Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Manfaat
D. Ruang lingkup
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Kehamilan
1. Definisi
Kehamilan adalah salah satu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan
periode saat janin berkembang dalam rahim. Biasanya, proses kehamilan
berlangsung selama 40 minggu atau lebih dari sembilan bulan. Waktu ini
dihitung dari periode menstruasi yang terakhir,(5)
c. Gangguan Tidur
Gangguan tidur dapat terjadi pada wanita hamil maupun wanita yang
tidak hamil. Gangguan tidur terjadi pada 98% ibu hamil. Gangguan tidur pada
ibu hamil ini biasanya dapat terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan
sampai akhir kehamilan. Gangguan tidur pada kehamilan dapat menyebabkan
morbiditas yang cukup besar.
1) Penyebab Gangguan Tidur pada Kehamilan
Gangguan tidur pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :.
● Pada awal kehamilan peningkatan kadar progesterone dapat
menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan tonus
otos,apnea ketika tidur, mendengkur dan gangguan tidur
● Uterus yang semakin membesar sehingga sulit untuk mencari posisi
nyaman
● Sering BAK ketika ibu tidur
● Perasaan mual dan Muntah
● Ketidaknyamanan kehamilan lainnya seperti sakit pinggang, gerakan
janin dan refluks gastro dan esofagus
● Kecemasan selama kehamilan terkait kehawatiran dalam persalinan,
serta kondisi bayi yang akan dilahirkan. (8)
2) Akibat Gangguan tidur pada kehamilan
Gangguan tidur dalam kehamilan perlu untuk segera di atasi karena dapat
meyebabkan morbiditas ibu hamil, meliputi :
● Gangguan mood
● Sebuah studi di University California, San Fransisco menyatakan bahwa
ibu hamil yang memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam per malam
memiliki resiko untuk mengalami persalinan lama dan memiliki peluang
4,5 kali lebih banyak untuk bersalin dengan cara section cesarea.
● Depresi pada akhir kehamilan serta depresi postpartum
● Peeklampsia
● Hipertensi Gestational
● IUGR
● IUFD
3) Asuhan Kebidanan Gangguan Tidur pada Ibu Hamil
Perhatikan apa yang di makan dan minum sebelum tidur
● Jangan tidur pada saat merasa lapar, ini dapat membuat tidur
kurang nyaman dan bisa terbangun tengah malam hanya karena
lapar. Juga, jangan makan mendekati waktu tidur.
● Sebaiknya makanlah 4 jam sebelum tidur. Ini membuat kondisi
perut tenang saat tidur sehingga tidak akan mengganggu tidur.
● Selain itu, batasi konsumsi air sebelum tidur. Terlalu banyak
minum air sebelum tidur dapat membuat terbangun tengah malam
karena ingin buang air kecil. Ini dapat mengganggu tidur.
● Sebaiknya hindari pula konsumsi makanan atau minuman yang
mengandung kafein, seperti kopi, cola, teh, dan cokelat, serta
minum alkohol mendekati jam tidur Anda. Kopi dapat membuat
tidak merasa kantuk pada jam seharusnya tidur. Akibatnya, kopi
dapat mengganggu jam tidur. Sedangkan alkohol, walaupun
mungkin dapat membuat mengantuk di awal, namun kemudian
dapat membuat terbangun dan mengganggu tidur di malam hari.
Buat kondisi kamar senyaman mungkin Biasanya tidur lebih
nyaman di lingkungan yang membuat nyaman untuk tidur. Lingkungan
yang tenang, gelap, dan sejuk dapat membantu tidur dengan nyaman.
Dengan membuat kamar menjadi gelap, dapat memberi sinyal ke otak
bahwa ini waktunya tidur. Pastikan juga tidur dengan kasur dan bantal
yang nyaman. Kasur biasanya sudah kurang nyaman bila sudah dipakai
selama 10 tahun. Jika berbagi tempat tidur dengan pasangan, pastikan
mendapat ruang yang cukup untuk tidur.
Lakukan kebiasaan sebelum tidur Hal ini memudahkan tubuh
melakukan transisi dari periode bangun sampai waktunya tertidur. bisa
melakukan hal-hal yang membuat Anda santai sebelum beranjak tidur,
seperti mandi yang dapat mengubah suhu tubuh sehingga membuat
merasa mengantuk, membaca buku, mendengarkan musik, atau
melakukan olahraga ringan sebelum tidur. Sebaiknya berhati-hati
menggunakan alat elektronik, seperti menonton TV, sebelum tidur
karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat
mengganggu tidur. Hindari stres atau aktivitas yang menimbulkan stres,
seperti bekerja atau membahas masalah yang dapat memicu emosi.
Aktivitas yang menimbulkan stres secara fisik dan psikologis dapat
menyebabkan tubuh melepaskan hormon stres atau hormon kortisol, di
mana membuat tetap waspada dan tidak mengantuk. Jika terbiasa
memikirkan masalah sebelum tidur, lebih baik menuliskan masalah
tersebut di buku ketimbang hanya dipikirkan.
