KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-
Nya, Modul CAD, CAM & CNC dapat terselesaikan. Penulisan Modul CAD, CAM & CNC
ini dilakukan dalam upaya untuk menjawab tantangan semakin meningkatnya
Pengguna CNC Milling 3 Axis Supermill MK2 di Indonesia dengan berbagai produk yang
dihasilkannya.
Modul CAD, CAM & CNC disusun berdasarkan pemikiran tersebut. Melalui
Dtech Training Center dan Modul CAD, CAM & CNC ini memberikan pemahaman utuh
mengenai Design, Program Manufacture dan pengoperasian Mesin CNC Milling 3 Axis
Supermill MK2 yang akan dapat dikuasai oleh Pengguna/Peserta nantinya. Peranan
Trainer dibutuhkan untuk membimbing proses pelatihan dari Pengguna/Peserta. Trainer
dan Pengguna/Peserta dapat mengembangkan aktivitas pelatihan sesuai kebutuhan
Pengguna/Peserta yang relevan dengan Modul CAD, CAM & CNC ini.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah membantu
mendukung penyusunan Modul CAD, CAM & CNC ini. Namun, Penulis secara terbuka
menerima kritik dan saran untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan di masa
yang akan datang. Semoga Modul CAD, CAM & CNC ini dapat mengembangkan
pengetahuan dan meningkatkan kualitas Pendidikan dan indeks inovasi di Indonesia.
Salatiga, September 2023
Penulis
DAFTAR ISI
BAB 1 CAD........................................................................................................ 3
1.1. SKETCH 3
1.1.1. Langkah-Langkah Untuk Membuat Sketch ............................... 3
1.1.2. Menu Create Pada Sketch ........................................................ 5
1.1.3. Menu Modify Pada Sketch ........................................................ 8
1.1.4. Menu Constraints Pada Sketch ................................................. 9
1.1.5. Finish Sketch ........................................................................... 10
1.2. BODY 11
1.2.1. Menu Create Pada Solid ......................................................... 11
1.2.2. Menu Modify Pada Solid ......................................................... 13
1.2.3. Menu Construct Pada Solid .................................................... 14
BAB 2 CAM ..................................................................................................... 15
2.1. PENGERTIAN CAM 15
2.2. CARA MENENTUKAN TITIK NOL PADA CAM 15
2.2.1. Setup ....................................................................................... 15
2.2.2. Stock........................................................................................ 17
2.2.3. Toolpath 2D (yang sering digunakan) ..................................... 18
2.3. PARAMETER 20
2.3.1. Tool.......................................................................................... 20
2.3.2. Geometry ................................................................................. 23
2.3.3. Height ..................................................................................... 24
2.3.4. Passes .................................................................................... 26
2.3.5. Linking ..................................................................................... 30
2.4. MENU ACTIONS 31
2.4.1. Generate ................................................................................. 31
2.4.2. Simulate .................................................................................. 31
2.4.3. Simulate With Machine............................................................ 31
2.4.4. Post Process ........................................................................... 32
DTECH TRAINING CENTER 1
2.4.5. Machining Time ...................................................................... 33
BAB 3 PENGOPERASIAN CNC ..................................................................... 34
3.1. CARA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN CNC SUPERMIL 34
3.1.1. Cara Menghidupkan SUPERMILL .......................................... 34
3.1.2. Cara Mematikan SUPERMILL ................................................ 34
3.2. KONTROLER SUPERMILL 35
3.2.1. Layar Utama ............................................................................ 35
3.2.2. Menu M ................................................................................... 36
3.2.3. Menu J ..................................................................................... 37
3.2.4. Tampilan lanjutan .................................................................... 37
3.2.5. Tampilan Parameter Work Offset ............................................ 39
3.2.6. Tampilan Parameter Tools ...................................................... 40
3.2.7. Tampilan G-Code Editor ......................................................... 40
3.3. SETING TITIK NOL 41
3.4. Fitur Tool Offset 43
3.5. KODE G 47
3.6. KODE M 47
3.7. MAINTENANCE MINOR 48
3.7.1. Harian ...................................................................................... 48
3.7.2. Bulanan ................................................................................... 49
3.8. LAMPIRAN 50
DTECH TRAINING CENTER 2
BAB 1 CAD
1.1. SKETCH
Sketch adalah profil geometris yang membentuk dasar geometri 3 dimensi dalam
desain di Autodesk Fusion 360. Sebelum anda dapat membuat objek 3 dimensi
dalam desain, anda dapat membuat sketch pada bidang atau permukaan plane
yang ada pada benda dan membuat geometry dalam bidang XY, YZ, dan ZX dalam
permukaan datar sebuah desain 3 dimensi. Sketch terdiri dari geometri 2 dimensi
seperti garis, lingkaran, titik, splines dan lainnya. Anda juga dapat menggunakan
batasan dan dimensi untuk sepenuhnya menentukan geometry sketch. Ini
memastikan anda dapat membentuk geometry 3 dimensi yang anda buat dari
sketch awal. Untuk membuat sketch bisa disesuaikan dengan proses atau langkah-
langkah sebagai berikut :
1.1.1. Langkah-Langkah Untuk Membuat Sketch
A. Pastikan posisi ruang kerja pada TAB DESAIN.
DTECH TRAINING CENTER 3
B. Buka menu create klik kiri create sketch.
C. Pilih bidang gambar sesuai dengan visual untuk memudahkan dalam
proses manufacture.
D. Gambar sketch sesuai desain yang akan anda buat.
DTECH TRAINING CENTER 4
1.1.2. Menu Create Pada Sketch
A. Line
Perintah Line untuk membuat serangkaian garis lurus dan garis
lengkung yang terhubung dalam sketch aktif. Klik kiri untuk
menempatkan titik pertama, lalu klik kiri untuk menempatkan titik kedua
untuk menentukan segmen garis pertama. Lanjutkan klik kiri untuk
menempatkan segmen garis tambahan atau tahan klik kiri dan seret
untuk membuat segmen garis lengkung yang terhubung.
B. Rectangle
a) 2 Point Rectangle
Perintah 2-Point Rectangle membuat persegi panjang yang
ditentukan oleh dua titik. Dua titik tersebut merupakan sudut- sudut
yang berhadapan pada persegi panjang.
b) 3 Point Rectangle
Perintah 3-Point Rectangle membuat persegi panjang yang
ditentukan oleh tiga titik. Tiga titik menentukan titik pertama, panjang
dan lebar persegi panjang.
c) Center Rectangle
Perintah Center Rectangle membuat persegi panjang yang
ditentukan oleh titik tengah atau satu titik sudut.
