LEADERSHIP AND INNOVATION MANAGEMENT
GROUP ASSIGNMENT II
Oleh:
Nama/NIM : Asti Amanda D. (24072200031)
Dewi Indriani (24072200030)
Dini Ayu Handayani (24072200035)
Hendra Tanuwijaya (24072200067)
Konsentrasi : Business and Communication Management
Batch : 20
JAKARTA
JULI, 2025
ANTI PLAGIARISM STATEMENT
We certify that the attached assignment is our work and that any material obtained from oth
er sources has been acknowledged following the latest APA style version. We declare that w
e know what plagiarism is, and we confirm that we have not plagiarized any part of this assi
gnment.
We grant permission to the London School of Public Relations to make copies of assignment
s for assessment, review, and/or record-keeping purposes. We note that the London School o
f Public Relations reserves the right to check our assignment for plagiarism anytime, even o
n mid and/or the final exam. We are ready to bear any consequences, including a failing gra
de in the subject, ineligibility to proceed to thesis defense, and/or graduate in the given year
without any complaint or dispute.
Kami menyatakan dengan ini bahwa tugas yang kami buat ini adalah pekerjaan kami sendir
i dan semua materi yang ada sudah dituliskan sumber referensinya dengan mengikuti APA
style versi yang terbaru. Kami menyatakan bahwa kami memahami tentang plagiarism dan t
idak ada satu bagian pun dari tugas ini yang mengandung plagiarism.
Kami mengizinkan The London School of Public Relations untuk menilai, mengevaluasi,
dan/atau menyimpan tugas ini. Kami mengizinkan pemeriksaan untuk mendeteksi plagiari
sm ini dilakukan setiap saat baik saat Mid maupun Final Exam. Kami menyanggupi untuk
menanggung segala akibat dari plagiarism yang dilakukan baik jika tidak lulus dari mata
kuliah, tidak dapat mengikuti sidang thesis/non thesis, maupun tidak dapat mengikuti wis
uda tanpa melakukan protes dalam bentuk apapun.
Nama: Asti Amanda D. Tanda tangan Tanggal: 03 Juli 2025
Dewi Indriani Tanda tangan
Dini Ayu Handayani Tanda tangan
Hendra Tanuwijaya Tanda tangan
Leadership and Innovation Management
Group Assignment II
I. Pendahuluan
Organisasi di Indonesia saat ini beroperasi dalam lingkungan yang
sangat dinamis dan kompleks, ditandai oleh perubahan cepat dalam
teknologi, persaingan global, regulasi pemerintah, dan ekspektasi konsumen
yang terus berkembang. Transformasi digital, disrupsi teknologi, serta
ketidakpastian ekonomi pascapandemi COVID-19 menuntut organisasi untuk
tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam mengelola perubahan (Tidd
& Bessant, 2020, hlm. 3). Dalam konteks ini, kemampuan organisasi untuk
terus belajar (organizational learning), beradaptasi terhadap lingkungan
eksternal dan internal, serta mengelola pengetahuan secara sistematis
menjadi semakin krusial untuk mempertahankan keberlanjutan dan
keunggulan bersaing (Nonaka & Takeuchi, 1995, hlm. 72).
Organisasi yang berhasil menunjukkan ketahanan dan keberhasilan
jangka panjang adalah mereka yang mampu membangun budaya belajar,
mengintegrasikan teknologi baru, dan menciptakan sistem manajemen
pengetahuan yang mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan
berbasis data (Senge, 2006, hlm. 5). Dengan kata lain, pembelajaran
organisasi, adaptabilitas, dan manajemen pengetahuan bukan lagi pilihan,
melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi era VUCA (volatility,
uncertainty, complexity, ambiguity).
1
II. Analisis Dua Organisasi dengan Penerapan Learning Organization
dan Organizational Knowledge
II.1. Learning Organization
Menurut Senge (1994), learning organization atau organisasi
pembelajar adalah organisasi yang secara terus-menerus mengembangkan
kapasitas kolektif untuk menciptakan masa depan yang diinginkan.
Organisasi semacam ini tidak hanya berupaya beradaptasi terhadap
perubahan (adaptive learning), tetapi juga secara proaktif menciptakan
peluang baru melalui generative learning.
Ciri utama organisasi pembelajar terwujud dalam lima disiplin inti yang
saling melengkapi. Pertama, personal mastery, yaitu komitmen individu untuk
memperdalam visi pribadi dan terus belajar. Kedua, pengembangan mental
models, berupa keberanian mempertanyakan asumsi lama yang dapat
membatasi cara berpikir. Ketiga, shared vision, yakni terbentuknya komitmen
bersama terhadap tujuan yang lebih besar daripada kepentingan individu.
Keempat, team learning, yang memupuk kemampuan tim untuk berpikir dan
bertindak secara selaras. Terakhir, systems thinking sebagai disiplin
pemersatu yang membantu melihat pola keterkaitan di balik peristiwa sehari-
hari (Senge, 1994).
2
Gambar 1.
Lima Disiplin Organisasi Pembelajaran
Sumber: Diadaptasi dari
Senge (1994).
Dengan memadukan kelima disiplin tersebut, organisasi pembelajar
menjadi lingkungan di mana anggota tidak hanya bekerja, tetapi juga secara
kolektif meningkatkan kecakapan, memperluas cara pandang, dan
menumbuhkan kapasitas mencipta (Senge, 1994).
II.2. Organizational Knowledge
Sementara itu, organizational knowledge atau pengetahuan organisasi
merujuk pada hasil integrasi seluruh pengetahuan individu dalam organisasi,
mencakup dimensi kognitif, emosional, dan spiritual. Menurut Bratianu
(2015), pengetahuan organisasi bukan sekadar penjumlahan linear dari apa
yang diketahui setiap individu, melainkan integrasi non-linear yang
menciptakan bidang pengetahuan baru yang unik bagi organisasi tersebut.
Pengetahuan organisasi meliputi beberapa komponen utama. Pertama,
pengetahuan eksplisit, yaitu informasi yang terdokumentasi, dikodifikasi,
disimpan, dan dapat dibagikan secara formal. Kedua, pengetahuan tacit
3
(implisit) yang melekat dalam pengalaman praktis, intuisi, dan keterampilan
individu yang kerap sulit diungkapkan secara tertulis (Bratianu, 2015). Ketiga,
pengetahuan emosional dan spiritual, yang mencakup nilai, keyakinan, dan
makna bersama yang menjadi fondasi budaya organisasi.