Buat jadwal tidur yang rutin, bahkan di akhir pekan Tidur dan
bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan pada saat hari libur
dapat membantu mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain itu, hal
ini juga dapat mengatur jam internal tubuh, sehingga tubuh dengan
sendirinya mengetahui kapan seharusnya tidur dan bangun. Jika tidak
bisa tertidur setelah 15 menit mencoba untuk tidur, sebaiknya bangun
dan melakukan hal yang dapat menenangkan. Kemudian, cobalah untuk
tidur lagi jika sudah merasa lelah atau mengantuk. Mencoba untuk tidur
dalam waktu yang lama hanya akan membuat frustasi.
Batasi waktu tidur siang atau jangan tidur siang sama sekali Tidur
siang yang lama dapat mengganggu tidur malam, terutama bagi yang
mempunyai insomnia atau kualitas tidur yang buruk di malam hari. Jika
ingin tidur siang, sebaiknya batasi sekitar 10-30 menit. Atau bahkan
tidak memerlukan tidur siang sama sekali jika tidur siang adalah
penyebab tidak dapat tidur di malam hari.
Lakukan olahraga teratur Melakukan olahraga teratur dapat
meningkatkan kualitas tidur Anda. Olahraga teratur dapat membantu
lebih cepat tertidur dan tidur dengan nyenyak. Namun, perhatikan
waktu olahraga. Jika melakukan olahraga berat mendekati waktu tidur,
mungkin ini dapat mengganggu tidur. Olahraga berat dapat merangsang
tubuh untuk melepaskan hormon stres (kortisol) yang dapat membuat
tubuh tetap terjaga dan tidak mengantuk. Pada ibu hami olahraga yang
dimaksud adalah senam hamil. Berdasarkan sebuah studi yang
dilakukan oleh Marwiyah dkk menyatakan bahwa aktivitas senam hamil
dapat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. (8)
e. Gusi berdarah
Keluhan gusi berdarah pada ibu hamil sering terjadi pada kehamilan
trimester II dan trimester III, kejadian ini paling parah terjadi pada kehamilan
trimester II. Pada ibu hamil sering terjadi gusi bengkak yang disebut epulis
kehamilan. Gusi yang hiperemik dan lunak cenderung menimbulkan gusi
menjadi mudah berdarah terutama pada saat menyikat gigi. Gusi berdarah
disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen yang berpengaruh terhadap
peningkatan aliran darah ke rongga mulut dan pergantian sel–sel pelapis
ephitel gusi lebih [Link] hipervaskularisasi pada gusi dan penyebaran
pembuluh darah halus sangat [Link] yang sering berdarah juga
disebabkan berkurangnya ketebalan permukaan epithelial sehingga
mengakibatkan jaringan gusi menjadi rapuh dan mudah [Link]
mengurangi atau mencegah, ibu hamil dianjurkan minum suplemen vitamin
C, berkumur dengan air hangat, air garam, menjaga kebersihan gigi, secara
teratur memeriksa gigi ke dokter gigi.
f. Haemorhoid
Haemorroid disebut juga wasir biasa terjadi pada ibu hamil trimester II dan
trimester III, semakin bertambah parah dengan bertambahnya umur
kehamilan karena pembesaran uterus semakin meningkat. Haemorroid dapat
terjadi oleh karena adanya konstipasi. Hal ini berhubungan dengan
meningkatnya progesteron yang menyebabkan peristaltik usus lambat dan
juga oleh vena haemorroid tertekan karena pembesaran uterus. Haemorroid
dapat dicegah atau meringankan efeknya dapat dilakukan dengan
menghindari hal yang menyebabkan konstipasi, atau menghindari mengejan
pada saat defikasi. Ibu hamil harus membiasakan defikasi yang baik, jangan
duduk terlalu lama di toilet. Membiasakan senam kegel secara teratur, dan
saat duduk pada bak yang berisi air hangat selama 15 – 20 menit, dilakukan
sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. (8)
g. Keputihan
Ibu hamil sering mengeluh mengeluarkan lendir dari vagina yang lebih
banyak sehingga membuat perasaan tidak nyaman karena celana dalam sering
menjadi basah sehingga harus sering ganti celana [Link] keputihan
ini bisa terjadi pada ibu hamil trimester pertama, kedua maupun ketiga. Hal
ini disebabkan oleh karena terjadi peningkatan kadar hormon estrogen,
hyperplasia pada mukosa vagina, pada ibu hamil. Cara meringankan dan
mencegah keputihan, ibu hamil harus rajin membersihkan alat kelamin dan
mengeringkan setiap sehabis BAB atau BAK Saat membersihkan alat
kelamin (cebok) dilakukan dari arah depan ke belakang, bila celana dalam
keadaan basah segera [Link] celana dalam yang terbuat dari katun
sehingga menyerap keringat dan membuat sirkulasi udara yang [Link]
dianjurkan memakai semprot atau douch (8)
h. Keringat bertambah
Ibu hamil seringkali mengeluh kepanasan, mengeluarkan keringat yang
banyak. Keringat yang banyak menyebabkan rasa tidak nyaman, kadang –
kadang mengganggu tidur sehingga ibu hamil merasa lelah karena kurang
istirahat. Semakin bertambahnya umur kehamilan maka semakin bertambah
banyak produksi keringat. Keringat yang bertambah terjadikarena perubahan
hormon pada kehamilan, yang berakibat pada peningkatan aktifitas kelenjar
keringat, aktifitas kelenjar sebasea ( kelenjar minyak) dan folikel rambut
meningkat. Keringat yang bertambah dapat dipengaruhi oleh penambahan
berat badan dan meningkatnya metabolism pada ibu hamil. Keringat yang
banyak dapat dicegahdengan mandi dan berendam secara teratur, dan
memakai pakaian yang longgar dan tipis, terbuat dari katun supaya menyerap
keringat, dan perbanyak minum cairan untuk menjaga hidrasi. (8)
i. Sesak Nafas
Sesak nafas ini biasanya mulai terjadi pada awal trimester II sampai pada
akhir kehamilan. Keadaan ini disebabkan oleh pembesaran uterus dan
pergeseran organ–organ abdomen, pembesaran uterus membuat pergeseran
diafragma naik sekitar 4 cm. Peningkatan hormon progesterone membuat
hyperventilasi. Cara meringankan atau mencegah dengan melatih ibu hamil
untuk membiasakan dengan pernapasan normal,berdiri tegak dengan kedua
tangan direntangkan diatas kepala kemudian menarik nafas panjang, dan
selalu menjaga sikap tubuh yang baik. Agar ibu hamil tenang para bidan
dapat juga menjelaskan penyebab fisiologisyang dapat menyebabkan sesak
napas. (8)
k. Palpitasi.
