0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan49 halaman

Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil

Diunggah oleh

Lia Ulil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan49 halaman

Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil

Diunggah oleh

Lia Ulil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan


fisiologis yang kemungkinan dapat mengancam jiwa ibu dan bayi bahkan
(1)
dapat menyebabkan kematian. Angka Kematian Ibu (AKI masih di kisaran
305 per 100.000 Kelahiran Hidup, belum mencapai target yang ditentukan yaitu
183 per 100.000 KH di tahun 2024. (2) Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB)
tahun 2022 sebesar 0,51 per 1000 kelahiran hidup atau terdapat 1 orang bayi
meninggal disetiap 1000 kelahiran hidup. (3)
Tingginya kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi
mulai dari fase sebelum hamil yaitu kondisi wanita usia subur yang anemia,
kurang energi kalori, obesitas, mempunyai penyakit penyerta seperti tuberculosis
dan lain-lain. Pada saat hamil ibu juga mengalami berbagai penyulit seperti
hipertensi, perdarahan, anemia, diabetes, infeksi, penyakit jantung dan lain-lain.(4)
Salah satu upaya yang dapat dilakukan bidan yaitu dengan menerapkan
model asuhan kebidanan yang komprehensif/berkelanjutan(Continuity of
Care/CoC)

B. Tujuan

C. Manfaat

D. Ruang lingkup
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Kehamilan
1. Definisi
Kehamilan adalah salah satu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan
periode saat janin berkembang dalam rahim. Biasanya, proses kehamilan
berlangsung selama 40 minggu atau lebih dari sembilan bulan. Waktu ini
dihitung dari periode menstruasi yang terakhir,(5)

2. Filosofi Asuhan Antenatal


Filosofi kebidanan dalam asuhan antenatal adalah nilai atau keyakinan
atau kepercayaan yang mendasari bidan untuk berperilaku dalam
memberikan asuhan kehamilan. Pada prinsipnya filosofi asuhan kehamilan
merujuk pada filosofi bidan, meliputi sebagai berikut: (6)

a. Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan


(6)
bukan proses patologis, tetapi kondisi normal dapat menjadi
patologi/abnormal.
b. Setiap perempuan berkepribadian unik, di mana terdiri atas
biopsikososial yang berbeda, sehingga dalam memperlakukan klien satu
dengan yang lainnya juga berbeda dan tidak boleh disamakan
c. Mengupayakan kesejahteraan perempuan dan bayi baru lahir. Ini dapat
dilakukan dengan berbagai upaya baik promosi kesehatan melalui
penyuluhan atau konseling, maupun dengan upaya preventif misalnya
pemberian imunisasi TT ibu hamil dan tablet tambah darah.
d. Perempuan mempunyai hak memilih dan memutuskan tentang
kesehatan, siapa dan di mana mendapatkan pelayanan kesehatan.
e. Fokus asuhan kebidanan adalah untuk memberikan upaya preventif
(pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan).
f. Mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan
penggunaan teknologi dilakukan hanya atas indikasi. Membangun
kemitraan dengan profesi lain untuk memberdayakan Perempuan.

3. Lingkup Asuhan Kehamilan


Dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil, bidan harus memberikan
pelayanan secara komprehensif atau menyeluruh. Adapun lingkup asuhan
kebidanan pada ibu hamil meliputi:
a. Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisis
tiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil.
b. Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap.
c. Melakukan penilaian pelvik, ukuran dan struktur panggul.
d. Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin
dengan fetoskop/pinard dan gerakan janin dengan palpasi.
e. Menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL).
f. Mengkaji status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin.
g. Mengkaji kenaikan berat badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi.
h. Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi
bidan.
i. Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan, hiperemesis
gravidarum tingkat I, abortus iminen dan preeklampsia ringan.
j. Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengurangi ketidaknyamanan
kehamilan.
k. Memberi Imunisasi TT bagi ibu hamil
l. Mengidentifikasi atau mendeteksi penyimpangan kehamilan normal dan
penanganannya termasuk rujukan tepat pada: kurang gizi, pertumbuhan
janin tidak adekuat, PEB dan hipertensi, perdarahan pervaginam,
kehamilan ganda aterm, kematian janin, oedema yang signifikan, sakit
kepala berat, gangguan pandangan, nyeri epigastrium karena hipertensi,
KPSW, Persangkaan Polihidramnion, DM, kelainan kongenital, hasil
laboratorium abnormal, kelainan letak janin, infeksi ibu hamil seperti
infeksi menular seksual,vaginitis, infeksi saluran kencing.
m. Memberikan bimbingan dan persiapan persalinan, kelahiran dan menjadi
orang tua.
n. Bimbingan dan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama hamil
seperti nutrisi, latihan, keamanan, kebiasaan merokok.
o. Penggunaan secara aman jamu atau obat-obatan tradisional yang tersedia.

4. Ketidaknyamanan pada masa Kehamilan Trimester 3


a. Edema
Edema ini biasa terjadi pada kehamilan trimester II dan III.. Apabila
edema tidak hilang setelah bangun tidur, edema tidak hanya terdapat di kaki
tetapi juga pada tangan dan muka, maka Anda perlu waspada adanya pre
eklampsia. Mungkin Anda perlu melanjutkan dengan pemeriksaan tekanan
darah dan proteinuri.
Faktor Penyebab :
1) Pembesaran uterus pada ibu hamil mengakibatkan tekanan pada vena
pelvik sehingga menimbulkan gangguan sirkulasi. Hal ini terjadi terutama
pada waktu ibu hamil duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.
2) Tekanan pada vena cava inferior pada saat ibu berbaring terlentang.
3) Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah
4) Kadar sodium (Natrium) meningkat karena pengaruh dari hormonal.
Natrium bersifat retensi cairan.
5) Pakaian ketat.
Untuk meringankan atau mencegah edema, sebaiknya ibu hamil
menghindari menggunakan pakaian ketat, mengkonsumsi makanan yang
berkadar garam tinggi sangat tidak dianjurkan. Saat bekerja atau istirahat
hindari duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama. Saat istirahat, naikkan
tungkai selama 20 menit berulang –ulang. Sebaiknya ibu hamil makan
makanan tinggi protein.
b. Sering BAK
Keluhan sering BAK sering dialami oleh ibu hamil trimester I dan III,
hanya frekwensinya lebih sering pada ibu hamil trimester III. Apabila sering
BAK ini terjadi pada malam hari akan mengganggu tidur sehingga ibu hamil
tidak dapat tidur dengan nyenyak, sebentar– sebentar terbangun karena
merasa ingin BAK.
Sering buang air (BAK) dalam kehamilan sering terjadi pada awal
kehamilan sedikit berkurang pada trimester 2 dan bertambah kembali
frekuensinya pada trimester 3. Sering buang air kecil ini disebabkan karena
adanya perubahan hormone, peningkatan cairan tubuh serta adanya
pembesaran uterus dan penurunan bagian terbawah janin yang menekan
kandung kemih. (7)
Sering BAK merupakan hal yang normal terjadi pada ibu hamil. Biasanya
kita BAK sekitar 6-7 kali dalam 24 jam. Namun pada 80-95% ibu hamil
sering kali lebih dari 7 kali. Pada malam hari frekuensi BAK pada ibu hamil
yaitu 2-3 kali, Namun seringkali bertambah frekuensinya seiring bertambnya
usia kehamilan. Sering BAK pada malam hari di sebut juga dengan nocturia.
Dalam sebuah survey di sebutkan bahwa 86% ibu hamil mengalami nocturia,
dan 20% diantaranya mengalami frekuensi BAK pada malam hari lebih dari 3
kali. (7)
Berikut merupakan asuhan kebidamam kehamilan pda ibu hamil dengan
sering BAK
a) Ibu hamil tidak boleh mngurangi asupan cairan , agar tertap terhidrasi
dengan baik. Institute of Medicine merekomendasikan ibu untuk minum
10 gelas setiap hari, Tanda ibu cukup minum adalah jika warna urine
terlihat kuning pucat atau bening, tidak kuning gelap atau keruh,
b) Ibu hamil harus membatasi minum yang mengandung diuretic seperti
teh, kopi, cola dengan caffeine.
c) Kosongkan kandung kemih
d) Tidak menahan air kencing, menahan BAK akan melemahkan otot
dasar panggul dalam jangka panjng
e) Melakukan kegel exercise untuk memperkuat otot-otot dasar panggul
f) Perbanyak minum pada siang hari untuk menjaga keseimbangan
hidrasi.
g) Apabila BAK pada malam hari tidak mengganggu tidur maka tidak
dianjurkan mengurangi minum dimalam hari, tetapi bila ya, batasi
minum setelah makan malam, (7)