Proses pembentukan dan pengelolaan pengetahuan organisasi
memerlukan peran organizational integrators, seperti kepemimpinan visioner,
budaya organisasi yang kuat, visi dan misi yang jelas, serta sistem kerja
yang mendukung. Unsur-unsur tersebut berfungsi menyelaraskan
pengetahuan individu sehingga berkembang menjadi kapabilitas kolektif
yang dapat dimanfaatkan secara luas (Bratianu, 2015).
Gambar 2.
Organizational Knowledge
Sumber: Diadaptasi dari Bratianu (2015).
4
Pengetahuan organisasi memiliki peran strategis dalam menciptakan
keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Organisasi yang mampu
menyeimbangkan antara eksploitasi (pemanfaatan pengetahuan yang sudah
ada) dan eksplorasi (penciptaan pengetahuan baru melalui inovasi dan
pembelajaran) akan lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan
lingkungan. Dengan demikian, organizational knowledge dapat dipahami
sebagai hasil integrasi dinamis dari pengetahuan kognitif, emosional, dan
spiritual seluruh individu dalam organisasi, yang kemudian dikodifikasi,
dibagikan, dan digunakan bersama untuk mendukung pencapaian tujuan
bersama (Bratianu, 2015).
Setelah memahami kedua konsep penting ini, berikut akan dijelaskan
mengenai dua organisasi yang dinilai berhasil menerapkan prinsip learning
organization dan pengelolaan organizational knowledge secara konsisten.
II.3. Bina Nusantara University
Bina Nusantara University (BINUS) telah mengembangkan budaya
pembelajaran dan sistem pengelolaan pengetahuan yang diakui secara
internasional. Visi institusi ini untuk menjadi A World-Class Knowledge
Institution secara konsisten mendorong inovasi dan kontribusi sosial yang
berdampak luas (BINUS University, 2024). Komitmen ini tercermin melalui
5
kebijakan strategis serta pemanfaatan berbagai platform digital, seperti
Portal BINUS, Binus Maya, dan Binus i-Learn, yang memudahkan dosen
maupun karyawan dalam mendokumentasikan, mengakses, dan berbagi
pengetahuan. Kehadiran sistem ini menjadi fondasi terciptanya pengetahuan
eksplisit yang terdokumentasi secara sistematis, sekaligus memfasilitasi
transformasi pengetahuan tacit menjadi sumber daya yang dapat diakses
oleh seluruh civitas akademika (Qisty, 2021).
Sejalan dengan pendekatan Senge (1994), BINUS juga
mengembangkan berbagai program pembelajaran yang mendukung dimensi
personal mastery, team learning, dan shared vision. Salah satu contohnya
adalah penerapan KM Point Incentive System, yang mendorong budaya
berbagi pengetahuan secara sukarela di kalangan dosen dan karyawan.
Selain itu, pengembangan offline digital libraries dan aplikasi Beecare
menunjukkan keberhasilan organisasi dalam memperluas akses
pembelajaran, mendukung kesejahteraan emosional mahasiswa, serta
memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Pendekatan ini
mencerminkan praktik systems thinking, di mana setiap inisiatif terhubung
dengan tujuan strategis organisasi sekaligus mendukung kontribusi terhadap
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (BINUS University, 2024).
Penelitian Sriwidadi (2014) juga menegaskan bahwa kapabilitas
dinamis BINUS, termasuk kemampuannya dalam merespons perubahan
teknologi dan tren pendidikan tinggi, berkontribusi signifikan terhadap
efektivitas pengelolaan pengetahuan. Hal ini diperkuat oleh berbagai
6
kolaborasi internasional, misalnya melalui program Learning Express
bersama Singapore Polytechnic serta aktivitas pengabdian masyarakat yang
melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pengembangan usaha mikro, kecil,
dan menengah di berbagai daerah (BINUS University, 2024).
Selain bukti internal, pengakuan eksternal semakin mengukuhkan
reputasi BINUS sebagai organisasi pembelajar yang adaptif. Penghargaan
Global MIKE Award (Most Innovative Knowledge Enterprise) yang berhasil
diraih enam kali berturut-turut sejak 2018 menjadikan BINUS satu-satunya
institusi pendidikan di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional
atas keberhasilan manajemen inovasi dan pengetahuan (Manalu, 2024).
Pencapaian ini menunjukkan konsistensi organisasi dalam menciptakan nilai
strategis melalui praktik berbagi pengetahuan, pengembangan inovasi, dan
kontribusi berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Lebih jauh, ekosistem pembelajaran BINUS tidak hanya dikembangkan
di tingkat institusional, tetapi juga diperkuat melalui organisasi
kemahasiswaan seperti AIESEC in BINUS. Budaya 3tive yaitu Proactive,
Supportive, dan Collaborative yang diterapkan AIESEC mendorong anggota
untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan melalui berbagai program
pertukaran internasional, pelatihan, dan konferensi yang terintegrasi dengan
nilai-nilai keberlanjutan (AIESEC in BINUS, 2024).
Sebagai pelengkap budaya 3tive tersebut, AIESEC juga
mengimplementasikan enam prinsip nilai organisasi yang saling mendukung,
yaitu Activating Leadership, Acting Sustainably, Striving for Excellence,
7
Enjoying Participation, Living Diversity, dan Demonstrating Integrity. Prinsip-
prinsip ini menjadi landasan dalam membangun kompetensi individu dan
memperkuat pembelajaran kolektif di lingkungan organisasi. Visualisasi
enam nilai utama tersebut dapat dilihat pada Gambar 3, yang
memperlihatkan bagaimana budaya organisasi turut memperkokoh konsep
learning organization.
Gambar 3.
Enam Nilai Budaya AIESEC in BINUS yang Mendukung Learning
Organization
Sumber: AIESEC in BINUS (2024)
Dengan demikian, keberhasilan BINUS dalam membangun ekosistem
pembelajaran dan pengelolaan pengetahuan tidak hanya menjadi simbol
prestasi, tetapi juga validasi nyata penerapan prinsip organisasi pembelajar
8
sebagaimana dirumuskan Senge (1994) dan Bratianu (2015). Pencapaian ini
diharapkan dapat menginspirasi institusi lain dalam mengadopsi inovasi
digital, memperkuat budaya kolaborasi, dan menumbuhkan pembelajaran
kolektif yang berorientasi pada masa depan.