DTECH TRAINING CENTER 5
C. Circle
a) Center Diameter Circle
Perintah Center Diameter Circle untuk membuat lingkaran yang
ditentukan oleh titik pusat dan diameter.
b) 2 Point Circle
Perintah 2 Point Circle untuk membuat lingkaran yang ditentukan
oleh dua titik.
c) 3 Point Circle
Perintah 3 Point Circle untuk membuat lingkaran yang ditentukan
oleh tiga titik.
d) 2 Tangent Circle
Perintah 2-Tangent Circle untuk membuat lingkaran bersinggungan
dengan dua garis sketch. Anda memilih dua garis, lalu tentukan jari-
jari lingkaran.
e) 3 Tangent Circle
Perintah 3-Tangent Circle untuk membuat lingkaran bersinggungan
dengan tiga garis sketch. Anda memilih tiga garis yang akan
bersinggungan dengan lingkaran.
D. Arc
a) 3 Point Arc
Perintah 3-Point Arc membuat busur yang ditentukan oleh tiga titik.
Klik kiri untuk menempatkan titik awal, titik akhir, lalu titik ketiga yang
terletak di sepanjang busur.
b) Center Point Arc
Perintah Center Point Arc membuat busur yang ditentukan oleh dua
titik akhir dan satu titik pusat. Klik untuk menempatkan titik tengah,
titik awal, dan titik akhir untuk menentukan nilai sudut.
c) Tangent Arc
Perintah Tangent Arc membuat busur dengan tangency. Klik kiri
untuk menempatkan dua titik akhir. Busur akan mempertahankan
titik singgung dengan geometri yang terhubung di setiap ujungnya.
E. Polygon
Perintah polygon biasa digunakan untuk membuat segi tiga atau lebih.
Ada beberapa ketentuan untuk membuat polygon.
a) Circumscribed Polygon
Perintah Circumscribed Polygon untuk membuat polygon yang
ditentukan oleh titik tengah dan titik tengah garis salah satu sisi.
b) Inscribed Polygon
Perintah Inscribed Polygon untuk membuat polygon yang ditentukan
oleh titik tengah dan salah satu titik penghubung garis.
DTECH TRAINING CENTER 6
c) Edge Polygon
Perintah Edge Polygon membuat polygon yang ditentukan oleh tepi
tunggal dan posisi polygon.
F. Ellipse
Perintah Ellipse untuk membuat bentuk ellipse atau sketch yang
ditentukan oleh titik pusat, sumbu utama dan titik akhir pada ellipse. Klik
kiri untuk menempatkan titik tengah ellipse, tempatkan titik kedua untuk
menentukan sumbu pertama, lalu tempatkan titik ketiga yang terletak
disepanjang ellipse.
G. Slot
Perintah Slot digunakan untuk membuat slot, anda dapat menggunakan
perintah berikut untuk membuat slot dalam sketch aktif :
a) Center to Center Slot
Perintah center to center slot yang ditentukan oleh dua titik tengah
radius.
b) Overall Slot
Perintah overall slot untuk membuat slot yang ditentukan oleh dua
titik ujung radius dan satu titik untuk menentukan lebar slot.
c) Center Point Slot
Perintah center point slot untuk membuat slot yang ditentukan oleh
satu titik tengah slot dan satu titik tengah radius.
d) 3 Point Arc Slot
Perintah 3 point arc slot untuk membuat slot berbentuk arc yang
ditentukan oleh dua titik tengah radius dan satu titik untuk
menentukan arc.
e) Center Point Arc Slot
Perintah center point arc slot untuk membuat slot berbentuk arc yang
ditentukan oleh satu titik tengah arc dan satu titik tengah radius.
H. Spline
a) Fit Point Spline
Perintah Fit Point Spline menciptakan kurva mulus yang melewati
serangkaian titik.
b) Control Point Spline
Perintah Control Point Spline untuk membuat kurva yang digerakkan
oleh kontrol yang anda buat dengan menempatkan serangkaian titik.
I. Conic Curve
Perintah Conic Curve membuat kurva yang didorong oleh titik akhir dan
nilai Rho. Titik akhir menentukan posisi kurva. Nilai Rho mendefinisikan
bentuk. Tergantung pada nilai Rho, kurva dapat berbentuk elips,
parabola, atau hiperbolik. Anda klik untuk menempatkan titik awal, titik
akhir, lalu bagian atas titik.
DTECH TRAINING CENTER 7
J. Point
Perintah Point untuk membuat atau menambah titik dalam sketch aktif.
K. Text
Perintah Teks untuk membuat huruf dan angka di dalam bingkai persegi
panjang atau garis lingkaran yang dipilih dalam sketch aktif, yang dapat
digunakan sebagai profil untuk membuat geometri 3D.
L. Mirror
Perintah Mirror untuk membuat salinan sketch yang dicerminkan
melintasi garis dalam sketch aktif.
M. Circular Pattern
Perintah circular pattern untuk membuat salinan atau meng-copy sketch
dengan acuan titik tengah atau lingkaran yang akan menghasilkan
beberapa pola sketch melingkar.
N. Rectangular Pattern
Perintah rectangular pattern untuk membuat salinan atau meng-copy
sketch dalam satu atau dua arah yang dipilih dan akan menghasilkan
beberapa pola sketch mendatar.
O. Project
Perintah Project untuk memproyeksikan geometri dari luar sketch aktif
ke body sehingga anda dapat mereferensikan sketch di sekitarnya.
P. Sketch Dimension
Perintah Sketch Dimension untuk mendefinisikan dimensi atau ukuran
dan membatasi geometri dalam sketch aktif.
1.1.3. Menu Modify Pada Sketch
A. Fillet
Perintah Fillet digunakan untuk membuat radius pada sudut sketch.
DTECH TRAINING CENTER 8
B. Chamfer
Perintah Chamfer untuk membuat chamfer dititik persimpangan (sudut)
dari dua garis dalam sketch. Anda dapat menggunakan perintah berikut
untuk membuat chamfer pada sketch aktif :
a) Equal Distance Chamfer
b) Distance And Angle Chamfer
c) Two Distance Chamfer
C. Trim
Perintah Trim digunakan untuk memangkas geometri sketch.
D. Offset
Perintah Offset untuk menyalin geometri sketch dengan jarak tertentu
menjadi lebih besar atau lebih kecil dari geometri aslinya.
1.1.4. Menu Constraints Pada Sketch
A. Horizontal/Vertical
Perintah Horizontal/Vertikal digunakan untuk menentukan suatu garis
menjadi garis lurus horizontal/vertical.
