STATEMENT

We certify that the attached assignment is our work and that any material obtained from oth
er sources has been acknowledged following the latest APA style version. We declare that w
e know what plagiarism is, and we confirm that we have not plagiarized any part of this assi
gnment.
We grant permission to the London School of Public Relations to make copies of assignment
s for assessment, review, and/or record-keeping purposes. We note that the London School o
f Public Relations reserves the right to check our assignment for plagiarism anytime, even o
n mid and/or the final exam. We are ready to bear any consequences, including a failing gra
de in the subject, ineligibility to proceed to thesis defense, and/or graduate in the given year
without any complaint or dispute.

Kami menyatakan dengan ini bahwa tugas yang kami buat ini adalah pekerjaan kami sendir
i dan semua materi yang ada sudah dituliskan sumber referensinya dengan mengikuti APA
style versi yang terbaru. Kami menyatakan bahwa kami memahami tentang plagiarism dan t
idak ada satu bagian pun dari tugas ini yang mengandung plagiarism.
Kami mengizinkan The London School of Public Relations untuk menilai, mengevaluasi,
dan/atau menyimpan tugas ini. Kami mengizinkan pemeriksaan untuk mendeteksi plagiari
sm ini dilakukan setiap saat baik saat Mid maupun Final Exam. Kami menyanggupi untuk
menanggung segala akibat dari plagiarism yang dilakukan baik jika tidak lulus dari mata
kuliah, tidak dapat mengikuti sidang thesis/non thesis, maupun tidak dapat mengikuti wis
uda tanpa melakukan protes dalam bentuk apapun.

Nama: Asti Amanda D. Tanda tangan Tanggal: 03 Juli 2025

Dewi Indriani Tanda tangan

Dini Ayu Handayani Tanda tangan

Hendra Tanuwijaya Tanda tangan


Leadership and Innovation Management

Group Assignment II

I. Pendahuluan

Organisasi di Indonesia saat ini beroperasi dalam lingkungan yang

sangat dinamis dan kompleks, ditandai oleh perubahan cepat dalam

teknologi, persaingan global, regulasi pemerintah, dan ekspektasi konsumen

yang terus berkembang. Transformasi digital, disrupsi teknologi, serta

ketidakpastian ekonomi pascapandemi COVID-19 menuntut organisasi untuk

tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam mengelola perubahan (Tidd

& Bessant, 2020, hlm. 3). Dalam konteks ini, kemampuan organisasi untuk

terus belajar (organizational learning), beradaptasi terhadap lingkungan

eksternal dan internal, serta mengelola pengetahuan secara sistematis

menjadi semakin krusial untuk mempertahankan keberlanjutan dan

keunggulan bersaing (Nonaka & Takeuchi, 1995, hlm. 72).

Organisasi yang berhasil menunjukkan ketahanan dan keberhasilan

jangka panjang adalah mereka yang mampu membangun budaya belajar,

mengintegrasikan teknologi baru, dan menciptakan sistem manajemen

pengetahuan yang mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan

berbasis data (Senge, 2006, hlm. 5). Dengan kata lain, pembelajaran

organisasi, adaptabilitas, dan manajemen pengetahuan bukan lagi pilihan,

melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi era VUCA (volatility,

uncertainty, complexity, ambiguity).

1
II. Analisis Dua Organisasi dengan Penerapan Learning Organization
dan Organizational Knowledge

II.1. Learning Organization


Menurut Senge (1994), learning organization atau organisasi

pembelajar adalah organisasi yang secara terus-menerus mengembangkan

kapasitas kolektif untuk menciptakan masa depan yang diinginkan.

Organisasi semacam ini tidak hanya berupaya beradaptasi terhadap

perubahan (adaptive learning), tetapi juga secara proaktif menciptakan

peluang baru melalui generative learning.

Ciri utama organisasi pembelajar terwujud dalam lima disiplin inti yang

saling melengkapi. Pertama, personal mastery, yaitu komitmen individu untuk

memperdalam visi pribadi dan terus belajar. Kedua, pengembangan mental

models, berupa keberanian mempertanyakan asumsi lama yang dapat

membatasi cara berpikir. Ketiga, shared vision, yakni terbentuknya komitmen

bersama terhadap tujuan yang lebih besar daripada kepentingan individu.

Keempat, team learning, yang memupuk kemampuan tim untuk berpikir dan

bertindak secara selaras. Terakhir, systems thinking sebagai disiplin

pemersatu yang membantu melihat pola keterkaitan di balik peristiwa sehari-

hari (Senge, 1994).

2
Gambar 1.
Lima Disiplin Organisasi Pembelajaran

Sumber: Diadaptasi dari


Senge (1994).

Dengan memadukan kelima disiplin tersebut, organisasi pembelajar

menjadi lingkungan di mana anggota tidak hanya bekerja, tetapi juga secara

kolektif meningkatkan kecakapan, memperluas cara pandang, dan

menumbuhkan kapasitas mencipta (Senge, 1994).

II.2. Organizational Knowledge

Sementara itu, organizational knowledge atau pengetahuan organisasi

merujuk pada hasil integrasi seluruh pengetahuan individu dalam organisasi,

mencakup dimensi kognitif, emosional, dan spiritual. Menurut Bratianu

(2015), pengetahuan organisasi bukan sekadar penjumlahan linear dari apa

yang diketahui setiap individu, melainkan integrasi non-linear yang

menciptakan bidang pengetahuan baru yang unik bagi organisasi tersebut.

Pengetahuan organisasi meliputi beberapa komponen utama. Pertama,

pengetahuan eksplisit, yaitu informasi yang terdokumentasi, dikodifikasi,

disimpan, dan dapat dibagikan secara formal. Kedua, pengetahuan tacit

3
(implisit) yang melekat dalam pengalaman praktis, intuisi, dan keterampilan

individu yang kerap sulit diungkapkan secara tertulis (Bratianu, 2015). Ketiga,

pengetahuan emosional dan spiritual, yang mencakup nilai, keyakinan, dan

makna bersama yang menjadi fondasi budaya organisasi.