Palpitasi atau rasa berdebar-debar sering dirasakan oleh ibu hamil pada
awal kehamilan. Pada ibu hamil terjadi peningkatan kerja jantung karena
jantung mempunyai 50 % darah tambahan yang harus dipompakan melalui
aorta setiap menit. Peningkatan curah jantung ini mencapai puncaknya pada
akhir trimester II dan menurun kembali seperti sebelum hamil beberapa
minggu sebelum melahirkan. Faktor penyebab : 1. Peningkatan curah jantung
pada ibu hamil. 2. Gangguan pada system syaraf simpati. 3. Pada trimester III
karena uterus semakin membesar sehingga terjadi tekanan intraabdomen.
Agar ibu hamil dapat lebihtenang, bidan dapatmenjelaskan bahwa palpitasi
hal yang normal terjadi pada kehamilan dan akan menghilang pada akhir
[Link] ibu hamil tidak mempunyai keluhan jantung, hal ini tidak
perlu dikawatirkan. (6)
m. Perut Kembung.
Tidak jarang ibu hamil mengeluh perut terasa kembung, hal ini sering
terjadi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Ibu hamil biasanya
mengatakan masuk angin apabila merasakan perutnya kembung. Perut
kembung dapat disebabkan oleh karena peningkatan hormonprogesterone,
yang dapat menyebabkan motilitas usus turun sehingga pengosongan usus
lambat,kehamilan dapat memperbesar uterus dan menekan usus besar. Cara
meringankan atau mencegah : 1. Menghindari makan makanan yang
mengandung gas. 2. Mengunyah makanan secara sempurna. 3. Lakukan
senam secara teratur. 4. Biasakan BAB teratur. 5. Tekuk lutut kedada untuk
mengurangi rasa tidak nyaman. (6)
o. Pusing.
Rasa pusing sering menjadikan keluhan ibu hamil trimester II dan
trimester III. Hal ini menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada ibu hamil,
kalau tidak ditangani penyebabnya maka dapat mengakibatkan tekanan darah
rendah dan sampai meninggal. Sebaiknya ibu hamil posisi tidur posisi
berbaring terlentang, karena penambahan berat badan dan pembesaran uterus
maka menyebabkan menekan pada vena cava inferior sehingga menghambat
dan mengurangi jumlah darah yang menuju ke hati dan jantung. Rasa pusing
pada ibu hamil pada trimester II dan III, kemungkinan disebabkan karena
hypoglycemia. Agar ibu hamil terhindar dari rasa pusing, saat bangun tidur
secara perlahan–lahan, menghindari berdiri terlalu lama dalam lingkunagn
yang panas dan [Link] juga diupayakan untuk tidak berbaring dalam posisi
terlentang. (6)
p. Sakit kepala.
Ibu hamil sering mengeluh sakit kepala, keluhan ini bisa dirasakan ibu
hamil baik trimester I, trimester II maupun trimester III. Sakit kepal dapat
terjadi bila ibu hamil kelelahan atau keletihan, spasme / ketegangan otot.
Ketegangan pada otot mata dapat juga menimbulkan sakit kepala, kongesti
yaitu akumulasi berlebihan cairan [Link] kala hal ini dapat terjadi oleh
dinamika cairan syaraf yang berubah. Cara meringankan atau mencegah sakit
kepala pada ibu hamil dengan melakukan relaksasi untuk meringankan
ketegangan/spasme, atau massase leher dan otot bahu. Ibu hamiljuga
dianjurkan untuk tidur cukup pada malam hari dan istirahat cukup pada siang
hari. Bila harus bepergian usahakan membawa bekal, tidak baik bagi ibu
hamil terlambat makan, dan minum 10 gelas per hari, merupakan kebutuhan
minimal cairan. Mandi air hangat sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Sakit
kepala juga dapat dihindari dengan menjaga ruangan tetap bersih, rapi, bebas
asap rokok, dan lingkungan sibuk ramai seperti pasar tradisional. Ibu hamil
dapat juga melakukan jalan santai di udara segar , istirahat pada tempat yang
tenang dan rileks. Melakukan meditasi atau yoga dianjurkan bagi ibu hamil.