II.4. Astra International
Astra International merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang
berhasil menerapkan prinsip learning organization dan pengelolaan
organizational knowledge secara konsisten dalam operasionalnya. Melalui
filosofi Catur Dharma serta visi Sejahtera Bersama Bangsa, Astra
mengintegrasikan budaya pembelajaran berkelanjutan dan inovasi dalam
seluruh lini bisnisnya. Pendekatan ini diwujudkan melalui strategi Triple-P
Roadmap, yang mencakup tiga pilar utama, yaitu Portfolio Roadmap, People
Roadmap, dan Public Contribution Roadmap. Ketiganya dirancang untuk
memastikan keselarasan antara pertumbuhan ekonomi yang sehat,
keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi sosial yang bermakna (Astra
International, 2024).
Sebagai bagian dari komitmen strategis tersebut, Astra menetapkan
Astra 2030 Sustainability Aspirations yang bersifat komprehensif dan terukur
sebagai panduan pencapaian target keberlanjutan jangka panjang. Dalam
pelaksanaannya, tata kelola perusahaan dipandu oleh dokumen penting
seperti Astra Code of Conduct, Astra Board Manuals, dan Astra System of
9
Management. Selain itu, perusahaan juga memiliki panduan implementasi
Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC), yang
mengintegrasikan standar nasional dan internasional di bidang lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja, serta aspek sosial (Astra International,
2024).
Kerangka keberlanjutan Astra yang ditunjukkan pada Gambar 4 berikut
memperlihatkan keterkaitan antara visi, strategi, komitmen, tata kelola, dan
filosofi perusahaan yang menjadi dasar pengembangan budaya
pembelajaran dan inovasi berkelanjutan.
Gambar 4.
Kerangka Keberlanjutan Astra yang Mencakup Triple-P Strategy, Komitmen
Keberlanjutan, dan Filosofi Catur Dharma
10
Sumber: Astra Sustainability Report (2024)
Sebagai pengakuan atas keberhasilan penerapan prinsip learning
organization dan manajemen pengetahuan yang mendukung kinerja
keberlanjutan, Astra International masuk dalam daftar 200 perusahaan
terbaik di Asia Pasifik versi TIME dan Statista tahun 2025. Astra menduduki
peringkat ke-118 dari 500 perusahaan dengan skor 88,26, yang dinilai
berdasarkan pertumbuhan pendapatan, tingkat kepuasan karyawan, serta
kinerja environmental, social, and governance (ESG). Pengakuan ini menjadi
bukti konkret efektivitas filosofi Catur Dharma, Triple-P Roadmap, dan Astra
2030 Sustainability Aspirations dalam menciptakan pertumbuhan bisnis
berkelanjutan dan nilai sosial yang bermakna (Prihatini & Jatmiko, 2025)
Dengan demikian, kedua organisasi yang telah dianalisis, Bina
Nusantara University dan Astra International, mencerminkan penerapan
prinsip learning organization dan pengelolaan organizational knowledge
secara konsisten dalam konteks yang berbeda. BINUS menunjukkan
bagaimana institusi pendidikan dapat membangun budaya pembelajaran
kolektif melalui inovasi digital, kolaborasi internasional, dan penguatan visi
bersama. Sementara itu, Astra International menjadi contoh perusahaan
multinasional yang berhasil mengintegrasikan keberlanjutan, tata kelola yang
baik, serta pengembangan kompetensi karyawan dalam strategi bisnis
jangka panjang.
Kedua studi kasus ini menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi
dan pengelolaan pengetahuan tidak hanya berkontribusi pada keunggulan
11
kompetitif, tetapi juga menjadi landasan penting dalam menghadapi
perubahan lingkungan yang dinamis. Penerapan prinsip-prinsip tersebut
diharapkan dapat menginspirasi organisasi lain untuk terus berinovasi,
memberdayakan sumber daya manusia, dan menciptakan dampak positif
yang berkelanjutan.
III. Analisis Dua Perusahaan dengan Penerapan Adaptif dan Warisan
Organisasi
Seringkali kita mendengar bahwa untuk bertahan hidup dan
berkembang, suatu makhluk hidup harus memiliki kemampuan untuk
beradaptasi dengan lingkungannya. Demikian pula dalam dunia bisnis yang
kerap mengalami perubahan, perusahaan yang dapat bertahan adalah
perusahaan adaptif, dimana perusahaan ini memiliki kemampuan untuk
menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan
kebutuhan pasar. Mereka mampu merespons perubahan dengan fleksibel
dan inovatif, baik dalam hal produk, layanan, maupun operasional (Tejeiro
Koller, 2016). Organisasi adaptif juga mampu mengoptimalkan sumber daya
yang ada, termasuk teknologi, untuk mencapai tujuan mereka.
Perusahaan adaptif memiliki struktur organisasi yang tidak kaku,
memungkinkan mereka untuk bergerak cepat dan beradaptasi dengan
perubahan. Mereka selalu mencari cara baru untuk meningkatkan produk,
layanan, dan proses bisnis mereka, serta mampu merespon perubahan
kebutuhan pasar dan permintaan pelanggan dengan cepat. Mereka terus
12
belajar dari pengalaman dan umpan balik untuk meningkatkan diri dan juga
membangun tim yang kuat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama, serta menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas operasional (Menéndez Blanco & Montes Botella, 2016).
Sedangkan warisan organisasi, adalah kumpulan nilai, kepercayaan,
norma, tradisi, dan praktik yang diwariskan dari waktu ke waktu dalam suatu
organisasi. Ini mencerminkan sejarah, identitas, dan cara organisasi
beroperasi, dan membentuk cara anggota organisasi berpikir, berperilaku,
dan berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar (J. M. T. Balmer &
Burghausen, 2015).
Warisan organisasi dapat memiliki dampak signifikan pada kinerja
organisasi, antara lain dapat menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan di
antara anggota, yang mengarah pada peningkatan loyalitas dan komitmen.