Proses pembentukan dan pengelolaan pengetahuan organisasi

memerlukan peran organizational integrators, seperti kepemimpinan visioner,

budaya organisasi yang kuat, visi dan misi yang jelas, serta sistem kerja

yang mendukung. Unsur-unsur tersebut berfungsi menyelaraskan

pengetahuan individu sehingga berkembang menjadi kapabilitas kolektif

yang dapat dimanfaatkan secara luas (Bratianu, 2015).

Gambar 2.
Organizational Knowledge

Sumber: Diadaptasi dari Bratianu (2015).

4
Pengetahuan organisasi memiliki peran strategis dalam menciptakan

keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Organisasi yang mampu

menyeimbangkan antara eksploitasi (pemanfaatan pengetahuan yang sudah

ada) dan eksplorasi (penciptaan pengetahuan baru melalui inovasi dan

pembelajaran) akan lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan

lingkungan. Dengan demikian, organizational knowledge dapat dipahami

sebagai hasil integrasi dinamis dari pengetahuan kognitif, emosional, dan

spiritual seluruh individu dalam organisasi, yang kemudian dikodifikasi,

dibagikan, dan digunakan bersama untuk mendukung pencapaian tujuan

bersama (Bratianu, 2015).

Setelah memahami kedua konsep penting ini, berikut akan dijelaskan

mengenai dua organisasi yang dinilai berhasil menerapkan prinsip learning

organization dan pengelolaan organizational knowledge secara konsisten.

II.3. Bina Nusantara University

Bina Nusantara University (BINUS) telah mengembangkan budaya

pembelajaran dan sistem pengelolaan pengetahuan yang diakui secara

internasional. Visi institusi ini untuk menjadi A World-Class Knowledge

Institution secara konsisten mendorong inovasi dan kontribusi sosial yang

berdampak luas (BINUS University, 2024). Komitmen ini tercermin melalui

5
kebijakan strategis serta pemanfaatan berbagai platform digital, seperti

Portal BINUS, Binus Maya, dan Binus i-Learn, yang memudahkan dosen

maupun karyawan dalam mendokumentasikan, mengakses, dan berbagi

pengetahuan. Kehadiran sistem ini menjadi fondasi terciptanya pengetahuan

eksplisit yang terdokumentasi secara sistematis, sekaligus memfasilitasi

transformasi pengetahuan tacit menjadi sumber daya yang dapat diakses

oleh seluruh civitas akademika (Qisty, 2021).

Sejalan dengan pendekatan Senge (1994), BINUS juga

mengembangkan berbagai program pembelajaran yang mendukung dimensi

personal mastery, team learning, dan shared vision. Salah satu contohnya

adalah penerapan KM Point Incentive System, yang mendorong budaya

berbagi pengetahuan secara sukarela di kalangan dosen dan karyawan.

Selain itu, pengembangan offline digital libraries dan aplikasi Beecare

menunjukkan keberhasilan organisasi dalam memperluas akses

pembelajaran, mendukung kesejahteraan emosional mahasiswa, serta

memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Pendekatan ini

mencerminkan praktik systems thinking, di mana setiap inisiatif terhubung

dengan tujuan strategis organisasi sekaligus mendukung kontribusi terhadap

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (BINUS University, 2024).

Penelitian Sriwidadi (2014) juga menegaskan bahwa kapabilitas

dinamis BINUS, termasuk kemampuannya dalam merespons perubahan

teknologi dan tren pendidikan tinggi, berkontribusi signifikan terhadap

efektivitas pengelolaan pengetahuan. Hal ini diperkuat oleh berbagai

6
kolaborasi internasional, misalnya melalui program Learning Express

bersama Singapore Polytechnic serta aktivitas pengabdian masyarakat yang

melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pengembangan usaha mikro, kecil,

dan menengah di berbagai daerah (BINUS University, 2024).

Selain bukti internal, pengakuan eksternal semakin mengukuhkan

reputasi BINUS sebagai organisasi pembelajar yang adaptif. Penghargaan

Global MIKE Award (Most Innovative Knowledge Enterprise) yang berhasil

diraih enam kali berturut-turut sejak 2018 menjadikan BINUS satu-satunya

institusi pendidikan di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional

atas keberhasilan manajemen inovasi dan pengetahuan (Manalu, 2024).

Pencapaian ini menunjukkan konsistensi organisasi dalam menciptakan nilai

strategis melalui praktik berbagi pengetahuan, pengembangan inovasi, dan

kontribusi berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Lebih jauh, ekosistem pembelajaran BINUS tidak hanya dikembangkan

di tingkat institusional, tetapi juga diperkuat melalui organisasi

kemahasiswaan seperti AIESEC in BINUS. Budaya 3tive yaitu Proactive,

Supportive, dan Collaborative yang diterapkan AIESEC mendorong anggota

untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan melalui berbagai program

pertukaran internasional, pelatihan, dan konferensi yang terintegrasi dengan

nilai-nilai keberlanjutan (AIESEC in BINUS, 2024).

Sebagai pelengkap budaya 3tive tersebut, AIESEC juga

mengimplementasikan enam prinsip nilai organisasi yang saling mendukung,

yaitu Activating Leadership, Acting Sustainably, Striving for Excellence,

7
Enjoying Participation, Living Diversity, dan Demonstrating Integrity. Prinsip-

prinsip ini menjadi landasan dalam membangun kompetensi individu dan

memperkuat pembelajaran kolektif di lingkungan organisasi. Visualisasi

enam nilai utama tersebut dapat dilihat pada Gambar 3, yang

memperlihatkan bagaimana budaya organisasi turut memperkokoh konsep

learning organization.

Gambar 3.
Enam Nilai Budaya AIESEC in BINUS yang Mendukung Learning
Organization

Sumber: AIESEC in BINUS (2024)

Dengan demikian, keberhasilan BINUS dalam membangun ekosistem

pembelajaran dan pengelolaan pengetahuan tidak hanya menjadi simbol

prestasi, tetapi juga validasi nyata penerapan prinsip organisasi pembelajar

8
sebagaimana dirumuskan Senge (1994) dan Bratianu (2015). Pencapaian ini

diharapkan dapat menginspirasi institusi lain dalam mengadopsi inovasi

digital, memperkuat budaya kolaborasi, dan menumbuhkan pembelajaran

kolektif yang berorientasi pada masa depan.