(6)
q. Sakit Punggung.
Sakit punggung pada ibu hamil terjadi pada ibu hamil trimester II dan III,
dapat disebabkan karena pembesaran payudara yang dapat berakibat pada
ketegangan otot, dan keletihan. Posisi tubuh membungkuk ketika mengangkat
barang dapat merangsang sakit punggung, hal ini berkaitan dengan kadar
hormon yang meningkat menyebabkan cartilage pada sendi besar menjadi
lembek, di samping itu posisi tulang belakang [Link]
meringankan atau mencegah sakit punggung ibu hamil harus memakai BH
yang dapat menopang payudara secara benar dengan ukuran yang tepat.
Hindari sikap hiperlordosis, jangan memakai sepatu atau sandal hak tinggi,
menhupayakan tidur dengan kasur yang keras. Selalu berusaha
mempertahankan postur yang baik, hindari sikap membungkuk,tekuk lutut
saat mengangkat barang. Lakukan olah raga secara teratur, senam hamil atau
yoga. Ibu hamil harus berkonsultasi gizi dan asupan makan sehari-hari untuk
menghindari penambahan berat badan secara berlebuhan. Dapat juga
melakukan gosok atau pijat punggung. (6)
r. Varises Pada Kaki Atau Vulva.
Varises pada kaki menyebabkan perasaan tidak nyaman pada ibu hamil,
biasa terjadi pada kehamilan trimester II dan Trimester III. Varises dapat
terjadi oleh karena bawaan keluarga (turunan), atau oleh karena peningkatan
hormon estrogen sehinggajaringan elastic menjadi rapuh. Varises juga terjadi
oleh meningkatnya jumlah darah pada vena bagian bawah. Cara meringankan
atau mencegah :
1) Lakukan olahraga secara teratur.
2) Hindari duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama.
3) Pakai sepatu dengan telapak yang berisi bantalan.
4) Hindari memakai pakaian ketat
5) Berbaring dengan kaki ditinggikan.
6) Berbaring dengan kaki bersandar
B. Persalinan
1. Definisi
a. Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang memungkinkan
serangkaian pperubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan
janinnya melalui jalan lahir (Moore, 2001).
b. Persalinan adalah suatu proses dimana seorang Wanita melahirkan
bayi yang diawali dengan kontraksi uterus yang teratur dan memuncak
pada saat pengeluaran bayi sampai dengan pengeluaran plasenta dan
selaputnya diman proses persalinan ini akan berlangsung selama 12
sampai 14 jam (Mayles, 1996).
c. Persalinan adalah suatu proses ppengeluara hasil konsepsi yang dapat
hidup dari dalam uterus ke dunia luar (prawiroharjo,2002).
d. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehmiln cukup bulan (37-42 minggu ), lahir spontan
dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18jam,
tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
2. Tanda - tanda mendekati persalinan
a. Lightening
Beberapa minggu sebelum persalinan, calon ibu merasa bahwa
keadaannya menjadi lebih enteng. Ia merasa kurang sesak, tetapi
sebaliknya ia merasa bahwa berjalan sedikit lebih sukar, dan sering
diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah.
b. Poliksuria
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan didapatkan epigastrium
kendor, fundus uteri lebih rendah dari pada kedudukannya dan kepala
janin sudah mulai masuk ke dalam pintu atas panggul. Keadaan ini
menyebabkan kandung kencing tertekan sehingga merangsang ibu
untuk sering kencing yang disebut Pollakisuria.
c. False Labor
Tiga (3) atau empat (4) minggu sebelum persalinan, calon ibu
diganggu oleh his pendahuluan yang sebetulnya hanya merupakan
peningkatan dari kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini
bersifat:
1) Nyeri yang hanya terasa di perut bagian bawah
2) Teratur
3) Lamanya his pendek, tidak bertambah kuat dengan majunya
waktu dan bila dibawa jalan malah sering berkurang
4) Tidak ada pengaruh pada pendataran atau pembukaan cervix
d. Perubahan cervix
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan cervix menunjukkan
bahwa cervix yang tadinya tertutup, panjang dan kurang lunak,
kemudian menjadi lebih lembut, dan beberapa menunjukkan telah
terjadi pembukaan dan penipisan. Perubahan ini berbeda untuk
masing-masing ibu, misalnya pada multipara sudah terjadi pembukaan
2 cm namun pada primipara sebagian besar masih dalam keadaan
tertutup.
e. Energy Sport
Beberapa ibu akan mengalami peningkatan energi kira-kira 24-28 jam
sebelum persalinan mulai. Setelah beberapa hari sebelumnya merasa
kelelahan fisik karena tuanya kehamilan maka ibu mendapati satu hari
sebelum persalinan dengan energi yang penuh. Peningkatan energi ibu
ini tampak dari aktifitas yang dilakukannya seperti membersihkan
rumah, mengepel, mencuci perabot rumah, dan pekerjaan rumah
lainnya sehingga ibu akan kehabisan tenaga menjelang kelahiran bayi,
sehingga persalinan menjadi panjang dan sulit.
f. Gastrointestinal upset
Beberapa ibu mungkin akan mengalami tanda-tanda seperti diare,
obstipasi, mual dan muntah karena efek penurunan hormon terhadap
sistem pencernaan.