Warisan organisasi dapat memberikan wawasan tentang bagaimana
organisasi telah berhasil di masa lalu, yang dapat digunakan untuk memandu
pembelajaran dan inovasi di masa depan (J. Balmer & Balmer, 2013).
Warisan organisasi yang positif dapat meningkatkan reputasi dan citra
organisasi di mata pemangku kepentingan eksternal.
Penting untuk diingat bahwa organizational heritage tidaklah statis,
namun terus berkembang dan berubah seiring waktu sebagai organisasi
beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Organisasi yang berhasil
adalah mereka yang dapat memanfaatkan warisan mereka untuk mendorong
pertumbuhan dan inovasi, sambil tetap setia pada nilai-nilai inti mereka.
13
Berikut ini akan dijelaskan dua perusahaan yang menerapkan warisan
organisasi dan kemampuan adaptif, yaitu PT Bank Central Asia Tbk dan PT
Danone Indonesia.
III.1. PT Bank Central Asia Tbk
Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini
didirikan pada 21 Februari 1957 dan pernah menjadi bagian penting dari
Grup Salim. Sekarang bank ini dimiliki oleh salah satu grup produsen rokok
terkemuka di Indonesia, Djarum (Tempo, 2023b).
Warisan organisasi pada Bank Central Asia (BCA) mencakup sejarah
panjang sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, komitmen pada
nasabah dan karyawan, serta upaya pelestarian budaya Indonesia. BCA
dikenal memiliki budaya organisasi yang positif dan fokus pada
pengembangan sumber daya manusia dan dikenal pula sebagai pionir dalam
berbagai produk dan layanan, seperti kredit kepemilikan rumah dengan suku
bunga tetap dan kartu prabayar Flazz. Selain itu, BCA juga aktif dalam
mendukung kegiatan seni, musik, dan kebudayaan, serta gerakan
pelestarian budaya seperti #InsanBCABerkebaya2024.
BCA memiliki fokus pada nasabah, berusaha memahami dan
memenuhi kebutuhan mereka dengan cara terbaik. BCA juga berkomitmen
untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan karyawan (work-life
balance) melalui berbagai program dan fasilitas. BCA menyediakan program
pelatihan, program kesejahteraan (Wellbeing BCA), komunitas, dan layanan
konseling untuk mendukung karyawan, serta memiliki Proposisi Nilai
14
Karyawan (Employer Value Proposition/EVP) yang berfokus pada lingkungan
kerja yang positif dan terus menerus melakukan perbaikan (Top Business,
2023).
BCA menjaga warisan organisasi dengan melestarikan budaya
Indonesia, menjaga kelestarian lingkungan, dan menanamkan nilai-nilai
integritas dalam operasional bank. Mereka aktif mendukung kegiatan seni,
musik, dan kebudayaan, serta terlibat dalam pelestarian lingkungan dan
keanekaragaman hayati. Selain itu, BCA juga menekankan pentingnya
integritas, kerjasama tim, dan fokus pada nasabah sebagai bagian dari tata
nilai organisasi. BCA menjaga warisan organisasi melalui berbagai program
Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pelestarian
budaya dan lingkungan. Salah satu program utamanya adalah Bakti BCA,
yang memiliki pilar Bakti Budaya untuk melestarikan seni, budaya, dan tradisi
nusantara.
15
Gambar 1.
Pagelaran Budaya “Nusantara: Jiwa Surga Khatulistiwa” dari #BaktiBCA &
Swargaloka berlatar Candi Prambanan
Sumber: Dokumentasi BCA, [Link] (2024).
BCA menjadi perusahaan yang adaptif dengan cara terus belajar,
berinovasi, dan berinvestasi dalam teknologi digital untuk memenuhi
kebutuhan nasabah yang terus berubah. Mereka juga fokus pada
pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan program yang
mendukung work-life balance.
16
BCA mengembangkan aplikasi seperti myBCA dan BCA mobile untuk
memudahkan nasabah bertransaksi secara digital (Antara News, 2023). BCA
menerapkan konsep kantor cabang yang memanfaatkan teknologi digital
untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan efisiensi operasional. BCA
berinvestasi pada perusahaan fintech seperti Central Capital Ventura untuk
memperkuat ekosistem digital. BCA mengakuisisi dan mengembangkan
Bank Digital BCA (sebelumnya Bank Royal) yang berfokus pada layanan
perbankan digital, termasuk aplikasi blu by BCA Digital (Tempo, 2023a).
Gambar 2.
Aplikasi Blu BCA Digital Segera Tambah Fitur Layanan Kredit
Sumber:
Dokumentasi BCA Digital, [Link] (2022).
BCA menyediakan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan
keterampilan karyawan, baik hard skill maupun soft skill, termasuk pelatihan
untuk kepemimpinan agile dan kemampuan digital. BCA mendorong budaya
kerja inovatif melalui ajang BCA Innovation Award untuk menampung ide-ide
17
kreatif karyawan (Top Business, 2023). BCA melakukan reskilling dan
retraining karyawan non-TI agar dapat beradaptasi dengan sistem
perbankan digital. BCA juga melakukan penggabungan entitas bisnis, seperti
penggabungan Rabobank ke BCA Syariah, untuk efisiensi dan
sinergi. Dengan langkah-langkah ini, BCA terus berupaya menjadi
perusahaan yang adaptif dan relevan di tengah perubahan industri
perbankan yang dinamis.
III.2. PT Danone Indonesia
Danone Indonesia memiliki sejarah panjang yang dimulai
dengan kehadiran Aqua pada tahun 1973 dan Sarihusada pada tahun 1954.
Keduanya kemudian menjalin kemitraan strategis dengan Danone Group
pada tahun 1998, yang menandai awal perjalanan Danone Indonesia
sebagai perusahaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan hidup sehat
masyarakat (Liputan6, 2023).
Warisan organisasi Danone Indonesia tercermin dalam komitmennya
terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan
lingkungan. Perusahaan ini dikenal dengan berbagai inisiatif sosial dan
lingkungan, termasuk penyediaan akses air bersih, program kesehatan,
pengelolaan sampah, dan pengembangan ekonomi berbasis UMKM. Selain
itu, Danone Indonesia juga memberikan perhatian besar pada
pengembangan dan kesejahteraan karyawan, dengan berbagai program
penghargaan dan fasilitas yang inklusif.