II.4. Astra International

Astra International merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang

berhasil menerapkan prinsip learning organization dan pengelolaan

organizational knowledge secara konsisten dalam operasionalnya. Melalui

filosofi Catur Dharma serta visi Sejahtera Bersama Bangsa, Astra

mengintegrasikan budaya pembelajaran berkelanjutan dan inovasi dalam

seluruh lini bisnisnya. Pendekatan ini diwujudkan melalui strategi Triple-P

Roadmap, yang mencakup tiga pilar utama, yaitu Portfolio Roadmap, People

Roadmap, dan Public Contribution Roadmap. Ketiganya dirancang untuk

memastikan keselarasan antara pertumbuhan ekonomi yang sehat,

keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi sosial yang bermakna (Astra

International, 2024).

Sebagai bagian dari komitmen strategis tersebut, Astra menetapkan

Astra 2030 Sustainability Aspirations yang bersifat komprehensif dan terukur

sebagai panduan pencapaian target keberlanjutan jangka panjang. Dalam

pelaksanaannya, tata kelola perusahaan dipandu oleh dokumen penting

seperti Astra Code of Conduct, Astra Board Manuals, dan Astra System of

9
Management. Selain itu, perusahaan juga memiliki panduan implementasi

Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC), yang

mengintegrasikan standar nasional dan internasional di bidang lingkungan,

keselamatan dan kesehatan kerja, serta aspek sosial (Astra International,

2024).

Kerangka keberlanjutan Astra yang ditunjukkan pada Gambar 4 berikut

memperlihatkan keterkaitan antara visi, strategi, komitmen, tata kelola, dan

filosofi perusahaan yang menjadi dasar pengembangan budaya

pembelajaran dan inovasi berkelanjutan.

Gambar 4.
Kerangka Keberlanjutan Astra yang Mencakup Triple-P Strategy, Komitmen
Keberlanjutan, dan Filosofi Catur Dharma

10
Sumber: Astra Sustainability Report (2024)

Sebagai pengakuan atas keberhasilan penerapan prinsip learning

organization dan manajemen pengetahuan yang mendukung kinerja

keberlanjutan, Astra International masuk dalam daftar 200 perusahaan

terbaik di Asia Pasifik versi TIME dan Statista tahun 2025. Astra menduduki

peringkat ke-118 dari 500 perusahaan dengan skor 88,26, yang dinilai

berdasarkan pertumbuhan pendapatan, tingkat kepuasan karyawan, serta

kinerja environmental, social, and governance (ESG). Pengakuan ini menjadi

bukti konkret efektivitas filosofi Catur Dharma, Triple-P Roadmap, dan Astra

2030 Sustainability Aspirations dalam menciptakan pertumbuhan bisnis

berkelanjutan dan nilai sosial yang bermakna (Prihatini & Jatmiko, 2025)

Dengan demikian, kedua organisasi yang telah dianalisis, Bina

Nusantara University dan Astra International, mencerminkan penerapan

prinsip learning organization dan pengelolaan organizational knowledge

secara konsisten dalam konteks yang berbeda. BINUS menunjukkan

bagaimana institusi pendidikan dapat membangun budaya pembelajaran

kolektif melalui inovasi digital, kolaborasi internasional, dan penguatan visi

bersama. Sementara itu, Astra International menjadi contoh perusahaan

multinasional yang berhasil mengintegrasikan keberlanjutan, tata kelola yang

baik, serta pengembangan kompetensi karyawan dalam strategi bisnis

jangka panjang.

Kedua studi kasus ini menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi

dan pengelolaan pengetahuan tidak hanya berkontribusi pada keunggulan

11
kompetitif, tetapi juga menjadi landasan penting dalam menghadapi

perubahan lingkungan yang dinamis. Penerapan prinsip-prinsip tersebut

diharapkan dapat menginspirasi organisasi lain untuk terus berinovasi,

memberdayakan sumber daya manusia, dan menciptakan dampak positif

yang berkelanjutan.

III. Analisis Dua Perusahaan dengan Penerapan Adaptif dan Warisan

Organisasi

Seringkali kita mendengar bahwa untuk bertahan hidup dan

berkembang, suatu makhluk hidup harus memiliki kemampuan untuk

beradaptasi dengan lingkungannya. Demikian pula dalam dunia bisnis yang

kerap mengalami perubahan, perusahaan yang dapat bertahan adalah

perusahaan adaptif, dimana perusahaan ini memiliki kemampuan untuk

menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan

kebutuhan pasar. Mereka mampu merespons perubahan dengan fleksibel

dan inovatif, baik dalam hal produk, layanan, maupun operasional (Tejeiro

Koller, 2016). Organisasi adaptif juga mampu mengoptimalkan sumber daya

yang ada, termasuk teknologi, untuk mencapai tujuan mereka.

Perusahaan adaptif memiliki struktur organisasi yang tidak kaku,

memungkinkan mereka untuk bergerak cepat dan beradaptasi dengan

perubahan. Mereka selalu mencari cara baru untuk meningkatkan produk,

layanan, dan proses bisnis mereka, serta mampu merespon perubahan

kebutuhan pasar dan permintaan pelanggan dengan cepat. Mereka terus

12
belajar dari pengalaman dan umpan balik untuk meningkatkan diri dan juga

membangun tim yang kuat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan

bersama, serta menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan

efektivitas operasional (Menéndez Blanco & Montes Botella, 2016).

Sedangkan warisan organisasi, adalah kumpulan nilai, kepercayaan,

norma, tradisi, dan praktik yang diwariskan dari waktu ke waktu dalam suatu

organisasi. Ini mencerminkan sejarah, identitas, dan cara organisasi

beroperasi, dan membentuk cara anggota organisasi berpikir, berperilaku,

dan berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar (J. M. T. Balmer &

Burghausen, 2015).

Warisan organisasi dapat memiliki dampak signifikan pada kinerja

organisasi, antara lain dapat menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan di

antara anggota, yang mengarah pada peningkatan loyalitas dan komitmen.

Warisan organisasi dapat memberikan wawasan tentang bagaimana

organisasi telah berhasil di masa lalu, yang dapat digunakan untuk memandu

pembelajaran dan inovasi di masa depan (J. Balmer & Balmer, 2013).