B. Coincident
Perintah Coincident digunakan untuk menghubungkan antara titik 1
dengan titik lain atau menghubungkan antara titik dengan garis.
C. Tangent
Perintah Tangent digunakan untuk membuat lingkaran atau radius dan
objek lain bersentuhan pada satu titik tetapi tidak pernah saling
bersilangan.
D. Equal
Perintah Equal digunakan untuk menyamakan suatu dimensi antara
sketch satu dengan sketch lainnya.
DTECH TRAINING CENTER 9
E. Parallel
Perintah Parallel digunakan untuk membuat dua garis atau lebih
menjadi sejajar.
F. Perpendicular
Perintah Pependicular digunakan untuk membuat dua garis agar
menjadi tegak lurus (pada sudut 90 derajat).
G. Fix/UnFix
Perintah Fix/UnFix digunakan untuk mengunci ukuran dan lokasi titik
atau sketch.
H. Midpoint
Perintah Midpoint digunakan untuk menempatkan suatu titik ke titik
tengah garis.
I. Concentric
Perintah Concentric digunakan untuk membuat dua lingkaran atau lebih
dalam satu titik tengah.
J. Collinear
Perintah Collinear digunakan untuk membuat dua garis atau lebih saling
menempel.
1.1.5. Finish Sketch
Finish sketch digunakan apabila proses gambar pembuatan sketch 2D telah
selesai. Sebelum memilih opsi finish sketch pastikan garis sketch sudah
berwarna hitam atau terlihat logo Fix sketch. Beberapa hal yang
mempengaruhi sketch belum fix.
1. Garis sketch masih berwarna biru.
2. Masih terdapat titik yang belum terhubung.
3. Dalam suatu garis lurus terdapat tiga titik atau dua garis berhubungan.
4. Terdapat garis sketch yang tidak diinginkan.
5. Sketch belum didefinisikan ukurannya (dimension).
DTECH TRAINING CENTER 10
1.2. BODY
1.2.1. Menu Create Pada Solid
DTECH TRAINING CENTER 11
A. Extrude
Extrude berfungsi untuk membentuk bidang tiga dimensi lewat sketch
profil yang dipilih. Anda bisa memilih jenis extrude, pilih profil sketch
yang akan di extrude, lalu tentukan jarak dan sudut.
a. Profiles : Perintah untuk memilih sketch yang di extrude.
b. Distance : Perintah untuk menentukan ketebalan extrude.
c. Operation : Perintah untuk menentukan jenis extrude.
Operation Deskripsi
Join Menggabungkan bentuk baru dengan body yang ada.
Cut Memotong body yang ada atau body baru dengan
sketch yang dipilih
New Body Membuat body baru dan memisahkan dua body atau
lebih.
B. Revolve
Revolve digunakan untuk membentuk bidang tiga dimensi dengan
memutar profil sketch pada suatu sumbu. Anda dapat memilih profil
sketch, lalu pilih sumbu untuk memutar.
C. Sweep
Sweep digunakan untuk membuat profil sketch di sepanjang jalur
sketch.
D. Thread
Thread digunakan untuk menambahkan ulir dalam atau ulir luar pada
body tiga dimensi.
E. Box
Box digunakan untuk membuat body kotak, tanpa harus membuat
sketch di menu sketch.
F. Cylinder
Cylinder digunakan untuk membuat body silinder tanpa harus membuat
sketch di menu sketch.
DTECH TRAINING CENTER 12
G. Mirror
Mirror digunakan untuk membuat salinan body, fitur atau komponen
yang dipilih, yang dicerminkan berdasarkan suatu bidang secara identik.
H. Pattern
1. Circular Pattern
Circular Pattern digunakan untuk meng-copy body dengan acuan
titik tengah atau pola lingkaran.
2. Rectangular Pattern
Rectangular Pattern digunakan untuk meng-copy body dalam satu
atau dua arah, yang akan menghasilkan beberapa pola body
mendatar.
1.2.2. Menu Modify Pada Solid
A. Fillet
Perintah Fillet digunakan untuk memberi radius pada tepi body.
B. Chamfer
Perintah Chamfer digunakan untuk membuat chamfer pada body.
C. Move/Copy
Perintah Move/Copy digunakan untuk memindahkan atau meng-copy
body.
DTECH TRAINING CENTER 13
D. Delete
Perintah Delete secara permanen menghapus body yang dipilih dan
semua yang terkait dari desain. Body yang telah dihapus tidak dapat
dipulihkan secara parametrik.
E. Physical Material
Perintah Physical Material untuk menerapkan material rekayasa ke
komponen atau body.
F. Appearance
Perintah Appearance digunakan untuk menerapkan warna pada
komponen atau body.
1.2.3. Menu Construct Pada Solid
Perintah Construct digunakan untuk membantu anda membuat sketch
dimana plane belum ada. Anda dapat menggunakan bidang construct
sebagai referensi saat anda membuat geometri diluar bidang default atau
permukaan plane yang ada dalam desain anda. Anda dapat menggunakan
perintah berikut untuk membuat bidang konstruksi sebagai geometri
referensi:
a. Offset Plane
Perintah offset plane untuk membuat bidang construct dengan acuan
jarak dari bidang yang dipilih.
b. Plane At Angle
Plane At Angle untuk membuat bidang construct dengan acuan garis dan
bisa ditentukan besar sudutnya.
c. Tangent Plane
Tangent plane untuk membuat bidang construct pada bidang lingkaran.
DTECH TRAINING CENTER 14
BAB 2 CAM
2.1. PENGERTIAN CAM
CAM atau Computer Aided Manufacturing adalah sebuah program yang
digunakan untuk mengatur proses berjalannya suatu mesin. Pada proses CAM
parameter yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan mesin atau sesuai
Standar Operational Procedure Machining dari DTECH TRAINING CENTER.
Proses CAM juga menentukan Strategi Machining yang nantinya akan
diaplikasikan pada pengoprasian mesin/produksi.
2.2. CARA MENENTUKAN TITIK NOL PADA CAM
2.2.1. Setup
Setup yaitu perintah yang digunakan untuk menentukan dimensi raw
material, letak atau arah titik nol X,Y, dan Z, dan menentukan jenis mesin
yang digunakan untuk proses permesinan. Berikut langkah-langkah yang
harus diperhatikan untuk membuat setup :
1. Klik menu setup
2. Pilih new setup
Kemudian akan muncul halaman seperti berikut :
3. Machine (Optional)
4. Setup
• Operation type : Menentukan jenis mesin yang akan digunakan untuk
proses permesinan (default milling).