18
Danone Indonesia aktif dalam menyediakan akses air bersih dan
sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memiliki program
kesehatan yang berfokus pada edukasi stunting. Perusahaan ini memiliki
program daur ulang sampah plastik, termasuk program AQUA Peduli yang
merupakan program daur ulang sampah plastik pertama di Indonesia (Harian
Waktu Lampung Online, 2024). Melalui program Dan’Cares, Danone
Indonesia menyediakan program kesehatan komprehensif yang menjadi
salah satu yang terbaik di pasar.
Gambar 3.
Danone-AQUA Perkuat Komitmen Gerakan #BijakBerplastik
Sumber: Dokumentasi Aqua
Golden Mississippi, [Link] (2021).
19
Melalui Inisiatif BeWell, Danone memiliki program 3 pilar kesehatan,
yaitu nutrisi, kesehatan fisik, dan mental. Setiap karyawan mendapatkan
jatah kepemilikan saham melalui program One Voice, One Share (Humas
Indonesia, 2021). Danone Indonesia meraih berbagai penghargaan di bidang
pengembangan dan kesejahteraan karyawan, termasuk predikat "Best
Company to Work for in Asia" dan "The Most Caring Company" (Republik
Merdeka Online, 2025).
Danone Indonesia menjadi perusahaan yang adaptif dengan cara terus
berinovasi, berfokus pada keberlanjutan, dan berkolaborasi dengan berbagai
pihak. Mereka juga mengutamakan kesejahteraan karyawan dan
masyarakat, serta menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Danone Indonesia terus mengembangkan produk-produk baru yang
inovatif, seperti produk nutrisi yang berbasis sains, termasuk SGM Eksplor,
Lactamil, Nutrilon Royal, Bebelac, dan Bebelac Gold. Produk-produk ini
diformulasikan dengan berbagai nutrisi penting yang disesuaikan dengan
tahapan usia dan kebutuhan gizi, didukung oleh penelitian dan
pengembangan dari para ahli. Mereka juga terus beradaptasi dengan
perubahan pasar dan perilaku konsumen dengan menghadirkan solusi digital
dan layanan yang relevan. Danone Indonesia memiliki komitmen kuat
terhadap keberlanjutan, yang tercermin dalam berbagai inisiatif seperti
pengelolaan air bersih, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan
pengembangan kemasan sirkular.
20
Gambar 4.
Berbagai produk nutrisi terspesialisasi Danone
Sumber: Danone Indonesia (2024).
Danone Indonesia menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab,
termasuk transparansi dalam operasional, tata kelola yang baik, dan
komitmen terhadap standar halal dan kualitas produk. Danone Indonesia
aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah,
lembaga penelitian, LSM, dan komunitas, untuk mencapai tujuan
keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Danone Indonesia
mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam seluruh kegiatan
21
operasionalnya, yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
perusahaan (CNBC Indonesia, 2025).
Danone Indonesia menyadari pentingnya komunikasi yang efektif
dalam menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan kepada publik. Mereka
menggunakan berbagai metode komunikasi, termasuk brand storytelling,
untuk menjangkau berbagai segmen audiens. Dengan menerapkan strategi
adaptasi yang komprehensif ini, Danone Indonesia berhasil menjaga
relevansinya di pasar yang kompetitif dan berkontribusi positif bagi
masyarakat dan lingkungan.
Maka dapat dikatakan bahwa warisan organisasi, yang mencakup nilai,
norma, dan praktik yang telah lama ada, dapat menjadi pedang bermata dua
bagi adaptabilitas perusahaan. Di satu sisi, warisan yang kuat dapat
memberikan fondasi yang stabil dan identitas yang jelas, membantu
perusahaan bertahan dalam masa sulit. Di sisi lain, warisan yang kaku dan
tidak fleksibel dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk
beradaptasi dengan perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan pasar
yang dinamis.
Warisan organisasi juga mencakup pembelajaran dari pengalaman
masa lalu, yang dapat membantu perusahaan menghindari kesalahan yang
sama dan membuat keputusan yang lebih baik, serta dapat menjadi aset
yang berharga jika dikelola dengan bijaksana. Perusahaan perlu
menemukan keseimbangan antara melestarikan nilai-nilai inti mereka dan
beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Dengan demikian, warisan
22
organisasi dapat menjadi landasan yang kuat untuk mencapai kesuksesan
jangka panjang, bukan penghalang bagi adaptabilitas.
IV. Analisis Perusahaan dengan Penerapan Knowledge Base of an
Organization
Gambar 5.
Knowledge management
Sumber: Larasindo (2020).
Dalam era bisnis yang dinamis dan penuh persaingan, keberhasilan
organisasi semakin ditentukan oleh kemampuannya mengelola pengetahuan
secara strategis. Bukan hanya strategi jangka pendek yang relevan,
melainkan juga fondasi pengetahuan yang terstruktur yang dikenal sebagai
knowledge base. Basis pengetahuan ini mencakup informasi eksplisit seperti
23
dokumen, database, serta standar operasional, dan juga pengetahuan tacit
seperti intuisi, pengalaman praktis, dan keterampilan yang melekat pada
individu (Nonaka & Takeuchi, 1995). Integrasi keduanya menjadi kunci dalam
membentuk daya saing berkelanjutan dan respons organisasi terhadap
berbagai tantangan.
Knowledge base yang kuat memungkinkan organisasi untuk membuat
keputusan yang lebih tepat, memecahkan masalah secara efisien, dan
menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pengetahuan
kolektif ini bukan hanya disimpan, tetapi juga dikelola melalui proses akuisisi,
diseminasi, dan aplikasi yang sistematis. Menurut Alavi dan Leidner (2001),
organisasi yang sukses dalam mengelola pengetahuan cenderung memiliki
keunggulan kompetitif yang lebih stabil karena mampu menginternalisasi
pembelajaran dari masa lalu dan menerapkannya dalam strategi masa
depan.