Warisan organisasi yang positif dapat meningkatkan reputasi dan citra

organisasi di mata pemangku kepentingan eksternal.

Penting untuk diingat bahwa organizational heritage tidaklah statis,

namun terus berkembang dan berubah seiring waktu sebagai organisasi

beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Organisasi yang berhasil

adalah mereka yang dapat memanfaatkan warisan mereka untuk mendorong

pertumbuhan dan inovasi, sambil tetap setia pada nilai-nilai inti mereka.

13
Berikut ini akan dijelaskan dua perusahaan yang menerapkan warisan

organisasi dan kemampuan adaptif, yaitu PT Bank Central Asia Tbk dan PT

Danone Indonesia.

III.1. PT Bank Central Asia Tbk

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini

didirikan pada 21 Februari 1957 dan pernah menjadi bagian penting dari

Grup Salim. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup produsen rokok

terkemuka di Indonesia, Djarum (Tempo, 2023b).

Warisan organisasi pada Bank Central Asia (BCA) mencakup sejarah

panjang sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, komitmen pada

nasabah dan karyawan, serta upaya pelestarian budaya Indonesia. BCA

dikenal memiliki budaya organisasi yang positif dan fokus pada

pengembangan sumber daya manusia dan dikenal pula sebagai pionir dalam

berbagai produk dan layanan, seperti kredit kepemilikan rumah dengan suku

bunga tetap dan kartu prabayar Flazz. Selain itu, BCA juga aktif dalam

mendukung kegiatan seni, musik, dan kebudayaan, serta gerakan

pelestarian budaya seperti #InsanBCABerkebaya2024.

BCA memiliki fokus pada nasabah, berusaha memahami dan

memenuhi kebutuhan mereka dengan cara terbaik. BCA juga berkomitmen

untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan karyawan (work-life

balance) melalui berbagai program dan fasilitas. BCA menyediakan program

pelatihan, program kesejahteraan (Wellbeing BCA), komunitas, dan layanan

konseling untuk mendukung karyawan, serta memiliki Proposisi Nilai

14
Karyawan (Employer Value Proposition/EVP) yang berfokus pada lingkungan

kerja yang positif dan terus menerus melakukan perbaikan (Top Business,

2023).

BCA menjaga warisan organisasi dengan melestarikan budaya

Indonesia, menjaga kelestarian lingkungan, dan menanamkan nilai-nilai

integritas dalam operasional bank. Mereka aktif mendukung kegiatan seni,

musik, dan kebudayaan, serta terlibat dalam pelestarian lingkungan dan

keanekaragaman hayati. Selain itu, BCA juga menekankan pentingnya

integritas, kerjasama tim, dan fokus pada nasabah sebagai bagian dari tata

nilai organisasi. BCA menjaga warisan organisasi melalui berbagai program

Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pelestarian

budaya dan lingkungan. Salah satu program utamanya adalah Bakti BCA,

yang memiliki pilar Bakti Budaya untuk melestarikan seni, budaya, dan tradisi

nusantara.

15
Gambar 1.
Pagelaran Budaya “Nusantara: Jiwa Surga Khatulistiwa” dari #BaktiBCA &
Swargaloka berlatar Candi Prambanan

Sumber: Dokumentasi BCA, [Link] (2024).

BCA menjadi perusahaan yang adaptif dengan cara terus belajar,

berinovasi, dan berinvestasi dalam teknologi digital untuk memenuhi

kebutuhan nasabah yang terus berubah. Mereka juga fokus pada

pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan program yang

mendukung work-life balance.

16
BCA mengembangkan aplikasi seperti myBCA dan BCA mobile untuk

memudahkan nasabah bertransaksi secara digital (Antara News, 2023). BCA

menerapkan konsep kantor cabang yang memanfaatkan teknologi digital

untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan efisiensi operasional. BCA

berinvestasi pada perusahaan fintech seperti Central Capital Ventura untuk

memperkuat ekosistem digital. BCA mengakuisisi dan mengembangkan

Bank Digital BCA (sebelumnya Bank Royal) yang berfokus pada layanan

perbankan digital, termasuk aplikasi blu by BCA Digital (Tempo, 2023a).

Gambar 2.
Aplikasi Blu BCA Digital Segera Tambah Fitur Layanan Kredit

Sumber:

Dokumentasi BCA Digital, [Link] (2022).

BCA menyediakan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan

keterampilan karyawan, baik hard skill maupun soft skill, termasuk pelatihan

untuk kepemimpinan agile dan kemampuan digital. BCA mendorong budaya

kerja inovatif melalui ajang BCA Innovation Award untuk menampung ide-ide

17
kreatif karyawan (Top Business, 2023). BCA melakukan reskilling dan

retraining karyawan non-TI agar dapat beradaptasi dengan sistem

perbankan digital. BCA juga melakukan penggabungan entitas bisnis, seperti

penggabungan Rabobank ke BCA Syariah, untuk efisiensi dan

sinergi. Dengan langkah-langkah ini, BCA terus berupaya menjadi

perusahaan yang adaptif dan relevan di tengah perubahan industri

perbankan yang dinamis.

III.2. PT Danone Indonesia

Danone Indonesia memiliki sejarah panjang yang dimulai

dengan kehadiran Aqua pada tahun 1973 dan Sarihusada pada tahun 1954.

Keduanya kemudian menjalin kemitraan strategis dengan Danone Group

pada tahun 1998, yang menandai awal perjalanan Danone Indonesia

sebagai perusahaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan hidup sehat

masyarakat (Liputan6, 2023).

Warisan organisasi Danone Indonesia tercermin dalam komitmennya

terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan

lingkungan. Perusahaan ini dikenal dengan berbagai inisiatif sosial dan

lingkungan, termasuk penyediaan akses air bersih, program kesehatan,

pengelolaan sampah, dan pengembangan ekonomi berbasis UMKM. Selain

itu, Danone Indonesia juga memberikan perhatian besar pada

pengembangan dan kesejahteraan karyawan, dengan berbagai program

penghargaan dan fasilitas yang inklusif.