DTECH TRAINING CENTER 15
5. Work Coordinate System (WCS)
Work Coordinate System merupakan pengaturan untuk menentukan arah
dan letak titik nol.
a. Orientation
Orientation adalah perintah untuk menentukan arah titik nol. Arah titik
nol bisa disesuaikan dengan X+, Y+ dan Z+. Untuk menentukan model
orientation bisa sesuaikan dengan arah axis yang belum tepat (select Z
axis/plane & X axis, select Z axis/plane & Y axis, select X & Y axis).
- Axis :menentukan arah axis dengan acuan garis yang dipilih.
- Flip axis :memutar balik arah axis.
b. Origin
Origin adalah suatu perintah untuk meletakkan titik nol.
• Model Origin
Model Origin yaitu untuk menentukan letak titik nol yang
menyesuaikan dengan titik origin pada sketch (desain).
• Selected Point
Selected Point yaitu untuk menentukan letak titik nol sesuai dengan
keinginan.
• Model Box Point
Model Box Point yaitu untuk menentukan letak titik nol berdasarkan
model.
• Stock Box Point
Stock Box point yaitu untuk menentukan letak titik nol berdasarkan
stock raw material.
c. Model
Model yaitu untuk menentukan body yang dipilih untuk dimachining.
DTECH TRAINING CENTER 16
2.2.2. Stock
Perintah Stock digunakan untuk menentukan dimensi raw material.
a. Mode
Menu Mode digunakan untuk menentukan jenis offset raw material.
➢ Fixed size box
Perintah untuk menentukan stock dengan acuan panjang keseluruhan
raw material (material kotak).
➢ Relative size box
Perintah untuk menetukan stock raw material dengan acuan jarak
offset dari benda terluar desain (material kotak).
➢ Fixed size cylinder
Perintah untuk menentukan stock dengan acuan stock diameter raw
material (material lingkaran).
➢ Relative size cylinder
Perintah untuk menetukan stock raw material dengan acuan jarak
offset dari benda terluar desain (material lingkaran).
➢ Fixed size tube
Perintah untuk menentukan stock dengan acuan stock diameter raw
material dan lubang dibagian tengah lingkaran (material pipa).
➢ Relatife size tube
Perintah untuk menetukan stock raw material dengan acuan jarak
offset dari benda terluar desain dan lubang dibagian tengah lingkaran
(material pipa).
➢ From solid
Perintah untuk menetukan stock raw material dengan ukuran sesuai
raw material yang telah didesain.
➢ From preceding setup
Stock raw material menyesuaikan dari setup sebelumnya.
b. Stock Dimensions.
Stock Dimensions memuat informasi ukuran stock yang telah dibuat.
DTECH TRAINING CENTER 17
2.2.3. Toolpath 2D (yang sering digunakan)
A. 2D Adaptive Clearing
2D Adaptive clearing adalah proses pemakanan dengan pergerakan
toolpath yang dapat mempertahankan side cut atau optimal load.
Apabila optimal load 0.5 mm, side cut juga akan sebesar 0.5 mm. 2D
adaptive clearing biasa digunakan untuk roughing dengan proses
pemakanan full depth.
B. 2D Pocket
2D Pocket adalah proses pemakanan dengan pergerakan toolpath
menyesuaikan bentuk garis akhir pada geometry dan mengabaikan side
cut atau stepover. Apabila stepover 0.5 mm, side cut nilainya bisa
berubah-ubah bergantung pada geometry bidang. 2D pocket digunakan
untuk roughing dengan proses pemakanan per-depth.
C. Face
Face merupakan proses pemakanan dengan pergerakan toolpath dua
arah. Face biasa digunakan untuk menghaluskan permukaan pada
material atau benda kerja.
DTECH TRAINING CENTER 18
D. 2D Contour
2D Contour adalah toolpath yang secara default proses pemakanannya
hanya satu kali putaran. 2D contour biasa digunakan untuk proses
finishing.
E. Trace
Trace adalah toolpath contour dengan pergerakan Z axis variatif.
F. Thread
Thread adalah menu yang digunakan untuk membuat thread atau ulir.
Thread bisa digunakan untuk membuat ulir luar maupun dalam.
G. Bore
Bore adalah toolpath dengan proses pemakanan secara ramp atau
helical.
H. Drill
Drill adalah toolpath yang digunakan untuk membuat lubang dengan
pergerakan toolpath lurus vertical. Untuk proses drilling menggunakan
tool drill (mata bor).
DTECH TRAINING CENTER 19
2.3. PARAMETER
2.3.1. Tool
Tool adalah perintah untuk memilih atau menentukan tool yang akan
digunakan pada proses machining. Berikut langkah menentukan tool.
A. Klik select
B. Buka library
C. Jika belum terdapat tool yang anda butuhkan, anda bisa klik create (+).
D. Select jenis tool yang akan digunakan untuk salah satu jenis
pemakanan.
DTECH TRAINING CENTER 20
E. Select cutter.
a. Number Of Flute diisi dengan banyaknya mata pisau pada tool.
b. Geometry
➢ Diameter :diameter tool yang digunakan.
➢ Shaft Diameter :diameter shaft tool (badan).
➢ Overall length :panjang keseluruhan tool.
➢ Length bellow holder :panjang dari ujung flute sampai holder.
➢ Shoulder length :panjang dari ujung flute sampai shaft tool.
➢ Flute length :panjang flute.
F. Select cutting data.
Dalam cutting data bisa dimasukan parameter pemakanan untuk mesin
CNC Milling 3 Axis SUPERMILL.
a. Speed
Spindle speed adalah Kecepatan putaran spindle yang dinyatakan
dalam satuan Revolution Per Minute (RPM). Untuk menentukan
spindle speed harus ditentukan surface speed (Vc) dan juga
diameter tool yang digunakan. Surface speed (Vc) yaitu menentukan
kecepatan ujung tool saat melewati material. Surface speed (Vc)
dinyatakan dalam satuan jarak panjang permukaan benda kerja per
DTECH TRAINING CENTER 21
satuan waktu (m/menit). Surface speed (Vc) sendiri bisa di dapat dari
jenis material yang akan digunakan dan juga material tool yang akan
digunakan. Karena tiap material (benda kerja) dan material tool
terdapat surface yang berbeda. Berikut rumus untuk menghitung
spidle speed dan surface speed.
n = (Vc : D : π) x 1000
= (Vc : D : 3.14) x 1000
Vc = (n x D x π) : 1000
= (n x D x 3.14) : 1000
Keterangan : n : putaran spindle (rpm)
Vc : surface speed (m/min)
D : tool diameter (mm)
Π : 3,14
b. Feedrates
Cutting feedrate yaitu kecepatan dimana tool berjalan disepanjang
benda kerja. Cutting feedrate dinyatakan dalam satuan inci/menit
(IPM) atau mm/menit. Untuk menentukan cutting feedrate harus
ditentukan feed per tooth, spindle speed dan number flute (jumlah
mata pisau) pada tool. Feed per tooth yaitu menentukan ketebalan
pemakanan yang dihilangkan oleh setiap flute pada material saat
melewatinya.
