0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Kelemahan E-Commerce Pedagang Buku Kwitang

assignment

Diunggah oleh

imou.jetcommerce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Kelemahan E-Commerce Pedagang Buku Kwitang

assignment

Diunggah oleh

imou.jetcommerce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Weekly Test 11 Seminar & Publication

Presented By :

Name : Dini Ayu Handayani


Student ID: 24072200035
Concentration : Business Communication Management

In Partial Fullfilment of the Requirement for


the Magister Ilmu Komunikasi Degree

JAKARTA
Juni, 2025
ANTI PLAGIARISM STATEMENT

I certify that the attached assignment is my own work and that any material obtained from
other sources has been acknowledged following the latest version of APA style. I declare that
I know what plagiarism is and I confirm I have not plagiarized any part of this assignment. I
grant permission to the London School of Public Relations to make copies of assignments for
assessment, review and/or record keeping purposes. I note that the London School of Public
Relations reserves the right to check my assignment for plagiarism anytime even on mid
and/or the final exam. I am ready to bear any consequences including a fail grade in the
subject, ineligibility to proceed to thesis defense, and/or graduate in the given year without
any complaint or dispute.

Name Dini Ayu Handayani Signed Date 13 Juni, 2025.

Saya menyatakan dengan ini bahwa tugas yang dibuat ini adalah pekerjaan saya sendiri dan
semua materi yang ada sudah dituliskan sumber referensinya dengan mengikuti APA style
versi yang terbaru. Saya menyatakan bahwa saya memahami tentang plagiarism dan tidak
ada satu bagian pun dari tugas ini yang mengandung plagiarism. Saya mengizinkan The
London School of Public Relations untuk menilai, mengevaluasi, dan/atau menyimpan tugas
ini. Saya mengizinkan pemeriksaan untuk mendeteksi plagiarism ini dilakukan setiap saat
baik saat Mid maupun Final Exam. Saya menyanggupi untuk menanggung segala akibat dari
plagiarism yang dilakukan baik jika tidak lulus dari mata kuliah, tidak dapat mengikuti sidang
thesis/non thesis, maupun tidak dapat mengikuti wisuda tanpa melakukan protes dalam
bentuk apapun.

Nama Siswa Dini Ayu Handayani Tanda tangan Tanggal 13 Juni 2025.
Instruksi :

Now after listening to more presentations, explain in detail what are the MAIN weaknesses

of your own works?

Jawab :

Meskipun proyek sosialisasi keterampilan dasar e-commerce untuk pedagang buku

konvensional di Kwitang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital mereka, terdapat

berbagai kelemahan yang perlu diperhatikan. Kelemahan-kelemahan ini mencakup

keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya pemahaman dan keterampilan digital,

keterbatasan modal dan sumber daya, serta tantangan dalam adaptasi terhadap perubahan

teknologi. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini, diperlukan pendekatan yang lebih

holistik, termasuk peningkatan infrastruktur, pelatihan berkelanjutan, dukungan finansial, dan

adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Salah satu tantangan utama dalam implementasi e-commerce di Indonesia adalah

keterbatasan infrastruktur teknologi dan akses internet, terutama di daerah-daerah tertentu.

Meskipun Jakarta memiliki infrastruktur yang lebih baik, pedagang buku di Kwitang

mungkin menghadapi masalah seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat yang

kurang memadai. Hal ini dapat menghambat proses pendaftaran, pengunggahan produk, dan

manajemen toko online secara efektif. Menurut Julisar dan Eka Miranda (2013), keterbatasan

infrastruktur ini merupakan hambatan signifikan dalam implementasi e-commerce di

Indonesia.

Meskipun sosialisasi telah dilakukan, tingkat pemahaman dan keterampilan digital di

kalangan pedagang buku konvensional mungkin masih rendah. Hal ini disebabkan oleh

kurangnya pendidikan formal dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai
contoh, Ulfah, seorang pedagang buku di Kwitang, memilih untuk tidak memasarkan

bukunya secara online karena merasa harga jual buku di platform digital merusak harga

pasaran dan tidak mampu menutupi biaya operasional (NU Online, 2025).

Pedagang buku konvensional di Kwitang sering kali memiliki keterbatasan modal untuk

berinvestasi dalam perangkat teknologi yang diperlukan untuk e-commerce, seperti

smartphone canggih, laptop, atau biaya data internet. Selain itu, mereka mungkin tidak

memiliki sumber daya manusia yang terampil dalam bidang digital marketing atau

manajemen toko online. Menurut penelitian oleh Julisar dan Eka Miranda (2013),

keterbatasan modal dan sumber daya ini menjadi hambatan dalam adopsi e-commerce oleh

pelaku usaha kecil di Indonesia.