18
Danone Indonesia aktif dalam menyediakan akses air bersih dan

sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memiliki program

kesehatan yang berfokus pada edukasi stunting. Perusahaan ini memiliki

program daur ulang sampah plastik, termasuk program AQUA Peduli yang

merupakan program daur ulang sampah plastik pertama di Indonesia (Harian

Waktu Lampung Online, 2024). Melalui program Dan’Cares, Danone

Indonesia menyediakan program kesehatan komprehensif yang menjadi

salah satu yang terbaik di pasar.

Gambar 3.
Danone-AQUA Perkuat Komitmen Gerakan #BijakBerplastik

Sumber: Dokumentasi Aqua

Golden Mississippi, [Link] (2021).

19
Melalui Inisiatif BeWell, Danone memiliki program 3 pilar kesehatan,

yaitu nutrisi, kesehatan fisik, dan mental. Setiap karyawan mendapatkan

jatah kepemilikan saham melalui program One Voice, One Share (Humas

Indonesia, 2021). Danone Indonesia meraih berbagai penghargaan di bidang

pengembangan dan kesejahteraan karyawan, termasuk predikat "Best

Company to Work for in Asia" dan "The Most Caring Company" (Republik

Merdeka Online, 2025).

Danone Indonesia menjadi perusahaan yang adaptif dengan cara terus

berinovasi, berfokus pada keberlanjutan, dan berkolaborasi dengan berbagai

pihak. Mereka juga mengutamakan kesejahteraan karyawan dan

masyarakat, serta menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Danone Indonesia terus mengembangkan produk-produk baru yang

inovatif, seperti produk nutrisi yang berbasis sains, termasuk SGM Eksplor,

Lactamil, Nutrilon Royal, Bebelac, dan Bebelac Gold. Produk-produk ini

diformulasikan dengan berbagai nutrisi penting yang disesuaikan dengan

tahapan usia dan kebutuhan gizi, didukung oleh penelitian dan

pengembangan dari para ahli. Mereka juga terus beradaptasi dengan

perubahan pasar dan perilaku konsumen dengan menghadirkan solusi digital

dan layanan yang relevan. Danone Indonesia memiliki komitmen kuat

terhadap keberlanjutan, yang tercermin dalam berbagai inisiatif seperti

pengelolaan air bersih, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan

pengembangan kemasan sirkular.

20
Gambar 4.
Berbagai produk nutrisi terspesialisasi Danone

Sumber: Danone Indonesia (2024).

Danone Indonesia menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab,

termasuk transparansi dalam operasional, tata kelola yang baik, dan

komitmen terhadap standar halal dan kualitas produk. Danone Indonesia

aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah,

lembaga penelitian, LSM, dan komunitas, untuk mencapai tujuan

keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Danone Indonesia

mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam seluruh kegiatan

21
operasionalnya, yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola

perusahaan (CNBC Indonesia, 2025).

Danone Indonesia menyadari pentingnya komunikasi yang efektif

dalam menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan kepada publik. Mereka

menggunakan berbagai metode komunikasi, termasuk brand storytelling,

untuk menjangkau berbagai segmen audiens. Dengan menerapkan strategi

adaptasi yang komprehensif ini, Danone Indonesia berhasil menjaga

relevansinya di pasar yang kompetitif dan berkontribusi positif bagi

masyarakat dan lingkungan.

Maka dapat dikatakan bahwa warisan organisasi, yang mencakup nilai,

norma, dan praktik yang telah lama ada, dapat menjadi pedang bermata dua

bagi adaptabilitas perusahaan. Di satu sisi, warisan yang kuat dapat

memberikan fondasi yang stabil dan identitas yang jelas, membantu

perusahaan bertahan dalam masa sulit. Di sisi lain, warisan yang kaku dan

tidak fleksibel dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk

beradaptasi dengan perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan pasar

yang dinamis.

Warisan organisasi juga mencakup pembelajaran dari pengalaman

masa lalu, yang dapat membantu perusahaan menghindari kesalahan yang

sama dan membuat keputusan yang lebih baik, serta dapat menjadi aset

yang berharga jika dikelola dengan bijaksana. Perusahaan perlu

menemukan keseimbangan antara melestarikan nilai-nilai inti mereka dan

beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Dengan demikian, warisan

22
organisasi dapat menjadi landasan yang kuat untuk mencapai kesuksesan

jangka panjang, bukan penghalang bagi adaptabilitas.

IV. Analisis Perusahaan dengan Penerapan Knowledge Base of an

Organization

Gambar 5.
Knowledge management

Sumber: Larasindo (2020).

Dalam era bisnis yang dinamis dan penuh persaingan, keberhasilan

organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola pengetahuan

secara strategis. Bukan hanya strategi jangka pendek yang relevan,

melainkan juga fondasi pengetahuan yang terstruktur yang dikenal sebagai

knowledge base. Basis pengetahuan ini mencakup informasi eksplisit seperti

23
dokumen, database, serta standar operasional, dan juga pengetahuan tacit

seperti intuisi, pengalaman praktis, dan keterampilan yang melekat pada

individu (Nonaka & Takeuchi, 1995). Integrasi keduanya menjadi kunci dalam

membentuk daya saing berkelanjutan dan respons organisasi terhadap

berbagai tantangan.

Knowledge base yang kuat memungkinkan organisasi untuk membuat

keputusan yang lebih tepat, memecahkan masalah secara efisien, dan

menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pengetahuan

kolektif ini bukan hanya disimpan, tetapi juga dikelola melalui proses akuisisi,

diseminasi, dan aplikasi yang sistematis. Menurut Alavi dan Leidner (2001),

organisasi yang sukses dalam mengelola pengetahuan cenderung memiliki

keunggulan kompetitif yang lebih stabil karena mampu menginternalisasi

pembelajaran dari masa lalu dan menerapkannya dalam strategi masa

depan.

Dalam praktiknya, penerapan knowledge base organisasi memerlukan

dukungan infrastruktur teknologi, sistem manajemen yang mendukung

kolaborasi, serta budaya organisasi yang menghargai pembelajaran dan

inovasi. Sistem manajemen pengetahuan modern kini banyak dikembangkan

berbasis digital, dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan

teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan pandangan Grant (1996), yang

menyatakan bahwa pengetahuan merupakan sumber daya strategis utama

dalam organisasi, dan kemampuan mengorganisasi serta memobilisasi

pengetahuan internal merupakan pendorong utama pertumbuhan organisasi.