4. Tahapan Persalinan
C. Nifas
No. Registrasi : 01
Tanggal Pengkajian : 17 Oktober 2023
Waktu Pengkajian : 16.00 WIB
Tempat Pengkajian : Klinik P
Pengkaji : Lia Nurwiliani
A. DATA SUBYEKTIF
IDENTITAS
Nama Klien : Ny E Nama Suami : TN.B
Umur : 35 Umur : 42
Kebangsaan : WNI Kebangsaan : WNI
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan :
SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Alamat : Cibangkong Alamat : Cibangkong
1. Alasan Kunjungan saat ini
☐Kunjungan Pertama
☒Kunjungan Ulang
☐Rutin
☐Keluhan
2. Riwayat kehamilan ini :
2.1 Riwayat Menstruasi
Hari pertama haid terakhir tanggal : 16-02-2023 pasti/tidak,
Taksiran Persalinan : 23-11-2023
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 3 x ganti pembalut/hari.
Siklus : 30 hari, teratur/tidak teratur
Warna : Merah
2.2 Tanda-tanda kehamilan Chloasma Gravidarum
Hasil tes kehamilan (jika dilakukan)
Tanggal : September 2022 hasil : positif / negatif
2.3 Pergerakan fetus dirasakan pertama kali
Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir : ada gerakan
2.4 Keluhan yang dirasakan (ada / tidak ada)
• Rasa lelah : tidak ada
• Mual dan muntah yang lama : tidak ada
• Nyeri Perut : tidak ada
• Panas, mengigil : tidak ada
• Sakit kepala berat/terus menerus : tidak ada
• Penglihatan kabur : tidak ada
• Rasa nyeri/panas waktu BAK : tidak ada
• Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya : tidak ada
• Pengeluaran pravaginam : cairan, lendir, darah, keputihan :
• Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai : tidak ada
• Oedema : tidak ada
2.5 Diet/makan
Sebelum Hamil Sesudah Hamil
Makan
a. Frekuensi : 3 x/hari : 3 x/hari
b. Jenis : nasi, tahu, tempe, sayur : nasi, tahu, tempe,
sayur
Minum
a. Frekuensi : 5 x/hari : 4-5 x/hari
b. Jenis : air putih : Air putih
Keluhan : tidak ada
B. OBJEKTIF :
1. Keadaan umum : baik kesadaran : CM
2. Keadaan emosional : baik
3. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg Denyut nadi :72x/ menit
Suhu tubuh : 36,8 ◦C Pernafasan : 18 x / menit
4. Tinggi badan : 158 cm Berat badan : 62kg
5. Kenaikan berat badan selama hamil : 12kg
6. Pemeriksaan fisik
[Link] :
kelopak mata : tidak ada oedema
Konjungtiva : merah muda
Sklera : putih
Mulut dan gigi : merah muda, tidak ada caries
[Link] thyroid : tidak ada pembengkakan
[Link] getah benning : tidak ada pembengkakan
[Link] :
Jantung : Baik , tidak ada kelainan
Paru : Baik, tidak ada kelainan
Payudara : Pembesaran : ada
Puting susu : menonjol
Simetris : Ya / Tidak
Benjolan/tumor : tidak ada
Pengeluaran : tidak ada
Rasa nyeri : tidak ada
Lain-lain : --
[Link] dan pinggang :
Posisi tulang belakang : normal
Pinggang nyeri : tidak ada
[Link] atas dan bawah odema :
Kekakuan sendi : tidak ada
Kemerahan : tidak ada
Varises : tidak ada
Refleks : +/+
LILA : 27 cm
[Link] :
⮚ Inspeksi
Bentuk : simestris
bekas luka operasi : tidak ada
Striae Gravidarum : ada
Linea nigra : tidak ada linea alba : ada
⮚ Palpasi
Leopold I : fundus teraba kurang bulat, lunak dan tidak melenting,
tinggi fundus 34cm
Leopold II : bagian kiri teraba memanjang dan bagian kanan
teraba bagian kecil janin
Leopold III : bagian terendah teraba bulat keras dan melenting,
sulit di goyangkan
Leopold IV : convergen
Auskultasi
Punctum maximum : bagian kiri bawah
Denyut jantung fetus :144x/menit teratur/tidak teratur
Taksiran berat janin : 3250 gram
Perlimaan : 3/5
[Link]-ganital
6.8.1. Inspeksi
Perineum : luka parut : tidak ada
Vulva vagina : Warna kemerahan Luka : tidak ada
Fistula : tidak ada Varises : tidak ada
Pengeluaran pervaginam : tidak ada
Warna :
Konsistensi : Jumlah :
Kelenjar bartolini : tidak ada kelainan
Pembengkakan : tidak ada
Rasa nyeri tidak ada
Anus : haemoroid : tidak ada
6.8.2. Periksa dalam : tidak dilakukan
Serviks dan vagina (jika ada indikasi)
Dinding vagina : tidak dilakukan
Ukuran serviks : tidak dilakukan
Posisi serviks : : tidak dilakukan
Konsistensi : tidak dilakukan
Mobilitas : tidak dilakukan
Lain-lain : tidak dilakukn
Pelvimetri klinis : tidak dilakukan
- Promontorium : tidak dilakukan
- Spina isiadicha : tidak dilakukan
- Linea inominata : tidak dilakukan
- Ujung sekrum/coccyges : tidak dilakukan
- Dinding samping : tidak dilakukan
- Kesan panggul : tidak dilakukan
- Arcus pubis : tidak dilakukan
[Link] :
Ukuran :
Bentuk :
Posisi :
Konsistensi :
7. Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal : 12-07-2023
Darah : Hb : 12gr%
Urine Protein : Negatif
Pemeriksaan penunjang lain:
HIV : Non Reaktif
Sifilis : Non Reaktif
HBSAG : Non Reaktif
C. ANALISIS DATA :
Ny E 35 tahun G2P1A0 gravida 34minggu janin tunggal hidup intrauterine
presentasi kepala dengan keadaan baik
D. PENATALAKSANAAN :
1. Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapat.