Berikut rumus untuk menghitung cutting feedrate dan feed per tooth.
Vf = n x fz x Z
fz = Vf x Z : n
Keterangan : Vf : cutting feedrate.
n : spindle speed.
fz : feed per tooth.
Z : number flute.
➢ Ramp Feedrate
Ramp feedrate yaitu untuk mengontrol laju gerak makan tool saat
melakukan gerakan ramp (pemakanan kebawah dengan laju
bersudut). Untuk parameter ramp feedrate bisa dibuat 70% dari
cutting feedrate saat roughing.
G. Klik ACCEPT jika tool sudah sesuai dengan yang akan anda gunakan.
DTECH TRAINING CENTER 22
2.3.2. Geometry
Geometry digunakan untuk menentukan bidang atau bagian yang akan
dimachining.
a. Pocket selections
Pocket selections yaitu perintah yang digunakan untuk menentukan
bagian yang akan disayat. Terdapat beberapa opsi untuk menentukan
geometry.
1. Select garis
Dengan select garis harus dipastikan bahwa bagian yang akan
disayat sudah sesuai dengan yang diharapkan. Bagian yang akan
tersayat ditandai dengan anak panah merah atau bidang biru. Jika
anak panah atau bidang biru diluar garis yang di select berarti yang
akan tersayat adalah bagian luar, begitu juga sebaliknya. Jadi, jika
anak panah belum sesuai bisa dipindah dengan klik anak panah
tersebut.
2. Select bidang
Untuk select bidang bagian yang akan tersayat saat machining
hanya bagian yang diselect (bidang biru).
3. Select bidang lingkaran
Untuk select bidang lingkaran biasa ditemukan pada bore, drill dan
thread.
DTECH TRAINING CENTER 23
b. Stock contour
Stock contour yaitu perintah untuk menentukan stock (batas) terluar
pada saat pemakanan. secara default, stock contour sesuai kotak
stock yang ditentukan dalam Setup. Anda juga dapat memilih tepi dari
model atau batas sketsa
2.3.3. Height
A. Clearance Height :ketinggian pertama yang dilalui tool dalam
perjalanannya ke awal toolpath.
DTECH TRAINING CENTER 24
B. Retract Height :ketinggian yang akan dicapai tool sebelum lintasan
pemotongan berikutnya.
C. Feed Height :menentukan jarak pergantian feedrate sebelum
tool menyentuh benda.
D. Top Height :menentukan posisi start pemakanan.
E. Bottom Height :menentukan kedalaman pemakanan yang
diinginkan.
➢ Drill tip throught bottom : memposisikan tool dengan diameter
penuh di bagian bawah lubang. Agar dapat melewati bagian bawah
lubang dapat menggunakan Break-Through Depth. (drill)
DTECH TRAINING CENTER 25
2.3.4. Passes
A. Optimal Load
Optimal load yaitu jumlah maksimum pemakanan yang harus
dipertahankan oleh toolpath. Secara default, nilai ini adalah 40% dari
diameter tool yang digunakan.
B. Stepover
Stepover yaitu menentukan jarak pemakanan antar lintasan toolpath.
Secara default, nilai ini adalah 95% dari diameter tool dikurangi radius
sudut pahat.
DTECH TRAINING CENTER 26
C. Direction/sideways Compensation
Direction/sideways compensation digunakan untuk menentukan arah
pergerakan toolpath.
a. Climb/lift : proses pemakanan dengan posisi tool makanan besar
diawal. Maka penghantaran suhu panas lebih besar diawal. Posisi
chip terbuang dibelakang dan tidak ada kemungkinan chip kesayat
kembali.
b. Comventional/right : proses pemakanan dengan posisi tool makanan
besar diakhir. Maka penghantaran suhu panas lebih besar diakhir.
Posisi chip terbuang didepan, dan ada kemungkinan chip kesayat
kembali.
c. Both ways :proses pemakanan dengan toolpath secara climb atau
lift dan comventional/right.
D. Multiple Depth
Multiple depth yaitu proses depth cut beberapa kali (bertahap) sesuai
dengan nilai yang dimasukan.
E. Stock to Leave
Stock to leave digunakan untuk melebihkan atau menyisakan
pemakanan pada body.
a. Radial stock : permukaan samping (x, y).
b. Axial stock : permukaan bawah (z).
F. Smooting
Smooting digunakan untuk memperhalus disaat membuat arc supaya
hasil dari arc tidak kasar.
G. Repeat Finishing Pass
Repeat finishing pass untuk melakukan penyelesaian akhir dua kali
untuk menghilangkan sisa stock karena defleksi pahat.
H. Preserve Order
Preserve order yaitu menentukan bahwa urutan pemakanan sesuai
dengan geometry yang di select terlebih dahulu.
DTECH TRAINING CENTER 27
I. Pas Direction (face)
Pas direction yaitu menentukan arah pemakanan dengan acuan derajat.
Contoh: misal 0 derajat arah pemakanan lurus, maka apabila 45 derajat
arah pemakanan menjadi miring.
J. Pas Direction Reference (face)
Pas direction reference yaitu menentukan arah pemakanan dengan
acuan garis, dengan pergerakan menyesuaikan garis yang di select.
K. Pas Extension (face)
Pas extension yaitu jarak untuk memperpanjang lintasan diluar batas
stock.
L. Stock Offset (face)
Stock offset yaitu suatu proses yang digunakan untuk memperluas
bagian yang akan di machining.
M. Use Ramp Angel (Bore)
Use ramp angel yaitu untuk mengontrol kedalaman pemakanan ramp
yang ditentukan oleh Angel atau Pitch.
• Angle
Menentukan sudut kemiringan maksimum ramp selama pemakanan
lubang.
• Pitch
Menentukan jarak Z menurun setiap rotasi 360°.
N. Chamfer (contour, trace, chamfer)
a. Chamfer width
Perintah untuk menentukan atau memperbesar ukuran chamfer.
b. Chamfer tip offset
Perintah untuk memperpanjang ujung tool saat melewati tepi
chamfer.
O. Threading Hand (thread)
Threading hand yaitu perintah untuk menentukan jenis ulir (ulir kanan-
ulir kiri)
DTECH TRAINING CENTER 28
P. Thread Pitch (thread)
Thread pitch yaitu jarak satu ujung ulir dari satu ulir ke-ulir yang lainnya.