24
Dengan demikian, studi mengenai knowledge base organisasi

memberikan pemahaman penting tentang bagaimana pengetahuan

dikonstruksi, dimanfaatkan, dan dijaga dalam konteks yang terus berubah.

Organisasi yang berhasil mempertahankan kesinambungan biasanya adalah

mereka yang mampu menggabungkan pengetahuan historis dengan

kapasitas beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dengan memahami

dinamika tersebut, organisasi dapat mengembangkan sistem pembelajaran

berkelanjutan yang memperkuat ketahanan dan relevansi strategisnya di

masa depan (Dalkir, 2017).

IV.1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Gambar 6.
Transformasi Telkom menjadi digital Telco

Sumber: [Link] (2022).

25
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan

BUMN yang berhasil menjalankan transformasi digital secara menyeluruh,

berawal dari sejarah panjang sebagai operator telekomunikasi konvensional

pada era kolonial. Seiring perubahan lanskap teknologi dan perilaku

konsumen, Telkom mengalihkan fokusnya dari layanan suara dan data dasar

menuju ekosistem digital terintegrasi. Transformasi ini mendorong

pentingnya penerapan knowledge base organisasi, yaitu kumpulan

pengetahuan terstruktur yang mendukung inovasi, efisiensi layanan, serta

pengambilan keputusan strategis di tengah percepatan teknologi digital

(CNN Indonesia, 2023).

Sebagai langkah adaptif terhadap dinamika pasar digital, Telkom

melakukan restrukturisasi organisasi menjadi tiga domain strategis: Business

to Customer (B2C), Business to Business (B2B), dan Business to

Government (B2G). Bersamaan dengan itu, Telkom juga membangun

infrastruktur pendukung seperti Telkom Data Ecosystem dan Indonesia Data

Center (IDC). Untuk memastikan sinergi antar-unit dalam struktur baru

tersebut, Telkom memanfaatkan knowledge base yang mencakup

dokumentasi teknis, panduan operasional, serta standar keamanan data

yang dapat diakses secara lintas divisi. Langkah ini sejalan dengan

pandangan Grant (1996) yang menekankan bahwa organisasi berbasis

pengetahuan membutuhkan mekanisme koordinasi yang efektif agar sumber

daya intelektual dapat dimanfaatkan secara optimal.

26
Pengelolaan knowledge base di Telkom diwujudkan melalui sistem

manajemen pengetahuan terintegrasi, yaitu Knowledge Management System

(KMS). Platform ini berfungsi sebagai repositori pusat yang menyimpan

berbagai pengetahuan eksplisit, termasuk prosedur operasional standar

(SOP), kebijakan perusahaan, laporan proyek, dan best practices. Dengan

tersedianya akses informasi yang terpusat dan real-time, proses diseminasi

pengetahuan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, mendukung

pengambilan keputusan berbasis data dan pengalaman sebelumnya. Hal ini

penting agar organisasi tidak hanya menyimpan informasi, tetapi benar-

benar menggunakannya untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional.

Selain sistem penyimpanan pengetahuan, Telkom juga

mengembangkan Telkom Corporate University (Telkom CorpU) sebagai

pusat pembelajaran dan pengembangan SDM berbasis digital. CorpU

menerapkan pendekatan pembelajaran 70-20-10, menggabungkan

pengalaman kerja langsung (70%), pembelajaran sosial (20%), dan

pembelajaran formal (10%). Melalui platform digital seperti myDigiLearn,

Telkom CorpU mendukung penguasaan kompetensi masa depan seperti big

data, AI, dan keamanan siber. CorpU juga menjadi pusat integrasi antara

proses pembelajaran, riset, dan inovasi yang sejalan dengan kebutuhan

industri digital (Telkom CorpU, 2023).

Contoh konkret dari penerapan knowledge base oleh Telkom dapat

dilihat dari program Community of Practice (CoP) melalui platform internal

“Kampiun”. Program ini memungkinkan karyawan dari berbagai unit untuk

27
berbagi pengetahuan, memecahkan masalah secara kolaboratif, serta

mendapatkan penghargaan melalui sistem insentif berbasis kontribusi

pengetahuan. Selanjutnya, terdapat program Transfer Knowledge for

Successor Pool, yang memfasilitasi transfer pengetahuan dari senior kepada

calon pemimpin masa depan melalui pelatihan berbasis platform digital.

Program ini memastikan kesinambungan kompetensi strategis di tengah

rotasi atau pensiun karyawan senior (Telkom CorpU, 2024).

Gambar 7.
Knowledge Level Up

Sumber: Telkom Indonesia (2024).

28
Contoh lainnya adalah inisiatif Knowledge Power Up, yang

menggabungkan berbagai platform pembelajaran global seperti Coursera,

LinkedIn Learning, dan internal learning hub Telkom untuk mempercepat

adopsi budaya inovasi. Karyawan diajak berpartisipasi dalam kegiatan

seperti Innovation Talks, Expert Insight, hingga Knowledge Fusion Challenge

yang mendorong transformasi pengetahuan tacit menjadi eksplisit dan dapat

digunakan oleh organisasi. Inisiatif-inisiatif tersebut menjadikan knowledge

base Telkom bukan hanya sebagai arsip informasi, tetapi sebagai sistem

hidup yang terus diperbarui, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara aktif

untuk menjawab tantangan industri digital yang cepat berubah (Telkom,

2024).

IV.2. Analisis Perbandingan

Perbedaan utama muncul pada bagaimana masing-masing organisasi

memosisikan knowledge base sebagai fondasi strategi mereka. PT Telkom

Indonesia menekankan pengelolaan pengetahuan internal yang

komprehensif melalui sistem seperti Knowledge Management System (KMS)

dan Telkom Corporate University (CorpU). Pendekatan ini memungkinkan

transfer pengetahuan eksplisit dan tacit secara sistematis, mendukung

inovasi digital, dan memperkuat kapabilitas adaptasi internal (Grant, 1996).