Evaluasi : ibu mengetahui bahwa keadaan ibu dan janin baik.
2. Memberitahu pada ibu bahwa ketidaknyamanan sering kencing merupakan
keadaan yang normal terjadi pada ibu hamil, karena adanya penekanan
kandung kemih akibat pembesaran uterus serta adanya penurunan kepala.
Akan tetapi ibu tidak boleh mengurangi minum air putih, serta tidak menahan
ingin kencing. membatasi minum-minuman yang mengandung diuretik
seperti teh, kopi, serta mengajarkan kegel exercise.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan melakukan yang disarankan oleh bidan
3. Menjelaskan kepada ibu bahwa sering buang air kecil akan menjadi masalah
kesehatan jika ibu tidak menjaga kebersihan organ genetalia seperti organ
genetalia menjadi lecet, atau organ genetalia akan terasa gatal dan panas
karena organ genetalia tidak bersih dan dibiarkan lembab.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan menjaga kebersihan organ genetalia
4. Memberitahu ibu bahwa gangguan tidur yang dirasakan ibu sekarang
merupakan salah satu ketidaknyamanan yang dialami selama hamil trimester
III, dan hal tersebut adalah hal yang normal karena perut ibu yang semakin
membesar sehingga sulit untuk mencari posisi yang nyaman untuk tidur, serta
janin yang aktif bergerak saat ibu sedang beristirahat, ibu disarankan untuk
tidak tidur dalam keadaan lapar, banyak minum air putih pada siang hari dan
membatasinya pada malam hari untuk mencegah ibu sering kencing ketika
pada waktu tidur, kondisi kamar nyaman, hindari konsumsi makanan atau
minuman yang mengandung kafein, hindari alat elektronik sebelum tidur,
membuat kebiasaan tidur, senam hamil.
Evaluasi :Ibu mengerti dan akan mengikuti senam hamil
5. Memberitahukan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan dirinya karena
aktifitas metabolisme tubuh maka ibu hamil cenderung menghasilkan
keringat yang berlebih, sehingga perlu menjaga kebersihan badan secara
ekstra disamping itu menjaga kebersihan badan juga dapat untuk
mendapatkan rasa nyaman bagi tubuh.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan menjaga kebersihan dirinya
6. Memberikan ibu obat -obatan kalk dan fe. dengan dosis 1 x1 dengan cara
makan obat fe pada malam hari menggunakan air putih dan Kalk pada pagi
hari
Evaluasi : Sudah diberikan dan ibu akan mengkonsumsi obatnya
7. Menganjurkan ibu untuk selalu memakai pakaian longgar dan nyaman
dipakai, Evaluasi : Ibu mengerti dan akan melakukannya
8. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bervariasi.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan makan makanan yang bervariasi
9. Memberitahu ibu untuk mengurangi kegiatan sehari-hari jangan terlalu berat.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan meminta suami untuk bekerjasama
10. Memberitahu ibu tentang tanda bahaya pada ibu [Link] perdarahan
pervaginam, sakit kepala yang hebat, pandangan kabur, nyeri perut
hebat,bengkak pada muka dan tangan, dan bayi kurang bergerak dari
biasanya.
Evaluasi : Ibu mengerti tanda-tanda bahaya ibu hamil
11. Memberitahu ibu rencana persalinan yang harus di persiapkan , meliputi
tempat persalinan, penolong persalinan, tranportasi, biaya dan keluarga yang
mendampingi.
Evaluasi : Ibu Mengerti persiapan persalinan yang harus di persiapkan
12. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda dimulainya proses persalinan. seperti
perut mulas –mulas yang teratur, timbul semakin sering dan semakin lama,
keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir atau keluar cairan ketuban dari
jalan lahir. Maka jika ibu mendapatkan salah satu tanda tersebut segera untuk
ke fasilitas kesehatan terdekat..
Evaluasi : Ibu mengerti tanda-tanda persalinan
13. Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya kepada ibu yaitu 2 minggu
kemudian yaitu tanggal 24 Oktober 2023 atau bila ibu mengalami keluhan,
ibu segera datang ketempat pelayanan kesehatan.