Meskipun pedagang buku telah memiliki toko online, mereka mungkin belum memahami

sepenuhnya strategi pemasaran digital yang efektif, seperti optimasi mesin pencari (SEO),

iklan berbayar, atau penggunaan media sosial untuk promosi. Hal ini dapat menyebabkan

rendahnya visibilitas produk mereka di platform e-commerce dan berkurangnya daya saing di

pasar digital. Menurut penelitian oleh Nayyar dan Kumar (2020), pemahaman yang terbatas

tentang strategi pemasaran digital dapat menghambat keberhasilan implementasi e-

commerce.

Pengelolaan inventaris dan logistik merupakan aspek penting dalam e-commerce. Pedagang

buku konvensional mungkin menghadapi tantangan dalam hal ini, seperti kesulitan dalam

memantau stok barang, pengemasan, dan pengiriman produk kepada pelanggan. Keterbatasan

dalam hal ini dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, kesalahan dalam pengelolaan

stok, dan penurunan kepuasan pelanggan. Menurut Sharma dan Pandey (2020), pengelolaan

logistik yang efisien merupakan faktor kunci dalam keberhasilan e-commerce.


Pedagang buku konvensional di Kwitang mungkin sangat bergantung pada platform e-

commerce pihak ketiga seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak untuk menjual produk

mereka. Ketergantungan ini dapat menimbulkan risiko, seperti perubahan kebijakan platform,

biaya transaksi yang tinggi, atau persaingan yang ketat dengan penjual lain. Menurut Nayyar

dan Kumar (2020), ketergantungan yang tinggi pada platform pihak ketiga dapat membatasi

kontrol pedagang terhadap bisnis mereka.

Perubahan perilaku konsumen, seperti preferensi terhadap buku elektronik (e-book) atau

belanja melalui platform e-commerce besar, dapat mempengaruhi penjualan buku fisik di

Kwitang. Selain itu, persaingan yang ketat dengan penjual lain, baik online maupun offline,

dapat menurunkan margin keuntungan pedagang buku konvensional. Menurut penelitian oleh

Julisar dan Eka Miranda (2013), perubahan perilaku konsumen dan persaingan yang

meningkat merupakan tantangan dalam implementasi e-commerce di Indonesia.

Pedagang buku konvensional mungkin tidak memiliki keterampilan atau alat untuk

menganalisis data penjualan, perilaku pelanggan, atau tren pasar. Tanpa analisis data yang

efektif, mereka mungkin kesulitan dalam mengambil keputusan yang informasional, seperti

menentukan harga yang kompetitif, memilih produk yang populer, atau merencanakan

strategi pemasaran yang tepat. Menurut Sharma dan Pandey (2020), analisis data merupakan

aspek penting dalam pengambilan keputusan bisnis di era digital.

Ulasan dan reputasi online memainkan peran penting dalam menarik pelanggan di platform e-

commerce. Pedagang buku konvensional mungkin tidak memiliki strategi untuk mengelola

ulasan pelanggan, baik positif maupun negatif, yang dapat mempengaruhi citra toko mereka.

Kurangnya pengelolaan ulasan dapat menyebabkan penurunan kepercayaan pelanggan dan

berkurangnya penjualan. Menurut Nayyar dan Kumar (2020), pengelolaan reputasi online

merupakan faktor kunci dalam keberhasilan e-commerce.


Teknologi digital terus berkembang pesat, dan pedagang buku konvensional mungkin

kesulitan dalam mengikuti perubahan tersebut, seperti pembaruan platform e-commerce, tren

pemasaran digital terbaru, atau fitur baru yang ditawarkan oleh platform. Keterbatasan dalam

adaptasi terhadap perubahan teknologi dapat menyebabkan ketertinggalan dalam bersaing di

pasar digital. Menurut Sharma dan Pandey (2020), adaptasi terhadap perubahan teknologi

merupakan tantangan dalam implementasi e-commerce di Indonesia.


PLAGIARISM REPORT
REFERENSI

Julisar, & Eka Miranda. (2013). Kajian Kendala Implementasi E-Commerce di Indonesia.
ResearchGate.

Nayyar, A., & Kumar, A. (2020). E-Commerce: Business, Technology, Society. Pearson
Education.

Sharma, S., & Pandey, M. (2020). Digital Transformation in Business and Society. Springer.

NU Online. (2025). Keluh Kesah Penjual Buku: Beralih ke Online Masih Aja Tetap Sepi. NU
Online.

Anda mungkin juga menyukai