Q. Pitch Diameter Offset (thread)
Pitch diameter offset yaitu perbedaan antara diameter ulir Major "D" dan
Minor "D". Ini adalah kedalaman utas dan nilainya selalu positif.
R. Multiple Passes (contour, thread dan bore)
Multiple passes yaitu perintah untuk proses side cut beberapa kali
(bertahap) sesuai dengan nilai yang dimasukan.
S. Cycle (Drill)
Cycle type : Chip breaking
a. Pecking Depth
Pecking depth perintah untuk mengatur kedalaman gerakan peck
pertama yang masuk dan keluar dari material untuk membersihkan
dan memecahkan chip.
b. Pecking Depth Reduction
Pecking depth reduction yaitu jumlah kedalaman pecking yang
dikurangi per-peck.
c. Minimum Pecking Depth
Minimum pecking depth yaitu menentukan kedalaman pecking
minimum.
d. Accumulated Pecking Depth
Accumulated pecking depth perintah untuk menentukan kedalaman
pemakanan yang memaksa untuk penarikan penuh. Untuk
mengeluarkan chip dan memungkinkan cairan pendingin (coolant)
masuk kedalam lubang.
DTECH TRAINING CENTER 29
2.3.5. Linking
A. Linking (default saja sudah aman)
B. Leads & Transitions
Lead & transition yaitu perintah yang digunakan untuk menentukan jarak
tool dengan side suface material saat masuk dan keluarnya toolpath.
C. Ramp
Ramp yaitu pemakanan kebawah dengan laju bersudut.
a. Ramp Type
Ramp type yaitu jenis pemakanan ramp yang diinginkan.
b. Ramping Angel
Ramping angel yaitu turunnya axis Z setiap 1 putaran dalam
satuan derajat.
c. Ramp Taper Angel
Ramp taper angel yaitu posisi toolpath dari puncak sampai dasar
ramp akan mengecil atau taper (default 1 derajat).
d. Ramp Clearance Height
Ramp clearance height yaitu jarak putaran awal pemakanan
sebelum tool menyentuh material/benda kerja.
e. Helical Ramp Diameter
Helical ramp diameter yaitu proses yang menentukan besaran
putaran yang dibuat tool saat pemakanan.
f. Minimum Ramp Diameter
Minimum ramp diameter yaitu proses yang menentukan besaran
putaran terkecil yang dibuat tool saat pemakanan.
DTECH TRAINING CENTER 30
2.4. MENU ACTIONS
2.4.1. Generate
Generate yaitu perintah untuk memuat ulang operasi, apabila terdapat
perubahan yang membuat operasi tidak valid dan membuatnya valid
kembali.
2.4.2. Simulate
Simulate yaitu untuk mensimulasikan toolpath saat pemakanan stock
sebelum disimulasikan pada mesin. Pada simulasi dapat melihat posisi tool
saat pemakanan apakah masih ada benturan antara tool dengan stock.
Adanya benturan antara tool dengan stock disimulasikan dengan pahat
yang berwarna merah pada saat simulasi.
2.4.3. Simulate With Machine
Simulate with machine sebenarnya sama dengan simulate, tetapi untuk
simulate with machine dapat mensimulasikan visual didalam mesin. Saat
simulate with machine pada proses CAM harus ada mesin yang dipilih, jika
tidak ada mesin yang dipilih simulasi akan berlanjut tanpa mesin.
DTECH TRAINING CENTER 31
2.4.4. Post Process
Post process yaitu perintah yang digunakan untuk memproses hasil CAM
yang sudah siap untuk dibuat kode NC (Gcode). Langkah-langkah yang
harus diperhatikan pada post process :
A. Buka post process
a. Setting
a) Post :Grbl/grbl (yang suport pada mesin
SUPERMILL).
b) Name/Number :Diisi nama file atau nama proses.
c) Output Folder :Pilih atau buat folder untuk penyimpanan
hasil Gcode.
b. Operations
Untuk pemilihan operasional bisa menyesuaikan dengan parameter
pada mesin. Pada mesin CNC Milling SUPERMILL terdapat dua
parameter yaitu, parameter workoffset dan parameter tool (tool offset).
Apabila hanya mengunakan parameter woorkoffset dan tidak
menggunakan parameter tool (tool offset) untuk operational bisa
select per- tool. Dan apabila menggunakan parameter tool (tool offset)
untuk operational bisa select per- setup.
DTECH TRAINING CENTER 32
2.4.5. Machining Time
Machining time memuat informasi tentang waktu yang dihasilkan pada
proses machining.
a. Feed scale :menentukan skala pemakanan (%).
b. Rapid feed :menentukan kecepatan saat pergantian toolpath
atau G0 (12000 mm/min).
c. Tool change time :menentukan waktu pergantian tool (s).
DTECH TRAINING CENTER 33
BAB 3 PENGOPERASIAN CNC
3.1. CARA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN CNC SUPERMIL
3.1.1. Cara Menghidupkan SUPERMILL
A. Pastikan tekanan pada air filter pneumatic drawbar 0,6 dan tekanan
pada regulator oli 0,3 MPa.
B. Periksa dan pastikan tidak ada yang menghalangi pergerakan axis X,Y
dan Z dibagian atas atau bawah mesin.
C. Pastikan tombol emergency dalam posisi terbebas.
D. Hidupkan saklar utama SUPERMILL.
E. Tekan tombol power pada panel depan SUPERMILL.
F. Tunggu proses booting control selesai, tekan tombol HOMING pada
layar.
3.1.2. Cara Mematikan SUPERMILL
A. Bersihkan bagian dalam mesin dengan kompresor, aplikasikan oli pada
bed, spindle, dan arbore agar tidak terjadi korosi/karat.
B. Tutup pintu lalu tekan tombol shut down pada layar kontrol.
C. Matikan saklar utama SUPERMILL
DTECH TRAINING CENTER 34
3.2. KONTROLER SUPERMILL
3.2.1. Layar Utama
Tampilan layar utama kontroler SUPERMILL
Keterangan:
1. Area display aktivasi awal
Menampilkan informasi mesin :
a. Posisi Mesin dan Posisi kerja
b. Feedrate, RPM Spindle, Rapid speed, Tool Selection
c. Waktu total siklus machining, mesin dan spindle dinyalakan.
2. Manual Data Input & Info Mesin
a. Manual Data Input
Mengirim data G-Code secara manual. Data G-Code dimasukkan
melalui deret keyboard alfanumerik seperti yang ditampilkan pada
gambar di atas.
b. Info Mesin
Menampilkan kondisi mesin secara real time (Idle/Run/Hold/Alarm).