Evaluasi :Ibu mengerti dan akan melakukan pemeriksaan ulang
14. Mencatat hasil kunjungan pada catatan SOAP
Evaluasi : SOAP telah di buat
Pengkaji,
(_Lia Nurwiliani)
KUNJUNGAN KE 2
TANGGAL 24 Oktober 2023
S : Ibu mengatakan ingin melakukan kunjungan kehamilan sesuai jadwal
O : Keadaan umum baik, kesadaraan composmentis
TD; 100/70 mmHg, N; 80X/mnt, R; 20X/mnt, S;36,8 C, BB 68,3 kg
Leopold I : Pada bagian fundus teraba bulat dan lunak TFU 35 cm
Leopold II : Pada bagian kanan perut ibu teraba memanjang dan
keras (puka) dan bagian kiri perut ibu teraba bagian-
bagian kecil dari janin ( (ekstremitas)
Leopold III : pada bagian terbawah teraba keras dan bulat ( kepala)
Leopold IV : Kepala belum mauk PAP (convergen)
DJJ 140 x/mnt regular
A : Ny. E Usia 35 Tahun G2P1A0 gravida 36 minggu janin tunggal hidup
intrauterine presentasi kepala dengan keadaan baik
P :
1. Melakukan informed consent tentang asuhan yang akan diberikan.
Evaluasi: Ibu bersedia dan telah menandatangani informed consent
2. Melakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan selama baik
bidan maupun ibu.
Evaluasi: Bidan dan ibu melakukan protocol kesehatan.
3. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan yaitu TD; 100/70
mmHg, N; 80X/mnt, R; 20X/mnt, S;36,8 C, BB 68,3 kg, DJJ 140
x/menit.
Evaluasi: Ibu mengetahui bahwa keadaan ibu dan janin baik.
4. Menjelaskan pada ibu bahwa nyeri perut bagian bawah pada saat
berjalan merupakan ketidaknyamanan kehamilan pada trimester III
yang disebabkan adanya penekanan kepala bayi dan mensuprot ibu
bahwa keadaan tersebut merupakan keadaan fisiologis.
Evaluasi: Ibu mengerti dan merasa tenang.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan aktifitas dan berolahraga
ringan seperti jalan.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan melakukan.
6. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkomsumsi tablet tambah darah.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan tetap mengkonsumsi tablet tambah
darah.
7. Memastikan kembali persiapan persalinan.
Evaluasi: Ibu sudah menyiapkan persiapan persalinan sesuai anjuran.
8. Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya kepada ibu yaitu 1
minggu kemudian atau bila ibu mengalami keluhan.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan melakukan kunjungan ulang pada
tanggal 31 Oktober 2023.
9. Melakukan pendokumentasian.
Evaluasi: Pendokumentasian teah dilakukan.
(Lia Nurwiliani)
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN
NY. A G2P1A0 HAMIL 37-38 MINGGU INPARTU
KALA I FASE AKTIF JANIN TUNGGAL HIDUP
INTRAUTERINE PRESENTASI KEPALA
No. Registrasi : 01
Tanggal Pengkajian : 1 November 2023
Waktu Pengkajian : 07.00 WIB
Tempat Pengkajian : Klinik P
Pengkaji : Lia Nurwiliani
A. DATA SUBYEKTIF
IDENTITAS
Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. D
Umur : 35 tahun Umur : 42 tahun
Suku/kebangsaan : Sunda/WNI Suku/kebangsaan : Sunda?WNI
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Alamat rumah : Cibangkong
Telp :-
1. Keluhan Utama:
Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke -2 tidak pernah keguguran , sudah
merasakan mules sejak pukul 14.00 disertai keluar lendir bercampur darah,
2. Riwayat Menstruasi
HPHT : 16-02- 2023
TTP : 23- 11- 2023
Lamanya : 5-7 hari
Banyaknya : ± 100 ml
SikluNya : 28 hari
Konsitensi : cair
3. Riwayat kesehatan
Riwayat penyakit menular dalam keluarga : Tidak ada
Riwayat penyakit keturunan dalam keluarga : Tidak ada
4. Perilaku kesehatan :
Penggunaan alkohol / obat sejeniSya : Tidak
Obat/jamu yang sering digunakan : Tidak
Rokok, makan sirih : Tidak
Irigasi vagina : Tidak
B. OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
kesadaran : CM
Keadaan emosional : Stabil
Vital sign :
TD : 110/70 mmHG Nadi : 88 x/i
RR : 24 x/i Suhu : 37 0C
TB : 150 cm
BB sebelum hamil :55 kg
BB sekarang : 64 kg
2. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
Warna rambut : Hitam
Tekstur : Keras
Luka : Tidak ada
Kebersihan : Baik, bersih
b. Muka
Oedema : Tidak ada
Pucat : Tidak pucat
Cloasma gravidarum : Tidak ada
c. Mata
Oedema : Tidak ada
Konjungtiva : Merah muda
Sklera : putih
d. Hidung
Kebersihan : Baik, bersih
Radang : Tidak ada
e. Gigi/mulut :