Dalam praktiknya, penerapan knowledge base organisasi memerlukan
dukungan infrastruktur teknologi, sistem manajemen yang mendukung
kolaborasi, serta budaya organisasi yang menghargai pembelajaran dan
inovasi. Sistem manajemen pengetahuan modern kini banyak dikembangkan
berbasis digital, dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan
teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan pandangan Grant (1996), yang
menyatakan bahwa pengetahuan merupakan sumber daya strategis utama
dalam organisasi, dan kemampuan mengorganisasi serta memobilisasi
pengetahuan internal merupakan pendorong utama pertumbuhan organisasi.
24
Dengan demikian, studi mengenai knowledge base organisasi
memberikan pemahaman penting tentang bagaimana pengetahuan
dikonstruksi, dimanfaatkan, dan dijaga dalam konteks yang terus berubah.
Organisasi yang berhasil mempertahankan kesinambungan biasanya adalah
mereka yang mampu menggabungkan pengetahuan historis dengan
kapasitas beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dengan memahami
dinamika tersebut, organisasi dapat mengembangkan sistem pembelajaran
berkelanjutan yang memperkuat ketahanan dan relevansi strategisnya di
masa depan (Dalkir, 2017).
IV.1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Gambar 6.
Transformasi Telkom menjadi digital Telco
Sumber: [Link] (2022).
25
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan
BUMN yang berhasil menjalankan transformasi digital secara menyeluruh,
berawal dari sejarah panjang sebagai operator telekomunikasi konvensional
pada era kolonial. Seiring perubahan lanskap teknologi dan perilaku
konsumen, Telkom mengalihkan fokusnya dari layanan suara dan data dasar
menuju ekosistem digital terintegrasi. Transformasi ini mendorong
pentingnya penerapan knowledge base organisasi, yaitu kumpulan
pengetahuan terstruktur yang mendukung inovasi, efisiensi layanan, serta
pengambilan keputusan strategis di tengah percepatan teknologi digital
(CNN Indonesia, 2023).
Sebagai langkah adaptif terhadap dinamika pasar digital, Telkom
melakukan restrukturisasi organisasi menjadi tiga domain strategis: Business
to Customer (B2C), Business to Business (B2B), dan Business to
Government (B2G). Bersamaan dengan itu, Telkom juga membangun
infrastruktur pendukung seperti Telkom Data Ecosystem dan Indonesia Data
Center (IDC). Untuk memastikan sinergi antar-unit dalam struktur baru
tersebut, Telkom memanfaatkan knowledge base yang mencakup
dokumentasi teknis, panduan operasional, serta standar keamanan data
yang dapat diakses secara lintas divisi. Langkah ini sejalan dengan
pandangan Grant (1996) yang menekankan bahwa organisasi berbasis
pengetahuan membutuhkan mekanisme koordinasi yang efektif agar sumber
daya intelektual dapat dimanfaatkan secara optimal.
26
Pengelolaan knowledge base di Telkom diwujudkan melalui sistem
manajemen pengetahuan terintegrasi, yaitu Knowledge Management System
(KMS). Platform ini berfungsi sebagai repositori pusat yang menyimpan
berbagai pengetahuan eksplisit, termasuk prosedur operasional standar
(SOP), kebijakan perusahaan, laporan proyek, dan best practices. Dengan
tersedianya akses informasi yang terpusat dan real-time, proses diseminasi
pengetahuan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, mendukung
pengambilan keputusan berbasis data dan pengalaman sebelumnya. Hal ini
penting agar organisasi tidak hanya menyimpan informasi, tetapi benar-
benar menggunakannya untuk mendorong inovasi dan efisiensi operasional.
Selain sistem penyimpanan pengetahuan, Telkom juga
mengembangkan Telkom Corporate University (Telkom CorpU) sebagai
pusat pembelajaran dan pengembangan SDM berbasis digital. CorpU
menerapkan pendekatan pembelajaran 70-20-10, menggabungkan
pengalaman kerja langsung (70%), pembelajaran sosial (20%), dan
pembelajaran formal (10%). Melalui platform digital seperti myDigiLearn,
Telkom CorpU mendukung penguasaan kompetensi masa depan seperti big
data, AI, dan keamanan siber. CorpU juga menjadi pusat integrasi antara
proses pembelajaran, riset, dan inovasi yang sejalan dengan kebutuhan
industri digital (Telkom CorpU, 2023).
Contoh konkret dari penerapan knowledge base oleh Telkom dapat
dilihat dari program Community of Practice (CoP) melalui platform internal
“Kampiun”. Program ini memungkinkan karyawan dari berbagai unit untuk
27
berbagi pengetahuan, memecahkan masalah secara kolaboratif, serta
mendapatkan penghargaan melalui sistem insentif berbasis kontribusi
pengetahuan. Selanjutnya, terdapat program Transfer Knowledge for
Successor Pool, yang memfasilitasi transfer pengetahuan dari senior kepada
calon pemimpin masa depan melalui pelatihan berbasis platform digital.
Program ini memastikan kesinambungan kompetensi strategis di tengah
rotasi atau pensiun karyawan senior (Telkom CorpU, 2024).
Gambar 7.
Knowledge Level Up
Sumber: Telkom Indonesia (2024).
28
Contoh lainnya adalah inisiatif Knowledge Power Up, yang
menggabungkan berbagai platform pembelajaran global seperti Coursera,
LinkedIn Learning, dan internal learning hub Telkom untuk mempercepat
adopsi budaya inovasi. Karyawan diajak berpartisipasi dalam kegiatan
seperti Innovation Talks, Expert Insight, hingga Knowledge Fusion Challenge
yang mendorong transformasi pengetahuan tacit menjadi eksplisit dan dapat
digunakan oleh organisasi. Inisiatif-inisiatif tersebut menjadikan knowledge
base Telkom bukan hanya sebagai arsip informasi, tetapi sebagai sistem
hidup yang terus diperbarui, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara aktif
untuk menjawab tantangan industri digital yang cepat berubah (Telkom,
2024).
IV.2. Analisis Perbandingan
Perbedaan utama muncul pada bagaimana masing-masing organisasi
memosisikan knowledge base sebagai fondasi strategi mereka. PT Telkom
Indonesia menekankan pengelolaan pengetahuan internal yang
komprehensif melalui sistem seperti Knowledge Management System (KMS)
dan Telkom Corporate University (CorpU). Pendekatan ini memungkinkan
transfer pengetahuan eksplisit dan tacit secara sistematis, mendukung
inovasi digital, dan memperkuat kapabilitas adaptasi internal (Grant, 1996).