3. Deret Menu Bawah
Deret tombol untuk menampilkan menu utama atau sub menu.
DTECH TRAINING CENTER 35
4. Deret Keyboard
Deret yang terdiri dari tombol-tombol huruf dan angka dan fungsi
pengaturan mesin.
5. Menu Master
a. Huruf M
Menampilkan Menu Utama
b. Huruf J
Menampilkan menu Jog untuk mengubah display menjadi mode jog.
6. Deret Menu Kanan
Deret tombol untuk menampilkan menu-menu tambahan.
3.2.2. Menu M
Tampilan menu M pada kontroller SUPERMILL
Keterangan:
1. Deret Menu Bawah
Deret tombol untuk menampilkan menu utama atau sub menu.
a. Main
Menampilkan menu utama pada layar.
b. Parameter
Menampilkan sub menu Parameter Work offset dan Parameter
Tools.
c. Program Manager
Menampilkan file atau folder G-Code lokal dan eksternal (flash disk
drive).
d. Tentang
Menampilkan informasi mengenai versi software nomor mesin dan
lainnya.
DTECH TRAINING CENTER 36
3.2.3. Menu J
Tampilan Menu J kontroller SUPERMILL
Keterangan:
1. Area Jog Setting
a. Feedrate
Menu untuk mengubah feedrate mesin saat menggerakkan Jog tiap
axis. Mengirim feedrate sesuai keinginan, dapat dilakukan dengan
memasukan deret keyboard alfanumerik pada kolom sub menu
feedrate paling kiri, seperti yang ditampikan pada gambar diatas.
b. Resolusi
Menu untuk mengubah jarak pergerakkan tiap axis sesuai feedrate.
Mengirim Resolusi sesuai keinginan, dapat dilakukan dengan
memasukan deret keyboard alfanumerik pada kolom sub menu
Resolusi paling kiri, seperti yang ditampikan pada gambar diatas.
c. Handwheel
Menu untuk mengatur kecepatan handwheel/MPG (Manual Pulse
Generator terdiri dari tabel (x1 - x100)
3.2.4. Tampilan lanjutan
Merupakan tampilan yang akan ditampilkan saat aplikasi berjalan. Bisa juga
diakses melalui tombol M pada menu master dilanjutkan dengan memilih
menu Main pada menu yang tampil di deret menu bawah
DTECH TRAINING CENTER 37
Keterangan:
1. Area Display Siklus Operasi
Menampilkan informasi mesin :
a. Posisi Mesin
b. Posisi kerja
c. Tampilan G-Code saat operasi
d. Feedrate, RPM Spindle, Rapid speed, Tool Selection
e. Waktu total siklus machining, mesin dan spindle dinyalakan
2. Deret Menu Siklus Operasi
a. Pause
Pada saat kondisi idle, tombol yang tampil adalah Mulai
Pada saat kondisi run, tombol yang tampil adalah Pause
Pada saat kondisi hold (Pause), tombol yang tampil adalah Lanjut
b. Berhenti
Sub menu Stop aktif saat mesin beroperasi, fungsinya untuk
menghentikan proses operasi. Apabila sub menu Stop ditekan maka
proses operasi akan berhenti dan dimulai dari awal.
3. Deret Menu Editor
a. Hapus
Sub Menu Hapus aktif saat mesin berhenti beroperasi, fungsinya
untuk menghapus karakter pada kolom Manual Data Input (MDI).
b. Enter
Sub Menu Enter aktif saat mesin berhenti beroperasi, fungsinya
untuk berpindah ke baris selanjutnya pada kolom Input Data Manual.
Maksimal baris yang tampil pada kolom Input Data Manual adalah 2
baris.
4. Deret Menu Bawah
a. Ubah Feedrate
Menu untuk mengubah feedrate mesin (max cutting speed 8m/min
Rapid on X,Y and Z axis 12m/min).
DTECH TRAINING CENTER 38
b. Ubah Spindle
Menu ini berfungsi untuk merubah kecepatan putaran/RPM Spindle.
Range RPM spindle SUPERMILL adalah 0 - 6.000 RPM.
c. Ubah Rapid
Menu ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan kecepatan
gerak linier axis mesin (pergerakan tanpa pemakanan.
d. Hidupkan atau Matikan Coolant
Menu ini berfungsi untuk menyalakan dan mematikan pompa
Coolant
3.2.5. Tampilan Parameter Work Offset
Tampilan Parameter Work Offset dapat diakses dengan memencet tombol
M pada master menu dan memilih menu Parameter pada deret tombol
menu bawah.
Keterangan:
1. Pengaturan Axis
Terdapat tombol Set Zero untuk tiap-tiap axis.
2. Tabel Work Offset
Terdiri dari tombol profile (G54-G59) dan tabel berisi inputan posisi axis
(harus negatif nilainya). Untuk mengkonfirmasi perubahan data pada
tabel inputan, tekan tombol Enter.
3. Tombol Simpan Offset
Untuk menyimpan parameter yang sudah kita masukan.
4. Tombol muat ulang tabel work offset
Untuk memuat ulang tabel work offset.
DTECH TRAINING CENTER 39
3.2.6. Tampilan Parameter Tools
Tampilan parameter tools dapat diakses dengan memencet tombol M pada
menu master dilanjutkan dengan memencet tombol Parameter pada menu
utama di deret menu bawah lalu memilih Parameter Tools pada sub menu
yang muncul di deret menu bawah.
Keterangan:
1. Tambah Tool
Tambah Tool untuk melakukan penyimpanan data.
2. Simpan Tool
Menyimpan data tool baru.
3. Muat ulang tabel tool.
4. Tabel Tool
Data nama, tipe, Panjang, dan diameter dapat diubah. Tekan tombol
Enter untuk menyimpan perubahan data.
5. Memasukan data nama, tipe, panjang, diameter yang akan
ditambahkan.
3.2.7. Tampilan G-Code Editor
Tampilan visualisasi G-Code bisa diakses dengan memencet tombol M
pada menu master dilanjutkan dengan memencet tombol Program
Manager pada menu utama di deret menu bawah lalu memilih Editor pada
sub menu yang muncul di deret menu bawah.
DTECH TRAINING CENTER 40
Keterangan:
1. G-Code editor
2. Menu Buka adalah fungsi jelajah untuk memilih file G-Code.
3. Menyimpan file G-Code yang telah diedit.
4. Mempersiapkan G-Code untuk siklus pekerjaan.
5. Membersihkan tampilan G-Code editor.
3.3. SETING TITIK NOL
a. Tempatkan bahan [1] pada ragum dan kencangkan.
b. Posisikan tool pada posisi [2] seperti pada gambar.