Lidah dan geraham : Baik
Stomatits : Tidak ada
Tonsil : Tidak ada
Caries : Tidak ada
Karang gigi : Tidak ada
f. Telinga
Kebersihan : Baik, bersih
Radang : Tidak ada
Pendengaran : Baik
g. Leher
Kelenjer tiroid : Tidak ada
Kelenjar lymfa : Tidak ada
Vena jugularis : Tidak ada
h. Dada
Bunyi jantung : Baik
Bunyi paru : Baik
i. Payudara
Pembesaran : Normal
Striae : Ada
Putting : Menonjol
Areola : Baik, bersih
Benjolan : Tidak ada
Pengeluaran : Ada, Colostrum
Kebersihan : Baik, bersih
j. Abdomen
Bekas luka operasi : Tidak ada
Pembesaran perut : Ada, sesuai usia kehamilan
Bentuk perut : Bulat
Striae : Ada
Kandung kemih : Kosong
Oedema : Tidak ada
Linea : Ada
k. Pemeriksaan kebidanan
Palpasi uterus
Leopold I : Pada bagian fundus teraba bulat dan lunak
(bokong)
Leopold II : Pada bagian kanan ibu teraba memanjang dan
keras ( punggung) dan bagian kiri ibu teraba bagian kecil dari janin
(ektremitas)
Leopold III : Pada bagian terbawah teraba keras dan bulat
(kepala), sulit di goyangkan
Leopold IV : Divergen
TFU : 35 cm
TBJ : 3100 gr
Auskultasi
Frekuensi : 144 x/menit , reguler
Tempat : disebelah kanan, bawah
Irama : teratur
Kontraksi
Frekuensi : 4 kali
Durasi : 40 detik/10 menit, kuat
l. Ekstremitas
Oedema tangan dan jari : Tidak ada
Oedema kaki : Tidak ada
Betis merah/lembek/keras : Tidak ada
Varises : Tidak ada
Reflek patella ka/ki : +/+
m. Anogenital
Inspeksi
Vulva/vagina
- Varises : Tidak ada
- Kemerahan : Tidak ada
- Luka : Tidak ada
- Oedema : Tidak ada
- dll : Tidak ada
Perineum (luka parut) : Tidak ada
n. Periksa Dalam
Atas indikasi : sudah ada mules dan keluar
lendir
Pukul : 19.20 WIB
Dinding vagina : Baik
Portio (Effecement) : Tipis
Posisi portio : normal
Pembukaan serviks : 6 cm
Konsistensi servik : tipis lunak
Ketuban : utuh
Presentasi fetus : belakang kepala
Penurunan bagian terendah : stasion 0
Posisi janin : Normal
Bagian lain yang teraba : Tidak ada
o. Punggung / pinggang dan anus
Posisi tulang belakang : Baik
Hemoroid : Tidak ada
3. Pemeriksaan Penunjang
HB : 12,4 gr%
Protein urin :(-)
Glukosa urin :(-)
Golongan darah :B
C. ANALISIS DATA :
Ny. A G2P1A0 hamil 37-38 minggu inpartu kala I fase aktif janin tunggal
hidup intrauterine presentasi kepala
D. PENATALAKSANAAN :
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan normal dan janin
aktif dilanjutkan.
dan memberitahu miring kiri baik untuk asupan oksigen pada bayi,
Pengkaji,
(Lia Nurwiliani)
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA II)
3. Melakukan amniotomy
ajarkan ibu cara meneran dengan posisikan dagu di atas dada dan
meneran..
9. Melakukan IMD
(Lia Nurwiliani )
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA III)
(Lia Nurwiliani)
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA IV)
S : Ibu masih merasakan lemas dan masih ada sedikit rasa mulas
O : Tanda-tanda Vital
TD : 90/70 mmHg, P : 88 x/menit, R : 24 x/menit, S : 370C
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus : Baik
Kandung kemih : Kosong
Hasil pemeriksaan lainnya :
Laserasi : Tidak ada, kandung kemih kosong, perdarahan ±100 cc
A : Ny. A P2A0 partus Kala IV
P : 1. Memberitahu ibu tindakan yang akan dilakukan.
Evaluasi : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan
2. Memeriksa kontraksi uterus,
Evaluasi :kontraksi baik.
3. Mengajarkan cara masase pada ibu dan keluarga.
Evaluasi : ibu dan keluarga mengerti
4. Mengevaluasi jumlah kehilangan darah:
Evaluasi : ± 100 ml
5. Memantau IMD
Evaluasi : IMD berhasil
6. Membersihkan ibu dan mengganti pakaian ibu,
Evaluasi : ibu sudah di bersihkan dan berganti pakaian
7. melakukan konseling mengenai Ibu nifas seperti Tanda bahaya
ibu nifas, Eliminasi, Pemberian ASI, dan Pemberian nutrisi pada
ibu. Evaluasi : ibu mengerti mengenai konseling yang telah
diberikan
8. Membersihkan dan rendam alat bekas pakai dekontaminasi alat
dan cuci tangan
Evaluasi : Dekontaminasi sedang dilakukan
9. Menganjurkan keluarga untuk memberi makanan dan minuman
pada ibu
10. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah
yang sesuai
11. Mencelupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin.
12. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
13. Melakukan pendokumentasian
(Lia Nurwiliani)