Dengan kata lain, knowledge base di Telkom bukan hanya penyimpanan
informasi tetapi juga pendorong pembelajaran berkelanjutan dan inovasi
organisasi.
29
Berbeda dengan Telkom, BCA menempatkan knowledge base dalam
konteks peningkatan layanan pelanggan dan loyalitas karyawan. Platform
digital seperti BCA Mobile dan MyBCA terus dikembangkan berdasarkan
masukan pengguna guna memperbaiki pengalaman layanan nasabah.
Menurut diskusi komunitas daring, MyBCA dianggap sebagai platform yang
lebih modern dan aman dibandingkan pendahulunya, menandakan bahwa
pengetahuan yang dikelola BCA lebih berorientasi pada kebutuhan dan
kepuasan pelanggan (u/sphynxify, 2023). Hal ini menunjukkan bahwa
knowledge base BCA lebih bersifat eksternal, dengan fokus pada
pengetahuan konsumen untuk memperkuat interaksi dan retensi nasabah.
Sementara itu, Danone Indonesia memanfaatkan knowledge base
sebagai fondasi keberlanjutan sosial dan pembangunan komunitas. Dengan
memanfaatkan jaringan intranet global dan filosofi “The Networking Attitude,”
Danone mengembangkan pengetahuan yang mendalam, luas, dan
bermakna guna mendorong inovasi yang berdampak sosial (Danone, 2013).
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga
memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memfasilitasi pengembangan solusi
sosial, seperti pengelolaan sumber daya air dan kemasan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, perbedaan utama antara ketiga perusahaan ini
terletak pada tujuan dan orientasi pengelolaan knowledge base mereka.
Telkom menekankan inovasi dan penguatan kapabilitas digital melalui sistem
pengetahuan internal yang terstruktur, BCA lebih menitikberatkan pada
peningkatan kualitas layanan dan kepuasan nasabah melalui pengelolaan
30
pengetahuan konsumen, sedangkan Danone fokus pada penggunaan
knowledge base untuk memperluas dampak sosial dan keberlanjutan melalui
kolaborasi komunitas. Telkom unggul dalam membangun ekosistem
pembelajaran dan inovasi yang sistematis untuk menghadapi tantangan
digital secara berkelanjutan.
IV.3. Pembelajaran kunci
Pengelolaan knowledge base dalam organisasi berperan penting dalam
menyimpan dan memperbarui berbagai bentuk pengetahuan, mulai dari
kebijakan, pengalaman, hingga praktik terbaik. Sistem pengetahuan yang
hidup ini memastikan bahwa pengetahuan tidak hanya menjadi arsip statis,
melainkan terus berkembang sesuai kebutuhan organisasi. Dengan
demikian, knowledge base menjadi fondasi strategis yang memungkinkan
organisasi mempertahankan konsistensi operasional sekaligus beradaptasi
dengan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis.
Selain menyimpan pengetahuan eksplisit, knowledge base yang efektif
juga harus mampu mengkonversi pengetahuan tacit seperti intuisi,
pengalaman kerja, dan keterampilan individu menjadi bentuk eksplisit yang
mudah dibagikan dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Proses
transformasi ini memperkuat pembelajaran kolektif dan kolaborasi antar unit
kerja, sehingga informasi strategis dapat mengalir lebih cepat dan keputusan
dapat dibuat secara lebih akurat dan inovatif. Hal ini mendorong terciptanya
budaya organisasi yang responsif dan proaktif dalam menghadapi tantangan.
31
Knowledge base yang terkelola dengan baik tidak hanya menjadi tempat
penyimpanan informasi, tetapi juga menjadi alat penting dalam pengambilan
keputusan berbasis data yang cepat dan tepat. Keunggulan ini
memungkinkan organisasi untuk lebih efektif dalam merespons disrupsi
pasar, mengelola risiko, dan menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pengelolaan knowledge base yang sistematis menjadi
jembatan vital antara kondisi saat ini dan kebutuhan organisasi di masa
depan.
V. Kesimpulan
Pengelolaan knowledge base merupakan elemen krusial bagi organisasi
dalam menghadapi dinamika dan persaingan bisnis saat ini. Sebagai fondasi
strategis, knowledge base tidak hanya berfungsi sebagai tempat
penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai sistem hidup yang mendukung
transfer pengetahuan eksplisit dan tacit secara terstruktur. Hal ini
memungkinkan organisasi untuk memperkuat kapabilitas inovasi,
pengambilan keputusan yang cepat, serta adaptasi yang efektif terhadap
perubahan teknologi dan pasar.
Perbedaan pendekatan penerapan knowledge base di antara PT Telkom
Indonesia, BCA, dan Danone menunjukkan bahwa tujuan strategis
organisasi sangat mempengaruhi fokus pengelolaan pengetahuan. Telkom
mengutamakan pembangunan ekosistem internal yang mendukung
transformasi digital dan inovasi berkelanjutan. BCA lebih menitikberatkan
pada pengetahuan konsumen guna meningkatkan kualitas layanan dan
32
loyalitas pelanggan. Sementara itu, Danone memanfaatkan knowledge base
untuk memperluas dampak sosial dan keberlanjutan melalui kolaborasi
komunitas.
Secara keseluruhan, keberhasilan pengelolaan knowledge base
bergantung pada integrasi teknologi, budaya pembelajaran, serta mekanisme
kolaborasi yang efektif. Organisasi yang mampu mengelola pengetahuan
secara sistematis dan adaptif akan lebih tangguh dalam menghadapi
tantangan pasar dan perubahan lingkungan. Dengan demikian, knowledge
base menjadi jembatan strategis yang menghubungkan pengalaman masa
lalu dengan kebutuhan inovasi masa depan, menciptakan keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan.
33
REFERENSI
Antara News. (2025, Juni 3). Direktur BCA ajak mahasiswa IPB belajar
adaptif dengan perubahan. Diambil dari
[Link]
mahasiswa-ipb-belajar-adaptif-dengan-perubahan#:~:text=Di%20BCA
%2C%20kami%20percaya%20bahwa,melalui%20kolaborasi
%20dengan%20institusi%20pendidikan.&text=Dilarang%20keras
%20mengambil%20konten%2C%20melakukan,tertulis%20dari
%20Kantor%20Berita%20ANTARA.