c. Gangguan Tidur
Gangguan tidur dapat terjadi pada wanita hamil maupun wanita yang
tidak hamil. Gangguan tidur terjadi pada 98% ibu hamil. Gangguan tidur pada
ibu hamil ini biasanya dapat terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan
sampai akhir kehamilan. Gangguan tidur pada kehamilan dapat menyebabkan
morbiditas yang cukup besar.
1) Penyebab Gangguan Tidur pada Kehamilan
Gangguan tidur pada ibu hamil disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :.
● Pada awal kehamilan peningkatan kadar progesterone dapat
menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, penurunan tonus
otos,apnea ketika tidur, mendengkur dan gangguan tidur
● Uterus yang semakin membesar sehingga sulit untuk mencari posisi
nyaman
● Sering BAK ketika ibu tidur
● Perasaan mual dan Muntah
● Ketidaknyamanan kehamilan lainnya seperti sakit pinggang, gerakan
janin dan refluks gastro dan esofagus
● Kecemasan selama kehamilan terkait kehawatiran dalam persalinan,
serta kondisi bayi yang akan dilahirkan. (8)
2) Akibat Gangguan tidur pada kehamilan
Gangguan tidur dalam kehamilan perlu untuk segera di atasi karena dapat
meyebabkan morbiditas ibu hamil, meliputi :
● Gangguan mood
● Sebuah studi di University California, San Fransisco menyatakan bahwa
ibu hamil yang memiliki waktu tidur kurang dari 6 jam per malam
memiliki resiko untuk mengalami persalinan lama dan memiliki peluang
4,5 kali lebih banyak untuk bersalin dengan cara section cesarea.
● Depresi pada akhir kehamilan serta depresi postpartum
● Peeklampsia
● Hipertensi Gestational
● IUGR
● IUFD
3) Asuhan Kebidanan Gangguan Tidur pada Ibu Hamil
Perhatikan apa yang di makan dan minum sebelum tidur
● Jangan tidur pada saat merasa lapar, ini dapat membuat tidur
kurang nyaman dan bisa terbangun tengah malam hanya karena
lapar. Juga, jangan makan mendekati waktu tidur.
● Sebaiknya makanlah 4 jam sebelum tidur. Ini membuat kondisi
perut tenang saat tidur sehingga tidak akan mengganggu tidur.
● Selain itu, batasi konsumsi air sebelum tidur. Terlalu banyak
minum air sebelum tidur dapat membuat terbangun tengah malam
karena ingin buang air kecil. Ini dapat mengganggu tidur.
● Sebaiknya hindari pula konsumsi makanan atau minuman yang
mengandung kafein, seperti kopi, cola, teh, dan cokelat, serta
minum alkohol mendekati jam tidur Anda. Kopi dapat membuat
tidak merasa kantuk pada jam seharusnya tidur. Akibatnya, kopi
dapat mengganggu jam tidur. Sedangkan alkohol, walaupun
mungkin dapat membuat mengantuk di awal, namun kemudian
dapat membuat terbangun dan mengganggu tidur di malam hari.
Buat kondisi kamar senyaman mungkin Biasanya tidur lebih
nyaman di lingkungan yang membuat nyaman untuk tidur. Lingkungan
yang tenang, gelap, dan sejuk dapat membantu tidur dengan nyaman.
Dengan membuat kamar menjadi gelap, dapat memberi sinyal ke otak
bahwa ini waktunya tidur. Pastikan juga tidur dengan kasur dan bantal
yang nyaman. Kasur biasanya sudah kurang nyaman bila sudah dipakai
selama 10 tahun. Jika berbagi tempat tidur dengan pasangan, pastikan
mendapat ruang yang cukup untuk tidur.
Lakukan kebiasaan sebelum tidur Hal ini memudahkan tubuh
melakukan transisi dari periode bangun sampai waktunya tertidur. bisa
melakukan hal-hal yang membuat Anda santai sebelum beranjak tidur,
seperti mandi yang dapat mengubah suhu tubuh sehingga membuat
merasa mengantuk, membaca buku, mendengarkan musik, atau
melakukan olahraga ringan sebelum tidur. Sebaiknya berhati-hati
menggunakan alat elektronik, seperti menonton TV, sebelum tidur
karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat
mengganggu tidur. Hindari stres atau aktivitas yang menimbulkan stres,
seperti bekerja atau membahas masalah yang dapat memicu emosi.
Aktivitas yang menimbulkan stres secara fisik dan psikologis dapat
menyebabkan tubuh melepaskan hormon stres atau hormon kortisol, di
mana membuat tetap waspada dan tidak mengantuk. Jika terbiasa
memikirkan masalah sebelum tidur, lebih baik menuliskan masalah
tersebut di buku ketimbang hanya dipikirkan.
Buat jadwal tidur yang rutin, bahkan di akhir pekan Tidur dan
bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan pada saat hari libur
dapat membantu mendapatkan kualitas tidur yang baik. Selain itu, hal
ini juga dapat mengatur jam internal tubuh, sehingga tubuh dengan
sendirinya mengetahui kapan seharusnya tidur dan bangun. Jika tidak
bisa tertidur setelah 15 menit mencoba untuk tidur, sebaiknya bangun
dan melakukan hal yang dapat menenangkan. Kemudian, cobalah untuk
tidur lagi jika sudah merasa lelah atau mengantuk. Mencoba untuk tidur
dalam waktu yang lama hanya akan membuat frustasi.
Batasi waktu tidur siang atau jangan tidur siang sama sekali Tidur
siang yang lama dapat mengganggu tidur malam, terutama bagi yang
mempunyai insomnia atau kualitas tidur yang buruk di malam hari. Jika
ingin tidur siang, sebaiknya batasi sekitar 10-30 menit. Atau bahkan
tidak memerlukan tidur siang sama sekali jika tidur siang adalah
penyebab tidak dapat tidur di malam hari.
Lakukan olahraga teratur Melakukan olahraga teratur dapat
meningkatkan kualitas tidur Anda. Olahraga teratur dapat membantu
lebih cepat tertidur dan tidur dengan nyenyak. Namun, perhatikan
waktu olahraga. Jika melakukan olahraga berat mendekati waktu tidur,
mungkin ini dapat mengganggu tidur. Olahraga berat dapat merangsang
tubuh untuk melepaskan hormon stres (kortisol) yang dapat membuat
tubuh tetap terjaga dan tidak mengantuk. Pada ibu hami olahraga yang
dimaksud adalah senam hamil. Berdasarkan sebuah studi yang
dilakukan oleh Marwiyah dkk menyatakan bahwa aktivitas senam hamil
dapat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. (8)

d. Gatal dan Kaku pada Jari


Penyebab gatal–gatal ini belum diketahui secara pasti, kemungkinan
penyebabnya adalah hypersensitive terhadap antigen placenta. Adanya
perubahan gaya berat oleh karena pembesaran rahim membuat berubahnya
postur wanita dimana posisi bahu dan kepala lebih kebelakang. Hal ini untuk
menyeimbangkan lengkungan punggung dan berat tubuh yang cenderung
condong ke depan. Hal ini dapat menekan syaraf di lengan sehingga
mengakibatkan rasa gatal dan kaku pada jari. Ada beberapa cara yang
dilakukan untuk meringankan dan mencegah antara lain dengan
mengkompres dengan air dingin atau mandi berendam atau dengan
menggunakan shower. Ibu hamil harus menjaga posisi tubuh yang baik pada
saat berdiri, duduk maupun ketika mengambil sesuatu, janganmembungkuk
tetapi tulang belakang tetap diusahakan dalam posisi tegak. Bila merasa lelah
lebih baik berbaring. (8)

e. Gusi berdarah
Keluhan gusi berdarah pada ibu hamil sering terjadi pada kehamilan
trimester II dan trimester III, kejadian ini paling parah terjadi pada kehamilan
trimester II. Pada ibu hamil sering terjadi gusi bengkak yang disebut epulis
kehamilan. Gusi yang hiperemik dan lunak cenderung menimbulkan gusi
menjadi mudah berdarah terutama pada saat menyikat gigi. Gusi berdarah
disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen yang berpengaruh terhadap
peningkatan aliran darah ke rongga mulut dan pergantian sel–sel pelapis
ephitel gusi lebih [Link] hipervaskularisasi pada gusi dan penyebaran
pembuluh darah halus sangat [Link] yang sering berdarah juga
disebabkan berkurangnya ketebalan permukaan epithelial sehingga
mengakibatkan jaringan gusi menjadi rapuh dan mudah [Link]
mengurangi atau mencegah, ibu hamil dianjurkan minum suplemen vitamin
C, berkumur dengan air hangat, air garam, menjaga kebersihan gigi, secara
teratur memeriksa gigi ke dokter gigi.

f. Haemorhoid
Haemorroid disebut juga wasir biasa terjadi pada ibu hamil trimester II dan
trimester III, semakin bertambah parah dengan bertambahnya umur
kehamilan karena pembesaran uterus semakin meningkat. Haemorroid dapat
terjadi oleh karena adanya konstipasi. Hal ini berhubungan dengan
meningkatnya progesteron yang menyebabkan peristaltik usus lambat dan
juga oleh vena haemorroid tertekan karena pembesaran uterus. Haemorroid
dapat dicegah atau meringankan efeknya dapat dilakukan dengan
menghindari hal yang menyebabkan konstipasi, atau menghindari mengejan
pada saat defikasi. Ibu hamil harus membiasakan defikasi yang baik, jangan
duduk terlalu lama di toilet. Membiasakan senam kegel secara teratur, dan
saat duduk pada bak yang berisi air hangat selama 15 – 20 menit, dilakukan
sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. (8)

g. Keputihan
Ibu hamil sering mengeluh mengeluarkan lendir dari vagina yang lebih
banyak sehingga membuat perasaan tidak nyaman karena celana dalam sering
menjadi basah sehingga harus sering ganti celana [Link] keputihan
ini bisa terjadi pada ibu hamil trimester pertama, kedua maupun ketiga. Hal
ini disebabkan oleh karena terjadi peningkatan kadar hormon estrogen,
hyperplasia pada mukosa vagina, pada ibu hamil. Cara meringankan dan
mencegah keputihan, ibu hamil harus rajin membersihkan alat kelamin dan
mengeringkan setiap sehabis BAB atau BAK Saat membersihkan alat
kelamin (cebok) dilakukan dari arah depan ke belakang, bila celana dalam
keadaan basah segera [Link] celana dalam yang terbuat dari katun
sehingga menyerap keringat dan membuat sirkulasi udara yang [Link]
dianjurkan memakai semprot atau douch (8)

h. Keringat bertambah
Ibu hamil seringkali mengeluh kepanasan, mengeluarkan keringat yang
banyak. Keringat yang banyak menyebabkan rasa tidak nyaman, kadang –
kadang mengganggu tidur sehingga ibu hamil merasa lelah karena kurang
istirahat. Semakin bertambahnya umur kehamilan maka semakin bertambah
banyak produksi keringat. Keringat yang bertambah terjadikarena perubahan
hormon pada kehamilan, yang berakibat pada peningkatan aktifitas kelenjar
keringat, aktifitas kelenjar sebasea ( kelenjar minyak) dan folikel rambut
meningkat. Keringat yang bertambah dapat dipengaruhi oleh penambahan
berat badan dan meningkatnya metabolism pada ibu hamil. Keringat yang
banyak dapat dicegahdengan mandi dan berendam secara teratur, dan
memakai pakaian yang longgar dan tipis, terbuat dari katun supaya menyerap
keringat, dan perbanyak minum cairan untuk menjaga hidrasi. (8)

i. Sesak Nafas
Sesak nafas ini biasanya mulai terjadi pada awal trimester II sampai pada
akhir kehamilan. Keadaan ini disebabkan oleh pembesaran uterus dan
pergeseran organ–organ abdomen, pembesaran uterus membuat pergeseran
diafragma naik sekitar 4 cm. Peningkatan hormon progesterone membuat
hyperventilasi. Cara meringankan atau mencegah dengan melatih ibu hamil
untuk membiasakan dengan pernapasan normal,berdiri tegak dengan kedua
tangan direntangkan diatas kepala kemudian menarik nafas panjang, dan
selalu menjaga sikap tubuh yang baik. Agar ibu hamil tenang para bidan
dapat juga menjelaskan penyebab fisiologisyang dapat menyebabkan sesak
napas. (8)

j. Nyeri Ligamentum Rotundum


Nyeri ligamentum rotundum ini biasa terjadi pada trimester kedua dan
ketiga. Faktor penyebab nyeri pada ibu hamil adalah terjadi hypertropi dan
peregangan pada [Link] juga terjadi penekanan pada ligamentum
karena uterus yang membesar. Cara meringankan atau mencegah :
1) Menekuk lutut kearah abdomen.
2) Memiringkan panggul
3) Mandi dengan air hangat.
4) Menggunakan korset
5) Tidur berbaring miring ke kiri dengan menaruh bantal dibawah perut dan
lutut. (8)

k. Palpitasi.
Palpitasi atau rasa berdebar-debar sering dirasakan oleh ibu hamil pada
awal kehamilan. Pada ibu hamil terjadi peningkatan kerja jantung karena
jantung mempunyai 50 % darah tambahan yang harus dipompakan melalui
aorta setiap menit. Peningkatan curah jantung ini mencapai puncaknya pada
akhir trimester II dan menurun kembali seperti sebelum hamil beberapa
minggu sebelum melahirkan. Faktor penyebab : 1. Peningkatan curah jantung
pada ibu hamil. 2. Gangguan pada system syaraf simpati. 3. Pada trimester III
karena uterus semakin membesar sehingga terjadi tekanan intraabdomen.
Agar ibu hamil dapat lebihtenang, bidan dapatmenjelaskan bahwa palpitasi
hal yang normal terjadi pada kehamilan dan akan menghilang pada akhir
[Link] ibu hamil tidak mempunyai keluhan jantung, hal ini tidak
perlu dikawatirkan. (6)

l. Nyeri Ulu Hati.


Nyeri ulu hati biasanya mulai terasa pada kehamilan trimester II dan
semakin bertambah umur kehamilan biasanya semakin bertambah pula nyeri
ulu hati. Nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh karena meningkatnya produksi
progesteron. Nyeri juga dapat disebabkan oleh adanya pergeseran lambung
karena pembesaran [Link] bergeser kearah lateral dan keatas
sehingga menimbulkan refluks lambung yang dapat mengakibatkan rasa nyeri
pada ulu hati. Cara meringankan atau mencegah :
1) Hindari makanan berminyak/digoreng
2) Hindari makanan yang berbumbu merangsang
3) Sering makan makanan ringan
4) Hindari kopi dan rokok
5) Minum air 6 – 8 gelas sehari.
6) Kunyah permen karet (6)

m. Perut Kembung.
Tidak jarang ibu hamil mengeluh perut terasa kembung, hal ini sering
terjadi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga. Ibu hamil biasanya
mengatakan masuk angin apabila merasakan perutnya kembung. Perut
kembung dapat disebabkan oleh karena peningkatan hormonprogesterone,
yang dapat menyebabkan motilitas usus turun sehingga pengosongan usus
lambat,kehamilan dapat memperbesar uterus dan menekan usus besar. Cara
meringankan atau mencegah : 1. Menghindari makan makanan yang
mengandung gas. 2. Mengunyah makanan secara sempurna. 3. Lakukan
senam secara teratur. 4. Biasakan BAB teratur. 5. Tekuk lutut kedada untuk
mengurangi rasa tidak nyaman. (6)

n. Ptyalism (Sekresi Air Liur Yang Berlebihan).


Ibu hamil sering merasakan saliva keluar lebih banyak dari biasa, hal ini
kadang – kadang dapat menimbulkan rasa mual sehingga ibu hamil merasa
tidak nyaman. Ptyalism biasanya dirasakan ibu hamil mulai 2 sampai 3
minggu usia kehamilan dan berhenti pada akhir kehamilan. Ptyalism terjadi
oleh karena meningkatnya keasaman mulut atau meningkatnya asupan pati
sehingga menstimulasi (merangsang) kelenjar saliva (kelenjar ludah) untuk
meningkatkan sekresi. Ibu hamil mengurangi makan dengan maksud untuk
mengurangi mual dapat menyebabkan peningkatan jumlah saliva di mulut.
Cara meringankan atau mencegah ptyalism dengan cara mengurangi makan
yang banyak mengandung karbohidrat. Ada kalanya ibu hamil mengunyah
permen karet atau permen keras, dan sebaiknya ibu hamil menjaga kebersihan
mulut. (6)

o. Pusing.
Rasa pusing sering menjadikan keluhan ibu hamil trimester II dan
trimester III. Hal ini menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada ibu hamil,
kalau tidak ditangani penyebabnya maka dapat mengakibatkan tekanan darah
rendah dan sampai meninggal. Sebaiknya ibu hamil posisi tidur posisi
berbaring terlentang, karena penambahan berat badan dan pembesaran uterus
maka menyebabkan menekan pada vena cava inferior sehingga menghambat
dan mengurangi jumlah darah yang menuju ke hati dan jantung. Rasa pusing
pada ibu hamil pada trimester II dan III, kemungkinan disebabkan karena
hypoglycemia. Agar ibu hamil terhindar dari rasa pusing, saat bangun tidur
secara perlahan–lahan, menghindari berdiri terlalu lama dalam lingkunagn
yang panas dan [Link] juga diupayakan untuk tidak berbaring dalam posisi
terlentang. (6)

p. Sakit kepala.
Ibu hamil sering mengeluh sakit kepala, keluhan ini bisa dirasakan ibu
hamil baik trimester I, trimester II maupun trimester III. Sakit kepal dapat
terjadi bila ibu hamil kelelahan atau keletihan, spasme / ketegangan otot.
Ketegangan pada otot mata dapat juga menimbulkan sakit kepala, kongesti
yaitu akumulasi berlebihan cairan [Link] kala hal ini dapat terjadi oleh
dinamika cairan syaraf yang berubah. Cara meringankan atau mencegah sakit
kepala pada ibu hamil dengan melakukan relaksasi untuk meringankan
ketegangan/spasme, atau massase leher dan otot bahu. Ibu hamiljuga
dianjurkan untuk tidur cukup pada malam hari dan istirahat cukup pada siang
hari. Bila harus bepergian usahakan membawa bekal, tidak baik bagi ibu
hamil terlambat makan, dan minum 10 gelas per hari, merupakan kebutuhan
minimal cairan. Mandi air hangat sangat dianjurkan bagi ibu hamil. Sakit
kepala juga dapat dihindari dengan menjaga ruangan tetap bersih, rapi, bebas
asap rokok, dan lingkungan sibuk ramai seperti pasar tradisional. Ibu hamil
dapat juga melakukan jalan santai di udara segar , istirahat pada tempat yang
tenang dan rileks. Melakukan meditasi atau yoga dianjurkan bagi ibu hamil.
(6)

q. Sakit Punggung.
Sakit punggung pada ibu hamil terjadi pada ibu hamil trimester II dan III,
dapat disebabkan karena pembesaran payudara yang dapat berakibat pada
ketegangan otot, dan keletihan. Posisi tubuh membungkuk ketika mengangkat
barang dapat merangsang sakit punggung, hal ini berkaitan dengan kadar
hormon yang meningkat menyebabkan cartilage pada sendi besar menjadi
lembek, di samping itu posisi tulang belakang [Link]
meringankan atau mencegah sakit punggung ibu hamil harus memakai BH
yang dapat menopang payudara secara benar dengan ukuran yang tepat.
Hindari sikap hiperlordosis, jangan memakai sepatu atau sandal hak tinggi,
menhupayakan tidur dengan kasur yang keras. Selalu berusaha
mempertahankan postur yang baik, hindari sikap membungkuk,tekuk lutut
saat mengangkat barang. Lakukan olah raga secara teratur, senam hamil atau
yoga. Ibu hamil harus berkonsultasi gizi dan asupan makan sehari-hari untuk
menghindari penambahan berat badan secara berlebuhan. Dapat juga
melakukan gosok atau pijat punggung. (6)
r. Varises Pada Kaki Atau Vulva.
Varises pada kaki menyebabkan perasaan tidak nyaman pada ibu hamil,
biasa terjadi pada kehamilan trimester II dan Trimester III. Varises dapat
terjadi oleh karena bawaan keluarga (turunan), atau oleh karena peningkatan
hormon estrogen sehinggajaringan elastic menjadi rapuh. Varises juga terjadi
oleh meningkatnya jumlah darah pada vena bagian bawah. Cara meringankan
atau mencegah :
1) Lakukan olahraga secara teratur.
2) Hindari duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama.
3) Pakai sepatu dengan telapak yang berisi bantalan.
4) Hindari memakai pakaian ketat
5) Berbaring dengan kaki ditinggikan.
6) Berbaring dengan kaki bersandar

5. Asuhan kebidanan Kehamilan Trimester III


Pelayanan antental terpadu adalah diberikan kepada semua ibu hamil
dengan cara:
a. Menyediakan kesempatan pengalaman positif bagi setiap ibu hamil
untuk mendaptkan pelayanan terpadau
b. Melakukan pemeriksaan antenatal pada setiap kontak
c. Memberikan konseling kesehatan dan gizi ibu hamil, termasuk
konseling KB dan pemberian ASI
d. Memberikan dukungan emosi dan psikososil sesuai dengan
kebutuhan/keadaan ibu hamil serta membentu ibu hamil agar tetap
dapat melakukan aktivitas sehri-hari dengan nyaman selama masa
kehmilan dan menyusui
e. Melakukan pemantauan tumbuh kembang janin
f. Mendeteksi secara dini kelainan/ penyakit / gangguan yang diderita ibu
hamil
g. Melakukan tatalaksana terhadap kelainan/penyakit/ gangguan pada ibu
hamil sedini mungkin atau melakukan rujukan kasus ke fasilitas
pelayanan kesehatan sesuai dengan sistem rujukan
h. Mempersiapkan persalinan yang bersih dan aman
i. Melakukan rencana antisipasi dan persipan dini untuk melakukan
rujukan jika terjadi penyulit/komplikasi pada proses persalinan
j. Melakukan tatalaksana kasus serta rujukan tepat waktu pada kasus
kegawatdaruratan maternal dan neonatal
k. Melibatkan ibuu hamil suami dan keluarga dalam menjaga kessehtan dn
gizi ibu hamil mempersiapkan persalinn dan kesiagaan apabila terjadi
komplikasi

Pada kehamilan Trimester 3, ibu hamil harus diperiksa dokter minimal


sekali (kunjungan antenatal ke-5 dan usia kehamilan 32-36 minggu) Tujuan
pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya faktor risiko pada
persalinan dan perencanaan [Link] melalui :
a. Anamnesis dan evaluasi kesehatan ibu hamil
 Kondisi umum, keluhan
 Riwayat kesehatan ibu sekarang, sttus imunissi tetanus
 Perencanaan persalinan (tempat persalinan, trasnportasi, calon
pendonor darah, pembiayaan, pendamping persalinan, dll
 Pilihan rencana kontrasepsi, dll
b. Pemeriksaan fisik umum
 Keadaan umuum, kesadaran, konjungtiva, sklera, kulit, leher, gigi,
mulut, THT, jantung, paru, perut, ekstremits.
 Berat badan dan tinggi badan
 Tanda vital : Tekanan darah, nadi, suhu tubuh, frekuensi nafas
c. Pemeriksaan terkait kehamilan : leopold
d. Pemeriksaan penunjang pada kehamilan
 Pemeriksaan labboratorium : kadar hemoglobin darah, dan
pemeriksaan penunjang lain sesuai indikasi
 Pemeriksaan USG
e. Rencana konsultasi lanjut ( ke bagian gizi, kebidanan, anak, penyakit
dalam, THT, neurologi, ppsikiatri, dll
f. Konseling

B. Persalinan

1. Definisi
a. Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang memungkinkan
serangkaian pperubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan
janinnya melalui jalan lahir (Moore, 2001).
b. Persalinan adalah suatu proses dimana seorang Wanita melahirkan
bayi yang diawali dengan kontraksi uterus yang teratur dan memuncak
pada saat pengeluaran bayi sampai dengan pengeluaran plasenta dan
selaputnya diman proses persalinan ini akan berlangsung selama 12
sampai 14 jam (Mayles, 1996).
c. Persalinan adalah suatu proses ppengeluara hasil konsepsi yang dapat
hidup dari dalam uterus ke dunia luar (prawiroharjo,2002).
d. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang
terjadi pada kehmiln cukup bulan (37-42 minggu ), lahir spontan
dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18jam,
tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin
2. Tanda - tanda mendekati persalinan
a. Lightening
Beberapa minggu sebelum persalinan, calon ibu merasa bahwa
keadaannya menjadi lebih enteng. Ia merasa kurang sesak, tetapi
sebaliknya ia merasa bahwa berjalan sedikit lebih sukar, dan sering
diganggu oleh perasaan nyeri pada anggota bawah.
b. Poliksuria
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan didapatkan epigastrium
kendor, fundus uteri lebih rendah dari pada kedudukannya dan kepala
janin sudah mulai masuk ke dalam pintu atas panggul. Keadaan ini
menyebabkan kandung kencing tertekan sehingga merangsang ibu
untuk sering kencing yang disebut Pollakisuria.

c. False Labor
Tiga (3) atau empat (4) minggu sebelum persalinan, calon ibu
diganggu oleh his pendahuluan yang sebetulnya hanya merupakan
peningkatan dari kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini
bersifat:
1) Nyeri yang hanya terasa di perut bagian bawah
2) Teratur
3) Lamanya his pendek, tidak bertambah kuat dengan majunya
waktu dan bila dibawa jalan malah sering berkurang
4) Tidak ada pengaruh pada pendataran atau pembukaan cervix
d. Perubahan cervix
Pada akhir bulan ke-IX hasil pemeriksaan cervix menunjukkan
bahwa cervix yang tadinya tertutup, panjang dan kurang lunak,
kemudian menjadi lebih lembut, dan beberapa menunjukkan telah
terjadi pembukaan dan penipisan. Perubahan ini berbeda untuk
masing-masing ibu, misalnya pada multipara sudah terjadi pembukaan
2 cm namun pada primipara sebagian besar masih dalam keadaan
tertutup.
e. Energy Sport
Beberapa ibu akan mengalami peningkatan energi kira-kira 24-28 jam
sebelum persalinan mulai. Setelah beberapa hari sebelumnya merasa
kelelahan fisik karena tuanya kehamilan maka ibu mendapati satu hari
sebelum persalinan dengan energi yang penuh. Peningkatan energi ibu
ini tampak dari aktifitas yang dilakukannya seperti membersihkan
rumah, mengepel, mencuci perabot rumah, dan pekerjaan rumah
lainnya sehingga ibu akan kehabisan tenaga menjelang kelahiran bayi,
sehingga persalinan menjadi panjang dan sulit.
f. Gastrointestinal upset
Beberapa ibu mungkin akan mengalami tanda-tanda seperti diare,
obstipasi, mual dan muntah karena efek penurunan hormon terhadap
sistem pencernaan.

3. Tanda – tanda persalinan


a. Timbulnya kontraksi uterus
1. Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan.
2. Pinggang terasa sakit dan menjalar kedepan
3. Sifatnya teratur, inerval makin lama makin pendek dan
kekuatannya makin besar
4. Mempunyai pengaruh pada pendataran dan atau pembukaan cervix.
5. Makin beraktifitas ibu akan menambah kekuatan kontraksi.
Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada servix
(frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit). Kontraksi yang terjadi
dapat menyebabkan pendataran penipisan dan pembukaan serviks.
b. Penipisan dan pembukaan servix
Penipisan dan pembukaan servix ditandai dengan adanya pengeluaran
lendir dan darah sebagai tanda pemula.
c. Bloody Show (lendir disertai darah dari jalan lahir)
Dengan pendataran dan pembukaan, lendir dari canalis cervicalis
keluar disertai dengan sedikit darah. Perdarahan yang sedikit ini
disebabkan karena lepasnya selaput janin pada bagian bawah segmen
bawah rahim hingga beberapa capillair darah terputus.
d. Premature Rupture of Membrane
Adalah keluarnya cairan banyak dengan sekonyong-konyong dari
jalan lahir. Hal ini terjadi akibat ketuban pecah atau selaput janin
robek. Ketuban biasanya pecah kalua pembukaan lengkap atau hampir
lengkap dan dalam hal ini keluarnya cairan merupakan tanda yang
lambat sekali. Tetapi kadang-kadang ketuban pecah pada pembukaan
kecil, malahan kadang-kadang selaput janin robek sebelum persalinan.
Walaupun demikian persalinan diharapkan akan mulai dalam 24 jam
setelah air ketuban keluar.

4. Tahapan Persalinan

5. Perubahan fisik dan psikologis pada persalinan


6. Asuhan Kebidanan Persalinan

C. Nifas

D. Bayi Baru Lahir


BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL


G1P0A0 GRAVIDA 35-36 MINGGU JANIN
TUNGGAL HIDUP INTRAUTERINE PRESENTASI
KEPALA DENGAN KEADAAN BAIK

No. Registrasi : 01
Tanggal Pengkajian : 17 Oktober 2023
Waktu Pengkajian : 16.00 WIB
Tempat Pengkajian : Klinik P
Pengkaji : Lia Nurwiliani

A. DATA SUBYEKTIF
IDENTITAS
Nama Klien : Ny E Nama Suami : TN.B
Umur : 35 Umur : 42
Kebangsaan : WNI Kebangsaan : WNI
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan :
SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Alamat : Cibangkong Alamat : Cibangkong
1. Alasan Kunjungan saat ini
☐Kunjungan Pertama
☒Kunjungan Ulang
☐Rutin
☐Keluhan
2. Riwayat kehamilan ini :
2.1 Riwayat Menstruasi
Hari pertama haid terakhir tanggal : 16-02-2023 pasti/tidak,
Taksiran Persalinan : 23-11-2023
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 3 x ganti pembalut/hari.
Siklus : 30 hari, teratur/tidak teratur
Warna : Merah
2.2 Tanda-tanda kehamilan Chloasma Gravidarum
Hasil tes kehamilan (jika dilakukan)
Tanggal : September 2022 hasil : positif / negatif
2.3 Pergerakan fetus dirasakan pertama kali
Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir : ada gerakan
2.4 Keluhan yang dirasakan (ada / tidak ada)
• Rasa lelah : tidak ada
• Mual dan muntah yang lama : tidak ada
• Nyeri Perut : tidak ada
• Panas, mengigil : tidak ada
• Sakit kepala berat/terus menerus : tidak ada
• Penglihatan kabur : tidak ada
• Rasa nyeri/panas waktu BAK : tidak ada
• Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya : tidak ada
• Pengeluaran pravaginam : cairan, lendir, darah, keputihan :
• Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai : tidak ada
• Oedema : tidak ada
2.5 Diet/makan
Sebelum Hamil Sesudah Hamil
Makan
a. Frekuensi : 3 x/hari : 3 x/hari
b. Jenis : nasi, tahu, tempe, sayur : nasi, tahu, tempe,
sayur
Minum
a. Frekuensi : 5 x/hari : 4-5 x/hari
b. Jenis : air putih : Air putih
Keluhan : tidak ada

2.6 Pola Eliminasi


BAK : 6 x sehari BAB : 1 x sehari
Konsistensi : cair Konsistensi : lembek
Warna : kuning Warna : kuning kehitaman
2.7 Aktifitas sehari-hari
Pola istirahat dan tidur : Siang 1 jam, malam 5 jam. terganggu
Seksualitas : 1 x dalam seminggu
Pekerjaan : IRT
2.8 Riwayat Imunisasi TT
TT 1 :
TT 2 :
TT 3 : 16 Mei 2023
2.9 Kontrasepsi yang pernah digunakan : tidak ada
Lamanya : -
3. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Tgl/ Penyakit Anak
Tahu Tempat Usia Jenis Kehamila
N Penolo Jenis
n Pertolong Kehamil Persali n& B T Keada
o ng Kela
Persal an an nan Persalina B B an
i-nan n min
25
1 2016 PMB Aterm Normal BIdan T.a.k L
00
Hamil ini
4. Riwayat Kesehatan
4.1 Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita (ada/tidak ada)
☐ Jantung : tidak ada
☐ Tekanan darah tinggi : tidak ada
☐ Hepar : tidak ada
☐ Diabetes melitus : tidak ada
☐ Anemia berat : tidak ada
☐ Penyakit hubungan seksual dan HIV/ AIDS : tidak ada
☐ Campak : tidak ada
☐ Malaria : tidak ada
☐ Tuberkulosis : tidak ada
☐ Gangguan mental : tidak ada
☐ Operasi : tidak ada
Lain-lain : tidak ada
4.2 Prilaku kesehatan
☐Penggunaan alkohol/obat-obatan sejenisnya : tidak ada
☐ Obat-obatan /jamu yang sering digunakan : tidak ada
☐ Merokok, makan sirih : tidak ada
☐ Irigasi vagina/ganti pakaian dalam : tidak ada
5. Data Psikososial
5.1 Status perkawinan :
Jumlah : 1 kali
Lama perkawinan : 3 tahun
5.2 Susunan keluarga yang tinggal serumah :
Jenis Umur Hubungan
No Pendidikan Pekerjaan Keterangan
Kelamin tahun Keluarga
L 42 Suami SMA Buruh

5.3Pengambil keputusan dalam keluarga : suami


5.4Apakah kehamilan ini direncanakan/diinginkan : diiginkan
5.5Jenis kelamin yang diharapkan : tidak ada
5.6Respon Ibu terhadap kehamilan : senang
5.7Dukungan suami dan keluarga : mendukung
5.8Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, nifas :
tidak ada
6. Riwayat Kesehatan Keluarga : Tidak ada

B. OBJEKTIF :
1. Keadaan umum : baik kesadaran : CM
2. Keadaan emosional : baik
3. Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg Denyut nadi :72x/ menit
Suhu tubuh : 36,8 ◦C Pernafasan : 18 x / menit
4. Tinggi badan : 158 cm Berat badan : 62kg
5. Kenaikan berat badan selama hamil : 12kg
6. Pemeriksaan fisik
[Link] :
kelopak mata : tidak ada oedema
Konjungtiva : merah muda
Sklera : putih
Mulut dan gigi : merah muda, tidak ada caries
[Link] thyroid : tidak ada pembengkakan
[Link] getah benning : tidak ada pembengkakan
[Link] :
Jantung : Baik , tidak ada kelainan
Paru : Baik, tidak ada kelainan
Payudara : Pembesaran : ada
Puting susu : menonjol
Simetris : Ya / Tidak
Benjolan/tumor : tidak ada
Pengeluaran : tidak ada
Rasa nyeri : tidak ada
Lain-lain : --
[Link] dan pinggang :
Posisi tulang belakang : normal
Pinggang nyeri : tidak ada
[Link] atas dan bawah odema :
Kekakuan sendi : tidak ada
Kemerahan : tidak ada
Varises : tidak ada
Refleks : +/+
LILA : 27 cm
[Link] :
⮚ Inspeksi
Bentuk : simestris
bekas luka operasi : tidak ada
Striae Gravidarum : ada
Linea nigra : tidak ada linea alba : ada
⮚ Palpasi
Leopold I : fundus teraba kurang bulat, lunak dan tidak melenting,
tinggi fundus 34cm
Leopold II : bagian kiri teraba memanjang dan bagian kanan
teraba bagian kecil janin
Leopold III : bagian terendah teraba bulat keras dan melenting,
sulit di goyangkan
Leopold IV : convergen
Auskultasi
Punctum maximum : bagian kiri bawah
Denyut jantung fetus :144x/menit teratur/tidak teratur
Taksiran berat janin : 3250 gram
Perlimaan : 3/5
[Link]-ganital
6.8.1. Inspeksi
Perineum : luka parut : tidak ada
Vulva vagina : Warna kemerahan Luka : tidak ada
Fistula : tidak ada Varises : tidak ada
Pengeluaran pervaginam : tidak ada
Warna :
Konsistensi : Jumlah :
Kelenjar bartolini : tidak ada kelainan
Pembengkakan : tidak ada
Rasa nyeri tidak ada
Anus : haemoroid : tidak ada
6.8.2. Periksa dalam : tidak dilakukan
Serviks dan vagina (jika ada indikasi)
Dinding vagina : tidak dilakukan
Ukuran serviks : tidak dilakukan
Posisi serviks : : tidak dilakukan
Konsistensi : tidak dilakukan
Mobilitas : tidak dilakukan
Lain-lain : tidak dilakukn
Pelvimetri klinis : tidak dilakukan
- Promontorium : tidak dilakukan
- Spina isiadicha : tidak dilakukan
- Linea inominata : tidak dilakukan
- Ujung sekrum/coccyges : tidak dilakukan
- Dinding samping : tidak dilakukan
- Kesan panggul : tidak dilakukan
- Arcus pubis : tidak dilakukan
[Link] :
Ukuran :
Bentuk :
Posisi :
Konsistensi :
7. Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal : 12-07-2023
Darah : Hb : 12gr%
Urine Protein : Negatif
Pemeriksaan penunjang lain:
HIV : Non Reaktif
Sifilis : Non Reaktif
HBSAG : Non Reaktif

C. ANALISIS DATA :
Ny E 35 tahun G2P1A0 gravida 34minggu janin tunggal hidup intrauterine
presentasi kepala dengan keadaan baik

D. PENATALAKSANAAN :
1. Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapat.
Evaluasi : ibu mengetahui bahwa keadaan ibu dan janin baik.
2. Memberitahu pada ibu bahwa ketidaknyamanan sering kencing merupakan
keadaan yang normal terjadi pada ibu hamil, karena adanya penekanan
kandung kemih akibat pembesaran uterus serta adanya penurunan kepala.
Akan tetapi ibu tidak boleh mengurangi minum air putih, serta tidak menahan
ingin kencing. membatasi minum-minuman yang mengandung diuretik
seperti teh, kopi, serta mengajarkan kegel exercise.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan melakukan yang disarankan oleh bidan
3. Menjelaskan kepada ibu bahwa sering buang air kecil akan menjadi masalah
kesehatan jika ibu tidak menjaga kebersihan organ genetalia seperti organ
genetalia menjadi lecet, atau organ genetalia akan terasa gatal dan panas
karena organ genetalia tidak bersih dan dibiarkan lembab.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan menjaga kebersihan organ genetalia
4. Memberitahu ibu bahwa gangguan tidur yang dirasakan ibu sekarang
merupakan salah satu ketidaknyamanan yang dialami selama hamil trimester
III, dan hal tersebut adalah hal yang normal karena perut ibu yang semakin
membesar sehingga sulit untuk mencari posisi yang nyaman untuk tidur, serta
janin yang aktif bergerak saat ibu sedang beristirahat, ibu disarankan untuk
tidak tidur dalam keadaan lapar, banyak minum air putih pada siang hari dan
membatasinya pada malam hari untuk mencegah ibu sering kencing ketika
pada waktu tidur, kondisi kamar nyaman, hindari konsumsi makanan atau
minuman yang mengandung kafein, hindari alat elektronik sebelum tidur,
membuat kebiasaan tidur, senam hamil.
Evaluasi :Ibu mengerti dan akan mengikuti senam hamil
5. Memberitahukan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan dirinya karena
aktifitas metabolisme tubuh maka ibu hamil cenderung menghasilkan
keringat yang berlebih, sehingga perlu menjaga kebersihan badan secara
ekstra disamping itu menjaga kebersihan badan juga dapat untuk
mendapatkan rasa nyaman bagi tubuh.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan menjaga kebersihan dirinya
6. Memberikan ibu obat -obatan kalk dan fe. dengan dosis 1 x1 dengan cara
makan obat fe pada malam hari menggunakan air putih dan Kalk pada pagi
hari
Evaluasi : Sudah diberikan dan ibu akan mengkonsumsi obatnya
7. Menganjurkan ibu untuk selalu memakai pakaian longgar dan nyaman
dipakai, Evaluasi : Ibu mengerti dan akan melakukannya
8. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bervariasi.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan makan makanan yang bervariasi
9. Memberitahu ibu untuk mengurangi kegiatan sehari-hari jangan terlalu berat.
Evaluasi : Ibu mengerti dan akan meminta suami untuk bekerjasama
10. Memberitahu ibu tentang tanda bahaya pada ibu [Link] perdarahan
pervaginam, sakit kepala yang hebat, pandangan kabur, nyeri perut
hebat,bengkak pada muka dan tangan, dan bayi kurang bergerak dari
biasanya.
Evaluasi : Ibu mengerti tanda-tanda bahaya ibu hamil
11. Memberitahu ibu rencana persalinan yang harus di persiapkan , meliputi
tempat persalinan, penolong persalinan, tranportasi, biaya dan keluarga yang
mendampingi.
Evaluasi : Ibu Mengerti persiapan persalinan yang harus di persiapkan
12. Memberitahu ibu tentang tanda-tanda dimulainya proses persalinan. seperti
perut mulas –mulas yang teratur, timbul semakin sering dan semakin lama,
keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir atau keluar cairan ketuban dari
jalan lahir. Maka jika ibu mendapatkan salah satu tanda tersebut segera untuk
ke fasilitas kesehatan terdekat..
Evaluasi : Ibu mengerti tanda-tanda persalinan
13. Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya kepada ibu yaitu 2 minggu
kemudian yaitu tanggal 24 Oktober 2023 atau bila ibu mengalami keluhan,
ibu segera datang ketempat pelayanan kesehatan.
Evaluasi :Ibu mengerti dan akan melakukan pemeriksaan ulang
14. Mencatat hasil kunjungan pada catatan SOAP
Evaluasi : SOAP telah di buat

Bandung, 17 Oktober 2023

Pengkaji,

(_Lia Nurwiliani)
KUNJUNGAN KE 2
TANGGAL 24 Oktober 2023
S : Ibu mengatakan ingin melakukan kunjungan kehamilan sesuai jadwal
O : Keadaan umum baik, kesadaraan composmentis
TD; 100/70 mmHg, N; 80X/mnt, R; 20X/mnt, S;36,8 C, BB 68,3 kg
Leopold I : Pada bagian fundus teraba bulat dan lunak TFU 35 cm
Leopold II : Pada bagian kanan perut ibu teraba memanjang dan
keras (puka) dan bagian kiri perut ibu teraba bagian-
bagian kecil dari janin ( (ekstremitas)
Leopold III : pada bagian terbawah teraba keras dan bulat ( kepala)
Leopold IV : Kepala belum mauk PAP (convergen)
DJJ 140 x/mnt regular
A : Ny. E Usia 35 Tahun G2P1A0 gravida 36 minggu janin tunggal hidup
intrauterine presentasi kepala dengan keadaan baik
P :
1. Melakukan informed consent tentang asuhan yang akan diberikan.
Evaluasi: Ibu bersedia dan telah menandatangani informed consent
2. Melakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan selama baik
bidan maupun ibu.
Evaluasi: Bidan dan ibu melakukan protocol kesehatan.
3. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan yaitu TD; 100/70
mmHg, N; 80X/mnt, R; 20X/mnt, S;36,8 C, BB 68,3 kg, DJJ 140
x/menit.
Evaluasi: Ibu mengetahui bahwa keadaan ibu dan janin baik.
4. Menjelaskan pada ibu bahwa nyeri perut bagian bawah pada saat
berjalan merupakan ketidaknyamanan kehamilan pada trimester III
yang disebabkan adanya penekanan kepala bayi dan mensuprot ibu
bahwa keadaan tersebut merupakan keadaan fisiologis.
Evaluasi: Ibu mengerti dan merasa tenang.
5. Menganjurkan ibu untuk tetap melakukan aktifitas dan berolahraga
ringan seperti jalan.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan melakukan.
6. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkomsumsi tablet tambah darah.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan tetap mengkonsumsi tablet tambah
darah.
7. Memastikan kembali persiapan persalinan.
Evaluasi: Ibu sudah menyiapkan persiapan persalinan sesuai anjuran.
8. Menjadwalkan kunjungan ulang berikutnya kepada ibu yaitu 1
minggu kemudian atau bila ibu mengalami keluhan.
Evaluasi: Ibu mengerti dan akan melakukan kunjungan ulang pada
tanggal 31 Oktober 2023.
9. Melakukan pendokumentasian.
Evaluasi: Pendokumentasian teah dilakukan.