Dengan kata lain, knowledge base di Telkom bukan hanya penyimpanan

informasi tetapi juga pendorong pembelajaran berkelanjutan dan inovasi

organisasi.

29
Berbeda dengan Telkom, BCA menempatkan knowledge base dalam

konteks peningkatan layanan pelanggan dan loyalitas karyawan. Platform

digital seperti BCA Mobile dan MyBCA terus dikembangkan berdasarkan

masukan pengguna guna memperbaiki pengalaman layanan nasabah.

Menurut diskusi komunitas daring, MyBCA dianggap sebagai platform yang

lebih modern dan aman dibandingkan pendahulunya, menandakan bahwa

pengetahuan yang dikelola BCA lebih berorientasi pada kebutuhan dan

kepuasan pelanggan (u/sphynxify, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa

knowledge base BCA lebih bersifat eksternal, dengan fokus pada

pengetahuan konsumen untuk memperkuat interaksi dan retensi nasabah.

Sementara itu, Danone Indonesia memanfaatkan knowledge base

sebagai fondasi keberlanjutan sosial dan pembangunan komunitas. Dengan

memanfaatkan jaringan intranet global dan filosofi “The Networking Attitude,”

Danone mengembangkan pengetahuan yang mendalam, luas, dan

bermakna guna mendorong inovasi yang berdampak sosial (Danone, 2013).

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga

memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memfasilitasi pengembangan solusi

sosial, seperti pengelolaan sumber daya air dan kemasan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, perbedaan utama antara ketiga perusahaan ini

terletak pada tujuan dan orientasi pengelolaan knowledge base mereka.

Telkom menekankan inovasi dan penguatan kapabilitas digital melalui sistem

pengetahuan internal yang terstruktur, BCA lebih menitikberatkan pada

peningkatan kualitas layanan dan kepuasan nasabah melalui pengelolaan

30
pengetahuan konsumen, sedangkan Danone fokus pada penggunaan

knowledge base untuk memperluas dampak sosial dan keberlanjutan melalui

kolaborasi komunitas. Telkom unggul dalam membangun ekosistem

pembelajaran dan inovasi yang sistematis untuk menghadapi tantangan

digital secara berkelanjutan.

IV.3. Pembelajaran kunci

Pengelolaan knowledge base dalam organisasi berperan penting dalam

menyimpan dan memperbarui berbagai bentuk pengetahuan, mulai dari

kebijakan, pengalaman, hingga praktik terbaik. Sistem pengetahuan yang

hidup ini memastikan bahwa pengetahuan tidak hanya menjadi arsip statis,

melainkan terus berkembang sesuai kebutuhan organisasi. Dengan

demikian, knowledge base menjadi fondasi strategis yang memungkinkan

organisasi mempertahankan konsistensi operasional sekaligus beradaptasi

dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.

Selain menyimpan pengetahuan eksplisit, knowledge base yang efektif

juga harus mampu mengkonversi pengetahuan tacit seperti intuisi,

pengalaman kerja, dan keterampilan individu menjadi bentuk eksplisit yang

mudah dibagikan dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Proses

transformasi ini memperkuat pembelajaran kolektif dan kolaborasi antar unit

kerja, sehingga informasi strategis dapat mengalir lebih cepat dan keputusan

dapat dibuat secara lebih akurat dan inovatif. Hal ini mendorong terciptanya

budaya organisasi yang responsif dan proaktif dalam menghadapi tantangan.

31
Knowledge base yang terkelola dengan baik tidak hanya menjadi tempat

penyimpanan informasi, tetapi juga menjadi alat penting dalam pengambilan

keputusan berbasis data yang cepat dan tepat. Keunggulan ini

memungkinkan organisasi untuk lebih efektif dalam merespons disrupsi

pasar, mengelola risiko, dan menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.

Dengan demikian, pengelolaan knowledge base yang sistematis menjadi

jembatan vital antara kondisi saat ini dan kebutuhan organisasi di masa

depan.

V. Kesimpulan

Pengelolaan knowledge base merupakan elemen krusial bagi organisasi

dalam menghadapi dinamika dan persaingan bisnis saat ini. Sebagai fondasi

strategis, knowledge base tidak hanya berfungsi sebagai tempat

penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai sistem hidup yang mendukung

transfer pengetahuan eksplisit dan tacit secara terstruktur. Hal ini

memungkinkan organisasi untuk memperkuat kapabilitas inovasi,

pengambilan keputusan yang cepat, serta adaptasi yang efektif terhadap

perubahan teknologi dan pasar.

Perbedaan pendekatan penerapan knowledge base di antara PT Telkom

Indonesia, BCA, dan Danone menunjukkan bahwa tujuan strategis

organisasi sangat mempengaruhi fokus pengelolaan pengetahuan. Telkom

mengutamakan pembangunan ekosistem internal yang mendukung

transformasi digital dan inovasi berkelanjutan. BCA lebih menitikberatkan

pada pengetahuan konsumen guna meningkatkan kualitas layanan dan

32
loyalitas pelanggan. Sementara itu, Danone memanfaatkan knowledge base

untuk memperluas dampak sosial dan keberlanjutan melalui kolaborasi

komunitas.

Secara keseluruhan, keberhasilan pengelolaan knowledge base

bergantung pada integrasi teknologi, budaya pembelajaran, serta mekanisme

kolaborasi yang efektif. Organisasi yang mampu mengelola pengetahuan

secara sistematis dan adaptif akan lebih tangguh dalam menghadapi

tantangan pasar dan perubahan lingkungan. Dengan demikian, knowledge

base menjadi jembatan strategis yang menghubungkan pengalaman masa

lalu dengan kebutuhan inovasi masa depan, menciptakan keunggulan

kompetitif yang berkelanjutan.