Alavi, M., & Leidner, D. E. (2001). Review: Knowledge management and
knowledge management systems: Conceptual foundations and
research issues. MIS Quarterly, 25(1), 107–136.
[Link]
Balmer, J., & Balmer, J. M. T. (2013). Corporate heritage, corporate heritage
marketing, and total corporate heritage communications: What are
they? What of them? Corporate Communications: An International
Journal. [Link]
Balmer, J. M. T., & Burghausen, M. (2015). Introducing organisational
heritage: Linking corporate heritage, organisational identity and
organisational memory. Journal of Brand Management.
[Link]
CNBC Indonesia. (2025, Februari 1). Bukan Cuma Omon-Omon, Danone
Tunjukan Komitmen Penerapan Aspek ESG. Diambil dari
[Link]
n-cuma-omon-omon-danone-tunjukan-komitmen-penerapan-aspek-
esg#:~:text=Jakarta%2C%20CNBC%20Indonesia%20%2D%20Danone
%20Indonesia%20memastikan,ESG%20oleh%20Danone%20Indonesia
%20bukanlah%20greenwashing%20semata.
CNN Indonesia. (2023, Juli 17). Telkom transformasi digital.
[Link]
lkom-transformasi-digital
Dalkir, K. (2017). Knowledge management in theory and practice (3rd ed.).
MIT Press.
Danone. (2013). Global knowledge management at Danone [PowerPoint
slides]. SlidePlayer. [Link]
Grant, R. M. (1996). Toward a knowledge-based theory of the firm. Strategic
Management Journal, 17(S2), 109–122.
[Link]
Harian Waktu Lampung Online. (2024, Mei 24). AQUA Luncurkan Program
Peduli Lingkungan untuk Mengelola Limbah Plastik. Diambil dari
[Link]
aqua-luncurkan-program-peduli-lingkungan-untuk-mengelola-limbah-
plastik#:~:text=Sebagai%20wujud%20tanggung%20jawab%20yang
%20nyata%2C%20AQUA,dampak%20lingkungan%20yang
%20dihasilkan%20dari%20produk%2Dproduk%20mereka.
Humas Indonesia. (2021, November 18). Pentingnya Riset dalam
Menentukan Strategi Komunikasi. Diambil dari
[Link]
strategi-komunikasi-613#:~:text=Danone%20memahami%20tidak
%20mudah%20bagi,karyawan%20mendapatkan%20satu%20saham
%20Danone.&text=Riset%20juga%20menjadi%20bagian
%20penting,dan%20outcomes%20yang%20ingin%20dicapai.
Kontan. (2021, November 18). Penuhi kebutuhan konsumen, Danone
Indonesia terus dorong inovasi. Diambil dari
[Link]
indonesia-terus-dorong-inovasi#:~:text=Inovasi%20produk%20yang
%20menyesuaikan%20kebutuhan%20gizi%20masyarakat
%20Indonesia%20juga%20dilakukan%20oleh%20Danone.
Liputan6. (2021, Juli 14). PT Danone Indonesia, Sejarah, Produk dan
Komitmennya. Diambil dari
[Link]
sejarah-produk-dan-komitmennya#:~:text=Perjalanan%20PT
%20Danone%20Indonesia,-PT%20Danone%20Indonesia&text=Ini
%20dimulai%20pada%201998%20ketika,penghargaan%20di%20tahun
%2Dtahun%20berikutnya.
Menéndez Blanco, J. M., & Montes Botella, J. L. (2016). What contributes to
adaptive company resilience? A conceptual and practical approach.
Development and Learning in Organizations.
[Link]
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The knowledge-creating company: How
Japanese companies create the dynamics of innovation. Oxford
University Press.
Republik Merdeka Online. (2025, Juli 2). Danone Indonesia Borong Empat
Kategori Penghargaan dalam HR Asia Awards 2025. Diambil dari
[Link]
borong-empat-kategori-penghargaan-dalam-hr-asia-awards-
2025#:~:text=Danone%20Indonesia%20Borong%20Empat%20Kategori
%20Penghargaan%20dalam%20HR%20Asia%20Awards%202025,-
LAPORAN:%20AGUS%20DWI&text=Untuk%20kali%20keenam
%20secara%20berturut,%2C%20kesetaraan%2C%20dan%20inklusi).
Senge, P. M. (2006). The fifth discipline: The art & practice of the learning
organization (Revised ed.). Doubleday.
Tejeiro Koller, M. R. (2016). Exploring adaptability in organizations: Where
adaptive advantage comes from and what it is based upon. Journal of
Organizational Change Management. [Link]
2016-0008
Telkom. (2024, Oktober 4). Knowledge Power Up, inisiatif akselerasi budaya
belajar dan inovasi karyawan. [Link]
Telkom CorpU. (2023, Mei 23). Telkom CorpU integrasikan learning,
research, dan innovation. [Link]
integrasikan-learning-research-dan-innovation
Telkom CorpU. (2024, September 27). Sosialisasi transfer knowledge for
successor pool. [Link]
knowledge
Tempo. (2023a, November 23). Kode Bank BCA Digital Blu by BCA dan
Cara Transfernya. Diambil dari [Link]
bank-bca-digital-blu-by-bca-dan-cara-transfernya-117388
Tempo. (2023b, Februari 24). Sejarah Bank BCA dan Perkembangan
Bisnisnya. Diambil dari [Link]
bca-dan-perkembangan-bisnisnya-215389
Tidd, J., & Bessant, J. (2020). Managing innovation: Integrating
technological, market and organizational change (6th ed.). John Wiley &
Sons.
Top Business. (2023, Agustus 31). BCA Perkuat Daya Saing SDM dengan
Kemampuan Digital. Diambil dari
[Link]
[Link]#:~:text=kajian%20data
%20analitics.-,Peningkatan%20keterampilan%20setiap%20Insan
%20BCA%20terbagi%20dalam%20dua%20kategori%2C
%20yaitu,perbankan%20digital%2C%E2%80%9D%20tandas%20Rudi.
u/sphynxify. (2023, March 9). PSA: BCA punya 2 aplikasi m-banking, MyBCA
sama BCA Mobile [Online forum comment]. Reddit.
[Link]