Bandung, Oktober 2023


Pengkaji,

(Lia Nurwiliani)
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN
NY. A G2P1A0 HAMIL 37-38 MINGGU INPARTU
KALA I FASE AKTIF JANIN TUNGGAL HIDUP
INTRAUTERINE PRESENTASI KEPALA

No. Registrasi : 01
Tanggal Pengkajian : 1 November 2023
Waktu Pengkajian : 07.00 WIB
Tempat Pengkajian : Klinik P
Pengkaji : Lia Nurwiliani

A. DATA SUBYEKTIF
IDENTITAS
Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. D
Umur : 35 tahun Umur : 42 tahun
Suku/kebangsaan : Sunda/WNI Suku/kebangsaan : Sunda?WNI
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Alamat rumah : Cibangkong
Telp :-

1. Keluhan Utama:
Ibu mengatakan ini kehamilan yang ke -2 tidak pernah keguguran , sudah
merasakan mules sejak pukul 14.00 disertai keluar lendir bercampur darah,
2. Riwayat Menstruasi
 HPHT : 16-02- 2023
 TTP : 23- 11- 2023
 Lamanya : 5-7 hari
 Banyaknya : ± 100 ml
 SikluNya : 28 hari
 Konsitensi : cair
3. Riwayat kesehatan
 Riwayat penyakit menular dalam keluarga : Tidak ada
 Riwayat penyakit keturunan dalam keluarga : Tidak ada
4. Perilaku kesehatan :
 Penggunaan alkohol / obat sejeniSya : Tidak
 Obat/jamu yang sering digunakan : Tidak
 Rokok, makan sirih : Tidak
 Irigasi vagina : Tidak

5. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas, KB yang lalu


Penyulit
Tahu
Tempat Jenis Kehamilan
No n UK JK BB PB
Bersalin persalinan Penolong /
lahir
Persalinan
Rumah 41 2,8
1 2017 Normal Bidan - L -
Bidan mg kg
6. Riwayat hamil ini
 Pemeriksaan pertama kali pada kehamilan : Usia kehamilan 8 minggu
 Tempat periksa hamil : PMB dan Posyandu
 Frekwensi selama hamil : 12 kali
 Immunisasi TT 1 tgl : 05-01-2023 TT2 tgl :07-02-2023
 Keluhan mual dan muntah : Ada
 Keluhan pusing : Ada
 Muntah : TidakAda
 Oedem : Tidak ada
 Nyeri perut : Tidak Ada
 Penglihatan kabur : Tidak ada
 Gerakan janin pertama kali : pada usia 16 minggu
 Rasa gatal vulva dan vagina : Tidak ada
 Gerakan Janin sekarang : Ada
7. Aktivitas sehari-hari
a. Diet/makan
 Makan sehari-hari : bervariasi, 3x sehari, terakhir makan
pukul 15.00
 Ngidam : Ada
 Pantangan tehadap makanan : Tidak ada
b. Pola eliminasi :
 Bak : 4-5 x/ hari Warna : kekuningan
 BAB : 1-2 x/ hari Konsistensi / warna: padat / kuning
c. Pola istirahat dan tidur :
 Siang : tidur siang 1-2 jam
 Malam : 8 jam
d. Pola seksualitas : 2-3 /minggu
e. Aktifitas sehari-hari : ibu melakukan aktivitas dengan baik.
8. Riwayat Sosial
 Apakah kehamilan ini direncanakan : iya di rencanakan
 Jenis kelamin yang diharapkan : Tidak ada
 Status perkawinan : Pertama
 Usia perkawinan : 6 tahun
 Kegiatan spiritual : Baik

B. OBJEKTIF
1. Pemeriksaan umum
 Keadaan umum : Baik
 kesadaran : CM
 Keadaan emosional : Stabil
 Vital sign :
 TD : 110/70 mmHG Nadi : 88 x/i
 RR : 24 x/i Suhu : 37 0C
 TB : 150 cm
 BB sebelum hamil :55 kg
BB sekarang : 64 kg

2. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
 Warna rambut : Hitam
 Tekstur : Keras
 Luka : Tidak ada
 Kebersihan : Baik, bersih
b. Muka
 Oedema : Tidak ada
 Pucat : Tidak pucat
 Cloasma gravidarum : Tidak ada
c. Mata
 Oedema : Tidak ada
 Konjungtiva : Merah muda
 Sklera : putih
d. Hidung
 Kebersihan : Baik, bersih
 Radang : Tidak ada
e. Gigi/mulut :
 Lidah dan geraham : Baik
 Stomatits : Tidak ada
 Tonsil : Tidak ada
 Caries : Tidak ada
 Karang gigi : Tidak ada
f. Telinga
 Kebersihan : Baik, bersih
 Radang : Tidak ada
 Pendengaran : Baik
g. Leher
 Kelenjer tiroid : Tidak ada
 Kelenjar lymfa : Tidak ada
 Vena jugularis : Tidak ada
h. Dada
 Bunyi jantung : Baik
 Bunyi paru : Baik
i. Payudara
 Pembesaran : Normal
 Striae : Ada
 Putting : Menonjol
 Areola : Baik, bersih
 Benjolan : Tidak ada
 Pengeluaran : Ada, Colostrum
 Kebersihan : Baik, bersih
j. Abdomen
 Bekas luka operasi : Tidak ada
 Pembesaran perut : Ada, sesuai usia kehamilan
 Bentuk perut : Bulat
 Striae : Ada
 Kandung kemih : Kosong
 Oedema : Tidak ada
 Linea : Ada
k. Pemeriksaan kebidanan
 Palpasi uterus
 Leopold I : Pada bagian fundus teraba bulat dan lunak
(bokong)
 Leopold II : Pada bagian kanan ibu teraba memanjang dan
keras ( punggung) dan bagian kiri ibu teraba bagian kecil dari janin
(ektremitas)
 Leopold III : Pada bagian terbawah teraba keras dan bulat
(kepala), sulit di goyangkan
 Leopold IV : Divergen
 TFU : 35 cm
 TBJ : 3100 gr
 Auskultasi
 Frekuensi : 144 x/menit , reguler
 Tempat : disebelah kanan, bawah
 Irama : teratur
 Kontraksi
 Frekuensi : 4 kali
 Durasi : 40 detik/10 menit, kuat
l. Ekstremitas
 Oedema tangan dan jari : Tidak ada
 Oedema kaki : Tidak ada
 Betis merah/lembek/keras : Tidak ada
 Varises : Tidak ada
 Reflek patella ka/ki : +/+
m. Anogenital
 Inspeksi
 Vulva/vagina
- Varises : Tidak ada
- Kemerahan : Tidak ada
- Luka : Tidak ada
- Oedema : Tidak ada
- dll : Tidak ada
 Perineum (luka parut) : Tidak ada
n. Periksa Dalam
 Atas indikasi : sudah ada mules dan keluar
lendir
 Pukul : 19.20 WIB
 Dinding vagina : Baik
 Portio (Effecement) : Tipis
 Posisi portio : normal
 Pembukaan serviks : 6 cm
 Konsistensi servik : tipis lunak
 Ketuban : utuh
 Presentasi fetus : belakang kepala
 Penurunan bagian terendah : stasion 0
 Posisi janin : Normal
 Bagian lain yang teraba : Tidak ada
o. Punggung / pinggang dan anus
 Posisi tulang belakang : Baik
 Hemoroid : Tidak ada

3. Pemeriksaan Penunjang
 HB : 12,4 gr%
 Protein urin :(-)
 Glukosa urin :(-)
 Golongan darah :B

C. ANALISIS DATA :
Ny. A G2P1A0 hamil 37-38 minggu inpartu kala I fase aktif janin tunggal
hidup intrauterine presentasi kepala

D. PENATALAKSANAAN :
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam keadaan normal dan janin

dalam keadaan baik.


Evaluasi : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan dan pemantauan kala I fase

aktif dilanjutkan.

2. Memberikan konseling kepada Ibu untuk menghadapi persalinan seperti

memberi ibu kesempatan untuk makan dan minum untuk menambah

energi di sela his

Evaluasi : Ibu mengerti dan mengikuti anjuran yang telah diberikan.