33
REFERENSI

Antara News. (2025, Juni 3). Direktur BCA ajak mahasiswa IPB belajar
adaptif dengan perubahan. Diambil dari
[Link]
mahasiswa-ipb-belajar-adaptif-dengan-perubahan#:~:text=Di%20BCA
%2C%20kami%20percaya%20bahwa,melalui%20kolaborasi
%20dengan%20institusi%20pendidikan.&text=Dilarang%20keras
%20mengambil%20konten%2C%20melakukan,tertulis%20dari
%20Kantor%20Berita%20ANTARA.
Alavi, M., & Leidner, D. E. (2001). Review: Knowledge management and
knowledge management systems: Conceptual foundations and
research issues. MIS Quarterly, 25(1), 107–136.
[Link]
Balmer, J., & Balmer, J. M. T. (2013). Corporate heritage, corporate heritage
marketing, and total corporate heritage communications: What are
they? What of them? Corporate Communications: An International
Journal. [Link]
Balmer, J. M. T., & Burghausen, M. (2015). Introducing organisational
heritage: Linking corporate heritage, organisational identity and
organisational memory. Journal of Brand Management.
[Link]
CNBC Indonesia. (2025, Februari 1). Bukan Cuma Omon-Omon, Danone
Tunjukan Komitmen Penerapan Aspek ESG. Diambil dari
[Link]
n-cuma-omon-omon-danone-tunjukan-komitmen-penerapan-aspek-
esg#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Danone
%20Indonesia%20memastikan,ESG%20oleh%20Danone%20Indonesia
%20bukanlah%20greenwashing%20semata.
CNN Indonesia. (2023, Juli 17). Telkom transformasi digital.
[Link]
lkom-transformasi-digital
Dalkir, K. (2017). Knowledge management in theory and practice (3rd ed.).
MIT Press.
Danone. (2013). Global knowledge management at Danone [PowerPoint
slides]. SlidePlayer. [Link]
Grant, R. M. (1996). Toward a knowledge-based theory of the firm. Strategic
Management Journal, 17(S2), 109–122.
[Link]
Harian Waktu Lampung Online. (2024, Mei 24). AQUA Luncurkan Program
Peduli Lingkungan untuk Mengelola Limbah Plastik. Diambil dari
[Link]
aqua-luncurkan-program-peduli-lingkungan-untuk-mengelola-limbah-
plastik#:~:text=Sebagai%20wujud%20tanggung%20jawab%20yang
%20nyata%2C%20AQUA,dampak%20lingkungan%20yang
%20dihasilkan%20dari%20produk%2Dproduk%20mereka.
Humas Indonesia. (2021, November 18). Pentingnya Riset dalam
Menentukan Strategi Komunikasi. Diambil dari
[Link]
strategi-komunikasi-613#:~:text=Danone%20memahami%20tidak
%20mudah%20bagi,karyawan%20mendapatkan%20satu%20saham
%20Danone.&text=Riset%20juga%20menjadi%20bagian
%20penting,dan%20outcomes%20yang%20ingin%20dicapai.
Kontan. (2021, November 18). Penuhi kebutuhan konsumen, Danone
Indonesia terus dorong inovasi. Diambil dari
[Link]
indonesia-terus-dorong-inovasi#:~:text=Inovasi%20produk%20yang
%20menyesuaikan%20kebutuhan%20gizi%20masyarakat
%20Indonesia%20juga%20dilakukan%20oleh%20Danone.
Liputan6. (2021, Juli 14). PT Danone Indonesia, Sejarah, Produk dan
Komitmennya. Diambil dari
[Link]
sejarah-produk-dan-komitmennya#:~:text=Perjalanan%20PT
%20Danone%20Indonesia,-PT%20Danone%20Indonesia&text=Ini
%20dimulai%20pada%201998%20ketika,penghargaan%20di%20tahun
%2Dtahun%20berikutnya.
Menéndez Blanco, J. M., & Montes Botella, J. L. (2016). What contributes to
adaptive company resilience? A conceptual and practical approach.
Development and Learning in Organizations.
[Link]
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The knowledge-creating company: How
Japanese companies create the dynamics of innovation. Oxford
University Press.
Republik Merdeka Online. (2025, Juli 2). Danone Indonesia Borong Empat
Kategori Penghargaan dalam HR Asia Awards 2025. Diambil dari
[Link]
borong-empat-kategori-penghargaan-dalam-hr-asia-awards-
2025#:~:text=Danone%20Indonesia%20Borong%20Empat%20Kategori
%20Penghargaan%20dalam%20HR%20Asia%20Awards%202025,-
LAPORAN:%20AGUS%20DWI&text=Untuk%20kali%20keenam
%20secara%20berturut,%2C%20kesetaraan%2C%20dan%20inklusi).
Senge, P. M. (2006). The fifth discipline: The art & practice of the learning
organization (Revised ed.). Doubleday.
Tejeiro Koller, M. R. (2016). Exploring adaptability in organizations: Where
adaptive advantage comes from and what it is based upon. Journal of
Organizational Change Management. [Link]
2016-0008
Telkom. (2024, Oktober 4). Knowledge Power Up, inisiatif akselerasi budaya
belajar dan inovasi karyawan. [Link]
Telkom CorpU. (2023, Mei 23). Telkom CorpU integrasikan learning,
research, dan innovation. [Link]
integrasikan-learning-research-dan-innovation
Telkom CorpU. (2024, September 27). Sosialisasi transfer knowledge for
successor pool. [Link]
knowledge
Tempo. (2023a, November 23). Kode Bank BCA Digital Blu by BCA dan
Cara Transfernya. Diambil dari [Link]
bank-bca-digital-blu-by-bca-dan-cara-transfernya-117388
Tempo. (2023b, Februari 24). Sejarah Bank BCA dan Perkembangan
Bisnisnya. Diambil dari [Link]
bca-dan-perkembangan-bisnisnya-215389
Tidd, J., & Bessant, J. (2020). Managing innovation: Integrating
technological, market and organizational change (6th ed.). John Wiley &
Sons.
Top Business. (2023, Agustus 31). BCA Perkuat Daya Saing SDM dengan
Kemampuan Digital. Diambil dari
[Link]
[Link]#:~:text=kajian%20data
%20analitics.-,Peningkatan%20keterampilan%20setiap%20Insan
%20BCA%20terbagi%20dalam%20dua%20kategori%2C
%20yaitu,perbankan%20digital%2C%E2%80%9D%20tandas%20Rudi.
u/sphynxify. (2023, March 9). PSA: BCA punya 2 aplikasi m-banking, MyBCA
sama BCA Mobile [Online forum comment]. Reddit.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai