0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Modul Bimbingan Emosi Kelas VII

Modul ajar ini disusun untuk bimbingan dan konseling kelas VII di SMP Negeri 2 Sungailiat dengan tema 'Menangkal emosi dengan kreasi'. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman emosi, cara mengendalikan emosi, dan praktik pengendalian emosi melalui kegiatan kreatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning, dengan fokus pada pengembangan kecerdasan emosional dan pengendalian emosi siswa.

Diunggah oleh

herbona72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan22 halaman

Modul Bimbingan Emosi Kelas VII

Modul ajar ini disusun untuk bimbingan dan konseling kelas VII di SMP Negeri 2 Sungailiat dengan tema 'Menangkal emosi dengan kreasi'. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman emosi, cara mengendalikan emosi, dan praktik pengendalian emosi melalui kegiatan kreatif. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning, dengan fokus pada pengembangan kecerdasan emosional dan pengendalian emosi siswa.

Diunggah oleh

herbona72
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

BIMBINGAN DAN KONSELING

Disusun Oleh :
Nama : Renny Setiawati, [Link]
Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 2 Sungailiat
Tahun Pelajaran : 2023/2024
Kelas : VII (Tujuh)
Semester : II (Dua)
Alokasi Waktu : 2 Jam Pertemuan (2 JP)
Tema Layanan : Menangkal emosi dengan kreasi
MODUL AJAR
BIMBINGAN DAN KONSELING

Disusun Oleh :
Nama : Renny Setiawati, [Link]
Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 2 Sungailiat
Tahun Pelajaran : 2023/2024
Kelas : VII (Tujuh)
Semester : II (Dua)
Alokasi Waktu : 2 Jam Pertemuan (2JP)
Tema Layanan : Menangkal emosi dengan kreasi

SMP NEGERI 1 SECANG


JL. RAYA SECANG – SEMARANG
KABUPATEN MAGELANG
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
UPTD SMP NEGERI 2 Sungailiat
TAHUN PELAJARAN 2023/2024

1. BAGIAN UMUM

A. Identitas
Nama Guru Pembimbing : Renny Setiawati, [Link]
Nama SatuanPendidikan : UPTD SMP Negeri 2 Sungailiat
Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling
Kelas / semester : 7 / 1I
Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
Materi Pokok : Menangkal emosi dengan kreasi
Bidang bimbingan : Pribadi
Alokasi Waktu : 2 X 40 menit (2 pertemuan)

B. Kompetensi Awal
1. Peserta didik dapat menjelaskan(C2) pengertian emosi
2. Peserta didik dapat menyatakan pendapat(A4) cara mengendalikan emosi dan manfaat
pengendalian emosi
3. Peserta didik dapat mengatasi(P5) emosi yang berlebihan dengan mempraktikkan cara
mengendalikan emosi

C. Profil Pelajar Pancasila


1. Beriman , bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
 Terbentuk Ketika peserta didik menefrima segala sesuatu dengan iklas
2. Berkebinekaan global :
 Menerima keberagaman karakter sesorang beda dengan dirinya
3. Bergotong royong :
 Terbentuk Ketika peserta didik salaing memberikan solusi dalam konseling
4. Mandiri
 Terbentuk Ketika peserta didik berani mengambil sikap dalam menegdalikan emosi
5. Bernalar Kritis
 Terbentuk Ketika peserta didik berani berargumentasi
6. Kreatif

 Terbentuk Ketika peserta didik mampu mempengaruhi temannya dengan berkreasi di


media sosial
D. SARANA PRASARA
 Bahan / Materi layanan
 Alat tulis

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik yang menjadi target yaitu;
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu
gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan Bahasa dan pemahaman materi
ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin

F. MODEL PEMBELAJARAN/PELAYANAN
Project based learrning
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metode
pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik
melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan
berbagai bentuk hasil belajar. Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek
merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu
investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan
pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan
pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

2. KOMPONEN INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN/PELAYANAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian emosi
2. Peserta didik dapat menyatakan pendapatcara mengendalikan emosi dan manfaat
pengendalian emosi
3. Peserta didik dapat mengatasi emosi yang berlebihan dengan mempraktikkan cara
mengendalikan emosi

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
1. Manusia dengan nelarnya mampu mengendalikan emosi
2. Pengendalian emosi memerlukan penyaluran
3. Kegiatan atau kreasi merupakan sarana pengendalian emosi .

C. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Apa yang kamu ketahui tentang emosi?
2. Bagaimana mengendalikan emosi
3. Jika kamu tidak mengedalikan emosi apa yang akan terjadi?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN/PELAYANAN
a. KegiatanPendahuluan
1. Guru membuka kelas dengan salam dan mempersilahkan salah satu peserta didik
untuk memimpin do’a
2. Menanyakan kesiapan belajar peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi layanan
b. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mempelajari materi layanan
2. Peserta didik menemukan cara pengendalian diri
3. Peserta didik berkreasi dengan alat peraga
c. Kegiatan Penutup
1. Peserta didik menyimpulkan materi layanan melalui lembar kerja
2. Guru BK merefleksi materi layanan dengan menanyakan kemanfaatan dan
kebermaknaan materi layanan
3. Peserta didik mengumpulkan tugas

E. ASSESMEN

F. PENGAYAAN DAN REMIDIAL/TINDAK LANJUT LAYANAN


1. Melaksanakan Konseling Individu jika peserta didik mengalami kesulitan dalam
pengendalian emosi
2. Melaksanakan Konseling Kelompok kepada peserta didik yang mempunyai kesamaan
dalam masalah pengendalian emosi
3. LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Nama : …………………………..
Kelas : …………………………..
Gambarkanlah dengan imajinasi kemauanmu Ketika aku menerima tekanan pada lembar
kertas ini!

B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK


Materi Layanan:
CARA MENGENDALIKAN EMOSI

A. PENGERTIAN
Kata emosi berasal dari bahasa Prancis, emotion yang berasal dari
kata emouvoiryang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa
Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti
“bergerak”. Dengan kata lain, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam
menghadapi situasi tertentu.
Pada dasarnya emosi adalah dorongan untuk bertindak, reaksi terhadap rangsangan
dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong
perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi
sedih mendorong seseorang berperilaku menangis
Orang-orang sering menganggap bahwa emosi hanya berkaitan dengan perasaan
marah saja. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sekali lagi, emosi
adalah reaksi tubuh untuk menghadapi situasi tertentu. Situasi yang dihadapi disini
mencakup emosi marah, malu, bahagia, takut, dan sedih.

B. JENIS- JENIS EMOSI


Berasarkan sebab dan reaksi yang ditimbulkan, emosi dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu :
1. Emosi yang berkaitan dengan perasaan (syaraf-syaraf jasmaniah), misalnya
perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan sebagainya. Munculnya emosi seperti
ini lebih banyak dirasakan karena faktor fisik diluar individu, misalnya cuaca,
kondisi ruangan dan tempat dimana individu itu berada.
2. Emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang dan sebagainya.
Munculnya emosi sepertinini lebih banyak dirasakan karena faktor kesehatan.

3. Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan
sejenisnya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor hubungan
dengan orang lain.

C. MACAM-MACAM EMOSI
Setiap orang tentunya pernah emosi. Akan tetapi, banyak orang mengidentifikasi
emosi sebagai suatu hal yang negatif, seperti memukul, melempar barang,
menghancurkan barang yang biasa kita sebut "marah". Marah memang merupakan
bagian dari dasar emosi, tapi bukan hanya itu jenis dari emosi. Emosi itu sendiri ada
yang negatif dan ada yang positif

Perbedaan rangsang yang diterima oleh indra memberikan pengaruh terhadap


perasaan seseorang. Adanya perbedaan pengaruh tersebut, menimbilkan emosi yang
berbeda pula.
Berikut adalah macam-macam emosi :
1. Emosi marah
Seseorang yang marah terhadap orang lain disebabkan ia menganggap bahwa
orang itu bersalah terhadap dirinya. orang yang marah bisa menunjukkan tingkah
laku agresif, menganggu orang yang dikenai marah, membanting barang,
memukul, bahkan membunuh
2. Emosi sedih, duka, susah dan pilu
semua orang yang mengalami musibah pasti merasa sedih. karena sedih,
seseorang bisa menangis, bisa mengurung diri di kamar dan tidak mau bergaul
dengan orang lain.
3. Emosi Iri
Orang sering membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. jika dirinya
lebih rendah atau kurang dari orang yang dibandingkan maka timbul rasa iri.
emosi iri harus dapat di kendalikan dan di ekspresikan secara positif. ekspresi iri
yang positif akan menimbulkan gairah usaha dan meningkatkan kerja secara
positif untuk menyamai orang yang dibandingkan itu.
4. Emosi Takut
ekspresi dari rasa takut dapat berupa lari menjauh dari obyek penyebab takut.
rasa takut menyebabkan seseorang menghindari objek penyebab takut
5. Emosi Cinta
contoh dari ekspresi cinta adalah kisah remaja yang menjalin asmara.
Semua orang harus dapat mengendalikan emosi. emosi yang tidak dapat di
kendalikan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain

D. Pentingnya Pengendalian Emosi


Memiliki temperamental tinggi bisa menimbulkan masalah pada kejiwaan dan respon orang di
sekitar Anda. Emosi yang tidak bisa di kontrol dapat menyebabkan berbagai reaksi psikis dan
fisik yang berdampak kepada penyakit. Contoh riwayat darah tinggi, dengan emosi yang naik
justru akan membuat kondisi darah tinggi semakin meningkat dan akhirnya timbullah stres.
Karena itu sangat penting untuk mengatasi emosi di saat kondisi memuncak, hal ini untuk
mencegah terjadinya situasi yang tidak baik bagi diri Anda. Berikut ini ketahuilah alasan
mengapa emosi perlu dikendalikan seperti contoh di bawah ini:

1. Menghindari Berbagai Penyakit


Salah satu dampak emosi yang tidak terkendali adalah dapat menyebabkan penyakit datang
kepada diri Anda. Seperti darah tinggi, sesak nafas, jantung berdebar, keringat dingin dan
asam lambung meningkat. Apabila kondisi emosi Anda tidak bisa dikontrol maka bisa jadi
penyakit yang ada dalam diri Anda semakin serius dan berdampak pada kondisi lainnya.

2. Meningkatkan Kecerdasan Emosional


Selanjutnya yang menjadi alasan mengapa emosi perlu dikendalikan adalah dimana
pengendalian emosi mampu meningkatkan kecerdasan emosi diri. Dengan membiasakan diri
dalam mengontrol emosi dan juga dalam mengendalikan emosi, maka kecerdasan seseorang
bisa mengingkat. Dimana kecerdasan emosional sendiri merupakan kemampuan seseorang
dalam mengenali, mengelola dan mengendalikan emosi yang ia miliki.

3. Menjauhkan dari Hal Buruk


Banyak orang telah mengetahui berbagai hal buruk atau kemungkinan buruk yang akan
terjadi akibat dari ketidakmampuan untuk mengontrol emosi dalam diri. Karena bisa jadi
seringnya melakukan tindakan yang membuatnya emosi akibat dari lingkungan sekitar juga
yang mempengaruhinya atau faktor lain. Karena dari itu jangan biarkan berbagai hal atau
kemungkinan buruk terjadi pada diri Anda karena kurangnya mengontrol emosi.

4. Pikiran dan Hati Lebih Tenang


Alasan mengapa emosi perlu dikendalikan lainnya adalah membuat pikiran dan jiwa Anda
jauh lebih tenang. Emosi yang meningkat tentu saja dapat membuat perasaan Anda menjadi
kalut, cemas, panik dan tidak bahagia. Karena itu hindari dan cegah emosi Anda dengan
melakukan kegiatan yang Anda sukai, atau pada saat emosi segeralah mencuci muka agar
emosi bisa dikendalikan.

5. Menghindari Pertikaian
Pentingnya mengontrol emosi juga menghindari diri dari pertikaian, pertengkaran, cek cok
dan sebagainya. Karena umumnya orang yang sudah emosi pasti akan gelap mata dalam
artian lupa segalanya. Saat emosi juga orang akan sulit mengontrol sehingga ia tidak tahu apa
yang sudah ia lakukan. Mereka akan sadar setelah kejadian emosi mereda, tentu saja apabila
sampai membahayakan orang lain hal tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja.

6. Mencegah Menyakiti Perasaan Orang Lain


Penting juga dalam mengendalikan emosi adalah menghindari dari menyakiti perasaan orang
lain. Emosi bisa ditunjukkan dari lisan dan tindakan, apabila emosi dari lisan tentu saja bisa
menyebabkan orang lain menjadi marah dan juga kecewa. Karena itu timbul adanya
pertikaian atau cek cok mulut. Sebaiknya lampiaskan kemarahan Anda dengan tindakan lain
yang tidak melibatkan orang lain.
Demikianlah beberapa contoh dan penjelasan alasan mengapa emosi perlu dikendalikan.
Semoga bisa dijadikan sebagai manfaat juga ilmu dalam mengendalikan emosi yang bisa
berdampak buruk.
E. Manfaat dapat Mengendalikan Emosi
Memahami Soal Pengendalian Emosi Bikin Kita Rasakan 5 Manfaat Ini
Terdengar sangat manusiawi ya kalau kita mencari sesuatu di luar diri kita untuk
kemudian kita hubungkan dengan emosi yang ada dalam diri kita. Banyak orang
menyalahkan orang lain atas harinya yang buruk, atau moodnya yang tidak
[Link] yang lain, gampang bermuram durja ketika terjadi hal-hal buruk di luar
prediksinya. Serta masih banyak kejadian lainnya.
Padahal, fakta sebenarnya adalah, semua emosi yang ada dalam diri kita, solusinya gak
perlu kita cari dari luar. Tapi justru kita sendirilah yang bisa menyembuhkannya. Ketika
kita mampu mengendalikan emosi yang ada dalam diri, maka kehidupan kita akan
berubah dan menjadi lebih baik. Gak percaya? Begini penjelasannya.
1. Mampu memutuskan bagaimana reaksi terhadap suatu keadaan
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, emosi datang dari dalam diri kita.
Mengendalikannya memang gak semudah itu. Tapi, yang terpenting untuk dipahami
adalah bahwa kita adalah pemilik dari diri kita sendiri.
Sehingga kapanpun emosi negatif memenuhi pikiran dan diri kita, maka kita bisa
memutuskan untuk mengekspresikannya atau tidak.

2. Gak lagi menyalahkan orang lain atas hari yang buruk atau mood yang tidak stabil
Orang lain sama sekali tidak bisa mempengaruhi harimu. Kamu sendirilah yang sebenarnya
membiarkan mereka merusak harimu. Kesedihan, kekecewaan, atau kemarahan sekalipun,
tidak bisa ditransfer oleh orang lain kan?
Kamu bisa tetap ceria dan menjalani hari dengan bahagia meskipun orang-orang bersikap
tidak menyenangkan padamu. Ingat, kamulah yang punya kendali atas emosimu sendiri.

3. Emosi negatif yang kita rasakan mampu kita kendalikan dan buang jauh-jauh
Ketika dipenuhi dengan berbagai emosi negatif, kita cenderung untuk menyalurkan
emosi tersebut. Alhasil, cap buruk akan menempel pada kita. Bayangkan jika kita
berhasil mengendalikan semua emosi tersebut dan membuangnya jauh-jauh. Akan ada
banyak keuntungan yang kita dapatkan.

4. Dengan menyadari betul bahwa kendali emosi ada di tangan kita, semua akan berjalan
dengan lancar
Misal, ketika kamu berada pada situasi yang genting, otomatis emosi pertama yang akan
kamu rasakan adalah panik. Ya kan? Namun, kalau kamu bisa mendeteksi hal itu sebagai
emosi negatif yang hanya akan memperburuk situasi, kamu akan mengambil emosi panik itu
dan membuangnya jauh-jauh.
Kemudian, ketika kepanikan sudah bisa kamu atasi, maka kamu akan berpikir lebih jernih dan
bisa mencari solusi dengan lebih mudah.

5. Bahkan di saat terburuk pun, kita tetap bisa melangkah menuju kesuksesan
Kemampuan mengendalikan diri dan emosi dengan baik ini akan membuat kita mampu
menyelesaikan segala hal yang kita kerjakan dengan hasil yang luar biasa. Kita gak mudah
terpengaruh dengan apapun hal-hal eksternal di sekitar kita. Sehingga pekerjaan lebih fokus,
gak gampang mengeluh, dan kita juga masih bisa mengerjakan hal lainnya tanpa merasa
terbebani.

Mengendalikan emosi memang gak segampang kedengarannya. Kamu perlu memberikan


waktu beberapa detik untuk menenangkan diri terutama di situasi yang genting atau saat
amarah sedang meluap. Yang pasti, kamu harus menguasai dirimu sendiri dengan baik.
Berlatih mengendalikan diri juga cukup disarankan lho. Siap mencoba?

F. Cara Mengendaklikan Emosi


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mengarahkan emosi
secara positif yaitu :
1. Setiap tindakan harus didasarkan pada akal sehat
2. Berfikir tenang akibat negative yang mungkin terjadi
3. Berusahalah untuk memaafkan kesalahan orang lain

G. Cara Mengendalikan Emosi agar Tidak Merugikan Diri Sendiri


Merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang normal. Namun, jika Anda tidak tahu
bagaimana cara mengendalikan emosi Anda, hal tersebut dapat merugikan diri sendiri
bahkan orang lain. Lantas, apa saja cara mengendalikan emosi? Simak ulasan berikut!
Emosi adalah ekspresi normal manusia atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Misalnya, ketika Anda merasa senang saat mendapat hadiah, merasa kesal saat terjebak
macet, atau merasa sedih saat kehilangan seseorang yang Anda cintai.
Berbagai emosi yang Anda rasakan ini akan berpengaruh pada tindakan Anda. Jika Anda
sedang merasakan emosi yang positif, maka tindakan yang mengikutinya juga akan
positif, sebaliknya, emosi negatif akan cenderung membuat Anda berperilaku negatif
pula.
Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pekerjaan, pertemanan,
hingga kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara
mengendalikan emosi atau cara mengekspresikannya secara tepat.

H. Beberapa Cara Lain Mengendalikan Emosi Yang Bisa Anda Coba


Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa Anda coba:

1. Berpikiran dan bersikap positif


Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa Anda, namun Anda
bisa mengubah sudut pandang Anda untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih
positif.
Misalnya, Anda merasa kecewa karena mendapat banyak kritik pada presentasi yang
baru saja Anda berikan. Pada situasi seperti ini, cobalah pikirkan sisi positifnya bahwa
kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan karier Anda kelak.
Selain itu, coba tenangkan diri Anda dengan mengambil napas panjang lalu tutup mata
Anda. Sadarilah keberadaan, perasaan, dan pikiran Anda saat ini, termasuk keadaan
sekitar Anda. Hal ini dapat membuat Anda lebih sadar dan bersikap lebih positif dalam
merespons segala sesuatu.

2. Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negatif


Hindarilah situasi yang bisa membuat Anda merasakan emosi negatif. Sebagai contoh,
jika Anda mudah kesal saat terburu-buru atau terjebak macet, Anda dapat mengatur
waktu untuk berangkat saat arus jalan sedang tidak terlalu macet.
Bila emosi tersebut datang saat melihat media sosial atau bahkan datang saat bersama
orang-orang tertentu, tidak ada salahnya Anda beristirahat sejenak dari log in media
sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.

3. Lakukan aktivitas yang menyenangkan


Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidup
Anda, misalnya:

a. Berolahraga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga merupakan sarana
untuk mengelola stres. Yoga, tai chi, dan aerobik merupakan beberapa contoh latihan
fisik yang baik bagi kesehatan mental.
b. Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari bahasa atau pun alat musik dapat
membangkitkan kepercayaan diri Anda dan menjadi salah satu cara yang baik untuk
mengendalikan emosi.
c. Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga, sahabat, atau
tetangga, yang bisa membuat Anda nyaman. Keluarga dan sahabat bisa menjadi tempat
berbagi ketika Anda sedang menghadapi kesulitan atau permasalahan yang berat.
d. Memberikan senyum, waktu, atau bantuan untuk orang lain. Semua hal ini dapat
membawa pengaruh positif bagi diri Anda dan juga orang lain. Cobalah untuk mengikuti
program bakti sosial, menjadi relawan, atau mendonorkan darah.

Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena
keduanya saling memengaruhi. Jika emosi Anda terganggu, tubuh juga akan rentan
terhadap berbagai penyakit seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.
Seseorang dapat dikatakan sehat secara emosional ketika ia berhasil mengelola masalah
sehari-harinya, misalnya stres pekerjaan, kebiasaan buruk, atau masalah hubungan
pertemanan, yang bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.
Namun, waspadai jika ternyata yang Anda rasakan bukan sekadar perubahan emosi,
melainkan pertanda depresi. Kenali gejala depresi yang biasanya ditandai dengan
penurunan suasana hati yang berlangsung lebih dari dua minggu, merasa putus asa,
kelelahan yang berlebihan, tidak dapat berkonsentrasi, hilang nafsu makan atau justru
makan terlalu banyak, susah tidur atau terus ingin tidur, bahkan terpikir untuk mengakhiri
hidup.
Cobalah terapkan tiga cara mengendalikan emosi di atas guna menjaga kesehatan jiwa
dan juga raga Anda. Jika Anda merasakan adanya gejala depresi, jangan ragu untuk
segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter.

C. GLOSARIUM

D. DAFTAR PUSTAKA
 [Link]
 [Link]

Secang, Juli 2022


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Yudian Rima Purwanis, [Link], [Link] Riva Asri Budiyati, [Link]


NIP. 19730907 199903 2 007 NIPPPK. 19810421 2022 212026
SMP NEGERI 1 SECANG
JL. RAYA SECANG – SEMARANG
KABUPATEN MAGELANG
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
SMP NEGERI 1 SECANG
TAHUN PELAJARAN 2022/2023

1. BAGIAN UMUM

A. Identitas
Nama Guru Pembimbing : Riva Asri Budiyati, [Link]
Nama SatuanPendidikan : SMP Negeri 1 Secang
Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling
Kelas / semester : 7/1
Aspek Perkembangan : Kematangan Emosi
Materi Pokok : Menangkal emosi dengan kreasi
Bidang bimbingan: Pribadi
Alokasi Waktu : 2 X 40 menit (2 pertemuan)

B. Kompetensi Awal
1. Peserta didik dapat menjelaskan(C2) pengertian emosi
2. Peserta didik dapat menyatakan pendapat(A4) cara mengendalikan emosi dan manfaat
pengendalian emosi
3. Peserta didik dapat mengatasi(P5) emosi yang berlebihan dengan mempraktikkan cara
mengendalikan emosi

C. Profil Pelajar Pancasila


1. Beriman , bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
 Terbentuk Ketika peserta didik menefrima segala sesuatu dengan iklas
2. Berkebinekaan global :
 Menerima keberagaman karakter sesorang beda dengan dirinya
3. Bergotong royong :
 Terbentuk Ketika peserta didik salaing memberikan solusi dalam konseling
4. Mandiri
 Terbentuk Ketika peserta didik berani mengambil sikap dalam menegdalikan emosi
5. Bernalar Kritis
 Terbentuk Ketika peserta didik berani berargumentasi
6. Kreatif

Terbentuk Ketika peserta didik mampu mempengaruhi temannya dengan berkreasi di



media sosial
D. SARANA PRASARA
 Bahan / Materi layanan
 Alat tulis

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik yang menjadi target yaitu;
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu
gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan Bahasa dan pemahaman materi
ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin

F. MODEL PEMBELAJARAN/PELAYANAN
Project based learrning
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metode
pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik
melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan
berbagai bentuk hasil belajar. Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek
merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu
investigasi yang mendalam terhadap suatu topik. Siswa secara konstruktif melakukan
pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan
pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

2. KOMPONEN INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN/PELAYANAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian emosi
2. Peserta didik dapat menyatakan pendapatcara mengendalikan emosi dan manfaat
pengendalian emosi
3. Peserta didik dapat mengatasi emosi yang berlebihan dengan mempraktikkan cara
mengendalikan emosi

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
1. Manusia dengan nelarnya mampu mengendalikan emosi
2. Pengendalian emosi memerlukan penyaluran
3. Kegiatan atau kreasi merupakan sarana pengendalian emosi .

C. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Apa yang kamu ketahui tentang emosi?
2. Bagaimana mengendalikan emosi
3. Jika kamu tidak mengedalikan emosi apa yang akan terjadi?

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN/PELAYANAN
a. KegiatanPendahuluan
1. Guru membuka kelas dengan salam dan mempersilahkan salah satu peserta didik
untuk memimpin do’a
2. Menanyakan kesiapan belajar peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi layanan
b. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mempelajari materi layanan
2. Peserta didik menemukan cara pengendalian diri
3. Peserta didik berkreasi dengan alat peraga
c. Kegiatan Penutup
1. Peserta didik menyimpulkan materi layanan melalui lembar kerja
2. Guru BK merefleksi materi layanan dengan menanyakan kemanfaatan dan
kebermaknaan materi layanan
3. Peserta didik mengumpulkan tugas

E. ASSESMEN

F. PENGAYAAN DAN REMIDIAL/TINDAK LANJUT LAYANAN


1. Melaksanakan Konseling Individu jika peserta didik mengalami kesulitan dalam
pengendalian emosi
2. Melaksanakan Konseling Kelompok kepada peserta didik yang mempunyai kesamaan
dalam masalah pengendalian emosi

3. LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


Nama : …………………………..
Kelas : …………………………..
Gambarkanlah dengan imajinasi kemauanmu Ketika aku menerima tekanan pada lembar
kertas ini!

B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK


Materi Layanan:
CARA MENGENDALIKAN EMOSI
A. PENGERTIAN
Kata emosi berasal dari bahasa Prancis, emotion yang berasal dari
kata emouvoiryang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa
Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti
“bergerak”. Dengan kata lain, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam
menghadapi situasi tertentu.
Pada dasarnya emosi adalah dorongan untuk bertindak, reaksi terhadap rangsangan
dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong
perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi
sedih mendorong seseorang berperilaku menangis
Orang-orang sering menganggap bahwa emosi hanya berkaitan dengan perasaan
marah saja. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sekali lagi, emosi
adalah reaksi tubuh untuk menghadapi situasi tertentu. Situasi yang dihadapi disini
mencakup emosi marah, malu, bahagia, takut, dan sedih.

B. JENIS- JENIS EMOSI


Berasarkan sebab dan reaksi yang ditimbulkan, emosi dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu :
1. Emosi yang berkaitan dengan perasaan (syaraf-syaraf jasmaniah), misalnya
perasaan dingin, panas, hangat, sejuk dan sebagainya. Munculnya emosi seperti
ini lebih banyak dirasakan karena faktor fisik diluar individu, misalnya cuaca,
kondisi ruangan dan tempat dimana individu itu berada.

2. Emosi yang berkaitan dengan kondisi fisiologis, misalnya sakit, meriang dan sebagainya.
Munculnya emosi sepertinini lebih banyak dirasakan karena faktor kesehatan.

3. Emosi yang berkaitan dengan kondisi psikologis, misalnya cinta, rindu, sayang, benci dan
sejenisnya. Munculnya emosi seperti ini lebih banyak dirasakan karena faktor hubungan
dengan orang lain.

C. MACAM-MACAM EMOSI
Setiap orang tentunya pernah emosi. Akan tetapi, banyak orang mengidentifikasi
emosi sebagai suatu hal yang negatif, seperti memukul, melempar barang,
menghancurkan barang yang biasa kita sebut "marah". Marah memang merupakan
bagian dari dasar emosi, tapi bukan hanya itu jenis dari emosi. Emosi itu sendiri ada
yang negatif dan ada yang positif

Perbedaan rangsang yang diterima oleh indra memberikan pengaruh terhadap


perasaan seseorang. Adanya perbedaan pengaruh tersebut, menimbilkan emosi yang
berbeda pula.
Berikut adalah macam-macam emosi :
1. Emosi marah
Seseorang yang marah terhadap orang lain disebabkan ia menganggap bahwa
orang itu bersalah terhadap dirinya. orang yang marah bisa menunjukkan tingkah
laku agresif, menganggu orang yang dikenai marah, membanting barang,
memukul, bahkan membunuh
2. Emosi sedih, duka, susah dan pilu
semua orang yang mengalami musibah pasti merasa sedih. karena sedih,
seseorang bisa menangis, bisa mengurung diri di kamar dan tidak mau bergaul
dengan orang lain.
3. Emosi Iri
Orang sering membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. jika dirinya
lebih rendah atau kurang dari orang yang dibandingkan maka timbul rasa iri.
emosi iri harus dapat di kendalikan dan di ekspresikan secara positif. ekspresi iri
yang positif akan menimbulkan gairah usaha dan meningkatkan kerja secara
positif untuk menyamai orang yang dibandingkan itu.
4. Emosi Takut
ekspresi dari rasa takut dapat berupa lari menjauh dari obyek penyebab takut.
rasa takut menyebabkan seseorang menghindari objek penyebab takut
5. Emosi Cinta
contoh dari ekspresi cinta adalah kisah remaja yang menjalin asmara.
Semua orang harus dapat mengendalikan emosi. emosi yang tidak dapat di
kendalikan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain

D. Pentingnya Pengendalian Emosi


Memiliki temperamental tinggi bisa menimbulkan masalah pada kejiwaan dan respon orang di
sekitar Anda. Emosi yang tidak bisa di kontrol dapat menyebabkan berbagai reaksi psikis dan
fisik yang berdampak kepada penyakit. Contoh riwayat darah tinggi, dengan emosi yang naik
justru akan membuat kondisi darah tinggi semakin meningkat dan akhirnya timbullah stres.

Karena itu sangat penting untuk mengatasi emosi di saat kondisi memuncak, hal ini untuk
mencegah terjadinya situasi yang tidak baik bagi diri Anda. Berikut ini ketahuilah alasan
mengapa emosi perlu dikendalikan seperti contoh di bawah ini:

1. Menghindari Berbagai Penyakit


Salah satu dampak emosi yang tidak terkendali adalah dapat menyebabkan penyakit datang
kepada diri Anda. Seperti darah tinggi, sesak nafas, jantung berdebar, keringat dingin dan
asam lambung meningkat. Apabila kondisi emosi Anda tidak bisa dikontrol maka bisa jadi
penyakit yang ada dalam diri Anda semakin serius dan berdampak pada kondisi lainnya.

2. Meningkatkan Kecerdasan Emosional


Selanjutnya yang menjadi alasan mengapa emosi perlu dikendalikan adalah dimana
pengendalian emosi mampu meningkatkan kecerdasan emosi diri. Dengan membiasakan diri
dalam mengontrol emosi dan juga dalam mengendalikan emosi, maka kecerdasan seseorang
bisa mengingkat. Dimana kecerdasan emosional sendiri merupakan kemampuan seseorang
dalam mengenali, mengelola dan mengendalikan emosi yang ia miliki.

3. Menjauhkan dari Hal Buruk


Banyak orang telah mengetahui berbagai hal buruk atau kemungkinan buruk yang akan
terjadi akibat dari ketidakmampuan untuk mengontrol emosi dalam diri. Karena bisa jadi
seringnya melakukan tindakan yang membuatnya emosi akibat dari lingkungan sekitar juga
yang mempengaruhinya atau faktor lain. Karena dari itu jangan biarkan berbagai hal atau
kemungkinan buruk terjadi pada diri Anda karena kurangnya mengontrol emosi.
4. Pikiran dan Hati Lebih Tenang
Alasan mengapa emosi perlu dikendalikan lainnya adalah membuat pikiran dan jiwa Anda
jauh lebih tenang. Emosi yang meningkat tentu saja dapat membuat perasaan Anda menjadi
kalut, cemas, panik dan tidak bahagia. Karena itu hindari dan cegah emosi Anda dengan
melakukan kegiatan yang Anda sukai, atau pada saat emosi segeralah mencuci muka agar
emosi bisa dikendalikan.

5. Menghindari Pertikaian
Pentingnya mengontrol emosi juga menghindari diri dari pertikaian, pertengkaran, cek cok
dan sebagainya. Karena umumnya orang yang sudah emosi pasti akan gelap mata dalam
artian lupa segalanya. Saat emosi juga orang akan sulit mengontrol sehingga ia tidak tahu apa
yang sudah ia lakukan. Mereka akan sadar setelah kejadian emosi mereda, tentu saja apabila
sampai membahayakan orang lain hal tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja.

6. Mencegah Menyakiti Perasaan Orang Lain


Penting juga dalam mengendalikan emosi adalah menghindari dari menyakiti perasaan orang
lain. Emosi bisa ditunjukkan dari lisan dan tindakan, apabila emosi dari lisan tentu saja bisa
menyebabkan orang lain menjadi marah dan juga kecewa. Karena itu timbul adanya
pertikaian atau cek cok mulut. Sebaiknya lampiaskan kemarahan Anda dengan tindakan lain
yang tidak melibatkan orang lain.
Demikianlah beberapa contoh dan penjelasan alasan mengapa emosi perlu dikendalikan.
Semoga bisa dijadikan sebagai manfaat juga ilmu dalam mengendalikan emosi yang bisa
berdampak buruk.

E. Manfaat dapat Mengendalikan Emosi


Memahami Soal Pengendalian Emosi Bikin Kita Rasakan 5 Manfaat Ini
Terdengar sangat manusiawi ya kalau kita mencari sesuatu di luar diri kita untuk
kemudian kita hubungkan dengan emosi yang ada dalam diri kita. Banyak orang
menyalahkan orang lain atas harinya yang buruk, atau moodnya yang tidak
[Link] yang lain, gampang bermuram durja ketika terjadi hal-hal buruk di luar
prediksinya. Serta masih banyak kejadian lainnya.
Padahal, fakta sebenarnya adalah, semua emosi yang ada dalam diri kita, solusinya gak
perlu kita cari dari luar. Tapi justru kita sendirilah yang bisa menyembuhkannya. Ketika
kita mampu mengendalikan emosi yang ada dalam diri, maka kehidupan kita akan
berubah dan menjadi lebih baik. Gak percaya? Begini penjelasannya.
1. Mampu memutuskan bagaimana reaksi terhadap suatu keadaan
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, emosi datang dari dalam diri kita.
Mengendalikannya memang gak semudah itu. Tapi, yang terpenting untuk dipahami
adalah bahwa kita adalah pemilik dari diri kita sendiri.
Sehingga kapanpun emosi negatif memenuhi pikiran dan diri kita, maka kita bisa
memutuskan untuk mengekspresikannya atau tidak.

2. Gak lagi menyalahkan orang lain atas hari yang buruk atau mood yang tidak stabil
Orang lain sama sekali tidak bisa mempengaruhi harimu. Kamu sendirilah yang sebenarnya
membiarkan mereka merusak harimu. Kesedihan, kekecewaan, atau kemarahan sekalipun,
tidak bisa ditransfer oleh orang lain kan?
Kamu bisa tetap ceria dan menjalani hari dengan bahagia meskipun orang-orang bersikap
tidak menyenangkan padamu. Ingat, kamulah yang punya kendali atas emosimu sendiri.

3. Emosi negatif yang kita rasakan mampu kita kendalikan dan buang jauh-jauh
Ketika dipenuhi dengan berbagai emosi negatif, kita cenderung untuk menyalurkan
emosi tersebut. Alhasil, cap buruk akan menempel pada kita. Bayangkan jika kita
berhasil mengendalikan semua emosi tersebut dan membuangnya jauh-jauh. Akan ada
banyak keuntungan yang kita dapatkan.

4. Dengan menyadari betul bahwa kendali emosi ada di tangan kita, semua akan berjalan
dengan lancar
Misal, ketika kamu berada pada situasi yang genting, otomatis emosi pertama yang akan
kamu rasakan adalah panik. Ya kan? Namun, kalau kamu bisa mendeteksi hal itu sebagai
emosi negatif yang hanya akan memperburuk situasi, kamu akan mengambil emosi panik itu
dan membuangnya jauh-jauh.
Kemudian, ketika kepanikan sudah bisa kamu atasi, maka kamu akan berpikir lebih jernih dan
bisa mencari solusi dengan lebih mudah.

5. Bahkan di saat terburuk pun, kita tetap bisa melangkah menuju kesuksesan
Kemampuan mengendalikan diri dan emosi dengan baik ini akan membuat kita mampu
menyelesaikan segala hal yang kita kerjakan dengan hasil yang luar biasa. Kita gak mudah
terpengaruh dengan apapun hal-hal eksternal di sekitar kita. Sehingga pekerjaan lebih fokus,
gak gampang mengeluh, dan kita juga masih bisa mengerjakan hal lainnya tanpa merasa
terbebani.

Mengendalikan emosi memang gak segampang kedengarannya. Kamu perlu memberikan


waktu beberapa detik untuk menenangkan diri terutama di situasi yang genting atau saat
amarah sedang meluap. Yang pasti, kamu harus menguasai dirimu sendiri dengan baik.
Berlatih mengendalikan diri juga cukup disarankan lho. Siap mencoba?

F. Cara Mengendaklikan Emosi


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan dan mengarahkan emosi
secara positif yaitu :
1. Setiap tindakan harus didasarkan pada akal sehat
2. Berfikir tenang akibat negative yang mungkin terjadi
3. Berusahalah untuk memaafkan kesalahan orang lain

G. Cara Mengendalikan Emosi agar Tidak Merugikan Diri Sendiri


Merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang normal. Namun, jika Anda tidak tahu
bagaimana cara mengendalikan emosi Anda, hal tersebut dapat merugikan diri sendiri
bahkan orang lain. Lantas, apa saja cara mengendalikan emosi? Simak ulasan berikut!
Emosi adalah ekspresi normal manusia atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Misalnya, ketika Anda merasa senang saat mendapat hadiah, merasa kesal saat terjebak
macet, atau merasa sedih saat kehilangan seseorang yang Anda cintai.
Berbagai emosi yang Anda rasakan ini akan berpengaruh pada tindakan Anda. Jika Anda
sedang merasakan emosi yang positif, maka tindakan yang mengikutinya juga akan
positif, sebaliknya, emosi negatif akan cenderung membuat Anda berperilaku negatif
pula.
Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pekerjaan, pertemanan,
hingga kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara
mengendalikan emosi atau cara mengekspresikannya secara tepat.

H. Beberapa Cara Lain Mengendalikan Emosi Yang Bisa Anda Coba


Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa Anda coba:

1. Berpikiran dan bersikap positif


Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa Anda, namun Anda
bisa mengubah sudut pandang Anda untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih
positif.
Misalnya, Anda merasa kecewa karena mendapat banyak kritik pada presentasi yang
baru saja Anda berikan. Pada situasi seperti ini, cobalah pikirkan sisi positifnya bahwa
kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan karier Anda kelak.
Selain itu, coba tenangkan diri Anda dengan mengambil napas panjang lalu tutup mata
Anda. Sadarilah keberadaan, perasaan, dan pikiran Anda saat ini, termasuk keadaan
sekitar Anda. Hal ini dapat membuat Anda lebih sadar dan bersikap lebih positif dalam
merespons segala sesuatu.

2. Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negatif


Hindarilah situasi yang bisa membuat Anda merasakan emosi negatif. Sebagai contoh,
jika Anda mudah kesal saat terburu-buru atau terjebak macet, Anda dapat mengatur
waktu untuk berangkat saat arus jalan sedang tidak terlalu macet.
Bila emosi tersebut datang saat melihat media sosial atau bahkan datang saat bersama
orang-orang tertentu, tidak ada salahnya Anda beristirahat sejenak dari log in media
sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.

3. Lakukan aktivitas yang menyenangkan


Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidup
Anda, misalnya:
a. Berolahraga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga merupakan sarana
untuk mengelola stres. Yoga, tai chi, dan aerobik merupakan beberapa contoh latihan
fisik yang baik bagi kesehatan mental.
b. Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari bahasa atau pun alat musik dapat
membangkitkan kepercayaan diri Anda dan menjadi salah satu cara yang baik untuk
mengendalikan emosi.
c. Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga, sahabat, atau
tetangga, yang bisa membuat Anda nyaman. Keluarga dan sahabat bisa menjadi tempat
berbagi ketika Anda sedang menghadapi kesulitan atau permasalahan yang berat.
d. Memberikan senyum, waktu, atau bantuan untuk orang lain. Semua hal ini dapat
membawa pengaruh positif bagi diri Anda dan juga orang lain. Cobalah untuk mengikuti
program bakti sosial, menjadi relawan, atau mendonorkan darah.

Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena
keduanya saling memengaruhi. Jika emosi Anda terganggu, tubuh juga akan rentan
terhadap berbagai penyakit seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.
Seseorang dapat dikatakan sehat secara emosional ketika ia berhasil mengelola masalah
sehari-harinya, misalnya stres pekerjaan, kebiasaan buruk, atau masalah hubungan
pertemanan, yang bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.
Namun, waspadai jika ternyata yang Anda rasakan bukan sekadar perubahan emosi,
melainkan pertanda depresi. Kenali gejala depresi yang biasanya ditandai dengan
penurunan suasana hati yang berlangsung lebih dari dua minggu, merasa putus asa,
kelelahan yang berlebihan, tidak dapat berkonsentrasi, hilang nafsu makan atau justru
makan terlalu banyak, susah tidur atau terus ingin tidur, bahkan terpikir untuk mengakhiri
hidup.
Cobalah terapkan tiga cara mengendalikan emosi di atas guna menjaga kesehatan jiwa
dan juga raga Anda. Jika Anda merasakan adanya gejala depresi, jangan ragu untuk
segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter.

C. GLOSARIUM

D. DAFTAR PUSTAKA
 [Link]
 [Link]

Secang, Juli 2022


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Pembimbing
Yudian Rima Purwanis, [Link], [Link] Riva Asri Budiyati, [Link]
NIP. 19730907 199903 2 007 NIPPPK. 19810421 2022 212026

Anda mungkin juga menyukai