3. menganjurkan ibu untuk miring kiri untuk mempercepat penurunan kepala

dan memberitahu miring kiri baik untuk asupan oksigen pada bayi,

Evaluasi : Ibu Terlihat lebih tenang dan mengikuti anjuran.

1. Menghadirkan suami untuk menemani ibu bersalin


Evaluasi : ibu merasa nyaman dengan kehadiran keluarga
2. Menyiapkan perlengkapan persalinan ibu dan bayi
Evaluasi : Partus set, hecting set serta alat dan tempat rhesussitasi telah
disiapkan
3. Melakukan observasi kemajuan persalinan serta kesejahteraan janin
secara berkala
Evaluasi : ibu mengalami his yang teratur, serta janin dalam keadaan
baik
4. Mencatat hasil observasi
Evaluasi : partograf telah di isi

Bandung, Mei 2023

Pengkaji,

(Lia Nurwiliani)
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA II)

Tanggal Pengkajian :19 Mei 2023


Waktu Pengkajian : 12.00 WIB
Tempat Pengkajian : PMB M

S : Ibu mengatakan sudah merasakan mules yang semakin kuat,


O : Tanda-tanda Vital
TD : 110/70 mmHg, P : 88 x/menit, R : 24 x/menit, S : 37 0C
His : 5x10’x40”, DJJ : 145 x/menit (regular)
Pemeriksaan Dalam (Vaginal Toucher) :
 Dinding vagina : Baik
 Portio (Effecement) : Tidak Teraba
 Posisi portio : normal
 Pembukaan serviks : 10 cm
 Konsistensi servik : tidak teraba
 Ketuban : utuh
 Presentasi fetus : belakang kepala
 Penurunan bagian terendah : stasion ++2
 Posisi janin : Normal
 Bagian lain yang teraba : Tidak ada
Hasil pemeriksaan lainnya : -
A : Ny. A G2P1A0 aterm, inpartu Kala II, Janin tunggal hidup intra uterine
P : 1. Memberitahu ibu Pembukaan sudah lengkap dan hasil pemeriksaan

dalam keadaan normal janin dalam keadaan baik

Evaluasi : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan

2. Memberitahu pada ibu bahwa ketuban belum pecah, sehingga perlu


di lakukan amniotomi

Evaluasi : Ibu bersedia

3. Melakukan amniotomy

Evaluasi : amniotomy telah dilakukan, ketuban pecah jernih dan

tidak ada bagian kecil yang menumbung

4. Periksa denyut jantung janin (DJJ) dan memastikan bahwa DJJ

dalam batas normal (100 – 180 x/mnt)

Evaluasi : DJJ normal 139x/menit

5. Memposisikan ibu untuk posisi bersalin dorsarekumbeng dan

ajarkan ibu cara meneran dengan posisikan dagu di atas dada dan

tarik kaki ke arah dada meneran dengan melakukan tekanan ke arah

perut serta mata melihat ke perut.

Evaluasi : Ibu mengetahui cara meneran dan ibu berhasil mencoba

meneran..

6. Memberikan Pimpinan pertolongan persalinan

Evaluasi : Ibu berhasil Meneran bayi lahir spontan langsung

menangis kuat tanggal : 19-05-2023 pukul 12.20 WIB , Jenis

kelamin : Laki – Laki.

7. Mengeringkan bayi dan melakukan penilaian sepintas.

Evaluasi : Bayi telah dikeringkan tidak ada kelainan penilaian baik

tornus otot kuat, warna kulit kemerahan, bayi menangis kuat.

8. Mengecek talipusat menunggu tali pusat tidak berdenyut lalu

melakukan pemotongan talipusat dan melakukan IMD


Evaluasi : Talipusat telah terpotong

9. Melakukan IMD

Evaluasi : IMD sedang dilakukan

10. Mengecek janin kedua

Evaluasi : Tidak ada janin kedua

Bandung , 19 Mei 2023


Pengkaji,

(Lia Nurwiliani )
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA III)

Tanggal Pengkajian :19 Mei 2023


Waktu Pengkajian : 12.21WIB
Tempat Pengkajian : PMB M

S : Ibu mengatakan masih merasakan ada mules.


O : TFU : Sepusat
Kontraksi uterus : Baik
Kandung kemih : Kosong
Hasil pemeriksaan lainnya :
KU : baik, TD : 100/70 mmhg, S : 37 0C, P : 88 x/m, R : 24 x/m, Janin
tunggal tidak ada janin ke 2.
A : Ny. A P2A0 partus Kala III
P : 1. Memberitahu ibu tindakan yang akan dilakukan.
Evaluasi : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan
2. Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin,
Evaluasi : Ibu bersedia
3. Menyuntikkan oksitosin
Evaluasi : Oksitosin diberikan 10 IU di 1/3 paha atas bagian distal
lateral dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir.
4. Observasi tanda- tanda pelepasan Plasenta
Evaluasi : Tali pusat memanjang serta ada semburan darah tiba-
tiba
5. Melakukan Manajemen aktif kala III
Evaluasi : Plasenta lahir spontan pukul 12.30
6. Melakukan Masase uterus segera setelah plasenta lahir dengan
telapak tangan di fundus dan melakukan masase dengan gerakan
melingkar dengan lembut sehingga uterus berkontraksi Masase
uterus,
Evaluasi : Kontraksi uterus keras,TFU : 2 jari dibawah pusat.
7. Memeriksa kelengkapan plasenta
Evaluasi : plasenta lahir lengkap
Bandung, 19 Mei 2023
Pengkaji,

(Lia Nurwiliani)
CATATAN PERKEMBANGAN (KALA IV)

Tanggal Pengkajian :19 Mei 2023


Waktu Pengkajian : 12.31WIB
Tempat Pengkajian : PMB M

S : Ibu masih merasakan lemas dan masih ada sedikit rasa mulas

O : Tanda-tanda Vital
TD : 90/70 mmHg, P : 88 x/menit, R : 24 x/menit, S : 370C
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus : Baik
Kandung kemih : Kosong
Hasil pemeriksaan lainnya :
Laserasi : Tidak ada, kandung kemih kosong, perdarahan ±100 cc
A : Ny. A P2A0 partus Kala IV
P : 1. Memberitahu ibu tindakan yang akan dilakukan.
Evaluasi : Ibu mengetahui hasil pemeriksaan
2. Memeriksa kontraksi uterus,
Evaluasi :kontraksi baik.
3. Mengajarkan cara masase pada ibu dan keluarga.
Evaluasi : ibu dan keluarga mengerti
4. Mengevaluasi jumlah kehilangan darah:
Evaluasi : ± 100 ml
5. Memantau IMD
Evaluasi : IMD berhasil
6. Membersihkan ibu dan mengganti pakaian ibu,
Evaluasi : ibu sudah di bersihkan dan berganti pakaian
7. melakukan konseling mengenai Ibu nifas seperti Tanda bahaya
ibu nifas, Eliminasi, Pemberian ASI, dan Pemberian nutrisi pada
ibu. Evaluasi : ibu mengerti mengenai konseling yang telah
diberikan
8. Membersihkan dan rendam alat bekas pakai dekontaminasi alat
dan cuci tangan
Evaluasi : Dekontaminasi sedang dilakukan
9. Menganjurkan keluarga untuk memberi makanan dan minuman
pada ibu
10. Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah
yang sesuai
11. Mencelupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin.
12. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
13. Melakukan pendokumentasian

Bandung, 19 Mei 2023


Pengkaji,

(Lia Nurwiliani)

1. Nova Yulita SJ. ANALISIS PELAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN


KOMPREHENSIF (CONTINUE OF CARE / COC) DI KOTA PEKANBARU.
JOMIS. 2019;3(2).
2. Tarmizi SN. Turunkan Angka Kematian Ibu melalui Deteksi Dini dengan
Pemenuhan USG di Puskesmas: Sehat Negeriku; 2023 [cited 2023 15
November ].
3. Manusia PdP. Angka Kematian Bayi SATU DATA2023.
4. Widyawati. Kemenkes Perkuat Upaya Penyelamatan Ibu dan Bayi
Kementerian Kesehatan: Kementerian Kesehatan; 2021 [cited 2021 15
September].
5. About Pregnancy2023 21 November 2023 [cited 2023 21 November].
Available from: [Link]
6. BPPSDMK. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Modul Bahan
Ajar Cetak Asuhan Kebidanan Kehamilan. 2016.
7. Miles K. Medically Reviewed Frequent Urination During Pregnancy.
Pregnancy. 2021.
8. Lu QaZ, Xiaoyan and Wang, Yunhe and Li, Jinqiao and Xu, Yingying and
Song, Xiaohong and Su, Sizhen and Zhu, Xi. Sleep Disturbance During
Pregnancy and Adverse Maternal and Fetal Outcomes : A Systematic Review and
Meta-Analysis 2020.

Anda mungkin juga menyukai