DTECH TRAINING CENTER 41
c. Naikkan Z axis hingga benda bisa bebas bergerak pada X axis maupun Y
axis.
d. Geser setengah diameter tool ke kanan agar titik nol berada di tengah tool.
e. Tentukan kode titik nol yang akan digunakan pada tool tersebut (G54-G59).
f. Masukkan nilai posisi absolute mesin yang tengah berada di sumbu X pada
kolom pilihan titik nol (G54-G59).
DTECH TRAINING CENTER 42
g. Lakukan hal yang sama untuk mencari titik nol sumbu Y, dengan memposisikan
tool pada posisi B
.
h. Untuk Sumbu Z, gerakkan tool sampai hampir menyentuh benda kerja. Taruh
kertas di antara tool dan benda kerja, gerakkan tool mendekati benda sambil
menggeser kertas, jika kertas tertahan maka hentikan gerakan. Masukkan nilai
posisi absolute mesin yang tengah berada di sumbu Z
3.4. Fitur Tool Offset
Tool offset adalah data pemindahan titik nol dari reference spindle ujung tool yang
aktif atau digunakan. langkah-langkah yang harus diikuti oleh operator mesin
dalam mengidentifikasi tool offset, sebagai berikut:
1. Siapkan tool yang akan anda gunakan pada mesin.
2. Posisikan arbore pada spindle.
3. Siapkan Z setter dan posisikan pada ragum atau table.
DTECH TRAINING CENTER 43
4. Gerakkan semua axis sampai tool menyentuh Z setter, dan pastikan jarum
pada Z setter pada posisi 0.
5. Lakukan pengisian parameter tool pada kolom menu tool offset.
DTECH TRAINING CENTER 44
Keterangan :
a. Kolom Nama bisa diisi dengan nama tool (Contoh : Flat Endmill)
b. Kolom Tipe bisa diisi dengan angka atau huruf atau bisa juga dikosongi.
c. Kolom Panjang diisi dengan posisi absolute axis Z saat menyentuh Z Setter
posisi jarum menunjukkan angka 0 ( nol ).
d. Kolom Diameter bisa diisi sesuai diameter tool yang akan digunakan.
6. Lakukan hal yang sama pada tool lainnya, dengan memposisikan tool baru
pada kolom tool offset berikutnya.
7. Setelah data tool yang akan digunakan diinput kedalam parameter tool, lakukan
input work offset dengan cara zeroing sumbu Z pada salah satu tool yang
datanya sudah anda masukan pada kolom parameter tool tadi.
8. Nilai absolute dari sumbu Z dikurangi dengan Panjang Tool pada parameter
tool dan hasilnya dimasukkan pada kolom work offset Z pilihan (G54-G59)
DTECH TRAINING CENTER 45
Keterangan :
a. Menampilkan posisi absolute sumbu Z.
b. Kolom parameter work offset pilihan (G54 –G59).
9. Untuk menentukan tool offset maka dilakukan dengan cara, nilai posisi absolute
zeroing sumbu Z dikurangi (-) dengan Panjang Tool yang sudah diinput pada
paramter tool offset.
Contoh :
Nilai absolute : -107.380
Panjang Tool : -99.750
(-107.380) – (-99.750) = -7.630
Hasil dari pengurangan tadi di input pada kolom work offset sumbu Z pilihan
(G54-G59)
DTECH TRAINING CENTER 46
3.5. KODE G
KODE DESKRIPSI
G0 Gerakan Bebas Tanpa Pemakanan
G1 Gerakan Linear Sesuai Feedrate
G2 Gerak Interpolasi melingkar searah Jarum Jam
G3 Gerakan Interpolasi melingkar Berlawanan Arah Jarum Jam (axis)
G4 Program Berhenti Pada Waktu Tertentu, satuan second. Misal G4P1
G17 Pemilihan Bidang X , Y
G18 Pemilihan Bidang X , Z
G19 Pemilihan Bidang Y , Z
G20 Input satuan Inch
G21 Input satuan metric
G28 Kembali Ke Titik Nol Mesin
G54 Sistem Koordinat Benda Kerja
G55 Sistem Koordinat Benda Kerja
G56 Sistem Koordinat Benda Kerja
G57 Sistem Koordinat Benda Kerja
G58 Sistem Koordinat Benda Kerja
G59 Sistem Koordinat Benda Kerja
G90 Perintah Sistem Koordinat Absolute
G91 Perintah Sistem Koordinat Incremental
G94 Kecepatan Potong Per Menit (mm/menit)
3.6. KODE M
KODE DESKRIPSI
M3 Perintah Spindle berputar searah jarum jam
M5 Perintah Spindle Mati
M8 Coolant Aktif
M9 Coolant Mati
M30 Akhir dan Reset Program
DTECH TRAINING CENTER 47
3.7. MAINTENANCE MINOR
3.7.1. Harian
1. Periksa tekanan pada air filter minimal 6 bar atau 0,6 MPa.
2. Pastikan kapasitas oli pada tabung cukup.
3. Cek pompa oli axis X, axis Y dan axis Z. pastikan oli mengalir lancar
pada setiap axis.
4. Pastikan kapasitas coolant pada bak tampungan cukup atau sekitar 40
liter, hindari penggunaan coolant hingga habis agar penyemprotan tidak
lemah.
5. Lakukan pembersihan rutin chips sisa proses machining setiap
pergantian shift atau setelah pemakaian (bisa disemprot menggunakan
coolant atau kompresor).
6. Bersihkan gram atau chips pada bagian servo Y. Pastikan bagian servo
Y (bawah panel belakang mesin) bersih dari gram atau chip.
DTECH TRAINING CENTER 48
.
7. Bersihkan enclosure mesin menggunakan kain lap setiap pergantian
shift atau setelah pemakaian.
8. Pelumasan oli pada bed, spindle, dan arbore agar tidak terjadi korosi
(jika mesin sudah selesai beroprasi).
9. Kuras air yang ada pada tabung air filter.
10. Cek wiper axis X dan Y. pastikan semua wiper tidak sobek dan lenkap.
3.7.2. Bulanan
1. Ganti dan kuras coolant apabila sudah berubah warna atau berubah bau
atau minimal 1 kali dalam sebulan.
DTECH TRAINING CENTER 49
2. Lakukan pengecekan pada grounding. Pastikan kabel ground dan
sambungan ground rod tidak mengelupas dan aman.
3.8. LAMPIRAN
Video Tutorial CAD, CAM dan Pengoperasian Mesin :
DTECH TRAINING CENTER 50